| Reason | |||
|---|---|---|---|
| 0411425754311000 | Rp 1,381,472,101 | - | |
CV Cahaya Ratu Emas | 05*4**8****11**0 | Rp 1,299,033,716 | Hasil klarifikasi via WA berkenaan dengan referensi kerja a.n. Johan Arifin pada pekerjaan Pembangunan Jembatan Gantung Desa Kuala Sembur Kabupaten Tanjung Jabung Timur, dinyatakan oleh PPK (Nana Winarni Badar, ST) pada referensi tersebut bahwa yang bersangkutan tidak pernah membuat referensi dimaksud. |
| 0922502109311000 | Rp 1,295,454,474 | Bukti kepemilikan alat (Excavator) dari pemberi sewa tidak dapat diyakini sehingga disimpulkan tidak melampirkan bukti kepemilikan peralatan dari pemberi sewa | |
| 0824761092311000 | - | - | |
| 0810938126311000 | - | - | |
| 0019413749202000 | - | - | |
CV Bintang Selatan Konstruksi | 0028982007327000 | - | - |
| 0417373065311000 | - | - | |
PT Rajawali Jaya Konstruksi | 06*4**2****47**0 | - | - |
| 0032997843311000 | - | - | |
| 0015320526122000 | - | - | |
| 0662607951203000 | - | - | |
| 0023521792311000 | - | - | |
CV Cingauak Mandiri | 07*2**2****01**0 | - | - |
| 0018857433311000 | - | - | |
CV Kinara Malilik Alam | 06*7**4****01**0 | - | - |
| 0810671396311000 | - | - | |
| 0660923038311000 | - | - | |
| 0625640016311000 | - | - | |
CV Js Brother | 01*5**7****11**0 | - | - |
| 0011486123824000 | - | - | |
| 0761134675311000 | - | - | |
| 0661484188311000 | - | - | |
| 0713705044311000 | - | - | |
| 0844256446311000 | - | - | |
| 0016706145311000 | - | - | |
CV Himataengineering | 08*3**0****28**0 | - | - |
URAIAN KEGIATAN
DIVISI 1. UMUM
DIVISI 2. SISTEM MANAJEMEN KESELAMATAN KONSTRUKSI (SMKK)
DIVISI 3. DRAINASE
DIVISI 4. PEKERJAAN TANAH DAN GEOSINTETIK
DIVISI 8. STRUKTUR
DIVISI 10. PEKERJAAN HARIAN & PEKERJAAN LAIN-LAIN
DIVISI 1. UMUM
1. Mobilisasi
Lingkup kegiatan mobilisasi yang diperlukan tergantung pada jenis dan volume pekerjaan
yang harus dilaksanakan, sebagaimana disyaratkan di bagian-bagian lain dan secara
umum harus memenuhi berikut:
a) Ketentuan Mobilisasi
i. Penyewaan atau pembelian sebidang lahan yang diperlukan untuk base camp
Penyedia Jasa dan kegiatan pelaksanaan.
ii. Mobilisasi semua Personil Penyedia Jasa sesuai dengan struktur organisasi pelaksana
yang telah disetujui oleh Direksi Pekerjaan termasuk para pekerja yang
diperlukan dalam pelaksanaan dan penyelesaian pekerjaan dalam Kontrak
termasuk, tetapi dak terbatas, Koordinator Manajemen dan Keselamatan Lalu
Lintas (KMKL) Personil Ahli K3
iii. Mobilisasi dan pemasangan peralatan sesuai dengan daar peralatan yang
tercantum dalam Penawaran, dari suatu lokasi asal ke tempat pekerjaan dimana
peralatan tersebut akan digunakan.
iv. Penyediaan dan pemeliharaan base camp Penyedia Jasa, jika perlu termasuk
kantor lapangan, tempat nggal, gudang, dan sebagainya.
v. Perkuatan jembatan lama untuk pengangkutan alat-alat berat.
vi. Mobilisasi personil dan peralatan dapat dilakukan secara bertahap sesuai dengan
kebutuhan lapangan namun ketentuan ini hanya berlaku untuk pentahapan
mobilisasi peralatan utama dan personel terkaitnya dan harus sudah diatur
jadwalnya terlebih dahulu saat tahap pengadaan jasa pemborongannya.
