| Reason | |||
|---|---|---|---|
| 0938129673101000 | Rp 2,095,031,423 | Tidak hadir pada tahap pembuktian kualifikasi | |
| 0014526834101000 | Rp 2,126,695,211 | tidak dapat menunjukkan asli surat perjanjian sewa peralatan pada tahap pembuktian kualifikasi | |
| 0910975747104000 | Rp 2,230,266,789 | - | |
| 0947710356101000 | Rp 2,250,653,423 | Tidak menyampaikan dokumen penawaran administrasi, Dokumen penawaran teknis | |
| 0019026384104000 | Rp 2,131,974,000 | Berdasarkan hasil klarifikasi pengalaman personil manajerial pelaksana adalah tidak benar sehingga tidak dapat dihitung sebagai pengalaman yang mengakibatkan pengalaman pekerjaan kurang dari yang disyaratkan dalam LDP. | |
| 0822086336104000 | Rp 2,075,995,609 | Surat Perjanjian Peralatan Dump Truck tidak disertai bukti kepemilikan / penguasaan peralatan dari pemberi sewa, surat perjanjian sewa peralatan tidak di bubuhi materai sehingga tidak sesuai dengan Dokumen Pemilihan. Identifikasi bahaya tidak sesuai dengan yang disyaratkan dalam dokumen pemilihan | |
| 0027062017104000 | Rp 2,097,160,510 | Berdasarkan hasil klarifikasi pengalaman personil manajerial pelaksana Tahun 2021 adalah tidak benar sehingga tidak dapat dihitung sebagai pengalaman yang mengakibatkan pengalaman pekerjaan kurang dari yang disyaratkan dalam LDP. | |
| 0816994297101000 | Rp 2,194,692,791 | Berdasarkan hasil klarifikasi pengalaman personil manajerial pelaksana Tahun 2019 adalah tidak benar sehingga tidak dapat dihitung sebagai pengalaman yang mengakibatkan pengalaman pekerjaan kurang dari yang disyaratkan dalam LDP. | |
| 0023261076104000 | - | - | |
| 0020325528102000 | Rp 1,939,417,885 | Berdasarkan hasil klarifikasi peralatan yang sama telah ditetapkan pada paket pekerjaan lain/yang sedang berjalan | |
| 0961888575101000 | Rp 2,213,759,504 | Berdasarkan hasil klarifikasi personil manajerial pelaksana sudah ditetapkan sebagai peraonel pada pekerjaan tahun 2023 di LPSE Bener Meriah, serta berdasarkan klarifikasi pengalaman personil manajerial Tahun 2021 adalah tidak benar yang mengakibatkan pengalaman pekerjaan kurang dari yang disyaratkan dalam LDP. | |
| 0021248026104000 | - | - | |
| 0837342682101000 | - | - | |
| 0919748558104000 | - | - | |
| 0749380614104000 | - | - | |
| 0815408315104000 | - | - | |
| 0012288601101000 | - | - | |
CV Lamgugob Perdana | 0809050263101000 | - | - |
CV Merpati Prima | 0019026517104000 | - | - |
| 0032866543101000 | - | - | |
| 0746597103101000 | - | - | |
| 0940498546104000 | - | - | |
| 0911393437104000 | - | - | |
| 0667121966104000 | - | - | |
| 0702998303104000 | - | - | |
CV Akusara Bina Mandiri | 09*8**1****04**0 | - | - |
| 0734542079101000 | - | - | |
CV Strategy Engineer | 04*1**8****00**0 | - | - |
CV Ananda Mandiri | 0026894667101000 | - | - |
| 0019020668104000 | - | - | |
| 0902955442101000 | - | - | |
PT Halvia Mandiri Group | 09*5**0****01**0 | - | - |
| 0023260771104000 | - | - | |
| 0027061910104000 | - | - |
SPESIFIKASI TEKNIS PEKERJAAN KONSTRUKSI
KABUPATEN BENER MERIAH
DINAS KESEHATAN
Jl. Komplek Perkantoran P emda Serule Kayu - REDELONG
SPESIFIK ASI TEKNIS
PEMBANGUNAN RUMAH DINAS DAN GEDUNG PUSKESMAS SAMAR KILANG
SUMBER DAK
TAHUN A NGGRAN 2023
I.
A. URAIAN SPESIFIKASI TEKNIS
1. Spesifikasi Teknis Input
a. Spesifikasi bahan/material sebagai berikut:
NO BAHAN/MATERIAL : SPESIFIKASI
1. Pasir Urug : Pasir Urug yang digunakan adalah pasir gunung/pasir
sungai bewarna abu-abu tua atau cokelat.
2. Tanah Timbun : Tanah timbun yang digunakan adalah tanah tanah
timbun biasa yang diambil dari sumber galian jenis ini
produksi lokal galian C, Setelah disiram 4 hari bila
dipadatkan 100% kepadatan kering maksimun (MDD)
se[erti yang diyentukan oleh SNI 03-1742-1989.
3. Batu Kali / Batu Gunung : Batu kali/batu gunung yang digunakan adalah batu
dengan ukuran tinggi 60 - 80 cm, lebar bawah 60 - 80
cm, dan lebar atas 25 - 30 cm, di produksi dari hasil
galian c (produk lokal).
4. Semen PCC : Semen yang digunakan adalah semen PCC dengan
kualitas SNI, jenis Ini produksi lokal dengan SNI
15.2049.1994 dengan berat 40 Kg.
5. Pasir Pasang / Ayak : Pasir pasang yang digunakan adalah pasir dengan
bentuk dan tekstur yang lebih halus dari pasir beton,
jenis ini boleh digunkan pasir pasang gunung dan pasir
pasang sungai, di produksi dari hasil galian c (produk
lokal).
6. Pasir Beton ( berat jenis : Pasir beton adalah butiran-butiran mineral keras dan
= 1.400 kg/m³ ) tajam berukuran antara 0,075 – 5 mm, jika terdapat
butiran berukuran lebih kecil dari 0,063 mm tidak lebih
dari 5% berat. Pasir beton sering digunakan untuk
pekerjaan cor-coran struktur seperti kolom, balok dan
pelat lantai. Jenis ini diprouksi dari stone crusher/hasil
Galian C.
7. Batu Kerikil / Koral : Batu Kerikil / Koral yang digunakan adalah mempunyai
(berat jenis = 1.350 ukuran sedang antara 10 hingga 20mm dan 20 sampai
kg/m³) 30mm. Kategori ini sangat cocok sebagai bahan
tambahan untuk material cor pembangunan Gedung
menurut standar SNI 03-2834-2000. Jenis ini
diproduksi dari stone crusher/hasil Galian C.
7. Bekisting Kayu kelas III : jenis kayu yang di gunakan adalah kayu hasil produksi
lokal dan di perdagangkan di daerah setempat, semua
jenis kayu yang akan digunakan harus kering, bebas
cacat, tidak retak, tidak berlubang, tidak lapuk dan
lurus. Jenis kayu yang dapat digunakan salah satunya
adalah kayu pinus.
8. Paku Biasa : Paku Biasa yang digunakan adlah ukuran paku 2 - 5".
9. Besi Beton Polos : Besi beton polos yang digunakan ukuran Diameter 12
mm, 10 mm, 8 mm dengan Panjang 10 m/12 m, dan
memiliki penampang bundar dengan struktur
permukaan mulus/licin tanpa sirip dengan bentuknya
bulat memanjang tanpa tambahan variasi apapun
sesuai dengan SNI.
