| 0927172858219000 | Rp 1,454,402,238 | |
| 0663499432219000 | - | |
| 0720341007219000 | - | |
| 0906991427219000 | - | |
| 0811191154219000 | - | |
| 0924146905201000 | - | |
| 0833677875122000 | - | |
CV Citra Melayu Putra | 0753960061222000 | - |
| 0653100560422000 | - | |
| 0921601530213000 | - | |
| 0941627903216000 | - | |
| 0021468103219000 | - | |
| 0020778346219000 | - | |
| 0818344244216000 | - | |
| 0942551300219000 | - | |
| 0413678954213000 | - | |
| 0750311615219000 | - | |
| 0748837366201000 | - | |
| 0967229832219000 | - | |
| 0030453518219000 | - | |
| 0020121091219000 | - |
URAIAN SINGKAT PEKERJAAN
1 Nama Paket Pekerjaan : PEMBANGUNAN TURAP BETON SUNGAI
LANGGAM MUARA DUSUN RT. 002 RW.001
2 Nilai Total HPS : Rp 1.498.908.117,00 (Satu Miliar Empat Ratus Sembilan
Puluh Delapan Juta Sembilan Ratus Delapan Ribu Seratus
Tujuh Belas Rupiah)
3 Sumber Dana : APBD Kabupaten Bengkalis Tahun Anggaran 2023
4 Lingkup Pekerjaan :
A. Uraian Spesifikasi Teknis
1. Spesifikasi Bahan Bangunan Konstruksi
Spesifikasi bahan bangunan Konstruksi merupakan identifikasi bahan bangunan yang
digunakan dalam pekerjaan ini dan pilihan merk pada bahan bangunan tersebut jika produk
bahan kontruksi sudah memiliki merk dipasaran sedangkan pengadaan bahan bangunan
konstruksi diupayakan sumbernya dari wilayah lokasi proyek terdekat agar serta persyaratan
yang harus dipenuhi agar bahan bangunan dapat digunakan secara optimal.
1.1 Bahan Bangunan Pekerjaan Beton
No Bahan Sumber / Pilihan Persyaratan Bahan Bangunan
Bangunan Merk
1 Semen a. Semen Padang • Harus berlogo SNI
• Semen harus dalam kondisi
kantong tersegel dan utuh pada
saat sampai ke lokasi
• Usia semen kurang dari satu bulan
• Gunakan hanya satu merk semen
setelah mendapatkan persetujuan
PPTK dan Konsultan Pengawas
• Semen yang telah mengeras
sebagian maupun seluruhnya
dalam satu zak semen, harus di-
reject atau tidak dapat diterima
2 Agregat Kasar Quarry yang berizin • Agregat kasar berupa batu pecah
resmi dan kerikil ukuran maksimal 30 mm
diolah dengan stone • Mempunyai susunan gradasi yang
crusher baik, cukup syarat kekerasannya
dan padat (tidak porous)
• Tekstur permukaan kasar, butir-
butirnya tajam, kuat dan bersudut.
3 Pasir Beton Quarry yang berizin • Agregat halus berupa pasir terdiri
resmi dari butir-butir yang tajam, kuat
dan bersudut
• Harus bebas dari lumpur, tanah
lempung dan bahan - bahan
organik lainnya
• Pasir dengan tekstur keras & tajam
uk. 0,075-5 mm
• Secara visual Pasir harus dalam
keadaan “jenuh kering muka”
4 Air Air bersih • Air tidak boleh mengandung ion
klorida dalam jumlah yang
membahayakan (lebih dari 0,5
gram/liter)
• Air untuk pembuatan dan
perawatan beton tidak boleh
mengandung minyak, asam alkali,
garam, bahanbahan organis dan
bahan-bahan lain yang dapat
merusak beton atau baja tulangan.
• Air Tidak mengandung senyawa
sulfat.
5 Baja BjTS / Tulangan Ulir ; • Harus berlogo SNI
Tulangan a. Ø12 mm
• Bahan baku baja tulangan harus
b. Ø10 mm
memenuhi syarat seperti yang
c. Ø8 mm
ditunjukkan pada tabel 1.
d. Ø6 mm
Komposisi kimia billet baja tuang
kontinyu (ladle analysis) SNI
Merk KS
2052:2017 tentang Baja tulangan
beton
• Baja tulangan ulir yang digunakan
harus memiliki kuat leleh/fy min.
420 MPa sedangkan kuat
tariknya/fu min. 525 MPa. Selain
itu juga harus mempunyai sifat
mekanis seperti yang ditunjukkan
pada tabel 6 – sifat mekanis SNI
2052-2018 tentang Baja Tulangan
seperti regangan, elongasi dan
rasio fu/fy.
• Baja tulangan yang didatangkan
harus bebas tidak cacat, bebas dari
karat, retak dan gelombang
6 Multiplek / Produk olahan • Ukuran panel multiplek 1,2x2,4 m
Plywood Korindo atau
• Tebal multiplek/Plywood yang
fabrikan resmi
dipakai 8 mm
lainnya
• Bahan multiplek/ Plywood yaitu
kayu meranti atau sejenisnya
• Multiplek tidak ada yang cacat
atau pecah pada permukaannya
• Multiplek harus dalam kondisi
lurus dan halus pada
permukaannya
7 Kayu Kaso Fabrikan kayu / • Kayu merupakan kayu kelas II
ukuran 5/7 distributor berizin seperti kayu gelam, meranti,
cm resmi matoa dan sejenisnya
• Kayu harus lurus, padat dan
mempunyai urat yang lurus
• Kayu tidak memiliki cacat seperti
mata kayu, celah-celah susut
pinggir, dan hati kayu.
