METODE PELAKSANAAN PEKERJAAN
Pemeliharaan Ruang Lobi, Sekretariat Dinas
Tujuan pembuatan metode pelaksanaan kerja ini adalah sebagai acuan / arahan dalam melaksanakan
pekerjaan di lapangan agar sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan baik biaya, mutu dan waktu. Metode Kerja
ini mencantum sistem kerja lapangan yang akan dipakai mulai dari awal proyek hingga selesainya proyek serta
hubungan unsur-unsur pelaksanaan proyek yang terkait selama pelaksanaan pekerjaan berlangsung. Dengan adanya
perencanaan metode yang tetap / baik, maka diharapkan proyek dapat diselesaikan dengan baik.
I. PEKERJAAN PERSIAPAN
1) PASANG PAPAN NAMA PROYEK
➢ Peralatan
- Alat Ukur/Meteran Pita
➢ Tenaga
- Pekerja
➢ Bahan
- Banner Digital Printing
➢ Metode Pelaksanaan
- Papan nama proyek sebagai papan informasi yang bertuliskan keterangan terkait proyek yang
sedang berlangsung kegiatan konstruksinya.
➢ Teknis Pelaksanaan Pekerjaan
- Papan nama proyek dibuat setelah pelaksana selesai mendapat surat perintah mulai kerja dari
pemilik proyek.
- Papan nama proyek merupakan papan informasi pekerjaan yang dilaksanakan. Pada papan
nama tercantum nama pemilik proyek, nama perusahaan pelaksana, nama perusahaan
pengawas pekerjaan, angka / nilai kontrak pekerjaan, jangka waktu pekerjaan.
- Pembuatan papan nama proyek dibuat 1 buah di lokasi pekerjaan.
- Papan nama ditempatkan didepan lokasi proyek menghadap jalan utama agar dapat terlihat
dan terbaca dengan jelas dari luar lokasi proyek.
2) PEKERJAAN PENGADAAN K3
- Dalam penyelenggaraan pekerjaan konstruksi, pelaksanaannya bisa saja berpotensi terjadinya
kecelakaan konstruksi yang membahayakan keselamatan pekerja, keselamatan publik,
keselamatan harta benda, dan keselamatan lingkungan sehingga untuk menjamin keselamatan
pekerjaan konstruksi perlu membentuk Komite Keselamatan Konstruksi.
- Keselamatan dan Kesehatan Kerja Konstruksi yang selanjutnya disingkat K3 Konstruksi
adalah segala kegiatan untuk menjamin dan melindungi keselamatan dan kesehatan tenaga
kerja melalui upaya pencegahan kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja pada pekerjaan
konstruksi.
- Untuk menerapkan Sistem Manajemen K3 pada setiap penyelenggaraan pekerjaan konstruksi
maka dibentuklah Komite Keselamatan Konstruksi.
- Pekerjaan konstruksi yang menjadi kewenangan Komite Keselamatan Konstruksi sesuai
dengan Permen PU Nomor 02/PRT/M/2018 tentang Pedoman Sistem Manajemen
Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) Konstruksi Bidang Pekerjaan Umum meliputi:
a. potensi bahaya tinggi;dan/atau
b. mengalami kecelakaan konstruksi yang dapat menimbulkan hilangnya nyawa orang;
- Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja Konstruksi Bidang Pekerjaan Umum
yang selanjutnya disingkat SMK3 Konstruksi Bidang PU adalah bagian dari sistem
manajemen organisasi pelaksanaan pekerjaan konstruksi dalam rangka pengendalian risiko
K3 pada setiap pekerjaan konstruksi bidang Pekerjaan Umum.
Berdasarkan IDENTIFIKASI BAHAYA, PENILAIAN RISIKO, PENETAPAN yang telah dibuat maka
didapatkan data keperluan APD Sebagai Berikut:
1. Sarung Tangan
2. Sarung Tangan Karet untuk Pekerjaan kelistrikan
3. Helm Proyek
4. Rompi Proyek
5. Sepatu Boot
6. Kaca mata pengaman
7. Penutup Telinga
8. Masker
9. Sabun Cuci Tangan
3) PENGADAAN AIR KERJA DAN LISTRIK KERJA
➢ Peralatan
- Selang
- Bak-bak penampungan air
- Sumber Listrik : Generator Set
➢ Tenaga
- Pekerja
- Mandor
➢ Bahan
- Air Kerja
➢ Metode Pelaksanaan
- Air Kerja diperoleh dengan pembelian air bersih dan di tamping ditangki – tangki air.