Seap tahapan Mobilisasi Peralatan Utama harus terlebih dulu diajukan permohonan
mobilisasinya oleh Penyedia jasa kepada Direksi pekerjaan paling sedikit 30 hari sebelum tanggal
rencana awal mobilisasi seap peralatan utama tersebut. Direksi pekerjaan perlu melakukan
monitoring/ harian atas rencana mobilisasi hingga terlaksananya mobilisasi peralatan utama
beserta personil operator terkait dengan lengkap dan baik.
Dalam segala hal, mobilisasi personil dan peralatan utama yang dilakukan secara bertahap dan
terjadwal dak boleh melampaui dua perga periode pelaksanaan konstruksinya.
b) Ketentuan Mobilisasi Kantor Lapangan dan Fasilitasnya untuk Direksi Pekerjaan
c) Kegiatan Demobilisasi
Pembongkaran tempat kerja oleh Penyedia Jasa pada saat akhir Kontrak, termasuk
pemindahan semua instalasi, peralatan dan perlengkapan dari tanah milik Pemerintah dan
pengembaJian kondisi tempat kerja menjadi kondisi seper semula sebelum Pekerjaan dimulai.
Idenfikasi Bahaya :
• Kecelakaan dan gangguan kesehatan pekerja akibat penyimpanan peralatan dan
bahan atau material kurang memenuhi syarat.
Resiko :
• Terluka
Pengendalian Awal:
• Menyediakan lahan, gudang dan bengkel yang memenuhi syarat
2. Manajemen Mutu
Pekerjaan Harus dilaksanakan melaui proses Manajemen Mutu, memanfaatkan sumber daya
Pengguna Jasa, Pengawas Pekerjaan, Penyedia Jasa dan Pihak Kega Sebagaimana diperlukan.
Penyedia Jasa harus menyediakan akses yang dak dibatasi terhadap semua kegiatan dan
dokumentasi Pengendalian muta yang dihasilkan oleh atau atas nama penyedia jas dan harus
memberikannya kepada Pengawas Pekerjaan untuk dapat akses sepenuhnya pada seap saat.
Pekerjaan yang gagal memenuhi Syarat-syarat Kontrak harus dipandang sebagai pekerjaan
yang dak dapat diterima.
Idenfikasi Bahaya :
• Bahaya akibat cara pengangkutan bahan kurang memenuhi syarat,
Resiko :
• Terluka
Pengendalian Awal:
• Bahan dan peralatan yang digunakan harus memenuhi syarat.
DIVISI 2. SISTEM MANAJEMEN KESELAMATAN KONSTRUKSI (SMKK)
1. Sistem Manajemen dan Keselamatan Konstruksi (SMKK)
Pekerjaan ini melipu penanganan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) seap orang
yang terlibat pada pelaksanaan pekerjaan. Penanganan mulai dari kantor lapangan
dan fasilitasnya yang memiliki fasilitas pencucian, sanitasi, toilet yang layak dan
berfungsi dengan baik. Sarana air minum, fasilitas pertolongan pertama pada
kecelakaan (P3K), alat pelindung diri seper helm, sepatu, sarung tangan, pakaian
pelindung, dll disiapkan kontraktor untuk keselamatan dan kesehatan kerja para
personil.
Idenfikasi Bahaya :
• Gangguan kesehatan akibat pekerja dak memakai peralatan dan perlengkapan kerja
standar
Resiko :
• Terluka
Pengendalian Awal:
• Pemakaian peralatan perlindungan kerja standar seper helm, sepatu, kaca
mata,masker dan sarung tangan.
DIVISI 3. DRAINASE
1. Pasangan Batu dengan Mortar
Pasangan batu dengan mortar mencakup pelapisan sisi kanan dan kiri saluran serta dasar
saluran, baik bentuk, ukuran, garis kenggian dan dimensi mengacu kepada gambar kerja dan
cara kerja mengacu kepada RKS dari pekerjaan ini. Pada sisi saluran dibuat pengaliran air dari
pipa dengan membubuhi ijuk pada bagian sisi dalam pipa. Pemasangan dengan manual dan
menggunakan alat bantu secukupnya. Sedangkan untuk pengadukan mortal dengan
menggunakan alat Concrete Mixer. Pemasangan batu harus dimulai dari dasar saluran menuju
keatas permukaan sampai rata dengan kenggian dak melebihi permukaan bahu jalan agar
drainase lancar dan bahu dak tergerus oleh aliran air. Batu dipasang satu persatu dengan
ketebalan spasi ± 3 cm dengan tetap mempertahankan tegak lurus terhadap diding saluran.
