PEMERINTAH KABUPATEN BANYUMAS
KECAMATAN PURWOKERTO UTARA
KELURAHAN PABUWARAN
Jl. Raya Baturraden No. 187 Purwokerto Kode Pos 53124
Telp. (0281) 633766
URAIAN SINGKAT PEKERJAAN
Pembangunan Saluran Air di RW.04 Kelurahan Pabuwaran
1. Lokasi pekerjaan terletak di RW.04 Kelurahan Pabuwaran
2. Pekerjaan Pembangunan Saluran Air di RW.04 Kelurahan Pabuwaran
Pekerjaan utama ini terdiri dari :
I. Pekerjaan Persiapan
II. Pekerjaan Tanah
III. Pekerjaan Beton
3. I. Pekerjaan Persiapan
Pada Pekerjaan Persiapan terdapat pekerjaan pemasangan bouplank, pembersihan
lapangan serta item pekerjaan berupa Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).
4. II. Pekerjaan Struktur
A. Pekerjaan Tanah
1. Pekerjaan Galian
a. Pekerjaan galian untuk semua lobang baru bias dilakukan setelah bouwplank
dengan penandaan telah selesai dan diperiksa direksi teknik.
b. Dalam galian untuk pekerjaan beton sampai pada tanah yang keras atau
sekurang-kurangnya sesuai dengan gambar kerja dan diperhitungkan dengan
ruang kerja secukupnya.
c. Penggalian dilakukan sedemikian rupa sehingga tidak menimbulkan bahaya
bagi bangunan atau keadaansekitar.
d. Dasar galian dikerjakan dengan hati-hati dan teliti, dengan ukuran sesuai
gambar rencana. Apabila terjadi penggalian melebihi dari yang ditetapkan maka
penyedia jasa harus menutupi kelebihan tersebut dengan pasir yang
dipadatkan dengan ditimbris lapis demi lapis sampai mencapai peil yang
ditentukan dengan kepadatan minimal 95%.
e. Terhadap kemungkinan berkumpulnya air sewaktu penggalian dan pada saat
pelaksanaan pondasi, maka disediakan pompa air yang diperlukan dapat
bekerja terus menerus.
f. Semua tanah dari galian disingkirkan dari tempat pekerjaan beton, supaya tidak
mengganggu pengukuran dan dibuang sejauh 30 m.
B. Pekerjaan Beton
1. Adukan beton praktis dibuat dengan perbandingan volume dengan macam
campuran sebagai berikut :
˗ Adukan beton bertulang menggunakan 1PC : 2Pasir : 3Split
˗ Adukan beton tak bertulang menggunakan 1PC : 2Pasir : 3Split, apabila tidak
ditentukan lain.
2. Tulangan
a. Ukuran besi harus sesuai dengan yang ditunjukkan dalam gambar rencana.
b. Semua besi tulangan disimpan ditempat yang bebas lembab, dipisahkan
masing-masing diameter dan asal pembersihan.
c. Semua besi dilindungi dari segala macam kotoran dan karat yang dapat
mengurangi daya rekat,
d. Membengkok dan meluruskan tulangan untuk beton bertulang dilakukan dalam
keadaan dingin dan sesuai gambar.
e. Tulangan dipasang sedemikian sehingga sebelum dan sesudah pengecoran
tidak berubah tempat.
f. Semua tulangan tidak boleh menempel pada papan cetakan atau tumpuan lain,
untuk itu harus dibuat beton tahu, pemasangan sesuai PBI.
g. Tulangan ditentukan untuk kolom, sloof, ringbalk dan konsol struktur dengan
diameter sesuai gambar dan BQ, kecuali ditentukan lain.
3. Persiapan Pengecoran
a. Cetakan harus datar dan tegak lurus cetakannya tidak ada yang bocor, kokoh
sehingga kedudukannya tetap tidak berubah pada waktu dan setelah
pengecoran, tetapi cetakan mudah untuk dilakukan pembongkaran.
b. Permukaan papan cetakan harus dalam kondisi yang bersih dari segala kotoran.
c. Celah-celah antara papan cukup rapat sehingga pada waktu pengecoran tidak
ada air adukan yang keluar.
d. Sebelum pengecoran dimulai, sisi dalam papan cetakan disiram air dan bebas
dari segala macam kotoran atau benda lain yang tidak diperlukan.
4. Pengecoran Beton
a. Angka dalam perbandingan adukan menyatakan takaran isi yang ditakar dalam
keadaan kering.
b. Takaran dibuat yang benar dan kuat.
c. Tempat adukan dibuat dari kotak kayu, terutama bagiannya dasarnya.
d. Setelah pengadukan dengan air selesai dan adukan sudah siap digunakan,
adukan beton harus secepatnya dibawa ke tempat pengecoran dengan
menggunakan cara yang sepraktais mungkin, sehingga tidak memungkinkan
adanya pengendapan agregat dan tercampurnya kotoran-kotoran atau bahan
lain dari luar.
e. Pengecoran dilakukan lapis demi dan tidak dibenarkan menuangkan adukan
dengan menjatuhkan dari suatu ketinggian yang akan menyebabkan
pengendapan agregat.
f. Beton dipadatkan dengan menggunakan mesin vibrator selama pengecoran
berlangsung dan dilakukan sedemikian rupa sehingga tidak merusak acuan
maupun posisi tulangan.
5. Perawatan dan perlindungan atas Beton
a. Beton harus dilindungi selama berlangsungnya proses pengerasan terhadap
matahari, pengeringan oleh angin, hujan atau aliran air dan terhadap perusakan
secara mekanis atau pengeringan sebelum waktunya.
b. Semua permukaan beton yang terbuka dijaga tetap basah selama 10 hari
dengan menyemprotkan air atau menggenangi dengan air pada permukaan
beton tersebut.
c. Bila terjadi keretakan beton karena kelalaian ini penyedia jasa harus
membongkar dan memperbaiki sesuai petunjuk direksi teknis.
6. Pembongkaran cetakan
˗ Pembongkaran cetakan dilakukan sesuai dengan ketentuan PBI 1971 Pasal
5.8.
Purwokerto, 18 Juni 2025
Pejabat Pembuat Komitmen
SUGIYONO, SH.
NIP. 19710511 199401 1 001