| 0902261619305000 | - | |
| 0011188190429000 | - | |
| 0210783676424000 | - | |
| 0318039377424000 | - | |
| 0814965190429000 | - | |
CV Siara Konsultan Bandung | 03*6**0****55**0 | - |
Dzifas Consult | 09*2**7****05**0 | - |
| 0030053789305000 | - |
URAIAN PEKERJAAN JASA KONSULTANSI PENYUSUNAN DOKUMEN
DESAIN DASAR (DESAIN VEGETASI DAN DESAIN INFRASTRUKTUR)
TAMAN KEANEKARAGAMAN HAYATI PULAU BATU DINDING
Desain Dasar Taman Keanekaragaman Hayati merupakan suatu tahapan
perencanaan untuk mengusulkan suatu tapak relung ekosistem lokal di luar
kawasan hutan untuk menjadi calon taman keanekaragaman hayati di suatu
kabupaten atau kota. Desain dasar taman keanekaragaman hayati terdiri dari
desain vegetasi dan desain infrastruktur.
A. Desain Vegetasi
Desain vegetasi untuk taman kehati in-situ yang akan disusun tidak
merubah komposisi vegetasi yang ada, melainkan melakukan pengkayaan
jenis tumbuhan/tanaman. Desain vegetasi merupakan gambaran tata letak
penempatan jenis tumbuhan/tanaman lokal/langka/endemik, yang tidak
termasuk jenis tumbuhan asing/invasif, sebagai koleksi jenis tumbuhan/
tanaman utama dan koleksi jenis tumbuhan/tanaman penunjangnya yang
akan ditanam di calon taman keanekaragaman hayati. Adapun tahapan
pelaksanaan kegiatan penyusunan desain vegetasi taman keanekaragaman
hayati adalah sebagai berikut:
1. Pembentukan Tim Kerja
Tim kerja penyusunan desain vegetasi dibentuk berdasarkan keputusan
Kepala Dinas Provinsi/Kabupaten/Kota yang mempunyai kewenangan
untuk menangani Taman Keanekaragaman Hayati. Tim kerja terdiri dari
ketua dan anggota yang susunannya disesuaikan dengan kebutuhan, yang
berasal dari Dinas Provinsi/Kabupaten/Kota, instansi terkait, dan pakar
yang memiliki keahlian dalam bidang biologi (taksonomi dan ekologi), dan
bidang perpetaan, yang menggunakan perangkat Sistem Informasi
Geografis (SIG). Tim bertugas dan bertanggung jawab mulai dari
perencanaan sampai dengan penyusunan laporan.
2. Pengumpulan Data Sekunder
Pengumpulan data sekunder bertujuan untuk mengumpulkan data dan
informasi yang dibutuhkan guna mendukung data primer. Informasi yang
dibutuhkan adalah:
a. Peta ekoregion (mencakup tingkat kerawanan bencana, elevasi,
kelerengan, kontur, hidrologi, iklim, dan tipe komunitas vegetasi);
b. Peta curah hujan (indikator musim berbunga, berbuah dan menghasilkan
biji);
c. Peta jenis tanah (untuk mengukur tingkat kesuburan);
d. Daftar nama ilmiah dan lokal tumbuhan/tanaman/tanaman
lokal/endemik/langka pada suatu ekoregion yang terdapat di calon
lokasi taman kehati dan wilayah sekitarnya dan
e. Referensi dan informasi terkait keragaman spesies, jumlah individu
pohon per satuan luas di sekitar calon lokasi, termasuk informasi
tentang sejarah kawasan dan data kearifan lokal dalam pemanfaatan
spesies.
3. Survai Lapangan
Kegiatan survei lapangan dilakukan untuk memperoleh data dan informasi
(data primer) di lokasi calon taman kehati dan wilayah di sekitarnya yang
kemudian dijadikan dasar penataan dan penempatan tumbuhan/tanaman
lokal/langka/endemik sesuai dengan komposisi dan struktur vegetasinya di
alam. Data yang dibutuhkan diantaranya adalah:
a. Bentang lahan lokasi
Peta informasi bentang lahan mencakup informasi tentang kontur,
elevasi, dan morfologi permukaan bumi yang digunakan untuk membuat
peta DEM DSM dan DTM;
b. Data vegetasi berupa komposisi dan struktur jenis tumbuhan/tanaman
di sekitar lokasi calon taman kehati sebagai dasar untuk menentukan
koleksi jenis tumbuhan/tanaman utama dan jenis tumbuhan/tanaman
pendukung. Hasil dari kegiatan ini berupa daftar jenis
tumbuhan/tanaman utama dan jenis tumbuhan/tanaman pendukung
yang dilengkapi dengan informasi perawakan
tumbuhan/tanaman/tanaman, status lokal/langka/endemik daerah dan
posisi geografis.
