Metode Kerja Pekerjaan Konstruksi
Metode kerja yang dapat digunakan pada Pemeliharaan Jalan Kota Bekasi (Jl. Alhusna 2 RT 02 dan
Jl. Durian RT 01 RW 07 Kel. Padurenan), antara lain:
Pekerjaan Perkerasan Jalan Beton
a) Spesifikasi teknis perkerasan jalan menggunakan ;
b) Sebelum dilaksanakan pengecoran jalan, terlebih dahulu penyedia wajib melakukan
pengukuran level jalan agar ketahuan bagian yang perlu dilakukan penghamparan material
Lapis Pondasi Agregat Kelas A (LPA). Setelah itu, dilakukan pemadatan dengan alat Vibro Roller
serta memasang acuan/mal;
c) Jika lokasi dirasa sudah siap maka penyedia mengundang Tim Teknis dari dinas untuk
mendapat persetujuan melakukan pengecoran jalan;
d) Selanjutnya Penyedia melakukan pemesanan dari Batching Plant;
e) tiba di lokasi pekerjaan sebelum initial setting time (waktu ikat awal) dan dilakukan secara
berkesinambungan tanpa berhenti sesuai dengan volume beton yang telah disetujui dalam
kontrak. Pekerja di lapangan minimal 15 orang yang telah menggunakan peralatan K3;
f) Pada saat pengecoran jalan wajib terlebih dahulu dilakukan slump test yang disaksikan oleh Tim
Teknis dari dinas, Konsultan Supervisi dan Pelaksana Lapangan untuk memastikan kesesuaian
spesifikasi teknis. Pelaksana Lapangan wajib mengambil minimal 3 sampel beton untuk di uji di
laboratorium;
g) Sebelum beton dituang ke jalan, Pelaksana Lapangan menginstruksikan lebih dahulu dipasang
plastic sheet. Jika hal itu tidak dilakukan maka Tim Teknis dari dinas atau Konsultan Supervisi
berhak memberhentikan pekerjaan sampai hal tersebut dilakukan;
h) Setelah beton tergelar di lokasi, Pelaksana Lapangan wajib memastikan sudutan jalan (posisi
acuan/mal) tidak ada yang kopong sehingga harus dipadatkan dengan menggunakan concrete
vibrator dan meratakan bagian permukaan dengan jidar sesuai dengan ketebalan dan elevasi
rencana;
i) Beton tergelar sebelum kering dibuat menjadi kasar dengan membuat alur (grooving) pada arah
melintang jalan;
j) Setelah dilakukan grooving dan beton mulai mengikat (pengikatan awal), permukaan beton
diberikan curing compound atau pembungkusan dengan bahan penyerap air seperti penutupan
dengan geotextile/karung goni yang basah paling sedikit 3 hari sejak dari pengecoran. Jika
menggunakan acuan/mal yang terbuat dari kayu maka harus dipertahankan basah setiap saat
untuk mencegah terbukanya sambungan-sambungan dan pengeringan beton;
k) Dalam kondisi beton sudah mulai mengeras, Pelaksana Lapangan menginstruksikan kepada
pekerja untuk membuat joint sealant menggunakan alat concrete cutting dengan jarak dan
ketebalan yang telah ditentukan yang dilakukan secara melintang;
l) Bekas joint sealant diisi dengan material yang fleksibel (tidak kaku) sesuai dengan spesifikasi;
m) Di akhir pekerjaan fisik kegiatan, penyedia wajib menyiapkan rambu penutupan jalan sampai
pembukaan lalu lintas setelah mendapat ijin dari Tim Teknis atau Konsultan Supervisi; dan
n) Sebelum dilakukan serah terima pekerjaan, penyedia wajib membersikan lokasi kegiatan seperti
melepas acuan/mal, membuang bongkaran beton dan lainnya.