Metodologi Pelaksanaan Pekerjaan
Belanja Modal Bangunan Gedung Kantor - Pemeliharaan/Rehabilitasi Gedung Negara Kerusakan Ringan (30%)
(Rehabilitasi Ruang Kerja Bupati, Ruang kerja Wakil Bupati Banyuwangi dan Ruang Bagian Perekonomian
Sekretariat Daerah Kabupaten Banyuwangi)
Untuk menerapkan sistem manajemen yang baik, diperlukan berbagai metode sesuai jenis bangunan yang
diselesaikan. Pihak manajemen menyusun dan mengarahkan metode-metode agar dapat menyelaraskan
antara sumber daya dan penggunaan peralatan untuk mencapai tujuan proyek. Banyak faktor yang
mempengaruhi ketepatan penggunaan peralatan dan pemanfaatan sumber daya di antaranya biaya, waktu,
dan sosial. Untuk mencapai tujuan dengan efektif dan efisien, maka manajemen konstruksi melibatkan
tahapan-tahapan metode yang standar digunakan pada setiap bangunan (rumah, gedung, dll). Metode-
metode tersebut adalah sebagai berikut:
1. Pekerjaan Pendahuluan/Persiapan
Pekerjaan pendahuluan merupakan persiapan awal yang wajib dilakukan dalam melaksanakan suatu
proyek. Pada tahap ini, segala izin yang dibutuhkan untuk proses pembangunan telah diurus serta
segala sesuatu yang menyangkut kelancaran pekerjaan pelaksanaan harus telah disiapkan di lokasi
sebelum melaksanakan pekerjaan. Penyusunan jadwal terinci, mobilisasi peralatan dan tenaga kerja,
hingga kelengkapan administrasi lapangan harus sudah disiapkan sebelum memulai pekerjaan.
Kontraktor juga harus mempertimbangkan situasi lapangan sebagai berikut:
a. Volume pekerjaan yang merujuk pada batasan minimal yang wajib terpenuhi. Hal ini agar proyek
tidak menyimpang dari perencanaan.
b. Kontraktor meneliti situasi lapangan seperti kontur tanah, sifat dan luasan proyek hingga hal-hal
yang bersangkutan agar tidak berpengaruh pada estimasi biaya dan waktu.
Agar tidak terjadi kesalahan dalam pelaksanaan proyek, kontraktor juga wajib melakukan
pengukuran yang sesuai dengan target dan estimasi waktu serta biaya proyek.
Pada tahap ini, kontraktor bertanggung jawab atas ketepatan ukuran dan mutu bangunan yang sesuai
dengan syarat dan rencana kerja. Akan tetapi, jika terjadi ketidakcocokan, kontraktor tidak
diperkenankan untuk melakukan tindakan pembetulan sebelum mendapatkan persetujuan dari
manajemen konstruksi.
Selanjutnya, pada tahap ini perlu diambil langkah pembersihan yang mana kontraktor wajib
membersihkan lokasi proyek dari hal-hal yang dapat menghambat proses pembangunan. Contohnya,
lokasi harus bersih dari pepohonan sampai ke akarnya agar tidak merusak struktur tanah pada
bangunan.
2. Pekerjaan Tanah dan Pasir
Tahap ini meliputi penggalian fondasi, hingga penimbunan galian serta pemadatan setiap lapisan
mencapai titik peil yang telah direncanakan. Dalam tahap ini, terdapat beberapa ketentuan yang wajib
di penuhi kontraktor seperti:
a. Memastikan posisi galian dan ukuran seperti tertera dalam gambar serta mendapatkan persetujuan
dewan pengawas lapangan.
b. Penggalian tanah fondasi dimulai setelah pemasangan bouwplank dan patok-patok disetujui
direksi / pengawas lapangan. Fondasi yang dibangun menggunakan batu gunung yang bermutu
tinggi serta mengandung lumpur dan pada bagian entrance menggunakan dengan batu bata.
c. Dasar galian harus mencapai tanah keras dan bersih dari akar-akar kayu, kotoran-kotoran serta
bagian-bagian tanah yang longgar (tidak padat)
d. Dilakukan pengurugan yang meliputi urugan pasir, urugan tanah dan urugan kembali bekas tanah
galian sesuai dengan gambar proyek.
e. Mengurug Tanah median untuk taman sesuai dengan gambar proyek.
3. Pekerjaan Pemasangan
Tahap ini meliputi pemasangan beton mulai dari beton yang bertulang hingga beton yang tidak
bertulang. Kualitas beton sangat tergantung pada bahan-bahan yang digunakan, yaitu:
a. Portland Cement
Bangunan yang baik menggunakan semen yang memenuhi standar berdasarkan Asosiasi Semen
Indonesia. Dan juga, semen yang digunakan harus benar-benar fresh atau belum mengeras. Dalam
menjaga mutu semen agar tidak cepat mengeras, kontraktor wajib memenuhi syarat penyimpanan
semen tersebut.
b. Air Tawar
Air yang dipilih sebagai bahan campuran kedua beton adalah air tawar yang memenuhi syarat dari
PBI 1971 yaitu tidak mengandung minyak, asam alkali, dan bahan kimia lainnya yang merusak
mutu beton.
c. Kerikil
Kerikil disebut juga dengan batu pecah. Dalam penggunaannya sebagai bahan campuran beton,
kerikil yang dipilih juga harus memenuhi syarat PBI 1971 yaitu memiliki gradasi yang baik, syarat
kekerasan yang tinggi, tidak terkandung lumpur > 1%, dan tidak berpori.
d. Pasir
Tidak berbeda dengan bahan lainnya, pasir juga harus memenuhi syarat mutu dari PBI 1971
diantaranya adalah dapat berupa pasir buatan dari pecahan batu atau pasir alam, memiliki gradasi
yang baik, terdiri dari butir-butir tajam, tidak berpori, serta tidak mengandung lumpur > 5%.
e. Besi Beton
Besi beton lebih dikenal sebagai baja tulangan. Besi beton yang baik juga harus memenuhi syarat
PBI 1971 diantaranya adalah bersih dari lapisan minyak / karat / bebas cacat.
f. Besi kotak vertical
Besi kotak lebih dikenal sebagai besi pipa kotak. Besi kotak yang baik juga harus memenuhi
syarat PBI 1971 diantaranya adalah bersih dari lapisan minyak / karat / bebas cacat.
g. Batu bulat
Dalam pembuatan taman, batu sangat di perlukan khususnya di area yang tidak terpancar sinar
matahari untuk menambah keindahan ekterior maupun interior.
