METODE PELAKSANAAN
DIVISI 1. UMUM
1.2 Mobilisasi
Lingkup kegiatan mobilisasi yang diperlukan dalam Kontrak ini akan tergantung pada
jenis dan volume pekerjaan yang harus dilaksanakan antara lain:
a. Menyewa atau membeli sebidang lahan yang diperlukan untuk base camp
Penyedia Jasa dan selama kegiatan pelaksanaan.
b. Memobilisasi dan masang peralatan sesuai dengan daftar peralatan yang
tercantum dalam Penawaran, dari suatu lokasi asal ke tempat pekerjaan
dimana peralatan tersebut akan digunakan menurut Kontrak ini.
c. Menyediakan base camp Penyedia Jasa termasuk kantor lapangan, bengkel,
gudang serta Papan Nama Proyek.
d. Memobilisasi semua Personil Penyedia Jasa sesuai dengan struktur organisasi
pelaksana yang telah disetujui oleh Direksi Pekerjaan termasuk para pekerja
yang diperlukan dalam pelaksanaan dan penyelesaian pekerjaan dalam
Kontrak dan Personil Ahli K3 atau Petugas K3 sesuai dengan ketentuan yang
disyaratkan.
1.8.(1) Manajemen dan Keselamatan Lalu Lintas
Penyedia Jasa harus menyediakan, memasang rambu lalu lintas yang diperlukan,
barikade, rel pengaman lentur atau kaku, lampu, sinyal, marka jalan, Rambu
Peringatan Pekerjaan dengan kata kata dan perlengkapan lalu lintas lainnya dan
harus menyediakan bendera dan petunjuk lalu lintas dengan cara lain sepanjang
ZONA kerja pada setiap saat selama Periode Pelaksanaan. Manajemen lalu lintas
harus dilakukan sesuai dengan perundangan dan peraturan yang berlaku.
1.19 Keselamatan dan Kesehatan Kerja
Penanganan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) konstruksi kepada setiap orang
yang berada di tempat kerja yang berhubungan dengan pemindahan bahan baku,
penggunaan peralatan kerja konstruksi, proses produksi dan lingkungan sekitar
tempat kerja.
Menyediaan sarana pencegah kecelakaan kerja dan perlindungan kesehatan kerja
konstruksi maupun personil yang kompeten dan organisasi pengendalian K3
Konstruksi sesuai dengan tingkat resiko yang ditetapkan antara lain dengan
mengenakan APD.
DIVISI 2. DRAINASE
2.1.(1) Selokan dan Saluran Air
- Melaksanakan penggalian, penimbunan dan pemangkasan menggunakan Alat
Mekanis (Excavator ) harus dilakukan sebagaimana yang diperlukan untuk
membentuk selokan baru atau lama sehingga memenuhi kelandaian (atau
Pondasi Saluran Drainase).
- Seluruh bahan hasil galian harus dibuang (menggunakan Dump Truck) dan
diratakan oleh Penyedia Jasa sedemikian rupa sehingga dapat mencegah setiap
dampak lingkungan yang mungkin terjadi, di lokasi yang disetujui oleh Direksi
Pekerjaan.
Galian untuk Selokan Drainase dan Saluran Air (manual)
- Melaksanakan penggalian, penimbunan dan pemangkasan tanpa menggunakan
Alat Mekanis (manual) harus dilakukan sebagaimana yang diperlukan untuk
membentuk selokan baru atau lama sehingga memenuhi kelandaian (atau
Pondasi Saluran Drainase).
- Seluruh bahan hasil galian harus dibuang dan diratakan oleh Penyedia Jasa
sedemikian rupa sehingga dapat mencegah setiap dampak lingkungan yang
mungkin terjadi, di lokasi yang disetujui oleh Direksi Pekerjaan.
2.2 Pasangan Batu dengan Mortar
- Sebelum mulai menggunakan setiap bahan batu yang diusulkan untuk pekerjaan
pasangan batu dengan mortar, Penyedia Jasa harus mengajukan kepada Direksi
Pekerjaan dua contoh batu yang mewakili, masing-masing seberat 50 kg. Satu
dari contoh batu akan disimpan oleh Direksi Pekerjaan untuk rujukan selama
periode Kontrak. Hanya batu yang disetujui oleh Direksi Pekerjaan akan
digunakan dalam pekerjaan.
