| Reason | |||
|---|---|---|---|
| 0316642107328000 | Rp 2,990,944,151 | - | |
| 0824761092311000 | Rp 2,910,188,560 | Surat perjanjian sewa atas peralatan bor pile tidak ditandatangani CV. Multi Perkasa sehingga tidak dapat diterima sebagai salah satu unsur bukti kepemilikan peralatan yang berupa sewa | |
| 0856867965311000 | - | - | |
| 0017599564328000 | - | - | |
Faizal Rahman Aprianto | 17*1**2****40**3 | - | - |
CV Cingauak Mandiri | 07*2**2****01**0 | - | - |
Permata Emas Berlian | 06*7**1****48**0 | - | - |
| 0810938126311000 | - | - | |
| 0024215386203000 | - | - | |
| 0030658397311000 | - | - | |
| 0841483134201000 | - | - | |
CV Hidayah Pangeran Cimpago | 00*2**4****11**0 | - | - |
| 0019433028311000 | - | - | |
CV Rr Karya Konstruksi | 10*1**1****60**1 | - | - |
CV Js Brother | 01*5**7****11**0 | - | - |
PT Tirtonadi Jaya Abadi | 07*0**5****13**0 | - | - |
| 0538840430214000 | - | - | |
| 0903478899328000 | - | - | |
CV Muara Gunung | 09*6**3****01**0 | - | - |
| 0947648044311000 | - | - | |
| 0969358449205000 | - | - | |
CV Mandawe | 00*8**1****15**0 | - | - |
| 0012764502327000 | - | - | |
CV Bintang Sago Jaya | 0031916943203000 | - | - |
CV Cipta Bangun Sukses | 03*4**3****11**0 | - | - |
CV Karya Utama Bakti | 09*0**6****11**0 | - | - |
CV Cahaya Ratu Emas | 05*4**8****11**0 | - | - |
| 0717865356201000 | - | - | |
| 0023521792311000 | - | - | |
| 0022437610201000 | - | - | |
| 0661673681311000 | - | - | |
CV Setetes Embun | 10*1**1****26**9 | - | - |
CV Pesona Rizky | 06*5**3****01**0 | - | - |
| 0023515521311000 | - | - | |
| 0017595729311000 | - | - | |
CV Aryo Pangeran Sakti | 09*1**4****11**0 | - | - |
CV Buana Indo Perkasa | 09*9**5****11**0 | - | - |
Pembangunan Box Culvert Kebun Tebeng 2025
SPESIFIKASI METODE PELAKSANAAN
Satuan Kerja : Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota
Bengkulu
Nama Paket Pekerjaan : PEMBANGUNAN BOX CULVERT KEBUN TEBENG
Propinsi : Bengkulu
Sumber Dana : APBD 2025
Waktu Pelaksanaan : 120 (Seratus Dua Puluh ) Hari Kalender
Lingkup Pekerjaan Utama
DIVISI 1. UMUM
DIVISI 3. PEKERJAAN TANAH DAN GEOSINTETIK
DIVISI 5. PERKERASAN BERBUTIR
DIVISI 6. PERKERASAN ASPAL
DIVISI 7. STRUKTUR
DIVISI 9. PEKERJAAN HARIAN & PEKERJAAN LAIN-LAIN
DIVISI 10. PEKERJAAN PEMELIHARAAN KINERJA
DIVISI 1. UMUM
1. Mobilisasi
Lingkup kegiatan mobilisasi yang diperlukan tergantung
pada jenis dan volume pekerjaan yang harus dilaksanakan,
sebagaimana disyaratkan di bagian-bagian lain dan secara
umum harus memenuhi berikut:
a) Ketentuan Mobilisasi
Penyewaan atau pembelian sebidang lahan yang
diperlukan untuk base camp Penyedia Jasa dan
kegiatan pelaksanaan.
Mobilisasi semua Personil Penyedia Jasa sesuai dengan
struktur organisasi pelaksana yang telah disetujui oleh
Direksi Pekerjaan termasuk para pekerja yang
diperlukan dalam pelaksanaan dan penyelesaian
pekerjaan dalam Kontrak termasuk, tetapi tidak
terbatas, Koordinator Manajemen dan Keselamatan
Lalu Lintas (KMKL) Personil Ahli K3
Mobilisasi dan pemasangan peralatan sesuai dengan
daftar peralatan yang tercantum dalam Penawaran,
dari suatu lokasi asal ke tempat pekerjaan dimana
peralatan tersebut akan digunakan.
Pembangunan Box Culvert Kebun Tebeng 2025
Penyediaan dan pemeliharaan base camp Penyedia
Jasa, jika perlu termasuk kantor lapangan, tempat
tinggal, gudang, dan sebagainya.
