| Reason | |||
|---|---|---|---|
| 0958687311121000 | Rp 2,782,723,863 | - | |
| 0417230448122000 | Rp 2,548,875,086 | Dalam Daftar Personel ditawarkan Ivan Fauzi sebagai Pelaksana , Namun di Daftar Riwayat Pengalaman (DRH) Personel IVAN FAUZI menyatakan akan menempati posisi sebagai Ahli K3. bukan sebagai PELAKSANA, maka DRH yang disampaikan tidak dapat dinilai. | |
| 0616912325115000 | - | - | |
CV Nusa Indah Semesta | 00*0**3****24**0 | - | - |
| 0021784541125000 | - | - | |
| 0952371557128000 | - | - | |
| 0920409869121000 | - | - | |
| 0022598130127000 | - | - | |
CV Satu Nusantara | 06*9**5****15**0 | - | - |
CV Arel Berkah | 09*3**4****13**0 | - | - |
CV Azka Pratama Mandiri | 07*6**2****15**0 | - | - |
| 0026260281122000 | - | - | |
| 0947346896121000 | - | - | |
| 0638639120116000 | - | - | |
| 0917409021116000 | - | - | |
Hakey Jaya Konstruksi | 04*0**0****19**0 | - | - |
| 0727376501124000 | - | - | |
| 0010716181058000 | - | - | |
Roy Abadi Sejahtera | 05*8**1****25**0 | - | - |
URAIAN SINGKAT PEKERJAAN
Pekerjaan :
Rehabilitasi Jembatan Tali Air Permai menuju Bagan Baru untuk Sarana Akses
Pendidikan Kec Nibung Hangus
Satuan Kerja : Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Kab. Batu Bara
Tahun Anggaran : 2023
1. DIVISI 1. UMUM
A. Pekerjaan Persiapan
Pekerjaan persiapan adalah pekerjaan awal yang meliputi kegiatan-kegiatan pendahuluan untuk
mendukung permulaan proyek yang meliputi :
A.1. Jadwal konstruksi
Setelah dilakukan penandatangan surat perjanjian ( kontrak ), penyedia jasa membuat jadwal
konstruksi yang diajukan kepada pejabat pembuat komitmen ( PPK ) untuk dibahas dan
mendapatkan persetujuan pada saat dilaksanakan rapat pendahuluan ( Pre Construction
Meeting/ PCM ). Kemudian penyedia jasa, direksi teknis kegiatan dan konsultan pengawas
melakukan pengukuran ulang di lokasi pekerjaan untuk menetapkan mutual check awal ( MC 0
) dan gambar shop drawing. Bilamana terdapat perubahan desain pekerjaan di lokasi
pekerjaan, selanjutnya penyedia jasa, direksi teknis kegiatan dan konsultan pengawas
menghitung ulang kembali volume pekerjaan untuk kemudian dituangkan dalam daftar kuantitas
dan harga perubahan ( adendum ) dan gambar shop drawing perubahan.
A.2. Pembuatan job mix design
Sebelum pekerjaan utama dilaksanakan terlebih dahulu dilaksanakan pengujian sampel bahan
dari batching plant, diantaranya : agregat pecah kasar, pasir beton, dan semen oleh konsultan
pengawas dan penyedia jasa di laboratorium yang telah disepakati oleh PPK, untuk
mendapatkan Job Mix Desain yang akan dipakai sebagai acuan kerja dalam pelaksanaan
proyek. Pengujian sampel bahan diawasi oleh konsultan pengawas dan direksi teknis kegiatan.
A.3. Penyiapan kantor lapangan dan fasilitas
Tahap berikutnya penentuan lokasi base camp, pembuatan kantor, barak, bengkel, gudang dan
melengkapi fasilitasnya yaitu sarana prasarana yang mendukung keselamatan dan kesehatan
kerja di lokasi pekerjaan. Selanjutnya dilakukan mobilisasi peralatan yang diperlukan sesuai
dengan tahapan pelaksaan pekerjaan.
A.4. Penyiapan sistem keselamatan dan kesehatan kerja
Sistem keselamatan dan kesehatan kerja yang harus dilengkapi mencakup hal – hal sebagai
berikut :
1. Dokumen RKK, meliputi : prosedur, instruksi kerja, ijin kerja dan formular.
2. Sosialisasi dan promosi K3, meliputi : induksi K3 (safety Induction ), pengarahan K3 (safety
briefing), pelatihan K3, simulasi K3, spanduk dan papan informasi K3.
