| Reason | |||
|---|---|---|---|
| 0023261076104000 | Rp 477,812,727 | - | |
| 0436469712101000 | Rp 462,003,292 | Berdasarkan hasil klarifikasi peralatan sudah ditetapkan pada pekerjaan di LPSE Bener Meriah Tahun 2023 | |
| 0918534314101000 | Rp 456,593,744 | Berdasarkan hasil klarifikasi peralatan sudah ditentukan untuk ditempakan pada pekerjaan di LPSE Bener Meriah Tahun 2023 | |
| 0749273876104000 | Rp 453,190,570 | Berdasarkan hasil klarifikasi pengalaman personil manajerial pelakasan adalah tidak benar sehingga tidak dapat dihitung sebagai pengalaman yang mengakibatkan pengalaman pekerjaan kurang dari yang disyaratkan dalam LDP. | |
CV Merpati Prima | 0019026517104000 | - | - |
| 0030301501104000 | - | - | |
| 0702998303104000 | - | - | |
| 0919748558104000 | - | - | |
| 0413895145101000 | - | - | |
CV Lamgugob Perdana | 0809050263101000 | - | - |
| 0027061910104000 | - | - |
KABUPATEN BENER MERIAH
DINAS PERTANIAN DAN PANGAN
Jl. Komplek Perkantoran Pemda Serule Kayu - REDELONG
SPESIFIKA SI TEKNIS
PEMBANGUNAN LANTAI JE MUR KP. TERITIT (OTSUS)
SUMBER OTSUS
TAHUN ANGGRAN 2023
SPESIFIKASI TEKNIS
PEMBANGUNAN LANTAI JEMUR KP. TERITIT (OTSUS)
I. Latar Belakang
Kabupaten Bener Meriah sebagai kabupaten pengahasil kopi Arabika di Propinsi Aceh, sangat
membutuhkan perhatian pemerintah tehadap keberlangsungan dan kontinuitas produksi kopi, saat ini
petani kopi masih melakukan budidaya dan penanganan pasca panen secara tradisional dan kurang
mengadopsi tehnologi yang standar.
Cita rasa kopi tidak hanya dipengaruhi oleh varietas dan tehnik budidaya, namun juga diperlukan
penangangan pasca panen yang baik dan benar, dengan penangangan pasca panen yang benar, akan
tercipta cita rasa kopi yang diminati dan disenangi oleh masyarakat pada umumnya dan tentunya
peluang ekspor akan lebih terjamin.
Alat penjemuran kopi yang efektif diberikan kepada kelompok petani akan sangat membantu
dalam melakukan pengolahan pasca panen dengan tehnik penjemuran kopi yang diharapkan, pada
umumnya musim panen kopi teradi pada musim hujan sehingga petani kesulitan untuk mengolah
kopi dari bentuk cherry ke bentuk gabah karena tidak tersedianya alat jemur yang dilengkapi dengan
penutup/canopy, sehingga dengan bantuan ini saat hujan turun petani tidak perlu lagi melakukan
penyimpanan atau mengangkut gabah ke tempat teduh, karena kopi yang dijemur telah terhindar dari
siraman air hujan, disamping kemudahan-kemudahan lainnya.
Peran pemerintah dalam upaya meningkatkan taraf hidup masyarakat petani kopi,melalui
penanganan pasca panen yang baik dan sesuai dengan standar tehnis pasca panen kopi dapat
dilakukan dengan pemberian bantuan alat penjemur kopi hal ini dimungkinkan dilakukan mengingat
petani pada umumnya di Kabupaten Bener Meriah masih melakukan penjemuran kopi di halaman
rumah, pinggiran badan jalan, bahkan di halaman yang sebelumnya dimanfaatkan untuk fasilitas
umum.
Di tahun 2023 Dinas Pertanian Dan Pangan Kabupaten Bener Meriah Telah Memprogramkan
PEMBANGUNAN LANTAI JEMUR KP. TERITIT (OTSUS) yang berlokasi di Kecamatan Wih
Pesam, yang pendanaannya bersumber dari Dana OTSUS. Mengacu kepada Peraturan Menteri
Pertanian Republik Indonesia Nomor : 44/Permentan/OT.140/10/2009 Tentang Pedoman Penangan
Pasca Panen Hasil Pertanian Asal Tanaman Yang Baik (Good Handling Practices), Pasal 2 Pedoman
Penangan Pasca Panen Hasil Pertanian Yang Baik (Good Handling Practices).
Semoga dengan Tersedianya Unit Bangunan PEMBANGUNAN LANTAI JEMUR KP.
TERITIT (OTSUS) Kecamatan Wih Pesam dapat memudahkan akses penjemuran kopi specialty
kepada Kelompok Tani dan masyarakat.
II. MAKSUD DAN TUJUAN
a. Maksud
Melaksanakan Pembangunan Unit PEMBANGUNAN LANTAI JEMUR KP. TERITIT
(OTSUS) .
b. Tujuan
1. Tersedianya Sarana dan Prasarana Penjemuran Kopi Spesialty.
2. Meningkatkan Kualitas kopi Spesialty pada masyarakat khusnya pada Kelompok Tani
Untuk menunjang nilai tambah produk olahan kopi.
3. Meningkatan mutu dalam upaya peningkatan kualitas kopi Arabika;
4. Meningkatkan kesejahteraan petani melaui penangan pasca panen yang benar sehingga
mutu kopi yang dihasilkan maksimal;
5. Memotivasi petani untuk mengelola pasca panen dengan menerapkan pola-pola pertanian
yang modern.
III. SASARAN
Perencanaan Lantai Jemur agar Tersedianya Sarana dan Prasarana Pembangunan Lantai Jemur
KP. Teritit (OTSUS). Mengacu kepada Peraturan Menteri Pertanian Republik Indonesia Nomor :
44/Permentan/OT.140/10/2009 Tentang Pedoman Penangan Pasca Panen Hasil Pertanian Asal
Tanaman Yang Baik (Good Handling Practices), Pasal 2 Pedoman Penangan Pasca Panen Hasil
Pertanian Yang Baik (Good Handling Practices).
IV. ORGANISASI PENGGUNA BARANG / JASA
a. K/L/P/D : Pemerintah Kabupaten Bener Meriah
b. OPD : Dinas Pertanian Dan Pangan Kabupaten Bener Meriah
c. PPK : Ir. Abadi
V. DASAR HUKUM
a. Undang-Undang RI Nomor 28 Tahun 2002 tentang Bangunan Gedung (Lembaran Negara RI
Tahun 2002 Nomor 134, Tambahan Lembaran Negara RI Nomor 4247
b. Undang-Undang RI Nomor 43 Tahun 2008 tentang wilayah Negara (Lembaran Negara RI
Tahun 2008 Nomor 177, Tambahan Lembaran Negara RI Nomor 4925).
c. Undang-Undang RI Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran
Negara RI Tahun 2014 Nomor 244, Tambahan Lembaran Negara RI Nomor 5587).
d. Peraturan Presiden RI Nomor 16 Tahun 2018 Tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah
Beserta Perubahannya.
e. PERMENPUPR No. 22/PRT/M/2018 tentang Pedoman Pembangunan Bangunan Gedung
Negara.
VI. SUMBER DANA DAN PERKIRAAN BIAYA
Biaya yang di perlukan untuk pembangunan unit lantai jemur kp. Teritit (otsus) Kecamatan Wih
Pesam Berasal Dari DPA APBK Dinas Pertanian Dan Pangan Kabupaten Bener Meriah Tahun
2023 Sebesar Rp.497.125.000,- ( Empat Ratus Sembilan Puluh Juta Juta Seratus Dua Puluh
Lima Ribu Rupiah ) Termasuk pajak yang Berlaku.
VII. RUANG LINGKUP DAN LOKASI PEKERJAAN
a. Ruang Lingkup
Membangun Unit Gedung PEMBANGUNAN LANTAI JEMUR KP. TERITIT (OTSUS)
Kecamatan Wih Pesam sesuai Standar Sarana dan Prasarana yang mencakup:
• PEKERJAAN PERSIAPAN
• PEKERJAAN TANAH DAN PONDASI
• PEKERJAAN BETON BERTULANG
• PEKERJAAN DINDING BATA
• PEKERJAAN PINTU DAN JENDELA
• PEKERJAAN ATAP
• PEKERJAAN LANTAI
• PEKERJAAN PLAFOND
• PEKERJAAN PENGECATAN
• PEKERJAAN LISTRIK DAN PENERANGAN
• PEKERJAAN KAMAR MANDI
b. Lokasi Pekerjaan
PEMBANGUNAN LANTAI JEMUR KP. TERITIT (OTSUS) berlokasi di Kecamatan Wih
Pesam Kabupaten Bener Meriah.
VIII. JANGKA WAKTU PELAKSANAAN PEKERJAAN
Perkiraan jangka waktu penyelesaian PEMBANGUNAN LANTAI JEMUR KP. TERITIT
(OTSUS) Kecamatan Wih Pesam, dimulai dari tahap persiapan sampai dengan penyelesaian
adalah 150 (Seratus Lima Puluh) hari kalender.
No Uraian Pekerjaa Bulan
6 7 8 9 10 11
1 Persiapan
2 Proses Tender
3 Pelaksanaan
4 Pelaporan
IX. KUALIFIKASI DAN KLASIFIKASI TENAGA AHLI
No Jabatan Jumlah Pendidikan SKA/Pengalaman
1 Pelaksana Lapangan 1 S1 Sipil SKT Pelaksana Bangunan Gedung
2 Pelaksana K3 1 D3 Sipil Petugas K3
X. KELUARAN / PRODUK YANG DIHASILKAN
Pelaksanaan PEMBANGUNAN LANTAI JEMUR KP. TERITIT (OTSUS) Kecamatan Bukit,
ini dikatakan berhasil apabila:
a. Melaksanakan Pekerjaan Pembangunan yang menyangkut kualitas, biaya dan ketepatan
waktu pelaksaan pekerjaan, sehingga dicapai wujud akhir bangunan dan kelengkapannya
yang sesuai dengan dokumen pelaksaaan dan kelacaran penyelesaiaan administrasi yang
berhubungan dengan pekerjaan di lapangan serta penyelesaiaan kelengkapan
pembangunan.
b. Dokumen yang dihasilkan selama proses pelaksanaan yang terdiri dari :
1) Metode pelaksaan program kerja, alokasi tenaga dan konsepsi pelaksanaan
pekerjaan.