Perkuatan jembatan lama untuk pengangkutan alat-alat
berat.
Mobilisasi personil dan peralatan dapat dilakukan
secara bertahap sesuai dengan kebutuhan lapangan
namun ketentuan ini hanya berlaku untuk pentahapan
mobilisasi peralatan utama dan personel terkaitnya dan
harus sudah diatur jadwalnya terlebih dahulu saat tahap
pengadaan jasa pemborongannya.
Setiap tahapan Mobilisasi Peralatan Utama harus terlebih dulu
diajukan permohonan mobilisasinya oleh Penyedia jasa kepada
Direksi pekerjaan paling sedikit 30 hari sebelum tanggal
rencana awal mobilisasi setiap peralatan utama tersebut. Direksi
pekerjaan perlu melakukan monitoring/ harian atas rencana
mobilisasi hingga terlaksananya mobilisasi peralatan utama
beserta personil operator terkait dengan lengkap dan baik.
Dalam segala hal, mobilisasi personil dan peralatan utama yang
dilakukan secara bertahap dan terjadwal tidak boleh melampaui
dua pertiga periode pelaksanaan konstruksinya.
b) Ketentuan Mobilisasi Kantor Lapangan dan Fasilitasnya untuk
Direksi Pekerjaan
c) Kegiatan Demobilisasi
Pembongkaran tempat kerja oleh Penyedia Jasa pada
saat akhir Kontrak, termasuk pemindahan semua instalasi,
peralatan dan perlengkapan dari tanah milik Pemerintah dan
pengembaJian kondisi tempat kerja menjadi kondisi seperti
semula sebelum Pekerjaan dimulai.
Identifikasi Bahaya :
• Kecelakaan dan gangguan kesehatan pekerja akibat penyimpanan
peralatan dan bahan atau material kurang memenuhi syarat.
Resiko :
Terluka
Pengendalian Awal:
Menyediakan lahan, gudang dan bengkel yang memenuhi syarat
2. Sistem Manajemen dan Keselamatan Konstruksi (SMKK)
Pekerjaan ini meliputi penanganan keselamatan dan kesehatan kerja
(K3) setiap orang yang terlibat pada pelaksanaan pekerjaan.
Pembangunan Box Culvert Kebun Tebeng 2025
Penanganan mulai dari kantor lapangan dan fasilitasnya yang memiliki
fasilitas pencucian, sanitasi, toilet yang layak dan berfungsi dengan
baik. Sarana air minum, fasilitas pertolongan pertama pada
kecelakaan (P3K), alat pelindung diri seperti helm, sepatu, sarung
tangan, pakaian pelindung, dll disiapkan kontraktor untuk keselamatan
dan kesehatan kerja para personil.
Identifikasi Bahaya :
• Gangguan kesehatan akibat pekerja tidak memakai peralatan dan
perlengkapan kerja standar
Resiko :
Terluka
Pengendalian Awal:
Pemakaian peralatan perlindungan kerja standar seperti helm,
sepatu, kaca mata, masker dan sarung tangan.
3. Manajemen Mutu
Pekerjaan Harus dilaksanakan melaui proses Manajemen Mutu,
memanfaatkan sumber daya Pengguna Jasa, Pengawas Pekerjaan,
Penyedia Jasa dan Pihak Ketiga Sebagaimana diperlukan.
Penyedia Jasa harus menyediakan akses yang tidak dibatasi terhadap
semua kegiatan dan dokumentasi Pengendalian muta yang dihasilkan
oleh atau atas nama penyedia jas dan harus memberikannya kepada
Pengawas Pekerjaan untuk dapat akses sepenuhnya pada setiap saat.
Pekerjaan yang gagal memenuhi Syarat-syarat Kontrak harus
dipandang sebagai pekerjaan yang tidak dapat diterima.
Identifikasi Bahaya :
• Bahaya akibat cara pengangkutan bahan kurang memenuhi syarat,
Resiko :
Terluka
Pengendalian Awal:
Bahan dan peralatan yang digunakan harus memenuhi syarat.
4. Pembuatan Pagar Sementara dari Seng Gelombang Rangka Kayu
Tinggi 2 M
Pekerjaan Harus dilaksanakan memanfaatkan sumber daya Pengguna
Jasa, Pengawas Pekerjaan, Penyedia Jasa dan Pihak Ketiga
Sebagaimana diperlukan.
Persiapan:
Tentukan panjang pagar : Hitung total panjang pagar yang
dibutuhkan, misalnya 50 meter.