• Kayu harus sudah cukup tua
8 Paku 5-7 cm Toko-toko terdekat • Paku untuk kayu uk. 5-7 cm
• Kuat dan tajam
• Tidak berkarat
9 Minyak Toko-toko terdekat • Bebas noda dan cepat kering
Bekisting • Tidak reaktif terhadap beton
10 Geotekstile Woven 250 gr • Geotek tidak boleh rusak atau
separator berlubang
kelas 2
• Pemasangan sambungan
dilakukan dijahit
11 Agregat kelas • Agregat base B terlepas dari bahan
B organic, sampah, dan campuran
campuran yang bisa merusakkan
campuran base
1.2 Bahan Bangunan Pekerjaan Pemancangan
No Bahan Sumber / Pilihan Persyaratan Bahan Bangunan
Bangunan Merk
1 Mini Pile / kotak ukuran • Pra-cetak (precast) dengan
concrete pile 20x30 cm di mutu kuat tekan beton K-175
Fabrikasi / Workshop atau 175 kg/cm
beton pra-cetak • Pembuktian atas mutu kuat
yang berizin resmi tekan beton harus dilampirkan
dengan laporan hasil pengujian
oleh fabrik yang dikeluarkan
oleh Lab. Independent
• Baja tulangan pada Mini Pile
tersebut, konfigurasi tulangan
dan ukuran serta mutu baja
tulangannya hasil design dari
baja tulangan-nya merupakan
tanggung jawab pihak fabrik
sendiri terhadap kuat tariknya
• Pile tidak boleh ada yang retak,
cacat dan pecah dan jika ada
yang retak, cacat atau pecah
harus direject atau tidak
diterima.
• Toleransi kelurusan pile yaitu
1/25 atau 4%
2. Spesifikasi Peralatan Konstruksi dan Peralatan Bangunan
Spesifikasi peralatan konstruksi dan peralatan bangunan merupakan identifikasi
peralatan yang digunakan dalam pekerjaan ini seperti berikut ;
2.1 Peralatan Konstruksi
No. Jenis Peralatan Kapasitas Jumlah Fungsi
1 Excavator 40-180 HP - 1 unit Peralatan mekanis untuk
galian tanah membentuk
profil memanjang Turap dan
Pemancangan Beton Mini
Pile
2 Concrete Mixer 0,3 m3 2 unit Peralatan semi mekanis
/ Beton Molen untuk proses pengadukan
campuran material seperti
semen, kerikil dan pasir
beton serta air untuk beton
2.2 Peralatan Bangunan
No. Jenis Peralatan Kapasitas Jumlah Fungsi
1 Sekop, pacul, palu, sesuai Sesuai Peralatan umum untuk
gergaji, sendok peruntukan dengan tenaga kerja lapangan yang
semen dan raskam nya kebutuhan diperlukan untuk berbagai
lapangan pekerjaan dilapangan
2 Gerobak sorong 400 kg 4 buah Peralatan yang dipakai
untuk mengangkut
betonplastis dari posisi
molen keposisi
penghamparan
3 Selang air Sesuai Sesuai Untuk menyalurkan air
peruntukan dengan bersih kedalam molenuntuk
nya kebutuhan campuran material
lapangan pembuatan beton
2.3 Perlengkapan Pengaman pada peralatan konstruksi harus disediakan pada masing-
masing peralatan tersebut serta harus dilakukan pemeriksaan dan uji coba terlebih
dahulu terhadap fungsional peralatan tersebut sebelum dimobilisasi ke lokasi
pekerjaan
2.4 Pedoman manual/hand book dari setiap peralatan konstruksi yang digunakan harus
tersedia di lapangan agar operator peralatan dapat menggunakannya jika terjadi
kerusakan ringan pada peralatan yang dapat diperbaiki di tempat
3. Spesifikasi Proses / Kegiatan
Spesifikasi proses/kegiatan yaitu Identifikasi waktu penyelesaian masing-masing item
pekerjaan dan ringkasan proses pekerjaannya serta dilengkapi dengan penjelasan rencana
tindakan K3 sesuai dengan identifikasi potensi bahaya pada proses pekerjaan seperti
diuraikan berikut ;
No Uraian Pekerjaan Ket Ringkasan Proses Kerja Rencana
Tindakan K3
1 Pekerjaan
Persiapan • Mobilisasi yaitu pekerjaan Safety Talk
1.1 Mobilisasi mendatangkan peralatan tentang
konstruksi seperti yang keselamatan lalu
tercantum pada formulir lintas dengan
mobilisasi serta papan supir dan
informasi kegiatan dengan mengingatkan
jenis peralatan dan jumlah supir agar selalu
seperti yang tercantum dalam berhati-hati dan
formulir tersebut. mengenderai
• Demobilisasi yaitu pekerjaan kenderaan
1.2 .b Demobilisasi mengeluarkan semua pembawa
peralatan kontruksi dari peralatan
lokasi pekerjaan, dilakukan konstruksi dengan
beberapa saat sebelum masa laju kendertaan
pelaksanaan kontrak berakhir tidak boleh
atau saat pekerjaan telah melebihi dari 40
selesai seluruhnya. km/h
• Pengadaan semua komponen
1.2 Biaya biaya untuk penyelenggaran
Penyelenggara SMKK seperti yang tercantum
n SMKK pada formulir komponen
biaya keselamatan konstruksi,
harus dilakukan sebelum
pelaksanaan pekerjaan
konstruksi dimulai agar
personil K3 dapat menyusun
rencana pemakaian
mengingat jumlahnya yang
terbatas.