2) Melakukan kontrol terhadap kondisi eksisting di lapangan
3) Mengajukan shopdrawing pada awal pekerjaan yang dilaksanakan
4) Membuat laporan harian yang berisikan keterangan tentang:
• Tenaga kerja
• Bahan bangunan yang didatangkan, diterima atau tidak
• Peralatan yang yang berhubungan dengan kebutuhan
• Kegiatan perkomponen pekerjaan yang diselenggarakan
• Waktu yang dipergunakan untuk pelaksanaan
• Kejadian-kejadian yang berakibat menghabat pelaksanaan
5) Membuat laporan mingguan, sebagai resume laporan harian (kemajuan pekerjaan,
tenaga dan hari kerja), laporan bulanan
6) Mengajukan berita acara kemajuan pekerjaan untuk pembayaran termyn
7) Surat perintah perubahan pekerjaan dan berita acara pemeriksaan pekerjaan tambah
dan kurang (jika ada)
8) Memebuat berita acara penyerahan pertama pekerjaan
9) Membuat berita acara pernyataan selesainya pekerjaan
10) Memebuat gambar-gambar sesuai perencanaan (asbuilt drawing)
11) Membuat time schedule atau kurva S untuk pelaksanaan pekerjaan
XI. SPESIFIKASI TEKNIS PEKERJAAN KONSTRUKSI
A. URAIAN SPESIFIKASI TEKNIS
1. Spesifikasi Teknis Input
a. Spesifikasi bahan/material sebagai berikut:
NO BAHAN/MATERIAL : SPESIFIKASI
1. Pasir Urug : Pasir Urug yang digunakan adalah pasir gunung/pasir
sungai bewarna abu-abu tua atau cokelat.
2. Tanah Timbun : Tanah timbun yang digunakan adalah tanah tanah timbun
biasa yang diambil dari sumber galian jenis ini produksi
lokal galian C, Setelah disiram 4 hari bila dipadatkan 100%
kepadatan kering maksimun (MDD) se[erti yang
diyentukan oleh SNI 03-1742-1989.
3. Batu Kali / Batu Gunung : Batu kali/batu gunung yang digunakan adalah batu dengan
ukuran tinggi 60 - 80 cm, lebar bawah 60 - 80 cm, dan
lebar atas 25 - 30 cm, di produksi dari hasil galian c
(produk lokal).
4. Semen PCC : Semen yang digunakan adalah semen PCC dengan kualitas
SNI, jenis Ini produksi lokal dengan SNI 15.2049.1994
dengan berat 40 Kg.
5. Pasir Pasang / Ayak : Pasir pasang yang digunakan adalah pasir dengan bentuk
dan tekstur yang lebih halus dari pasir beton, jenis ini boleh
digunkan pasir pasang gunung dan pasir pasang sungai, di
produksi dari hasil galian c (produk lokal).
6. Pasir Beton ( berat jenis = : Pasir beton adalah butiran-butiran mineral keras dan tajam
1.400 kg/m³ ) berukuran antara 0,075 – 5 mm, jika terdapat butiran
berukuran lebih kecil dari 0,063 mm tidak lebih dari 5%
berat. Pasir beton sering digunakan untuk pekerjaan cor-
coran struktur seperti kolom, balok dan pelat lantai. Jenis
ini diprouksi dari stone crusher/hasil Galian C.
7. Batu Kerikil / Koral (berat : Batu Kerikil / Koral yang digunakan adalah mempunyai
jenis = 1.350 kg/m³) ukuran sedang antara 10 hingga 20mm dan 20 sampai
30mm. Kategori ini sangat cocok sebagai bahan tambahan
untuk material cor pembangunan Gedung menurut standar
SNI 03-2834-2000. Jenis ini diproduksi dari stone
crusher/hasil Galian C.
7. Bekisting Kayu kelas III : jenis kayu yang di gunakan adalah kayu hasil produksi
lokal dan di perdagangkan di daerah setempat, semua jenis
kayu yang akan digunakan harus kering, bebas cacat, tidak
retak, tidak berlubang, tidak lapuk dan lurus. Jenis kayu
yang dapat digunakan salah satunya adalah kayu pinus.
8. Paku Biasa : Paku Biasa yang digunakan adlah ukuran paku 2 - 5".
9. Besi Beton Polos : Besi beton polos yang digunakan ukuran Diameter 12 mm,
10 mm, 8 mm dengan Panjang 10 m/12 m, dan memiliki
penampang bundar dengan struktur permukaan mulus/licin
tanpa sirip dengan bentuknya bulat memanjang tanpa
tambahan variasi apapun sesuai dengan SNI.
10. Kawat Besi Beton : Kawat Besi Beton yang digunakan adalah kawat beton
dengan ukuran Bendrat BWG 14 (diameter 2,10 mm).
11. Batu Bata : Batu Bata yang digunakan berkualitas baik, ukuran standar
(satu ukuran) produksi lokal yang terbuat dari campuran
tanah liat merah yang baik dengan ukuran standar 5 x 10 x
20 cm.
12. Rangka Baja Ringan : Rangka Baja Ringan yang digunakan adalah Baja Canal C
uk. Panjang 6 m, lebar 75mm-100 mm, tebal 1 mm
memiliki material baja mutu Tinggi G 550 dan Material
baja harus dilapisi perlindungan terhadap serangan korosi.
13. Atap Seng Super Deck : Atap Seng Super Deck yang digunakan memiliki ukuran
Tebal 0,3 mm Lebar 0,8 m dengan kualitas SNI, produksi
dalam negeri dan bisa dipergunan dalam pekerjaan
bangunan Standar SNI.
14. Sekrup fisher : Sekrup fisher yang digunakan ukuran 12x35 mm kuningan
(baut atap baja ringan).
15. Nok genteng Metal/Multi Perabung/ Sambungan atap berukuran panjang 180 cm
Roof (rabung atap) yang digunakan sebagai penutup atau pertemuan
sambungan seng bagian atas atap rumah.
16. Lisplank Kayu : Papan Les Plang Induk berukuran minimal 20 cm x 2 cm x
4 m yang dibuat dengan kayu hasil produksi lokal dan di
perdagangkan di daerah setempat.
17. Plafon Triplek : Saat ini, ukuran plafon Triplek yang digunakan adalah
triplek dengan ukuran 1,2 M x 2,4 M dengan ketebalan 5
mm.
18. Plamir/Dempul : Plamir berfungsi menutupi celah-celah maupun pori yang
muncul pada tembok sehingga Anda memiliki dinding
dengan permukaan yang rata, Adapun bahan yang
digunakan Semen putih berkualitas tinggi, Kapur bangunan
atau kalsium berwarna putih (jangan pilih warna buram),
Super cement, dan Lem kayu berwarna putih.
Ada tiga jenis cat dasar yang saat ini cukup banyak beredar
19. Cat dasar :
di pasar Indonesia, yakni Alkali Resisting Primer
(Undercoat Tembok), Water Sealer Water Based, dan
Water Proofing Wall Sealer.
20. Cat Tembok : Cat tembok yang digunakan adalah cat tembok yang setera
dengan setara Vinilex
21. Cat Kayu : Cat kayu yang digunakan adalah cat yang berkualitas bagus
setara Avian agar kayu tahan lama dan terhindar dari
pembusakan.
1. Pekerjaan Pintu Besi P1 + Aksesoris (Lengkap
22. Pintu Dan Jendela :
Terpasang) dengan ukuran Pintu lebar 2,4 m x Tinggi
2,50 m.
2. Pekerjaan Pintu Besi P2 + Kusen + Aksesoris (Lengkap
Terpasang) dengan ukuran lebar 1 m x tinggi 2 m.
3. Pekerjaan Ventilasi V1 Km UPVC + Kusen + Aksesoris
(Lengkap Terpasang)
4. Pekerjaan Ventilasi V2 Km UPVC + Kusen + Aksesoris
(Lengkap Terpasang)
5. Pekerjaan Ventilasi V3 Km UPVC + Kusen + Aksesoris
(Lengkap Terpasang)
Atap polycarbonate menggunakan merk Twinlite
23. Atap Polycarbonate :
dengan ketebalan 5 mm, lebar 2.10 M x 11 M.
Pipa Galvanis D 1 ½” dengan Panjang 6 M x 2,3 MM.
24. Pipa Galvanis 1 ½” :
Closet Jongkok digunakan adalah closet jongkok
25. Closet Jongkok :
Teraso.
Bak yang digunakan adalah bak fiber kapasitas 80 – 90
26. Bak Fiber Sudut :
Liter dengan ukuran 50 cm x 50 cm x 56 cm.
Kran Dinding yang digunakan adalah kran dinding
27. Kran dinding :
plastik PVC.
Pipa yang digunakan adalah Pipa PVC type AW Power
28. Pipa PVC ¾” :
¾”.
Cat Besi yang digunakan adalah cat meni Minyak untuk
29. Cat Permukaan Besi :
permukaan dengan merk setara Nippon Paint.
b. Spesifikasi Peralatan Minimum
NO PERALATAN JUMLAH KAPASITAS
1. Concreat Mixer (Molen) 1 Unit Concreat Mixer digunakan sebagai pengaduk
campuran beton dan memiliki kapasitas 0,8 m³.
2. Dump Truck 2 Unit Dump truck yang digunakan adalah dum truck
memiliki kapasitas minimal 4 m³.
3. Scaffolding 10 Set Scaffolding yang digunakan memiliki join pin
dengan main frame T170.
Stamper digunakan sebagai alat pemadatan
4. Stamper 1 Unit
Tanah, Direkomendasikan mempunyai kapasitas
Max Power : 4.1kW ( 5.5 HP) / 3600.
