METODE PELAKSANAAN PEKERJAAN
PEMBANGUNAN, REHABILITASI DAN PEMELIHARAAN JALAN USAHA TANI KT. KRIDA
SARI TANI DUSUN KEPERING RT.01 RW.02 DESA PUNGGELAN KEC. PUNGGELAN
BAB I
PENDAHULUAN
1.1. LATAR BELAKANG
Latar belakang adanya Pembangunan, Rehabilitasi dan Pemeliharaan Jalan Usaha
Tani KT. Krida Sari tani Dusun Kepering RT.01 RW.02 Desa Punggelan Kec. Punggelan
dikarenakan Jalur atau akses ekonomi tersebut tergolong cukup parah dalam kegiatan
perekonomian setempat, sehingga mempersulit hasil produksi pertanian untuk
meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Proses pengadaan kegiatan Pembangunan, Rehabilitasi dan Pemeliharaan Jalan
Usaha Tani KT. Krida Sari tani Dusun Kepering RT.01 RW.02 Desa Punggelan Kec.
Punggelan dilaksanakan oleh Pokja Pengadaan UKPBJ Kabupaten Banjarnegara.
Untuk paket pekerjaan ini pemerintah menganggarkan dana dengan nilai
Konstruksi sebesar Rp. 171.500.000,00 (Seratus Tujuh Puluh Satu Juta Lima Ratus Ribu
Rupiah) dengan target panjang penanganan sepanjang 196 Meter lebar 2,50 Meter
dengan jangka waktu pelaksanaan selama 90 (sembilan puluh) hari kalender dan jangka
waktu pemeliharaan selama 180 (seratus delapan puluh) hari kalender.
1.2. MAKSUD DAN TUJUAN
Maksud dan tujuan dari dibangunnya paket ini adalah untuk:
1.2.1. Memudahkan akses jalan pertanian.
1.2.2. Meningkatkan ekonomi masyarakat.
1.2.3. Meningkatkan rasa nyaman sekelompok petani.
1.2.4. Memperlancar akses transpotasi hasil tani setempat.
1.3. LOKASI
Lokasi kegiatan Pembangunan, Rehabilitasi dan Pemeliharaan Jalan Usaha Tani
KT. Krida Sari tani Dusun Kepering RT.01 RW.02 Desa Punggelan Kec. Punggelan berada
pada Kecamatan Mandiraja Kabupaten Banjarnegara.
1.4. LINGKUP PEKERJAAN
Lingkup kegiatan Pembangunan, Rehabilitasi dan Pemeliharaan Jalan Usaha Tani
KT. Krida Sari tani Dusun Kepering RT.01 RW.02 Desa Punggelan Kec. Punggelan
meliputi:
DIVISI 1. UMUM
1.2 Mobilisasi
Dihitung.1 Papan Nama Kegiatan
Dihitung.2 Prasasti
Dihitung.3 Mobilisasi dan Demobilisasi Baby Vibratory Roller 1-2 T
Dihitung.4 Demobilisasi
Dihitung.5 Langsiran Material
3 Alat Pelindung Kerja dan Alat Pelindung Diri
3b APD
SKh-1.1.22.(3b1) Topi pelindung (Safety Helmet)
SKh-1.1.22.(3b7) Sarung tangan (Safety Gloves)
SKh-1.1.22.(3b8) Sepatu keselamatan (Safety Shoes, Rubber Safety Shoes and Toe
Cap)
SKh-1.1.22.(3b11) Rompi keselamatan (Safety Vest)
Asuransi dan Perizinan Terkait Keselamatan Konstruksi:
Anhit.1.1.2.m BPJS Ketenagakerjaan dan Keselamatan Kerja
DIVISI 2. DRAINASE
2.3.(4) Gorong-gorong Pipa Beton Bertulang, diameter dalam 40 cm
DIVISI 3. PEKERJAAN TANAH DAN GEOSINTETIK
3.1.(1)a Galian Biasa (Manual)
3.2.(2a) Timbunan Pilihan Dari Sumber Galian
DIVISI 7. STRUKTUR
7.9.(1) Pasangan Batu
7.1 (8) Beton , fc’15 Mpa
7.1 (10) Beton, fc’10 Mpa
7.3 (1) Baja Tulangan Polos-BjTP 280
Dihitung.6 Pemasangan 1 m2 Plastik Cor beton
BAB II
PEKERJAAN UTAMA
2.1. Galian Biasa
Pekerjaan ini mencakup penggalian, penanganan, pembuangan atau penumpukan tanah
atau batu atau bahan lain dari jalan atau sekitarnya yang diperlukan untuk penyelesaian
pekerjaan.