10. Kawat Besi Beton : Kawat Besi Beton yang digunakan adalah kawat beton
dengan ukuran Bendrat BWG 14 (diameter 2,10 mm).
11. Batu Bata : Batu Bata yang digunakan berkualitas baik, ukuran
standar (satu ukuran) produksi lokal yang terbuat dari
campuran tanah liat merah yang baik dengan ukuran
standar 5 x 10 x 20 cm.
12. Rangka Baja Ringan : Rangka Baja Ringan yang digunakan adalah Baja Canal
C uk. Panjang 6 m, lebar 75mm-100 mm, tebal 1 mm
memiliki material baja mutu Tinggi G 550 dan Material
baja harus dilapisi perlindungan terhadap serangan
korosi.
13. Atap Seng Super Deck : Atap Seng Super Deck yang digunakan memiliki ukuran
Tebal 0,3 mm Lebar 0,8 m dengan kualitas SNI,
produksi dalam negeri dan bisa dipergunan dalam
pekerjaan bangunan Standar SNI.
14. Sekrup fisher : Sekrup fisher yang digunakan ukuran 12x35 mm
kuningan (baut atap baja ringan).
15. Nok genteng Metal/Multi Perabung/ Sambungan atap berukuran panjang 180
Roof (rabung atap) cm yang digunakan sebagai penutup atau pertemuan
sambungan seng bagian atas atap rumah.
16. Lisplank Kayu : Papan Les Plang Induk berukuran minimal 20 cm x 2
cm x 4 m yang dibuat dengan kayu hasil produksi lokal
dan di perdagangkan di daerah setempat.
17. Plafon PVC : Saat ini, ukuran plafon PVC yang dijual di pasaran
Indonesia adalah yang berukuran 3 meter, 4 meter, 5
meter, dan 6 meter. Sedangkan lebar rata-ratanya
adalah sekitar 20 cm, dengan ketebalan berkisar di
angka 6 - 8 mm, setara standar SNI
18. Plamir/Dempul : Plamir berfungsi menutupi celah-celah maupun pori
yang muncul pada tembok sehingga Anda memiliki
dinding dengan permukaan yang rata, Adapun bahan
yang digunakan Semen putih berkualitas tinggi, Kapur
bangunan atau kalsium berwarna putih (jangan pilih
warna buram), Super cement, dan Lem kayu berwarna
putih.
Ada tiga jenis cat dasar yang saat ini cukup banyak
19. Cat dasar :
beredar di pasar Indonesia, yakni Alkali Resisting
Primer (Undercoat Tembok), Water Sealer Water
Based, dan Water Proofing Wall Sealer.
20. Cat Tembok : Cat tembok yang digunakan adalah cat tembok yang
setera dengan setara Vinilex
21. Cat Kayu : Cat kayu yang digunakan adalah cat yang berkualitas
bagus setara Avian agar kayu tahan lama dan terhindar
dari pembusakan.
22. Paving Block : Paving block yang digunakan adalah paving block segi
enam dan berwarna dengan tebal 6 cm.
1. Pekerjaan Pintu P1 Kaca Tempered + Aksesoris
23. Pintu Dan Jendela :
(Lengkap Terpasang) dengan ukuran Pintu lebar
1,70 x Tinggi 2,60 m.
2. Pekerjaan Pintu P2 UPVC + Kusen + Aksesoris
(Lengkap Terpasang) dengan ukuran lebar 1,30 x
tinggi 2,80 m.
3. Pekerjaan Pintu P3 UPVC + Kusen + Aksesoris
(Lengkap Terpasang)
4. Pekerjaan Pintu P4 UPVC + Kusen + Aksesoris
(Lengkap Terpasang)
5. Pekerjaan Pintu P5 UPVC + Kusen + Aksesoris
(Lengkap Terpasang)
6. Pekerjaan Pintu PJ1 UPVC + Kusen + Aksesoris
(Lengkap Terpasang)
7. Pekerjaan Pintu UPVC + Kusen + Aksesoris
(Lengkap Terpasang)
8. Pekerjaan Jendela J1 UPVC + Kusen + Aksesoris
(Lengkap Terpasang)
9. Pekerjaan Jendela J2 UPVC + Kusen + Aksesoris
(Lengkap Terpasang)
10. Pekerjaan Jendela J3 UPVC + Kusen + Aksesoris
(Lengkap Terpasang)
11. Pekerjaan Ventilasi V1 Km UPVC + Kusen +
Aksesoris (Lengkap Terpasang)
Keramik yang digunakan adalah keramik lantai dengan
24. Keramik :
ukuran 60x60 cm, 25x25 cm (untuk kamar Mandi)
sedangkan kermaik dinding 25x40 cm.
b. Spesifikasi Peralatan Minimum
NO PERALATAN JUMLAH KAPASITAS
1. Concreat Mixer (Molen) 1 Unit Concreat Mixer digunakan sebagai pengaduk
campuran beton dan memiliki kapasitas 0,8
m³.
2. Lift Cor Beton 1 Unit Lift cor beton alat sebagai pengangkut beton
secara vertical berfungsi sebagai pengegkut
beton apabila pengecoran dilakukan di lantai
2 bangun dan memmiliki kapasitan 0,8 m³
3. Dump Truck 2 Unit Dump truck yang digunakan adalah dum
truck memiliki kapasitas minimal 4 m³.
4. Scaffolding 10 Set Scaffolding yang digunakan memiliki join pin
dengan main frame T170.
Vibrator digunakan sebagai alat pemadan
5. Vibrator concreat 1 Unit
beton, Direkomendasikan mempunyai
kapasitas 12.000-17.000 vpm/200-280 Hz
(1Hz = 1 vps = 60 vpm).
1. Gerobak Sorong dengan kapasitas
7. Peralatan lainnya
beban 150 kg.
2. Palu
3. Cangkul
4. Sekop
5. Ember
6. Raskam
7. Sendok semen
8. Meteran
9. waterpass
Kuas, dll.
2. Spesifikasi Proses/Kegiatan
Spesidfikasi proses kegiatan kontruksi adalah uraian secara terperinci
tentang persyaratan kriteria yang diperlukan untuk suatu pekerjaan
kontruksi diantaranya Pekerjaan Persiapan, Pekerjaan Tanah, Pekerjaan
Struktur dan Pekerjaan Arsitektur. Berikut adalah uraian spesifikasi proses
kegiatan pekerjaan Pembangunan Gedung (Ruangan Kia-Kb, R`ng
Imunisasi, Ruang Mtbs, Ruang Administrasi, Ruang Rapat, Gudang Ruang
Vaksin, Ruang Dokter Dan Perawat) :
a. Pekerjaan Persiapan
Semua benda dan permukaan seperti pohon akar dan tonjolan serta
rintangan-rintangan bangunan beserta pondasinya dan lain-lain yang berada
di dalam batas daerah pembangunan yang tercantum dalam gambar harus
dibersihkan dan dibongkar kecuali untuk hal-hal di bawah ini :
1) Sisa-sisa pohon yang tidak mengganggu dan akar-akar serta benda-
benda yang tidak mudah rusak yang letaknya minimum ± 1 meter di
bawah dasar pondasi.
2) Pembongkaran tiang-tiang saluran-saluran dan selokan-selokan hanya
sedalam yang diperlukan dalam penggalian ditempat tersebut.
3) Kecuali pada tempat-tempat yang harus digali lubang-lubang bekas
pepohonan dan lubang-lubang lain harus diurug kembali dengan bahan-
bahan yang baik dan dipadatkan.