Rencanakan rangka kayu : Tentukan jenis kayu yang akan
digunakan (misalnya kayu kaso 5x7 cm atau 4x6 cm) dan jarak
antar tiang penyangga (misalnya 2-2,5 meter).
Siapkan alat dan bahan:
o
Seng gelombang (sesuai kebutuhan).
o
Kayu untuk rangka (tiang, balok, dan list).
o
Paku, baut, atau sekrup.
o
Alat pemotong (gergaji, mesin potong).
Pembangunan Box Culvert Kebun Tebeng 2025
o
Alat untuk memasang (palu, bor, obeng).
o
Alat pengukur (meteran, waterpass).
o
Alat pengaman (sarung tangan, kacamata).
Identifikasi Bahaya :
• Terjadi luka oleh meteran baja/alat pengukur lainnya,,
Resiko :
Terluka
Pengendalian Awal:
Pekerja harus terampil dan berpengalaman dan Alat ukur
meteran baja yang digunakan harus memenuhi syarat,.
5. Pekerjaan Kisdam and Dewatering
Pekerjaan Harus dilaksanakan memanfaatkan sumber daya Pengguna
Jasa, Pengawas Pekerjaan, Penyedia Jasa dan Pihak Ketiga
Sebagaimana diperlukan.
Kisdam adalah konstruksi bangunan air sementara yang berfungsi
untuk menahan aliran air, biasanya digunakan saat ada pekerjaan
konstruksi di dekat sungai atau saluran air. Fungsinya adalah
mencegah air masuk ke area kerja, seperti galian untuk pembangunan
jembatan atau saluran drainase.
Bahan:
Bisa terbuat dari berbagai material, seperti karung berisi tanah,
balok kayu, atau bahkan jumbo bag yang diisi dengan material
tertentu.
Penerapan:
Biasanya digunakan dalam proyek konstruksi seperti jembatan,
saluran irigasi, dan pekerjaan perbaikan di dekat sumber air.
Identifikasi Bahaya :
• Terkena Peralatan cangkul, sekop atau alat lainnya pada saat
penggalian/ pengerukan/penimbunan,
Resiko :
Terluka
Pengendalian Awal:
Sebelum pekerjaan dimulai harus dilakukan pemeriksaan
terlebih dahulu terhadap kondisi pekerjaan dan peralatan
yang digunakan,
DIVISI 3. PEKERJAAN TANAH & GEOSINTETIK
1. Galian Struktur dengan kedalaman 0 - 2 meter / Galian Perkerasan
Beraspal tanpa Cold Milling Machine
Pekerjaan ini harus mencakup penggalian, penanganan , pembuangan
atau penumpukan tanah atau batu atau bahan lain dari jalan atau
sekitarnya yang diperlukan unutk penyelesaian pekerjaan dalam
kontrak ini. Pekerjaan ini umumnya diperlukan untuk formasi galian
Pembangunan Box Culvert Kebun Tebeng 2025
atau pondasi pipa, gorong-gorong, pembuangan atau struktur lainnya.
Untuk pekerjaan stabilisasi pekerjaan lereng dan pembuangan bahan
longsoran. Untuk galian bahan konstruksi dan pembuangan sisa bahan
galian untuk pengupasan dan pembuangan bahan perkerasan
beraspal dan perkerasan beton pada perkerasan lama dan umumnya
untuk pembentukan profil dan penampang yang sesuai dengan
spesifikasi ini dan memenuhi garis, ketinggian dan penampang
melintang yang ditunjuk dalam gambar atau yang diperintahkan oleh
pengawas pekerjaan. Tidak diperkenankan untuk menggunakan Dump
Truck dengan kapasitas lebih dari 3 – 4 M3 / 3900 - 4010 cc
dikarenakan akan mengakibatkan rusaknya jalan- jalan lingkungan
yang dilalui.
Pemilihan Kapasitas alat Excavator ini dilihat dari kondisi lokasi yang
dikerjakan, hal ini dilakukan agar pekerjaan yang dikerjakan lebih
efisien. dikarenakan akan mengakibatkan rusaknya jalan- jalan
lingkungan yang dilalui dan akses lokasi yang akan dikerjakan sempit
Alat yang digunakan:
- Excavator -
- Dump Truck
Bahan yang digunakan:
- Turap Kayu
- Material Pilihan
Identifikasi Bahaya :
Kecelakaan akibat operasional alat berat baik di tempat lokasi
galian, transportasi maupun di tempat pembuangan
Resiko :
Terluka
Pengendalian Awal:
Membuat dan mempertahankan kemiringan yang stabil
2. Timbunan Biasa dari Hasil Galian
Pekerjaan ini mencakup penghamparan dan pemadatan Timbunan
dari hasil Galian. Material Timbunan harus memenuhi syarat
spesifikasi teknis., dihampar dengan menggunakan alat bantu pada
saat cuaca cerah. Sebelum dilakukan penimbunan Timbunan harus
disiapkan terlebih dahulu. dilakukan lapis demi lapis dengan
menggunakan alat yang sesuai dan disetujui dewan direksi lalu
dipadatkan per lapis. Pemilihan Kapasitas alat ini dilihat dari kondisi
lokasi yang dikerjakan, hal ini dilakukan agar pekerjaan yang
dikerjakan lebih efisien. dikarenakan akan mengakibatkan rusaknya
jalan- jalan lingkungan yang dilalui dan akses lokasi yang akan
dikerjakan sempit.