3. Alat pelindung kerja, dalam hal ini pembatas area (restricted area).
4. Alat pelindung diri, meliputi : helm pelindung ( safety helmet ), pelindung mata ( goggles,
spectacles), pelindung pernafasan dan mulut ( masker ), sarung tangan ( safety gloves ),
sepatu keselamatan ( safety shoes ) dan rompi keselamatan ( safety vest ).
5. Asuransi dan perijinan dalam hal ini BPJS ketenagakerjaan dan kesehatan kerja.
6. Personil K3, dalam hal ini ahli K3 konstruksi.
7. Fasilitas sarana kesehatan, meliputi peralatan P3K seperti obat luka, perban, dll.
8. Rambu – rambu, meliputi : rambu larangan, rambu peringatan dan rambu kewajiban.
9. Pengendalian risiko K3, meliputi : alat pemadam api ringan (APAR), bendera K3, lampu
darurat ( emergency lamp ), pelaporan dan penyelidikan.
A.4. Pelaksanaan Mobilisasi Peralatan
Mobilisasi alat yang digunakan seperti :
1. Motor grader,
2. Water tanker,
3. Vibratory roller,
4. Excavator,
5. Concrete mixer,
6. Concrete vibrator,
7. Bor pile machine,
8. Jack hammer
Demobilisasi alat dilakukan setelah pekerjaan dinyatakan selesai.
A.5. Jembatan Sementara
Sebelum membangun jembatan sementara hal yang harus dilakukan adalah berkoordinasi
dengan pemilik lahan yang bersangkutan atas pemakaian tanah untuk selanjutnya dilakukan
pembayaran sewa lahan untuk pembangunan jembatan sementara. Rangka jembatan
sementara dibangun dengan konstruksi kayu. Bentang jembatan dan lebar jembatan sesuai
dengan yang dipersyaratkan oleh direksi teknis kegiatan dan konsultan pengawas. Pondasi,
balok memanjang dan balok melintang jembatan sementara dibangun dengan kayu dan
pengakunya menggunakan paku jembatan. Lantai jembatan sementara dirangkai dengan kayu
yang disusun dengan rapat sehingga tidak terdapat rongga yang dapat membahayakan
pengguna jembatan sementara dalam hal ini pejalan kaki, pengguna sepeda motor dan
kenderaan pribadi roda empat. Untuk oprit jembatan sementara dibuat dengan menggunakan
material timbunan biasa dan material agregat pondasi tanpa penutup aspal, kemudian
dipadatkan dengan vibratory roller. Selama pekerjaan pembangunan jembatan utama
berlangsung harus dilakukan perawatan terhadap jembatan sementara agar tetap dalam
keadaan baik dan aman untuk dilewati. Pembongkaran jembatan sementara dillakukan setelah
pembangunan jembatan utama dinyatakan selesai oleh direksi teknis kegiatan dan konsultan
pengawas.
A.6. Papan Nama Proyek
Papan nama proyek digunakan sebagai identitas dan informasi mengenai proyek. Papan nama
proyek dibuat dengan ukuran sesuai yang diisyaratkan oleh PPK. Bahan yang dipakai yaitu
kayu kaso, plywood, amplas, paku, cat minyak, batu split, semen, dan pasir. Papan nama
proyek dipasang di lokasi yang mudah terlihat. Papan nama proyek dipelihara selama
pelaksanaan proyek.
A.7. Pengaturan Arus Transportasi dan Pemeliharaan Terhadap Arus Lalu Lintas
Untuk kelancaran pelaksanaan pekerjaan, pengaturan dan pengalihan arus lalu lintas
transportasi dilakukan dengan pembuatan rambu-rambu lalu lintas dan penempatan pekerja
pengatur lalu lintas (flagman) dan koordinator pengatur lalu lintas. Untuk mengendalikan resiko
keselamatan konstruksi, sebelum pelaksanaan pekerjaan, petugas K3 konstruksi melakukan
kegiatan sosialisasi, promosi, dan pelatihan kepada pekerja, supir dan operator alat berat.
Selama masa pelaksanaan pekerjaan berlangsung, petugas K3 konstruksi melakukan cek
terhadap penggunaan alat pelindung diri (APD) bagi pekerja dan operator alat.
