| Reason | |||
|---|---|---|---|
| 0906808506311000 | Rp 6,886,414,099 | - | |
| 0011486123824000 | - | - | |
| 0023520836328000 | Rp 6,614,737,008 | - Tidak menyampaikan bukti kepemilikan peralatan utama - Tidak menyampaikan referensi pengalaman kerja tenaga pelaksana atau daftar Riwayat hidup - Tidak menyampaikan dokumen RK3 | |
| 0720761394328000 | Rp 6,406,725,251 | - Tidak menyampaikan bukti kepemilikan peralatan utama - Tidak menyampaikan referensi pengalaman kerja tenaga pelaksana atau daftar Riwayat hidup - Tidak menyampaikan dokumen RK3 | |
| 0824761092311000 | Rp 6,612,382,408 | - Tidak menyampaikan bukti kepemilikan Water Tanker, sesuai dengan surat perjanjian sewa | |
| 0810671396311000 | - | - | |
| 0660923038311000 | - | - | |
| 0625640016311000 | - | - | |
| 0810938126311000 | - | - | |
| 0028659522311000 | - | - | |
| 0652541640328000 | - | - | |
| 0661484188311000 | - | - | |
CV Kinan Jaya Mandiri | 10*0**0****72**0 | - | - |
| 0713705044311000 | - | - | |
CV Sinar Jaya Engineering | 01*6**6****28**0 | - | - |
| 0662607951203000 | - | - | |
| 0014860167311000 | - | - | |
CV Cingauak Mandiri | 07*2**2****01**0 | - | - |
CV Rara Vannes Mega Konstruksi | 04*9**4****27**0 | - | - |
| 0030245245202000 | - | - | |
| 0026260281122000 | - | - |
Rehabilitasi / Peningkatan Jalan Arujajar lanjutan 2025
Nama Paket Pekerjaan : REHABILITASI / PENINGKATAN JALAN ARUJAJAR
LANJUTAN
Propinsi : Bengkulu
Sumber Dana : DAU 2025
Waktu Pelaksanaan : 90 (Sembilan Puluh) Hari Kalender
Lingkup Pekerjaan
DIVISI 1. UMUM
DIVISI 3. PEKERJAAN TANAH DAN GEOSINTETIK
DIVISI 5. PERKERASAN BERBUTIR DAN PERKERASAN BETON SEMEN
DIVISI 6. PERKERASAN ASPAL
DIVISI 9. PEKERJAAN HARIAN & PEKERJAAN LAIN-LAIN
DIVISI 1. UMUM
1. Mobilisasi
Lingkup kegiatan mobilisasi yang diperlukan tergantung pada
jenis dan volume pekerjaan yang harus dilaksanakan,
sebagaimana disyaratkan di bagian-bagian lain dan secara umum
harus memenuhi berikut:
a) Ketentuan Mobilisasi
i. Penyewaan atau pembelian sebidang lahan yang
diperlukan untuk base camp Penyedia Jasa dan kegiatan
pelaksanaan.
ii. Mobilisasi semua Personil Penyedia Jasa sesuai dengan
struktur organisasi pelaksana yang telah disetujui oleh
Direksi Pekerjaan termasuk para pekerja yang diperlukan
dalam pelaksanaan dan penyelesaian pekerjaan dalam
Kontrak termasuk, tetapi tidak terbatas, Koordinator
Manajemen dan Keselamatan Lalu Lintas (KMKL) Personil
Ahli K3
iii. Mobilisasi dan pemasangan peralatan sesuai dengan daftar
peralatan yang tercantum dalam Penawaran, dari suatu
lokasi asal ke tempat pekerjaan dimana peralatan tersebut
akan digunakan.
iv. Penyediaan dan pemeliharaan base camp Penyedia
Jasa, jika perlu termasuk kantor lapangan, tempat tinggal,
gudang, dan sebagainya.
v. Perkuatan jembatan lama untuk pengangkutan alat-alat berat.
vi. Mobilisasi personil dan peralatan dapat dilakukan secara
bertahap sesuai dengan kebutuhan lapangan namun
Rehabilitasi / Peningkatan Jalan Arujajar lanjutan 2025
ketentuan ini hanya berlaku untuk pentahapan mobilisasi
peralatan utama dan personel terkaitnya dan harus sudah
diatur jadwalnya terlebih dahulu saat tahap pengadaan jasa
pemborongannya.