Sedangkan untuk lantai saluran agar dak terjadi sendimen / air tergenang tetap
mempertahankan kelandaian air bebas mengalir. Penggunaan concrete mixer juga signifikan
menambah efisiensi pekerjaan. Proses pencampuran manual tentunya akan menghabiskan
waktu dan energi yang besar, namun dengan alat ini dapat menghasilkan campuran dalam
jumlah besar dengan waktu yang lebih singkat
Alat yang digunakan:
- Concrete Mixer
Bahan yang digunakan:
- Batu - Semen
- Pasir
Idenfikasi Bahaya :
• Terkena mortar dan batu jatuh
Resiko :
• Terluka, Memar
Pengendalian Awal:
• Menempatkan batu pada jarak yang sesuai untuk kerja.
DIVISI 3. PEKERJAAN TANAH & GEOSINTETIK
1. Galian Struktur dengan kedalaman 0 - 2 meter, Galian Struktur dengan kedalaman 2 -
4 meter
Pekerjaan ini harus mencakup penggalian, penanganan , pembuangan atau
penumpukan tanah atau batu atau bahan lain dari jalan atau sekitarnya yang
diperlukan unutk penyelesaian pekerjaan dalam kontrak ini. Pekerjaan ini umumnya
diperlukan untuk formasi galian atau pondasi pipa, gorong-gorong, pembuangan atau
struktur lainnya. Untuk pekerjaan stabilisasi pekerjaan lereng dan pembuangan bahan
longsoran. Untuk galian bahan konstruksi dan pembuangan sisa bahan galian untuk
pengupasan dan pembuangan bahan perkerasan beraspal dan perkerasan beton pada
perkerasan lama dan umumnya untuk pembentukan profil dan penampang yang
sesuai dengan spesifikasi ini dan memenuhi garis, kenggian dan penampang
melintang yang ditunjuk dalam gambar atau yang diperintahkan oleh pengawas
pekerjaan. Tidak diperkenankan untuk menggunakan Dump Truck dengan kapasitas
lebih dari 3 – 4 M3 / 3900 - 4010 cc dikarenakan akan mengakibatkan rusaknya jalan-
jalan lingkungan yang dilalui.
Pemilihan Kapasitas alat Excavator ini dilihat dari kondisi lokasi yang dikerjakan, hal ini
dilakukan agar pekerjaan yang dikerjakan lebih efisien. dikarenakan akan
mengakibatkan rusaknya jalan- jalan lingkungan yang dilalui dan akses lokasi yang
akan dikerjakan sempit
Alat yang digunakan:
- Excavator -
- Dump Truck
Bahan yang digunakan:
- Turap Kayu
- Material Pilihan -
Idenfikasi Bahaya :
• Kecelakaan akibat operasional alat berat baik di tempat lokasi galian, transportasi
maupun di tempat pembuangan
Resiko :
• Terluka
Pengendalian Awal:
• Membuat dan mempertahankan kemiringan yang stabil
2. Timbunan Biasa dari Hasil Galian
Pekerjaan ini mencakup penghamparan dan pemadatan Timbunan dari hasil Galian. Material
Timbunan harus memenuhi syarat spesifikasi teknis., dihampar dengan menggunakan alat
bantu pada saat cuaca cerah. Sebelum dilakukan penimbunan Timbunan harus disiapkan
terlebih dahulu. dilakukan lapis demi lapis dengan menggunakan alat yang sesuai dan disetujui
dewan direksi lalu dipadatkan per lapis. Pemilihan Kapasitas alat ini dilihat dari kondisi lokasi
yang dikerjakan, hal ini dilakukan agar pekerjaan yang dikerjakan lebih efisien. dikarenakan
akan mengakibatkan rusaknya jalan- jalan lingkungan yang dilalui dan akses lokasi yang akan
dikerjakan sempit.
