URAIAN SINGKAT PEKERJAAN
BADAN NASIONAL PEKERJAAN PEMELIHARAAN
PENCARIAN DAN PERALATAN SISTEM PEMANTAUAN ID RUP : 46448166
PERTOLONGAN SIGNAL MARABAHAYA COSPAS
SARSAT DALAM RANGKA
DIREKTORAT SISTEM
PEMELIHARAAN PERALATAN HALAMAN 1 DARI 3
KOMUNIKASI
DETEKSI DINI
Pemeliharaan peralatan deteksi dini sistem COSPAS
URAIAN PEKERJAAN
SARSAT MEO-LUT agar tetap dalam performa optimal
UMUM
untuk mendukung kegiatan pencarian dan pertolongan.
PENJELASAN UMUM PEKERJAAN
Cospas-Sarsat adalah sistem satelit yang didesain untuk memberikan informasi distress
alert dan data lokasi dengan menggunakan satelit dan stasiun bumi yang dipancarkan
oleh beacon pada frequensi 406 MHz guna membantu pelaksanaan Operasi SAR.
Tujuan sistem Cospas-Sarsat adalah:
a. Untuk mendukung semua organisasi di dunia yang bertanggung jawab dibidang SAR
baik penanganan operasi SAR di laut, udara maupun didarat.
b. Untuk meningkatkan response time terhadap sinyal distress kepada instansi yang
bertanggung jawab dibidang pelayanan SAR sehingga akan berpengaruh langsung
terhadap probability of survival (kemungkinan bertahan hidup) dari korban yang
mengalami distress di laut ataupun di darat.
Pendeteksian awal lokasi kecelakaan penerbangan dan pelayaran merupakan hal
terpenting bagi Tim SAR untuk menyelamatkan korban. Berdasarkan data yang ada,
apabila Tim SAR terlambat dalam proses penyelamatan melebihi 2 (dua) hari setelah
waktu insiden, potensi orang selamat dari sebuah kecelakaan penerbangan dan
pelayaran mempunyai kesempatan bertahan hidup 40% (sepuluh persen), dan bisa
bertahan hidup lebih dari 60% (enam puluh persen) apabila Tim SAR dapat
menyelematkan dalam waktu 8 (delapan) jam.
Sistem ini pada awalnya dikembangkan oleh Negara Rusia, USA, Canada dan Perancis
melalui Memorandum of Understanding pada tahun 1979, kemudian di sahkan
operasionalnya pada tahun 1985. Pada tanggal 1 Juli 1988 4 (empat) negara
menyediakan satelit yang ditandai dengan International Cospas-Sarsat Programme
Agreement dan menjamin keberlangsungan sistem untuk semua negara tanpa
diskriminasi. International Maritime Orgaization (IMO) dan International Civil Aviation
Organization (ICAO) merekomendasikan bahwa pesawat dilengkapi ELTs (Emergency
URAIAN SINGKAT PEKERJAAN
BADAN NASIONAL PEKERJAAN PEMELIHARAAN
PENCARIAN DAN PERALATAN SISTEM PEMANTAUAN ID RUP : 46448166
PERTOLONGAN SIGNAL MARABAHAYA COSPAS
SARSAT DALAM RANGKA
DIREKTORAT SISTEM
PEMELIHARAAN PERALATAN HALAMAN 2 DARI 3
KOMUNIKASI
DETEKSI DINI
Locator Transmitters) dan kapal dilengkapi EPIRBs (Emergency positioning Indicator
Radio Beacons).
Sistem Cospas-Sarsat terdiri dari 3 (tiga) segment yaitu:
a. Radio beacon segment
b. Space Segment
c. Ground Segment.
Radio Beacon merupakan sistem Cospas-Sarsat berupa alat yang dapat memancarkan
sinyal distress pada frekuensi 406 MHz dan 121.5 MHz sebagai homing signal
transmitter.
Jenis-jenis radio beacon :
a. ELT (Emergency Locator Transmitter) untuk penerbangan.
b. EPIRB (Emergency Positioning Indicator Radio Beacon) untuk pelayaran.
c. PLB (Personal Locator Beacon) digunakan selain untuk penerbangan dan pelayaran.
Saat ini Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan mengoperasikan sistem MEOLUT-
MCC (Medium Earth Orbit Local User Terminal-Mission Control Center) bertempat di
Balai Diklat Basarnas, Cariu, Jawa Barat dan dapat dimonitor di Basarnas Command
Center. Sistem ini merupakan pengembangan dari teknologi LEOLUT-MCC (Low Earth
Orbit Local User Terminal-Mission Control Center). Pendeteksian sistem MEOLUT-MCC
dapat diperoleh dengan waktu lebih cepat dan koordinat posisi dengan akurasi lebih
tinggi. Sistem MEOLUT-MCC terus dikembangkan oleh negara anggota Cospas-Sarsat
melalui pelaksanaan pertemuan antara lain JC (Joint Comitte) Meeting, CSC (Cospas
Sarsat Council) Meeting yang diadakan setiap tahun. Pertemuan tersebut membahas
perkembangan teknologi yang harus dijalankan oleh setiap negara agar sistem bekerja
lebih optimal, hal ini tercantum dalam Updates To Critical Changes Agreed And
Configuration Management Of The Sistems.
Sistem MEOLUT-MCC Basarnas saat ini memiliki 6 (enam) antenna penerima yang
dibangun melalui 2 (dua) tahap pada tahun 2017 untuk 4 (empat) antenna dan tahun
2021 untuk 2 (dua) antenna dengan teknologi yang dikembangkan oleh TSi (Techno
URAIAN SINGKAT PEKERJAAN
BADAN NASIONAL PEKERJAAN PEMELIHARAAN
PENCARIAN DAN PERALATAN SISTEM PEMANTAUAN ID RUP : 46448166
PERTOLONGAN SIGNAL MARABAHAYA COSPAS
SARSAT DALAM RANGKA
DIREKTORAT SISTEM
PEMELIHARAAN PERALATAN HALAMAN 3 DARI 3
KOMUNIKASI
DETEKSI DINI
Sciences) yang memiliki lisensi teknis pembangunan MEOLUT oleh Cospas-Sarsat dan
PT. Eka Daya Mandiri Sejati sebagai perwakilan TSi di Indonesia.
Dari topologi jaringan Sistem MEOLUT diatas, antena 1, antena 2, antena 3, antena 4,
antena 5 dan antena 6 menerima sinyal RF L Band atau S Band dari antena satelit,
kemudian proses diteruskan ke dalam Rak 1 (antena 1, 2), Rak 2 (antena 3, 4), dan Rak
3 (Antena 5,6). Sinyal RF L Band atau S Band yag diterima dari antena satelit, kemudian
dikonversi ke Intermediate Frequency (IF) sampai ke sinyal digital kemudian ditampilkan
di MCC.
Tampilan layar MCC