2 Pekerjaan
Pemancangan
2.1 Pengadaan dan • Pekerjaan pengadaan • Penyediaan APD
Penetrasi Tiang Concrete Mini Pile dengan berupa Safety
Pancang Beton mutu kuat tekan beton K- Glasses, Masker
(mutu K-175) 175 bentuk kotak dan Safety
uk. 20x30 cm ukuran20x30 cm Gloves serta
panjang 6,5 m • Penetrasi pile sepanjang 6.5 Safety Helmet
meter dari tanah dasar untuk pekerja
dengan peralatan excavator • Meng-Hire
dan dibantu oleh pekerja operator
untuk setting pile sesuai excavator yang
dengan titiktitik memiliki
pemancangan pile di-gambar pengalaman
denah pondasi dan volume serta kompeten
seperti yang tercantum pada
daftar kuantitas dan harga.
Pekerjaan penetrasi pile
indilakukan setelah pekerjaan
galian telah selesai
dilaksanakan keseluruhan.
2.2 Pembuatan dan • Penetrasi dinding penahan • Penyediaan
pemancangan beton dilakukan disamping APD berupa
dinding penahan balok air arah luar turap Safety Glasses,
beton uk. 25 cm • Jumlah persegmen 9 btg Masker dan
x12 cm x1,5 m dengan segmen 2,5 m Safety Gloves
• Penetrasi dilaksanakan serta Safety
dengan menggunakan alat Helmet untuk
excavator pekerja
4 Pekerjaan Beton
4.1 Fondasi Dinding • Pekerjaan pembuatan dan • Penyediaan APD
Beton (Wall pengecoran beton bertulang berupa Safety
Footing) dengan mutu kuat tekan Glasses, Masker
beton f’c 14,5 MPa dan baja dan Safety
tulangan ukuran 6Ø12 mm – Gloves serta
dan Ø6-150 mm untuk fondasi untuk pekerja
dinding (wallfooting) ukuran
lebar 30 cm dan tebal 20 cm
serta panjang penanganan
yaitu panjang 421,2 m
4.2 Dinding Beton • Pekerjaan pembuatan dan • Penyediaan APD
(Concrete Wall) pengecoran beton bertulang berupa Safety
dengan mutu kuat tekan Glasses, Masker
beton f’c 14,5 MPa dan baja dan Safety
tulangan ukuran Ø8 – 150 mm Gloves serta
untuk dinding beton (concrete Safety Helmet
wall) dengan ukuran lebar untuk pekerja
dinding 12 cm.
4.3 Kolom Beton • Pekerjaan pembuatan kolom • Penyediaan APD
bertulang dengn Mutu f’c 14,5 berupa Safety
Mpa dan baja tulangan 4Ø12 Glasses, Masker
dan Ø6-150 mm serta ukuran dan Safety
kolom 20x30 cm Gloves serta
4.4 Balok Skor • Pekerjaan pembuatan balok Safety Helmet
skor dengan Mutu f’c 14,5 untuk pekerja
Mpa dan baja tulangan 4Ø8
dan Ø6-150 mm serta ukuran
balok 20x30 cm
• Penyediaan APD
4.5 Balok Penutup • Pekerjaan pembuatan balok
berupa Safety
penutup dengan Mutu f’c 14,5
Glasses, Masker
Mpa dan baja tulangan 4Ø8
dan Safety
dan Ø6-150 mm serta ukuran
Gloves serta
balok 15 cm tebal dan lebar
Safety Helmet
35 cm
untuk pekerja
5 Pekerjaan Lain-lain • Pekerjaan Pemasangan secara • Penyediaan APD
5.1 Pekerjaan manual pipa PVC diameter berupa Safety
Pemasangan 3/4 inch dan panjang pipa 20 Gloves serta
Pipa Suling PVC cm untuk pipa suling air pada Safety Helmet
ukuran 3/4 inch dinding beton yang diletakkan untuk Pekerja
pada posisi ¼ dari tinggi atas
atau ± 30 cm dari atas dinding
beton.
5.2 Pemasangan • Pekerjaan ini dilakukan agar
Kistdam gerusan air tidak langsung ke
penutup ujung bahu jalan sehingga
turap menggerus timbunan
• Kistdam disusun serapat
6 Pekerjaan tanah • Tanah yang didatangkan • Penyediaan APD
6.1 Urugan tanah bebas dari campuran sampah berupa Safety
setempat organic dan nonorganic Gloves serta
• Urugan dilaksanakan diatas Safety Helmet
geoteks yang telah dipasang untuk Pekerja
6.2 Urugan base B • Base B dihampar pada area
antara bahu jalan ke dinding
turap diatas permukaan tanah
yang telah dihampar
sebelumnya
• Base B tersebut diratakan dan
dipadatkan sesuai ketebalan
yang telah direncanakan
6.3 Pemasangan • Pemasangan geoteks
geotektile woven dilaksanakan dari area bahu
250 gr jalan sampai ke balok penutup
turap mengikuti kontur tanah
• Geoteks tersebut dijahit pada
area sambungan
• Tidak berlubang dan rusak
4. Spesifikasi Metode Pelaksanaan
Spesifikasi Metode Pelaksanaan yaitu Identifikasi metode kerja yang ditinjau dari
efektivitas pelaksanaannya dan efisiensi biayanya berdasarkan kondisi lokasi pekerjaan,
bahan bangunan dan peralatan konstruksi yang digunakan serta kompetensi tenaga kerja
lapangan, sehingga tersusun metode kerja yang logis dan sistematis serta mudah dipahami
dan dapat dilaksanakan oleh pekerja dan operator peralatan konstruksi. Untuk item
pekerjaan yang mempunyai potensi bahaya yang tinggi seperti berdasarkan identifikasi
bahaya, maka metode kerjanya sudahmencakup analisis keselamatan pekerjaan/Job
Safety Analysis (JSA).
