| Reason | |||
|---|---|---|---|
| 0702998303104000 | Rp 484,100,001 | - | |
| 0021248026104000 | Rp 475,000,000 | Berdasarkan klarifikasi personil manajerial sudah ditetapkan pada pekerjaan di LPSE Bener Meriah Tahun 2023, berdasarkan klarifikasi pengalaman personil manajerial pelaksana adalah tidak benar | |
| 0667121966104000 | Rp 479,654,559 | Berdasarkan klarifikasi personil manajerial sudah ditetapkan pada pekerjaan di LPSE Bener Meriah Tahun 2023, berdasarkan klarifikasi pengalaman personil manajerial pelaksana adalah tidak benar | |
| 0910975747104000 | - | - | |
| 0023260813104000 | - | - | |
CV Fatir Perkasa | 08*8**5****04**0 | - | - |
| 0822086336104000 | - | - | |
| 0902955442101000 | - | - | |
CV Ananda Mandiri | 0026894667101000 | - | - |
| 0749380614104000 | - | - | |
| 0815408315104000 | - | - | |
CV Merpati Prima | 0019026517104000 | - | - |
| 0023261076104000 | - | - |
DINAS PEKERJAAN UMUM,
PERUMAHAN DAN KAWASAN
PERMUKIMAN TAHUN 2023
SPESIFIKASI TEKNIS
PEMBANGUNAN DRAINASE
KP. BLANG TAMPU – REMBELE KEC. BUKIT
I. Latar Belakang
Kondisi Sistem Drainase Perkotaan merupakan salah satu komponen prasarana
perkotaan yang sangat erat kaitan nya dengan penataan ruang. Bencana banjir yang sering
melanda sebagian besar wilayah di Indonesia disebabkan kesemerawutan tata ruang.
Bertambahnya jumlah hunian, sehingga lahan terbuka yang semula adalah lahan pertanian
maupun perkebunan menjadi semakin berkurang dan lahan tertutup atau kedap air semakin
meningkat. Saluran drainase di daerah perkotaan menerima tidak hanya air hujan, tetapi juga
air buangan (limbah) dan rumah tangga. Hujan yang jatuh di wilayah perkotaan
kemungkinan besarter kontaminasi mana kala air itu memasuki dan melintasi atau berada
pada lingkungan perkotaan tersebut.
Di tahun 2023 Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten
Bener Meriah telah memprogramkan Pekerjaan Pembangunan Drainase Kp. Blang Tampu –
Rembele Kec. Bukit, yang pendanaannya bersumber dari dana OTSUS. Mengacu kepada
Permen PUPR Nomor : 12/PRT/M/2014 Tahun 2014 Tentang Penyelenggaraan Sistem
Drainase Perkotaan dan Permen PUPR Nomor : 1 Tahun 2022 pada Tanggal 5 Januari 2022
tentang Pedoman Penyusunan Perkiraan Biaya Pekerjaan Kontruksi Bidang Pekerjaan Umum
Dan Perumahan.
II. MAKSUD DAN TUJUAN
a. Maksud
Mengendalikan kelebihan air permukaan dapat dilakukan secara aman, lancar dan
efisien serta sejauh mungkin dapat mendukung kelestarian lingkungan.
b. Tujuan
Tujuan dari pengadaan pekerjaan ini adalah terlaksananya Pembangunan
Drainase sebanyak 1 paket.
III. SASARAN
Tersedianya system jaringan aliran yang berguna untuk mengalirkan air berlebihan di
Kampung Blang Tampu - Rembele Sesuai dengan Permen PUPR Nomor :
12/PRT/M/2014 Tahun 2014 Tentang Penyelenggaraan Sistem Drainase Perkotaan.
IV. ORGANISASI PENGGUNA BARANG / JASA
a. K/L/P/D : Pemerintah Kabupaten Bener Meriah
b.OPD : Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Kawasan Permukiman
Kabupaten Bener Meriah
c. PPK : ERWIN, S.T, M.Si.
