PEMERINTAH KOTA BEKASI
DINAS BINA MARGA DAN SUMBER DAYA AIR
URAIAN SINGKAT
PEKERJAAN
TAHUN ANGGARAN 2025
Pekerjaan Perkerasan Jalan Aspal
1. Pekerjaan Lapis Resap Pengikat (Prime Coat)
Prime Coat dihampar di atas permukaan pondasi tanpa bahan pengikat seperti
Lapis Pondasi Agregat. Kegunaan dari prime coat yaitu memberi daya ikat antara
lapis pondasi agregat dengan campuran beraspal dan mencegah lepasnya butiran
lapis pondasi agregat jika dil jika dilewati kendaraan (sebelum dilapis dengan
campuran beraspal. Selain itu dapat menjaga lapis pondasi agregat dari pengaruh
cuaca, khususnya hujan. Sehingga air tidak masuk ke dalam lapis fondasi agregat
yang jika terjadi dapat menyebabkan kerusakan struktur. Berikut tahapan
pekerjaan Prime Coat antara lain:
• Permukaan jalan yang akan dihampar prime coat harus dibersihkan terlebih
dahulu dengan menggunakan kompresor angin (air compressor) untuk
mengurangi kadar lumpur atau debu yang ada sehingga tekstur perkerasan
lama terlihat jelas;
• Bagian permukaan jalan yang dihampar dengan prime coat hanya pada
permukaan lapisan pondasi agregat;
• Aspal distributor dikalibrasi terlebih dahulu, seperti sudut nosel, ketinggian
dan kecepatan kendaraan. Ketinggian batang penyemprot diatur sedemikian
rupa disesuaikan dengan jarak nosel agar diperoleh penyemprotan yang
tumpang tindih sebanyak 2 – 3 kali;
• Penyemprotan dilakukan secara merata sepanjang jalan agar tidak
mengganggu pekerjaan;
• Di lokasi pekerjaan dilakukan pencampuran aspal & kerosin dengan
perbandingan aspal 80% : kerosin 20% atau sesuai dengan spesifikasi dan
petunjuk Direksi Pekerjaan;
• Hasil pencampuran dimasukkan ke dalam asphalt distributor/asphalt
sprayer.
2. Pekerjaan Lapis Perekat (Tack Coat)
Pekerjaan Lapis Perekat (tack coat) akan memberi daya ikat antara lapis lama
dengan baru, dan dipasang pada permukaan beraspal atau beton semen yang
kering dan bersih. Jika daya ikat yang dihasilkan tidak baik, akan menyebabkan
terjadinya pergeseran atau slip. Lapis beraspal yang baru akan menjadi sungkur
(shoved) searah pergerakan lalu-lintas, terutama pada daerah-daerah
tanjakan/turunan atau lokasi-lokasi perlambatan/percepatan. Berikut tahapan
pekerjaan tack coat antara lain:
Halaman 2 dari 4
• Permukaan yang akan dilapisi dengan tack coat terlebih dahulu dibersihkan
dari debu dan kotoran lainnya dengan menggunakan kompresor angin (air
compressor);
• Jika kondisi permukaan jalan lama sudah bersih maka tack coat mulai
dihampar secara merata dengan menggunakan asphalt spayer tujuannya
untuk merekatkan antara permukaan lama dengan yang baru;
• Bahan dasar berupa aspal dan kerosin dicampur dengan komposisi sesuai
spesifikasi dan kemudian dipanaskan sehingga menjadi campuran aspal cair;
• Untuk mengetahui kadar lapis perekat per m2 dilakukan paper test di lokasi
pekerjaan.
Ilustrasi Penyemprotan Prime Coat dan Tack Coat
3. Pekerjaan Aspal Beton
Berikut tahapan pekerjaan Lapis Aspal Beton:
• Material pekerjaan aspal panas yang berada dalam dump truck tiba di lokasi
pekerjaan dan ditumpahkan dalam mesin penghampar (finisher) dengan
temperatur suhu antara 130 0C - 150 0C. Pelaksana Lapangan wajib
melakukan pengecekan temperatur aspal yang disaksikan oleh Pelaksana
Teknis atau pengawas Lapangan serta didokumentasikan;
• Pada saat penghamparan aspal, dump truck dirapatkan pada mesin
penghampar, kemudian bak dump truck dijungkitkan dan gigi perseneling dan
rem dump truck dibiarkan bebas, sementara mesin penghampar mendorong
dump truck ke depan;
• Pintu dump truck dibuka di atas hopper dan campuran dibiarkan mengalir ke
dalam hopper tanpa segregasi. Kemudian campuran beraspal mengalir dari
hopper sepanjang batang ulir (auger) dan membagi rata keluar mesin
penghampar yang diratakan dengan screed;
• Sepatru perata (screed) akan meratakan dan memadatkan campuran beraspal
panas serta menghaluskan permukaan hamparan campuran beraspal dengan
Halaman 3 dari 4
pelat pemadat (tamper) sebelum dilakukan pemadatan awal (break down
rolling) dengan mesin pemadat roda baja (tandem roller) pada temperatur suhu
125 0C - 145 0C. Kemudian, petugas memonitor temperatur campuran
beraspal panas, dan bila perlu merapikan tepi hamparan menggunakan alat
bantu (rakes). Selanjutnya campuran beraspal digilas dengan tandem roller
sebanyak 1 - 2 lintasan;
• Setelah dilakukan pemadatan awal dilanjutkan dengan pemadatan antara
(intermediate rolling) menggunakan pneumatic tyre roller (PTR). Kondisi aspal
berada pada temperatur suhu antara 100 0C - 125 0C yang artinya selama
pemadatan antara dimulai hingga selesai tidak boleh kurang dari temperatur
suhu yang telah ditentukan. Pemadatan antara (intermediate rolling)
dilakukan beberapa lintasan sampai medekati kepadatan standar kerja (Job
Standar Density). Selanjutnya pemadatan akhir (finish rolling) menggunakan
tandem roller dihampar pada temperatur suhu > 95 0C (diatas 95 0C) untuk
meratakan dan merapikan alur yang mebekas akibat penggilasan pneumatic
tyre roller;
• Penghamparan ditekan pada ketebalan lapisan permukaan dibuat dan
mengikuti superelevasi jalan pada bagian lurus maupun pada tikungan;
• Pemadatan hendaknya dilakukan dari tepi berangsur-angsur ketengah,
dengan arah sejajar as jalan dan jejak roda harus saling menutup dengan
lebar yang cukup;
• Penggilasan dimulai dari bagian rendah, overlap penggilasan 15 cm di sebelah
luar yang telah digilas;
• Untuk menghindari campuran tidak terbawa maka roda sering dibasahi
dengan air;
• Penyedia wajib menyerahkan hasil pengujian material (Job Mix Design) yang
akan digunakan dan komposisi harus sesuai spesifikasi teknik yang
disyaratkan;
• Perawatan dan perlindungan aspal:
- Perlindungan perkerasan yang sudah selesai
- Perlindungan terhadap hujan
- Toleransi tebal
- Pembukaan dan pembatasan lalu lintas
Halaman 4 dari 4