| Administrative Score (SA) | Reason | ||||
|---|---|---|---|---|---|
| 0211291059401000 | Rp 944,916,360 | 84.26 | 87.41 | - | |
| 0024808842444000 | Rp 980,463,000 | 89.73 | 91.06 | - | |
| 0634122147322000 | - | - | - | Tidak mempunyai pengalaman pekerjaan sejenis | |
| 0413351792401000 | - | - | - | Tidak lulus ambang batas | |
| 0311841811419000 | - | - | - | Tidak lulus ambang batas | |
| 0760587576424000 | - | - | - | - | |
| 0312547615401000 | - | - | - | Tidak lulus ambang batas | |
| 0019260538655000 | - | - | - | Tidak hadir pembuktian kualifikasi | |
| 0848754271428000 | - | - | - | Tidak lulus ambang batas | |
| 0316614734412000 | - | - | - | Tidak lulus ambang batas | |
| 0939654281401000 | - | - | - | Tidak lulus ambang batas | |
| 0023419070035000 | - | - | - | - | |
| 0317980225428000 | - | - | - | Tidak hadir pembuktian kualifikasi | |
| 0013662622077000 | - | - | - | Tidak lulus ambang batas | |
Sangklat Matas Pratomo | 06*9**9****03**0 | - | - | - | Tidak lulus ambang batas |
| 0817783046401000 | - | - | - | - | |
| 0015555477429000 | - | - | - | - | |
| 0021219803401000 | - | - | - | - | |
| 0020913257404000 | - | - | - | - | |
| 0023635618401000 | - | - | - | - | |
| 0317008399419000 | - | - | - | - | |
Sulthan Multi Dimensi | 09*4**5****54**0 | - | - | - | - |
| 0011309440423000 | - | - | - | - | |
| 0012243085517000 | - | - | - | - | |
| 0023902687401000 | - | - | - | - |
Uraian singkat
Pekerjaan : Jasa Konsultasi Manajemen Konstruksi Pembangunan Bunker Radioterapi
Insidens kanker meningkat seiring dengan peningkatan angka harapan hidup dan Tingkat
kesejahteraan hidup manusia. Sesuai data dari World Health Organization (WHO) dan International Agency for
Research on Cancer (IARC), ditemukan kurang lebih 10 juta kasus baru kanker di dunia per tahun, dan
diperkirakan jumlah tersebut akan terus meningkat menjadi 15 juta kasus baru per tahun di tahun 2015,
dimana dua pertiga kasus akan terjadi di negara berkembang, termasuk Indonesia.
Setengah dari kasus kanker membutuhkan radioterapi, baik sebagai terapi primer maupun bagian dari
keseluruhan modalitas terapi pengobatan, ataupun pada kasus rekurensi serta pengobatan paliatif.
Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar oleh Kementerian Kesehatan tahun 2013, prevalensi kanker di Indonesia
adalah 1.4 per 1.000 penduduk dengan kurang lebih 50-60% penderita membutuhkan terapi radiasi.
Pelayanan radioterapi merupakan pelayanan kesehatan yang kompleks karena memerlukan peran
multidisiplin, multivokasi, menggunakan peralatan yang rumit dengan teknologi terbaru dan membutuhkan
sumber radiasi berenergi sangat tinggi (mencapai 20 MV), serta tidak berbau, berasa dan berwarna, akan tetapi
mempunyai dampak efek biologik jangka panjang yang menetap.
Selaras dengan upaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat secara nasional, khususnya
penatalaksanaan pada penderita kanker, maka pusat pelayanan radioterapi mengutamakan pelayanan yang
berkualitas tinggi, paripurna, terintegrasi dengan disiplin ilmu lain, bertanggungjawab secara profesi dan
berlandaskan pada etika kedokteran yang mengikuti perkembangan IPTEK sesuai Evidence Based Medicine
(EBM) dan Value Based Medicine (VBM) dengan memperhatikan efektivitas, efisiensi dan
kesehatan/keselamatan kerja, termasuk diantaranya perlindungan radiasi terhadap pasien, petugas dan
lingkungan.
Pelayanan radioterapi merupakan pelayanan yang sangat kompleks sehingga diperlukan suatu
pedoman yang dapat digunakan dalam perencanaan pembangunan radioterapi. Pedoman ini menyediakan
kerangka waktu kerja untuk pembangunan, pengembangan dan pengelolaan radioterapi. Salah satu pedoman
yang dapat digunakan adalah Pedoman Persiapan Pengadaan Bangunan dan Pusat Pelayanan Radioterapi.
Buku pedoman ini mengacu pada IAEA Human Health Reports No.10, Radiotherapy Facilities: Master Planning
dan Concept Design Consideration dengan tujuan untuk memberikan gambaran secara umum pembangunan
fasilitas radioterapi mulai dari perencanaan sampai dengan operasional pelayanan dan konsep bisnis kerjasama
operasional dengan investor.
Oleh negara, Badan Pengawas Tenaga Nulir (BAPETEN) diberi mandat untuk menyetujui desain akhir
sebelum konstruksi dan untuk memberi izin fasilitas sebelum dimulainya pelayanan kepada pasien. Oleh
karena itu, dalam membangun fasilitas radioterapi harus memenuhi syarat-syarat yang sudah diatur oleh
BAPETEN sehingga Pembangunan pesawat radioterapi dapat berjalan sesuai dengan kerangka waktu.
Pembangunan fasilitas radioterapi dibutuhkan penataan dengan pertimbangan yang sangat cermat
karena peran dari radioterapi sangat penting dalam tata laksana kanker multidisiplin. Salah satu yang perlu
diperhatikan dengan baik adalah pembangunan bunker dan penempatan pesawat radioterapi. Hal ini
membutuhkan pengawasan yang sangat profesional mulai dari saat awal desain sampai selesainya tahapan
konstruksi, sehingga dapat memberikan keamanan dan kenyamanan dalam memberikan pelayanan
radioterapi kepada masyarakat.