Pemilihan Kapasitas alat Excavator ini dilihat dari kondisi lokasi yang dikerjakan, hal ini
dilakukan agar pekerjaan yang dikerjakan lebih efisien. dikarenakan akan mengakibatkan
rusaknya jalan- jalan lingkungan yang dilalui dan akses lokasi yang akan dikerjakan sempit
Alat Tamper pemadat pelat dapat mencakup area yang luas dengan cepat, menjadikannya
ideal untuk proyek besar yang mengutamakan waktu
Alat yang digunakan:
- Excavator - Water Tank
- Dump Truck
- Tamper
Bahan yang digunakan:
- Tanah hasil galian
Idenfikasi Bahaya :
• Terkena material mbunan
Resiko :
• Terluka
Pengendalian Awal:
• Menempatkan mbunan pada tempat yg aman sebelum menombun
3.Timbunan Pilihan dari Sumber Galian
Pekerjaan ini mencakup pengadaan, pengangkutan, penghamparan dan pemadatan Timbunan
Pilihan dari Sumber Galian. Material Timbunan Pilihan harus memenuhi syarat spesifikasi
teknis., dihampar dengan menggunakan alat bantu tamper pada saat cuaca cerah. Sebelum
dilakukan penimbunan Timbunan Pilihan permukaan lokasi harus disiapkan terlebih dahulu.
Pemadatan dilakukan lapis demi lapis dengan menggunakan alat yang sesuai dan disetujui
dewan direksi. Pemadatan dilakukan bilamana kadar air bahan berada dalam rentang 3 %
dibawah kadar air opmum sampai 1% diatas kadar air opmum. Proses pemadatan dimulai
dari tepi luar dan bergerak menuju kearah sumbu jalan sedemikian rupa sehingga seap ruas
akan menerima jumlah usaha pemadatan yang sama. Tidak diperkenankan untuk
menggunakan Dump Truck dengan kapasitas lebih dari 3 – 4 M3 / 3900 - 4010 cc dikarenakan
akan mengakibatkan rusaknya jalan- jalan lingkungan yang dilalui. Tidak diperkenankan untuk
menggunakan Water Tanker dengan kapasitas lebih dari 3000 – 4500 Liter dikarenakan akan
mengakibatkan rusaknya jalan- jalan lingkungan yang dilalui dan akses lokasi yang akan
dikerjakan sempit. Alat Tamper pemadat pelat dapat mencakup area yang luas dengan cepat,
menjadikannya ideal untuk proyek besar yang mengutamakan waktu
Alat yang digunakan:
- Dump Truck
- Water Tanker
- Tamper
Bahan yang digunakan:
- Bahan pilihan
Idenfikasi Bahaya :
• Termbun material batu
Resiko :
• Terluka
Pengendalian Awal:
• Membuat dan mempertahankan kemiringan yang stabil
DIVISI 8. STRUKTUR
1. Beton struktur, fc’30 Mpa, Beton struktur memadat sendiri, fc'30 Mpa, Beton strukur,
fc’20 MPa, Beton fc’15 Mpa
Pekerjaan ini juga sudah termasuk pembuatan perancah dan bekisng untuk acuan
pengecoran. Sebelum melakukan pekerjaan, terlebih dahulu menunjukan semen
usulan, agregat dan campuran yang memadai berdasarkan hasil pengujian material
dan campuran di laboratorium berdasarkan kuat beton untuk umur 7 dan 28 hari, atau
umur yang lain yang telah ditentukan oleh Direksi Pekerjaan, yang tertuang secara
berurutan sesuai dalam spesifikasi teknik, mulai dari pengujuian DMF hingga
persetujuan JMF. Proporsi bahan dan berat penakaran hasil perhitungan harus
memenuhi kriteria teknis utama, yaitu kelecakan, kekuatan, dan keawetan. (Ready
mix). Tidak diperkenankan untuk menggunakan Water Tanker dengan kapasitas lebih
dari 3000 – 4500 Liter dikarenakan akan mengakibatkan rusaknya jalan- jalan
lingkungan yang dilalui dan akses lokasi yang akan dikerjakan sempit. Sejauh mungkin
Concrete Vibrator harus dapat diandalkan dalam pengoperasiannya, ringan, mudah
ditangani dan dimanipulasi, serta tahan terhadap keausan. Efekvitas Concrete
Vibrator terutama bergantung pada ga hal yaitu diameter kepala, frekuensi, dan
amplitudo atau "tendangan"
Alat yang digunakan:
- Wheel Loader - Concrete Batching Plan