➢ Teknis Pelaksanaan Pekerjaan
- Air kerja disiapkan di lokasi pekerjaan sebagai bahan perekat untuk pekerjaan campuran
seperti pada pekerjaan pasangan batu pondasi, pekerjaan plesteran dan acian, pekerjaan
pengecatan, pekerjaan keramik, pembersihan alat kerja, dan kebutuhan air pekerjaan.
- Air yang digunakan adalah air bersih (air laut tidak dianjurkan).
- Dalam pekerjaan ini pula turut disediakan penampung air. Penyediaan air kerja selama
pekerjaan disediakan ± 1 m3 per hari dengan membuat bak penampungan.
4) MOBILISASI
➢ Peralatan
- Alat angkut yang dibutuhkan untuk mobilisasi, misal troli
➢ Tenaga
- Pelaksana Lapangan
- Pekerja
➢ Bahan
-
➢ Metode Pelaksanaan
- Peralatan merupakan hal yang sangat vital dalam pelaksanaan suatu pekerjaan konstruksi maka
ketepatan waktu mobilisasi sangat penting untuk dijadwalkan dengan baik.
- Mobilisasi alat dilakukan setelah mendapat ijin dari Direksi atau maksimal 7 hari setelah
mendapat surat perintah mulai kerja (SPMK).
- Peralatan yang digunakan akan disesuaikan dengan kebutuhan pelaksanaan. Peralatan tersebut
di atas di simpan di lokasi pekerjaan dan di jaga sehingga dapat dipergunakan pada waktunya
tanpa ada kendala yang dapat mengganggu pekerjaan, misalkan terjadi kerusakan pada alat
yang akan digunakan
➢ Teknis Pelaksanaan Pekerjaan
- Siapkan material dan peralatan yang akan dimobilisasi.
- Siapkan alat angkut yang dapat memuat material dan peralatan yang butuh dipindahkan.
- Pindahkan material dan peralatan dari titik awal ke lokasi yang telah ditentukan (sesuai dengan
rencana peletakan material), biasanya dekat dengan tahap pekerjaan yang akan dikerjakan.
- Material dan peralatan dipindahkan dengan hati-hati dan diangkut dengan batas maksimal
beban setiap mobilisasi.
- Material dan peralatan yang sudah dipindahkan disusun sesuai dengan jenis material dan
warna material atau sesuai dengan kebutuhan dengan tetap memperhatikan batas tumpukan
material dan ketentuan penyimpanan.
5) PEKERJAAN BONGKARAN
➢ Peralatan
- Alat-alat yang digunakan untuk pembongkaran sesuai dengan komponen bangunan misal palu,
alat bobok tembok, alat bobok keramik, dan lain-lain
- Pahat beton
- Alat pemotong besi
- Pahat nut
- Grenda keramik
- Cement remover
- Pisau dempul
- Palu
- Lap basah / vacum debu
- Tangga kerja
- Safety belt
- Tali
- Palu bodem
- Cetok
- Cangkul/pacul
- Pengki
- Skop
➢ Tenaga
- Tukang batu
- Tukang kayu
- Pekerja
- Mandor
- Kepala tukang
➢ Bahan
-
➢ Metode Pelaksanaan
- Pekerjaan bongkaran merupakan pekerjaan yang perlu dilakukan sebagai bagian dari pekerjaan
rehab. Komponen bangunan yang perlu dibongkar harus dicocokan dengan rencana gambar
kerja rehab. Pekerjaan bongkaran existing harus jelas batasannya dan dilakukan dengan hati-
hati agar tidak merusak area yang akan tetap dipertahankan.
➢ Teknis Pelaksanaan Pekerjaan
- Siapkan material dan peralatan yang akan digunakan.
- Tandai area bangunan yang akan dibongkar sesuai dengan gambar kerja rehab.
- Bongkar area bangunan dengan peralatan yang digunakan sesuai dengan komponen bangunan
yang akan dibongkar.
- Perhatikan posisi instalasi mekanikal dan instalasi elektrikal pada bidang yang akan dibongkar,
lebih berhati-hati pada area tersebut.
- Pembongkaran kusen ( seluruh kusen pintu dan jendela ) dilakukan dengan membobok sisi
pasangan bata yang mengikat kusen dengan pahat beton, angkur dilepas, kusen diangkat dan
ditumpuk dengan sebaik-baiknya
- Pekerjaan bongkaran lantai keramik terdiri dari 3 tahap yaitu melepas nut, membuka keramik
dan membersihkan adukan semen lama
- Pekerjaan bongkaran penutup atap dilakukan dengan membongkar yang dimulai dari sudut
tepi bawah, menurunkan atap dan menyortir atap
- Pekerjaan bongkaran pasangan batu bata dimulai dari bagian atas ke bawah
- Setelah pembongkaran selesai, bersihkan area. Buang bongkahan pembongkaran ke area yang
aman.