c. Data vegetasi berupa komposisi dan struktur jenis tumbuhan/tanaman
eksisting pada lokasi calon taman kehati, sebagai dasar untuk membuat
tapak relung ekosistem (blok) dan menghitung daya tampung
penanaman serta penataan koleksi. Hasil dari kegiatan ini adalah
kategori tapak relung ekosistem, daya tampung jenis
tumbuhan/tanaman utama dan jenis tumbuhan/tanaman pendukung
di tiap perwakilan tipe ekosistem yang diwakili oleh tipe vegetasi (sebagai
blok koleksi) dan tapak relung ekosistem yang diwakili relung habitat
(niches) oleh tipe komunitas keragaman (variasi) di dalam spesies (variasi
genetik) vegetasi (sebagai sub blok koleksi);
d. Data satwa baik yang berfungsi sebagai penyerbuk (polinator),
pengendali hama dan penyakit, dan pemencar biji.
1) Golongan satwa yang berfungsi sebagai penyerbuk dapat berasal dari:
x Kelas Mamalia diantaranya adalah kelompok Kelelawar (Nycteridae),
dan kelompok Musang;
x Kelas Burung: pemakan madu dan serangga (kelompok Diceum,
Lichmera, Myza, Myzomela, Chrysosolaptes, Tricholossus,
Orthotomus, Gracula); dan
x Kelas Serangga: Kelompok tawon dan lebah, kupu-kupu, semut
pemakan madu;
2) Golongan satwa yang berfungsi sebagai pengendali hama dan
penyakit dapat berasal dari:
x Kelas Mamalia seperti Kelelawar dari Famili Rhinopomatidae,
Emballonuridae, Rhinolophidae, Hipposideridae, Vespertilionidae,
Molossidae;
x Kelas Burung Predator (Elang dll), Walet dan Sriti (pemakan serangga
hama dan penyakit); dan
x Kelas Ikan tawar lokal.
3) Golongan satwa yang berfungsi sebagai pemencar biji dapat berasal dari
Kelas Mamalia (seperti gajah, badak, banteng, primata, dan musang).
e. Data sosial dan ekonomi masyarakat di sekitar lokasi calon taman kehati,
terkait dengan kearifan lokal dalam memanfaatkan kehati serta persepsi,
keinginan dan harapan masyarakat terhadap hadirnya taman kehati. Hasil
dari kegiatan ini adalah informasi mengenai jenis tanaman lokal daerah.
4. Analisis Data
Analisis data yang dilakukan dalam penyusunan desain vegetasi adalah
sebagai berikut:
a. Analisis lokasi calon Taman Kehati
Analisis lokasi calon Taman Kehati bertujuan untuk menentukan
kesesuaian calon lokasi dengan kriteria Taman kehati sebagaimana
diatur dalam Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 3 Tahun
2012. Data yang dianalisis adalah status lahan, luasan, aksesibilitas,
dan ketercukupan sumber air. Tipe calon Taman Kehati dibedakan
berdasarkan letak pemerintahan (Kabupaten dan Kota), luas dan jumlah
jenis tumbuhan/tanaman utama, sebagaimana tampak pada Tabel 1
dan tabel 2.
