| Reason | |||
|---|---|---|---|
| 0863375580432000 | Rp 1,430,683,458 | - | |
| 0316658343435000 | Rp 1,415,585,564 | Tidak Melampirkan penilaian kinerja sampai masa pemeliharaan FHO dengan predikat minimal baik Peralatan Untuk Peralatan utama Tandem Roller, Asphalt Spayer tidak melampirkan bukti kepemilikan alat dari pemberi sewa untuk alat Waterpass Automatic Level belum di ttd direktur | |
| 0635065840412000 | Rp 1,370,000,000 | berdasarkan klarifikasi ke Dinas Tenaga Kerja Dan Transmigrasi DKI Jakarta Hasil Pemeriksaan dan Pengujian Berkala untuk peralatan Utama (Tandem Roller) yang disampaikan tidak teregister | |
CV Mike Jordan Perkasa | 06*8**6****47**0 | Rp 1,344,941,759 | Surat perjanjian sewa peralatan utama mobil pickup nomor polisi KB 8451 WA An. Abdul Aziz putra tidak dapat di klarifikasi keabsahannya kepada pemberi sewa/pemilik kendaraan |
| 0916336340117000 | - | - | |
| 0722968047442000 | - | - | |
| 0702581570442000 | - | - | |
CV Satya Karya | 09*4**0****48**0 | - | - |
Roy Abadi Sejahtera | 05*8**1****25**0 | - | - |
CV Rileq Konstruksi | 00*4**4****05**0 | - | - |
PT Daniel Sumber Rezeki | 09*9**3****32**0 | - | - |
PT Erista Jaya | 03*3**8****07**0 | - | - |
| 0940117245443000 | - | - | |
Cahaya Surya Imani | 08*8**7****35**0 | - | - |
| 0844132886028000 | - | - | |
PT Toba Maju Perkasa | 06*8**3****47**0 | - | - |
PT Karya Kontruksi Nusantara | 09*3**7****07**0 | - | - |
Media Indonesia Bersinar | 04*3**5****07**0 | - | - |
Nael Raja Trivima | 01*7**2****47**0 | - | - |
PT Nobel Kontruksi System | 06*3**2****07**0 | - | - |
| 0723660890412000 | - | - |
Uraian Pekerjaan Konstruksi
Uraian pekerjaan yang dapat digunakan pada Rekonstruksi Jalan - Paket 12
Kec. Jati Sampurna, antara lain:
Pekerjaan Perkerasan Jalan Aspal
1. Pekerjaan Lapis Resap Pengikat (Prime Coat)
Prime Coat dihampar di atas permukaan pondasi tanpa bahan pengikat
seperti Lapis Pondasi Agregat. Kegunaan dari prime coat yaitu memberi
daya ikat antara lapis pondasi agregat dengan campuran beraspal dan
mencegah lepasnya butiran lapis pondasi agregat jika dil jika dilewati
kendaraan (sebelum dilapis dengan campuran beraspal. Selain itu dapat
menjaga lapis pondasi agregat dari pengaruh cuaca, khususnya hujan.
Sehingga air tidak masuk ke dalam lapis fondasi agregat yang jika terjadi
dapat menyebabkan kerusakan struktur. Berikut tahapan pekerjaan
Prime Coat antara lain:
Permukaan jalan yang akan dihampar prime coat harus dibersihkan
terlebih dahulu dengan menggunakan kompresor angin (air
compressor) untuk mengurangi kadar lumpur atau debu yang ada
sehingga tekstur perkerasan lama terlihat jelas;
Bagian permukaan jalan yang dihampar dengan prime coat hanya
pada permukaan lapisan pondasi agregat;
Aspal distributor dikalibrasi terlebih dahulu, seperti sudut nosel,
ketinggian dan kecepatan kendaraan. Ketinggian batang penyemprot
diatur sedemikian rupa disesuaikan dengan jarak nosel agar
diperoleh penyemprotan yang tumpang tindih sebanyak 2 – 3 kali;
Penyemprotan dilakukan secara merata sepanjang jalan agar tidak
mengganggu pekerjaan;
Di lokasi pekerjaan dilakukan pencampuran aspal & kerosin dengan
perbandingan aspal 80% : kerosin 20% atau sesuai dengan
spesifikasi dan petunjuk Direksi Pekerjaan;
Hasil pencampuran dimasukkan ke dalam asphalt
distributor/asphalt sprayer.
