| 0720341007219000 | Rp 727,057,498 | |
| 0906991427219000 | - | |
| 0811191154219000 | - | |
| 0924146905201000 | - | |
| 0833677875122000 | - | |
| 0019471325212000 | - | |
CV Citra Melayu Putra | 0753960061222000 | - |
| 0941627903216000 | - | |
| 0021468103219000 | - | |
| 0818344244216000 | - | |
| 0942551300219000 | - | |
| 0413678954213000 | - | |
| 0967229832219000 | - | |
| 0839354537216000 | - | |
| 0021182647221000 | - | |
| 0921601530213000 | - |
URAIAN SINGKAT PEKERJAAN
1 Nama Paket Pekerjaan : PENIMBUNAN TURAP TANAH GALIAN DAN BOX
DUIKER SIMPANG JL. H.SIHI DGN JL. H.SAMAD
2 Nilai Total HPS : Rp 749.580.426,86 (Tujuh Ratus Empat Puluh Sembilan
Juta Lima Ratus Delapan Puluh Ribu Empat Ratus Dua
Puluh Enam Rupiah Delapan Puluh Enam Sen)
3 Sumber Dana : APBD Kabupaten Bengkalis Tahun Anggaran 2023
4 Lingkup Pekerjaan : 1. Jenis pekerjaan yang akan dilaksanakan
adalah Penimbunan Turap Tanah Galian
dan Box Duiker Simpang Jl. H.Sihi Dgn Jl.
H.Samad
2. Pekerjaan Timbunan tanah dikerjakan dengan
panjang 215 M, dan pekerjaan Jembatan
beton
PEKERJAAN MOBILISASI
1. Sebelum pekerjaan dimulai kontraktor harus
melakukan pengukuran ulang dengan pihak-
pihak yang terkait dengan pekerjaan tersebut,
seperti PPTK, Konsultan, dan lain-lain.
2. Kontraktor harus menyiapkan peralatan yang
lengkap untuk pelaksanaan pekerjaan
dilapangan sehingga pekerjaan dapat berjalan
dengan lancar.
3. Kontraktor harus memasang plank nama
proyek pada lokasi pekerjaan.
4. Kontraktor harus menyiapkan base camp yang
berguna untuk keperluan-keperluan
pelaksanaan pekerjaan di lapangan, dan
untuk mengurus administrasi kerja di
lapangan.
MATERIAL DAN BAHAN
3.1 SEMEN PORTLAND
• Semen yang digunakan adalah
semen portland Type I yang telah
memenuhi standar untuk penggunaan
konstruksi.
• Semen non konstruksi tidak
diperbolehkan dipakai pada pekerjaan
ini.
• Semen harus disimpan ditempat yang
terlindung dari cuaca luar dan dialas
dengan papan.
• Semen yang masa penyimpanannya
lebih dari satu bulan tidak dapat
digunakan lagi.
3.2 AGREGAT HALUS (PASIR)
• Pasir yang digunakan adalah pasir
yang telah memenuhi standar
konstruksi.
3.3 AGREGAT KASAR
• Agregat kasar yang digunakan adalah
agregat kasar yang telah memenuhi
standar untuk konstruksi.
3.4 BESI BETON
• Besi yang digunakan adalah Besi Polos
(BjTP 280) dengan diameter seperti
pada gambar rencana.
• Besi harus disimpan ditempat yang
terlindung dari cuaca luar, sehingga
pada saat besi akan digunakan besi
benar-benar bersih dari kotoran dan
korosi.
3.5 TIANG PANCANG 20/30 DAN CERUCUK
KAYU
• Tiang pancang 20/30 yang digunakan
adalah tiang pancang cetak ditempat
mutu K-225 dengan panjang beton
4.00 m dan panjang besi 4.30 m
dengan penulangan dan bentuk seperti
pada gambar.
• Tiang pancang tersebut dibuat
dengan cermat sehingga mutu tiang
pancang sesuai dengan spesifikasi K-
225 dengan tulangan utama seperti
gambar rencana.
