Peningkatan Jalan Wibawa Mukti 2 Kel. Jati Asih

Basic Information
Type: Public Tender
Tender Code: 10048273000
Date: 18 June 2025
Year: 2025
KLPD: Kota Bekasi
Work Unit: Dinas Bina Marga Dan Sumber Daya Air
Procurement Type: Pekerjaan Konstruksi
Method: Tender - Pascakualifikasi Satu File - Harga Terendah Sistem Gugur
Contract Type: Harga Satuan
Financial Information
Value (Nilai Pagu): Rp 9,600,000,000
Estimated Value (Nilai HPS): Rp 9,421,780,085
Winner (Pemenang): CV Lirita Anugerah Sejati
NPWP: 00*9**3****27**0
RUP Code: 59635086
Work Location: Jatiasih - Bekasi (Kota)
Participants: 39
Applicants
Reason
CV Lirita Anugerah Sejati
00*9**3****27**0Rp 9,110,857,759-
0015536113009000--
0914537014444000Rp 8,767,141,859Tidak menyampaikan Hasil Pemeriksaan dan Pengujian K3 untuk Peralatan Utama Wheel Excavator
Nusa Mitra Lestari Sukses
08*1**1****27**0Rp 8,809,364,379Tidak menyampaikan Bukti Kepemilikan dan Hasil Pemeriksaan dan Pengujian K3 Peralatan Utama Wheel Excavator
0316375880086000Rp 8,675,685,159Tidak menyampaikan Hasil pemeriksaan dan Pengujian K3 untuk Peralatan Utama (Tandem Roller, Asphalt Finisher, Tyre Roller dan Wheel Excavator)
PT Saroha Nauli Cemerlang
02*2**2****08**0--
0314592635002000--
PT Napauli Dionma Sukses
09*1**0****01**0--
0022931661009000--
PT Royal Inti Mahiro
07*6**9****09**0--
CV Bangun Jaya Baru
03*5**8****07**0--
Roy Abadi Sejahtera
05*8**1****25**0--
0655007383434000--
CV Misael Yabes
09*2**6****47**0--
Media Indonesia Bersinar
04*3**5****07**0--
CV Fajar Pratama
00*9**4****32**0--
0762879765412000--
0946821964432000--
0705288926407000--
CV Raja Multi Bintang
06*3**0****47**0--
0844132886028000--
0023466006042000--
PT Erista Jaya
03*3**8****07**0--
0822222220448000--
0016509168407000--
PT Daniel Sumber Rezeki
09*9**3****32**0--
0023186216001000--
0961246840009000--
0728046640435000--
0020744652432000--
0416109858447000--
0804457232529000--
PT Toba Maju Perkasa
06*8**3****47**0--
0030967608008000--
CV Hri Portibi
07*8**5****11**0--
0316658343435000--
0916336340117000--
Nael Raja Trivima
01*7**2****47**0--
CV Mian Mandiri
10*0**0****92**1--
Attachment
Uraian Pekerjaan Konstruksi                       
                                                                      
                                                                      
Uraian pekerjaan yang digunakan pada Peningkatan Jalan Wibawa Mukti 2 Kel. Jati
Asih, antara lain:                                                    
                                                                      
a)  Pekerjaan Lapis Resap Pengikat (Prime Coat)                       
    Prime Coat dihampar di atas permukaan pondasi tanpa bahan pengikat seperti
                                                                      
    Lapis Pondasi Agregat. Kegunaan dari prime coat yaitu memberi daya ikat antara
    lapis pondasi agregat dengan campuran beraspal dan mencegah lepasnya
                                                                      
    butiran lapis pondasi agregat jika dil jika dilewati kendaraan (sebelum dilapis
    dengan campuran beraspal. Selain itu dapat menjaga lapis pondasi agregat dari
                                                                      
    pengaruh cuaca, khususnya hujan. Sehingga air tidak masuk ke dalam lapis
    fondasi agregat yang jika terjadi dapat menyebabkan kerusakan struktur.
                                                                      
    Berikut tahapan pekerjaan Prime Coat antara lain:                 
        1.  Permukaan jalan yang akan dihampar prime coat harus dibersihkan
            terlebih dahulu dengan menggunakan kompresor angin (air   
                                                                      
            compressor) untuk mengurangi kadar lumpur atau debu yang ada
            sehingga tekstur perkerasan lama terlihat jelas;          
                                                                      
        2.  Bagian permukaan jalan yang dihampar dengan prime coat hanya
            pada permukaan lapisan pondasi agregat;                   
                                                                      
        3.  Aspal distributor dikalibrasi terlebih dahulu, seperti sudut nosel,
            ketinggian dan kecepatan kendaraan. Ketinggian batang penyemprot
                                                                      
            diatur sedemikian rupa disesuaikan dengan jarak nosel agar diperoleh
            penyemprotan yang tumpang tindih sebanyak 2 – 3 kali;     
                                                                      
        4.  Penyemprotan dilakukan secara merata sepanjang jalan agar tidak
            mengganggu pekerjaan;                                     
                                                                      
        5.  Di lokasi pekerjaan dilakukan pencampuran aspal & kerosin dengan
            perbandingan aspal 80% : kerosin 20% atau sesuai dengan spesifikasi
                                                                      
            dan petunjuk Direksi Pekerjaan;                           
        6.  Hasil pencampuran dimasukkan ke dalam asphalt distributor/asphalt
                                                                      
            sprayer.                                                  
b)  Pekerjaan Lapis Perekat (Tack Coat)                               
                                                                      