4) Kontraktor bertanggung jawab untuk membuang sendiri tanaman-
tanaman dan puing-puing ketempat yang ditentukan oleh Konsultan
Manajemen Konstruksi.
5) Kontraktor bertanggung jawab untuk melakukan evakuasi / pemindahan
instalasi / saluran eksisting yang berada di dalam lokasi tapak proyek
sehingga instalasi / saluran tersebut kembali bisa berfungsi seperti
sebelumnya.
6) Semua berangkal dan kotoran dari bekas pembongkaran konstruksi
existing galian dan lain-lain harus segera dikeluarkan dari tapak dan
dibuang ke tempat yang ditentukan oleh Konsultan Manajemen
Konstruksi. Semua peralatan yang diperlukan pada paket pekerjaan ini
harus tersedia di lapangan dalam keadaan siap pakai.
7) Kontraktor harus tetap menjaga kebersihan diarea pekerjaan dan
disekitarnya yang diakibatkan oleh semua kegiatan pekerjaan ini serta
menjaga keutuhan terhadap material/barang-barang yang sudah
terpasang (existing)
b. Pekerjaan Tanah
1) Pekerjaan Tanah
Yang termasuk pekerjaan galian tanah adalah semua pekerjaan yang
berhubungan dengan pekerjaan tanah meliputi :
a) Penggalian
Penyedia Jasa harus melakukan pengukuran untuk menetapkan lokasi
dan elevasi galian sesuai dengan gambar kerja, hasil pengukuran harus
disetujui oleh Pengawas sebelum melanjutkan pekerjaan berikutnya.
Pergeseran as kolom yang direncanakan maksimum 5 cm ke segala arah.
Dasar pondasi harus horisontal. Deviasi maksimum 5 cm.
Penggalian harus dikerjakan secara terus menerus sampai mencapai
elevasi yang dipersyaratkan dan harus mendapatkan persetujuan tertulis
yang ditandatangani oleh Pengawas.
Material lepas dan lumpur harus dibersihkan dari dalam lubang pondasi.
Lubang harus bersih setiap saat.
Pemadatan galian harus dilakukan sesuai dengan elevasi yang
ditentukan pada gambar perencanaan.
Sebelum dilanjutkan pada pekerjaan lantai kerja, Kontraktor harus
mendapat persetujuan dari Konsultan Pengawas bahwa galian dan
pemadatan sudah sesuai.
.
b) Pemadatan Tanah
Pemadatan dilakukan pada peil yang ditentukan sesuai Gambar Kerja.
Sebelum pemadatan, harus dibersihkan dari semua kotoran, humus dan
akar tanaman serta bekas bongkaran.
Pelaksanaan pemadatan dilakukan lapis demi lapis, tiap lapisan tidak
boleh lebih dari 20 cm tebal sebelum dipadatkan atau 15 cm setelah
dipadatkan.
Pemadatan tanah dan pembentukan permukaan (shaping) dilakukan
dengan blade graders / stemper atau lainnya dengan mendapatkan
persetujuan dari Konsultan Pengawas. Sebelumnya tanah harus digaru
dengan sheep foot rollers.
Selama pemadatan harus dikontrol terus kadar airnya, sebelum
pemadatan kadar air dari fill material harus sama dengan kadar air
optimum dari hasil test Compaction Modified Proctor dari contoh fill
material.
Apabila kadar air bahan timbunan/fill material lebih kecil dari bahan
optimum, maka fill material harus diberi air sehingga menyamai kadar
air optimum. Sebaliknya bila kadar air bahan timbunan/fill material lebih
besar dari kadar air optimum, maka fill material harus dikeringkan
terlebih dahulu atau ditambah dengan bahan timbunan yang lebih
kering.
Pemadatan harus dilakukan pada cuaca baik, bila hujan dan air
tergenang, pemadatan dihentikan. Diusahakan air dapat mengalir
dengan membuat saluran-saluran drainage / dewatering sehingga
daerah pemadatan selalu kering.
Setiap lapis dari daerah yang dipadatkan harus ditest dengan 'Field Dry
Density Test' untuk mengetahui kepadatan tanah yang dicapai serta
Moisture Content. Satu test untuk setiap 400 m2 untuk tanah yang
dipadatkan.
Apabila tanah yang dipadatkan telah mencapai nilai 90% compacted dari
modified proctor (untuk lapisan sub grade setebal 30 cm di bawah base)
tetapi tidak mencapai soaked CBR minimum = 4, maka tanah (sub
grade) tersebut harus diganti dengan fill material yang pada 90%
maksimum compacted mencapai nilai soaked CBR = 4.
c. Pekerjaan Struktur
Pekerjaan yang termasuk meliputi :
1) Penyediaan dan pendayagunaan semua tenaga kerja, bahan-bahan,
instalasi konstruksi dan perlengkapan-perlengkapan untuk semua
pembuatan dan mendirikan semua baja tulangan, bersama dengan
semua pekerjaan pertukangan/keahlian lain yang ada hubungannya
dengan itu, lengkap sebagaimana diperlihatkan, dispesifikasikan atau
sebagaimana diperlukannya.
2) Tanggung jawab "kontraktor" atas instalasi semua alat-alat yang
terpasang, selubung-selubung dan sebagainya yang tertanam di dalam
beton. Syarat-syarat umum pada pekerjaan ini berlaku penuh Peraturan
Beton Indonesia 1971 (PBI 1971), ASTM dan ACI.
3) Ukuran-ukuran (dimensi) dari bagian-bagian beton bertulang yang tidak
termasuk pada gambar-gambar rencana pelaksanaan arsitektur adalah
ukuran-ukuran dalam garis besar. Ukuran-ukuran yang tepat, begitu
pula besi penulangannya ditetapkan dalam gambar-gambar struktur
konstruksi beton bertulang. Jika terdapat selisih dalam ukuran antara
kedua macam gambar itu, maka ukuran yang harus berlaku harus
dikonsultasikan terlebih dahulu dengan perencana atau Direksi
Lapangan guna mendapatkan ukuran yang sesungguhnya disetujui oleh
perencana.
4) Jika karena keadaan pasaran, besi penulangan perlu diganti guna
kelangsungan pelaksanaan maka jumlah luas penampang tidak boleh
berkurang dengan memperhatikan syarat-syarat lainnya yang termuat
dalam PBI 1971. Dalam hal ini Direksi Lapangan harus segera
diberitahukan untuk persetujuannya, sebelum fabrikasi dilakukan.
5) Penyediaan dan penempatan tulangan baja untuk semua pekerjaan
beton yang berlangsung dicor di tempat, termasuk penyediaan dan
penempatan batang-batang dowel ditanamkan di dalam beton seperti
terlihat dan terperinci di dalam gambar atau seperti petunjuk Direksi
Lapangan dan, bila disyaratkan, penyediaan penulangan untuk dinding
blok beton.
6) "Kontraktor" harus bertanggungjawab untuk membuat dan membiayai
semua desain campuran beton dan test-test untuk menentukan
kecocokan dari bahan dan proporsi dari bahan-bahan terperinci untuk
setiap jenis dan kekuatan beton, dari perincian slump, yang akan
bekerja/berfungsi penuh untuk semua teknik dan kondisi penempatan,
dan akan menghasilkan yang diijinkan oleh Direksi Lapangan. Kontraktor
berkewajiban mengadakan dan membiayai Test Laboratorium.