- Pekerjaan ini mencakup pelapisan sisi atau dasar selokan dan saluran air, dan
pembuatan "apron" (lantai golak), lubang masuk (entry pits) dan struktur
saluran kecil lainnya dengan menggunakan pasangan batu dengan mortar yang
dibangun di atas suatu dasar yang telah disiapkan memenuhi garis, ketinggian
dan dimensi.
- Matrial batu harus terdiri dari batu alam atau batu dari sumber bahan yang
tidak terbelah, yang utuh (sound), keras, awet, padat, tahan terhadap udara dan
air serta dan ukuran batu harus disetujui oleh Direksi Pekerjaan sebelum
digunakan (harus tertahan ayakan 10 cm). Batu harus bersih, keras, tanpa
bagian yang tipis atau retak dan harus dari jenis yang diketahui awet. Bila perlu,
batu harus dibentuk untuk menghilangkan bagian yang tipis atau lemah. Pasir
yang dipakai harus memenuhi syarat-syarat Spesifikasi dapat berupa pasir alam,
atau pasir buatan yang dihasilkan oleh alat-alat pemecah batu. Pasir harus
terdiri dari butir-butir yang tajam dan mempunyai gradasi yang baik, tidak
porous cukup syarat kekerasannya. Pasir tidak boleh mengandung lumpur lebih
dari 5% ditentukan terhadap berat kering. Adukan semen untuk pasangan harus
mempunyai kuat tekan paling sedikit 50 kg/cm2 pada umur 28 hari. Dalam
adukan semen tersebut kapur tohor dapat ditambahkan sebanyak 10% berat
semen. adukan semen boleh diaduk kembali dengan air dalam waktu 30 menit
dari proses pengadukan awal dan yang tidak digunakan dalam 45 menit setelah
air ditambahkan harus dibuang.
- Suatu landasan dari adukan semen paling sedikit setebal 3 cm harus dipasang
pada formasi yang telah disiapkan. Landasan adukan ini harus dikerjakan sedikit
demi sedikit sedemikian rupa sehingga permukaan batu akan tertanam pada
adukan sebelum mengeras. Permukaan yang telah selesai dikerjakan harus
dirawat.
- Dimensi, toleransi sisi muka masing-masing batu dari permukaan pasangan batu
dengan mortar tidak boleh melebihi 1 cm dari profil permukaan rata-rata
pasangan batu dengan mortar di sekitarnya. Tebal minimum setiap pekerjaan
pasangan batu dengan mortar haruslah 20 cm. Pekerjaan pasangan batu dengan
mortar yang tidak memenuhi toleransi yang disyaratkan dari Spesifikasi ini harus
diperbaiki oleh Penyedia Jasa dengan biaya sendiri dan dengan cara yang
diperintahkan oleh Direksi Pekerjaan.
- Penyedia Jasa juga harus bertanggungjawab atas pemeliharaan rutin dari semua
pekerjaan pasangan batu dengan mortar untuk drainase yang telah selesai dan
diterima selama Periode Pelaksanaan.
2.3 Gorong-gorong dan Selokan Bentuk U
- Megunakan satu merek semen, kecuali jika diizinkan oleh Direksi Pekerjaan.
Apabila hal tersebut diizinkan, maka Penyedia Jasa harus mengajukan kembali
rancangan campuran beton sesuai dengan merek semen yang digunakan. Air
yang digunakan untuk campuran, perawatan, atau pemakaian lainnya harus
bersih dan bebas dari bahan yang merugikan seperti minyak, garam, asam, basa,
gula atau organik. Agregat yang digunakan harus bersih, keras, kuat yang
diperoleh dari pemecahan batu atau koral, atau dari penyaringan dan pencucian
(jika perlu) kerikil dan pasir sungai. Bahan tambahan yang berupa bahan kimia
ditambahkan dalam campuran beton dalam jumlah tidak lebih dari 5% berat
semen selama proses pengadukan atau selama pelaksanaan pengadukan
tambahan dalam pengecoran beton.