Setiap tahapan Mobilisasi Peralatan Utama harus terlebih dulu
diajukan permohonan mobilisasinya oleh Penyedia jasa kepada
Direksi pekerjaan paling sedikit 30 hari sebelum tanggal rencana
awal mobilisasi setiap peralatan utama tersebut. Direksi pekerjaan
perlu melakukan monitoring/ harian atas rencana mobilisasi hingga
terlaksananya mobilisasi peralatan utama beserta personil operator
terkait dengan lengkap dan baik.
Dalam segala hal, mobilisasi personil dan peralatan utama yang dilakukan
secara bertahap dan terjadwal tidak boleh melampaui dua pertiga
periode pelaksanaan konstruksinya.
b) Ketentuan Mobilisasi Kantor Lapangan dan Fasilitasnya untuk Direksi
Pekerjaan
c) Kegiatan Demobilisasi
Pembongkaran tempat kerja oleh Penyedia Jasa pada saat akhir
Kontrak, termasuk pemindahan semua instalasi, peralatan dan
perlengkapan dari tanah milik Pemerintah dan pengembaJian kondisi
tempat kerja menjadi kondisi seperti semula sebelum Pekerjaan dimulai.
Identifikasi Bahaya :
Kecelakaan dan gangguan kesehatan pekerja akibat penyimpanan
peralatan dan bahan atau material kurang memenuhi syarat.
Resiko :
Terluka
Pengendalian Awal:
Pemakaian peralatan perlindungan kerja standar seperti helm,
sepatu, kaca mata,masker dan sarung tangan.
2. Kerja Sistem Manajemen dan Keselamatan Konstruksi (SMKK)
Pekerjaan ini meliputi penanganan keselamatan dan kesehatan kerja (K3)
setiap orang yang terlibat pada pelaksanaan pekerjaan. Penanganan mulai
dari kantor lapangan dan fasilitasnya yang memiliki fasilitas pencucian,
sanitasi, toilet yang layak dan berfungsi dengan baik. Sarana air minum,
fasilitas pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K), alat pelindung diri
seperti helm, sepatu, sarung tangan, pakaian pelindung, dll disiapkan
kontraktor untuk keselamatan dan kesehatan kerja para personil.
Identifikasi Bahaya :
Gangguan kesehatan akibat pekerja tidak memakai peralatan dan
perlengkapan kerja standar
Resiko :
Terluka
Pengendalian Awal:
Rehabilitasi / Peningkatan Jalan Arujajar lanjutan 2025
Pemakaian peralatan perlindungan kerja standar seperti helm,
sepatu, kaca mata,masker dan sarung tangan..
DIVISI 3. PEKERJAAN TANAH & GEOSINTETIK
1. Timbunan Pilihan dari Sumber Galian
Pekerjaan ini mencakup pengadaan, pengangkutan, penghamparan dan
pemadatan Timbunan Pilihan dari Sumber Galian. Material Timbunan
Pilihan harus memenuhi syarat spesifikasi teknis., dihampar dengan
menggunakan alat bantu tamper pada saat cuaca cerah. Sebelum
dilakukan penimbunan Timbunan Pilihan permukaan lokasi harus
disiapkan terlebih dahulu. Pemadatan dilakukan lapis demi lapis dengan
menggunakan alat yang sesuai dan disetujui dewan direksi. Pemadatan
dilakukan bilamana kadar air bahan berada dalam rentang 3 % dibawah
kadar air optimum sampai 1% diatas kadar air optimum. Proses
pemadatan dimulai dari tepi luar dan bergerak menuju kearah sumbu
jalan sedemikian rupa sehingga setiap ruas akan menerima jumlah usaha
pemadatan yang sama. Tidak diperkenankan untuk menggunakan Dump
Truck dengan kapasitas lebih dari 3 – 4 M3 / 3900 - 4010 cc dikarenakan
akan mengakibatkan rusaknya jalan- jalan lingkungan yang dilalui. Tidak
diperkenankan untuk menggunakan Water Tanker dengan kapasitas lebih
dari 3000 – 4500 Liter dikarenakan akan mengakibatkan rusaknya jalan-
jalan lingkungan yang dilalui dan akses lokasi yang akan dikerjakan
sempit. Alat Tamper pemadat pelat dapat mencakup area yang luas
dengan cepat, menjadikannya ideal untuk proyek besar yang
mengutamakan waktu
Alat yang digunakan:
- Dump Truck
- Water Tanker
- Tamper
Bahan yang digunakan:
- Bahan pilihan
Identifikasi Bahaya :
Terkena material batu
Resiko :
Terluka
Pengendalian Awal:
Membuat dan mempertahankan kemiringan yang stabil
DIVISI 5. PERKERASAN BERBUTIR & PERK. BETON SEMEN
1. Lapis Pondasi Aggregat Kelas A
a. Bahan sirtu batu kali diambil dan disaring. Sirtu batu kali diangkut
memakai Dump Truk ke Base Camp kemudian disaring, yang
diletakan satu tempat untuk mempermudah proses pencampuran
(Blending).