V. DASAR HUKUM
1 Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Nomor :
12/PRT/M/2014 Tahun 2014 Tentang Penyelenggaraan Sistem Drainase Perkotaan;
2. Peraturan Presiden Nomor 15 Tahun 2015 tentang Kementerian Pekerjaan Umum
dan Perumahan Rakyat (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2015
Nomor16);
3. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Nomor 15/PRT/M/2015
tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan
Rakyat (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2015 Nomor 881);
4. Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2008 tentang Kementerian Negara (Lembaran
Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 166, Tambahan Lembaran Negara
Republik Indonesia Nomor 4916);
5. Peraturan Presiden Nomor 27 Tahun 2020 tentang Kementerian Pekerjaan Umum
dan Perumahan Rakyat (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2020 Nomor
40);
6. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Nomor 13 Tahun 2020
tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan
Rakyat (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2020 Nomor 473);
7. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Nomor 16 Tahun 2020
tentang Organisasi dan Tata Kerja Unit Pelaksana Teknis di Kementerian Pekerjaan
Umum dan Perumahan Rakyat (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2020
Nomor 554) sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum
dan Perumahan Rakyat Nomor 26 Tahun 2020 tentang Perubahan atas Peraturan
Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Nomor 16 Tahun 2020 tentang
Organisasi dan Tata Kerja Unit Pelaksana Teknis di Kementerian Pekerjaan Umum
dan Perumahan Rakyat (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2020 Nomor
1144);
8. Peraturan Presiden Nomor 12 Tahun 2021 tentang Perubahan atas Peraturan
Presiden Nomor 16 Tahun 2018 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah.
VI. SUMBER DANA DAN PERKIRAAN BIAYA
Biaya yang di perlukan untuk Pembangunan Drainase Kp. Blang Tampu – Rembele
Kec. Bukit Berasal dari Dana OTSUS Tahun Anggaran 2023 Dinas Pekerjaan Umum,
Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Bener Meriah Tahun 2023 Sebesar
Rp. 500.000.000,- ( Lima Ratus Juta Rupiah ) Termasuk pajak yang Berlaku.
VII. RUANG LINGKUP DAN LOKASI PEKERJAAN
a. Ruang Lingkup
Pembangunan Drainase Kp. Blang Tampu – Rembele Kec. Bukit sesuai Standar Sarana
dan Prasarana yang mencakup:
• PEKERJAAN PERSIAPAN
• PEKERJAAN SALURAN
• PEKERJAAN PLAT BETON
b.Lokasi Pekerjaan
Pembangunan Drainase Kp. Blang Tampu - Rembele yang berlokasi di Kec.
Bukit Kabupaten Bener Meriah.
VIII. JANGKA WAKTU PELAKSANAAN PEKERJAAN
Perkiraan jangka waktu penyelesaian Pembangunan Drainase Kp. Blang Tampu –
Rembele Kec. Bukit, dimulai dari tahap persiapan sampai dengan penyelesaian adalah
180 (Seratus Delapan Puluh) hari kalender.
No Uraian Pekerjaa Bulan
2 3 4 5 6 7 8
1 Persiapan
2 Proses Tender
3 Pelaksanaan
4 Pelaporan
IX. KUALIFIKASI DAN KLASIFIKASI TENAGA AHLI
No Jabatan Jumlah Pendidikan Sertifikat Keahlian Pengalaman
1 SKT Pelaksana Saluran
Pelaksana 1 S1 Sipil 2 Tahun
Irigasi (TS 031)
2 Petugas
Keselamatan 1 S1/SMK/STM Sertifikat Petugas KK 0 Tahun
Konstruksi
X. KELUARAN / PRODUK YANG DIHASILKAN
Pelaksanaan Pembangunan Drainase Kp. Blang Tampu – Rembele Kec. Bukit, ini
dikatakan berhasil apabila:
a. Melaksanakan Pekerjaan Pembangunan yang menyangkut kualitas, biaya dan
ketepatan waktu pelaksaan pekerjaan, sehingga dicapai wujud akhir bangunan dan
kelengkapannya yang sesuai dengan dokumen pelaksaaan dan kelacaran
penyelesaiaan administrasi yang berhubungan dengan pekerjaan di lapangan serta
penyelesaiaan kelengkapan pembangunan.
b. Dokumen yang dihasilkan selama proses pelaksanaan yang terdiri dari :
1) Metode pelaksaan program kerja, alokasi tenaga dan konsepsi pelaksanaan
pekerjaan.