- Penyedia Jasa harus mengirimkan contoh dari seluruh bahan yang hendak
digunakan dengan data pengujian yang memenuhi seluruh sifat bahan yang
disyaratkan dan rancangan campuran (mix design) untuk masing-masing mutu
beton yang akan digunakan sebelum pekerjaan pengecoran beton dimulai,
lengkap dengan hasil pengujian bahan dan hasil pengujian percobaan campuran
beton di laboratorium berdasarkan kuat tekan beton untuk umur 7 dan 28 hari.
Bilamana percobaan campuran beton telah sesuai dan disetujui oleh Direksi
Pekerjaan, maka Penyedia Jasa boleh melakukan pekerjaan pencampuran beton
sesuai dengan Formula Campuran Kerja (Job Mix Formula, JMF) hasil percobaan
campuran. (fc’=15 MPa atau K-175)
- Untuk keperluan pengujian kuat tekan beton, Penyedia Jasa harus menyediakan
benda uji beton berupa silinder dengan diameter 150 mm dan tinggi 300 mm
atau kubus 150 x 150 x 150 mm, dan harus dirawat sesuai dengan SNI 03-4810-
1998. Benda uji tersebut harus dicetak bersamaan dan diambil dari beton yang
akan dicorkan (per 20 m3 1 hasil pengujian), dan kemudian dirawat sesuai
dengan perawatan yang dilakukan di laboratorium.
- Sebelum pengecoran beton dimulai, seluruh acuan, tulangan dan benda lain
yang harus dimasukkan ke dalam beton (seperti pipa atau selongsong) harus
sudah dipasang dan diikat kuat sehingga tidak bergeser pada saat pengecoran
serta acuan harus dibasahi dengan air atau diolesi minyak di sisi dalamnya
dengan minyak yang tidak meninggalkan bekas. Penuangan beton dilakukan dari
atas Jalan atau Jembatan existing dibantu dengan alat pakai talang dan dibantu
tenaga kerja. Beton dimasukkan secara merata dan dipadatkan dengan
Concrete Vibrator sedikit demi sedikit hingga mencapai elevasi sesuai gambar
rencana, kemudian diratakan dengan tenaga manusia dan alat bantu seperti
mistar. Setiap alat penggetar mekanis dari dalam harus dimasukkan ke dalam
beton basah secara vertikal sedemikian hingga dapat melakukan penetrasi
sampai ke dasar beton yang baru dicor, dan menghasilkan kepadatan pada
seluruh kedalaman pada bagian tersebut. Alat penggetar kemudian harus ditarik
pelan-pelan dan dimasukkan kembali pada posisi lain tidak lebih dari 45 cm
jaraknya. Alat penggetar tidak boleh berada pada suatu titik lebih dari 30 detik,
juga tidak boleh digunakan untuk memindah campuran beton ke lokasi lain,
serta tidak boleh menyentuh tulangan beton. Setelah pengecoran selesai maka
finishing dilakukan oleh tenaga manusia untuk mendapatkan permukaan yang
rata & halus. Beton harus dirawat, sesegera mungkin setelah beton mulai
mengeras, dengan menyelimutinya dengan bahan yang dapat menyerap air.
Lembaran bahan penyerap air ini yang harus dibuat jenuh dalam waktu paling
sedikit 3 hari.
- Direksi Pekerjaan dapat mengijinkan untuk menggunakan sisi galian sebagai
pengganti cetakan. Dalam hal ini, tebal dinding yang menghadap sisi galian dan
selimut beton harus ditambah 25 mm tanpa pembayaran tambahan.
Baja Tulangan untuk struktur drainase beton minor
- Pekerjaan ini harus mencakup pengadaan dan pemasangan baja tulangan sesuai
dengan Spesifikasi dan Gambar, atau sebagaimana yang diperintahkan oleh
Direksi Pekerjaan.