Mesin Las Listrik yang digunakan minimal
5. Mesin Las Listrik 1 Unit
dengan kapasitas 900 watt.
Mesin Pemotong Besi yang digunakan adalah
6. Pemotong Besi 1 Set
Mesin Pemotong besi dengan kapasitas 2000
Watt.
1. Gerobak Sorong dengan kapasitas beban
7. Peralatan Pendukung
150 kg.
Lainnya
2. Palu
3. Cangkul
4. Sekop
5. Ember
6. Raskam
7. Sendok semen
8. Meteran
9. waterpass
10. Kuas, dll.
2. Spesifikasi Proses/Kegiatan
Spesidfikasi proses kegiatan kontruksi adalah uraian secara terperinci tentang persyaratan
kriteria yang diperlukan untuk suatu pekerjaan kontruksi diantaranya Pekerjaan
Persiapan, Pekerjaan Tanah, Pekerjaan Struktur dan Pekerjaan Arsitektur. Berikut adalah
uraian spesifikasi proses kegiatan pekerjaan PEMBANGUNAN LANTAI JEMUR KP.
TERITIT (OTSUS) :
a. Pekerjaan Persiapan
Semua benda dan permukaan seperti pohon akar dan tonjolan serta rintangan-
rintangan bangunan beserta pondasinya dan lain-lain yang berada di dalam batas daerah
pembangunan yang tercantum dalam gambar harus dibersihkan dan dibongkar kecuali
untuk hal-hal di bawah ini :
1) Sisa-sisa pohon yang tidak mengganggu dan akar-akar serta benda-benda yang tidak
mudah rusak yang letaknya minimum ± 1 meter di bawah dasar pondasi.
2) Pembongkaran tiang-tiang saluran-saluran dan selokan-selokan hanya sedalam yang
diperlukan dalam penggalian ditempat tersebut.
3) Kecuali pada tempat-tempat yang harus digali lubang-lubang bekas pepohonan dan
lubang-lubang lain harus diurug kembali dengan bahan-bahan yang baik dan
dipadatkan.
4) Kontraktor bertanggung jawab untuk membuang sendiri tanaman-tanaman dan
puing-puing ketempat yang ditentukan oleh Konsultan Manajemen Konstruksi.
5) Kontraktor bertanggung jawab untuk melakukan evakuasi / pemindahan instalasi /
saluran eksisting yang berada di dalam lokasi tapak proyek sehingga instalasi /
saluran tersebut kembali bisa berfungsi seperti sebelumnya.
6) Semua berangkal dan kotoran dari bekas pembongkaran konstruksi existing galian
dan lain-lain harus segera dikeluarkan dari tapak dan dibuang ke tempat yang
ditentukan oleh Konsultan Manajemen Konstruksi. Semua peralatan yang diperlukan
pada paket pekerjaan ini harus tersedia di lapangan dalam keadaan siap pakai.
7) Kontraktor harus tetap menjaga kebersihan diarea pekerjaan dan disekitarnya yang
diakibatkan oleh semua kegiatan pekerjaan ini serta menjaga keutuhan terhadap
material/barang-barang yang sudah terpasang (existing)
b. Pekerjaan Tanah
1) Pekerjaan Tanah
Yang termasuk pekerjaan galian tanah adalah semua pekerjaan yang berhubungan
dengan pekerjaan tanah meliputi :
a) Penggalian
• Penyedia Jasa harus melakukan pengukuran untuk menetapkan lokasi dan elevasi
galian sesuai dengan gambar kerja, hasil pengukuran harus disetujui oleh Pengawas
sebelum melanjutkan pekerjaan berikutnya.
• Pergeseran as kolom yang direncanakan maksimum 5 cm ke segala arah. Dasar
pondasi harus horisontal. Deviasi maksimum 5 cm.
• Penggalian harus dikerjakan secara terus menerus sampai mencapai elevasi yang
dipersyaratkan dan harus mendapatkan persetujuan tertulis yang ditandatangani oleh
Pengawas.
• Material lepas dan lumpur harus dibersihkan dari dalam lubang pondasi. Lubang
harus bersih setiap saat.
• Pemadatan galian harus dilakukan sesuai dengan elevasi yang ditentukan pada
gambar perencanaan.
• Sebelum dilanjutkan pada pekerjaan lantai kerja, Kontraktor harus mendapat
persetujuan dari Konsultan Pengawas bahwa galian dan pemadatan sudah sesuai.
b) Pemadatan Tanah
• Pemadatan dilakukan pada peil yang ditentukan sesuai Gambar Kerja.
• Sebelum pemadatan, harus dibersihkan dari semua kotoran, humus dan akar tanaman
serta bekas bongkaran.
• Pelaksanaan pemadatan dilakukan lapis demi lapis, tiap lapisan tidak boleh lebih dari
20 cm tebal sebelum dipadatkan atau 15 cm setelah dipadatkan.
• Pemadatan tanah dan pembentukan permukaan (shaping) dilakukan dengan blade
graders / stemper atau lainnya dengan mendapatkan persetujuan dari Konsultan
Pengawas. Sebelumnya tanah harus digaru dengan sheep foot rollers.
• Selama pemadatan harus dikontrol terus kadar airnya, sebelum pemadatan kadar air
dari fill material harus sama dengan kadar air optimum dari hasil test Compaction
Modified Proctor dari contoh fill material.
• Apabila kadar air bahan timbunan/fill material lebih kecil dari bahan optimum, maka
fill material harus diberi air sehingga menyamai kadar air optimum. Sebaliknya bila
kadar air bahan timbunan/fill material lebih besar dari kadar air optimum, maka fill
material harus dikeringkan terlebih dahulu atau ditambah dengan bahan timbunan
yang lebih kering.
• Pemadatan harus dilakukan pada cuaca baik, bila hujan dan air tergenang, pemadatan
dihentikan. Diusahakan air dapat mengalir dengan membuat saluran-saluran drainage
/ dewatering sehingga daerah pemadatan selalu kering.
• Setiap lapis dari daerah yang dipadatkan harus ditest dengan 'Field Dry Density Test'
untuk mengetahui kepadatan tanah yang dicapai serta Moisture Content. Satu test
untuk setiap 400 m2 untuk tanah yang dipadatkan.
• Apabila tanah yang dipadatkan telah mencapai nilai 90% compacted dari modified
proctor (untuk lapisan sub grade setebal 30 cm di bawah base) tetapi tidak mencapai
soaked CBR minimum = 4, maka tanah (sub grade) tersebut harus diganti dengan fill
material yang pada 90% maksimum compacted mencapai nilai soaked CBR = 4.
c. Pekerjaan Struktur
Pekerjaan yang termasuk meliputi :
1) Penyediaan dan pendayagunaan semua tenaga kerja, bahan-bahan, instalasi
konstruksi dan perlengkapan-perlengkapan untuk semua pembuatan dan mendirikan
semua baja tulangan, bersama dengan semua pekerjaan pertukangan/keahlian lain
yang ada hubungannya dengan itu, lengkap sebagaimana diperlihatkan,
dispesifikasikan atau sebagaimana diperlukannya.
2) Tanggung jawab "kontraktor" atas instalasi semua alat-alat yang terpasang, selubung-
selubung dan sebagainya yang tertanam di dalam beton. Syarat-syarat umum pada
pekerjaan ini berlaku penuh Peraturan Beton Indonesia 1971 (PBI 1971), ASTM dan
ACI.
3) Ukuran-ukuran (dimensi) dari bagian-bagian beton bertulang yang tidak termasuk
pada gambar-gambar rencana pelaksanaan arsitektur adalah ukuran-ukuran dalam
garis besar. Ukuran-ukuran yang tepat, begitu pula besi penulangannya ditetapkan
dalam gambar-gambar struktur konstruksi beton bertulang. Jika terdapat selisih
dalam ukuran antara kedua macam gambar itu, maka ukuran yang harus berlaku
harus dikonsultasikan terlebih dahulu dengan perencana atau Direksi Lapangan guna
mendapatkan ukuran yang sesungguhnya disetujui oleh perencana.
4) Jika karena keadaan pasaran, besi penulangan perlu diganti guna kelangsungan
pelaksanaan maka jumlah luas penampang tidak boleh berkurang dengan
memperhatikan syarat-syarat lainnya yang termuat dalam PBI 1971. Dalam hal ini
Direksi Lapangan harus segera diberitahukan untuk persetujuannya, sebelum
fabrikasi dilakukan.
5) Penyediaan dan penempatan tulangan baja untuk semua pekerjaan beton yang
berlangsung dicor di tempat, termasuk penyediaan dan penempatan batang-batang
dowel ditanamkan di dalam beton seperti terlihat dan terperinci di dalam gambar atau
seperti petunjuk Direksi Lapangan dan, bila disyaratkan, penyediaan penulangan
untuk dinding blok beton.
6) "Kontraktor" harus bertanggungjawab untuk membuat dan membiayai semua desain
campuran beton dan test-test untuk menentukan kecocokan dari bahan dan proporsi
dari bahan-bahan terperinci untuk setiap jenis dan kekuatan beton, dari perincian
slump, yang akan bekerja/berfungsi penuh untuk semua teknik dan kondisi
penempatan, dan akan menghasilkan yang diijinkan oleh Direksi Lapangan.
Kontraktor berkewajiban mengadakan dan membiayai Test Laboratorium.
7) Pekerjaan-pekerjaan lain yang termasuk adalah :
• semua pekerjaan beton yang tidak terperinci di luar ini
• pemeliharaan dan finishing, termasuk grouting
• mengatur benda-benda yang ditanam di dalam beton, kecuali tulangan beton
• koordinasi dari pekerjaan ini dengan pekerjaan dari lain bagian
• sparing dalam beton untuk instalasi M/E
• penyediaan dan penempatan stek tulangan pada setiap pertemuan dinding bata
dengan kolom/dinding beton struktural dan dinding bata dengan pelat beton
struktural seperti yang ditunjukkan oleh Direksi Lapangan.