II. PEKERJAAN RUANG SEKRETARIAT
1. MEJA STAF COSTUM LAPIS HPL
➢ Peralatan
- Gergaji
- Palu
- Rambu Ukur
- Waterpass
- Meteran
- Mesin Bor
➢ Tenaga
- Pekerja
- Tukang Kayu
- Kepala Tukang
- Mandor
➢ Bahan
- Rangka utama menggunakan Plywood
- Badan dan Permukaan Meja menggunakan bahan Plywood
- Finishing menggunakan Lapisan HPL dengan ketebalan Minimal 1 mm merk Taco atau Setara
- Ukuran-ukuran, Motif, warna dan bentuk mengikuti gambar desain perencanaan
- Skurp/ baut untuk pengunci
➢ Metode Pelaksanaan
- Pelaksanaan pekerjaan dapat dilaksanakan dilaksanakan di tempat, maupun dilakukan di
Workshop penyediaan jasa, sesuai hasil kesepakatan antara penyedia jasa dengan pengguna
jasa.
- Semua bahan kayu yang digunakan harus dalam kondisi terserut rapi, dilapisi anti-rayap serta
di finishing sesuai dengan design perencana.
➢ Teknis Pelaksanaan Pekerjaan
- Semua pekerjaan harus dibuat oleh pekerja yang kompeten dalam pembuatan furniture.
- Ukuran-ukuran dan bahan disesuaikan dengan gambar perencanaan.
- Semua pekerjaan kayu dilakukan dengan presisi yang rapi, seimbang, serta memenuhi kaidah
desain interior
- Semua sambungan kayu harus rapat, apabila diperlukan dapat diberi penguat pasak/baut/paku,
tanpa mengurangi estetika.
- Pekerjaan pelapisan multiplek dengan HPL harus rapat dan kedap, tidak boleh terdapat rongga
udara yang menyebabkan permukaan menjadi bergelombang/tidak rapi.
- Bagian ujung meja tidak boleh tajam, harus ditumpulkan/dibevel.
2. PEKERJAAN PARTISI
➢ Peralatan
- Gergaji
- Palu
- Rambu Ukur
- Waterpass
- Meteran
- Mesin Bor
➢ Tenaga
- Pekerja
- Tukang Kayu
- Kepala Tukang
- Mandor
➢ Bahan
- Rangka vertikal dari besi hollow 4 x 4 cm/ 2 x 4 cm
- Skrup
- Gypsum penutup partisi
➢ Metode Pelaksanaan
- Siapkan material yang akan di pakai pada lokasi pekerjaan
➢ Teknis Pelaksanaan Pekerjaan
- Potong rangka hollow dengan ukuran dengan sesuai gambar kerja.Pasang rangka hollow pada
bagian lantai dan dinding mengikuti marking dengan jarak rangka 60x60 cm.Pastikan dan
cek rangka hollow sudah terpasang tegak lurus (siku).Pasang lembaran gypsum board pada
rangka hollow dengan perkuatan menggunakan sekrup gypsum.Lembaran gypsum board
dipasang satu sisi dahulu, untuk memudahkan pekerjaan instalasi mekanikal dan elektrikal.
Setelah instalasi mekanikal dan elektrikal terpasang baru lembaran gypsum board sisi
berikutnya dipasang.Cek kerataan permukaan pasangan dinding partisi gypsum
board.Sambungan antar gypsum board diberi textile tape dan di compound kemudian digosok
dengan ampelas halus untuk mendapatkan permukaan yangrata/flat.Tutup semua kepala
sekrup dengan compound lalu gosok dengan ampelas agar permukaan rata.Pekerjaan terakhir
adalah finishing cat permukaan gypsum.
3. PEKERJAAN PASANG WALPAPER
➢ Peralatan
- Gergaji
- Palu
- Rambu Ukur
- Waterpass
- Meteran
➢ Tenaga
- Pekerja
- Tukang Kayu
- Kepala Tukang
- Mandor
➢ Bahan
- Walpaper
- Lem
- KP
➢ Metode Pelaksanaan
- Siapkan material yang akan di pakai pada lokasi pekerjaan dan alat alat yang akan dipakai
➢ Teknis Pelaksanaan Pekerjaan
- Pastikan bagian permukaaan dinding yang akan di tempel dalam keadaan rata (tidak ada bekas
semen yang menempel). Kalau ada saklar lampu atau stock kontak, sebaiknya dibuka dulu
pinggiran penahannya.
