URAIAN SINGKAT PEKERJAAN
Lingkup tugas yang harus dilaksanakan oleh konsultan Perancang adalah
berpedoman pada ketentuan yang berlaku, khususnya Pedoman Teknis
Pembangunan Bangunan Gedung Negara, Peraturan Menteri Pekerjaan Umum
Nomor: 22/PRT/M/2018 dan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor
16 Tahun 2021 tentang Bangunan Gedung, yang meliputi tugas-tugas
menyusun Feasibility Study dan Master Plan, antara lain :
a. Persiapan perencanaan seperti mengumpulkan data dan informasi
lapangan/gedung yang ada termasuk melakukan pengukuran site plan,
dan membuat interpretasi secara garis besar terhadap KAK. Pokok-pokok
kegiatan yang di lakukan pada tahap ini :
▪ Persiapan administrasi
▪ Mobilisasi personil
▪ Pengumpulan data – data literature
▪ Pengumpulan data awal
▪ Penjadwalan rencana kerja dan penugasan
▪ Persiapan survey
b. Analisa data tentang Kondisi Eksisting Perkantoran di daerah Perkotaan
Muara Teweh Kabupaten Barito Utara saat ini, kendala dan kekurangan
yang ada serta kebutuhan selanjutnya sebagai dasar dalam merencanakan
kebutuhan kedepan terhadap kantor masing – masing SKPD.
c. Penyusunan Feasibility Study secara lebih rinci, penjelasan dari setiap
tahapan kegiatan pada tahap pelaksanaan adalah sebagai berikut :
▪ Survey dan Pengumpulan Data:
a) Survey data instansional
b) Survey keadaan eksisting perkantoran
c) Survey Lapangan
▪ Kompilasi Data :
Proses seleksi data, tabulasi dan pengelompokan data yang disajikan
secara sistematik yaitu skala makro dan mikro.
1) Skala makro (Wilayah) diantaranya : Aspek kebijakan regional, aspek
kependudukan, aspek perekonomian serta aspek sumber daya alam.
2) Skala Mikro (Kawasan Study) diantaranya : Aspek sosial, ekonomi,
fisik dasar, tata guna tanah, fasilitas dll.
▪ Kegiatan Analisis :
Merupakan penilaian terhadap berbagai keadaan yang dilakukan
berdasrkan prinsip-prinsip pendekatan dan metode serta teknis analisis
study yang dapat dipertanggungjawabkan baik secara ilmiah maupun
secara praktis. Berhubung kegiatan analisis ini merupakan salah satu
kunci keberhasilan penyusunan study, maka sebelum langkah kegiatan
ini dimulai, hendaknya prinsip-prinsip Pendekatan dan metode serta
teknis analisis dikonsultasikan terlebih dahulu dengan Tim Teknis.
Didalam keseluruhan analisis pada prinsipnya terdapat 4 jenis
penilaian umum, yaitu :
a. Analisis keadaan dasar adalah menilai kondisi pada saat sekarang.
b. Analisis kecenderungan perkembangan yaitu menilai kecenderungan
masa lalu sampai dengan sekarang dan kemungkinan-
kemungkinannnya di masa depan.
c. Analisis system kebutuhan ruang, yaitu menilai hubungan
ketergantungan anatara sub-sistem atau antar fungsi dan
pengaruhnya.
d. Analisis kemampuan pengelolaan, pengawsan dan personalia baik
pada saat sekarang maupun dimasa depan.
▪ Perumusan Hasil Study
Rancangan perumusan hasil study setidaknya memuat :
1) Rumusan tujuan Study Pengembangan Perkantoran Terpadu.
2) Rumusan kebijakan dasar study antara lain mencakup :
o Persyaratan penempatan elemen-elemen
o Pemilihan areal pengembangan
o Analisis tapak pengembangan
3) Rumusan kebijaksanaan dasar yang dijabarkan dalam bentuk
rekomendasi dan konsep-konsep pengembangan meliputi :
o Konsep dasn Pengembangan objek study di masa depan yang
memberikan gambaran sketsa lokasi elemen-elemen primer.
o Rekomendasi dan konsep pengembangan objek khusus,
merupakan konsep yang lebih mendalam, baik teknis maupun
programnya.
d. Penyusunan Master Plan Kawasan Perkantoran Terpadu Kabupaten Barito
Utara.