Metode pelaksanaan yang disusun untuk pekerjaan ini berdasarkan urutan kerja mulai
dari tahap awal pekerjaan sampai dengan akhir pekerjaan, berikut uraian spesifikasi
metode pelaksanaan ;
I Pemancangan / Penetrasi Tiang Pancang Beton (mutu K-175) uk. 20x30 cm
panjang 6,5 m dengan penulangan 6,8 m
1. Persiapan
a. Metoda Kerja
• Pemeriksaan concrete pile dan mutu yang telah dicapai sudah sesuai
dengan rencana, maupun cek fisik
• Pemeriksaan concrete pile di site proyek
• Setting Out / Marking titik-titik pemancangan sesuai dengan gambar
rencana
• Pemeriksaan Fungsional alat
b. Identifikasi Bahaya
• Terdapat benda tajam pada lokasi penempatan pile di workshop
• Terdapat benda tajam padalokasi peletakan pile di-Site
• Terdapat benda tajam pada titik-titik marking
• Salah prosedur operasional
c. Resiko
• Kaki tertusuk / tergores
• Tangan tergores dan kaki tertusuk
• Terjadi kerusakan alat
d. Pengendalian
• Gunakan safety shoes
• Gunakan Safety Gloves dan Safety Shoes
• Safety talk prosedur pemakaian alat
2. Handling dan Setting pile ke titik penetrasi
a. Metoda Kerja
• Mengikat pile dengan sling padabucket excavator dan handling pileke
titik penetrasi /pemancangan sesuai dengan setting out yang telah
dilaksanakan sebelumnya
• Setting ketegaklurusan (verticality) pile pada titik penetrasi yang telah di-
marking sebelumnya
b. Identifikasi Bahaya
• Sling pada pile terlepas atau putus
• Koordinasi saat handling buruk
c. Resiko
• Tertimpa pekerja dibawahnya
• Pile mengalami swing / ayunan
d. Pengendalian
• Sling harus dari bahan elastis dan kuat
• Double check ikatan sling sebelum dilakukan handling
• Terdapat petugas dengan handy talky untuk komunikasi
3. Penetrasi Pile
a. Metoda Kerja
• Melakukan penetrasi pile dengan cara menekan pile dengan bucket
excavator sampai dengan cut of level seperti yang ditunjukkan dalam
gambar rencana
• Penetrasi pile harus dilakukan sampai mencapai kedalaman yang
direncanakan dan disyaratkan sesuai gambar rencana
• Dalam proses pemancangan setiap titik pile harus diakukan secara terus
menerus tanpa terputus
• Apabila terjadi heave atau pile yang sudah dipancang terangkat akibat
penetrasi pile yang berdekatan dengan pile yang terangkat tersebut maka
penyedia Jasa konstruksi harus bertanggung jawab untuk melakukan
penetrasi kembali tiang pancang yang terangkat tersebut.
• Setelah satu titik pemancangan pile selesai maka alat bergerak ke titik
penetrasi berikutnya dan mengulang proses penetrasi yang sama seperti
sebelumnya.
b. Identifikasi Bahaya
• Area untuk handling tidak steril
• Bagian tepi dan permukaan pile yang kasar
• Polusi debu dari pile
c. Resiko
• Proses handling terganggu
• Tangan dan kaki pekerja tergores
• Pekerja mengalami sesak napas
d. Pengendalian
• Memasang rambu peringatan
• Gunakan Safety Gloves & Safety Shoes serta Safety Helmet
• Gunakan Masker
II Penetrasi dinding Penahan beton Uk. 25 cm x 12 cm x 1,5 m
1. Persiapan
a. Metoda Kerja
• Pemeriksaan concrete pile dan mutu yang telah dicapai sudah sesuai
dengan rencana, maupun cek fisik
• Pemeriksaan concrete pile di site proyek
• Setting Out / Marking titik-titik pemancangan sesuai dengan gambar
rencana
• Pemeriksaan Fungsional alat
• Identifikasi Bahaya
• Terdapat benda tajam pada tanah dasar / subgrade
b. Resiko
• Kaki tergores
• Kaki tertusuk
c. Pengendalian
• Gunakan Safety Shoes
2. Penetrasi
a. Metoda Kerja
• Melakukan penetrasi dengan cara menekan pile dengan bucket
excavator/ pun dengan cara manual menggunakan tenaga pekerja sampai
dengan cut of level seperti yang ditunjukkan dalam gambar rencana
• Penetrasi harus dilakukan sampai mencapai kedalaman yang
direncanakan dan disyaratkan sesuai gambar rencana
• Dalam proses pemancangan setiap titik pile harus diakukan secara terus
menerus tanpa terputus
• Setelah satu titik pemancangan pile selesai maka bergerak ke titik
penetrasi berikutnya dan mengulang proses penetrasi yang sama seperti
sebelumnya.