Prosedur penggalian:
2.1.1. Penggalian dilaksanakan menurut kelandaian, garis dan elevasi yang ditentukan
dalam gambar atau ditunjukkan oleh Pengguna Barang/Jasa dan mencakup
pembuangan semua bahan dalam bentuk apapun yang dijumpai, termasuk
tanah, batu, batu bata, beton, pasangan batu dan bahan perkerasan lama, yang
tidak digunakan untuk pekerjaan permanent.
2.1.2. Pekerjaan galian dilaksanakan dengan gangguan yang seminimal mungkin
terhadap bahan di bawah dan di luar batas galian.
2.1.3. Bilamana bahan yang terekspos pada garis formasi atau tanah dasar atau
pondasi dalam keadaan terlepas atau lunak atau kotor atau menurut pendapat
pengguna barang/jasa tidak memenuhi syarat, maka bahan tersebut diganti
dengan bahan yang memenuhi syarat.
2.1.4. Bilamana batu, lapisan keras sulit dibongkar, maka bahan harus digali 15 cm
lebih dalam sampai permukaan yang mantap dan merata. Tonjolan batu yang
runcing pada permukaan dan batu D<15 cm dibuang. Profit galian diperoleh
dengan cara menimbun kembali.
2.2. Timbunan Pilihan dari Sumber Galian
Pekerjaan ini mencakup pengadaan, pengangkutan, penghamparan dan pemadatan
tanah atau bahan berbutir yang disetujui untuk pembuatan timbunan, untuk
penimbunan kembali galian pipa atau struktur dan untuk timbunan umum yang
diperlukan untuk membentuk dimensi timbunan sesuai dengan garis, kelandaian, dan
elevasi penampang melintang yang disyaratkan atau disetujui oleh Pengawas
Pekerjaan.
2.2.1. Timbunan hanya boleh diklasifikasikan sebagai Timbunan Pilihan bila digunakan
pada lokasi atau untuk maksud di mana bahan-bahan ini telah ditentukan atau
disetujui secara tertulis oleh Pengawas Pekerjaan. Seluruh timbunan lain yang
digunakan harus dipandang sebagai timbunan biasa (atau drainase porous bila
ditentukan atau disetujui sebagai hal tersebut sesuai dengan Seksi 2.4 dari
Spesifikasi ini).
2.2.2. Timbunan yang diklasifikasikan sebagai timbunan pilihan harus terdiri dari
bahan tanah atau batu yang memenuhi semua ketentuan di atas untuk timbunan
biasa dan sebagai tambahan harus memiliki sifat-sifat tertentu yang tergantung
dari maksud penggunaannya, seperti diperintahkan atau disetujui oleh
Pengawas Pekerjaan. Dalam segala hal, seluruh timbunan pilihan harus, bila
diuji sesuai dengan SNI 1744:2012, memiliki CBR paling sedikit 10% setelah 4
hari perendaman bila dipadatkan sampai 100% kepadatan kering maksimum
sesuai dengan SNI 1742:2008.
2.2.3. Bahan timbunan pilihan yang digunakan pada lereng atau pekerjaan stabilisasi
timbunan atau pada situasi lainnya yang memerlukan kuat geser yang cukup,
bilamana dilaksanakan dengan pemadatan kering normal, maka timbunan
pilihan dapat berupa timbunan batu atau kerikil lempungan bergradasi baik
atau lempung pasiran atau lempung berplastisitas rendah. Jenis bahan yang
dipilih, dan disetujui oleh Pengawas Pekerjaan akan tergantung pada
kecuraman dari lereng yang akan dibangun atau ditimbun, atau pada tekanan
yang akan dipikul.
2.3. Pasangan Batu
2.3.1. Penyiapan Formasi atau Pondasi
Formasi untuk pelapisan pasangan batu disiapkan.
2.3.1.1. Penyiapan batu
Batu dibersihkan dari bahan yang merugikan, yang dapat mengurangi
kelekatan dengan adukan. Sebelum pemasangan, batu dibasahi
seluruh permukaannya dan diberikan waktu yang cukup untuk proses
penyerapan air sampai jenuh.
2.3.1.2. Pemasangan Lapisan Batu
2.3.1.3. Suatu landasan dari adukan semen paling sedikit setebal 3 cm harus
dipasang pada formasi yang telah disiapkan. Landasan adukan ini
dikerjakan sedikit demi sedikit sedemikian rupa sehingga permukaan
batu akan tertanam pada adukan sebelum mengeras.