Tabel 1. Ketentuan tipe, luas, dan jumlah jenis tumbuhan/tanaman
utama taman kehati kabupaten
LUASAN
TIPE (ha) JUMLAH JENIS TUMBUHAN/TANAMAN UTAMA
A t 50 Min 36 spesies lokal per hektar dengan populasi setiap spesiesnya
terdiri atas paling sedikit 15 (lima belas) individu
yang berasal dari induk berbeda
B 25 ± 49,9 Min 24 spesies lokal per hektar dengan populasi setiap spesiesnya terdiri
atas paling sedikit 15 (lima belas) individu yang berasal dari induk berbeda
C 15 ± 24,9 Min 12 spesies lokal per hektar dengan populasi setiap spesiesnya terdiri
atas paling sedikit 15 (lima belas) individu yang berasal dari induk berbeda
D 10 - 14,9 Minimal 8 spesies lokal per hektar dengan populasi setiap spesiesnya
paling sedikit 15 (lima belas individu yang berasal
dari induk berbeda
Tabel 2. Ketentuan tipe, luas, dan jumlah jenis tumbuhan/tanaman
utama taman kehati kota
LUASAN
TIPE (ha) JUMLAH JENIS TUMBUHAN/TANAMAN UTAMA
A t 25 Min 18 spesies lokal per hektar dengan populasi setiap spesiesnya terdiri
atas paling sedikit 15 (lima belas) individu yang berasal dari induk berbeda
B 10 ± 24,9 Min 12 spesies lokal per hektar dengan populasi setiap spesiesnya terdiri
atas paling sedikit 15 (lima belas) individu yang berasal dari induk berbeda
C 5 ± 9,9 6 spesies lokal per hektar dengan populasi setiap spesiesnya terdiri atas
paling sedikit 15 (lima belas) individu yang
berasal dari induk berbeda
D 3,0 ± 4,9 6 spesies lokal per hektar dengan populasi setiap spesiesnya terdiri
atas paling sedikit 15 (lima belas) individu yang berasal dari induk
berbeda
b. Analisis blok dan sub blok
Analisis blok dan sub blok bertujuan untuk penataan dan pengelompokan
vegetasi sehingga sesuai dengan habitat alaminya. Data yang dianalisis
untuk blok adalah tipe vegetasi pada calon lokasi taman kehati.
Sedangkan analisis sub blok/tapak relung ekosistem adalah komunitas
vegetasi. Analisis dapat menggunakan aplikasi software SIG (ArcGis,
SAGA dan Global Mapper atau yang lain). Aplikasi ini digunakan untuk
mendapatkan informasi klasifikasi ekosistem dan tapak relungnya (tipe
vegetasi dan komunitasnya) di dalam blok dan sub blok koleksi jenis
tumbuhan/tanaman berdasarkan peta yang dihasilkan oleh DEM, DTM
dan DSM.
c. Analisis daya tampung
Analisis daya tampung mencakup analisis blok (tapak ekosistem) dan sub
blok (tapak relung ekosistem/habitat), analisis tumbuhan/tanaman
lokal/langka/endemik, analisis jenis tumbuhan/tanaman utama, dan
analisis jenis tumbuhan/tanaman pendukung.
1) Analisis blok (tapak relung ekosistem) dan sub blok (tapak relung
habitat) bertujuan untuk menentukan daya tampung/kapasitas
lokasi (blok dan sub blok) terhadap jumlah jenis tumbuhan/tanaman
dan individu tumbuhan/tanaman yang dapat ditanam sebagai
koleksi di lokasi calon taman kehati. Gambaran mengenai analisis
keruangan (blok dan sub blok) tersebut dapat dilihat pada Lampiran
1. Data yang dijadikan referensi adalah hasil kajian vegetasi di sekitar
calon taman kehati dan/atau diperoleh dari referensi publikasi hasil
penelitian yang berisi informasi tentang keragaman jenis
tumbuhan/tanaman, dan jumlah individu pohonper satuan luas
(hektar).
2) Analisis tumbuhan/tanaman lokal bertujuan untuk memilih jenis
tumbuhan/tanaman di daerah yang akan ditanam di calon lokasi
taman kehati kecuali jenis-jenis hayati/asing invasif. Data yang
dianalisis adalah hasil eksplorasi jenis tumbuhan/tanaman eksisting
di calon lokasi taman kehati dan di sekitar calon taman kehati, yang
mewakili tipe ekosistem di tingkat tapak dan di kabupaten/kota. Selain
itu, informasi kearifan lokal dari masyarakat sekitar tentang keragaman
jenis kehati lokal dan pemanfaatannya.