- Pastikan kerataan lis ( kalau perlu di garis dengan pensil ) yang berada pada bagian atas dinding
dan ukur tinggi dinding mulai dari bawah lis atas sampai dengan lantai. “lebihkan 1.5 Cm / 1
Cm”. ( Gunakan tool waterpass )
- Buka gulungan wallpaper. Carilah tempat yang memadai untuk menggelar wallpaper.
- Gunting bagian pertama dengan rata (gunakan tool siku agar potongan rata dan penggaris ) dan
di tandai dan beri nama pada bagian atas dari potongan tersebut.
- Pada bagian potongan pertama dan bagian yang kedua yang akan di potong terlebih dahulu
sama kan posisi motif nya. Setelah ketemu motif dengan potongan nya kemudian di tandai
kemudian di gunting dan di namai dan ditandai mana bagian atas. Dan begitu seterus.
- Aduk lem wallpaper, aduklah bubuk lem tersebut dengan menggunakan air biasa. Sediakan air
yang cukup masukkan bubuk lem ke dalam air dengan mengaduk secara cepat. JANGAN
TERLALU KENTAL dan JANGAN TERLALU ENCER. Sepuluh menit setelah itu lem siap
untuk digunakan.
- Lumuri dinding ( pakai kp / kuas ) yang akan di tempel ( kurang lebih selebar wallpaper
potongan pertama lebih kurang 53cm atau 54cm. Untuk bagian pinggir dari yang akan di
tempel, sedapat mungkin diperhatikan kerataan lem. Kalau memang bisa sediakan bagian lem
yang agak kental.
- Pasanglah mulai dari atas kebawah, setiap bagian yang sudah menempel tekan dengan
menggunakan kain pembersih / majun yang secara tidak lansung akan meratakan bagian yang
tertempel.
- Begitu seterusnya, untuk bagian kedua perhatikan sambunga antara wallpaper tekan dengan
menggunakan kain majun. Kalau kurang lem tambahkan sedikit lem dengan Kp dan tekan lagi
dengan menggunakan kain majun.
- Kalau ada bagian saklar lampu atau stop kontak di sobek sedikit dengan meng cutter dengan
cara silang ( X ), potongan bagian yang tidak perlu. Kemudian pasang kembali pinggiran saklar
lamau atau stok kontak.
4. PEKERJAAN PASANG PINTU
➢ Peralatan
- Gergaji
- Mesin Bor Beton
- Mata Bor Beton
- Obeng / Mata obeng untuk mesin bor
- Palu
- Skur
- Spidol/Pulpen
➢ Tenaga
- Pekerja
- Tukang Kayu
- Kepala Tukang
- Mandor
➢ Bahan
- Kayu borneo, papan
- Lem kayu
➢ Metode Pelaksanaan
- Setelah peralatan sudah siap, berikut langkah-langkah cara pemasangan jendela kaca kayu
borneo yaitu:
➢ Teknis Pelaksanaan Pekerjaan
- Ukur lebar dan tinggi kusen jendela.
- Ukur lebar dan tinggi daun jendela.
- Ketam dan potong daun jendela (bila terlalu lebar dan terlalu tinggi).
- Masukkan/pasang daun jendela pada kusennya, stel sampai masuk dengan toleransi
kelonggaran 3 – 5 mm, baik ke arah lebar maupun kearah tinggi.
- Lepaskan daun jendela, pasang/tanam engsel daun jendela pada tiang daun jendela (sisi tebal)
dengan jarak dari sisi bagian bawah 15-20 cm dari bagian tepi (untuk putaran horizontal) atau
engsel ditanam pada bagian ambang atas daun jendela dengan jarak 15-20 cm dari bagian tepi
(untuk putaran vertikal). Sesuaikan dengan gambar.
- Masukkan/pasang lagi daun jendela pada kusennya, atur sampai sesuai kedudukannya,
kemudian beri tanda pada tiang/ambang atas jendela tempat engsel yang sesuai dengan engsel
pada daun jendela.
- Lepaskan sebelah bagian engsel pada daun jendela dengan cara melepas pennya, kemudian
pasang/tanam pada tiang/ambang atas kusen.
- Pasang kembali daun jendela pada kusennya dengan memasangkan engselnya, kemudian
masukkan pennya sampai pas, sehingga terpasanglah daun jendela pada kusen jendelanya.
- Coba daun jendela dengan cara membuka dan menutup.
- Bila masih dianggap kurang pas, lepaskan daun jendela dengan cara melepaskan pen
Atur lagi sampai daun jendela dapat membuka dan menutup dengan baik, rata dan lurus dengan
kusen.