b. Batu glondong dipecah menggunakan Stone Crusher di Base Camp
menjadi batu pecah sesuai kebutuhan.
Rehabilitasi / Peningkatan Jalan Arujajar lanjutan 2025
c. Setelah material siap, dilakukan pencampuran (blending) sirtu saring
dan batu pecah memakai Wheel Loader untuk Agregat Klas A dengan
komposisi berdasarkan Job Mix Formula (JMF)
d. Selanjutnya bahan Agregat Klas A hasil blending diangkut memakai
Dump Truk ke lokasi penghamparan, sesampai
timbunan/penghamparan bahan diatur dengan baik sesuai
kebutuhan, sehingga :
Tumpukan material tidak menggangu arus lalu lintas.
Jarak tumpukan disesuaikan dengan kebutuhan, sehingga
memudahkan proses penghamparan.
Material tidak terbuang/keluar dari badan jalan pada waktu
dilaksanakan penghamparan memakai Motor Grader.
e. Proses selanjutnya bahan dihampar rata seusai ketebalan dan
kemiringan/levelling dengan menggunakan Motor Grader.
Setelah hamparan mencapai ketebalan yang diisyaratkan, hamparan
disiram dengan tangki air, dimana banyaknya air ditentukan dengan
melakukan beberapa kali percobaan, sehingga didapatkan kadar air
yang optimum didalam bahan Agregat Klas A.
f. Hamparan yang kadar airnya telah mencapai optimum, dipadatkan
dengan menggunakan Tandem Roller sampai didapatkan/dicapai
kepadatan seperti yang diisyaratkan didalam spesifikasi.
g. Untuk mengetahui kepadatan yang dicapai dilakukan tes kepadatan
menggunakan Metode Kerucut Pasir (Sand Cone Method).
h. Selama penghamparan dan pemadatan, Tidak diperkenankan untuk
menggunakan Dump Truck dengan kapasitas lebih dari 3 – 4 M3
beberapa pekerja merapikan tepi hamparan, menambah kekurangan
bahan untuk mencapai elevasi permukaan dengan menggunakan alat
bantu. Tidak diperkenankan untuk menggunakan Water Tanker
dengan kapasitas lebih dari 3000 – 4500 Liter dikarenakan akan
mengakibatkan rusaknya jalan- jalan lingkungan yang dilalui dan
akses lokasi yang akan dikerjakan sempit. Stone crusher
meningkatkan efisiensi dan produktivitas dalam pengolahan material
konstruksi, menghemat waktu dan biaya proyek
Alat yang digunakan:
- Wheel Loader - Helm Pelindung
- Motor Grader - Sepatu Keselamatan
- Tandem - Sarung Tangan
- Vibratory Roller - Alat Bantu
- Dump Truck
Bahan yang digunakan:
- Agregat A
Identifikasi Bahaya :
Tertimbun material agregat pada saat penurunan material dari
dump truk.