III Balok Air
1. Persiapan
a. Metoda Kerja
• Pemasangan bekisting
• Pengecekan dimensi dan patok patok bekisting
• Pemasangan plastic alas dalam dimensi bekisting
• Pemasangan tulangan
• Pengecoran balok air ukuran 20x30 cm
b. Identifikasi Bahaya
• Tangan tertusuk besi
• Tangan tertusuk benda tajam dalam air
• Kaki tertusuk benda tajam
• Mata masuk percikan air
c. Pengendalian
• Menggunakan Safety Shoes, Sarung Tangan, Safety Glasses
d. Uraian Pekerjaan
• Penyedia mengajukan shop drawing ke direksi teknis sebelum
melakukan pekerjaan
• Setelah disetujui maka melakukan pekerjaan sesuai dengan yang
diajukan
• Pemasangan bekisting plywood pada balok air harus sesuai dengan
dimensi yang telah direncanakan, patok patok kayu di buat serapat
munngkin agar terhindarnya pembengkakan dan ketidaklurusan balok
air
• Memasukkan tulangan dalam dimensi balok, jika terjadi sambungan pada
tulangan maka penyambungan dilakukan 40D pada tulangan menerus
• Stek dari mini pile diluruskan untuk menjadi stek kolom dan di ikat pada
tulangan balok air
• Tulangan vertical dinding diikat dari dalam balok air pengikatan
menngunakan kawat ikat yang bersih dan tidak mudah putus.
• Pengecoran dilakukan setelah dilakukan pengecekan oleh direksi teknis,
system pengecoran menggunakan molen dengan mutu sesuai dengan
rencana.
IV Kolom Sambungan / Kolom Turap
1. Persiapan
a. Metoda Kerja
• Penulangan dan pengikatan kolom
• Pembuatan stek kolom ke dinding
• Pembuatan stek balok skor
• Pengecekan dimensi dan perancah bekisting
• Pengecoran Kolom ukuran 20x30 cm
b. Identifikasi Bahaya
• Tangan tertusuk besi
• Kaki tertusuk benda tajam
c. Pengendalian
• Menggunakan Safety Shoes, Sarung Tangan
2. Uraian Pekerjaan
• Penyedia jasa mengajukan shop drawing dan metode pekerjaan yang
ingin dilaksanakan ke direksi teknis
• Tulangan kolom di ikat dengan dengan stek tulangan dari mini pile
• Pemasangan bekisting kolom dan meninggalkan satu arah untuk
dilakukan pengikatan stek tulangan ke dinding, jika sudah dikiat maka
ditutup kembali, kolom harus berdiri tegak dan dilakukan pengukuran
atau lout terhadap tegak nya, tidak dibenarkan jika belum dilout sudah
dilakukan pengecoran.
• Bekisting harus benar sudah kokoh dan tidak bocor
• Pengecoran kolom boleh dilakukan setelah dilakukan pengecekan oleh
direksi teknis.
V Dinding Beton (Concrete Wall)
1. Persiapan
a. Metoda Kerja
• Pemasangan dan pengikatan tulangan Horizontal dan dinding
• Pemasangan bekisting dinding menggunakan plywood/multiplex 8 mm
• Pemasangan kaso dan perancah bekisting
• Pembuatan lubang dan pipa pembuangan
• Pemasangan pipa pembuangan
• Pengecoran dinding
b. Identifikasi Bahaya
• Tangan tertusuk besi
• Kaki tertusuk benda tajam
• Benda jatuh dari atas
c. Pengendalian
• Menggunakan Safety Shoes, Sarung Tangan, Helm Safety
2. Uraian Pekerjaan
• Penyedia jasa mengajukan shop drawing dan metode pekerjaan yang ingin
dilaksanakan ke direksi teknis
• Tulangan vertical di ikat dengan tulangan horizontal dinding, pengikattan
dilakukan dengan jarak yang telah direncakan,
• Pengikatan harus benar kuat dan tulangan horizontal tidak jatuh kebawah
saat pengecoran dilaksanakan
• Tulangan horizontal di ikat ke stek sisi kiri dan kanan kolom yang
sebelumnya telah dibuat
• Setelah benar kuat dan dilakukan pengecekan, maka tahap selanjutnya
pemasangan bekisting dinding
• Bekisting dinding menggunakan plywood/multiplek 8 mm dan didukung
oleh kayu kaso
• Bekisting harus benar kuat dan tidak rapuh
• Bekisting yang sebelumnya dipasang dilakukan pelumasan dengan
menggunakan minyak bekisting.
• Setelah dilakukan pengecekan terhadap bekisting, maka tahap selanjutnya
pengecoran dinding
• Pengecoran dilakukan dengan mutu yang telah direncanakan
VI Pek. Pas. Pipa Suling PVC uk. 1 1/2 inch pada turap
1. Pemasangan pipa suling
a. Metoda Kerja
• Pemasangan pipaPVC diameter 1 1/2 inchi dan panjang 20 cm dengan
Jumlah 3 batang persegmen
b. Identifikasi Bahaya
• Ujung potongan pipa PVC yang tajam
c. Resiko
• Tangan tergores
d. Pengendalian
• Gunakan Safety Gloves
VII Pekerjaan Tanah
1. Uraian pekerjaan
• Urugan kembali bekas galian
• Pemasangan geotekstile woven 250 gr
• Urugan tanah setempat diatas permukaan geoteks
• Urugan base B diatas Permukaan tanah setempat
VIII Pengendalian Mutu Untuk Pekerjaan Beton Struktur
a. Tahap Pelaksanaan Pekerjaan
• Penyedia jasa konstruksi menugaskan secara khusus personil untuk
mengamati pelaksanaan mixing agar selalu sesuai dengan proporsi
campuran mix design dan mencatat waktu saat dimulainya pencampuran
material beton dan koordinasi dengan mandor untuk pencatatan waktu
initial setting beton.