5. PEKERJAAN PASANG PLAPOND GYPSUM
➢ Peralatan
- Gergaji
- Palu
- Bor Listrik
- Mata Bor Sekrup
- Meteran
- Scaffolding / Steger
- Tangga
➢ Tenaga
- Pekerja
- Tukang kayu
- Kepala Tukang
- Mandor
➢ Bahan
- Hollow 40 x 40 mm
- Hollow 20 x 40 mm
- Paku sekrup
- Gypsum
➢ Metode pelaksanaan
- Pekerjaan plafond Gypsum dikerjakan setelah dilaksanakan pekerjaan rangka plafon.
➢ Teknis pelaksanaan pekerjaan
- Pasang rangka hollow / kayu sesuai ukuran ruangan.
- Pasangkan Gypsum
- Kancing plafon menggunakan sekrup/paku
6. PEKERJAAN PASANG LIST PLAFOND
➢ Peralatan
- Gergaji
- Palu
- Bor Listrik
- Mata Bor Sekrup
- Meteran
- Scaffolding / Steger
- Tangga
➢ Tenaga
- Pekerja
- Tukang Kayu
- Kepala Tukang
- Mandor
➢ Bahan
- List Gypsum
- Screw
➢ Metode Pelaksanaan
- Setelah plafon selesai terpasang, dilanjutkan dengan pemasangan list plafon Gypsum
➢ Teknis Pelaksanaan Pekerjaan
- List di ukur terlebih dahulu berapa meter keliling tepian plafon agar di dapat hasil yang
efektif dan efisien.
- Untuk List plafon kayu dipasang pada pertemuan antara dinding dan plafon dengan perkuatan
menggunakan Sekrup ke rangka plafond dan paku ke tembok.
7. PEKERJAAN PENGECATAN PLAFOND
➢ Peralatan
- Kuas
- Kape
- Bak cat
- Kuas rol dan tongkatnya
- Amplas
➢ Tenaga
- Pekerja
- Tukang Cat
- Kepala Tukang
- Mandor
➢ Bahan
- Plamir
- Cat Dasar
- Cat Penutup 2X
➢ Metode Pelaksanaan
- Untuk plafond dalam bangunan digunakan cat jenisnya sesuai dengan spesifikasi teknis
➢ Teknis Pelaksanaan Pekerjaan
- Siapkan tenaga kerja, bahan dan alat
- Buat requset pekerjaan dan ajukan kepada Konsultan Pengawas.
- Bersihkan permukaan dinding dari debu dan kotoran dengan kain lap.
- Haluskan plamir yang telah kering dengan amplas
- Cek apakah permukaan sudah rata.
- Aduk cat sesuai dengan petunjuk dari pabrik.
- Lakukan pengecatan dasar dengan alat rol pada bidang yang luas dan dengan kuas untuk
bidang yang sempit
- Jika cat dasar sudah kering lakukan pengecatan ulang tahap selanjutnya sampai finish dan
hasilnya benar - benar rata.
8. PEKERJAAN PASANG LAMPU DOWNLIGT
➢ Peralatan
- Palu
- Tang Potong
- Tang Listrik
- Tespen
- Lasdop
- Obeng +
- Tee Dos
- Isolasi Tape Listrik
➢ Tenaga
- Pekerja
- Tukang Listrik
- Kepala Tukang
- Mandor
➢ Bahan
- Kabel listrik NYY tunggal
- Pipa listrik EGA ½”
- Lampu downlight PL - C 18 W
➢ Metode Pelaksanaan
- Pekerjaan Pasangan Instalasi Listrik bisa dilakukan bersamaan dengan pekerjaan plesteran
dinding, agar kabel dari intsalasi listrik tertutup dengan plesteran.Semua hantaran (kabel)
yang ditarik dalam pipa / cabelduct harus diusahakan tidak tampak dari luar (tertanam).
➢ Teknis Pelaksanaan Pekerjaan
- Pekerjaan Pasangan Instalasi Listrik bisa dilakukan bersamaan dengan pekerjaan plesteran
dinding, agar kabel dari intsalasi listrik tertutup dengan plesteran.
- Semua hantaran (kabel) yang ditarik dalam pipa / cabelduct harus diusahakan tidak tampak
dari luar (tertanam).