Pemilihan Kapasitas alat Excavator ini dilihat dari kondisi lokasi yang
dikerjakan, hal ini dilakukan agar pekerjaan yang dikerjakan lebih
efisien. dikarenakan akan mengakibatkan rusaknya jalan- jalan
lingkungan yang dilalui dan akses lokasi yang akan dikerjakan sempit
Alat Tamper pemadat pelat dapat mencakup area yang luas dengan
cepat, menjadikannya ideal untuk proyek besar yang mengutamakan
waktu
Pembangunan Box Culvert Kebun Tebeng 2025
Alat yang digunakan:
- Excavator - Water Tank
- Dump Truck
Identifikasi Bahaya :
Terkena material timbunan
Resiko :
Terluka
Pengendalian Awal:
Menempatkan timbunan pada tempat yg aman sebelum
menimbun
DIVISI 5. PERKERASAN BERBUTIR
1. Lapis Pondasi Agregat Kelas A
Pengadukkan material LPA : dilaksanakan di stock pile (lokasi
pengadukan) dengan komposisi berdasarkan JMF dan hasil percobaan
lapangan, pengadukan dilaksanakan setiap maksimal ≤ 50 m3 agar
menghasilkan campuran yang homogen, digunakan peralatan
excavator dan Wheel Loader.
Material LPA diangkut dengan menggunakan dump truk, pemuatan
menggunakan wheel Loader, jarak hauling diatur sedemikian rupa
(memeprhatikan faktor gembur dari hasil percobaan pelaksanaan)
sehingga penghamparan dapat dilaksanakan efektif dan efisien.
Penghamparan menggunakan Motor Grader, tebal hamparan sesuai
hasil percobaan pelaksanaan, dilaksanakan selebar rencana, perapian
hamparan dilaksanakan dengan tenaga manusia dengan peralatan
sesuai keperluan lapangan. Selama proses penghamparan dilakukan
control kadar air, sehingga akan dihasilkan kadar air optimal pada
saat pemadatan dilaksanakan. Dimensi dan kelandaian permukaan
dilaksanakan sesuai dengan gambar rencana. Pemadatan
menggunakan Vibrator Roller (berat 8-12 ton), dilaksanakan mulai dari
bagian yang rendah berangsur-angsur menuju bagian yang lebih
tinggi, jumlah lintasan sesuai dengan hasil percobaan
pelaksanaan. Pemadatan dihentikan jika diyakini tercapai kepadatan
yang disyaratkan.
Alat yang digunakan:
- Wheel Loader - Water Tank - Vibratory Roller
- Dump Truck - Motor Grader
Identifikasi Bahaya :
Terkena material agregat pada saat penurunan material dari
dump truk.
Resiko :
Terluka
Pengendalian Awal:
Pengoperasian dump truck harus dilakukan oleh tenaga
terampil dan berpengalaman, dan dijaga agar tidak ada orang
Pembangunan Box Culvert Kebun Tebeng 2025
lain yang berkepentingan berada di dekat dump truck yang
sedang menurunkan agregat
DIVISI 6. PERKERASAN ASPAL
1. Lapis Resap Pengikat - Aspal Cair/Emulsi
Pekerjaan lapis resap pengikat aspal cair/emulsi terdiri dari pekerjaan
penyiapan permukaan dan penghamparan bahan aspal yang dihampar
diatas permukaan bahan pengikat semen atau Asphalt (Sperti semen
Tanah, RCC, CTB, Perkerasan Beton / Lantai Jembatan Beton, Lapis
Penetrasi Macadam, Laston, Lataston dll.) dengan komposisi seperti
disyaratkan dalam Spesifikasi untuk setiap Jenis Bahan Asphalt dan
kondisi permukaan yang sesuai.