2. DIVISI 7. STRUKTUR
Pembongkaran Beton
Pembongkaran dilakukan dengan jack hammer, kemudian material hasil bongkaran dimuat ke dalam truk
dengan loader. Truk membuang material hasil bongkaran keluar lokasi pekerjaan sejauh yang telah
ditentukan direksi teknis kegiatan dan konsultan pengawas.
Pembongkaran Pas. Batu
Pembongkaran dilakukan dengan jack hammer, kemudian material hasil bongkaran dimuat ke dalam truk
dengan loader. Truk membuang material hasil bongkaran keluar lokasi pekerjaan sejauh yang telah
ditentukan direksi teknis kegiatan dan konsultan pengawas.
3. DIVISI 3. PEKERJAAN TANAH
Galian Struktur dengan kedalaman 0 - 2 meter
Penggalian dilakukan dengan excavator, dengan lebar dan kedalaman sesuai gambar rencana. Material
hasil galian dibuang dan diangkut dengan dump truk ke lokasi pembuangan yang telah disiapkan dan
disetujui oleh direksi teknis kegiatan dan konsultan pengawas.
Galian Struktur dengan kedalaman 2 - 4 meter
Penggalian dilakukan dengan excavator, dengan lebar dan kedalaman sesuai gambar rencana. Material
hasil galian dibuang dan diangkut dengan dump truk ke lokasi pembuangan yang telah disiapkan dan
disetujui oleh direksi teknis kegiatan dan konsultan pengawas.
4. DIVISI 7. STRUKTUR
Tiang Bor Beton Ø 400 mm
Pengeboran dilakukan dengan Tower Bor Pile machine. Kedalaman pengeboran sesuai dengan gambar
rencana. Setelah selesai pengeboran dan tanahnya dibuang, selanjutnya dimasukkan casing.
Pemasukan tulangan ke dalam casing dengan tenaga manusia. Pengecoran dilakukan dengan Concrete
Pump.
Beton struktur fc’ 10 MPa
Bahan dasar seperti agregat pecah kasar, semen dan pasir diterima seluruhnya di lokasi pekerjaan.
Kemudian semen, pasir, agregat pecah kasar dan air dicampur dan diaduk menjadi beton dengan
menggunakan concrete mixer. Beton dituang sedekat mungkin ke dalam bekisting yang telah disiapkan.
Kemudian beton dipadatkan secara merata pada tepi dan sepanjang acuan, dengan menggunakan
concrete vibrator. Ceceran beton yang tertumpah pada permukaan beton yang telah selesai dihampar
harus disingkirkan agar kerapian pada permukaan beton cor tetap terjaga. Pembongkaran bekisting
dilakukan setelah beton mengeras selama beberapa hari, sesuai dengan spesifikasi teknis.
Baja Tulangan Sirip
Baja tulangan yang digunakan adalah baja tulangan sirip yang memiliki standar SNI. Seluruh pekerjaan
baja tulangan dilakukan/ dirakit di lokasi pekerjaan untuk mendapatkan hasil yang optimal dan menjaga
mutu pekerjaan. Diameter tulangan, jarak antar tulangan dipasang/ disusun sesuai gambar rencana dan
persilangannya diikat kawat pengikat.
Baja Tulangan Polos
Baja tulangan yang digunakan adalah baja tulangan polos yang memiliki standar SNI. Seluruh pekerjaan
baja tulangan dilakukan/ dirakit di lokasi pekerjaan untuk mendapatkan hasil yang optimal dan menjaga
mutu pekerjaan. Diameter tulangan, jarak antar tulangan dipasang/ disusun sesuai gambar rencana dan
persilangannya diikat kawat pengikat.
Beton struktur fc’ 25 MPa
Bahan diterima jadi langsung dari pabrik ready mix. Beton yang diterima di lokasi pekerjaan harus sesuai
dengan hasil job mix design yang telah diuji dalam laboratorium dan harus terpenuhi dengan standar
spesifikasi teknis yang diminta dalam dokumen lelang. Sebelum beton dituang, dilakukan pengambilan
sampel beton untuk menguji dan mengetahui kualitas beton. Beton dituang sedekat mungkin ke dalam
bekisting yang telah disiapkan. Kemudian beton dipadatkan secara merata pada tepi dan sepanjang
acuan dan sisi setiap sambungan, dengan menggunakan concrete vibrator. Ceceran beton yang
tertumpah pada permukaan beton yang telah selesai dihampar harus disingkirkan agar kerapian pada
permukaan beton cor tetap terjaga. Pembongkaran bekisting dilakukan setelah beton mengeras selama
beberapa hari, sesuai dengan spesifikasi teknis.