2) Melakukan kontrol terhadap kondisi eksisting di lapangan
3) Mengajukan shop drawing pada awal pekerjaan yang dilaksanakan
4) Membuat laporan harian yang berisikan keterangan tentang:
Tenaga kerja
Bahan bangunan yang didatangkan, diterima atau tidak
Peralatan yang yang berhubungan dengan kebutuhan
Kegiatan perkomponen pekerjaan yang diselenggarakan
Waktu yang dipergunakan untuk pelaksanaan
Kejadian-kejadian yang berakibat menghabat pelaksanaan
5) Membuat laporan mingguan, sebagai resume laporan harian (kemajuan pekerjaan,
tenaga dan hari kerja), laporan bulanan
6) Mengajukan berita acara kemajuan pekerjaan untuk pembayaran termyn
7) Surat perintah perubahan pekerjaan dan berita acara pemeriksaan pekerjaan
tambah dan kurang (jika ada)
8) Membuat berita acara penyerahan pertama pekerjaan
9) Membuat berita acara pernyataan selesainya pekerjaan
10)Membuat gambar-gambar sesuai perencanaan (asbuilt drawing)
11)Membuat time schedule atau kurva S untuk pelaksanaan pekerjaan
XI. SPESIFIKASI TEKNIS PEKERJAAN KONSTRUKSI
A. URAIAN SPESIFIKASI TEKNIS
1. Spesifikasi Teknis Input
a. Spesifikasi bahan/material sebagai berikut:
NO BAHAN/MATERIAL : SPESIFIKASI
1. Semen : Portland Pozzolan Cement PPC ;SNI 0302 : 2014
2. Pasir : S- 10 ; SNI 06-0084-2002
: Keausan agregat dengan mesin Los Angeles max. 40%
3. Kerikil Beton
;SNI 2417 : 2008
4. Besi : BJTP U 24, SNI
5. Batu Gunung/Kali : P.B.I1971
b. Spesifikasi Peralatan Minimum
NO PERALATAN JUMLAH KAPASITAS
1. Concrete Mixer (Molen) 1 Unit Concrete Mixer digunakan sebagai pengaduk
campuran beton dan memiliki kapasitas 0.3-0.6
M³.
2. Dump Truck 2 Unit Dump truck yang digunakan adalah dum truck
memiliki kapasitas 3-5 m³.
1. Kereta sorong
3. Peralatan lainnya
2. Cangkul
3. Pengki
4. Genset
5. Sekop
6. Parang
7. Ember
8. Sendok semen & Raskam
9. Waterpass
10. Meteran
2. Spesifikasi Proses/Kegiatan (Spek Tahap Pekerjaan dan instruksi
kerja)
2.1 Pekerjaan Persiapan
2.1.1 Uitzet Trase Saluran
Pengertian uitzet (Pengukuran Lapangan) adalah kegiatan pengukuran
ulang lapangan yang dilakukan pada tahap awal suatu pekerjaan pada
area tertentu. Tujuan uitzet ini adalah untuk memastikan ada tidaknya
perubahan terhadap dokumen perencanaan yang telah dibuat. Jika tidak
ada perubahan maka dilaksanakan sesuai dengan dokumen perencanaan.
namun jika diperlukan perubahan maka perubahan tersebut dituangkan
dalam bentuk berita acara dan laporan MC-0.
2.1.2 Biaya SMKK (Sistem Manajemen Keselamatan Konstruksi)
Sistem Manajemen Keselamatan Konstruksi (SMKK) adalah bagian dari
sistem manajemen pelaksanaan pekerjaan konstruksi dalam rangka
menjamin terwujudnya “keselamatan konstruksi”, yaitu pemenuhan
standar keamanan, keselamatan, kesehatan dan keberlanjutan yang
menjamin keselamatan keteknikan konstruksi, keselamatan dan kesehatan
tenaga kerja, keselamatan publik dan lingkungan. Konsultan manajemen
konstruksi, konsultan pengawasan konstruksi, dan kontraktor harus
menerapkan SMKK yang memenuhi standar keamanan, keselamatan,
kesehatan dan keberlanjutan. SMKK diterapkan pada tahapan pemilihan,
pelaksanaan, dan serah terima pekerjaan.
2.1.3 Papan Nama Proyek
a. Uraian Umum
Papan nama proyek harus dipasang oleh kontraktor yang berfungsi
untuk menjelaskan tentang pelaksanaan proyek yang sedang
dilaksanakan.
b. Bahan
Tiang kayu ukuran 5 s/d 7 cm.
Papan untuk dinding ukuran 2 s/d 20 cm.
Cat Minyak warna putih dan hitam.
Paku secukupnya.
2.1.4 Administrasi dan Dokumentasi
a. Administrasi
Setiap harinya membuat Laporan Kemajuan Pekerjaan, agar pekerjaan
tepat waktu diselesaikan.
Membuat Laporan Kemajuan Pekerjaan (Progres)/Termin.
Membuat Laporan Akhir Pekerjaan.
Membuat laporan Harian kegiatan pekerjaan
Membuat Request item pekerjaan yang memiliki resiko tinggi
Mengajukan segala perubahan terhadap perubahan desain konstruksi
b. Dokumentasi
Mendokumentasikan prestasi pekerjaan lapangan, baik menggunakan
Kamera maupun Visual.
Menyusun Photo Visual dalam bentuk laporan/photo form mulai dari 0
% sampai dengan 100 %.