Pekerjaan dilaksanakan sedemikian rupa sehingga masih
memungkinkan lalu lintas satu lajur tanpa merusak pekerjaan yang
sedang dilaksanakan dan hanya menimbulkan gangguan yang minimal
bagi lalu lintas. Bangunan dan benda- benda lain disamping tempat
kerja (struktur, kerb lantai dan lain-lain) harus dilindungi agar tidak
menjadi kotor karena percikan aspal. Bahan yang digunakan untuk
pekerjaan ini adalah aspal semen pen 60/70 atau 80/100 (memenuhi
standar ASTM D946/946M-15) yang dapat diencerkan dengan minyak
Tanah (kerosene), dengan membandingkan pemakaian minyak tanah
pada rentang 80 - 85 bagian minyak per 100 bagian aspal (80 pph - 85
pph). Pemilihan alat asphalt Distributor dilihat dari kondisi jalan yang
dikerjakan, hal ini dilakukan agar pekerjaan yang dikerjakan lebih
efisien.
Pekerjaan dilakukan secara mekanik (memakai alat berat) dengan
urutan pekerjaan sebagai berikut :
1. Menyiapkan permukaan yang akan dihampar dengan
menggunakan mesin kompresor yang dibantu dengan alat
manual seperti : sikap dan sapu lidi. Menyiapkan material yang
digunakan dengan mencampur Aspal dan Korosene sesuai
komposisi yang ditentukan, dan kemudian dipanaskan sehingga
menjadi aspal cair. Penghamparan diolakukan dengan
menggunakan aspal Sprayer secara seksama, dengan mengacu
pada rentang suhu yang disyaratkan dalam Spesifikasi.
Perapihan dilakukan setelah penyemprotan selesai dilakukan.
2. Peralatan yang digunakan adalah : compressor, asphalt
Distributor yang di gandeng Dump Truck dan alat bantu.
Alat yang digunakan:
- asphalt Distributor - Helm Pelindung
- Compressor - Sepatu Keselamatan
- Alat Bantu - Sarung Tangan
Bahan yang digunakan:
- Aspal Pen 60 atau Pen 80
- Kerosene
Identifikasi Bahaya :
• Terjadi iritasi terhadap mata, kulit dan paru-paru akibat asap dan
panas dari api pembakaran dan aspal,
Pembangunan Box Culvert Kebun Tebeng 2025
Resiko :
Iritasi, Melepuh dan Sesak Nafas
Pengendalian Awal:
Menggunakan kacamata dan masker untuk mencegah iritasi
mata dan paru-paru akibat asap dan panas dari api
pembakaran dan aspal
2. Laston Lapis Aus (AC-WC) / Laston Lapis Antara (AC-BC)
- Aspal dicairkan dan dipanaskan dalam ketel sampai suhu max 165
‘C dan dipompa kedalam termos AMP beserta aditif anti
pengelupasan.
- Maksimum Jarak AMP ke Lokasi Pekerjaan 80 Km.
- Material agregat kasar dan agregat halus (pasir, abu batu, dan
filler tambahan/semen) ditempatkan terpisah dalam Cold
bin/hopper masing-masing yang selanjutnya dibawa ke dryer
dengan menggunakan conveyor untuk proses pemanasan sampai
dengan suhu 145’C – 155’C.
- Jumlah material yang dikeluarkan dari hopper/cold bin ditentukan
dalam JMF yang dilakukan dengan meyetel bukaan hopper,
dimana sebelumnya terlebih dahulu dilakukan kalibrasi.
- Setelah bahan dipanaskan dalam dryer dengan suhu 145’C – 150’C
material dibawa dengan hot elevator ke screen vibrator untuk
dipisahkan berdasarkan besarnya yang kemudian
ditampung/dimasukan kedalam hot bin masing-masing material
sesuai takarannya.
- Sebelum material dimasukan dalam unit pencampuran, kebutuhan
masing-masing material ditimbang dengan menggunakan
timbangan AMP seusai JMF.
- Setelah masing-masing material telah ditimbang sesuai JMF,
material agregat tersebut dicampur dalam unit pencampur sampai
campuran homogen.
- Campuran agregat yang telah homogen ditambahkan aspal yang
telah ditimbang terlebih dahulu untuk kemudaian diaduk/dicampur
hingga didapatkan cmpuran yang homogen dengan menggunakan
unit pencampuran di AMP.
- Agregat dan aspal yang telah dicampur secara homogen telah
dituangkan dalam Dump Truk untuk kemudian dibawa ke lokasi
penghamparan dengan suhu 135’C – 150’C.
- Sesampainya dilokasi penghamparan hotmix dihampar dengan
ketebalan sesuai yang diisyaratkan dengan menggunakan Asphalt
Finisher, sementara itu sekelompok pekerja merapikan tepi
hamparan.