8) Penyerahan-penyerahan
Penyerahan-penyerahan berikut harus dilaksanakan oleh Penyedia Jasa kepada
Direksi Lapangan sesuai dengan jadwal yang telah disetujui untuk menyerahkan dan
dengan segera sehingga tidak menyebabkan keterlambatan pada pekerjaan sendiri
maupun pada pekerjaan Penyedia Jasa lain.
• Gambar pelaksanaan
Merupakan gambar tahapan pelaksanaan yang harus diserahkan oleh Penyedia
Jasa kepada Direksi Lapangan untuk mendapat persetujuan ijin.
Penyerahan harus dilakukan sekurang-kurangnya 7 (tujuh) hari kerja sebelum
jadwal pelaksanaan pekerjaan beton.
• Data dari pabrik/sertifikat
Untuk mendapat jaminan atas mutu beton ready-mix, maka sebelum pengiriman;
Penyedia Jasa harus sudah menyerahkan kepada Direksi Lapangan sedikitnya 5
hari kerja sebelum pengiriman; hasil-hasil percobaan laboratorium, baik hasil
percobaan bahan maupun hasil percobaan campuran (Mix Design dan Trial Mix)
yang diperuntukan proyek ini.
• Harus diajukan minimal 2 (dua) supplier beton ready-mix untuk memperlancar
pelaksanaan dan mendapat persetujuan Direksi Lapangan sebelum memulai
pengecoran.
9) Percobaan Bahan dan Campuran Beton
• Umum
Test bahan : Sebelum membuat campuran, test laboratorium harus dilakukan
untuk test berikut, sehubungan dengan prosedur-prosedur ditujukan ke standard
referensi untuk menjamin pemenuhan spesifikasi proyek untuk membuat
campuran yang diperlukan.
• Semen : berat jenis semen
• Agregat :
Analisa tapis, berat jenis, prosentase dari void (kekosongan), penyerapan,
kelembaban dari agregat kasar dan halus, berat kering dari agregat kasar,
modulus terhalus dari agregat halus.
• Adukan/campuran beton
Adukan beton harus didasarkan pada trial mix dan mix design masing-masing
untuk umur 7, 14 atau 21 dan 28 hari yang didasarkan pada minimum 20 hasil
pengujian atau lebih sedemikian rupa sehingga hasil uji tersebut dapat disetujui
oleh Direksi Lapangan.
Hasil uji yang disetujui tersebut sudah harus disertakan selambat-lambatnya 3
minggu sebelum pengerjaan dimulai, dan selain itu mutu betonpun harus sesuai
dengan mutu standard PBI 1971. Pekerjaan tidak boleh dimulai sebelum
diperiksa Direksi Lapangan tentang kekuatan/kebersihannya.
Semua pembuatan dan pengujian trial mix dan design mix serta pembiayaannya
adalah sepenuhnya menjadi tanggung jawab Penyedia Jasa . Trial mix dan design
mix harus diadakan lagi bila agregat yang dipakai diambil dari sumber yang
berlainan, merk semen yang berbeda atau supplier beton yang lain.
• Ukuran-ukuran
Campuran desain dan campuran percobaan harus proporsional semen terhadap
agregat berdasarkan berat, atau proporsi yang cocok dari ukuran untuk rencana
proposional atau perbandingan yang harus disetujui oleh Direksi Lapangan.
• Percobaan adukan untuk berat normal beton
Untuk perincian minimum dan maximum slump untuk setiap jenis dan kekuatan
dari berat normal beton, dibuat empat (4) adukan campuran dengan memakai
nilai faktor air-semen yang berbeda-beda.
• Pengujian mutu beton ditentukan melalui pengujian sejumlah benda uji silinder
beton diameter 15 cm x tinggi 30 cm sesuai PBI 1971, ACI Committee - 304,
ASTM C 94-98.
• Benda uji (setiap pengambilan terdiri dari 3 buah dengan pengetesan dilakukan
pada hari yang tercantum pada item 6) dari satu adukan dipilih acak yang
mewakili suatu volume rata-rata tidak lebih dari 10 m3 atau 10 adukan atau 2
truck drum (diambil yang volumenya terkecil). Disamping itu jumlah maximum
dari beton yang dapat terkena penolakan akibat setiap satu keputusan adalah 30
m3, kecuali bila ditentukan lain oleh Direksi Lapangan.
• Hasil uji untuk setiap pengujian dilakukan masing-masing untuk umur 7, 14 atau
21 dan 28 hari.
• Pembuatan benda uji harus mengikuti ketentuan PBI'71, dilakukan di lokasi
pengecoran dan harus disaksikan oleh Direksi Lapangan. Apabila digunakan
metoda pembetonan dengan menggunakan pompa (concrete pump), maka
pengambilan contoh segala macam jenis pengujian lapangan harus dilakukan
dari hasil adukan yang diperoleh dari ujung pipa "concrete-pump" pada lokasi
yang akan dilaksanakan.
• Pengujian bahan dan beton harus dilakukan dengan cara yang ditentukan dalam
Standard Industri Indonesia (SII) dan PBI'71 NI-2 atau metoda uji bahan yang
disetujui oleh Direksi Lapangan.
• Rekaman lengkap dari hasil uji bahan dan beton harus disediakan dan disimpan
dengan baik oleh tenaga pengawas ahli, dan selalu tersedia untuk keperluan
pemeriksaan selama pelaksanaan pekerjaan dan selama 5 tahun sesudah proyek
bangunan tersebut selesai dilaksanakan.
• Pengujian slump
Kekentalan adukan beton diperiksa dengan pengujian slump, dimana nilai slump
harus dalam batas-batas yang diisyaratkan dalam PBI 1971 dan sama sekali tidak
diperbolehkan adanya penambahan air/additive, kecuali ditentukan lain oleh
Direksi Lapangan.
• "Penyedia Jasa " harus menjamin bahwa ia mampu dengan slump berikut, beton
dengan mutu dan kekuatan yang memuaskan, yang akan menghasilkan hasil
akhir yang bebas keropos, ataupun berongga-rongga. Pelaksanaan dari
persetujuan kontrak adalah bahwa "Penyedia Jasa " bertanggung jawab penuh
untuk produksi dari beton dan pencapaian mutu, kekuatan dan penyelesaian yang
memenuhi syarat batas slump.
Bila dipakai pompa beton, slump harus didasarkan pada pengukuran di pelepasan
pipa, bukan di truk mixer. Maximum slump harus 150 mm.
• Rekomendasi slump untuk variasi beton konstruksi pada keadaan atau kondisi
normal :
Slump pada (cm)
Konstruksi Beton Maksimum Minimum
Dinding, pelat fondasi dan fondasi telapak
12.50 10.00
bertulang.
Fondasi telapak tidak bertulang, kaison dan
9.00 7.50
konstruksi di bawah tanah.
Pelat, balok, kolom dan dinding. 15.00 12.50
Pembetonan massal. 7.50 7.50
Untuk beton dengan bahan tambahan plasticizer, slump dapat dinaikkan sampai
maksimum 1,5 cm.
• Percobaan tambahan
Penyedia Jasa , tanpa membebankan biaya kepada pemilik, harus mengadakan
percobaan laboratorium selaku percobaan tambahan pada bahan-bahan beton dan
membuat desain adukan baru bila sifat atau pemilihan bahan diubah atau apabila
beton yang ada tidak dapat mencapai kekuatan spesifikasi.
• Hasil pengujian beton harus diserahkan sesaat sebelum tahapan pelaksanaan
akan dilakukan, yaitu khususnya untuk pekerjaan yang berhubungan dengan
pelepasan perancah/acuan. Sedangkan untuk pengujian di luar ketentuan
pekerjaan tersebut, harus diserahkan kepada Direksi Lapangan dalam jangka
waktu tidak lebih dari 3 hari setelah pengujian dilakukan.
d. Pekerjaan Lantai (Keramik/Flowcrete)
1. Umum :
1) Lingkup Pekerjaan :
a) Termasuk dalam lingkup pekerjaan ini penyediaan tenaga, bahan material, peralatan,
dan alat bantu lainnya sehingga dicapai hasil pekerjaan yang baik dan sempurna.
b) Meliputi pemasangan ubin keramik pada lantai bangunan yang dinyatakan dalam
gambar sebagai lantai keramik, kecuali dinyatakan lain dalam gambar berita acara.
c) Melapisi lantai beton dengan pelapis lantai tanpa sambungan dan anti bakteri sesuai
spesifikasi konsultan. Khusus pada bagian processing ternak mulai penyembelihan
hingga menjadi produk siap jual (ruang produksi).
2. Material :
1) Ubin Keramik tipe homogenous atau jenis lain sesuai persetujuan Badan Pengawas
proyek. Ukuran 40 x 40 cm sesuai gambar rencana. eks. Roman, Asia, Diamond.
2) Bin keramik dinding, ukuran, tipe dan warna seuai rencana. eks. Roman, Asia,
Diamond.
3) Semen Portland jenis I.
4) Pasir pasang.
5) Grout pengisi Nat Keramik berwarna eks AM, Jatimra, MU.
6) Pelapis lantai type Flowfresh RT ex Flowcrete (UK) atau merk lain yang disetujui
konsultan (bila ada), warna ditenntukan dalam rapat lapangan.
3. Alat kerja :
1) Penyedia Jasa pelaksana harus menyediakan seluruh peralatan dan juga perlengkapan
kerja untuk keperluan pekerja pelaksananya.
2) Selain peralatan Penyedia Jasa pelaksana juga harus menyediakan semua sarana yang
diperlukan untuk pelaksanaan pekerjaan ini.
4. Persiapan :
1) CONTOH BAHAN :
Guna persetujuan Pengawas proyek, Penyedia Jasa harus menyerahkan contoh-contoh
semuai bahan yang akan dipakai ; ubin keramik, bahan-bahan addtive untuk adukan,
dan bahan untuk tile grouts.
2) MOCK UP :
Sebelum memulai pemasangan, Penyedia Jasa harus membuat contoh pemasangan
yang memperlihatkan dengan jelas pola pemasangan, metoda pelekatan pada struktur,
dan warna groutingnya.