Kami akan membuat poto kemajuan pekerjaan dari 0% sampai 100%
yang dapat dibuat dari semua arah konstruksi. Pengulangan potoakan
dilakukan pada sisi yang sama secara berurutan sehingga akan jelas
terlihat sisi tersebut dari permulaan pekerjaan sampai akhir
pekerjaan.
2.2 Pekerjaan Saluran
Pada Pekerjaan Saluran diawali dengan pekerjaan Galian Tanah sesuai
dengan volume yang telah di dapatkan, tujuan dari pekerjaan galian tanah
ini adalah untuk mencakup penyingkiran semua bahan dan hambatan yang
mempengaruhi pelaksanaan dan penyelesaian pekerjaan sesuai jalur dan
kemiringan yang diperlihatkan dalam gambar rencana. Kemudian
dilanjutkan dengan pekerjaan pasangan batu 1:4 dengan plasteran 1:2.
Setelah selesai untuk pekerjaan penutup dilanjutkan dengan pekerjaan
Timbunan Kembali, pada pekerjaan timbunan kembali pekerjaan harus
sesuai dengan gambar desain, dan timbunan harus padat lapis demi lapis
dan sebelum lubang bekas galian ditimbun kembali, harus dibersihkan dari
sisa – sisa segala macam bahan batu, kayu, sampah dan sebagainya yang
akan menggangu proses pemadatan.
2.3 Pekerjaan Plat Beton
Pada pekerjaan plat beton proses/kegiatan awal yang dilakukan adalah
pekerjaan pembesian dengan memakai besi polos dan dilanjutkan dengan
pekerjaan bekesting, bekisting harus difabrikasi terlebih dahulu dan dibuat
sesuai dengan shop drawing, setelah pekerjaan pembesian dan bekesting
selesai, selanjutnya besi dan bekesting dikombinasian dengan Beton Cor
K.175.
3. Spesifikasi Metode (Tahap Pekerjaan Sesuai Schedule)
3.1 Pekerjaan Persiapan
a. Pengukuran & Pembersihan Lokasi
Pembersihan Lokasi: TahapPertama yang dilakukan dalam pelaksanaan
pekerjaanini adalah membersihkan areal pekerjaan dengan cara
membersihkan tanaman semakbelukar yang ada disekitar lokasi agar dalam
pelaksanaan pekerjaan nantinya tidak ada kendala. Sekelompok pekerja
membersihkan dengan menggunakan alat pertukangan (cangkul,skop dll.)
dan diangkut dengan kereta sorong atau alat trasportasi lainnya ke luar
lokasiproyek.
Dalam hal ini pengukuran dilakukan untuk menentukan titik acuan sebagai
titik dasar untuk memulai pekerjaan konstruksi. pekerjaan pengukurandan
setting out ini dilakukan menentukan lokasi atau denah pekerjaan dan
mendapattitik-titik elevasiyang dibutuhkan.
PersiapanKerja :
Perlengkapan APD
Bahan – bahan (kayu/cat/dll.)
Peralatan kerja
Tahapan Kerja:
Gunakan kompas/GPS untuk menandai lokasi pekerjaan sebagai bahan
referensi dalam penentuan jenis kontour dan ketinggian.
Gunakan alat ukur (waterpass/thedolite) untuk mendapatkan data
jarak,elevasi,serta kemiringan area.
Meginterprestasi data dan informasi yang disajikan pada gambar kerja
(gambar site plan,gambar konstruksi)
Lakukan pengukuran tahap demi tahap apabila perlu ditancapkan kayu
sebagai penanda (titik yang telah diukur)
Menyajikan hasil hitungan dalam bentuk tabel.
Lakukan dokumentasi(photo) untuk laporan.
b. Papan Nama Proyek
Papan nama proyek ditempatkan di pintu masuk lokasi proyek,
Papan nama proyekdipasang dan berfungsi untuk menjelaskan tentang
pelaksanaan proyek yang sedang dilaksanakan. Dimensi serta bentuk
papan nama disesuaikandengan Rencana kerjasyarat-syarat.
Tahapan pelaksanaan :
i. Galitanah dengan ukuran 10/10cm dengan tinggi ≤ 40cm.
ii. Pasang kayu 2/2 2btg tegak keatas sebagai tumpuan papan nama
iii. Pasang papan nama pada kayu tumpuan, rekatkan dengan
beberapa paku.
iv. Usahakan ketinggian papan nama dari permukaan tanah setinggi
150-180cm
v. Setelah selesai bersihkan sisa – sisa bahan dari area tersebut.
c. Penerapana Spek SMK3 Dan Perlengkapan P3K
Menerapkan kebijakan K3 secara efektif dengan mengembangkan
kemampuan dan mekanisme pendukung yang diperlukan untuk mencapai
kebijakan, tujuan dan sasaran K3. Suatu tempat kerja dalam menerapkan
kebijakan K3 harus dapat mengitegrasikan Sistem Manajemen
Perusahaan yang sudah ada.