Secara lebih rinci, penjelasan dari setiap tahapan kegiatan pada tahap
pelaksanaan adalah sebagai berikut :
▪ Penentuan arah pengembangan Kawasan
Inti Materi dari tahap ini adalah persiapan serta pelaksanaan survey
kekawasan.Tahap ini diawali dengan diskusi pembahasan dengan tim
teknis, sekaligus untuk membahas laporan pendahuluan serta persiapan
kelokasi survey. Apabila perangkat pelaksana survey telah siap dan
disetujui subsatnsinya oleh pemberi kerja, tim akan turun kelapangan
untuk mengumpulkan data-data yang dibutuhkan. Kunjungan ke
lapangan direncanakan akan dilaksanakan, dengan terlebih dahulu
mengunjungi instansi terkait. Dalam pertemuan tersebut, sekaligus akan
disampaikan keseluruhan proses dan tahapan serta pemahaman awal tim
tentang wilayah perencanaan dan kawasan kepada tim teknis sebagai
mitra terdepan konsultan dilapangan. Tahapan pelaksanaan pekerjaan
ini akan menghasilkan :
a. Tersepakatinya design, metode dan rencana kerja.
b. Tersusunnya rencana pelaksanaan survey.
c. Terpahaminya gambaran awal permasalahan dan isu fisik kawasan
serta keterkaitannya dengan wilayah sekitarnya.
d. Tersepakatinya batasan dan luasan kawasan perencanaan
e. Tersepakatinya arah peencanaan.
Survey kegiatan ini meliputi kunjungan kelapangan (lokasi) dan
kunjungan keinstansi terkait untuk mengetahui kelayakan fisik dan
lingkungan lokasi wilayah perencanaan. Pelaksanaan survey primer ini
diharapakan dapat memperoleh data yang lebih akurat, terfokus dan
informatif.
▪ Perumusan Draf rencana dan Perkiraan Kebutuhan Pelaksanaan
Pembangunan
Tahap ini akan dilaksanakan secara paralel dengan tahap survey, dimana
data-data yang sudah diperoleh langsung diolah/analisis. Maksud
pelaksanaan secara paralel adalah untuk lebih mengefektifkan waktu
pelaksanaan pekerjaan, dengan kata lain ketika data lapangan diperoleh
dengan segera pentabulasian dan penstrukturan data akan dilaksanakan.
Proses kompilasi data direncanakan akan berlangsung selama 3 minggu.
Tahapan pelaksanaan pekerjaan ini akan menghasilkan :
a. Terwujudnya analisis
b. Konsep dan Gambar serta Draf rancangan
c. Peta dasar/pengukuran lapangan
d. Identifikasi pengembangan dan permasalahan
▪ Perumusan rencana
Tahapan ini merupakan peoses penyusunan perumusan rencana dari
hasil analisis untuk memberikan alternatif perencanaan sebagai
sintesa penanganan pekerjaan. Hasil yang akan dicapai pada tahapan ini
adalah :
1) Jumlah Pegawai dan kebutuhan Gedung Perkantoran
2) Proyeksi kebutuhan ruang kerja
3) Kebutuhan Pengembangan Perkantoran.
4) Analisis Kelayakan Ekonomi
5) Manajemen Operasional
6) Analisis Finansial
7) Analisis Sistem Persampahan
▪ Pembuatan Master Plan
Yang terdiri dokumen yang akan menjadi standar dalam dokumen
perencanaan termasuk program bangunan dan lingkungan serta
didetilkan ke dalam program ruang setiap bangunan yang direncanakan
secara spasial dan memiliki unsure kebudayaan daerah sebagai ciri khas
dari daearah Barito Utara, dimana keluarannya diantaranya adalah :
Dokumen survey dan Review Analisis, Denah Site dan Layout, Denah
bangunan Rencana, Gambar Tampak Bangunan, Perspektif Tiga Dimensi,
Animasi, Maket dan Laporan