Resiko :
Terluka
Pengendalian Awal:
Pengoperasian dump truck harus dilakukan oleh tenaga terampil
dan berpengalaman, dan dijaga agar tidak ada orang lain yang
Rehabilitasi / Peningkatan Jalan Arujajar lanjutan 2025
berkepentingan berada di dekat dump truck yang sedang
menurunkan agregat.
DIVISI 6. PERKERASAN ASPAL
1. Lapis Resap Pengikat - Aspal Cair dan Lapis Perekat - Aspal Cair
Pekerjaan lapis resap pengikat aspal cair/emulsi terdiri dari pekerjaan
penyiapan permukaan dan penghamparan bahan aspal yang dihampar
diatas permukaan bahan pengikat semen atau Asphalt (Sperti semen
Tanah, RCC, CTB, Perkerasan Beton / Lantai Jembatan Beton, Lapis
Penetrasi Macadam, Laston, Lataston dll.) dengan komposisi seperti
disyaratkan dalam Spesifikasi untuk setiap Jenis Bahan Asphalt dan
kondisi permukaan yang sesuai.
Pekerjaan dilaksanakan sedemikian rupa sehingga masih memungkinkan
lalu lintas satu lajur tanpa merusak pekerjaan yang sedang dilaksanakan
dan hanya menimbulkan gangguan yang minimal bagi lalu lintas.
Bangunan dan benda- benda lain disamping tempat kerja (struktur, kerb
lantai dan lain-lain) harus dilindungi agar tidak menjadi kotor karena
percikan aspal. Bahan yang digunakan untuk pekerjaan ini adalah aspal
semen pen 60/70 atau 80/100 (memenuhi standar ASTM D946/946M-
15) yang dapat diencerkan dengan minyak Tanah (kerosene), dengan
membandingkan pemakaian minyak tanah pada rentang 80 - 85 bagian
minyak per 100 bagian aspal (80 pph - 85 pph).
Pekerjaan dilakukan secara mekanik (memakai alat berat) dengan urutan
pekerjaan sebagai berikut :
1. Menyiapkan permukaan yang akan dihampar dengan menggunakan
mesin kompresor yang dibantu dengan alat manual seperti : sikap
dan sapu lidi. Menyiapkan material yang digunakan dengan
mencampur Aspal dan Korosene sesuai komposisi yang ditentukan,
dan kemudian dipanaskan sehingga menjadi aspal cair.
Penghamparan diolakukan dengan menggunakan aspal Sprayer
secara seksama, dengan mengacu pada rentang suhu yang
disyaratkan dalam Spesifikasi. Perapihan dilakukan setelah
penyemprotan selesai dilakukan.
2. Peralatan yang digunakan adalah : compressor, asphalt Distributor
yang di gandeng Dump Truck dan alat bantu. Pemilihan alat asphalt
Distributor dilihat dari kondisi jalan yang dikerjakan, hal ini
dilakukan agar pekerjaan yang dikerjakan lebih efisien
Alat yang digunakan:
- Asphalt Distributor - Helm Pelindung
- Compressor - Sepatu Keselamatan
- Alat Bantu - Sarung Tangan
Bahan yang digunakan:
- Aspal Pen 60 atau Pen 80
- Kerosene
Identifikasi Bahaya :
Terkena oleh percikan aspal panas,
Terkena oleh api pembakaran,
Terjadi kebakaran,
Rehabilitasi / Peningkatan Jalan Arujajar lanjutan 2025
Terjadi iritasi terhadap mata, kulit dan paru-paru akibat asap dan
panas dari api pembakaran dan aspal,
Kecelakaan atau terluka akibat kayu pengaduk terlalu pendek
Resiko :
Terluka
Melepuh
Iritasi, Melepuh dan Sesak Nafas
Terluka
Pengendalian Awal:
Petugas pembakar harus berpengalaman pada bidangnya dan
harus mengenakan pakaian kerja standar.
Petugas pembakar harus berpengalaman dan terampil
dibidangnya
Melakukan pembakaran pada lokasi yang aman dari bahaya
kebakaran dan menghindari pembakaran dekat dengan bahan-
bahan yang mudah terbakar serta menyediakan sejumlah alat
pemadam kebakaran harus selalu disiapkan di tempat pekerjaan,
termasuk paling sedikit dua buah ditempatkan pada spreader
Menggunakan kacamata dan masker untuk mencegah iritasi mata
dan paru-paru akibat asap dan panas dari api pembakaran dan
aspal
Pengadukan menggunakan kayu yang panjang.