- Truck Mixer - Water Tang Truck
- Concrete Vibrator - Concret Pump
- Concerete Mixer5
Bahan yang digunakan:
- Agregat Halus Beton - Semen
- Agregat Kasar - Kayu Perancah
- Paku - Plaszier
- Air
Idenfikasi Bahaya :
• Terjadi iritasi pada kulit, mata dan paru-paru akibat debu semen yang terhisap oleh
para pekerja yang mengerjakan semen dan beton
Resiko :
• Gangguan Penglihatan, pernapasan
Pengendalian Awal:
• Pekerja harus memakai baju kerja, sarung tangan, helm, dan sepatu sesuai standar,
bila perlu untuk mencegah bahaya gangguan paru-paru pekerja juga harus memakai
tutup mulut (masks). Pengontrolan terhadap mesin yang memproses semen, kapur
dan bahanbahan berdebu lainnya harus dari tempat yang bebas debu
2. Baja Tulangan Polos-BjTP 280 dan Baja Tulangan Sirip BjTS 280
Pekerjaan ini mencakup besi Tulangan dengan diamter yang telah ditentukan di gambar dan
petunjuk dari m direksi , untuk mencapai kuat tarik yang diinginkan untuk memenuhi
spesifikasi teknis yang ada maka jarak antara besi akan di tentukan dalam pelaksanaan
pekerjaan, dalam pelaksanaan pekerjaan akan melibatkan tenaga manual baik dalam
menggunng besi ataupun menekukkan besi sesuai dengan kebutuhan di lapangan pada saat
pelaksanaan.
Alat yang digunakan:
Bahan yang digunakan:
- Baja Tulangan Polos BjTP 280 - Kawat Beton
Idenfikasi Bahaya :
• Kecelakaan pada saat pembuatan perancah atau pemasangan besi.
Resiko :
• Terluka
Pengendalian Awal:
• Untuk menjaga resiko kecelakaan para pekerja yang melakukan pemasangan Baja
Tulangan dilengkapi dengan sarung tangan, helm dan sepatu boot.
3. Dinding Sumuran Silinder terpasang, Diameter 250 cm
Sumuran harus dibuat memenuhi ketentuan dimensi dan fungsinya. Penyedia harus
menydiakan alat yang sesuai dengan jenis tanah sehingga penggalian tanah dapat mencapai
kedalaman yang diinginkan atau mencapai daya dukung tanah yang telah ditentukan.
Penggalian hanya boleh dilanjutkan bilamana penurunan telah dilaksanakan dengan tepat
dengan memperhakan pelaksanaan dan kondisi tanah. Gangguan, pergeseran dan
goncangan pada dinding sumuran harus dihindarkan selama penggalian.
Dinding sumuran dapat diturunkan dengan cara akibat beratnya sendiri, dengan
menggunakan beban tambahan (superimposed loads), dan mengurangi ketahanan geser
(friconalresistance), dan sebagainyaatau dapat juga dengan melakukan pengecoran
langsung pada galian terbuka yang telah dilaksanakan sebelumnya dengan menggunakan
bekisng sesuai dengan dimensi, dengan memperhakan kecukupan bearing capacity
sesuai kondisi tanah terganggu
Sumuran harus diisi dengan beton siklop fc' 15 MPa atau K-175 yang dicorkan di atas
lapisan beton kedap air mutu fc '25 MPa atau K-300 dengan tebal minimum 150 mm,
sampai elevasi satu meter di bawah telapak fondasi.
Sisa satu meter tersebut harus diisi dengan beton fc' 20 MPa atau K-250, atau sebagaimana
yang ditunjukan dalam gambar.
Alat yang digunakan:
- Excavator
- Crane On Truck
Bahan yang digunakan:
- Baja Tulangan Sirip BjTS 280 - Beton silinder fc' 30 MPa
Idenfikasi Bahaya :
• Runtuhnya Lereng Galian
Resiko :
• Terluka, Memar
Pengendalian Awal:
• Penggalian pada lereng dan tebing jalan diusahakan agar tetap mempertahankan
kemiringan lereng.
4. Pasangan Batu
Bagian ini melipu penyedian peralatan, tenaga kerja dan dan pemasangan semua pekerjaan
pemasangan batu kali atau bagian-bagian lain yang menggunakan batu kali sesuai dengan
gambar dan persyaratan disini. Pemasangan:
• Pekerjaan pemasangan batu kali dilaksanakan dengan ukuran dan bentuk-bentuk yang
ditunjukan dalam gambar.