7) Pekerjaan-pekerjaan lain yang termasuk adalah :
semua pekerjaan beton yang tidak terperinci di luar ini
pemeliharaan dan finishing, termasuk grouting
mengatur benda-benda yang ditanam di dalam beton, kecuali
tulangan beton
koordinasi dari pekerjaan ini dengan pekerjaan dari lain bagian
sparing dalam beton untuk instalasi M/E
penyediaan dan penempatan stek tulangan pada setiap pertemuan
dinding bata dengan kolom/dinding beton struktural dan dinding
bata dengan pelat beton struktural seperti yang ditunjukkan oleh
Direksi Lapangan.
8) Penyerahan-penyerahan
Penyerahan-penyerahan berikut harus dilaksanakan oleh Penyedia Jasa
kepada Direksi Lapangan sesuai dengan jadwal yang telah disetujui
untuk menyerahkan dan dengan segera sehingga tidak menyebabkan
keterlambatan pada pekerjaan sendiri maupun pada pekerjaan Penyedia
Jasa lain.
Gambar pelaksanaan
Merupakan gambar tahapan pelaksanaan yang harus diserahkan
oleh Penyedia Jasa kepada Direksi Lapangan untuk mendapat
persetujuan ijin.
Penyerahan harus dilakukan sekurang-kurangnya 7 (tujuh) hari kerja
sebelum jadwal pelaksanaan pekerjaan beton.
Data dari pabrik/sertifikat
Untuk mendapat jaminan atas mutu beton ready-mix, maka sebelum
pengiriman; Penyedia Jasa harus sudah menyerahkan kepada
Direksi Lapangan sedikitnya 5 hari kerja sebelum pengiriman; hasil-
hasil percobaan laboratorium, baik hasil percobaan bahan maupun
hasil percobaan campuran (Mix Design dan Trial Mix) yang
diperuntukan proyek ini.
Harus diajukan minimal 2 (dua) supplier beton ready-mix untuk
memperlancar pelaksanaan dan mendapat persetujuan Direksi
Lapangan sebelum memulai pengecoran.
9) Percobaan Bahan dan Campuran Beton
Umum
Test bahan : Sebelum membuat campuran, test laboratorium harus
dilakukan untuk test berikut, sehubungan dengan prosedur-prosedur
ditujukan ke standard referensi untuk menjamin pemenuhan
spesifikasi proyek untuk membuat campuran yang diperlukan.
Semen : berat jenis semen
Agregat :
Analisa tapis, berat jenis, prosentase dari void (kekosongan),
penyerapan, kelembaban dari agregat kasar dan halus, berat kering
dari agregat kasar, modulus terhalus dari agregat halus.
Adukan/campuran beton
Adukan beton harus didasarkan pada trial mix dan mix design
masing-masing untuk umur 7, 14 atau 21 dan 28 hari yang
didasarkan pada minimum 20 hasil pengujian atau lebih sedemikian
rupa sehingga hasil uji tersebut dapat disetujui oleh Direksi
Lapangan.
Hasil uji yang disetujui tersebut sudah harus disertakan selambat-
lambatnya 3 minggu sebelum pengerjaan dimulai, dan selain itu
mutu betonpun harus sesuai dengan mutu standard PBI 1971.
Pekerjaan tidak boleh dimulai sebelum diperiksa Direksi Lapangan
tentang kekuatan/kebersihannya.
Semua pembuatan dan pengujian trial mix dan design mix serta
pembiayaannya adalah sepenuhnya menjadi tanggung jawab
Penyedia Jasa . Trial mix dan design mix harus diadakan lagi bila
agregat yang dipakai diambil dari sumber yang berlainan, merk
semen yang berbeda atau supplier beton yang lain.
Ukuran-ukuran
Campuran desain dan campuran percobaan harus proporsional
semen terhadap agregat berdasarkan berat, atau proporsi yang
cocok dari ukuran untuk rencana proposional atau perbandingan
yang harus disetujui oleh Direksi Lapangan.
Percobaan adukan untuk berat normal beton
Untuk perincian minimum dan maximum slump untuk setiap jenis
dan kekuatan dari berat normal beton, dibuat empat (4) adukan
campuran dengan memakai nilai faktor air-semen yang berbeda-
beda.
Pengujian mutu beton ditentukan melalui pengujian sejumlah benda
uji silinder beton diameter 15 cm x tinggi 30 cm sesuai PBI 1971,
ACI Committee - 304, ASTM C 94-98.
Benda uji (setiap pengambilan terdiri dari 3 buah dengan
pengetesan dilakukan pada hari yang tercantum pada item 6) dari
satu adukan dipilih acak yang mewakili suatu volume rata-rata tidak
lebih dari 10 m3 atau 10 adukan atau 2 truck drum (diambil yang
volumenya terkecil). Disamping itu jumlah maximum dari beton yang
dapat terkena penolakan akibat setiap satu keputusan adalah 30 m3,
kecuali bila ditentukan lain oleh Direksi Lapangan.
Hasil uji untuk setiap pengujian dilakukan masing-masing untuk
umur 7, 14 atau 21 dan 28 hari.
Pembuatan benda uji harus mengikuti ketentuan PBI'71, dilakukan
di lokasi pengecoran dan harus disaksikan oleh Direksi Lapangan.
Apabila digunakan metoda pembetonan dengan menggunakan
pompa (concrete pump), maka pengambilan contoh segala macam
jenis pengujian lapangan harus dilakukan dari hasil adukan yang
diperoleh dari ujung pipa "concrete-pump" pada lokasi yang akan
dilaksanakan.
Pengujian bahan dan beton harus dilakukan dengan cara yang
ditentukan dalam Standard Industri Indonesia (SII) dan PBI'71 NI-2
atau metoda uji bahan yang disetujui oleh Direksi Lapangan.
Rekaman lengkap dari hasil uji bahan dan beton harus disediakan
dan disimpan dengan baik oleh tenaga pengawas ahli, dan selalu
tersedia untuk keperluan pemeriksaan selama pelaksanaan
pekerjaan dan selama 5 tahun sesudah proyek bangunan tersebut
selesai dilaksanakan.
Pengujian slump
Kekentalan adukan beton diperiksa dengan pengujian slump, dimana
nilai slump harus dalam batas-batas yang diisyaratkan dalam PBI
1971 dan sama sekali tidak diperbolehkan adanya penambahan
air/additive, kecuali ditentukan lain oleh Direksi Lapangan.
"Penyedia Jasa " harus menjamin bahwa ia mampu dengan slump
berikut, beton dengan mutu dan kekuatan yang memuaskan, yang
akan menghasilkan hasil akhir yang bebas keropos, ataupun
berongga-rongga. Pelaksanaan dari persetujuan kontrak adalah
bahwa "Penyedia Jasa " bertanggung jawab penuh untuk produksi
dari beton dan pencapaian mutu, kekuatan dan penyelesaian yang
memenuhi syarat batas slump.
Bila dipakai pompa beton, slump harus didasarkan pada pengukuran
di pelepasan pipa, bukan di truk mixer. Maximum slump harus 150
mm.
Rekomendasi slump untuk variasi beton konstruksi pada keadaan
atau kondisi normal :
Slump pada (cm)
Konstruksi Beton Maksimum Minimum
Dinding, pelat fondasi dan fondasi
12.50 10.00
telapak bertulang.
Fondasi telapak tidak bertulang, kaison
9.00 7.50
dan konstruksi di bawah tanah.
Pelat, balok, kolom dan dinding. 15.00 12.50
Pembetonan massal. 7.50 7.50
Untuk beton dengan bahan tambahan plasticizer, slump dapat
dinaikkan sampai maksimum 1,5 cm.