- Baja tulangan harus dipasang sedemikian sehingga selimut beton yang menutup
bagian luar baja tulangan (Minimal 2,5cm) yang terletak pada tengah/as tebal
lantai dinding saluran. Bilamana penyambungan dengan tumpang tindih
disetujui, maka panjang tumpang tindih minimum haruslah 40 diameter batang
dan batang tersebut harus diberikan kait pada ujungnya.
- U24 Baja Lunak 2.400 diikat dengan kawat pengikat untuk mengikat tulangan
harus kawat baja lunak yang memenuhi SNI 07-6401-2000.
- Jumlah kilogram yang dipasang harus dihitung dari panjang aktual yang
dipasang, atau luas anyaman baja yang dihampar, dan satuan berat dalam
kilogram per meter panjang untuk batang (Dilaksanakan Penimbangan).
Penjepit, pengikat, pemisah atau bahan lain yang digunakan untuk penempatan
atau pengikatan baja tulangan pada tempatnya tidak akan dimasukkan dalam
berat untuk pembayaran.
DIVISI 3. PEKERJAAN TANAH
3.1.(1) Galian Biasa
- Pekerjaan ini harus mencakup penggalian, penanganan, pembuangan atau
penumpukan tanah atau batu atau bahan lain dari jalan atau sekitarnya yang
diperlukan untuk penyelesaian dari pekerjaan dalam Kontrak ini.
- Melaksanakan penggalian, penimbunan dan pemangkasan menggunakan Alat
Mekanis (Excavator ) harus dilakukan sebagaimana yang diperlukan untuk
membentuk selokan baru atau lama sehingga memenuhi kelandaian (atau
Pondasi Saluran Drainase).
- Seluruh bahan hasil galian harus dibuang (menggunakan Dump Truck) dan
diratakan oleh Penyedia Jasa sedemikian rupa sehingga dapat mencegah setiap
dampak lingkungan yang mungkin terjadi, di lokasi yang disetujui oleh Direksi
Pekerjaan.
3.3.(1) Penyiapan Badan Jalan
- Terdiri dari pembersihan semua pohon dengan dia lebih kecil dari 15 cm,
pohon-pohon yang tumbang, halangan-halangan, semak-semak, sampahdan
termasuk pembongkaran tanggul, akar dan pembuangan semua ceceran bahan
yang diakibatkannya. Dibuang (menggunakan Dump Truck) di luar Ruang Milik
Jalan (Rumija).
Galian Biasa (Manual)
- Tanah yang dipotong umumnya berada disisi jalan
Penggalian dilakukan dengan menggunakan Excavator
Selanjutnya Excavator menuangkan material hasil galian kedalam Dump Truck
Dump truck membuang material hasil galian keluar lokasi perkerjaan.
Timbunan Biasa dari Galian
- Sebelum pelaksanaan timbunan pilihan dilakukan pengajuan beberapa contoh
material Timbunan, pengukuran dan pengajuan gambar shopdrawing perihal
timbunan pilihan, bahan didatangkan dari sumber bahan yang disetujui Direksi,
tanah digali dan diangkut ke lokasi timbunan dengan Dump Truck. Dasar
Timbunan sudah disetujui dan dibersihkan.
Mengurug 1 M3 Kembali
- Pekerjaan ini mencakup Pengadaan, Pengangkutan, Penghamparan dan
pemadatan dari beberapa jenis antara lain Timbunan Biasa, Timbunan Pilihan
dan Timbunan Pilihan Berbutir.
- Tanah Timbunan yang digunakan untuk menutup belakang talud dari hasil
galian talud itu sendiri dan dipadatkan sampai kepadatan optimal
DIVISI 4. Pelebaran Perkerasan dan Bahu Jalan
4.2.(1) Lapis Fondasi Agregat
Lapis Pondasi Agregat Kelas A
- Pekerjaan ini meliputi pengadaan, pengangkutan, penghamparan, pembasahan
dan pemadatan agregat bergradasi diatas permukaan yang telah disiapkan.