    Pekerjaan Lapis Perekat (tack coat) akan memberi daya ikat antara lapis lama
    dengan baru, dan dipasang pada permukaan beraspal atau beton semen yang
                                                                      
    kering dan bersih. Jika daya ikat yang dihasilkan tidak baik, akan menyebabkan
    terjadinya pergeseran atau slip. Lapis beraspal yang baru akan menjadi sungkur
    (shoved) searah pergerakan lalu-lintas, terutama pada daerah-daerah
    tanjakan/turunan atau lokasi-lokasi perlambatan/percepatan. Berikut tahapan
                                                                      
    pekerjaan tack coat antara lain:                                  
        1.  Permukaan yang akan dilapisi dengan tack coat terlebih dahulu
                                                                      
            dibersihkan dari debu dan kotoran lainnya dengan menggunakan
            kompresor angin (air compressor);                         
                                                                      
        2.  Jika kondisi permukaan jalan lama sudah bersih maka tack coat
            mulai dihampar secara merata dengan menggunakan asphalt spayer
                                                                      
            tujuannya untuk merekatkan antara permukaan lama dengan yang
            baru (AC-WC - Levelling);                                 
                                                                      
        3.  Bahan dasar berupa aspal dan kerosin dicampur dengan komposisi
            sesuai spesifikasi dan kemudian dipanaskan sehingga menjadi
                                                                      
            campuran aspal cair;                                      
        4.  Untuk mengetahui kadar lapis perekat per m2 dilakukan paper test di
            lokasi pekerjaan.                                         
                                                                      
                                                                      
                                                                      
                                                                      
                                                                      
                                                                      
                                                                      
                                                                      
                Ilustrasi Penyemprotan Prime Coat dan Tack Coat       
                                                                      
                                                                      
c)  Pekerjaan Lapis Aspal Beton (Laston / AC-WC)                      
                                                                      
    Berikut tahapan pekerjaan Lapis Aspal Beton (Laston /AC-WC) :     
        1.  Material pekerjaan aspal panas yang berada dalam dump truck tiba di
                                                                      
            lokasi pekerjaan dan ditumpahkan dalam mesin penghampar   
            (finisher) dengan temperatur suhu antara 130 0C - 150 0C. Pelaksana
                                                                      
            Lapangan wajib melakukan pengecekan temperatur aspal yang 
            disaksikan oleh Pelaksana Teknis atau pengawas Lapangan serta
                                                                      
            didokumentasikan;                                         
        2.  Pada saat penghamparan aspal, dump truck dirapatkan pada mesin
                                                                      
            penghampar, kemudian bak dump truck dijungkitkan dan gigi 
            perseneling dan rem dump truck dibiarkan bebas, sementara mesin
                                                                      
            penghampar mendorong dump truk ke depan;                  
        3.  Pintu dump truck dibuka di atas hopper dan campuran dibiarkan
            mengalir ke dalam hopper tanpa segregasi. Kemudian campuran
                                                                      
            beraspal mengalir dari hopper sepanjang batang ulir (auger) dan
            membagi rata keluar mesin penghampar yang diratakan dengan
                                                                      
            screed;                                                   
        4.  Sepatru perata (screed) akan meratakan dan memadatkan campuran
                                                                      
            beraspal panas serta menghaluskan permukaan hamparan campuran
            beraspal dengan pelat pemadat (tamper) sebelum dilakukan  
                                                                      
            pemadatan awal (break down rolling) dengan mesin pemadat roda baja
            (tandem roller) pada temperatur suhu 125 0C - 145 0C. Kemudian,
                                                                      
            petugas memonitor temperatur campuran beraspal panas, dan bila
            perlu merapikan tepi hamparan menggunakan alat bantu (rakes).
                                                                      
            Selanjutnya campuran beraspal digilas dengan tandem roller
            sebanyak 1 - 2 lintasan;                                  
        5.  Setelah dilakukan pemadatan awal dilanjutkan dengan pemadatan
                                                                      
            antara (intermediate rolling) menggunakan pneumatic tyre roller (PTR).
            Kondisi aspal berada pada temperatur suhu antara 100 0C - 125 0C
                                                                      
            yang artinya selama pemadatan antara dimulai hingga selesai tidak
            boleh kurang dari temperatur suhu yang telah ditentukan. Pemadatan
                                                                      
            antara intermediate rolling) dilakukan beberapa lintasan sampai
            medekati kepadatan standar kerja (Job Standar Density). Selanjutnya
                                                                      
            pemadatan akhir (finish rolling) menggunakan tandem roller dihampar
            pada temperatur suhu > 95 0C (diatas 95 0C) untuk meratakan dan
                                                                      
            merapikan alur yang mebekas akibat penggilasan pneumatic tyre
            roller;                                                   
                                                                      
        6.  Penghamparan ditekan pada ketebalan lapisan permukaan dibuat
            dan mengikuti superelevasi jalan pada bagian lurus maupun pada
                                                                      
            tikungan;                                                 
        7.  Pemadatan hendaknya dilakukan dari tepi berangsur-angsur  
                                                                      
            ketengah, dengan arah sejajar as jalan dan jejak roda harus saling
            menutup dengan lebar yang cukup;                          
                                                                      
        8.  Penggilasan dimulai dari bagian rendah, overlap penggilasan 15 cm di
            sebelah luar yang telah digilas;                          
                                                                      
        9.  Untuk menghindari campuran tidak terbawa maka roda sering 
            dibasahi dengan air;                                      
        10. Penyedia wajib menyerahkan hasil pengujian material (Job Mix Design)
            yang akan digunakan dan komposisi harus sesuai spesifikasi teknik
                                                                      
            yang disyaratkan;                                         
        11. Perawatan dan perlindungan aspal :                        
                                                                      
            -  Perlindungan perkerasan yang sudah selesai             
            -  Perlindungan terhadap hujan                            
                                                                      
            -  Toleransi tebal                                        
            -  Pembukaan dan pembatasan lalu lintas