Percobaan tambahan
Penyedia Jasa , tanpa membebankan biaya kepada pemilik, harus
mengadakan percobaan laboratorium selaku percobaan tambahan
pada bahan-bahan beton dan membuat desain adukan baru bila sifat
atau pemilihan bahan diubah atau apabila beton yang ada tidak
dapat mencapai kekuatan spesifikasi.
Hasil pengujian beton harus diserahkan sesaat sebelum tahapan
pelaksanaan akan dilakukan, yaitu khususnya untuk pekerjaan yang
berhubungan dengan pelepasan perancah/acuan. Sedangkan untuk
pengujian di luar ketentuan pekerjaan tersebut, harus diserahkan
kepada Direksi Lapangan dalam jangka waktu tidak lebih dari 3 hari
setelah pengujian dilakukan.
d. Pekerjaan Lantai (Keramik/Flowcrete)
1. Umum :
1) Lingkup Pekerjaan :
a) Termasuk dalam lingkup pekerjaan ini penyediaan tenaga, bahan
material, peralatan, dan alat bantu lainnya sehingga dicapai hasil
pekerjaan yang baik dan sempurna.
b) Meliputi pemasangan ubin keramik pada lantai bangunan yang
dinyatakan dalam gambar sebagai lantai keramik, kecuali dinyatakan lain
dalam gambar berita acara.
c) Melapisi lantai beton dengan pelapis lantai tanpa sambungan dan anti
bakteri sesuai spesifikasi konsultan. Khusus pada bagian processing
ternak mulai penyembelihan hingga menjadi produk siap jual (ruang
produksi).
2. Material :
1) Ubin Keramik tipe homogenous atau jenis lain sesuai persetujuan Badan
Pengawas proyek. Ukuran 40 x 40 cm sesuai gambar rencana. eks. Roman,
Asia, Diamond.
2) Bin keramik dinding, ukuran, tipe dan warna seuai rencana. eks. Roman,
Asia, Diamond.
3) Semen Portland jenis I.
4) Pasir pasang.
5) Grout pengisi Nat Keramik berwarna eks AM, Jatimra, MU.
6) Pelapis lantai type Flowfresh RT ex Flowcrete (UK) atau merk lain yang
disetujui konsultan (bila ada), warna ditenntukan dalam rapat lapangan.
3. Alat kerja :
1) Penyedia Jasa pelaksana harus menyediakan seluruh peralatan dan juga
perlengkapan kerja untuk keperluan pekerja pelaksananya.
2) Selain peralatan Penyedia Jasa pelaksana juga harus menyediakan semua
sarana yang diperlukan untuk pelaksanaan pekerjaan ini.
4. Persiapan :
1) CONTOH BAHAN :
Guna persetujuan Pengawas proyek, Penyedia Jasa harus menyerahkan
contoh-contoh semuai bahan yang akan dipakai ; ubin keramik, bahan-
bahan addtive untuk adukan, dan bahan untuk tile grouts.
2) MOCK UP :
Sebelum memulai pemasangan, Penyedia Jasa harus membuat contoh
pemasangan yang memperlihatkan dengan jelas pola pemasangan,
metoda pelekatan pada struktur, dan warna groutingnya.
Mock-up yang telah disetujui akan dijadikan standard minimal untuk
pemasangan keramik juga pelapis lantai jenis lainnya.
3) BROSUR :
Untuk keperluan Pengawas proyek, Penyedia Jasa harus menyediakan
brosur bahan guna pemilihan jenis bahan yang dipakai.
4) Penyedia Jasa pelaksana wajib meneliti gambar-gambar dan kesesuaian
kondisi lapangan sebelum memulai pelaksanaan pekerjaan. Apabila terjadi
ketidak sesuaian ukuran, elevasi, ukuran lebar, dan posisi terhadap
keseluruhan disain, maka Penyedia Jasa Pelaksana wajib menuangkannya
dalam shop drawing dan melaporkannya kepada Pengawas proyek.
5) Seluruh bahan yang didatangkan di lapangan harus masih dalam kemasan
pabrik.
6) Penyimpanan bahan material ditempat yang rata dan diberi perlindungan
yang memadai untuk melindungi material dari perubahan bentuk ataupun
dari kerusakan.
7) Tile yang masuk ke tapak harus diseleksi, agar berkesesuaian dengan
ukuran, bentuk dan warna yang ditentukan.
8) Penyedia Jasa pelaksana harus menyerahkan kepada Pengawas proyek
untuk kemudian diteruskan kepada pemberi tugas minimal 5 doos tiap
jenis dan motif ubin keramik yang dipakai. Ubin keramik dalam doos-doos
tersebut harus dalam keadaan baru dan mencantumkan dengan jelas
identitas ubin keramik yang ada didalamnya. Ubin-ubin keramik ini akan
dipakai sebagai cadangan untuk perawatan oleh pemberi tugas.
5. Pelaksanaan :
1) Bagian-bagian lantai yang terpaksa harus menggunakan lempeng ubin
yang tidak penuh, pemotongannya harus menggunakan mesin potong dan
harus menghasilkan tepian potongan yang lurus dan halus.
2) Spesi perekat terhadap lantai strukturnya menggunakan mortar campuran
1PC: 3Ps, kecuali untuk daerah basah digunakan campuran 1PC : 2Ps.
3) Sebelum pemasangan dimulai ubin harus dibasahi. Pakai benang untuk
menentukan lay out ubin yang telah ditentukan dan pasang sebaris ubin
guna jadi patokan untuk pemasangan selanjutnya.
4) Pelaksanaan pemasangan harus sedemikian rupa hingga :
a) Seluruh bagian di bawah ubin terisi penuh dengan mortar spesi
hingga tidak terdapat rongga udara terjebak di bawah ubin.
b) Menghasilkan bidang lantai yang benar-benar datar dan rata air,
kecuali untuk bagian-bagian lantai pada daerah basah yang
dikehendaki miring harus menghasilkan bidang miring sempurna yang
dapat mengalirkan air hingga kering ke lubang-lubang lantai ( avour
).
c) Nat antar ubin adalah 3 mm dan menghasilkan garis nat yang lurus
sejajar garis dinding yang melingkupinya.
5) Setelah spesi pasangan mengering, siar antara (nat) harus diisi penuh
dengan adukan Grout pengisi Nat dan dikeruk halus hingga menghasilkan
permukaan nat yang sama dengan garis tepian ubin.
6) Noda adukan Grout pengisi Nat yang mengenai permukaan ubin harus
segera dibersihkan dengan lap basah dan dikeringkan seketika dengan
lap kering.
7) Badan pengawas berhak memerintahkan pembongkaran dan
pembenahan kembali tanpa biaya tambah bila persyaratan pada butir 3,
4, dan 5 di atas tidak dapat dipenuhi.
8) Pada pemasangan di area yang luas, harus dilaksanakan secara kontinu.
Dan harus disediakan guide line course pada interval 2,0 m – 2,5 m.
pemasangan tile lainnya berpedoman pada quide line ini.
9) Elevasi lantai ruang-ruang dalam toilet cubicle harus dibuat 2cm lebih
rendah daripada lantai area toilet di sekitar ruang toilet cubicle.
10) Expansion Joint untuk area lantai yang luas (tiap 5,7 x 5,7 m² atau 6 x 6
m²).
11) Pelapis lantai ruang produksi harus dilaksanakan sesuai syarat-syarat yang
ditentukan pabrik shingga didapat hasil seperti yang diharapkan. Karena
sifatnya yang khusus, Penyedia Jasa bertanggung jawab penuh atas
perlindungan terhadap pelapis lantai ruang produksi, sampai pekerjaan itu
diseahterimakan kepada pengguna jasa.