Pelaksanaan pekerjaan ini dikerjakan setelah pekerjaan LPA Kelas B pada
pelebaran badan jalan telah selesai dan sudah dipadatkan. Penghamparan LPA
Kelas A menggunakan alat (secara mekanik) yaitu : Wheel Loader mencampur &
memuat Agregat ke dalam Dump Truck di Base Camp. Dump Truck mengangkut
Agregat ke lokasi pekerjaan dan dihampar dengan motor grader. Hamparan
Agregat dibasahi dengan Water Tank sebelum dipadatkan dengan Tandem
Roller. Pekerjaan ini menggunakan material Lapis Pondasi Agregat Kelas A.
Selama pemadatan sekelompok pekerja akan merapikan hamparan dengan
menggunakan alat bantu. LPA Klas A digunakan untuk pelebaran badan jalan
sesuai dengan rencana.
4.2.(2a) Lapis Pondasi Agregat Kelas B
- Pekerjaan ini meliputi pengadaan, pengangkutan, penghamparan, pembasahan
dan pemadatan agregat bergradasi diatas permukaan yang telah disiapkan.
Pelaksanaan pekerjaan ini dikerjakan setelah pekerjaan Galian pelebaran badan
jalan telah selesai dan telah memenuhi persyaratan teknis. Penghamparan LPA
Kelas B menggunakan alat (secara mekanik) yaitu : Wheel Loader mencampur &
memuat Agregat ke dalam Dump Truck di Base Camp. Dump Truck mengangkut
Agregat ke lokasi pekerjaan dan dihampar dengan motor grader. Hamparan
Agregat dibasahi dengan Water Tank sebelum dipadatkan dengan Tandem
Roller. Pekerjaan ini menggunakan material Lapis Pondasi Agregat Kelas B.
Selama pemadatan sekelompok pekerja akan merapikan hamparan dengan
menggunakan alat bantu. LPA Klas B digunakan untuk pelebaran badan jalan
sesuai dengan rencana.
DIVISI 7. STRUKTUR
Beton dan Beton Kinerja Tinggi
Beton Mutu Rendah fc’ = 20 Mpa (K-250)
- Sebelum melakukan pemasangan kolom dan balok beton perlu dilaksanakan
pekerjaan persiapan terdiri dari Survey lokasi dan pengukuran awal, kordinasi
dengan pihak terkait.
Sebelum memulai pekerjaan harus diteliti kembali ketinggian peil yang
disyaratkan. Ketebalan untuk kolom dan balok disesuaikan dengan gambar
rencana. Adukan dibuat menggunakan mesin pencampur (molen) atau batching
plant. Sebelum pengecoran untuk baja tulangan dipasang dulu sesuai gambar
rencana.
Pekerjaan selanjutnya dengan pemasangan begisting untuk Kolom dan Balok
penguat Talud. Begisting harus dipasang sesuai dengan bentuk dan ukuran yang
telah ditetapkan dalam Gambar. Begisting harus dipasang sedemikian rupa
dengan perkuatan-perkuatan skoor dan cukup kokoh tidak berubah bentuk dan
tetap pada kedudukan selama pengecoran. Sebelum pengecoran harus bebas dari
kotoran-kotoran dan harus mudah dibongkar tanpa merusak permukaan beton.
Pekerjaan dilanjutkan dengan Perakitan Besi Beton. Baja tulangan/Besi Beton
yang dipakai adalah minimal harus sesuai dengan PBI 1971 dengan ukuran sesuai
dengan RKS. Kawat beton untuk pengikat beton harus terbuat dari baja lunak
dengan diameter minimal 1 (satu) mm. Besi dan kawat beton seperti dimaksud
diatas harus bebas dari kotoran–kotoran, karat, minyak, cat, kulit giling serta
bahan lain yang mengurangi daya lekat terhadap beton. Pembengkokan dan
pelurusan besi beton harus dilakukan dalam keadaan dingin, besi beton dipotong
dan dibengkokkan sesuai gambar.