Mock-up yang telah disetujui akan dijadikan standard minimal untuk pemasangan
keramik juga pelapis lantai jenis lainnya.
3) BROSUR :
Untuk keperluan Pengawas proyek, Penyedia Jasa harus menyediakan brosur bahan
guna pemilihan jenis bahan yang dipakai.
4) Penyedia Jasa pelaksana wajib meneliti gambar-gambar dan kesesuaian kondisi
lapangan sebelum memulai pelaksanaan pekerjaan. Apabila terjadi ketidak sesuaian
ukuran, elevasi, ukuran lebar, dan posisi terhadap keseluruhan disain, maka Penyedia
Jasa Pelaksana wajib menuangkannya dalam shop drawing dan melaporkannya kepada
Pengawas proyek.
5) Seluruh bahan yang didatangkan di lapangan harus masih dalam kemasan pabrik.
6) Penyimpanan bahan material ditempat yang rata dan diberi perlindungan yang memadai
untuk melindungi material dari perubahan bentuk ataupun dari kerusakan.
7) Tile yang masuk ke tapak harus diseleksi, agar berkesesuaian dengan ukuran, bentuk
dan warna yang ditentukan.
8) Penyedia Jasa pelaksana harus menyerahkan kepada Pengawas proyek untuk kemudian
diteruskan kepada pemberi tugas minimal 5 doos tiap jenis dan motif ubin keramik
yang dipakai. Ubin keramik dalam doos-doos tersebut harus dalam keadaan baru dan
mencantumkan dengan jelas identitas ubin keramik yang ada didalamnya. Ubin-ubin
keramik ini akan dipakai sebagai cadangan untuk perawatan oleh pemberi tugas.
5. Pelaksanaan:
1) Bagian-bagian lantai yang terpaksa harus menggunakan lempeng ubin yang tidak
penuh, pemotongannya harus menggunakan mesin potong dan harus menghasilkan
tepian potongan yang lurus dan halus.
2) Spesi perekat terhadap lantai strukturnya menggunakan mortar campuran 1PC: 3Ps,
kecuali untuk daerah basah digunakan campuran 1PC : 2Ps.
3) Sebelum pemasangan dimulai ubin harus dibasahi. Pakai benang untuk menentukan lay
out ubin yang telah ditentukan dan pasang sebaris ubin guna jadi patokan untuk
pemasangan selanjutnya.
4) Pelaksanaan pemasangan harus sedemikian rupa hingga :
a) Seluruh bagian di bawah ubin terisi penuh dengan mortar spesi hingga tidak terdapat
rongga udara terjebak di bawah ubin.
b) Menghasilkan bidang lantai yang benar-benar datar dan rata air, kecuali untuk
bagian-bagian lantai pada daerah basah yang dikehendaki miring harus
menghasilkan bidang miring sempurna yang dapat mengalirkan air hingga kering
ke lubang-lubang lantai ( avour ).
c) Nat antar ubin adalah 3 mm dan menghasilkan garis nat yang lurus sejajar garis
dinding yang melingkupinya.
5) Setelah spesi pasangan mengering, siar antara (nat) harus diisi penuh dengan adukan
Grout pengisi Nat dan dikeruk halus hingga menghasilkan permukaan nat yang sama
dengan garis tepian ubin.
6) Noda adukan Grout pengisi Nat yang mengenai permukaan ubin harus segera
dibersihkan dengan lap basah dan dikeringkan seketika dengan lap kering.
7) Badan pengawas berhak memerintahkan pembongkaran dan pembenahan kembali tanpa
biaya tambah bila persyaratan pada butir 3, 4, dan 5 di atas tidak dapat dipenuhi.
8) Pada pemasangan di area yang luas, harus dilaksanakan secara kontinu. Dan harus
disediakan guide line course pada interval 2,0 m – 2,5 m. pemasangan tile lainnya
berpedoman pada quide line ini.
9) Elevasi lantai ruang-ruang dalam toilet cubicle harus dibuat 2cm lebih rendah daripada
lantai area toilet di sekitar ruang toilet cubicle.
10) Expansion Joint untuk area lantai yang luas (tiap 5,7 x 5,7 m² atau 6 x 6 m²).
11) Pelapis lantai ruang produksi harus dilaksanakan sesuai syarat-syarat yang ditentukan
pabrik shingga didapat hasil seperti yang diharapkan. Karena sifatnya yang khusus,
Penyedia Jasa bertanggung jawab penuh atas perlindungan terhadap pelapis lantai ruang
produksi, sampai pekerjaan itu diseahterimakan kepada pengguna jasa.
6. Perlindungan Dan Pembersihan
1) Perlindungan.
a) Penyedia Jasa harus melindungi ubin yang telah terpasang maupun harus mengganti,
atas biaya sendiri setiap kerusakan yang terjadi. Penyerahan pekerjaan dilakukan
dalam keadaan bersih.
b) Setelah pemasangan, Penyedia Jasa harus melindungi tile lantai yang telah terpasang.
Jika mungkin dengan mengunci area tersebut. Batasi lalu lintas diatasnya hanya untuk
yang penting saja.
2) Pembersihan
Secara prinsip, permukaan tile dibersihkan dengan air, menggunakan sikat, kain lap,
dan sebagainya. Tetapi jika area-area yang tidak dibersihkan dengan air, pembersihan
memakai campuran air dengan hydrochloric acid (HCL), perbandingan 30 : 1. Sebelum
pembersihan dengan asam ini, lindungi semua bagian yang memungkinkan akan
berkarat atau rusak oleh asam.
Setelah dibersihkan dengan asam ini, bersihkan area ini dengan air biasa, sehingga tidak
ada campuran asam yang tersisa.
e. Pekerjaan Instalasi Listrik
Salah satu komponen yang tidak kalah penting adalah instalasi listrik. Pemasangan
instalasi listrik harus sesuai dengan peraturan listrik yang berlaku di Indonesia. Pada
tahap ini, pekerjaan meliputi pengadaan dan pemasangan seluruh komponen-komponen
kelistrikan tidak terkecuali sakelar, stop kontak, lampu, panel listrik, hingga tahap
percobaan sampai listrik dapat menyala dengan baik.
3. Spesifikasi Metode
Dalam menyelesaikan suatu proyek untuk mencapai tujuan dengan efektif dan efisien,
diperlukan sistem manajemen yang baik. Untuk menerapkan sistem manajemen yang
baik, diperlukan berbagai metode sesuai jenis bangunan yang diselesaikan. Pihak
manajemen menyusun dan mengarahkan metode-metode agar dapat menyelaraskan antara
sumber daya dan penggunaan peralatan untuk mencapai tujuan proyek. Banyak faktor
yang mempengaruhi ketepatan penggunaan peralatan dan pemanfaatan sumber daya di
antaranya biaya, waktu, dan sosial. Untuk mencapai tujuan dengan efektif dan efisien,
maka manajemen konstruksi melibatkan tahapan-tahapan metode yang standar digunakan
pada setiap bangunan (rumah, gedung, dll). Metode-metode tersebut adalah sebagai
berikut:
a. Pekerjaan Persiapan
Pekerjaan pendahuluan merupakan persiapan awal yang wajib dilakukan dalam
melaksanakan suatu proyek. Pada tahap ini, segala izin yang dibutuhkan untuk proses
pembangunan telah diurus serta segala sesuatu yang menyangkut kelancaran pekerjaan
pelaksanaan harus telah disiapkan di lokasi sebelum melaksanakan pekerjaan.
Penyusunan jadwal terinci, mobilisasi peralatan dan tenaga kerja, hingga kelengkapan
administrasi lapangan harus sudah disiapkan sebelum memulai pekerjaan. Didalam
pekerjaan persiapan penyedia jasa harus menyiapkan beberapa item pekerjaan sebelum
melaksanakan pekerjaan diantaranya:
1) Pengukuran, Penentuan Lokasi dan Pemasangan Bouwplank
Sebelum melaksakan Pekerjaan Penyedia Jasa dan pihak terkait melaksakan
pengukuran dan penetuan lokasi pekerjaan. Setelah selesai pengukuran dan penentuan
lokasi penyedia jasa melakukan pemasangan Bowplank pada lokasi pekerjaan tersebut.
Bouwplank dibuat dari kayu terentang (kayu hutan kelas IV) ukuran minimum 3/20
cm yang utuh dan kering. Bouwplank dipasang dengan tiang-tiang dari kayu sejenis
ukuran 5/7 cm dan dipasang pada setiap jarak satu meter. Papan harus lurus dan diketam
halus pada bagian atasnya. Bouwplank harus benar-benar datar (waterpass) dan tegak
lurus. Pengukuran harus memakai alat ukur yang disetujui Konsultan Pengawas.
Bouwplank harus menunjukkan ketinggian 0.00 dan as kolom/dinding. Letak dan
ketinggian permukaan bouwplank harus dijaga dan dipelihara agar tidak berubah selama
pekerjaan berlangsung.
2) Direksi keet, Gudang dan Perlengkapan
Fungsi lainnya dari bangunan direksi keet dan gudang ini juga adalah sebagai
tempat/komunikasi yang efektif. Supaya hubungan antara pengawas, pemilik, dan
kontraktor bisa berjalan dengan lancar. Tak hanya bangunan berupa direksi keet di
lapangan saja, tapi dibutuhkan juga bangunan gudang yang bisa menyimpan peralatan
kerja. Peralatan kerja atau material bahan yang rentan pada cuaca dan biasanya mudah
hilang.
3) Pagar Pengaman Kegiatan
Untuk menjaga keamanan dalam proyek dengan mempekerjakan tenaga untuk
penjagaan (security). Jumlah personil security disesuaikan dengan kebutuhan dan
system pergantian jaga diatur dengan sift siang dan malam. Untuk keamanan proyek
juga dilakukan kordinasi dengan keamanan disekitar lokasi proyek. Selain itu tenaga
keamanan proyek, untuk mejaga keamanan dibuat pagar pengaman proyek yang
berfungsi untuk pembatas area kegiatan pekerjaan dan mengamankan area pekerjaan
dari tindakan orang luar yang mengganggu dan membahayakan.