Yang perlu diperhatikan oleh perusahaan pada tahap ini adalah:
Jaminan kemampuan
Dukungan tindakan
Indentifikasi sumber bahaya dan pengendalian resiko
Pengukuran dan evaluasi
Tinjauan oleh pihak manajemen
Sebelum pekerjaan dilaksakan maka perlu dilakukan pengarahan pada
semua staf dan pekerja tentang tujuan dan sasaran untuk diketahui
dipatuhi bersama bersama dalam teamwork yang antara lain sebagai
berikut:
Menjamin bahwa seluruh aktifitas pekerjaan yang dilakukan sesuai
dengan aspek keselamatan kerja (health and work safety aspects).
Menjamin bahwa seluruh aktifitas pekerjaan yang dilakukan dengan
peralatan dan tenaga manusia dilakukan oleh orang yang punya
kewenangan melakukan dan menggunakan alat dan peralatan sesuai
dengan keahliannya masing-masing.
Menjamin agar keselamatan kerja dilakukan secara konsisten dan
sesuai dengan peraturan serta prosedur kerja yang telah dibuat
dalam proyek.
Menjamin Produktifitas kerja tidak terganggu dan aman bekerja
secara kontinu. Menuju Kondisi Nol Kecelakaan (Zero Accident).
Mengintruksikan memakai Perlengkapan K3 selama berada dalam
lingkungan Proyek Memasang Rambu-rambu peringatan pada tempat yang
dianggap berbahaya bagi pekerja dan masyarakat yang berada disekitar
kegiatan proyek.
Sarana Kesehatan dan Keselamatan Kerja(K3):
Sarana K3 merupakan fasilitas yang harus tersedia di lokasi proyek
kostruksi untukmenjamin kesehatan dan keselamatan pekerja. Adapun
sarana tersebut adalah sebagaiberikut:
Tersedia sarana cuci mata dan tangan. Sarana ini digunakan untuk
membersihkan diri setelah bekerja. Air pada fasilitas ini harus bersih
dan bisa melayani semua pekerja.
Tersedia barak kerja, barak kerja merupakan rumah sementara/tempat
tinggal Bagi pekerja yang menginap dilokasi proyek. Barak pekerja
harus disediakan dengan kondisi yang nyaman, baik dan rapi supaya
pekerja dapat beristirahat dengan baik. Pemulihan tenaga pekerja
merupakan hal yang penting karena salahsatu penyebab kecelakaan
kerja adalah hilangnya konsentrasi pekerja yang terlalu capai.
Tersedia kotak P3K, Kotak P3K merupakan perlengkapan
pertolongan pertama apabila terjadi kecelakaan kerja. Kotak P3K
dianjurkan terdiri dari kapas, perban, plester, obat luka bakar, kasa,
Sopra-Tulle, gelas pencuci mata, aquades, obat tetes mata, obat
merah, rivanol, alkohol70%, balsem, peniti, gunting, vinset dan
sarung tangan karet.
3.2 Pekerjaan Pembangunan Drainase
a. Galian Tanah
Persiapan:
PerlengkapanAPD
Gambarkerja(workplan)
Keretasorong
Alattukang
Alatbantu
Tahap pelaksanaan:
Plot dan ukuran yang akan digali
Menggali tanah dengan ukuran sesuai gambar kerja dengan
kedalaman yang disyaratkan.
Menggali sisi – sisi miringnya, sehingga diperoleh sudut kemiringan
yang tepat.
Buang tanah sisa galian disamping lubang galian, untuk memudah kan
pemakaian kembali sebagai timbunan.
Sekelompok pekerja mengangkut tanah berlebih dengan kereta sorong
ke area penumpukan
Cek posisi, lebar, kedalaman dan kerapiannya sesuai dengan rencana
b. Pasangan Batu 1 :4
Persiapan:
Perlengkapan APD
GambarKerja (workplan)
Dumptruk
Concrete Mixer (molen)
Kereta Sorong
Alat tukang
Alat bantu
Bahan :
Bahan/Material Jenis Spesifikasi
Semen PPC SNI 0202:2004
Pasir Bak/besih P.B.I1971
Batu Gunung/Kali Baik/bersih P.B.I1971
Air Baik/besih P.B.I1971
Dump truck mengangkut material dari quary dan dituangkan pada lokasi
penumpukan material/disposal.