• Tiap-ap batu harus dipasang penuh dengan adukan, sehinga semua hubungan batu
melekat satu sama lain dengan sempurna.
• Seap batu harus dipasang diatas lapisan dan diketok ditempatnya hinga teguh/kuat.
• Adukan harus penuh ronga-ronga antara batu, untuk mendapat massa yang kuat dan
integral.
Penggunaan concrete mixer juga signifikan menambah efisiensi pekerjaan. Proses
pencampuran manual tentunya akan menghabiskan waktu dan energi yang besar, namun
dengan alat ini dapat menghasilkan campuran dalam jumlah besar dengan waktu yang lebih
singkat. Tidak diperkenankan untuk menggunakan Water Tanker dengan kapasitas lebih dari
3000 – 4500 Liter dikarenakan akan mengakibatkan rusaknya jalan- jalan lingkungan yang
dilalui dan akses lokasi yang akan dikerjakan sempit
Alat yang digunakan:
- Conc. Mixer
- Water Tanker
Bahan yang digunakan:
- Batu Kali - Semen
- Pasir
Idenfikasi Bahaya :
• Luka karena termpa batu.
Resiko :
• Terluka, Memar
Pengendalian Awal:
• Untuk menjaga resiko kecelakaan para pekerja yang melakukan pemasangan batu
dilengkapi dengan sarung tangan, helm dan sepatu boot
5. Landasan Elastomerik Karet Sintes Berlapis Baja
Perletakan elastomer dapat diletakkan langsung pada beton, asalkan berada dalam
toleransi yang disyaratkan untuk kedataran dan kerataan. Sebagai aJternaf, perletakan
tersebut harus diletakkan pada suatu lapisan bahan landasan. Bahan yang dipakai adalah
Elastomer sintes elastomer jenis 3 dengan ukuran (450x400x45) mm3
Landasan elastomerik karet sintes berlapis baja adalah komponen penng dalam konstruksi
jembatan yang berperan dalam menyerap beban, memungkinkan pergerakan, dan mencegah
gesekan, sehingga meningkatkan kinerja dan umur jembatan
Alat yang digunakan:
Bahan yang digunakan:
- Elastomer sintes elastomer jenis 3; (450x400x45) mm3
Idenfikasi Bahaya :
• Potensi bahaya pemasangan /penyetelan Elastomerik Karet Sintes Berlapis Baja
karena terjepit, terpalu dll.
Resiko :
• Terluka, Memar
Pengendalian Awal:
• Diusahakan sedemikian rupa pemasangan /penyetelan Elastomerik Karet Sintes Berlapis
Baja jembatan menghindari resiko bahaya kecelakaan baik karena terjepit, terpalu dll.
6. Sandaran Railing
Bagian ini melipu penyedian atau pemasangan pipa sebagai sandaran Rilling sesuai dengan
gambar dan persyaratan pemasangan.
Alat yang digunakan:
- Mesin Las
- Gergaji Besi
Bahan yang digunakan:
- Pipa d = 7.62 cm Galvanised
- Dudukan, mur, baut dll
Idenfikasi Bahaya :
Bahaya karena bahan yang dipakai
Resiko :
• Terluka
Pengendalian Awal:
• Proses pabrikasi menghindari kecelakaan yang diakibatkan sesame pekerja ataupun yang
diakibatkan oleh alat atau bahan. dengan sarung tangan
DIVISI 10. PEKERJAAN HARIAN & PEKERJAAN LAIN-LAIN
1. Patok Pengarah
Pekerjaan patok pengarah patok yang terbuat dari beton bertulang dengan fc’20 MPa yang
diberi cat sedemikian rupa mengiku Spesifikasi dan sesuai gambar dengan nggi total sesuai
ditunjukkan dalam gambar.
Alat yang digunakan:
- Dump Truck
Bahan yang digunakan:
- Pasir Beton - Semen
- Agregat Kasar - Air
- Baja Tulangan
Idenfikasi Bahaya :
• Terjadi gangguan lalu lintas kendaraan,
Resiko :
• Terluka
Pengendalian Awal:
• Petugas harus mengenakan pakaian dan perlengkapan seper, sepatu boot, sarung
tangan, helm, masker, kacamata dan lain-lain yang sesuai dengan standar