2. Pekerjaan Lapis Perekat (Tack Coat)
Pekerjaan Lapis Perekat (tack coat) akan memberi daya ikat antara lapis
lama dengan baru, dan dipasang pada permukaan beraspal atau beton
semen yang kering dan bersih. Jika daya ikat yang dihasilkan tidak baik,
akan menyebabkan terjadinya pergeseran atau slip. Lapis beraspal yang
baru akan menjadi sungkur (shoved) searah pergerakan lalu-lintas,
terutama pada daerah-daerah tanjakan/turunan atau lokasi-lokasi
perlambatan/percepatan. Berikut tahapan pekerjaan tack coat antara
lain:
Permukaan yang akan dilapisi dengan tack coat terlebih dahulu
dibersihkan dari debu dan kotoran lainnya dengan menggunakan
kompresor angin (air compressor);
Jika kondisi permukaan jalan lama sudah bersih maka tack coat
mulai dihampar secara merata dengan menggunakan asphalt spayer
tujuannya untuk merekatkan antara permukaan lama dengan yang
baru;
Bahan dasar berupa aspal dan kerosin dicampur dengan komposisi
sesuai spesifikasi dan kemudian dipanaskan sehingga menjadi
campuran aspal cair;
Untuk mengetahui kadar lapis perekat per m2 dilakukan paper test
di lokasi pekerjaan.
Ilustrasi Penyemprotan Prime Coat dan Tack Coat
3. Pekerjaan Aspal Beton
Berikut tahapan pekerjaan Lapis Aspal Beton:
Material pekerjaan aspal panas yang berada dalam dump truck tiba
di lokasi pekerjaan dan ditumpahkan dalam mesin penghampar
(finisher) dengan temperatur suhu antara 130 0C - 150 0C.
Pelaksana Lapangan wajib melakukan pengecekan temperatur aspal
yang disaksikan oleh Pelaksana Teknis atau pengawas Lapangan
serta didokumentasikan;
Pada saat penghamparan aspal, dump truck dirapatkan pada mesin
penghampar, kemudian bak dump truck dijungkitkan dan gigi
perseneling dan rem dump truck dibiarkan bebas, sementara mesin
penghampar mendorong dump truck ke depan;
Pintu dump truck dibuka di atas hopper dan campuran dibiarkan
mengalir ke dalam hopper tanpa segregasi. Kemudian campuran
beraspal mengalir dari hopper sepanjang batang ulir (auger) dan
membagi rata keluar mesin penghampar yang diratakan dengan
screed;
Sepatru perata (screed) akan meratakan dan memadatkan campuran
beraspal panas serta menghaluskan permukaan hamparan
campuran beraspal dengan pelat pemadat (tamper) sebelum
dilakukan pemadatan awal (break down rolling) dengan mesin
pemadat roda baja (tandem roller) pada temperatur suhu 125 0C -
145 0C. Kemudian, petugas memonitor temperatur campuran
beraspal panas, dan bila perlu merapikan tepi hamparan
menggunakan alat bantu (rakes). Selanjutnya campuran beraspal
digilas dengan tandem roller sebanyak 1 - 2 lintasan;
Setelah dilakukan pemadatan awal dilanjutkan dengan pemadatan
antara (intermediate rolling) menggunakan pneumatic tyre roller (PTR).
Kondisi aspal berada pada temperatur suhu antara 100 0C - 125 0C
yang artinya selama pemadatan antara dimulai hingga selesai tidak
boleh kurang dari temperatur suhu yang telah ditentukan.
Pemadatan antara (intermediate rolling) dilakukan beberapa lintasan
sampai medekati kepadatan standar kerja (Job Standar Density).
Selanjutnya pemadatan akhir (finish rolling) menggunakan tandem
roller dihampar pada temperatur suhu > 95 0C (diatas 95 0C) untuk
meratakan dan merapikan alur yang mebekas akibat penggilasan
pneumatic tyre roller;
Penghamparan ditekan pada ketebalan lapisan permukaan dibuat
dan mengikuti superelevasi jalan pada bagian lurus maupun pada
tikungan;
Pemadatan hendaknya dilakukan dari tepi berangsur-angsur
ketengah, dengan arah sejajar as jalan dan jejak roda harus saling
menutup dengan lebar yang cukup;
Penggilasan dimulai dari bagian rendah, overlap penggilasan 15 cm
di sebelah luar yang telah digilas;
Untuk menghindari campuran tidak terbawa maka roda sering
dibasahi dengan air;
Penyedia wajib menyerahkan hasil pengujian material (Job Mix
Design) yang akan digunakan dan komposisi harus sesuai spesifikasi
teknik yang disyaratkan;
Perawatan dan perlindungan aspal:
- Perlindungan perkerasan yang sudah selesai
- Perlindungan terhadap hujan
- Toleransi tebal
- Pembukaan dan pembatasan lalu lintas