3) Analisis jenis tumbuhan/tanaman utama bertujuan untuk
menentukan jenis tumbuhan/tanaman utama yang berstatus
lokal/langka/endemik dalam tiap blok (tapak relung ekosistem) dan
sub blok (tapak relung habitat). Tahapan analisis dalam menentukan
jenis tumbuhan/tanaman utama adalah:
a) Menumpang-susunkan peta tipe vegetasi alami dengan peta
penggunaan lahan (land use skala detail/land cover skala besar yang
umum digunakan di tingkat kabupaten atau provinsi). Semakin kecil
wilayah sisa suatu tipe vegetasi akibat dari terpotongnya wilayah
yang dialihfungsikan, menunjukkan semakin banyak keragaman
jenis tumbuhan/tanaman yang terancam punah.
b) Menginventarisasi jenis tumbuhan/tanaman penyusun suatu tipe
vegetasi yang dipilih, kemudian menyusunnya dengan kriteria dari
yang paling langka berdasarkan pada frekuensi perjumpaan di
lapangan. Semakin sedikit perjumpaan di lapangan maka dapat
disebut sebagai jenis tumbuhan/tanaman utama.
c) Pemilihan jumlah jenis tumbuhan/tanaman utama didasarkan
pada Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 3 Tahun 2012
tentang Taman Keanekaragaman Hayati (Tabel 3).
d) Tolok ukur keberhasilan pertumbuhan/tanaman jenis
tumbuhan/tanaman/koleksi utama adalah diperolehnya informasi
kualitas benih yang dapat berkecambah dan tumbuh menjadi semai
atau anakan pohon selanjutnya menjadi tanaman dewasa. Adanya
indikasi satwa yang berfungsi melakukan penyerbukan,
pengendalihama, dan/atau pemencar biji/benih di calon lokasi
taman kehati tersebut juga menjadi tolok ukur penting yang harus
diperhatikan.
4) Analisis jenis tumbuhan/tanaman pendukung, jumlah spesies
dan individunya diperoleh dari sisa daya tampung jenis/individu
tumbuhan/tanaman (per satuan luas) dalam satu blok (tapak
relung ekosistem) dan sub blok (tapak relung habitat) setelah jumlah
spesies dan individu utamanya ditentukan jumlah penanamannya.
Informasi mengenai jenis tumbuhan/tanaman pendukung diperoleh
dari referensi daftar jenis tumbuhan/tanaman yang ditemukan di
sekitar calon Taman Kehati atau hasil dari kajian penelitian lain
yang relevan dengan lokasi calon Taman Kehati sehingga
mendukung kehidupan satwa penyerbuk dari jenis
tumbuhan/tanaman utama.
5. Penyajian Data
Data yang disajikan adalah sebagai berikut:
a. Data daya tampung koleksi pada masing-masing blok dan sub blok
di calon Taman Kehati sebgaimana tampak pada Tabel 3.
Keterangan tapak relung ekosistem disesuaikan dengan masing-
masing blok/sub blok pada calon Taman Kehati.
Tabel 3. Daya tampung koleksi tumbuhan/tanaman pada blok dan sub
blok di calon taman kehati
Tapak
Luas & Arahan Penataan Blok
Relung Blok 1 Blok 2
Koleksi seterusnya
Ekosistem
Sub Sub Sub Sub
Dst Dst
Blok A Blok B Blok A Blok B
Luas (Ha)
Jenis
Lahan Datar
tumbuhan/tanaman
Kering
Utama
Jumlah Individu Utama
Jenis
tumbuhan/tanaman
Pendukung
Jumlah Individu
Pendukung
Total daya tampung
Luas (Ha)
Jenis
Lahan tumbuhan/tanaman
Jumlah Individu Utama
Rawa/Basah Utama
Jenis
tumbuhan/tanaman
Jumlah Individu
Pendukung
Pendukung
Total daya tampung
Tapak
Luas & Arahan Penataan Blok seterusnya
Relung Blok 1 Blok 2
Koleksi
Ekosistem
LJuenaiss (tHuam) buhan/tanaman
Lahan Utama
Jumlah Individu Utama
Rawa/Basa
Jenis tumbuhan/tanaman
h non
Pendukung
permanen Jumlah Individu Pendukung
Total daya tampung
Luas (Ha)
Jenis tumbuhan/tanaman
Lembah
Utama
berair Jumlah Individu Utama
Jenis tumbuhan/tanaman
Pendukung
Jumlah Individu Pendukung
Total daya tampung
Luas (Ha)
Jenis tumbuhan/tanaman
Utama
Lereng Jumlah Individu Utama
Jenis tumbuhan/tanaman
Pendukung
Jumlah Individu
Pendukung
Total daya tampung
Luas (Ha)
Jenis tumbuhan/tanaman
Utama
Tebing Jumlah Individu Utama
Jenis tumbuhan/tanaman
endukung
Jumlah Individu Pendukung
Total daya tampung
b. Data sampel dari daftar jenis tumbuhan/tanaman eksisting, berupa
jenis tumbuhan/tanaman utama dan jenis tumbuhan/tanaman
pendukung, yang ditemukan pada tapak relung ekosistem dari calon
lokasi taman kehati sebagaimana tampak pada Tabel 4.