2. Laston Lapis Aus (AC-WC) / Laston Lapis Antara (AC-BC)
- Aspal dicairkan dan dipanaskan dalam ketel sampai suhu max 165 ‘C
dan dipompa kedalam termos AMP beserta aditif anti pengelupasan.
- Maksimum Jarak AMP ke Lokasi Pekerjaan 80 Km.
- Material agregat kasar dan agregat halus (pasir, abu batu, dan filler
tambahan/semen) ditempatkan terpisah dalam Cold bin/hopper
masing-masing yang selanjutnya dibawa ke dryer dengan
menggunakan conveyor untuk proses pemanasan sampai dengan
suhu 145’C – 155’C.
- Jumlah material yang dikeluarkan dari hopper/cold bin ditentukan
dalam JMF yang dilakukan dengan meyetel bukaan hopper, dimana
sebelumnya terlebih dahulu dilakukan kalibrasi.
- Setelah bahan dipanaskan dalam dryer dengan suhu 145’C – 150’C
material dibawa dengan hot elevator ke screen vibrator untuk
dipisahkan berdasarkan besarnya yang kemudian
ditampung/dimasukan kedalam hot bin masing-masing material
sesuai takarannya.
- Sebelum material dimasukan dalam unit pencampuran, kebutuhan
masing-masing material ditimbang dengan menggunakan timbangan
AMP seusai JMF.
- Setelah masing-masing material telah ditimbang sesuai JMF, material
agregat tersebut dicampur dalam unit pencampur sampai campuran
homogen.
- Campuran agregat yang telah homogen ditambahkan aspal yang telah
ditimbang terlebih dahulu untuk kemudaian diaduk/dicampur hingga
Rehabilitasi / Peningkatan Jalan Arujajar lanjutan 2025
didapatkan cmpuran yang homogen dengan menggunakan unit
pencampuran di AMP.
- Agregat dan aspal yang telah dicampur secara homogen telah
dituangkan dalam Dump Truk untuk kemudian dibawa ke lokasi
penghamparan dengan suhu 135’C – 150’C.
- Sesampainya dilokasi penghamparan hotmix dihampar dengan
ketebalan sesuai yang diisyaratkan dengan menggunakan Asphalt
Finisher, sementara itu sekelompok pekerja merapikan tepi
hamparan.
- Hotmix yang telah dihampar dan telah bersuhu antara 125’C 145’C
dipadatkan dengan Tandem Roller sebanyak 4 Lintasan (Break Down
= 0 – 10 mnt), Tidak diperkenankan untuk menggunakan Dump
Truck dengan kapasitas lebih dari 3 – 4 M3 / 3900 - 4010 cc
dikarenakan akan mengakibatkan rusaknya jalan- jalan lingkungan
yang dilalui dan akses lokasi yang akan dikerjakan sempit.
- Selanjutnya setelah suhu mencapai 100’C – 125’C hamparan
dipadatkan dengan Tire Roller, sebanyak 12 Lintasan (Intermeddt =
10 – 20 mnt).
- Hotmix yang telah dipadatkan dengan Tire Roller setelah bersuhu
antara > 95’C dipadatkan kembali dengan Tandem Roller sebanyak 4
Lintasan (Finishing < 45 mnt)
- Pemilihan alat Asphalt Finisher dilihat dari kondisi jalan yang
dikerjakan, hal ini dilakukan agar pekerjaan yang dikerjakan lebih
efisien.
- Asphalt Mixing Plant (AMP) merupakan tempat dimana campuran
aspal diaduk, dipanaskan dan dicampurkan. Kapasitas produksi AMP
sudah ditentukan berdasarkan kapasitas komponen pencampur
(pugmill), yaitu 1000 kg untuk satu kali pencampuran yang
membutuhkan waktu ± 1,0 menit (45 detik waktu pencampuran + 15
detik waktu lain lain).