- Hotmix yang telah dihampar dan telah bersuhu antara 125’C 145’C
dipadatkan dengan Tandem Roller sebanyak 4 Lintasan (Break
Down = 0 – 10 mnt), Tidak diperkenankan untuk menggunakan
Dump Truck dengan kapasitas lebih dari 3 – 4 M3 / 3900 - 4010 cc
dikarenakan akan mengakibatkan rusaknya jalan- jalan
lingkungan yang dilalui dan akses lokasi yang akan dikerjakan
sempit.
Pembangunan Box Culvert Kebun Tebeng 2025
- Selanjutnya setelah suhu mencapai 100’C – 125’C hamparan
dipadatkan dengan Tire Roller, sebanyak 12 Lintasan (Intermeddt =
10 – 20 mnt).
- Hotmix yang telah dipadatkan dengan Tire Roller setelah bersuhu
antara > 95’C dipadatkan kembali dengan Tandem Roller sebanyak
4 Lintasan (Finishing < 45 mnt)
- Pemilihan alat Asphalt Finisher dilihat dari kondisi jalan yang
dikerjakan, hal ini dilakukan agar pekerjaan yang dikerjakan lebih
efisien
Semua proses pemadatan dimulai dari tepi hamparan menuju
tengah hamparan. Tidak diperkenankan untuk menggunakan Dump
Truck dengan kapasitas lebih dari 3 – 4 M3 / 3900 - 4010 cc
dikarenakan akan mengakibatkan rusaknya jalan- jalan
lingkungan yang dilalui dan akses lokasi yang akan dikerjakan
sempit. Asphalt Mixing Plant (AMP) merupakan tempat dimana
campuran aspal diaduk, dipanaskan dan dicampurkan. Kapasitas
produksi AMP sudah ditentukan berdasarkan kapasitas komponen
pencampur (pugmill), yaitu 1000 kg untuk satu kali pencampuran
yang membutuhkan waktu ± 1,0 menit (45 detik waktu
pencampuran + 15 detik waktu lain lain).
Alat yang digunakan:
- Wheel Loader - P. Tyre Roller
- AMP - Tandem Roller
- Genset - Asphalt Finisher
- Dump Truck -
Bahan yang digunakan:
- Agr Pch Mesin 5-10 & 10-15 - Semen
- Agr Pch Mesin 0 – 5 - Aspal
Identifikasi Bahaya :
• Terkena mesin penghampar aspal (Finisher)
Resiko :
Terluka
Pengendalian Awal:
Menjaga agar tidak ada orang luar maupun pekerja lain berada
di tempat penghamparan ketika mesin penghampar aspal
(Finisher) bekerja menghampar Hotmix di lokasi pekerjaan.
3. Bahan Anti Pengelupasan
Aditif kelekatan dan anti pengelupasan (anti striping agent)
dipesan/dibeli pada pabrik yang berlisensi dan disetujui Direksi
Pekerjaan. Bahan aditif ditambahkan dalam bentuk cairan kedalam
campuran agregat dengan menggunakan pompa penakar (dozing
pump) pada proses pencampuran dalam rentang 0,2% - 0,4%
terhadap berat aspal.
DIVISI 7. STRUKTUR
2. Beton struktur fc’30 Mpa, / Beton, fc’15 Mpa
Pembangunan Box Culvert Kebun Tebeng 2025
Pekerjaan ini juga sudah termasuk pembuatan perancah dan bekisting
untuk acuan pengecoran. Sebelum melakukan pekerjaan, terlebih
dahulu menunjukan semen usulan, agregat dan campuran yang
memadai berdasarkan hasil pengujian material dan campuran di
laboratorium berdasarkan kuat beton untuk umur 7 dan 28 hari, atau
umur yang lain yang telah ditentukan oleh Direksi Pekerjaan, yang
tertuang secara berurutan sesuai dalam spesifikasi teknik, mulai dari
pengujuian DMF hingga persetujuan JMF,(Ready mix). Proporsi bahan
dan berat penakaran hasil perhitungan harus memenuhi kriteria
teknis utama, yaitu kelecakan, kekuatan, dan keawetanTidak
diperkenankan untuk menggunakan Water Tanker dengan kapasitas
lebih dari 3000 – 4500 Liter dikarenakan akan mengakibatkan
rusaknya jalan- jalan lingkungan yang dilalui dan akses lokasi yang
akan dikerjakan sempit. Sejauh mungkin Concrete Vibrator harus
dapat diandalkan dalam pengoperasiannya, ringan, mudah ditangani
dan dimanipulasi, serta tahan terhadap keausan. Efektivitas Concrete
Vibrator terutama bergantung pada tiga hal yaitu diameter kepala,
frekuensi, dan amplitudo atau "tendangan"
Alat yang digunakan:
- Truck Mixer - Water Tang Truck
- Concrete Vibrator - Concret Pump
- Concerete Mixer