Tabel 4. Data sampel dari daftar jenis tumbuhan/tanaman
eksisting pada tapak relung ekosistem dari calon taman
kehati.
Nama
No. Genus Spesies Author Famili Perawakan Status Koordinat Keterangan
Daerah
A. Jenis Tumbuhan/tanaman Utama
1
2
dst
B. Jenis Tumbuhan/tanaman Pendukung
1
2
dst
c. Data daftar calon koleksi jenis tumbuhan/tanaman utama dan
jenis tumbuhan/tanaman pendukung pada masing-masing blok
dan sub blok pada calon taman kehati sebagaimana ditampilkan
pada Tabel 5.
Tabel 5. Data daftar calon koleksi jenis tumbuhan/tanaman utama
dan jenis tumbuhan/tanaman pendukung pada masing-masing
blok dan sub blok pada calon taman kehati
Arahan
Penanaman
No. Genus Spesies Author Famili Nama Perawakan Status Pada Tapak Ket
Daerah Relung
Ekosistem
A. Jenis Tumbuhan/tanaman Utama
1
2
3
dst.
Arahan
Penanam an
No. Genus Spesies Author Famili Nama Perawakan Status Pada Tapak Ket
Daerah Relung
Ekosistem
B. Jenis Tumbuhan/tanaman Pendukung
1
2
3
dst.
d. Data daftar satwa penyerbuk, pengendali hama dan penyakit, dan
pemencar biji yang teridentifikasi pada calon taman kehati
ditampilkan sebagaimana pada Tabel 6.
Tabel 6. Data daftar satwa penyerbuk, pengendali hama dan penyakit, dan
pemencar biji yang teridentifikasi pada calon taman kehati.
Keberadaan pada
No. Genus Spesies Author Famili tapak relung Keterangan
ekosistem
A. Satwa penyerbuk
1.
2.
3.
dst.
B. Satwa pengendali hama dan penyakit
1.
2.
3.
dst.
C. Satwa pemencar biji/benih
1.
2.
3.
dst.
e. Peta lokasi calon taman kehati ditampilkan dengan skala minimal 1:50.000.
f. Peta blok (tapak relung ekosistem) dan sub blok (tapak relung habitat)
ditampilkan untuk memberikan informasi sebaran spasial koleksi
tumbuhan/tanaman pada calon taman kehati.
g. Peta penataan koleksi tumbuhan/tanaman pada calon lokasi taman
kehati disajikan untuk memberikan informasi tentang titik koordinat
penataan koleksi jenis tumbuhan/tanaman sebagaimana tampak pada
Gambar 1.
Gambar 1. Contoh titik koordinat penataan koleksi tumbuhan/tanaman
pada calon lokasi taman kehati
B. Desain Infrastruktur
Desain infrastruktur merupakan gambaran tata letak penempatan sarana
dan prasarana yang akan dibangun pada calon taman keanekaragaman
hayati, dimana paling sedikit terdiri dari papan petunjuk (nama Taman
Kehati, denah, spesies tumbuhan/tanaman, dan satwa), persemaian, dan
label setiap pohon (nomor individu dan nama spesies lokal dan ilmiah). Luasan
untuk pembangunan infrastruktur adalah sebesar 10% dan mengacu kepada
desain vegetasi yang telah disusun. Adapun tahapan pelaksanaan
penyusunan desain infrastruktur taman keanekaragaman hayati
sebagai berikut:
1. Pembentukan Tim Kerja
Tim kerja penyusunan desain infrastruktur dibentuk berdasarkan
keputusan Kepala Dinas Provinsi/Kabupaten/Kota yang mempunyai
kewenangan untuk menangani Taman Keanekaragaman Hayati. Tim kerja
terdiri dari ketua dan anggota yang susunannya disesuaikan dengan
kebutuhan, yang berasal dari Dinas Provinsi/kabupaten/Kota, instansi
terkait, dan pakar yang memiliki keahlian dalam bidang teknis sipil,
arsitektur, lansekap, dan grafis. Tim bertugas dan bertanggung jawab mulai
dari perencanaan sampai dengan penyusunan laporan.