Setelah Begisting Kolom dan Balok selesai dilaksanakan dan Rakitan Besi beton
sudah sesuai, langkah selanjutnya adalah pengecoran beton dengan Beton fc'=20
MPa (K-250) menggunakan concrete mixer/molen. Selama pengecoran beton
harus dipadatkan dengan alat pemadat (Concrete Vibrator) Ketelitian dalam hal
pemadatan perlu diperhatikan agar supaya sudut-sudut, sela-sela diantara terisi
dan disekeliling terpenuhi. Semua rongga-rongga/gelembung udara tidak boleh
terjadi pada pemadatan. Harus diperhatikan agar penggetaran/pemadatan tidak
terlalu lama yang dapat mengakibatkan pemisahan bahan-bahan (segregation).
Permukaan beton yang sudah di cor harus diusahakan tetap dalam keadaan
lembab, dengan cara menutupinya dengan kurang-karung-karung basah
ataumenggenangi air sampai selama paling lambat 2 minggu.
Setelah selesai pengecoran dan Papan Mal sudah dibongkar, Pekerjaan
dilanjutkan dengan pengurukan kembali tanah galian, Tanah Galian yang
memenuhi syarat diurug kembali Bekas galian untuk memenuhi rongga-rongga
disamping beton dinding coran.
Beton Mutu Rendah fc’ = 10 Mpa (k-125)
- Sebelum pengerjaan saluran beton, terlebih dahulu dibuat lantai rabat untuk
dudukan pondasi beton dengan spesifikasi beton mutu rendah fc’=10 Mpa (K-
125). Campuran dicampur rata dan dihamaparkan ke area rencana lantai kerja
dan diratakan. Dimensi lantai rabat mengacu pada gambar kerja.
7.3. Baja Tulangan U 24 Polos
Pabrikasi Baja Tulangan
a. Batang baja tulangan dipotong menurut panjang yang diperlukan, dibengkokan
secara hati-hati menurut bentuk dan ukuran yang diminta.
b. Batang tulangan mutu tinggi tidak boleh dibengkokan dua kali. Pemanasan batang
tulangan dilarang, dimana harus dipertahankan sampai kepada pemanasan
minimum atau dilaksanakan dengan kemungkinan pemanasan yang paling
rendah.
c. Apabila jari-jari pembengkokan untuk batang tulangan tidak ditunjukkan di dalam
gambar rencana, ia harus paling sedikit 5 kali diameter batang yang bersangkutan.
Penempatan dan Pengikatan
a. Penulangan segera dibersihkan sebelum penggunaan, untuk menjamin kondisi
pengikatan yang baik.
b. Penulangan ditempatkan dengan tepat sesuai dengan gambar rencana. Dalam
keadaan apapun, penulangan dilarang terletak langsung di atas acuan / cetakan.
c. Batang baja penulangan diikat bersama dengan kokoh untuk menghindari
perpindahan tempat selama penuangan dan penempatan beton. Pengelasan
batang bersilang atau begel kepada baja tegangan utama, tidak diijinkan.
d. Semua baja tulangan dipasang menurut panjang sepenuhnya seperti dinyatakan
dalam gambar. Penyambungan batang baja, kecuali apabila ditunjukkan lain pada
gambar, tidak diijinkan. Setiap penyambungan demikian yang disetujui selang-
seling sejauh mungkin dan ditempatkan pada titik tegangan tarik manimum.
e. Apabila sambungan bertindih (lapped splice) disetujui, panjang tindihan harus 40
kali diameter dan batang – batang dilengkapi dengan kait.
f. Pengelasan batang baja tulangan tidak diijinkan, kecuali terinci pada gambar.
g. Kawat ikat harus kokoh dengan akhir puntiran menghadap ke dalam beton.
h. Tulangan anyaman baja ditempatkan dalam arah memanjang, sepanjang yang
dapat dilaksanakan, dengan penyambungan panjang bertindih selebar satu
anyaman penuh. Anyaman dipotong untuk memasang siku-siku dan bukaan –
bukaan dan dihentikan pada sambungan – sambungan antara slab (lantai).
7.9. Pasangan Batu
- Pasangan Batu (Stone Masonry) dapat digunakan seperti Pasangan Batu dengan
Mortar (Mortared Stonework) atau pasangan batu kosong yang diisi (grouted rip
rap).