Bahan yang digunakan:
- Agregat Halus Beton - Semen
- Agregat Kasar - Kayu Perancah
- Paku - Plastizier
- Air
Identifikasi Bahaya :
Terjadi iritasi pada kulit, mata dan paru-paru akibat debu
semen yang terhisap oleh para pekerja yang mengerjakan
semen dan beton
Resiko :
Gangguan Penglihatan, pernapasan
Pengendalian Awal:
Pekerja harus memakai baju kerja, sarung tangan, helm, dan
sepatu sesuai standar, bila perlu untuk mencegah bahaya
gangguan paru-paru pekerja juga harus memakai tutup mulut
(masks). Pengontrolan terhadap mesin yang memproses
semen, kapur dan bahanbahan berdebu lainnya harus dari
tempat yang bebas debu
3. Baja Tulangan Polos-BjTP 280 dan Baja Tulangan Sirip BjTS 420
Pekerjaan ini mencakup besi Tulangan dengan diamter yang telah
ditentukan di gambar dan petunjuk dari tim direksi , untuk mencapai
kuat tarik yang diinginkan untuk memenuhi spesifikasi teknis yang ada
maka jarak antara besi akan di tentukan dalam pelaksanaan
pekerjaan, dalam pelaksanaan pekerjaan akan melibatkan tenaga
Pembangunan Box Culvert Kebun Tebeng 2025
manual baik dalam menggunting besi ataupun menekukkan besi
sesuai dengan kebutuhan di lapangan pada saat pelaksanaan.
Bahan yang digunakan:
- Baja Tulangan Polos BjTP 280 - Kawat Beton
- Baja Tulangan Polos BjTP 420
Identifikasi Bahaya :
Kecelakaan pada saat pembuatan perancah atau pemasangan
besi.
Resiko :
Terluka
Pengendalian Awal:
Untuk menjaga resiko kecelakaan para pekerja yang melakukan
pemasangan Baja Tulangan dilengkapi dengan sarung tangan,
helm dan sepatu boot.
4. Tiang Bor Beton, diameter 600 mm
Borepile harus dibuat memenuhi ketentuan dimensi dan fungsinya.
Penyedia harus menydiakan alat yang sesuai dengan jenis tanah
sehingga penggalian tanah dapat mencapai kedalaman yang diinginkan
atau mencapai daya dukung tanah yang telah ditentukan.
Pengeboran telah dilaksanakan dengan tepat dengan memperhatikan
pelaksanaan dan kondisi tanah. Gangguan, pergeseran dan goncangan
pada casing harus dihindarkan selama penggalian.
Casing dapat diturunkan dengan cara akibat beratnya sendiri, dengan
menggunakan beban tambahan (superimposed loads), dan mengurangi
ketahanan geser (frictionalresistance), dan sebagainya atau dapat juga
dengan melakukan pengecoran langsung pada galian terbuka yang telah
dilaksanakan sebelumnya dengan menggunakan bekisting sesuai dengan
dimensi, dengan memperhatikan kecukupan bearing capacity sesuai kondisi
tanah terganggu
Borepile harus diisi dengan beton lapisan beton mutu fc '30 MPa atau
K-350, sampai elevasi Lima Belas meter di bawah .
Spesifikasi Borepile Machine 150 Hp
Mesin bore pile dengan tenaga 150 hp umumnya memiliki spesifikasi yang
mencakup kemampuan pengeboran dengan diameter dan kedalaman tertentu, serta
torsi dan tekanan kerumunan yang dibutuhkan untuk proses pengeboran.
Spesifikasi umum mesin bore pile 150 hp:
Tenaga mesin: 150 hp (Horsepower)
Diameter pengeboran: Maksimal 1500 mm (1.5 meter)
Kedalaman pengeboran: Maksimal 52 meter
Torsi: 150 kN.m (Kilo Newton meter.
Tekanan kerumunan (crowd pressure): 100 kN (Kilo Newton).
Kecepatan putar: 7 ~ 26 rpm (revolutions per minute).
Spesifikasi Crane on Track 10-15 Ton:
Kapasitas Angkat: 10 ton atau 15 ton, tergantung model dan
merek.
o
Tinggi Angkat Maksimum: Dapat bervariasi, namun umumnya
mencapai belasan meter.
Pembangunan Box Culvert Kebun Tebeng 2025
o
Jangkauan Boom: Untuk crane 10 ton, bisa mencapai 14 meter
atau lebih, tergantung jumlah bagian boom.
o
Sistem Pengaman: Banyak crane modern dilengkapi dengan AML
(Automatic Moment Limiter) dan fitur keselamatan lainnya untuk
memantau beban dan stabilitas.
o
Sistem Hidrolik: Pompa ganda dan katup kontrol proporsional
untuk kontrol yang presisi.