2.3.1.4. Batu ditanam dengan kuat di atas landasan adukan semen sedemikian
rupa sehingga satu batu berdekatan dengan lainnya sampai
mendapatkan tebal pelapisan yang diperlukan dimana tebal ini akan
diukur tegak lurus terhadap lereng. Rongga yang terdapat diantara
satu batu dengan lainnya diisi adukan dan adukan ini harus
dikerjakan sampai hampir sama rata dengan permukaan lapisan
tetapi tidak smpai menutupi permukaan lapisan.
2.3.1.5. Pekerjaan dimulai dari dasar lereng menuju ke atas, dan permukaan
segera diselesaikan setelah pengerasan awal (initial setting) dari
adukan dengan cara menyapunya dengan sapu yang kaku.
2.3.1.6. Permukaan yang telah selesai dikerjakan dirawat seperti yang
disyaratkan untuk pekerjaan beton sesuai dengan ketentuan.
2.3.1.7. Lereng yang bersebelahan dengan bahu jalan harus dipangkas dan
dirapikan untuk memperoleh bidang antar muka yang rapat dan halus
dengan pasangan batu dan mortar sehingga akan memberikan
drainase yang lancar dan mencegah gerusan pada tepi pekerjaan
pasangan batu dengan mortar.
2.3.1.8. Pelaksanaan Pasangan Batu Dengan Mortar Untuk Pekerjaan Struktur
2.3.1.9. Tumit (cut off wall) dan struktur lainnya yang dibuat dalam galian
parit dimana terdapat kestabilan akibat daya daya lekat tanah atau
akibat disediakannya cetakan, dilaksanakan dengan mengisi galian
atau cetakan dengan adukan setebal 60% dari ukuran maksimum batu
yang digunakan dan kemudian dengan segera memasang batu di atas
adukan yang belum mengeras. Selanjutnya adukan segera ditambah
dan proses tersebut diulangi sampai cetakan tersebut terisi penuh.
Adukan berikutnya segera ditambah lagi sampai ke bagian puncak
sehingga memperoleh permukaan atas yang rata.
2.3.1.10. Bilamana bentuk batu sedemikian rupa sehingga dapat saling
mengunci dengan kuat, dan bilamana digunakan adukan yang liat,
pekerjaan pasangan baru dengan mortar untuk struktur dapat pula
dibuat tanpa cetakan, sebagaimana yang diuraikan untuk pasangan
batu.
2.3.1.11. Permukaan pekerjaan pasangan batu dengan mortar untuk struktur
yang terekspos diselesaikan dan dirawat seperti yang disyaratkan di
atas untuk pelapisan batu.
2.3.1.12. Penimbunan kembali di sekeliling struktur yang telah selesai dirawat
ditimbun sesuai dengan ketentuan.
BAB III
PEKERJAAN PENUNJANG
Pekerjaan penunjang adalah pekerjaan-pekerjaan yang mempengaruhi kelancaran
dalam pelaksanaan pekerjaan tersebut. Termasuk pengaturan rambu lalu lintas, antisipasi
cuaca, jembatan sementara (apabila diperlukan).
3.1. Penempatan Material
Dalam hal penempatan materil pada lokasi pekerjaan, diusahakan untuk
penempatan material dilakukan ditepi/bahu jalan (tidak mengganggu badan jalan).
Apabila tidak ada lokasi / sampai mengganggu pengguna jalan maka harus dipasang
rambu. Droping material agar segera digunakan, sehingga material yang datang sekali
habis dan tidak mengganggu pengguna jalan.
3.2. Penerangan
Apabila pelaksanaan pekerjaan pada malam hari maka harus disediakan penerangan
yang cukup dengan mengadakan alat genset, serta lampu-lampu yang terang sehingga
pekerjaan dapat berjalan dengan lancar dan sesaui dengan spek. Penerangan jalan
dipasang pada awal dan akhir pekerjaan dan pada beberapa sepanjang lokasi pekerjaan
sehingga pengguna jalan dapat melihat bahwa di daerah tersebut sedang ada pekerjaan
jalan serta untuk kelancaran lalu-lintas.
3.3. Antisipasi Cuaca
Untuk antisipasi cuaca, apabila pada saat bermuatan terjadi hujan material
langsung ditutup dengan terpal.
BAB IV
PENUTUP
Demikian Metode Pelaksanaan ini dibuat untuk dapat dipergunakan sebagaimana
mestinya untuk kelancaran paket pekerjaan tersebut.