URAIAN PEKERJAAN
PENIMBUNAN KAWASAN STRATEGIS PERKOTAAN
1. Pengertian Pekerjaan
Pekerjaan penimbunan kawasan strategis perkotaan merupakan kegiatan
peninggian dan perataan permukaan tanah pada area yang direncanakan untuk
pembangunan infrastruktur perkotaan, seperti jalan lingkungan, fasilitas umum,
perumahan, drainase, dan ruang terbuka publik. Tujuan utama pekerjaan ini adalah
untuk mencapai elevasi yang direncanakan, memperbaiki daya dukung tanah, serta
meminimalkan risiko genangan atau banjir pada kawasan tersebut.
2. Lingkup Pekerjaan
Lingkup pekerjaan penimbunan meliputi:
1. Pembersihan dan Pematangan Lahan (Clearing & Grubbing)
o Pembersihan area kerja dari semak, akar, sampah, dan material lain
yang mengganggu pekerjaan timbunan.
o Pengupasan lapisan tanah organik (top soil) hingga kedalaman sesuai
hasil penyelidikan tanah.
2. Pengadaan dan Pengangkutan Material Timbunan
o Material timbunan diambil dari sumber yang telah disetujui oleh
direksi pekerjaan.
o Material harus berupa tanah pilihan (laterit, tanah merah, atau sirtu)
dengan kadar organik rendah dan memenuhi standar kepadatan yang
disyaratkan.
3. Penyebaran dan Perataan Timbunan
o Material timbunan disebar secara merata menggunakan alat berat
seperti bulldozer atau motor grader.
o Diperhatikan elevasi sesuai gambar kerja atau arahan pengawas
lapangan.
4. Pemadatan Lapisan Timbunan
o Pemadatan dilakukan per lapis setebal maksimal 20–30 cm
menggunakan vibro roller atau sheep foot roller.
o Tiap lapisan diuji kepadatannya dengan sand cone test atau uji
densitas lapangan.
o Kepadatan minimal yang harus dicapai adalah ≥ 95% Modified
Proctor (untuk area konstruksi) atau ≥ 90% Standard Proctor (untuk
area non-struktural).
5. Pengendalian Mutu (Quality Control)
o Pemeriksaan visual, pengujian kadar air, dan uji kepadatan dilakukan
secara berkala.
o Pengawasan dilakukan oleh tenaga teknis pengawas lapangan
dengan pencatatan hasil harian.
6. Perapian dan Penyiapan Permukaan Akhir
o Setelah elevasi akhir tercapai, dilakukan perataan halus untuk
memastikan permukaan siap untuk tahapan pekerjaan berikutnya
seperti pembangunan jalan, drainase, atau bangunan.
3. Spesifikasi Teknis
No Uraian Spesifikasi
Jenis Material Tanah pilihan (laterit/sirtu), bebas dari bahan organik dan
1
Timbunan batu besar >10 cm
2 Tebal per lapisan Maksimum 30 cm
Kepadatan 95% Modified Proctor (struktur), 90% Standard Proctor
3
minimum (non-struktur)
Alat yang Bulldozer, motor grader, vibro roller, dump truck, water
4
digunakan tanker
Uji kadar air, uji kepadatan lapangan (sand cone test), uji
5 Pengujian mutu
material di laboratorium
4. Tujuan Pekerjaan
• Meningkatkan elevasi lahan agar aman terhadap genangan dan banjir.
• Menyediakan tanah dasar yang stabil dan padat untuk pembangunan
fasilitas perkotaan.
• Menata lahan agar sesuai dengan rencana tata ruang dan rancangan teknis
kawasan strategis perkotaan.
5. Hasil yang Diharapkan
• Lahan kawasan strategis perkotaan siap digunakan untuk pembangunan
lanjutan (jalan, bangunan, drainase, dan fasilitas umum).
• Permukaan tanah memiliki elevasi, kemiringan, dan kepadatan sesuai
standar teknis dan rencana desain.
•