5. DIVISI 3. PEKERJAAN TANAH
Timbunan Pilihan dari sumber galian
Timbunan dituang ke dalam sisi sebelah dalam abutmen jembatan yang telah selesai dipasang, dengan
ukuran sesuai dengan gambar rencana. Material dihampar dengan menggunakan motor grader, dan
dipadatkan menggunakan tandem roller. Selama pemadatan sekelompok pekerja akan merapikan tepi
hamparan dan level permukaan dengan menggunakan alat bantu.
6. DIVISI 7. STRUKTUR
Pasangan Batu
Pekerjaan berikutnya adalah pekerjaan pasangan batu. Bahan dasar seperti batu, pasir dan semen
diterima seluruhnya di lokasi pekerjaan. Semen, pasir dan air dicampur dan diaduk menjadi mortar
dengan menggunakan concrete mixer. Batu dibersihkan dan dibasahi seluruh permukaannya sebelum
dipasang dan direkatkan dengan menggunakan mortar. Batu disusun dengan ukuran sesuai gambar
rencana dan saling mengunci satu sama lainnya. Rongga yang terdapat pada susunan batu kali diisi
dengan batu kali ukuran kecil sehingga tidak terdapat rongga – rongga pada pasangan batu, demikian
seterusnya. Pasangan batu dalam hal ini pekerjaan tembok sedada disambungkan langsung dengan plat
injak untuk memperkuat ketahanan pondasinya.
7. DIVISI 5. PERKERASAN BERBUTIR
Lapis Pondasi Agregat Kelas B
Dump truck mengangkut material lapis pondasi agregat kelas B dengan kadar air yg memenuhi ke lokasi
pekerjaan dan dihampar dengan motor grader. Hamparan agregat dipadatkan dengan vibrator roller,
hingga mendapatkan level permukaan agregat kelas A sesuai dengan penampang dan ketebalan pada
gambar rencana. Operasi pemadatan dimulai dari sepanjang tepi dan bergerak sedikit demi sedikit ke arah
sumbu jalan, dalam arah memanjang. Pada bagian yang berelevasi, penggilasan harus dimulai dari bagian
yang rendah dan bergerak sedikit demi sedikit ke bagian yang lebih tinggi. Operasi penggilasan harus
dilanjutkan sampai seluruh bekas roda mesin gilas hilang dan lapis tersebut terpadatkan secara merata.
Selama pemadatan, sekelompok pekerja akan merapikan tepi hamparan dan level permukaan dengan
menggunakan alat bantu. Bahan yang tidak terjangkau mesin gilas, harus dipadatkan dengan trimbis
mekanis atau pemadat lain yang disetujui. Bilamana cuaca dalam keadaan buruk dan tidak memungkinkan
untuk melakukan penghamparan dan pemadatan material agregat kelas B, maka dapat ditunda dan dapat
dilaksanakan kembali setelah cuaca dalam keadaan baik.
Lapis Pondasi Agregat Kelas A
Setelah dilakukan pekerjaan lapis Pondasi Agregat Kelas B dan telah disetujui oleh direksi teknis kegiatan
dan konsultan pengawas, selanjutnya dilakukan pekerjaan lapis pondasi agregat kelas A. Dump truck
mengangkut material lapis pondasi agregat kelas A dengan kadar air yg memenuhi ke lokasi pekerjaan dan
dihampar dengan motor grader. Hamparan agregat dipadatkan dengan vibrator roller, hingga mendapatkan
level permukaan agregat kelas A sesuai dengan penampang dan ketebalan pada gambar rencana.
