| Administrative Score (SA) | Reason | ||||
|---|---|---|---|---|---|
| 0016008955922000 | Rp 194,033,550 | 72.8 | 78.24 | - | |
CV Arnos Consultant | 06*8**1****24**0 | - | - | - | Tidak memenuhi persaratan pengalaman sejenis berdasarkan data kualifikasi yang dikirim melalui aplikasi spse |
| 0803980325922000 | - | - | - | - | |
PT Angkasa Timor Mandiri | 03*1**8****25**0 | - | - | - | Tidak memenuhi persaratan pengalaman sejenis berdasarkan data kualifikasi yang |
| 0825181944922000 | - | 62.86 | - | Total Nilai Teknis Dibawah Nilai Ambang Batas | |
| 0019982032922000 | - | - | - | Nilai Kualifikasi Teknis Dibawah Nilai Ambang Batas | |
PT Dwipa Mitra Konsultan | 0746590793922000 | - | - | - | - |
CV Athurplan Consultant | 08*3**5****22**0 | - | - | - | - |
CV Aito Engineering | 09*5**3****25**0 | - | - | - | - |
CV Alaska Konsultan | 05*7**4****22**0 | - | - | - | - |
| 0315392357542000 | - | - | - | - | |
| 0019964295925000 | - | - | - | - | |
| 0032474967922000 | - | - | - | - |
URAIAN SINGKAT PEKERJAAN Peningkatan kualitas permukiman merupakan salah satu upaya strategis yang dilakukan oleh pemerintah dalam rangka menciptakan lingkungan yang sehat dan layak huni. Salah satu langkah penting dalam mencapai tujuan ini adalah melalui penyediaan sarana Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT). IPLT merupakan instalasi pengolahan air limbah yang khusus dirancang untuk menerima dan mengolah lumpur tinja yang diangkut melalui mobil (truk tinja). Lumpur tinja ini biasanya diambil dari unit pengolahan limbah tinja seperti tangki septik dan cubluk tunggal, atau endapan lumpur dari unit pengolah air limbah lainnya. Pemerintah, baik pusat maupun daerah, memiliki kewajiban untuk menyediakan infrastruktur IPLT guna menjamin pengelolaan lumpur tinja yang aman bagi kesehatan masyarakat dan lingkungan. Proses pengolahan lumpur tinja di IPLT dilakukan melalui beberapa tahapan, yaitu pengolahan fisik, biologi, dan kimia. Hasil pengolahan berupa cairan harus sesuai dengan baku mutu air limbah domestik di Indonesia dan dapat dibuang dengan aman ke badan air. Sementara itu, hasil pengolahan berupa padatan dapat dimanfaatkan kembali dalam sektor pertanian sebagai pupuk organik. Sejak tahun 2011, Kabupaten Belu telah memiliki IPLT yang berlokasi di Lelowai Desa Derokfaturene Kecamatan Tasifeto Barat, IPLT ini memiliki kapasitas sebesar 5 m³ per hari. Namun, meskipun telah beroperasi, keberadaan IPLT Lelowai belum diimbangi oleh pengoperasian yang optimal. Beberapa faktor yang menyebabkan hal ini meliputi aspek teknis dan non-teknis yaitu kondisi eksisting unit pengolah IPLT yang sudah mengalami penurunan fungsi atau kerusakan, keterbatasan sarana dan prasarana pendukung yang memadai. Selain itu, IPLT Lelowai juga menghadapi kurangnya tenaga kerja terlatih dan sistem operasional yang efisien, ditambah lagi minimnya pemanfaatan oleh pihak swasta yang seharusnya berperan, serta terbatasnya anggaran untuk operasional dan perawatan IPLT. Menghadapi kondisi tersebut, sangat dibutuhkan suatu kegiatan perencanaan teknis untuk optimalisasi IPLT Lelowai. Tujuan dari kegiatan ini adalah menghasilkan dokumen perencanaan teknis yang sesuai dengan kaidah dan standar teknis yang berlaku. Dokumen ini akan menjadi acuan dalam pelaksanaan pembangunan fisik optimalisasi IPLT sehingga dapat berjalan dengan optimal sesuai dengan standar teknis yang disyaratkan. Optimalisasi IPLT Lelowai diharapkan dapat meningkatkan efisiensi dan efektivitas pengolahan lumpur tinja, mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan, dan meningkatkan kualitas layanan kepada masyarakat. Dengan demikian, keberadaan IPLT tidak hanya menjadi fasilitas pengolahan limbah, tetapi juga menjadi solusi yang berkelanjutan bagi masalah sanitasi di Belu.