Tahap pelaksanaan :
Siapkan semua alat dan bahan yang dibutuhkan
Pasang benang pada sisi luar untuk setiap beda tinggi 25cm dari
permukaan tanah.
Sekelompok pekerja mengaduk bahan/material dengan
menggunakan Concretemixer (molen) dan diangkut dengan kereta
sorong yang digunakan sebagai pengisi celah batu-batu tersebut.
Susun batu-batu dengan tinggi 25 cm dan isikan adukan dalam
celah-celah batutersebut sehingga tak ada rongga antar batu
kemudian siramlah pasangan batu tersebut dengan air.
Naikkan benang pada 25cm berikutnya dan pasang batu kali dengan
adukan, sesuai ketinggian benang. Usahakan bidang luar pasang
anter sebut rata.
c. Plesteran 1 Pc : 2 Ps
Plesteran adalah membalut atau melapisi baik itu lantai atau dinding
saluran dengan adukan (spesi). Spesi (adukan) adalah campuran antara
PC (Portland Cement) ditambah pasir+air.
Persiapan:
Perlengkapan APD
Gambar kerja (workplan)
Alat tukang (jidar,unting unting(Lot), meteran, paku, benang, palu)
Kerata Sorong
Alat bantu
Tahapan pelaksanaan:
Angkut material pasir dengan kereta orong dari area disposal ke
lokasi dekat dengan konstruksi yang akan diplester.
Sekelompok pekerja membuat adukan (semen,pasir dan air) pada
sebuah wadah, campuran disesuaikan dengan spesifikasi.
Bersihkan area yang ingin diplester.
Buatlah patokan ketebalan (kelabangan/Kepalaan) yang dipasang
Vertikal sebagai pedoman nya biasanya jarak±30. Paku tembok
bagian atas dangan tungkan unting unting (LOT) jarak nya ± 3 cm
dari tembok. usahakan benang rata dengan ujung paku. untuk
kerataan vertikal. paku juga dinding bagian bawah,lurus/rata dengan
benang
Ikatkan benang ke paku pertama dan tarik kepaku yang ada disudut
lainnya
Buatlah titik paku lagitan palepas benang, dengan jarak kira kira per 1
meter
Setelah ketebalan titik paku selesai, kini langkah selanjutnya
menyelesaikan patokan jidar(klabangan/Kepalaan)
Lempar adukan segaris lurus dari paku atas sampai paku bawah
hingga menjadi seperti polisi tidur yang menempel di dinding. Tidak
perlu terlalu lebar, cukup 5cm.
Gesekkan jidar dari paku atas kepaku bawah hingga tercetak dan
membentuk seperti rel, lakukan hal yang sama pada titik paku
berikutnya
Untuk Hasil Yang terbaik biarkan kelabangan/kepalaan plesteran
kering ±1hari.
Langkah selanjutnya yaitu memplester, karena rel/ biasa tukang
menyebutnya Klabangan/Kepalan sudah jadi. jadi tinggal melempar
adukan kemudian gosok kan jidar horisontal dengan patokan
kelabangan yang sudah dibuat sebelumnya.
Setelah selesai bersihkan sisa-sisa plesteran yang terjatuh.
3.3 Beton Struktural
Beton dengan mutu sesuai dengan spesifikasi menyatakan kekuatan
tekan karakteristik minimum pada umur beton 28 hari Mendapatkan
beton berkualitas Beton yang baik dihasilkan dari hasil adukan yang
merata dari kualitas dan proporsi bahan baku yang digunakan (semen,
pasir, batu split dan air). Pemakaian air yang berlebihan dapat
mengakibatkan porositas dan penurunan kualitas beton cor.
Bahan:
Bahan/Material Jenis Spesifikasi
Pasir Baik/bersih P.B.I1971
Kerikil Baik/bersih P.B.I1971
Semen Type1 P.B.I1971
Air Bersih P.B.I1971
Bahan additive Baik Standarpabrik
Sampel dari quary didatangkan dan Membuat mix design beton sesuai
yang dipersyaratkan dengan kondisi pengawasan pelaksanaan di
Lapangan. Pelaksanaan Perencanaan mix design menggunakan metode
SNI 03-2834-1993. Jumlah sampel yang digunakan untuk umur pengujian
3 hari ada 3 sampel, umur 7 hari ada 3 sampel, umur 14 hari ada 3
sampel, dan umur 28 hari 30 sampel, Nilai slump yang digunakan 10 ± 2
cm dan dengan ukuran kubus beton 15 cm x 15 cm x 15 cm atau kubus
ukuran 20x20x20cm. Dan berdasarkan hasil uji kuat tekan dan diproleh
mix design maka pekerjaan beton dapat dilaksanakan. Persiapkan bahan
- bahan yang akan digunakan untuk campuran beton dengan
Ketentuan sebagai berikut :
a) Agregat kasar (split/Krikil)
b) Pasir
c) Semen
d) Air
3.4 Pembesian/Tulangan
Pelaksanaan pabrikasi besi tulangan memerlukan tempat yang
cukup luas untuk menaruh, memotong besi beton dan
membengkoknya sehingga sesuai dengan gambar yang telah disetujui.