III. PEKERJAAN RESEPSIONIS
1. PEKERJAAN DINDING PARTISI DOBLE GYPSUM
➢ Peralatan
- Gergaji
- Palu
- Bor Listrik
- Mata Bor Sekrup
- Meteran
- Scaffolding / Steger
- Tangga
➢ Tenaga
- Pekerja
- Tukang kayu
- Kepala Tukang
- Mandor
➢ Bahan
- Hollow 40 x 40 mm
- Hollow 20 x 40 mm
- Paku sekrup
- Gypsum
➢ Metode pelaksanaan
- Pekerjaan plafond Gypsum dikerjakan setelah dilaksanakan pekerjaan rangka partisi
➢ Teknis pelaksanaan pekerjaan
- Pasang rangka hollow / kayu sesuai ukuran
- Pasangkan Gypsum
- Kancing Gypsum menggunakan sekrup/paku
2. PEKERJAAN PASANG WALPAPER
➢ Peralatan
- Gergaji
- Palu
- Rambu Ukur
- Waterpass
- Meteran
➢ Tenaga
- Pekerja
- Tukang Kayu
- Kepala Tukang
- Mandor
➢ Bahan
- Walpaper
- Lem
- KP
➢ Metode Pelaksanaan
- Siapkan material yang akan di pakai pada lokasi pekerjaan dan alat alat yang akan dipakai
➢ Teknis Pelaksanaan Pekerjaan
- Pastikan bagian permukaaan dinding yang akan di tempel dalam keadaan rata (tidak ada bekas
semen yang menempel). Kalau ada saklar lampu atau stock kontak, sebaiknya dibuka dulu
pinggiran penahannya.
- Pastikan kerataan lis ( kalau perlu di garis dengan pensil ) yang berada pada bagian atas dinding
dan ukur tinggi dinding mulai dari bawah lis atas sampai dengan lantai. “lebihkan 1.5 Cm / 1
Cm”. ( Gunakan tool waterpass )
- Buka gulungan wallpaper. Carilah tempat yang memadai untuk menggelar wallpaper.
- Gunting bagian pertama dengan rata (gunakan tool siku agar potongan rata dan penggaris ) dan
di tandai dan beri nama pada bagian atas dari potongan tersebut.
- Pada bagian potongan pertama dan bagian yang kedua yang akan di potong terlebih dahulu
sama kan posisi motif nya. Setelah ketemu motif dengan potongan nya kemudian di tandai
kemudian di gunting dan di namai dan ditandai mana bagian atas. Dan begitu seterus.
- Aduk lem wallpaper, aduklah bubuk lem tersebut dengan menggunakan air biasa. Sediakan air
yang cukup masukkan bubuk lem ke dalam air dengan mengaduk secara cepat. JANGAN
TERLALU KENTAL dan JANGAN TERLALU ENCER. Sepuluh menit setelah itu lem siap
untuk digunakan.
- Lumuri dinding ( pakai kp / kuas ) yang akan di tempel ( kurang lebih selebar wallpaper
potongan pertama lebih kurang 53cm atau 54cm. Untuk bagian pinggir dari yang akan di
tempel, sedapat mungkin diperhatikan kerataan lem. Kalau memang bisa sediakan bagian lem
yang agak kental.
- Pasanglah mulai dari atas kebawah, setiap bagian yang sudah menempel tekan dengan
menggunakan kain pembersih / majun yang secara tidak lansung akan meratakan bagian yang
tertempel.
- Begitu seterusnya, untuk bagian kedua perhatikan sambunga antara wallpaper tekan dengan
menggunakan kain majun. Kalau kurang lem tambahkan sedikit lem dengan Kp dan tekan lagi
dengan menggunakan kain majun.
- Kalau ada bagian saklar lampu atau stop kontak di sobek sedikit dengan meng cutter dengan
cara silang ( X ), potongan bagian yang tidak perlu. Kemudian pasang kembali pinggiran saklar
lamau atau stok kontak.
3. PEKERJAAN BACKDROP
➢ Peralatan
- Gergaji
- Palu
- Rambu Ukur
- Waterpass
- Meteran
➢ Tenaga
- Pekerja
- Tukang Kayu
- Kepala Tukang
- Mandor
➢ Bahan
- HPL
- Wood panel
- Lem
➢ Metode Pelaksanaan
- Siapkan material yang akan di pakai pada lokasi pekerjaan dan alat alat yang akan dipakai
➢ Teknis Pelaksanaan Pekerjaan
- Pastikan bagian permukaaan dinding yang akan di tempel dalam keadaan rata
- Pasangkan Lem pada bagian bahan yang akan dipasang dengan presisi
4. PEKERJAAN MEJA RESEPSIONIS
➢ Peralatan
- Gergaji
- Palu
- Rambu Ukur
- Waterpass
- Meteran
- Mesin Bor
➢ Tenaga
- Pekerja
- Tukang Kayu
- Kepala Tukang
- Mandor
➢ Bahan
- Rangka utama menggunakan Plywood
- Badan dan Permukaan Meja menggunakan bahan Plywood
- Finishing menggunakan Lapisan HPL dengan ketebalan Minimal 1 mm merk Taco atau Setara
- Ukuran-ukuran, Motif, warna dan bentuk mengikuti gambar desain perencanaan
- Apabila di perlukan, maka perlu ditambah pengaku pada struktur rangka menggunakan bahan
dengan kualitas yang sama
➢ Metode Pelaksanaan
- Pelaksanaan pekerjaan dapat dilaksanakan dilaksanakan di tempat, maupun dilakukan di
Workshop penyediaan jasa, sesuai hasil kesepakatan antara penyedia jasa dengan pengguna
jasa.