- Tidak diperkenankan untuk menggunakan Water Tanker dengan
kapasitas lebih dari 3000 – 4500 Liter dikarenakan akan
mengakibatkan rusaknya jalan- jalan lingkungan yang dilalui dan
akses lokasi yang akan dikerjakan sempit
Semua proses pemadatan dimulai dari tepi hamparan menuju tengah
hamparan.
Alat yang digunakan:
- Wheel Loader - Helm Pelindung
- AMP - Sepatu Keselamatan
- Genset - Sarung Tangan
- Dump Truck - Rompi Keselamatan
- Asphalt Finisher - Alat Bantu
- Tandem Roller
- P. Tyre Roller
Bahan yang digunakan:
- Agr Pch Mesin 5-10 & 10-15 - Semen
- Agr Pch Mesin 0 – 5 - Aspal
Identifikasi Bahaya :
Terkena mesin penghampar aspal (Finisher)
Rehabilitasi / Peningkatan Jalan Arujajar lanjutan 2025
Resiko :
Cidera
Pengendalian Awal:
Menjaga agar tidak ada orang luar maupun pekerja lain berada di
tempat penghamparan ketika mesin penghampar aspal (Finisher)
bekerja menghampar Hotmix di lokasi pekerjaan.
3. Bahan Anti Pengelupasan
Aditif kelekatan dan anti pengelupasan (anti striping agent)
dipesan/dibeli pada pabrik yang berlisensi dan disetujui Direksi
Pekerjaan. Bahan aditif ditambahkan dalam bentuk cairan kedalam
campuran agregat dengan menggunakan pompa penakar (dozing pump)
pada proses pencampuran dalam rentang 0,2% - 0,4% terhadap berat
aspal.
DIVISI 9. PEKERJAAN HARIAN & PEKERJAAN LAIN-LAIN
1. Marka Jalan Termoplastik
Merupakan perlengkapan/pendukung jalan sebagai bagian dari rambu
lalu lintas untuk mengarahkan pengemudi selama berkendara dijalan
raya. Pekerjaan ini dilaksanakan berupa pengecatan marka jalan dengan
termoplastik, dilaksanakan diatas lapisan atau permukaan jalan (surface)
pekerjaan ini mencakup penyediaan bahan dan pelaksanaannya.
Alat yang digunakan:
- Compressor - Dump Truck
- Generator Set - Rompi Keselamatan
- Alat Bantu - Sepatu Keselamatan
- Sarung Tangan - Helm Pelindung
- Thermoplastic spreading machine
Bahan yang digunakan:
- Cat Dasar Kayu - Cat Marka Thermoplastic
- Cat Protektif Kayu - Glass Bead
- Pengencer (thinner)
Identifikasi Bahaya :
• Terjadi iritasi pada kulit, mata dan paru-paru.
Resiko :
Terganggu Penapasan
Pengendalian Awal:
• Petugas harus mengenakan pakaian dan perlengkapan seperti,
sepatu boot, sarung tangan, helm, masker, kacamata dan lain-lain yang
sesuai dengan standar
2. Unit Lampu Penerangan Jalan Lengan Ganda, Tipe LED
Unit lampu penerangan jalan lengan ganda tipe LED berarti sistem
penerangan jalan yang menggunakan dua lampu LED yang dipasang pada
Rehabilitasi / Peningkatan Jalan Arujajar lanjutan 2025
satu tiang, dengan lampu-lampu tersebut terpasang pada lengan-lengan
yang menjulur keluar dari tiang.
PJU lengan ganda tipe LED digunakan di jalan-jalan utama atau
persimpangan yang membutuhkan pencahayaan yang lebih intensif,
misalnya di jalan raya atau daerah dengan lalu lintas yang padat.
Alat yang digunakan:
- Dump Truck
Bahan yang digunakan:
- Tiang Baja Galvanize ganda - Lampu LED 100 watt
- Beton Fc’20 Mpa
Identifikasi Bahaya :
• Material harus ditempatkan pada tempat yang telah ditetapkan
Resiko :
Terluka
Pengendalian Awal:
• Memasang rambu-rambu pada lokasi pekerjaan untuk melindungi
personel yang bekerja dari kendaraan yang melintasi proyek dan
menugaskan serta menempatkan petugas bendera disemua tempat
kegiatan pelaksanaan.