Pagar pengaman proyek dibutuhkan selama pelaksanaan pekerjaan berlangsung.
Sebelum pagar pengaman proyek dibuat, telebih dahulu dilakukan pengukuran untuk
batas-batas area pekerjaan. Pagar pengaman proyek dibuat dengan menggunakan
penutup seng gelombang dan tiang kaso. Pagar sementara didirikan mengelilingi batas
area lokasi pekerjaan. Untuk sirkulasi keluar masuk, pada bagian depan pagar pengaman
proyek dibuat pintu lengkap dengan pengunci. Pagar pengaman proyek dapat dibongkar
setelah pelaksanaan pekerjaan proyek selesai.
4) Papan Nama Proyek
Kontraktor wajib membuat dan memasang papan nama proyek di bagian depan halaman
proyek sehingga mudah dilihat umum. Ukuran dan redaksi papan nama tersebut 90 x
150 cm dipotong dengan tiang setinggi 250 cm atau sesuai dengan petunjuk Pemerintah
Daerah setempat. Kontraktor tidak diijinkan menempatkan atau memasang reklame
dalam bentuk apapun di halaman dan di sekitar proyek tanpa ijin dari Pemberi Tugas.
5) Mobilisasi dan Demonilisasi
Setiap Proyek Konstruksi umumnya terdiri dari beragam item pekerjaan, pada saat tahap
awal, proyek memiliki pekerjaan mobilisasi dan demobilisasi. Pekerjaan tersebut cukup
menentukan keberhasilan proyek karena mempengaruhi sumber daya peralatan
pekerjaan konstruksi. Keterlambatan melakukan kegiatan mobilisasi akan berpengaruh
pada jadwal pekerjaan. Untuk penjelasan selengkapnya mengenai mobilisasi dan
demobilisasi akan dibahas di bawah ini
• Pengertian Mobilisasi
Mobilisasi adalah kegiatan untuk mendatangkan sumber daya dalam proyek seperti
yang di bawah ini:
- Membeli dan menyewa tanah/lahan untuk membuat base camp.
- Mendatangkan staff dan personil kerja sesuai dengan kebutuhan lapangan.
- Mendatang peralatan seperti yang tertera dalam dokumen penawaran seperti
peralatan laboratorium dan peralatan konstruksi utama.
- Menyediakan base camp seperti kantor lapangan, gudang, bengkel, dan lain-lain.
- Mendatangkan bahan pekerjaan.
• Pengertian Demobilisasi
Demobilisasi adalah kegiatan untuk mengembalikan kondisi tempat kerja menjadi
kondisi saat pekerjaan belum dimulai termasuk sumber daya yang untuk mobilisasi
seperti pemindahan instalasi alat, peratalan, perlengkapan, personil dan lain-lain.
6) Sistem Manajemen Keselamatan dan Pertanian Dan Pangan Kerja (SMK3)
7) Setelah melaksanakan pengukuran, penentuan lokasi, pemasangan bowplank,
direksikeet/Gudang Peralatan serta alat dan pekerja sudah didatangkan, tahap
selanjutnya adalah melengkapi manajemen keselamatan dan Pertanian Dan Pangan
pekerja terdiri atas:
• Penyiapan RKK
• Sosialiasi dan Promosi K3
• Alat Pelindung Kerja
• Alat Pelindung diri Personil/pekerja
• Asuransi dan Perijinan personil/pekerja
2) Pekerjaan Tanah dan Pondasi
Pekerjaan Tanah dan Pondasi meliputi pekerjaan diantaranya:
• Pekerjaan Galian Tanah
galian untuk pondasi menerus dan pondasi tapak yang sebelumnya sudah
ditentukan titik lokasi penentuan pondasi tersebut. Pekerjaan tanah dan
pondasi.
• Urugan Kembali Bekas Galian
Pekerjaan ini dilakukan setelah pondasi menerus dan pondasi tapak selesai
dilakukan pengecoran telah mencapai pengeringan dan pengujian sebagaimana
dalam aturan yang berlaku.
• Pekerjaan Urugan Pasir
Setelah dilakukanya pekerjaan galian tanah selesai, maka penyedia jasa harus
melakukan pekerjaan urugan pasir setebal 5 cm pada permukaan tanah pada
setiap titik dan jalur pondasi.
3) Pekerjaan Beton Bertulang
Tahapan-tahapan pekerjaan beton bertulang secara umum ada delapan tahapan yang
merupakan saling keterkaitan satu sama lainnya. Tahapan tersebut memiliki
waktunya masing masing. Setiap bagiannya harusnya menjadi keseragaman
sehingga terjadi ikatan kuat dan saling menjepit bagian yang lain. Jika tahapan ini
tidak di ikuti maka akan terjadi kerusakan dari yang terkecil hingga yang fatal.
Metode Pelaksanaan Pekerjaan Balok Beton Bertulang, bagian pertama Teknis
pelaksanaan pekerjaan :
1. Lingkup pekerjaan
• Pekerjaan pembesian, pekerjaan bekisting dan pekerjaan pengecoran.
2. Pekerjaan persiapan
• Pembuatan dan pengajuan shop drawing pekerjaan pasang beton balok
• Persiapan material, antara lain: Portland cement, pasir, split, air, kaso,
multiplek 12 mm, besi beton, kawat beton, dan paku.
• Persiapan alat kerja, antara lain : waterpass, beton mixer, meteran, bar bending,
mesin potong besi, unting-unting, benang, vibrator, gerobak sorong, dan selang
air.
3. Pengukuran
• Surveyor melakukan pengukuran dengan waterpass dan memberi tanda
(marking) untuk posisi titik perletakan balok beton.
4. Pekerjaan pembesian
• Pembesian atau perakitan tulangan dikerjakan ditempat lain yang lebih nyaman.
• Perakitan pembesian harus sesuai dengan gambar kerja.
• Selanjutnya adalah pemasangan tulangan utama, sebelum pemasangan
sengkang, terlebih dahulu dibuat tanda pada tulangan utama dengan kapur.
• Selanjutnya adalah pemasangan sengkang, setiap pertemuan antara tulangan
utama dan sengkang diikat oleh kawat dengan system silang.
• Setelah tulangan selesai dirakit, besi tulangan diangkut ke lokasi yang akan
dipasang.
5. Pekerjaan Bekisting
• Bekisting dipasang dalam 3 sisi, sisi kanan, sisi kiri dan sisi bawah, dipasang
dengan multiplek 12mm sebagai bahan bekisting + tulangan kayu kaso 4/6.
Ukur bekisting menggunakan meteran agar mendapatkan hasil yang sesuai,
setelahitu kemudian letakkan bekisting pada tempat yang sudah ditentukan.
• Bekisting diberikan skoor dari kayu reng 3/4 sebagai penguat tekanan saat
coran dituangkan, antar skoor diberi jarak sekitar 30cm dengan skoor lainnya.
• Pemasangan skoor dapat menggunakan paku sebagai perekatnya, kemudian
paku dipakukan dengan menggunakan palu.
6. Pekerjaan pengecoran
• Setelah bekisting terpasang dengan baik, bekisting diolesi minyak bekisting
kemudian letakkan pembesian balok pada posisinya tepat didalam bekisting.
• Pastikan pembesian telah terletak dengan sempurna pada posisinya didalam
bekisting dengan membuat tahu-tahu beton di bawah dan digantung kiri kanan
bagian dalam bekisting, dengan maksud mendapatkan selimut beton.
• Pengecoran beton dilakukan menggunakan mutu beton sesuai dengan
spesifikasi teknis.
• Untuk memudahkan pekerjaan disiapkan gerobak sorong sebagai pengantar
adukan ke areal pekerjaan.
• Setelah area siap, lakukan pengecoran beton dengan menuang adukan beton ke
area pengecoran, Penuangan beton dilakukan secara bertahap, hal ini dilakukan
untuk menghindari terjadinya segregasi yaitu pemisahan agregat yang dapat
mengurangi mutu beton. Selama proses pengecoran berlangsung pemadatan
beton menggunakan vibrator. Hal tersebut dilakukan untuk menghilangkan
rongga-rongga udara serta untuk mencapai kepadatan maksimal.
7. Pekerjaan pembongkaran bekisting balok
• Setelah beton berumur 28 hari (beton konvensional), sementara bekisting
samping (tidak menahan momen) dapat dibuka > 24 jam dimana bentuk beton
sudah stabil..
• Pertama-tama, multiplek dipukul-pukul dengan menggunakan palu agar lekatan
beton pada multiplek dapat terlepas.
• Kendorkan push pull (penyangga bekisting), lalu lepaskan push pull.
• Kendorkan baut-baut/paku-paku yang ada pada bekisting, sehingga rangkaian /
panel bekisting terlepas.
8. Pekerjaan perawatan beton balok
Setelah dilaksanakan pengecoran, maka untuk menjaga agar mutu beton tetap
terjaga dilakukan perawatan beton. Perawatan beton yang dilakukan adalah dengan
menyiram / membasahi beton 2 kali sehari selama 1 minggu.
9. Rangkuman
Tahapan-tahapan pekerjaan beton bertulang secara umum ada delapan tahapan yang
merupakan saling keterkaitan satu sama lainnya. Tahapan tersebut memiliki
waktunya masing masing. Setiap bagiannya harusnya menjadi keseraga man
sehingga terjadi ikatan kuat dan saling menjepit bagian yang lain. Jika tahapan ini
tidak di ikuti maka akan terjadi kerusakan dari yang terkecil hingga yang fatal.
4) Pekerjaan Dinding Bata
Untuk material yang dibutuhkan antara lain bata merah, semen, pasir, dan air. Untuk
peralatan tidak diperlukan alat yang khusus, hanya diperlukan peralatan sederhana
seperti saringan pasir, cangkul, sekop, ember, sendok semen, dolak, meteran,
waterpass, jidar aluminium, profil kayu, dan benang nylon.