- Semua bahan kayu yang digunakan harus dalam kondisi terserut rapi, dilapisi anti-rayap serta
di finishing sesuai dengan design perencana.
➢ Teknis Pelaksanaan Pekerjaan
- Semua pekerjaan harus dibuat oleh pekerja yang kompeten dalam pembuatan furniture.
- Ukuran-ukuran dan bahan disesuaikan dengan gambar perencanaan.
- Semua pekerjaan kayu harus dilakukan dengan presisi yang rapi, seimbang, serta memenuhi
kaidah desain interior.
- Semua sambungan kayu harus rapat, apabila diperlukan dapat diberi penguat pasak/baut/paku,
tanpa mengurangi estetika.
- Pekerjaan pelapisan multiplek dengan HPL harus rapat dan kedap, tidak boleh terdapat rongga
udara yang menyebabkan permukaan menjadi bergelombang/tidak rapi.
5. PEKERJAAN PASANG PINTU
➢ Peralatan
- Gergaji
- Mesin Bor Beton
- Mata Bor Beton
- Obeng / Mata obeng untuk mesin bor
- Palu
- Skur
- Spidol/Pulpen
➢ Tenaga
- Pekerja
- Tukang Kayu
- Kepala Tukang
- Mandor
➢ Bahan
- Kayu borneo, papan
- Lem kayu
➢ Metode Pelaksanaan
- Setelah peralatan sudah siap, berikut langkah-langkah cara pemasangan jendela kaca kayu
borneo yaitu:
➢ Teknis Pelaksanaan Pekerjaan
- Ukur lebar dan tinggi kusen jendela.
- Ukur lebar dan tinggi daun jendela.
- Ketam dan potong daun jendela (bila terlalu lebar dan terlalu tinggi).
- Masukkan/pasang daun jendela pada kusennya, stel sampai masuk dengan toleransi
kelonggaran 3 – 5 mm, baik ke arah lebar maupun kearah tinggi.
- Lepaskan daun jendela, pasang/tanam engsel daun jendela pada tiang daun jendela (sisi tebal)
dengan jarak dari sisi bagian bawah 15-20 cm dari bagian tepi (untuk putaran horizontal) atau
engsel ditanam pada bagian ambang atas daun jendela dengan jarak 15-20 cm dari bagian tepi
(untuk putaran vertikal). Sesuaikan dengan gambar.
- Masukkan/pasang lagi daun jendela pada kusennya, atur sampai sesuai kedudukannya,
kemudian beri tanda pada tiang/ambang atas jendela tempat engsel yang sesuai dengan engsel
pada daun jendela.
- Lepaskan sebelah bagian engsel pada daun jendela dengan cara melepas pennya, kemudian
pasang/tanam pada tiang/ambang atas kusen.
- Pasang kembali daun jendela pada kusennya dengan memasangkan engselnya, kemudian
masukkan pennya sampai pas, sehingga terpasanglah daun jendela pada kusen jendelanya.
- Coba daun jendela dengan cara membuka dan menutup.
- Bila masih dianggap kurang pas, lepaskan daun jendela dengan cara melepaskan pen
Atur lagi sampai daun jendela dapat membuka dan menutup dengan baik, rata dan lurus dengan
kusen.
6. PEKERJAAN PASANG PLAPOND GYPSUM
➢ Peralatan
- Gergaji
- Palu
- Bor Listrik
- Mata Bor Sekrup
- Meteran
- Scaffolding / Steger
- Tangga
➢ Tenaga
- Pekerja
- Tukang kayu
- Kepala Tukang
- Mandor
➢ Bahan
- Hollow 40 x 40 mm
- Hollow 20 x 40 mm
- Paku sekrup
- Gypsum
➢ Metode pelaksanaan
- Pekerjaan plafond Gypsum dikerjakan setelah dilaksanakan pekerjaan rangka plafon.
➢ Teknis pelaksanaan pekerjaan
- Pasang rangka hollow / kayu sesuai ukuran ruangan.