6. Perlindungan Dan Pembersihan
1) Perlindungan.
a) Penyedia Jasa harus melindungi ubin yang telah terpasang maupun harus
mengganti, atas biaya sendiri setiap kerusakan yang terjadi. Penyerahan
pekerjaan dilakukan dalam keadaan bersih.
b) Setelah pemasangan, Penyedia Jasa harus melindungi tile lantai yang
telah terpasang. Jika mungkin dengan mengunci area tersebut. Batasi lalu
lintas diatasnya hanya untuk yang penting saja.
2) Pembersihan
Secara prinsip, permukaan tile dibersihkan dengan air, menggunakan
sikat, kain lap, dan sebagainya. Tetapi jika area-area yang tidak
dibersihkan dengan air, pembersihan memakai campuran air dengan
hydrochloric acid (HCL), perbandingan 30 : 1. Sebelum pembersihan
dengan asam ini, lindungi semua bagian yang memungkinkan akan
berkarat atau rusak oleh asam.
Setelah dibersihkan dengan asam ini, bersihkan area ini dengan air biasa,
sehingga tidak ada campuran asam yang tersisa.
e. Pekerjaan Instalasi Listrik
Salah satu komponen yang tidak kalah penting adalah instalasi listrik.
Pemasangan instalasi listrik harus sesuai dengan peraturan listrik yang
berlaku di Indonesia. Pada tahap ini, pekerjaan meliputi pengadaan dan
pemasangan seluruh komponen-komponen kelistrikan tidak terkecuali
sakelar, stop kontak, lampu, panel listrik, hingga tahap percobaan sampai
listrik dapat menyala dengan baik.
3. Spesifikasi Metode
Dalam menyelesaikan suatu proyek untuk mencapai tujuan dengan efektif
dan efisien, diperlukan sistem manajemen yang baik. Untuk menerapkan
sistem manajemen yang baik, diperlukan berbagai metode sesuai jenis
bangunan yang diselesaikan. Pihak manajemen menyusun dan
mengarahkan metode-metode agar dapat menyelaraskan antara sumber
daya dan penggunaan peralatan untuk mencapai tujuan proyek. Banyak
faktor yang mempengaruhi ketepatan penggunaan peralatan dan
pemanfaatan sumber daya di antaranya biaya, waktu, dan sosial. Untuk
mencapai tujuan dengan efektif dan efisien, maka manajemen konstruksi
melibatkan tahapan-tahapan metode yang standar digunakan pada setiap
bangunan (rumah, gedung, dll). Metode-metode tersebut adalah sebagai
berikut:
a. Pekerjaan Persiapan
Pekerjaan pendahuluan merupakan persiapan awal yang wajib dilakukan
dalam melaksanakan suatu proyek. Pada tahap ini, segala izin yang
dibutuhkan untuk proses pembangunan telah diurus serta segala sesuatu
yang menyangkut kelancaran pekerjaan pelaksanaan harus telah disiapkan
di lokasi sebelum melaksanakan pekerjaan. Penyusunan jadwal terinci,
mobilisasi peralatan dan tenaga kerja, hingga kelengkapan administrasi
lapangan harus sudah disiapkan sebelum memulai pekerjaan. Didalam
pekerjaan persiapan penyedia jasa harus menyiapkan beberapa item
pekerjaan sebelum melaksanakan pekerjaan diantaranya:
2) Pengukuran, Penentuan Lokasi dan Pemasangan Bouwplank
Sebelum melaksakan Pekerjaan Penyedia Jasa dan pihak terkait
melaksakan pengukuran dan penetuan lokasi pekerjaan. Setelah selesai
pengukuran dan penentuan lokasi penyedia jasa melakukan
pemasangan Bowplank pada lokasi pekerjaan tersebut.
Bouwplank dibuat dari kayu terentang (kayu hutan kelas IV) ukuran
minimum 3/20 cm yang utuh dan kering. Bouwplank dipasang dengan
tiang-tiang dari kayu sejenis ukuran 5/7 cm dan dipasang pada setiap
jarak satu meter. Papan harus lurus dan diketam halus pada bagian
atasnya. Bouwplank harus benar-benar datar (waterpass) dan tegak
lurus. Pengukuran harus memakai alat ukur yang disetujui Konsultan
Pengawas. Bouwplank harus menunjukkan ketinggian 0.00 dan as
kolom/dinding. Letak dan ketinggian permukaan bouwplank harus dijaga
dan dipelihara agar tidak berubah selama pekerjaan berlangsung.
3) Direksi keet, Gudang dan Perlengkapan
Fungsi lainnya dari bangunan direksi keet dan gudang ini juga adalah
sebagai tempat/komunikasi yang efektif. Supaya hubungan antara
pengawas, pemilik, dan kontraktor bisa berjalan dengan lancar. Tak hanya
bangunan berupa direksi keet di lapangan saja, tapi dibutuhkan juga
bangunan gudang yang bisa menyimpan peralatan kerja. Peralatan kerja
atau material bahan yang rentan pada cuaca dan biasanya mudah hilang.
4) Pagar Pengaman Kegiatan
Untuk menjaga keamanan dalam proyek dengan mempekerjakan tenaga
untuk penjagaan (security). Jumlah personil security disesuaikan dengan
kebutuhan dan system pergantian jaga diatur dengan sift siang dan
malam. Untuk keamanan proyek juga dilakukan kordinasi dengan
keamanan disekitar lokasi proyek. Selain itu tenaga keamanan proyek,
untuk mejaga keamanan dibuat pagar pengaman proyek yang berfungsi
untuk pembatas area kegiatan pekerjaan dan mengamankan area
pekerjaan dari tindakan orang luar yang mengganggu dan
membahayakan.
Pagar pengaman proyek dibutuhkan selama pelaksanaan pekerjaan
berlangsung. Sebelum pagar pengaman proyek dibuat, telebih dahulu
dilakukan pengukuran untuk batas-batas area pekerjaan. Pagar pengaman
proyek dibuat dengan menggunakan penutup seng gelombang dan tiang
kaso. Pagar sementara didirikan mengelilingi batas area lokasi pekerjaan.
Untuk sirkulasi keluar masuk, pada bagian depan pagar pengaman proyek
dibuat pintu lengkap dengan pengunci. Pagar pengaman proyek dapat
dibongkar setelah pelaksanaan pekerjaan proyek selesai.
5) Papan Nama Proyek
Kontraktor wajib membuat dan memasang papan nama proyek di bagian
depan halaman proyek sehingga mudah dilihat umum. Ukuran dan redaksi
papan nama tersebut 90 x 150 cm dipotong dengan tiang setinggi 250 cm
atau sesuai dengan petunjuk Pemerintah Daerah setempat. Kontraktor
tidak diijinkan menempatkan atau memasang reklame dalam bentuk
apapun di halaman dan di sekitar proyek tanpa ijin dari Pemberi Tugas.
6) Mobilisasi dan Demonilisasi
Setiap Proyek Konstruksi umumnya terdiri dari beragam item pekerjaan,
pada saat tahap awal, proyek memiliki pekerjaan mobilisasi dan
demobilisasi. Pekerjaan tersebut cukup menentukan keberhasilan proyek
karena mempengaruhi sumber daya peralatan pekerjaan konstruksi.