Metode pelaksanaan pekerjaan pasangan dinding bata dapat diuraikan sebagai berikut
:
• Pertama dilakukan persiapan dengan cara membersihkan area yang akan dipasang
dinding bata merah, menghitung volume pekerjaan dan kebutuhan material yang
dibutuhkan.
• Buat marking jalur-jalur dinding dua sisi setelah dinding dan dibuat tanda posisi
kolom praktis, ring balok, dan lubang kusen.
• Bata merah direndam dulu (sampai gelembung udaranya hilang) sebelum dipakai
untuk mengurangi penyerapan air.
• Memasang bata merah pada jalur marking serta jalur benang acuan yang telah
dipasang pada profil kayu pada ujung jalur dinding lapis demi lapis sampai setinggi 1
m dengan menggunakan adukan 1 pc : 5ps untuk pasangan dinding biasa dan 1pc :
3ps untuk pasangan dinding trasram (komposisi adukan bisa berbeda tergantung dari
persyaratan yang ditetapkan).
• Pada pelaksanaannya, adukan semen pasir tersebut diaplikasikan secara merata ke
permukaan bata merah.
• Kemudian bata merah disusun di atas adukan mortar tersebut sambil terus diperiksa
kerataan pasangannya. Kemudian bata merah dipukul perlahan sampai mencapai
elevasi yang diinginkan.
• Setelah tinggi pasangan bata merah mencapai 1 m kemudian dilanjutkan dengan cor
beton kolom praktis.
• Periksa kelurusan serta vertikal pasangan bata merah, apabila sudah benar dan sesuai
dengan yang diinginkan maka lanjutkan pemasangan sampai dengan tinggi
maksimum 1 m, kemudian periksa lagi kelurusan dan vertikalnya, setelah itu
dilanjutkan cor kolom praktis dan dilanjutkan pemasangan bata merah sampai elevasi
yang ditentukan dan cor kolom praktis sampai elevasi sesuai gambar
Selanjutnya dilakukan pekerjaan plesteran yang dimulai dengan jalan membuat
kepalaan plesteran pada sisi vertical jarak 2 m sesuai dengan ketebalan yang
diinginkan dengan bantuan unting-unting pada sisi horizontal pada elevasi plafond
atau diujung atas dinding dengan bantuan benang.
Sebelum melakukan pekerjaan plesteran, pasangan bata merah disiram / dibasahi
dengan air, kemudian dilakukan pekerjaan plesteran pada dinding secara merata,
menggunakan adukan mortar 1 pc : 5ps untuk pasangan dinding biasa dan 1pc : 3ps
untuk pasangan dinding trasram (komposisi adukan bisa berbeda tergantung dari
persyaratan yang ditetapkan) sampai 10 – 15 mm atau sampai ketebalan yang
ditentukan.
Setelah plesteran kering dan rata sesuai dengan yang diinginkan kemudian
dilanjutkan dengan pekerjaan acian menggunakan acian semen. Sesudah pekerjaan
acian selesai, permukaan dinding difinish dengan plamur tembok. Untuk
dasaran/plamur tembok jika diperlukan dan hanya dipergunakan pada ruangan
interior yang permukaannya tidak rata atau retak-retak. Dinding yang telah selesai
diplamur kemudian diampelas, sehingga memberikan permukaan dinding tembok
yang halus, licin dan rapi.
5) Pekerjaan Pintu Dan Jendela
a) Lingkup Pekerjaan
Pekerjaan pemasangan pintu dan jendela mencakup pengadaan materi kusen dan
daun pintu jendela, pemasangan kusen dan perapihan/
b) Persiapan Pekerjaan
• Mengirim jadwal kerja (workplan) termasuk metoda kerja, schedule, perlatan,
personil kerja dan gambar kerja yang akan digunakan, untuk memperoleh
persetujuan dari Konsultan sebelum pekerjaan.
• Mengajukan permohonan penggunaan Bahan kepada Direksi.
• Memberitahu Konsultan secara tertulis paling sedikit 24 jam sebelum tanggal
dilakukannya pelaksanaan pekerjaan
c) Uraian Pekerjaan
Untuk meletakkan daun pintu atau daun jendela pada dinding, dipasang rangka
yang disebut kusen, kusen yang dipakai yaitu terbuat dari Besi.
• Siapkan alat dan materi secukupnya di daerah yang kondusif dan gampang
dijangkau.
• Pengajaun jenis material materi yang dipakai kepada direksi.
• Rentangkan benang berjarak separuh dari tebal kusen terhadap as bouwplank
untuk memilih kedudukan kusen.
• Pasang angkur pada kusen secukupnya.
• Dirikan kusen dan tentukan tinggi kedudukan kusen pintu yaitu 2 meter dari
tinggi bouwplank.
• Setel kedudukan kusen pintu sehingga bangun tegak dengan memakai unting-
unting.
• Pasang skur sehingga kedudukannya stabil dan kokoh.
• Pasang patok untuk diikat bersama dengan skur sehingga kedudukan menjadi
kokoh.
• Cek kembali kedudukan kusen pintu, apakah sudah sesuai pada tempatnya,
ketinggian dan ketegakan dari kusen.
• Bersihkan daerah sekelilingnya
6) Pekerjaan Atap
Metode Pelaksanaan Pemasangan Atap Baja Ringan pada dasarnya Baja Ringan
menggunakan 2 jenis Profil, ialah Profil C (canal) dan Profil Reng. Profil C (Canal)
berperan sebagai pengganti Kaso (kayu rangka) yang nantinya dirangkai menjadi
Struktur Rangka Atap. Sedangkan Profil Reng dipasang diatas Rangka Atap tersebut,
sebagai dudukan bagi Atap Penutup (seng atau genteng). Cara merangkai Baja
Ringan sebagai berikut:
a) Rangka Atap Rabung 1 Komplit, yang akan dibuat menyerupai ini.
b) Kuda-kuda Baja Ringan, dibuat terlebih dahulu. Caranya sanggup dilihat
dibawah (a, b, c).
c) Sambungan Atas Baja Ringan (Top Chord)
d) Tumpuan Baja Ringan pada Dinding/ Ring Balok (Pitching Point)
e) Skor Pengaku (web)
f) Mendudukkan Baja Ringan pada Dinding (Ring Balok)memakai Bracket L,
dipasang pada kawasan Pitching Point. Produk Bracket L ada buatan Pabrikan,
sanggup juga dibuat sendiri dengan menggunakanProfil C. Dipasang di Dinding/
Ring Balok menggunakan Dynabolt.
g) Memasang Reng Baja Ringan dengan Profil Reng, dipasang diatas Kuda-
kuda Baja Ringan, dengan jarak pemasangan diadaptasi dengan Jenis Atap
Penutup yang hendak dipakai.
h) Memasang Lisplang, (bisa menggunakan Lisplang berbahan GRC atau Kayu)
i) Memasang Atap Penutup, (bisa menggunakan Genteng Keramik, Genteng
Batu, Genteng Metal, Seng, dan sebagainya)
7) Pekerjaan Pemasangan Besi Galvanis (Atap Polycarbonate)
Pelaksanaan pabrikasi kuda-kuda pipa lengkung
Dalam hal ini berlaku untuk rangka atap bentuk kubah maupun lengkung. Proses
pelaksanaan pabrikasi, serta pemasangan rangka adalah sama. Yang beda adalah
komponen rangka atap, Seperti gording, trekstang, ikatan angin, rangka talang dan
sebagainya. Oke, teman-teman tanpa panjang lebar. Bagian rangka atap pipa baja,
yang paling sulit adalah membuat kuda-kuda lengkung. Untuk melaksanakan
pabrikasi kuda-kuda tersebut, cerdasnya pahami hal-hal berikut:
1. Jenis alat kerja pipa baja
Alat kerja utama terdiri dari alat potong blender, meteran, mesin gerinda, mesin rol,
bor besi dan las. Mesin bor dalam pekerjaan kuda-kuda pipa hanya untuk membuat
lubang plat landas, serta sepatu gording. Selain itu tidak ada. Sebab semua
sambungan pada rangka menggunakan pengelasan. Sementara alat bantu kerja
pabrikasi pipa yaitu benang bangunan, kain lap, jig, dan palu.
2. Komponen rangka kuda-kuda pipa
Yakni terdiri dati angkur baja, plat landas, stiffners/rib plat, sepatu gording dan
rangka kuda-kuda sendiri. Adapun komponen batang kuda-kuda lengkung umumnya
terdiri dari rangka batang atas, bawah, batang tegak dan batang miring (diagonal).
Semua komponen ini menjadi satu kesatuan pada sebuah kuda-kuda pipa lengkung.
3. Menghemat pemakaian material baja
Pabrikasi rangka atap pipa baja belum dikatakan sukses, jika Anda tidak mampu
menghemat bahan. Yang kedua adalah mutu. Ini dari perspektif kontraktor (maaf).
Kalau dari sudut pandang owner, tentu sebaliknya. Yakni mengutamakan kualitas.
Oke, dalam hal ini tidak permasalahkan mana yang prioritas. Jikalau dua-duanya bisa
tercapai mengapa tidak?. Toh, pemberi pekerjaan tidak dirugikan.
Efisiensi bahan untuk rangka kuda-kuda pipa, lakukan dengan langkah-langkah
berikut:
1. Terlebih dahulu lakukan pekerjaan pengerolan. Dan pastikan semua batang lengkung
untuk kuda-kuda sesudah lengkap, sesuai keterangan pada gambar kerja.
2. Data material sisa potongan, dari proses bending tadi. Panjang dan jumlahnya berapa.
Kemudian cocokan dengan gambar, kira-kira bisa dipakai lagi tidak?.
3. Jikalau panjang batang tidak mencukupi. Ajukan persetujuan kepada pengawas,
untuk melakukan sambungan. Agar panjang batang bisa digunakan untuk rangka
kuda-kuda.
4. Sebelum sisa potongan tadi terpakai semua. Jangan lalukan pemotongan pipa besi,
yang masih dalam keadaan utuh (batangan).
5. Pastikan pemotongan pipa yang masih utuh, bisa digunakan semua. Kendati harus
ada sisa, sebaiknya tidak lebih dari 5%.