- Pasangkan Gypsum
- Kancing plafon menggunakan sekrup/paku
7. PEKERJAAN PASANG LIST PLAFOND
➢ Peralatan
- Gergaji
- Palu
- Bor Listrik
- Mata Bor Sekrup
- Meteran
- Scaffolding / Steger
- Tangga
➢ Tenaga
- Pekerja
- Tukang Kayu
- Kepala Tukang
- Mandor
➢ Bahan
- List Gypsum
- Screw
➢ Metode Pelaksanaan
- Setelah plafon selesai terpasang, dilanjutkan dengan pemasangan list plafon Gypsum
➢ Teknis Pelaksanaan Pekerjaan
- List di ukur terlebih dahulu berapa meter keliling tepian plafon agar di dapat hasil yang
efektif dan efisien.
- Untuk List plafon kayu dipasang pada pertemuan antara dinding dan plafon dengan perkuatan
menggunakan Sekrup ke rangka plafond dan paku ke tembok.
8. PEKERJAAN PENGECATAN DINDING INTERIOR
➢ Peralatan
- Kuas
- Kape
- Bak cat
- Kuas rol dan tongkatnya
- Amplas
➢ Tenaga
- Pekerja
- Tukang Cat
- Kepala Tukang
- Mandor
➢ Bahan
- Plamir
- Cat Dasar
- Cat Penutup 2X
➢ Metode Pelaksanaan
- Untuk plafond dalam bangunan digunakan cat jenisnya sesuai dengan spesifikasi teknis
➢ Teknis Pelaksanaan Pekerjaan
- Siapkan tenaga kerja, bahan dan alat
- Buat requset pekerjaan dan ajukan kepada Konsultan Pengawas.
- Bersihkan permukaan dinding dari debu dan kotoran dengan kain lap.
- Haluskan plamir yang telah kering dengan amplas
- Cek apakah permukaan sudah rata.
- Aduk cat sesuai dengan petunjuk dari pabrik.
- Lakukan pengecatan dasar dengan alat rol pada bidang yang luas dan dengan kuas untuk
bidang yang sempit
- Jika cat dasar sudah kering lakukan pengecatan ulang tahap selanjutnya sampai finish dan
hasilnya benar - benar rata.
9. PEKERJAAN PENGECATAN PLAFOND
➢ Peralatan
- Kuas
- Kape
- Bak cat
- Kuas rol dan tongkatnya
- Amplas
➢ Tenaga
- Pekerja
- Tukang Cat
- Kepala Tukang
- Mandor
➢ Bahan
- Plamir
- Cat Dasar
- Cat Penutup 2X
➢ Metode Pelaksanaan
- Untuk plafond dalam bangunan digunakan cat jenisnya sesuai dengan spesifikasi teknis
➢ Teknis Pelaksanaan Pekerjaan
- Siapkan tenaga kerja, bahan dan alat
- Buat requset pekerjaan dan ajukan kepada Konsultan Pengawas.
- Bersihkan permukaan dinding dari debu dan kotoran dengan kain lap.
- Haluskan plamir yang telah kering dengan amplas
- Cek apakah permukaan sudah rata.
- Aduk cat sesuai dengan petunjuk dari pabrik.
- Lakukan pengecatan dasar dengan alat rol pada bidang yang luas dan dengan kuas untuk
bidang yang sempit
- Jika cat dasar sudah kering lakukan pengecatan ulang tahap selanjutnya sampai finish dan
hasilnya benar - benar rata.
10. PEKERJAAN PASANG LAMPU DOWNLIGT
➢ Peralatan
- Palu
- Tang Potong
- Tang Listrik
- Tespen
- Lasdop
- Obeng +
- Tee Dos
- Isolasi Tape Listrik
➢ Tenaga
- Pekerja
- Tukang Listrik
- Kepala Tukang
- Mandor
➢ Bahan
- Kabel listrik NYY tunggal
- Pipa listrik EGA ½”
- Lampu downlight PL - C 18 W
➢ Metode Pelaksanaan
- Pekerjaan Pasangan Instalasi Listrik bisa dilakukan bersamaan dengan pekerjaan plesteran
dinding, agar kabel dari intsalasi listrik tertutup dengan plesteran.Semua hantaran (kabel)
yang ditarik dalam pipa / cabelduct harus diusahakan tidak tampak dari luar (tertanam).
➢ Teknis Pelaksanaan Pekerjaan
- Pekerjaan Pasangan Instalasi Listrik bisa dilakukan bersamaan dengan pekerjaan plesteran
dinding, agar kabel dari intsalasi listrik tertutup dengan plesteran.
- Semua hantaran (kabel) yang ditarik dalam pipa / cabelduct harus diusahakan tidak tampak
dari luar (tertanam).