• Cerucuk kayu digunakan dengan
ukuran Dia. 8 – 10 cm dengan panjang
minimal 2.50 m dan dipasang sesuai
gambar rencana.
3.6 TANAH TIMBUN & GEOTEKSTIL
• Tanah timbun digunakan jenis tanah
biasa yang didatangkan dari daerah
setempat atau sumber galian dengan
bentuk timbunan sesuai dengan
gambar rencana lalu dipadatkan
menggunakan alat berat.
• Geotextile yang digunakan adalah tipe
woven 250 gr / cm2 dan dipasang
sesuai gambar rencana.
PEKERJAAN PENULANGAN STRUKTUR
1. Penulangan dikerjakan dengan tulangan polos
dengan diameter seperti pada gambar.
2. Jumlah dan jarak penulangan adalah seperti
pada gambar.
3. Penulangan dibuat dengan membuat selimut
beton 3,5 cm.
4. Penyambungan tulangan dapat dilaksanakan
dengan interval (overlap) 40 kali diameter
tulangan.
5. Tulangan yang telah dirakit disimpan dalam
tempat tertutup yang terlindung dari cuaca
luar.
PEKERJAAN PEMBUATAN CORAN BETON
1. Coran beton dibuat dengan takaran semen,
agregat kasar serta agregat halus seperti pada
analisa harga satuan pekerjaan.
2. Pengadukan beton dikerjakan dengan
menggunakan concrete mixer.
3. Air yang digunakan untuk pengadukan beton
adalah air bersih yang tidak mengandung
kadar asam dan garam.
PEKERJAAN JEMBATAN
1. Jembatan dibuat pada arah melintang terhadap
turap beton existing sesuai dengan site
plan.
2. Tiang pancang dipancangkan secara vertical
dengan menggunakan excavator sampai
ujung tiang pancang pas dengan posisi
pondasi tapak.
3. Pada posisi rencana pondasi, dibuat stek besi
untuk perletakan sambungan kolom dan pada
posisi rencana sambungan kolom juga dibuat
stek besi untuk perletakan balok.
6. Pondasi tapak dicor dengan mengikatkan
ujung besi Tiang Pancang dengan besi
pondasi tapak.
7. Untuk membuat struktur lebih kaku, setiap
sambungan kolom dipasang balok skor.
8. Pada saat perakitan besi balok dan besi plat
lantai, stek besi yang keluar dari sambungan
kolom diikat pada besi balok, dan besi
penulangan plat lantai beton diikatkan ke besi
balok sehingga struktur cor sambungan
kolom,balok dan plat lantai. dapat menyatu.
9. sebelum dilakukan pengecoran balok dan plat
lantai, diatas balok dipasang terlebih dahulu
besi untuk leuning, sehingga ketika
pengecoran besi terpasang menyatu dengan
balok.
10. Pada bagian atas balok dicor leaning beton
dengan ukuran dan bentuk sesuai gambar
rencana dan dilakukan finishing pengecatan
dengan cat minyak.
11. setelah semua pekerjaan struktur jembatan
selesai dilakukan pekerjaan akhir yaitu
laburan aspal (buras) pada lantai jembatan.
PEKERJAAN LAIN-LAIN
1. Untuk dokumentasi pekerjaan diambil foto
dokumentasi pada saat bobot pekerjaan
mencapai 0%, 25%, 75% dan 100%.
2. Pekerjaan yang telah selesai dikerjakan agar
dibuatkan As-Built Drawing serta Back Up
Data-nya.
3. Sebagai pedoman pelaksanaan pekerjaan, dan
kontrol kemajuan pekerjaan, kontraktor agar
mengecek kemajuan pekerjaan dan
membandingkannya dengan schedule
rencana, sehingga pekerjaan-pekerjaan mana
yang harus diburu dan tingkat kebutuhan
bahan dan tenaga yang dibutuhkan dapat
dikontrol.
4. Setelah pekerjaan selesai dilaksanakan,
agar dilakukan pembersihan akhir terhadap
pekerjaan yang telah dilaksanakan.