Metode Kerja Pekerjaan Konstruksi
Metode kerja yang dapat digunakan pada Peningkatan Jalan Jl. Bunga Sakura Raya RW17 Perum
Sakura Regency Jatiasih , Kota Bekasi antara lain:
Pekerjaan Perkerasan Jalan Aspal
1. Pekerjaan Lapis Resap Pengikat (Prime Coat)
Prime Coat dihampar di atas permukaan pondasi tanpa bahan pengikat seperti Lapis Pondasi
Agregat. Kegunaan dari prime coat yaitu memberi daya ikat antara lapis pondasi agregat dengan
campuran beraspal dan mencegah lepasnya butiran lapis pondasi agregat jika dil jika dilewati
kendaraan (sebelum dilapis dengan campuran beraspal. Selain itu dapat menjaga lapis pondasi
agregat dari pengaruh cuaca, khususnya hujan. Sehingga air tidak masuk ke dalam lapis fondasi
agregat yang jika terjadi dapat menyebabkan kerusakan struktur. Berikut tahapan pekerjaan
Prime Coat antara lain:
• Permukaan jalan yang akan dihampar prime coat harus dibersihkan terlebih dahulu dengan
menggunakan kompresor angin (air compressor) untuk mengurangi kadar lumpur atau debu
yang ada sehingga tekstur perkerasan lama terlihat jelas;
• Bagian permukaan jalan yang dihampar dengan prime coat hanya pada permukaan lapisan
pondasi agregat;
• Aspal distributor dikalibrasi terlebih dahulu, seperti sudut nosel, ketinggian dan kecepatan
kendaraan. Ketinggian batang penyemprot diatur sedemikian rupa disesuaikan dengan jarak
nosel agar diperoleh penyemprotan yang tumpang tindih sebanyak 2 – 3 kali;
• Penyemprotan dilakukan secara merata sepanjang jalan agar tidak mengganggu pekerjaan;
• Di lokasi pekerjaan dilakukan pencampuran aspal & kerosin dengan perbandingan aspal 80%
: kerosin 20% atau sesuai dengan spesifikasi dan petunjuk Direksi Pekerjaan;
• Hasil pencampuran dimasukkan ke dalam asphalt distributor/asphalt sprayer.
2. Pekerjaan Lapis Perekat (Tack Coat)
Pekerjaan Lapis Perekat (tack coat) akan memberi daya ikat antara lapis lama dengan baru, dan
dipasang pada permukaan beraspal atau beton semen yang kering dan bersih. Jika daya ikat yang
dihasilkan tidak baik, akan menyebabkan terjadinya pergeseran atau slip. Lapis beraspal yang
baru akan menjadi sungkur (shoved) searah pergerakan lalu-lintas, terutama pada daerah-daerah
tanjakan/turunan atau lokasi-lokasi perlambatan/percepatan. Berikut tahapan pekerjaan tack
coat antara lain:
• Permukaan yang akan dilapisi dengan tack coat terlebih dahulu dibersihkan dari debu dan
kotoran lainnya dengan menggunakan kompresor angin (air compressor);
• Jika kondisi permukaan jalan lama sudah bersih maka tack coat mulai dihampar secara
merata dengan menggunakan asphalt spayer tujuannya untuk merekatkan antara
permukaan lama dengan yang baru;
• Bahan dasar berupa aspal dan kerosin dicampur dengan komposisi sesuai spesifikasi dan
kemudian dipanaskan sehingga menjadi campuran aspal cair;
• Untuk mengetahui kadar lapis perekat per m2 dilakukan paper test di lokasi pekerjaan.
Ilustrasi Penyemprotan Prime Coat dan Tack Coat
3. Pekerjaan Aspal Beton
Berikut tahapan pekerjaan Lapis Aspal Beton:
• Material pekerjaan aspal panas yang berada dalam dump truck tiba di lokasi pekerjaan dan
ditumpahkan dalam mesin penghampar (finisher) dengan temperatur suhu antara 130 0C -
150 0C. Pelaksana Lapangan wajib melakukan pengecekan temperatur aspal yang disaksikan
oleh Pelaksana Teknis atau pengawas Lapangan serta didokumentasikan;
• Pada saat penghamparan aspal, dump truck dirapatkan pada mesin penghampar, kemudian
bak dump truck dijungkitkan dan gigi perseneling dan rem dump truck dibiarkan bebas,
sementara mesin penghampar mendorong dump truck ke depan;
• Pintu dump truck dibuka di atas hopper dan campuran dibiarkan mengalir ke dalam hopper
tanpa segregasi. Kemudian campuran beraspal mengalir dari hopper sepanjang batang ulir
(auger) dan membagi rata keluar mesin penghampar yang diratakan dengan screed;
• Sepatru perata (screed) akan meratakan dan memadatkan campuran beraspal panas serta
menghaluskan permukaan hamparan campuran beraspal dengan pelat pemadat (tamper)
sebelum dilakukan pemadatan awal (break down rolling) dengan mesin pemadat roda baja
(tandem roller) pada temperatur suhu 125 0C - 145 0C. Kemudian, petugas memonitor
temperatur campuran beraspal panas, dan bila perlu merapikan tepi hamparan
menggunakan alat bantu (rakes). Selanjutnya campuran beraspal digilas dengan tandem roller
sebanyak 1 - 2 lintasan;
• Setelah dilakukan pemadatan awal dilanjutkan dengan pemadatan antara (intermediate
rolling) menggunakan pneumatic tyre roller (PTR). Kondisi aspal berada pada temperatur suhu
antara 100 0C - 125 0C yang artinya selama pemadatan antara dimulai hingga selesai tidak
boleh kurang dari temperatur suhu yang telah ditentukan. Pemadatan antara (intermediate
rolling) dilakukan beberapa lintasan sampai medekati kepadatan standar kerja (Job Standar
Density). Selanjutnya pemadatan akhir (finish rolling) menggunakan tandem roller dihampar
pada temperatur suhu > 95 0C (diatas 95 0C) untuk meratakan dan merapikan alur yang
mebekas akibat penggilasan pneumatic tyre roller;
• Penghamparan ditekan pada ketebalan lapisan permukaan dibuat dan mengikuti superelevasi
jalan pada bagian lurus maupun pada tikungan;
• Pemadatan hendaknya dilakukan dari tepi berangsur-angsur ketengah, dengan arah sejajar
as jalan dan jejak roda harus saling menutup dengan lebar yang cukup;
• Penggilasan dimulai dari bagian rendah, overlap penggilasan 15 cm di sebelah luar yang telah
digilas;
• Untuk menghindari campuran tidak terbawa maka roda sering dibasahi dengan air;
• Penyedia wajib menyerahkan hasil pengujian material (Job Mix Design) yang akan digunakan
dan komposisi harus sesuai spesifikasi teknik yang disyaratkan;
• Perawatan dan perlindungan aspal:
- Perlindungan perkerasan yang sudah selesai
- Perlindungan terhadap hujan
- Toleransi tebal
- Pembukaan dan pembatasan lalu lintas