Keterlambatan melakukan kegiatan mobilisasi akan berpengaruh pada
jadwal pekerjaan. Untuk penjelasan selengkapnya mengenai mobilisasi dan
demobilisasi akan dibahas di bawah ini
Pengertian Mobilisasi
Mobilisasi adalah kegiatan untuk mendatangkan sumber daya dalam
proyek seperti yang di bawah ini:
- Membeli dan menyewa tanah/lahan untuk membuat base camp.
- Mendatangkan staff dan personil kerja sesuai dengan kebutuhan
lapangan.
- Mendatang peralatan seperti yang tertera dalam dokumen penawaran
seperti peralatan laboratorium dan peralatan konstruksi utama.
- Menyediakan base camp seperti kantor lapangan, gudang, bengkel, dan
lain-lain.
- Mendatangkan bahan pekerjaan.
Pengertian Demobilisasi
Demobilisasi adalah kegiatan untuk mengembalikan kondisi tempat kerja
menjadi kondisi saat pekerjaan belum dimulai termasuk sumber daya
yang untuk mobilisasi seperti pemindahan instalasi alat, peratalan,
perlengkapan, personil dan lain-lain.
7) Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3)
8) Setelah melaksanakan pengukuran, penentuan lokasi, pemasangan
bowplank, direksikeet/Gudang Peralatan serta alat dan pekerja sudah
didatangkan, tahap selanjutnya adalah melengkapi manajemen
keselamatan dan Kesehatan pekerja terdiri atas:
Penyiapan RKK
Sosialiasi dan Promosi K3
Alat Pelindung Kerja
Alat Pelindung diri Personil/pekerja
Asuransi dan Perijinan personil/pekerja
2) Pekerjaan Tanah dan Pondasi
Pekerjaan Tanah dan Pondasi meliputi pekerjaan diantaranya:
Pekerjaan Galian Tanah
galian untuk pondasi menerus dan pondasi tapak yang sebelumnya
sudah ditentukan titik lokasi penentuan pondasi tersebut.
Pekerjaan tanah dan pondasi.
Urugan Kembali Bekas Galian
Pekerjaan ini dilakukan setelah pondasi menerus dan pondasi tapak
selesai dilakukan pengecoran telah mencapai pengeringan dan
pengujian sebagaimana dalam aturan yang berlaku.
Pekerjaan Urugan Pasir
Setelah dilakukanya pekerjaan galian tanah selesai, maka penyedia
jasa harus melakukan pekerjaan urugan pasir setebal 5 cm pada
permukaan tanah pada setiap titik dan jalur pondasi.
3) Pekerjaan Beton Bertulang
Tahapan-tahapan pekerjaan beton bertulang secara umum ada
delapan tahapan yang merupakan saling keterkaitan satu sama lainnya.
Tahapan tersebut memiliki waktunya masing masing. Setiap bagiannya
harusnya menjadi keseragaman sehingga terjadi ikatan kuat dan saling
menjepit bagian yang lain. Jika tahapan ini tidak di ikuti maka akan
terjadi kerusakan dari yang terkecil hingga yang fatal.
Metode Pelaksanaan Pekerjaan Balok Beton Bertulang, bagian
pertama Teknis pelaksanaan pekerjaan :
a) Lingkup pekerjaan
Pekerjaan pembesian, pekerjaan bekisting dan pekerjaan
pengecoran.
b) Pekerjaan persiapan
Pembuatan dan pengajuan shop drawing pekerjaan pasang beton
balok
Persiapan material, antara lain: Portland cement, pasir, split, air,
kaso, multiplek 12 mm, besi beton, kawat beton, dan paku.
Persiapan alat kerja, antara lain : waterpass, beton mixer, meteran,
bar bending, mesin potong besi, unting-unting, benang, vibrator,
gerobak sorong, dan selang air.
c) Pengukuran
Surveyor melakukan pengukuran dengan waterpass dan memberi
tanda (marking) untuk posisi titik perletakan balok beton.
d) Pekerjaan pembesian
Pembesian atau perakitan tulangan dikerjakan ditempat lain yang
lebih nyaman.
Perakitan pembesian harus sesuai dengan gambar kerja.
Selanjutnya adalah pemasangan tulangan utama, sebelum
pemasangan sengkang, terlebih dahulu dibuat tanda pada tulangan
utama dengan kapur.
Selanjutnya adalah pemasangan sengkang, setiap pertemuan
antara tulangan utama dan sengkang diikat oleh kawat dengan
system silang.
Setelah tulangan selesai dirakit, besi tulangan diangkut ke lokasi
yang akan dipasang.
e) Pekerjaan Bekisting
Bekisting dipasang dalam 3 sisi, sisi kanan, sisi kiri dan sisi
bawah, dipasang dengan multiplek 12mm sebagai bahan
bekisting + tulangan kayu kaso 4/6. Ukur bekisting menggunakan
meteran agar mendapatkan hasil yang sesuai, setelahitu
kemudian letakkan bekisting pada tempat yang sudah ditentukan.
Bekisting diberikan skoor dari kayu reng 3/4 sebagai penguat
tekanan saat coran dituangkan, antar skoor diberi jarak sekitar
30cm dengan skoor lainnya.
Pemasangan skoor dapat menggunakan paku sebagai perekatnya,
kemudian paku dipakukan dengan menggunakan palu.
f) Pekerjaan pengecoran
Setelah bekisting terpasang dengan baik, bekisting diolesi minyak
bekisting kemudian letakkan pembesian balok pada posisinya
tepat didalam bekisting.
Pastikan pembesian telah terletak dengan sempurna pada
posisinya didalam bekisting dengan membuat tahu-tahu beton di
bawah dan digantung kiri kanan bagian dalam bekisting, dengan
maksud mendapatkan selimut beton.
Pengecoran beton dilakukan menggunakan mutu beton sesuai
dengan spesifikasi teknis.
Untuk memudahkan pekerjaan disiapkan gerobak sorong sebagai
pengantar adukan ke areal pekerjaan.
Setelah area siap, lakukan pengecoran beton dengan menuang
adukan beton ke area pengecoran, Penuangan beton dilakukan
secara bertahap, hal ini dilakukan untuk menghindari terjadinya
segregasi yaitu pemisahan agregat yang dapat mengurangi mutu
beton. Selama proses pengecoran berlangsung pemadatan beton
menggunakan vibrator. Hal tersebut dilakukan untuk
menghilangkan rongga-rongga udara serta untuk mencapai
kepadatan maksimal.
g) Pekerjaan pembongkaran bekisting balok
Setelah beton berumur 28 hari (beton konvensional), sementara
bekisting samping (tidak menahan momen) dapat dibuka > 24
jam dimana bentuk beton sudah stabil..
Pertama-tama, multiplek dipukul-pukul dengan menggunakan
palu agar lekatan beton pada multiplek dapat terlepas.
Kendorkan push pull (penyangga bekisting), lalu lepaskan push
pull.
Kendorkan baut-baut/paku-paku yang ada pada bekisting,
sehingga rangkaian / panel bekisting terlepas.
h) Pekerjaan perawatan beton balok
Setelah dilaksanakan pengecoran, maka untuk menjaga agar mutu
beton tetap terjaga dilakukan perawatan beton. Perawatan beton yang
dilakukan adalah dengan menyiram / membasahi beton 2 kali sehari
selama 1 minggu.
i) Rangkuman
Tahapan-tahapan pekerjaan beton bertulang secara umum ada
delapan tahapan yang merupakan saling keterkaitan satu sama lainnya.
Tahapan tersebut memiliki waktunya masing masing. Setiap bagiannya
harusnya menjadi keseraga man sehingga terjadi ikatan kuat dan saling
menjepit bagian yang lain. Jika tahapan ini tidak di ikuti maka akan
terjadi kerusakan dari yang terkecil hingga yang fatal.