2. Pengumpulan Data Sekunder
Pengumpulan data sekunder bertujuan untuk mengumpulkan data dan
informasi yang dibutuhkan guna mendukung data primer. Informasi data
sekunder yang dibutuhkan sama seperti pada penyusunan desain vegetasi,
dengan menambahkan informasi Peta Geologi (untuk mengetahui
karakteristik batuan) dan tempat pembibitan/persemaian tanaman
lokal/setempat (nursery).
3. Survai Teknis
Dalam penyusunan Desain Infrastruktur, tim harus melakukan konsultasi
dan koordinasi dengan pemerintah setempat (Camat/Lurah/Kepala Desa)
untuk mendapatkan pemahaman yang sebaik-baiknya tentang pekerjaan
perencanaan yang akan dilaksanakan. Sasaran survei teknis ini adalah
untuk mendapatkan data dan informasi kondisi awal lokasi pembangunan
infrastruktur yang sebenarnya. Jenis data dan informasi yang diperlukan
tergantung pada jenis infrastruktur yang akan dibangun, seperti: Kondisi
fisik lokasi (luasan, batas-batas, topografi), Kelerengan dan arah lereng,
struktur tanah (keras/lunak), keadaan air tanah (hidrologi), peruntukan
lahan, rincian penggunaan lahan, perkerasan, penghijauan,
topografi/kontur, penyelidikan tanah, penyelidikan air, dan daftar harga
satuan. Data dan informasi tersebut selanjutnya akan dipergunakan dalam
menentukan desain/rancangan bangunan.
4. Perancangan Bangunan
Perancangan bangunan pada dokumen desain infrastruktur berisi
mengenai tata letak sarana dan prasarana (site plan) dan jenis sarana dan
prasarana yang akan dibangun pada calon Taman Kehati sebagaimana
tampak pada Tabel 7. Dalam dokumen desain infrastruktur juga dimuat
telaahan terkait dengan identifikasi jenis pekerjaan, volume jenis
pekerjaan, rencana anggaran biaya, cara pelaksanaan pekerjaan dan urutan
pelaksanaan pekerjaan, dengan tujuan agar sarana dan prasarana yang
akan dibangun dapat berfungsi baik, menjamin keselamatan (keamanan,
kekuatan, kenyamanan) dan kesehatan masyarakat disekitarnya. Selain itu
sarana prasarana yang dibangun harus memenuhi kriteria sebagai berikut:
a. rancangan bangunan harus memperhatikan kondisi lansekap dan
fungsi ekologis, sosial budaya, ekonomi, serta estetika;
b. luasan rancangan bangunan sarana dan prasarana maksimal 10% dari
luasan calon Taman Kehati;
c. kualitas tutupan lahan sesuai karakteristik lahan dan perlindungan
tanah dari erosi;
d. menggunakan material yang ramah lingkungan, memiliki durabilitas
tinggi dan low maintenance;
e. intervensi pembangunan mampu menaungi ekosistem, habitat alami
serta menjaga keunikan bentang alam;
f. intervensi pembangunan tidak mengganggu daur hidrologi, kenyaman
termal dan kesehatan lingkungan;
Tabel 7. Rancangan jenis sarana dan prasarana pada calon taman kehati
Lokasi Fasilitas
Intensif Area Penerimaan Gerbang
Area Pelayanan Gedung Bangunan Multifungsi, meliputi kantor, toilet,
Jalan setapak: Desain tapak jalan setapak dibangun dengan lebar maksimal 1
meter dengan menggunakan bahan baku lokal tanpa melakukan pengerasan
dan mengikuti kontur lahan dan dilengkapi dengan fasilitas penunjang seperti
papan petunjuk yang berisi tentang denah blok, arah lokasi koleksi.