Besi beton yang dipakai untuk proyek ini mutu dan diameter
(spesifikasi) disesuaikan dengan gambar kerja dan RKS.
Potong dan bentuk besi beton dengan ukuran sesuai gambarkerja.
Rangkai besi beton dengan menggunakan kawat beton.
Besi beton yang telah difabrikasi diberi tanda sesuai dengan
penempatannya,supaya tidak membingungkan/membuang waktu
untuk saat akan dipasang.
Untuk kolom, pembesian tulangan dikerjakan lebih dahulu baru
setelah itu dilanjutkan dengan pemasangan bekesting.
Mengingat beton kuat menahan tekan dan lemah dalam menahan
tarik, makadalam penggunaannya sebagai komponen struktur,
umumnya beton diperkuat dengan tulangan yanag mampu menahan
gaya tarik. Untuk keperluan penulangan tersebut digunakan bahan
baja yang memiliki sifat teknis menguntungkan, dan baja tulangan
yang digunakan dapat berupa batang baja lonjoran ataupun
kawatrangkaian las (wire mesh) yang berupa batang kawat baja yang
dirangkai denganteknik pengelasan. Di dalam setiap struktur beton
bertulang, harus diusahakan supaya tulangan bajadan beton dapat
mengalami deformasi secara bersamaan, dengan maksud agar terjadi
kompatibilitas regangan. Ada dua jenis baja tulangan yaitu, baja
tulangan polos dan baja tulangan ulir(deformed). Baja tulangan ulir
berfungsi untuk menambah lekatan antara beton dengan baja. Baja
tulangan ulir yaitu batang tulangan baja yang permukaannya
dikasarkan secara khusus, diberi sirip teratur dengan pola tertentu atau
batang tulangan yang dipilin pada proses produksinya (R.Parkand
T.Paulay,1975).
Sebelum melakukan pekerjaan perlu diyakinkan bahwa besi yang anda
gunakansudah sesuai dengan yang direncanakan dan telah memenuhi
syarat.
Cara membengkokkan besi:
Pembengkokan yang dilakukan setelah tulangan dirakit adalah
keliru, akan tetapi di dalam pekerjaan pelaksanaan penulangan
atau pembesian beton terakit. Inti dari pebengkokan tulangan
beton yang dibolehkan adalah selama tidak merubah susunan
tulangan yang telah dikerjakan dan tidak merubah jarak antara
tulangan beton dengan begisting sehingga pekerjaan
penulangan besi beton sesuai yang direncanakan. Jarak yang
terjadi antara tulangan dan begisting nantinya akan menjadi
selimut beton setelah pekerjaan pengecoran beton selesai
dilakukan.
Semakin panjang alat pembengkok maka tenaga yang
dikeluarkan ketika proses pembengkokan kecil, hanya saja
konsekwensinya bahwa maneuver ketika pembengkokan jadi
agak sulit dikarenakan panjangnya alat. Intinya semakin besar
diameter besi
Tulangan beton, maka alat pembengkok yang digunakan harus
semakin panjang.
Yang Harus diperhatikan:
Penggunaan besi tulangan polos atau tidak bersirip (BJTP),
ujung dari baja tulangan beton wajib dibuat penjang karan
dengan panjang 6 dikalikan dengan diameter tulangan yang
digunakan (panjang penjang karan6D). C=6D (artinya panjang
C adalah 6 dikalikan diameter tulangan yang digunakan). Sekali
lagi ingat bahwa tip ujung BJTP harus dilakukan
penjangkaran/dibuat kait. Akan tetapi ada pengecualian pada
pembuatan begel dimana ujungnya tidak perlu dibuat
penjangkaran atau kait.