• Pekerja yang menggunakan hand tamper minimal 2 orang sehingga bisa
bergantian
• Melakukan slump test saat beton dituangkan dari concrete mixer dan
mencatat setiap hasil slump test dan juga melakukan uji work ability beton
sebelum dikirim ke area hamparan beton
• Jika terjadi kegagalan slump (tidak memenuhi kisaran nilai slump test yang
disyaratkan, keruntuhan benda uji termasuk keruntuhan geser), maka
pengujian diulang maksimal 3 kali, jika masih gagal maka beton dilakukan
pengadukan ulang dan ditambah material sementius yang bisa membuat
nilai slump testnya tidak gagal namun harus diperhitungkan juga initial
setting time betonnya. Syarat variasi pengukuran yang memenuhi syarat
dari 3 pengukuran minimum 2 hasil uji slump memenuhi syarat dengan
selisih pengukuran tidak lebih dari 21 mm.
b. Tahap Pengujian
• Untuk pengujian kuat tekan beton maka sampel uji beton untuk setiap mutu
beton harus diambil setiap hari dan tidak kurang sekali sehari atau tidak
kurang sekali untuk setiap 110 m3 atau tidak kurang sekali untuk setiap
luasan 460 m2 permukaan lantai atau dinding. (pasal 26.12.2 SNI
2847:2019)
• Jika volume total beton berjumlah sangat besar sehingga pengujian dengan
frekuensi tinggi hanya akan menghasilkan kurang dari lima jenis kekuatan
untuk setiap campuran beton, spesimen pengujian harus dibuat dari lima
batch yang dipilih secara acak. (pasal 26.12.2 SNI 2847:2019)
• Cara pengambilan sampel uji beton berpedoman pada SNI 24582008 Tata
cara pengambilan contoh uji beton segar
• Pengujian sampel uji beton pada laboratorium konstruksi beton mengacu
pada SNI 03-1974-2011 Cara uji kuat tekan beton dengan benda uji silinder
• Setidaknya dua spesimen silinder yang dirawat di lapangan berukuran 150 x
300 mm atau setidaknya tiga spesimen berukuran 100 x 200 mm yang
dibuat dalam waktu dan sampel yang sama dengan spesimen silinder dengan
perawatan standar
• Spesimen silinder yang dirawat di lapangan harus memenuhi prosedur yang
tercantum dalam ASTM C31M dan diuji dengan ASTM C39M
• Prosedur untuk perawatan dan perlindungan beton dianggap cukup jika
kuat tekan rata-rata beton dengan perawatan di lapangan saat pengujian
mencapai 85 persen atau sama dengan nilai f’c pada spesimen dengan
perawatan standar atau Nilai kekuatan tekan rata-rata beton dengan
perawatan di lapangan saat pengujian melebihi nilai f’c ditetapkan sebesar
3,5 MPa. (pasal 26.5.3.2(e) SNI 2847:2019
• Jika kekuatan silinder perawatan lapangan tidak memenuhi pasal
26.5.3.2(e), maka perawatan beton perlu ditingkatkan. Jika pengujian
lapangan mengkonfirmasi defisiensi dalam kekuatan tekan beton pada
struktur, maka uji beton inti dapat dilakukan untuk mengevaluasi kapasitas
struktur
• Kekuatan tekan tiap campuran beton dapat diterima berdasarkan pasal
26.12.3.1(b) SNI 2847:2019, jika memenuhi ketentuan berikut ;
1. Setiap rata-rata tiga specimen pengujian kekuatan tekan yang
dilakukan secara berurutan, dengan kekuatan tekan sama dengan atau
melebihi f’c desain.