Penampungan air dan drainase
Area Pemanfaatan Papan petunjuk berupa: nama taman kehati; denah blok dan sub blok;
Tanaman Taman daftar nama spesies tumbuhan/tanaman; dan satwa (nama lokal dan
Kehati sebagai ilmiah), informasi persemaian dan pembenihan tanaman, label setiap pohon
sarana berupa: nomor individu, nama spesies lokal dan ilmiah.
pendidikan, Tower pemantau koleksi dan kawasan/viewing deck
penelitian, Nursery
pengembangan ilmu
pengetahuan dan
ekowisata
Zona koleksi
Lokasi Fasilitas
Non Area Penyangga Jalan setapak
Intensif Papan Petunjuk
Tempat sampah
Giant Letters Nama Taman Kehati
Dokumen desain infrastruktur perlu disertai dengan lampiran gambar teknis
taman keanekaragaman hayati yang berupa peta situasi, tata letak sarana
prasarana (site plan), DED/Rancangan Detail (memuat: gambar detail
arsitektur, detail struktur, detail utilitas, detail lansekap, RKS (Rencana
Kerja Syarat) termasuk spesifikasi teknis, dan laporan perencanaan) pada
taman keanekaragaman hayati.
a. Peta Situasi Taman Keanekargaman Hayati
Peta situasi taman kehati ini mengkaitkan letak proyek yang akan dibangun
terhadap daerah sekitarnya yang menggambarkan suatu situasi wilayah
tertentu serta dilengkapi dengan keterangan-keterangan seperlunya,
sebagaimana Gambar 2.
Gambar 2. Peta situasi taman kehati
b. Tata letak bangunan sarana prasana (site plan)
Taman Keanekargaman Hayati Site Plan adalah gambar dua dimensi
yang menunjukan detail dari rencana yang akan dilakukan terhadap
sebuah kaveling, baik menyangkut rencana jalan, air bersih, listrik, fasilitas
umum dan fasilitas sosial. Berikut merupakan contoh tata letak (site plan)
infrastruktur jalan, sebagaimana Gambar 3.
Gambar 3. Tata letak infrastruktur jalan di taman kehati
5. Penyajian Data
Dokumen desain infrastruktur taman keanekragaman hayati mencakup
gambar rencana sarana dan prasarana dan telaahan terkait dengan
identifikasi jenis pekerjaan, volume jenis pekerjaan, rencana anggaran
biaya, cara pelaksanaan pekerjaan dan urutan pelaksanaan pekerjaan,
dengan tujuan agar sarana dan prasarana yang akan dibangun dapat
berfungsi baik, menjamin keselamatan (keamanan, kekuatan,
kenyamanan) dan kesehatan masyarakat disekitarnya sebagaimana
tampak dalam Tabel 8.
Tabel 8. Jenis dokumen desain infrastruktur calon taman kehati.
No Komponen Sub Komponen
1. Gambar Rencana a. Gambar tata letak sarana prasarana
2. RKS dan Spesifikasi Gambar Desain Fisik, yang dilengkapi dengan gambar potongan
Teknis samping, memanjang, dan potongan lainnya (sebagaimana pada
Lampiran
2).
Penyajian Gambar Desain Fisik dapat mengikuti skala peta sebagai
berikut:
Peta Kawasan (skala 1:1.000)
Analisa Site (skala 1:1.000)
Peta Utilitas (skala 1:2.000)
Desain site plan sub blok (skala 1:1.000)
3. RAB Menguraikan prakiraan biaya untuk nilai bagi gambar sarana
prasarana yang akan dibangun dan volume pekerjaan serta
usulan pentahapan.
4. Dokumen lain a. Rancangan Konseptual SMKK (Pra-Konstruksi)
b. Pengamanan dampak lingkungan dan sosial
6. Penilaian Rancangan Bangunan
Desain fisik yang telah disusun oleh perencana/tenaga ahli disampaikan
kepada Kepala Dinas Pekerjaan Umum/Cipta Karya atau Kepala Dinas
yang membidangi pengawasan bangunan untuk dilakukan penilaian
kelayakan konstruksi bangunan. Dokumen dalam bentuk desain fisik
yang telah dinilai tersebut, disahkan oleh pemrakarsa sebagai dasar untuk
melaksanakan pembangunan sarana prasarana pada calon Taman Kehati.
Berdasarkan hasil kegiatan penyusunan desain vegetasi dan desain
infastruktur, tim kerja penyusunan desain vegetasi / tim kerja penyusunan
desain infrastruktur menyampaikan laporan hasil kegiatan kepada Kepala
Dinas Provinsi/Kabupaten/Kota sebagaimana format pada Lampiran 2,
dengan memperhatikan ketepatan mutu, waktu dan biaya.