Operasi pemadatan dimulai dari sepanjang tepi dan bergerak sedikit demi sedikit ke arah sumbu jalan,
dalam arah memanjang. Pada bagian yang berelevasi, penggilasan harus dimulai dari bagian yang rendah
dan bergerak sedikit demi sedikit ke bagian yang lebih tinggi. Operasi penggilasan harus dilanjutkan
sampai seluruh bekas roda mesin gilas hilang dan lapis tersebut terpadatkan secara merata. Selama
pemadatan, sekelompok pekerja akan merapikan tepi hamparan dan level permukaan dengan
menggunakan alat bantu. Bahan yang tidak terjangkau mesin gilas, harus dipadatkan dengan trimbis
mekanis atau pemadat lain yang disetujui. Bilamana cuaca dalam keadaan buruk dan tidak memungkinkan
untuk melakukan penghamparan dan pemadatan material agregat kelas A, maka dapat ditunda dan dapat
dilaksanakan kembali setelah cuaca dalam keadaan baik.
Perkerasan Beton Semen dengan Anyaman Tulangan Tunggal
Bahan diterima jadi langsung dari pabrik ready mix. Beton yang diterima di lokasi pekerjaan harus sesuai
dengan hasil job mix design yang telah diuji dalam laboratorium dan harus terpenuhi dengan standar
spesifikasi teknis yang diminta dalam dokumen lelang. Baja tulangan yang digunakan adalah baja
tulangan polos yang memiliki standar SNI. Seluruh pekerjaan baja tulangan dilakukan/ dirakit di lokasi
pekerjaan untuk mendapatkan hasil yang optimal dan menjaga mutu pekerjaan. Diameter tulangan, jarak
antar tulangan dipasang/ disusun sesuai gambar rencana dan persilangannya diikat kawat pengikat atau
dilas. Rakitan besi beton diganjal dengan dudukan beton tahu yang dicetak. Untuk baja tulangan yang
digunakan pada sambungan segmen, harus diolesi dengan lapisan anti karat dan diselimuti dengan
expansion cap. Permukaan existing perkerasan yang akan dicor juga harus dilapisi dengan bahan
polytene 125 mikron, sehingga beton tidak langsung merembes ke existing perkerasan untuk menjaga
kualitas beton cor. Sebelum beton dituang, dilakukan pengambilan sampel beton untuk menguji dan
mengetahui kualitas beton. Beton dituang sedekat mungkin ke dalam bekisting yang telah disiapkan.
Bekisting dibuat dari bahan plat besi sehingga tidak mudah melengkung saat beton dituang. Kemudian
beton dipadatkan secara merata pada tepi dan sepanjang acuan dan sisi setiap sambungan, dengan
menggunakan concrete vibrator. Tiap sambungan segmen beton baik yang memanjang ataupun
melintang diisi dengan bahan joint sealant. Ceceran beton yang tertumpah pada permukaan beton yang
telah selesai dihampar harus disingkirkan agar kerapian pada permukaan beton cor tetap terjaga.
Pembongkaran bekisting dilakukan setelah beton mengeras selama beberapa hari, sesuai dengan
spesifikasi teknis.
8. DIVISI 8. REHABILITASI JEMBATAN
Pengecatan pada elemen sandaran dan/atau pagar pengaman (gruard rail)
Bahan dan warna cat yang digunakan ditentukan oleh direksi teknis kegiatan dan konsultan pengawas.
Sebelum pengecatan dilakukan, permukaan sandaran dan pagar pengaman harus bersih dari kotoran
yang menempel. Pengecatan pertama dilakukan dengan cat dasar. Selanjutnya dilakukan pengecatan
kedua dengan cat lapisan akhir atau penutup, dan seterusnya jika diperlukan. Luasan permukaan yang
dicat sesuai dengan gambar rencana.
9. Pembongkaran Jembatan Sementara
Setelah pekerjaan jembatan utama dinyatakan selesai, pekerjaan terakhir adalah pembongkaran jembatan
sementara. Pembongkaran jembatan sementara dilakukan dengan menggunakan alat berat dan alat bantu
tukang. Material jembatan sementara hasil bongkaran dimuat ke dalam truk dengan loader. Truk membawa
material hasil bongkaran menuju lokasi base camp/ kantor proyek.
Demikianlah metode pelaksanaan pekerjaan
Rehabilitasi Jembatan Tali Air Permai menuju Bagan Baru untuk
ini ditetapkan.
Sarana Akses Pendidikan Kec Nibung Hangus
Gambus Laut, Juli 2023
Ditetapkan Oleh,
Pejabat Pembuat Komitmen
Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang
Kab. Batu Bara
KHAIRIL MUSLIM, ST
NIP. 19810707 201101 1 009