| Administrative Score (SA) | Reason | ||||
|---|---|---|---|---|---|
| 0016008955922000 | Rp 243,850,350 | 88.29 | 90.63 | - | |
| 0825181944922000 | Rp 246,286,800 | 76.4 | 80.92 | - | |
| 0031377864922000 | Rp 247,163,700 | 72.16 | 77.46 | - | |
| 0030515597801000 | - | - | - | Peserta tidak memenuhi undangan pembuktian | |
| 0821688082922000 | - | - | - | Memenuhi Ambang Batas Kualifikasi yang disyaratkan dalam Dokumen tetapi tidak masuk daftar yang diundang | |
| 0020493367606000 | - | - | - | Peserta tidak menghadiri undangan pembuktian kualifikasi | |
| 0016008849922000 | - | - | - | Memenuhi Ambang Batas Kualifikasi yang disyaratkan dalam Dokumen tetapi tidak masuk daftar yang diundang | |
| 0021083787429000 | - | - | - | Tidak Memenuhi Ambang Batas Kualifikasi yang disyaratkan dalam Dokumen | |
| 0017677824429000 | - | - | - | Tidak Memenuhi Ambang Batas Kualifikasi yang disyaratkan dalam Dokumen | |
| 0803980325922000 | - | - | - | Peserta tidak menghadiri undangan pembuktian kualifikasi | |
| 0318039377424000 | - | - | - | Tidak Memenuhi Ambang Batas Kualifikasi yang disyaratkan dalam Dokumen | |
CV Siara Konsultan Bandung | 03*6**0****55**0 | - | - | - | Peserta tidak menghadiri undangan pembuktian kualifikasi |
| 0027790963423000 | - | - | - | Tidak Memenuhi Ambang Batas Kualifikasi yang disyaratkan dalam Dokumen | |
PT Dwipa Mitra Konsultan | 0746590793922000 | - | - | - | Tidak Memenuhi Ambang Batas Kualifikasi yang disyaratkan dalam Dokumen |
| 0024277907922000 | - | - | - | Tidak Memenuhi Ambang Batas Kualifikasi yang disyaratkan dalam Dokumen | |
| 0019982032922000 | - | - | - | - | |
| 0025368887922000 | - | - | - | - | |
| 0025363722922000 | - | - | - | - | |
CV Avander Sains | 09*2**3****25**0 | - | - | - | - |
| 0023331226441000 | - | - | - | - | |
| 0814965190429000 | - | - | - | - | |
Tepi Pante Consultant | 09*1**8****22**0 | - | - | - | - |
URAIAN SINGKAT PEKERJAAN Penyediaan air minum adalah kebutuhan dasar dan hak sosial ekonomi masyarakat yang harus dipenuhi oleh Pemerintah Pusat dan Daerah. Ketersediaan air minum ini menjadi salah satu penentu dalam peningkatan kesehatan, kesejahteraan dan produktifitas masyarakat dalam bidang ekonomi. Oleh karena itu, penyediaan sarana dan prasarana air minum menjadi salah satu kunci dalam pengembangan ekonomi di daerah. Salah satu target Sustainable Development Goals (SDG’s) yang dikeluarkan melalui Peraturan Presiden RI Nomor 16 Tahun 2018, tentang komitmen pemerintah dalam pelaksanaan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB)/Sustainable Development Goals (SDGs), pemerintah memandang perlu adanya penyelerasan dengan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional. Sesuai dengan kesepakatan dalam SDG’s tersebut, maka pemerintah Kabupaten Belu perlu melakukan Perencanaan Pembangunan SPAM Molosoan III. Mengingat kebutuhan air minum layak semakin meningkat terutama di Kota Atambua akibat dari meningkatnya jumlah penduduk dan pembangunan di Kabupaten Belu begitu pesat. Kabupaten Belu merupakan salah satu Kawasan perbatasan dengan negara tetangga Republik Demokratik Timor Leste (RDTL). Oleh karena itu perencanaan pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) yang bersinambungan sangat diperlukan untuk menunjang ketersediaan air minum layak di Kota Atambua di masa yang akan datang.