4) Pekerjaan Dinding Bata
Untuk material yang dibutuhkan antara lain bata merah, semen, pasir,
dan air. Untuk peralatan tidak diperlukan alat yang khusus, hanya
diperlukan peralatan sederhana seperti saringan pasir, cangkul, sekop,
ember, sendok semen, dolak, meteran, waterpass, jidar aluminium,
profil kayu, dan benang nylon.
Metode pelaksanaan pekerjaan pasangan dinding bata dapat diuraikan
sebagai berikut :
Pertama dilakukan persiapan dengan cara membersihkan area yang
akan dipasang dinding bata merah, menghitung volume pekerjaan dan
kebutuhan material yang dibutuhkan.
Buat marking jalur-jalur dinding dua sisi setelah dinding dan dibuat tanda
posisi kolom praktis, ring balok, dan lubang kusen.
Bata merah direndam dulu (sampai gelembung udaranya hilang)
sebelum dipakai untuk mengurangi penyerapan air.
Memasang bata merah pada jalur marking serta jalur benang acuan yang
telah dipasang pada profil kayu pada ujung jalur dinding lapis demi lapis
sampai setinggi 1 m dengan menggunakan adukan 1 pc : 5ps untuk
pasangan dinding biasa dan 1pc : 3ps untuk pasangan dinding trasram
(komposisi adukan bisa berbeda tergantung dari persyaratan yang
ditetapkan).
Pada pelaksanaannya, adukan semen pasir tersebut diaplikasikan secara
merata ke permukaan bata merah.
Kemudian bata merah disusun di atas adukan mortar tersebut sambil
terus diperiksa kerataan pasangannya. Kemudian bata merah dipukul
perlahan sampai mencapai elevasi yang diinginkan.
Setelah tinggi pasangan bata merah mencapai 1 m kemudian dilanjutkan
dengan cor beton kolom praktis.
Periksa kelurusan serta vertikal pasangan bata merah, apabila sudah
benar dan sesuai dengan yang diinginkan maka lanjutkan pemasangan
sampai dengan tinggi maksimum 1 m, kemudian periksa lagi kelurusan
dan vertikalnya, setelah itu dilanjutkan cor kolom praktis dan dilanjutkan
pemasangan bata merah sampai elevasi yang ditentukan dan cor kolom
praktis sampai elevasi sesuai gambar
Selanjutnya dilakukan pekerjaan plesteran yang dimulai dengan jalan
membuat kepalaan plesteran pada sisi vertical jarak 2 m sesuai dengan
ketebalan yang diinginkan dengan bantuan unting-unting pada sisi
horizontal pada elevasi plafond atau diujung atas dinding dengan
bantuan benang.
Sebelum melakukan pekerjaan plesteran, pasangan bata merah disiram
/ dibasahi dengan air, kemudian dilakukan pekerjaan plesteran pada
dinding secara merata, menggunakan adukan mortar 1 pc : 5ps untuk
pasangan dinding biasa dan 1pc : 3ps untuk pasangan dinding trasram
(komposisi adukan bisa berbeda tergantung dari persyaratan yang
ditetapkan) sampai 10 – 15 mm atau sampai ketebalan yang ditentukan.
Setelah plesteran kering dan rata sesuai dengan yang diinginkan
kemudian dilanjutkan dengan pekerjaan acian menggunakan acian
semen. Sesudah pekerjaan acian selesai, permukaan dinding difinish
dengan plamur tembok. Untuk dasaran/plamur tembok jika diperlukan
dan hanya dipergunakan pada ruangan interior yang permukaannya
tidak rata atau retak-retak. Dinding yang telah selesai diplamur
kemudian diampelas, sehingga memberikan permukaan dinding tembok
yang halus, licin dan rapi.
5) Pekerjaan Pintu Dan Jendela
a) Lingkup Pekerjaan
Pekerjaan pemasangan pintu dan jendela mencakup pengadaan
materi kusen dan daun pintu jendela, pemasangan kusen dan
perapihan/
b) Persiapan Pekerjaan
Mengirim jadwal kerja (workplan) termasuk metoda kerja, schedule,
perlatan, personil kerja dan gambar kerja yang akan digunakan,
untuk memperoleh persetujuan dari Konsultan sebelum pekerjaan.
Mengajukan permohonan penggunaan Bahan kepada Direksi.
Memberitahu Konsultan secara tertulis paling sedikit 24 jam sebelum
tanggal dilakukannya pelaksanaan pekerjaan
c) Uraian Pekerjaan
Untuk meletakkan daun pintu atau daun jendela pada dinding,
dipasang rangka yang disebut kusen, kusen yang dipakai yaitu
terbuat dari UPVC.
Siapkan alat dan materi secukupnya di daerah yang kondusif dan
gampang dijangkau.
Pengajaun jenis material materi yang dipakai kepada direksi.
Rentangkan benang berjarak separuh dari tebal kusen terhadap as
bouwplank untuk memilih kedudukan kusen.
Pasang angkur pada kusen secukupnya.
Dirikan kusen dan tentukan tinggi kedudukan kusen pintu yaitu 2
meter dari tinggi bouwplank.
Setel kedudukan kusen pintu sehingga bangun tegak dengan
memakai unting-unting.
Pasang skur sehingga kedudukannya stabil dan kokoh.
Pasang patok untuk diikat bersama dengan skur sehingga
kedudukan menjadi kokoh.
Cek kembali kedudukan kusen pintu, apakah sudah sesuai pada
tempatnya, ketinggian dan ketegakan dari kusen.
Bersihkan daerah sekelilingnya
6) Pekerjaan Atap
Metode Pelaksanaan Pemasangan Atap Baja Ringan pada dasarnya Baja
Ringan menggunakan 2 jenis Profil, ialah Profil C (canal) dan Profil
Reng. Profil C (Canal) berperan sebagai pengganti Kaso (kayu rangka)
yang nantinya dirangkai menjadi Struktur Rangka Atap. Sedangkan Profil
Reng dipasang diatas Rangka Atap tersebut, sebagai dudukan bagi Atap
Penutup (seng atau genteng). Cara merangkai Baja Ringan
sebagaiberikut:
a) Rangka Atap Rabung 1 Komplit, yang akan dibuat menyerupai
ini.
b) Kuda-kuda Baja Ringan, dibuat terlebih dahulu. Caranya sanggup
dilihat dibawah (a, b, c).
c) Sambungan Atas Baja Ringan (Top Chord)
d) Tumpuan Baja Ringan pada Dinding/ Ring Balok (Pitching
Point)
e) Skor Pengaku (web)
f) Mendudukkan Baja Ringan pada Dinding (Ring
Balok)memakai Bracket L, dipasang pada kawasan Pitching
Point. Produk Bracket L ada buatan Pabrikan, sanggup juga dibuat
sendiri dengan menggunakanProfil C. Dipasang di Dinding/ Ring
Balok menggunakan Dynabolt.
g) Memasang Reng Baja Ringan dengan Profil Reng, dipasang
diatas Kuda-kuda Baja Ringan, dengan jarak pemasangan diadaptasi
dengan Jenis Atap Penutup yang hendak dipakai.
h) Memasang Lisplang, (bisa menggunakan Lisplang berbahan GRC
atau Kayu)
i) Memasang Atap Penutup, (bisa menggunakan Genteng Keramik,
Genteng Batu, Genteng Metal, Seng, dan sebagainya)