- Sebelum mulai menggunakan setiap bahan batu yang diusulkan untuk pekerjaan
pasangan batu dengan mortar, Penyedia Jasa harus mengajukan kepada Direksi
Pekerjaan dua contoh batu yang mewakili, masing-masing seberat 50 kg. Satu dari
contoh batu akan disimpan oleh Direksi Pekerjaan untuk rujukan selama periode
Kontrak. Hanya batu yang disetujui oleh Direksi Pekerjaan akan digunakan dalam
pekerjaan.
- Pekerjaan ini mencakup pelapisan sisi atau dasar selokan dan saluran air, dan
pembuatan "apron" (lantai golak), lubang masuk (entry pits) dan struktur saluran
kecil lainnya dengan menggunakan pasangan batu dengan mortar yang dibangun
di atas suatu dasar yang telah disiapkan memenuhi garis, ketinggian dan dimensi.
- Matrial batu harus terdiri dari batu alam atau batu dari sumber bahan yang tidak
terbelah, yang utuh (sound), keras, awet, padat, tahan terhadap udara dan air
serta dan ukuran batu harus disetujui oleh Direksi Pekerjaan sebelum digunakan
(harus tertahan ayakan 10 cm). Batu harus bersih, keras, tanpa bagian yang tipis
atau retak dan harus dari jenis yang diketahui awet. Bila perlu, batu harus
dibentuk untuk menghilangkan bagian yang tipis atau lemah. Pasir yang dipakai
harus memenuhi syarat-syarat Spesifikasi dapat berupa pasir alam, atau pasir
buatan yang dihasilkan oleh alat-alat pemecah batu. Pasir harus terdiri dari butir-
butir yang tajam dan mempunyai gradasi yang baik, tidak porous cukup syarat
kekerasannya. Pasir tidak boleh mengandung lumpur lebih dari 5% ditentukan
terhadap berat kering. Adukan semen untuk pasangan harus mempunyai kuat
tekan paling sedikit 50 kg/cm2 pada umur 28 hari. Dalam adukan semen tersebut
kapur tohor dapat ditambahkan sebanyak 10% berat semen. adukan semen boleh
diaduk kembali dengan air dalam waktu 30 menit dari proses pengadukan awal
dan yang tidak digunakan dalam 45 menit setelah air ditambahkan harus dibuang.
- Landasan dari adukan baru paling sedikit 3 cm tebalnya harus dipasang pada
pondasi yang disiapkan sesaat sebelum penempatan masing-masing batu pada
lapisan pertama. Batu besar pilihan harus digunakan untuk lapis dasar dan pada
sudut-sudut. Perhatian harus diberikan untuk menghindarkan pengelompokkan
batu yang berukuran sama.
- harus dipasang pada formasi yang telah disiapkan. Landasan adukan ini harus
dikerjakan sedikit demi sedikit sedemikian rupa sehingga permukaan batu akan
tertanam pada adukan sebelum mengeras. Permukaan yang telah selesai
dikerjakan harus dirawat.
- Dimensi, toleransi sisi muka masing-masing batu dari permukaan pasangan batu
dengan mortar tidak boleh melebihi 1 cm dari profil permukaan rata-rata
pasangan batu dengan mortar di sekitarnya. Tebal minimum setiap pekerjaan
pasangan batu dengan mortar haruslah 20 cm. Pekerjaan pasangan batu dengan
mortar yang tidak memenuhi toleransi yang disyaratkan dari Spesifikasi ini harus
diperbaiki oleh Penyedia Jasa dengan biaya sendiri dan dengan cara yang
diperintahkan oleh Direksi Pekerjaan.
- Penyedia Jasa juga harus bertanggungjawab atas pemeliharaan rutin dari semua
pekerjaan pasangan batu dengan mortar untuk drainase yang telah selesai dan
diterima selama Periode Pelaksanaan.
Dalam Penyelesaian Pekerjaan Konstrusi, tidak lepas dari Organisasi, Koordinasi,
Pelaporan, Keselamat dan Keamanan, jaminan mutu dan Schedule kerja yang baik.
PEJABAT PEMBUAT KOMITMEN