2. Kekuatan tekan tidak boleh lebih rendah dari f’c desain sebesar 3,5
MPa
• Jika ketentuan pada 26.12.3.1(b) tidak terpenuhi, maka langkahlangkah
harus diambil untuk meningkatkan rata-rata hasil kuat tekan beton pada
segmen/bagian yang belum di-cor seperti;
1. Meningkatkan material sementisius dalam campuran beton
2. Reduksi atau kontrol kadar air yang lebih ketat
3. Penggunaan bahan tambahan yang mengurangi air untuk
meningkatkan dispersi material sementisius
4. Perubahan proporsi campuran beton
5. Reduksi waktu pengiriman
6. Kontrol kadar udara yang lebih ketat
7. Peningkatan kualitas pengujian yang memenuhi ASTM C172M, ASTM
C31M, dan ASTM C39M
• Jika ketentuan pada 26.12.3.1(b) tidak terpenuhi untuk segmen / bagian
yang sudah di-cor maka harus dilakukan investigasi beton. (pasal 26.12.4)
dengan cara seperti berikut ;
1. Metode pengujian beton di tempat, seperti uji penetrasi (ASTM
C803M), hammer rebound (ASTM C805M), atau uji cabut (ASTM
C900), dapat berguna apabila sebagian struktur mengandung beton
berkekuatan rendah. Terkecuali uji ini telah dikorelasikan dengan
standar kekuatan hasil pengujian untuk beton struktur, nilai utamanya
untuk perbandingan kekuatan diantara struktur yang sama daripada
untuk perkiraan kekuatan
2. Untuk metode uji beton inti (destructive test dengan core drill)
dilakukan dan diambil pada zona struktur yang dipermasalahkan
sesuai ASTM C42M dengan 3 (tiga) benda uji inti dan dijaga
kelembabannya dalam kontainer atau tempat yang kedap air
diantarkan ke tempat pengujian, dan diuji sesuai ASTM C42M. atau SNI
03-1974-2011, harus diuji dengan waktu antara 48 jam dan 7 hari
setelah curring
• Jika Beton dalam zona uji dengan cara beton inti menunjukkan bahwa kuat
tekan rata-rata dari ketiga benda uji mencapai minimal sama dengan 85%
dari f’c desain atau tidak ada satupun dari ketiga benda uji kuat tekannya
kurang dari 75% dari f’c rencana maka dianggap memenuhi syarat. (pasal
26.12.4.1(d) SNI 2847:2019)
• Jika kriteria evaluasi berdasarkan pasal 26.12.4.1(d) SNI 2847:2019 dimana
kekuatan tekan beton inti tetap tidak dipenuhi, maka struktur belum bisa
dianggap aman. PPK dapat melakukan evaluasi kekuatan sesuai dengan
Pasal 27 SNI 2847;2019 untuk tindakan lebih lanjut
• Jika kriteria evaluasi berdasarkan pasal 26.12.4.1(d) SNI 2847:2019 dimana
kekuatan tekan beton inti tetap tidak dipenuhi, maka struktur belum bisa
dianggap aman. PPK dapat melakukan evaluasi kekuatan sesuai dengan
Pasal 27 SNI 2847;2019 untuk tindakan lebih lanjut
• Apabila terdapat keraguan bahwa sebagian atau semua bagian struktur
memenuhi persyaratan keamanan dari standar perencanaan teknis dan
struktur masih digunakan, evaluasi kekuatan harus dilakukan sebagaimana
disyaratkan oleh perencana ahli bersertifikat atau pihak berwenang.
Langkah-langkah yang harus dilakukan berdasarkan pasal 27 SNI 2847:2019
yaitu sebagai berikut ;
1. Jika pengaruh penurunan kekuatan dapat dipahami dengan baik dan
bila memungkinkan untuk mengukur dimensi dan properti material
yang diperlukan untuk analisis maka evaluasi kekuatan analisis
berdasarkan data informasi tersebut diizinkan. Data yang diperlukan
harus ditentukan sesuai dengan pasal 27.3 SNI 2847:2019
2. Estimasi kekuatan beton ekuivalen f’c harus berdasarkan pada hasil uji
silinder dari struktur asli atau uji beton inti yang diambil dari bagian
struktur dimana kekuatannya diragukan sedangkan untuk mutu baja
berdasarkan hasil uji kuat tarik pada baja tulangan yang dipakai
3. Faktor reduksi kekuatan untuk parameter desain boleh diperbesar dari
nilai desain yang telah dtentukan sesuai code tapi nilai ø tidak boleh
melebihi dari ketentuan seperti yang tercantum pada tabel 27.3.2.1.
Parameter desain dizinkan untuk diperbesar pada saat desain struktur.
4. Penampang terkendali tarik nilainya diubah menjadi 1, Penampang
terkendali tekan nilainya diubah menjadi 0,9, Geser / puntir nilainya
diubah menjadi 0,8 Tumpuan pada beton nilainya diubah menjadi 0,8
Hasil dari evaluasi analisis dengan menggunakan kriteria properties
material dan preferensi desain tersebut diatas jika dihasilkan solusi
untuk komponen struktur yang bermasalah seperti pembesaran
penampang, ketebalan atau bahkan dengan cara penambahan perkuatan
baja sehingga kapasitas komponen struktur mampu memikul beban
struktur maka langkah ini dianggap cukup sebagai solusi penyelesaian
masalah
• Evaluasi kekuatan analistis dilakukan oleh Perencana bersertifikat atau
penyedia jasa yang mempunyai keahlian Teknik bangunan dan Gedung dan
memiliki sertifikat kompetensi keahlian (SKK) dan laporan harus disusun
oleh tenaga ahli tersebut untuk diserahkan kepada PPK/direksi pekerjaan
dan konsultan pengawas
• Konsekuensi atas pengukuran untuk perhitungan kuantitas untuk area
komponen struktur dimana mutu betonnya kurang dari yang ditentukan
dalam spesifikasi teknis khusus ini, maka volume dari area komponen
struktur tersebut lalu disesuaikan dengan harga satuan pekerjaan
berdasarkan mutu beton hasil uji silinder tersebut, untuk kemudian dibuat
Addendum kontrak untuk tambah kurang volume sebagai dasar pengukuran
pembayaran
• Semua Tindakan perbaikan untuk peningkatan kapasitas komponen struktur
yang rendah, baik dengan cara pembesaran penampang komponen struktur
atau bahkan retrofitting atau juga dengan perkuatan frame baja berdasarkan
hasil analisis dan desain struktur ulang, maka biaya yang timbul akibat
tindakan perbaikan tersebut menjadi tanggung jawab sepenuhnya penyedia
jasa dan tidak dapat diajukan sebagai biaya tambahan mengingat tidak
tercapainya mutu beton akibat kelalaian penyedia jasa
IX Pengendalian Mutu Untuk Pekerjaan Beton Struktur
1. Standar rujukan yang digunakan sepenuhnya mengacu pada standar
rujukan pada spesifikasi umum. Dalam melaksanakan pekerjaan, kecuali
bila ditentukan lain dalam spesifikasi teknis ini, berlaku dan
mengikat termasuk segala perubahan dan tambahannya.