4. Menjamin mutu las rangka pipa
Pengelasan pipa jauh berbeda dengan material baja profil lain. Dan kekuatan
konstruksi pipa terletak pada mutu las. Maka dari itu, pengelasan pipa konstruksi
harus terlaksana dengan sempurna. Mulai dari setting frame, membuat las titik,
hingga pengelasan ful. Serta dibawah pengawasan yang ekstra ketat. Selain itu, untuk
menjamin mutu las telah sempurna. Sebaiknya lakukan uji las pada seriap rangka
atap pipa baja.
Pemasangan kuda-kuda dan gording pipa yang jenius
Proses perancangan dan pabrikasi sudah. Selanjutnya pemasangan kuda-kuda dan
gording pipa. Tahap ini juga terkenal dengan istilah ereksen. Gambar diatas adalah
proses pemasangan kuda-kuda dan gording pipa. Langkah kerjanya adalah:
1. Cek ulang bentang kuda-kuda. Termasuk titik pasang angkur baja. Sehingga saat
pemasangan, kuda-kuda pipa menumpu dengan sempurna pada angkur.
2. Pastikan alat kerja pemasangan konstruksi, dan metode pelaksanaan telah komplit.
Serta mendapat persetujuan dari pihak pengawas/pemberi pekerjaan.
3. Pada area ereksen pastikan tidak ada aktivitas, selain tukang konstruksi baja.
Termasuk alat-alat yang tidak dibutuhkan. Wajib Anda pindah ke tempat aman.
4. Pemasangan kuda-kuda jangan dari tengah. Melainkan mulai dari yang paling tepi.
Dipastikan ereksen akan berjalan lancar, bila pemasangan kuda-kuda yang pertama
berhasil dengan baik. Demikian sebaliknya. Maka dari itu, sebelum ereksen pastikan
kembali kesiapan alat, lokasi pasang, serta personil tenaga kerja.
5. Setelah terpasang dengan benar. Pastikan kuda-kuda telah tegak lurus. Setelah itu,
lakukan pengencangan mur angkur.
6. Lakukan pemasangan kuda-kuda ke-2, dengan metode yang sama dengan tahap I.
Lalu pasang gording pipa secukupnya, menghubungkan ke-2 kuda-kuda tersebut.
Kemudian cek kembali posisi kuda-kuda.
7. Lakukan hal yang sama untuk ereksen kuda-kuda, serta gording pipa berikutnya.
8. Setelah seluruh rangka atap pipa baja terpasang. Terakhir, periksa ulang sambungan
baut maupun las. Selesai.
4. Spesifikasi Jabatan Kerja
Untuk menjamin kualitas hasil Pekerjaan Kebutuhan Bangunan Dinas Pertanian Dan
Pangan PEMBANGUNAN LANTAI JEMUR KP. TERITIT (OTSUS) disamping
kompleksitas pekerjaan yang manjadi lingkup pekerjaan dari kegiatan ini, Penyedia
Barang/Jasa yang ditunjuk sebagai pelaksana pekerjaan harus memiliki kualifikasi Personil
Managerial yang disyaratkan sebagai berikut :
No Jabatan Jumlah Pendidikan SKA/Pengalaman
1 Pelaksana Lapangan 1 S1 Sipil SKT Pelaksana Bangunan Gedung
2 Pelaksana K3 1 D3 Sipil Petugas K3
a. Pelaksana Lapangan
Pelaksana Lapangan adalah minimal SI Teknik Sipil dengan pengalaman kerja pada
pembangunan gedung minimal 2 tahun, memiliki Memiliki SKT TS 021 Pelaksana
bangunan Gedung/Pekerjaan Gedung.
Tugas dan tanggungjawabnya adalah:
1) Bertanggung jawab untuk keseluruhan terhadap manajemen proyek;
2) Bertanggung jawab kepada pemberi tugas, dan semua wewenang mengenai hal-hal
yang berhubungan dengan Pekerjaan Pelaksanaan, serta melaporkan kemajuan
pekerjaan yang dilaksanakan;
3) Bertanggung jawab untuk pengumpulan data dan informasi yang diperlukan,
penentuan kebutuhan pekerjaan pelaksanaan, organisasi personil, dan penyampaian
serta pembahasan laporan untuk mendapatkan persetujuan pemberi tugas dan
Konsultan Pengawas;
4) Mengorganisir personil dan manajemen tim tenaga, staf penunjang dalam setiap
aktivitas pekerjaan;
5) Bertanggung jawab dalam penyusunan semua laporan pekerjaan pelaksanaan;
6) Bertanggung jawab penuh atas penyelesaian pekerjaan.
b. Personil K3
Pelaksana K3 minimal D3 Teknik Sipil dengan pengalaman kerja pada pembangunan
gedung 3 tahun, Petugas K3 Konstruksi. Pengusaha dan/atau Pengurus di suatu
perusahaan wajib melaksanakan syarat-syarat K3 Lingkungan Kerja, antara lain:
1) Pengendalian Faktor Fisika dan faktor kimia agar berada di bawah nilai ambang batas
(NAB)
2) Pengendalian Faktor Biologi, Faktor Ergonomi, dan Faktor Psikologi Kerja agar
mernenuhi standar
3) Penyediaan fasilitas kebersihan dan penyediaan sarana higiene di tempat kerja yang
bersih dan sehat
4) Penyediaan personil K3 yang memiliki kompetensi dan kewenangan K3 di bidang
lingkungan kerja.
Ini semua dilakukan dengan tujuan untuk mewujudkan Lingkungan Kerja yang aman,
sehat dan nyaman dalam rangka mencegah kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja.
Pelaksanaan syarat-syarat K3 di atas dilakukan melalui kegiatan berikut: pengukuran
dan pengendalian lingkungan kerja dan penerapan higiene serta sanitasi.
c. PERSONIL PENDUKUNG
Personil Pendukung adalah personil yang dibutuhkan pada pelaksanaan pekerjaan di
lapangan dilakukan pada saat pelelangan/kontrak selesai, adapun personil yang
dibutuhkan adalah sebagi berikut:
1) Juru Gambar/Drafter
Pendidikan SMK, Pengalaman 1 (Satu) tahun dan mempunyai pengalaman dengan
posisi yang sama dan memilki Ijazah SMK Bangunan.
2) Pengawasan Lapangan
Pendidikan SMK Sederajat, Pengalaman 1 (Satu) tahun dan mempunyai pengalaman
dengan posisi yang sama dan memiliki Ijazah SMK Bangunan.
3) Administrasi
Pendidikan SMA/SMK Sederajat, pengalaman 1 (Satu) tahun dan mempunyai
pengalaman dengan posisi yang sama sebagai tenaga Administrasi.
B. KETERANGAN GAMBAR
1. Peta lokasi
2. Layout
3. Potongan memanjang
4. Potongan melintang
5. Detail-detail konstruksi
C. RENCANA KESELAMATAN KONSTRUKSI (RKK)
1. Urain pekerjaan
Indikasi bahaya, Penilaian Resiko, dan pengendalian Resiko K3, table berikut adalah salah
satu indikasi bahaya pekerjaan paling berisko :
Penilaian Resiko
Jenis Tipe
No. Indentifikasi Bahaya
Pekerjaan
Tingkat
Kekerapan Keparahan
Resiko
1. Pekerjaan Atap - Terluka Akibat Terkena
Alat Kerja
- Menginjak Benda-benda
2 1 2
Tajam
- Terjatuh Dari Ketinggian
- Mata terkena Serpihan
Pengelasan
2. Standar dan perturan Perundang
Daftar Peraturan Perundang-undangan dan Persyaratan K3 yang digunakan sebagai acuan
dalam melaksanakan SMK3 Konstruksi Bidang PU antara lain sebagai berikut:
a) Undang-undang
• Dalam undang-undang ini diatur mengenai Ruang Lingkup Keselamatan Kerja (Bab II),
Syarat-syarat Keselematan Kerja (Bab III), Kewajiban dan Hak Tenaga Kerja (Bab VIII)
, Kewajiban Bila Memasuki Tempat Kerja (Bab IX).
• Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2017 Tentang Jasa Konstruksi.
Ketentuan mengenai pelaksanaan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) dalam undang-
undang ini diatur pada BAB VI KEAMANAN, KESELAMATAN, KESEHATAN,
DAN KEBERLANJUTAN KONSTRUKSI, Bagian Kesatu: Standar Keamanan,
Keselamatan, Kesehatan, dan Keberlanjutan, Pasal 59.
• Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 13 Tahun 2003 Tentang Ketenagakerjaan.
Aturan mengenai Keselamatan dan Pertanian Dan Pangan kerja pada undang-undang
ini diatur pada bagian pertama paragraf 5: Keselamatan dan Pertanian Dan Pangan
Kerja, yang terdiri dari 2 (dua) pasal, yaitu pasal 86 dan pasal 87.
• Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 36 Tahun 2009 Tentang Pertanian Dan
Pangan . Ketentuan mengenai keselamatan dan Pertanian Dan Pangan kerja (K3),
khususnya Pertanian Dan Pangan kerja pada undang-undang ini diatur pada Bab XII
Pertanian Dan Pangan kerja, yang terdiri dari 3 (tiga) pasal, yaitu pasal 164, pasal 165
dan pasal 166. Selain itu, undang-undang ini mengatur aspek Pertanian Dan Pangan
lingkungan, yaitu Bab XI Pertanian Dan Pangan Lingkungan.
• Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 24 Tahun 2011 Tentang Badan
Penyelenggara Jaminan Sosial. Undang-undang ini merupakan peraturan komplementer
dari UU No 18 th 1999, khususnya tentang perlindungan tenaga kerja dan jaminan
sosial, UU No 13 Th 2003, khususnya tentang Kesejahteraan (ps. 99).
Redelong, Mei 2023
PENGGUNA ANGGARAN (PA)
DINAS PERTANIAN
KABUPATEN BENER MERIAH
Ir. ABADI
Pembina Utama Muda, IV/c
Nip: 19651003 199303 1 002