4. Pekerjaan Atap
Pekerjaan atap adalah pemasangan rangka dan penutup atap untuk melindungi bangunan dari
cuaca. Rangka atap, seperti kuda-kuda dan reng, berfungsi menopang berat penutup atap, sementara
penutup atap (misalnya genteng atau spandek) melindungi interior dari panas dan hujan. Proses ini
melibatkan pemasangan rangka terlebih dahulu, kemudian dilanjutkan dengan penutup atap dan
komponen pelengkap seperti talang atau flashing untuk mencegah kebocoran.
Proses pemasangan secara umum :
1. Persiapan: Persiapan lokasi kerja, memastikan struktur pendukung (kolom dan dinding)
siap menerima beban, serta menyiapkan semua material dan peralatan.
2. Pemasangan Rangka Atap: Memasang kuda-kuda utama, kemudian gording dan kasau,
lalu reng dengan jarak yang sesuai, misalnya \(3040\) cm untuk genteng keramik atau
\(50\) cm untuk spandek.
3. Pemasangan Penutup Atap: Memasang penutup atap seperti genteng atau spandek di atas
reng. Di beberapa kasus, pemasangan lapisan tambahan seperti aluminium foil dilakukan
sebelum penutup atap terpasang.
4. Penyelesaian: Memasang komponen pelengkap seperti flashing pada celah-celah dan
talang air, serta memeriksa kembali kekuatan dan kerapian pemasangan.
5. Pekerjaan Lantai
Pemasangan lantai ditujukan berdasarkan petunjuk dari manajemen konstruksi serta rancangan
proyek. Jika lantai dilengkapi dengan keramik, maka kontraktor harus mengikuti petunjuk dari manajemen
konstruksi. Pada dasarnya, pemasangan lantai keramik harus mengikuti aturan bahwa lantai keramik harus
bersih, tidak retak ataupun bergelombang. Apabila pemasangan keramik tidak rapi atau tidak sesuai dengan
rancangan proyek, maka wajib dibongkar dan dipasang ulang.
6. Pekerjaan Instalasi Listrik
Salah satu komponen yang tidak kalah penting adalah instalasi listrik. Pemasangan instalasi listrik
harus sesuai dengan peraturan listrik yang berlaku di Indonesia. Pada tahap ini, pekerjaan meliputi
pengadaan dan pemasangan seluruh komponen-komponen kelistrikan tidak terkecuali sakelar, stop kontak,
lampu, panel listrik, hingga tahap percobaan sampai listrik dapat menyala dengan baik.
7. Pekerjaan dinding partisi
Pekerjaan dinding partisi adalah proses pemasangan dinding non-struktural untuk membagi ruangan.
Langkah-langkah utamanya meliputi persiapan, pemasangan rangka (biasanya dari baja ringan atau hollow),
pemasangan panel penutup seperti gypsum atau GRC, pemasangan insulasi jika diinginkan, dan tahap
penyelesaian seperti finishing. Dinding partisi tidak menahan beban struktural utama bangunan, tetapi dapat
berfungsi sebagai pembatas ruang untuk privasi, keamanan, atau pemisahan akustik.
8. Pekerjaan Taman
- Pembuatan Pola Taman Dan Mengatur Elevasi Tanah
➢ Pengukuran lahan dan pembuatan pola sesuai gambar / atau desain yang ada.
➢ Setelah pembuatan pola, dilakukan pengaturan tinggi elevasi tanah dan pemberian batasan
sesuai pola yang sudah dibuat.
- Pembuatan Dinding & Jalan Setapak
➢ Pembuatan dinding setinggi 20 cm sampai dengan 30 cm, dilakukan agar menjadi penahan
tanah taman.
- Penimbunan Tanah dan Penanaman Tanaman
➢ Disaat penimbunan tidak lupa juga dilakukan pemadatan tanah menggunakan metode siram
dan sambil dipress menggunakan metode konvensional.
➢ Tahap selanjutnya dilakukan pemasangan atau penanaman tanaman sesuai dengan pola dan
penanaman rumput.
- Tahap akhir dilakukan pemupukan, penyiraman secara berkala, sehari bisa 2 sampai 3 kali sehari,
agar tanaman bisa tetap subur.
6. Pekerjaan Penutup/Finishing
Pekerjaan penutup ini meliputi pekerjaan pembersihan dan pemeliharaan. Pada masa pekerjaan
pembersihan, kontraktor wajib membersihkan seluruh bagian dari proyek yang meliputi lantai,
dinding, atap, pintu, jendela, plafon dan lainnya hingga bangunan siap untuk dihuni. Sedangkan pada
masa pemeliharaan, kontraktor berkewajiban mengganti material-material yang rusak ataupun tidak
berfungsi sebagaimana target proyek.
KEPALA BAGIAN UMUM
Selaku
Pejabat Pembuat Komitmen
Sandi Dian Ervani, SE, MM
Pembina Tingkat I
NIP. 19770420 200212 1 008