2. Spesifikasi Teknis Umum lainnya mengacu pada Spesifikasi Umum untuk
Pekerjaan Jalan dan Jembatan yang dikeluarkan oleh Dirjen Bina Marga
Kementrian Pekerjaan umum Edisi Tahun 2010.
3. Peraturan dan Ketentuan lain yang dikeluarkan oleh Jawatan/Instansi
Pemerintah setempat, yang bersangkutan dengan permasalahan lainnya. Untuk
melaksanakan pekerjaan dalam butir tersebut diatas, berlaku dan mengikat pula:
a. Gambar pelaksanaan yang dibuat Konsutan Perencana yang sudah disahkan
oleh Pemberi Tugas termasuk juga gambar-gambar detail yang
diselesaikan oleh Penyedia Jasa dan sudah disahkan/disetujui Pengawas.
b. Rencana Kerja dan Syarat-Syarat Pekerjaan.
c. Berita Acara Penejelasan Pekerjaan.
d. Surat Perintah Kerja (SPK)
e. Surat Penawaran beserta lampiran-lampiran lainnya.
f. Jadwal Pelaksanaan (Tentative Time Schedule) yang telah disetujui.
4. Apabila tidak ditentukan lain, dalam pelaksanaan pekerjaan ini berlaku dan
mengikat ketentuan-ketentuan yang tersebut dibawah ini dan dianggap
Rekanan telah mengetahui dan memahaminya termasuk (apabila ada) segala
perubahan dan tambahannya sampai saat ini yaitu:
a. Metode Pengujian Gumpalan Lempung dan Butir-butir Mudah Pecah
dalam Agregat (SNI 03-4141-1996)
b. Tata Cara Pengambilan Contoh Agregat (SNI-03-6889-2002)
c. Cara Uji Kepadatan Berat untuk Tanah (SNI 1743 : 2008)
d. Cara Uji Penentuan Batas Cair untuk Tanah (SNI 1967 : 2008)
e. Cara Uji Penentuan Batas Plastis dan Indeks Plastisitas Tanah (SNI 1966 :
2008)
f. Metode Pengujian Kadar Residu Aspal Emulsi dengan Penyulingan (SNI 03-
3642-1994)
g. Aspal Emulsi Tertahan Saringan No. 20 (SNI 03-3643-1994)
h. Cara Uji Titik Lembek Aspal dengan Alat Cincin dan Bola (Ring and Ball) (SNI
2434 :2011)
a. Metode Uji CBR Laboratorium (SNI 1744 : 2012)
i. Metode Uji Penentuan Persentase Butir Pecah pada Agregat Kasar (SNI
7619 :2012)
British Standards :
British Standards BS812 : Method of Sampling and Testing of
Mineral
Agregates, Sands and Fillers. AASHTO M20-70 (2004) : Penetration Graded
Asphalt Cement
5. Toleransi Dimensi dan Elevasi
5. Spesifikasi Jabatan Kerja Konstruksi
Spesifikasi jabatan kerja konstruksi yaitu Identifikasi kebutuhan kualifikasi personil yang
ditinjau dari latar belakang pendidikan, pengalaman dan kompetensi personil yang sesuai
dengan pekerjaan ini, dan memiliki Sertifikat Kompetensi Kerja (SKK) sesuai dengan
klasifikasi untuk pekerjaan ini. Adapun komposisi minimum jabatan kerja yang
dibutuhkan pada pekerjaan ini uraiannya sebagai berikut ;
No. Jabatan Kerja Pendidikan Pengalaman Kualifikasi / SKK
Minimal
1 Pelaksana Lapangan D3 Teknik Sipil 2 tahun Teknisi / SKK Jenjang 6 –
Pekerjaan Bangunan Pelaksana Lapangan
Pengaman Pantai Pekerjaan Bangunan
Pengaman Pantai atau
SKT Pelaksana Bangunan
Irigasi
2 Petugas K3 SMK Jurusan 2 tahun SKA/SKT Petugas K3
Konstruksi Bangunan Konstruksi
3 Juru Gambar SMK Jurusan 2 tahun -
Bangunan Gedung Bangunan
6. Informasi Lainnya
6.1 Masa Pelaksanaan Pekerjaan
Masa pelaksanaan yang dibutuhkan untuk penyelesaian pekerjaan Pembangunan
Turap Jalan Masjid Simpang Baru RT.01 RW.03 Desa Teluk Latak Kecamatan
Bengkalis 120 (seratus dua puluh) hari kalender sejak dikeluarkan Surat Perintah
Mulai Kerja (SPMK) oleh Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Pekerjaan ini.
6.2 Gambar Rencana Kerja
Gambar rencana kerja yaitu gambar informatif berupa site plan, tampak, denah,
potongan memanjang dan melintang serta detail – detail konstruksi disediakan dalam
lembaran lain yaitu dalam bentuk gambar 2D dan 3D.
6.3 Sertifikat Badan Usaha (SBU) yang dipersyaratkan untuk pekerjaan ini yaitu
Konstruksi Bangunan Prasarana Sumber Daya Air - kode BS 010 (SBU keluaran tahun
2022 atau peraturan baru) atau Bangunan Sipil Prasarana Sumber Daya Air - kode BS
010 (SBU peraturan sebelumnya).