Panjang besi standar di pasaran adalah 12 meter (lihat syarat
SNI tentang baja tulangan beton). Maka pertimbangkanlah sisa-
sisa hasil potongan, untuk kemudian di agar dapat digunakan
untuk membuat penulangan yang lainya. Secara teknis
penyambungan baja tulangan beton dibolehkan, hanya saja
cara penyambungan, jumlah sambungan maksimal tiap bentang
dan letak sambungan diatur agar sesuai dengan kaidah teknis.
Detail sambungan dan detail pertemuan masing-masing
penulangan.
3.5 Cetakan/Bekisting
Perencanaan Bekisting
1. Mempelajaristrukturkonstuksiyangakandibuat
2. Menentukan metodepelaksanaanyangakandipakai
3. Pembuatangambarshopdrawingbekisting
4. Menghitungjumlah danjenis bekistingyangakan digunakan
Pemasangan Bekisting
1. Ukur dengan tepat berdasarkan shop drawing bekisting
2. Bekisting dibersihkan sebelum dipasang, karena sering terjadi
kelalaian mengecek kotoran pada dinding bekisting sehingga
hasil cor beton tidak rapi
3. Pasang bekisting sesuai garis marka ukur yang telah dibuat
4. Cek ukuran (posisi,ketegakan,kedataran)
5. Cek Perkuatan bekisting (pastikan telah kuat)
6. Jika semua sudah di ceklist bekisting telah siap dilakukan
pengecoran.
PembongkaranBekisting
Tahapan pembukaan cetakan/bekisting:
1. Cetakan beton dapat dibongkar jika umur beton melampaui
waktu sebagai berikut:
Bagian sisi balok 48 jam
Balok tanpa beban konstruksi 7 hari
Balok dengan beban konstruksi 21 hari
Cetakan beton dapat dibongkar lebih awal asal benda uji yang
kondisi perawatan nya sama dengan beton sebenarnya telah
mencapai kekuatan 75% dari kekuatan pada umur 28 hari.
Pembongkaran cetakan beton harus dilaksanakan dengan hati-hati
sedemikian rupa sehingga tidak menyebabkan cacat pada
permukaan beton, tetap dihasilkan sudut-sudut yang tajam dan
tidak pecah.
1. Bekas cetakan beton untuk bagian-bagian konstruksi yang
terpendam dalam tanah harus dicabut dan dibersihkan sebelum
dilaksanakan pengurugan tanah kembali
2. Permukaan lantai beton harus mempunyai permukaan bentuk
fisik yang ratadan halus. Menaburkan semen kering pada
permukaan beton dengan maksud menyerap kelebihan air tidak
dibenarkan sama sekali.
Persiapan:
Perlengkapan APD
Gambar Kerja (workplan)
Dumptruk
Water Tangker
Concrete Mixer (molen)
Kereta Sorong
Alat tukang
Alat bantu
Tahap pelaksanaan: Plat Beton
Pada pekerjaan ini dikerjakan setelah pekerjaan pembesian
selesai dilaksanakan.
Sekelompok kerja mengaduk material (kerikil, pasir, semen, air
dan bahan addective) dengan menggunakan concrete mixer,
untuk campuran disesuai dengan permintaan spesifikasi.
Bersihkan area lantai yang akan dicor.
Angkut hasil adukan dengan kereta sorong.
Pasang bekesting dan bila semua telah terpasang pada
tulangan, tuang/hampar adukan diselingi pemadatan dengan
concrete vibrator.
Tunggu kering dan bersihkan sisa-sisa adukan.
4. Spesifikasi Jabatan Kerja
Jabatan Dalam
Pengalaman Sertifikat
No Pekerjaan yang akan
Kerja (tahun) Kompetensi Kerja
dilaksanakan
SKT Pelaksana Saluran
1 Pelaksana 2 Tahun
Irigasi (TS 031)
Petugas Keselamatan
2 0 Tahun Sertifikat Petugas KK
Konstruksi
B. KETERANGAN GAMBAR
1. Peta lokasi
2. Layout
3. Potongan memanjang
4. Potongan melintang
5. Detail-detail konstruksi
C. RENCANA KESELAMATAN KONSTRUKSI (RKK)
1. Uraian pekerjaan
PENILAIAN RISIKO
JENIS/TIPE
NO IDENTIFIKASI BAHAYA
PEKERJAAN
TINGKAT
KEKERAPAN KEPARAHAN
RISIKO
PASANGAN
1 Kecelakaan Alat 1 2 2
BATU 1:4
Redelong, April 2023
PENGGUNA ANGGARAN/BARANG
DINAS PEKERJAAN UMUM, PERUMAHAN
DAN KAWASAN PERMUKIMAN
KABUPATEN BENER MERIAH
ERWIN,S.T, M.Si
Pembina Utama Muda/
NIP, 19761225 200112 1 002