Jenis Boom: Bisa boom teleskopik atau boom kisi-kisi (lattice).
o
Jenis Crane: Ada crane mobile (termasuk crane truk), crawler
crane, dan rough terrain crane.
o
Fitur Tambahan: Beberapa crane dilengkapi dengan remote
control, radiator untuk pembuangan panas, dan kaki pendukung
hidrolik.
Alat yang digunakan:
- Borepile Machine 150 Hp
- Welding Set
- Crane On Track
Bahan yang digunakan:
- Baja Tulangan Sirip BjTS 280 - Beton fc' 30 MPa
- Casing t= 6 mm
Identifikasi Bahaya :
Potensi kecelakaan akibat tiang yang akan dipancang terjatuh/
terlepas,
Resiko :
Terluka, Memar
Pengendalian Awal:
Potensi kecelakaan akibat tiang yang akan dipancang terjatuh/
terlepas,.
5. Pasangan Batu
Bagian ini meliputi penyedian peralatan, tenaga kerja dan dan
pemasangan semua pekerjaan pemasangan batu kali atau bagian-
bagian lain yang menggunakan batu kali sesuai dengan gambar dan
persyaratan disini. Pemasangan:
• Pekerjaan pemasangan batu kali dilaksanakan dengan
ukuran dan bentuk-bentuk yang ditunjukan dalam gambar.
• Tiap-tiap batu harus dipasang penuh dengan adukan,
sehinga semua hubungan batu melekat satu sama lain
dengan sempurna.
• Setiap batu harus dipasang diatas lapisan dan diketok
ditempatnya hinga teguh/kuat.
• Adukan harus penuh ronga-ronga antara batu, untuk
mendapat massa yang kuat dan integral.
Penggunaan concrete mixer juga signifikan menambah efisiensi
pekerjaan. Proses pencampuran manual tentunya akan
menghabiskan waktu dan energi yang besar, namun dengan alat ini
dapat menghasilkan campuran dalam jumlah besar dengan waktu
yang lebih singkat. Tidak diperkenankan untuk menggunakan Water
Pembangunan Box Culvert Kebun Tebeng 2025
Tanker dengan kapasitas lebih dari 3000 – 4500 Liter dikarenakan
akan mengakibatkan rusaknya jalan- jalan lingkungan yang dilalui
dan akses lokasi yang akan dikerjakan sempit
Alat yang digunakan:
- Conc. Mixer
- Water Tanker
Bahan yang digunakan:
- Batu Kali - Semen
- Pasir
Identifikasi Bahaya :
• Luka karena tertimpa batu.
Resiko :
Terluka, Memar
Pengendalian Awal:
• Untuk menjaga resiko kecelakaan para pekerja yang
melakukan pemasangan batu dilengkapi dengan sarung tangan, helm
dan sepatu boot
6. Expansion Joint Tipe Asphaltic Plug, Fixed
Sambungan ekspansi sumbat aspal adalah jenis sambungan ekspansi
yang digunakan pada jembatan dan trotoar untuk mengakomodasi
pergerakan akibat perubahan suhu . Memanfaatkan material berbasis
aspal yang diformulasikan secara khusus untuk mengisi celah antara
elemen struktural, memungkinkan fleksibilitas dan mencegah
retak. Jenis sambungan ini dirancang agar tahan lama, kedap air, dan
mampu menahan beban berat.
Bagian ini meliputi penyedian atau pemasangan Expantion Joint sesuai
dengan gambar dan persyaratan pemasangan.
Alat yang digunakan:
- Drum Mixer
- Tamper
Bahan yang digunakan:
- Bridging Plate
- Baja Klem
- Asphaltic Plug
Identifikasi Bahaya :
Tertabrak kendaraan pada saat pengukuran.karena bahan yang
dipakai
Resiko :
Terluka, memar
Pengendalian Awal:
• Memasang rambu-rambu pada lokasi pekerjaan untuk
melindungi personil yang bekerja dari kendaraan yang melintasi
proyek dan menempatkan petugas bendera di semua tempat
kegiatan pelaksanaan.
7. Landasan Elastomerik Karet Sintetis Berlapis Baja Ukuran 400 Mm x
450 Mm x 50 Mm
Pembangunan Box Culvert Kebun Tebeng 2025
Perletakan elastomer dapat diletakkan langsung pada beton,
asalkan berada dalam toleransi yang disyaratkan untuk kedataran dan
kerataan. Sebagai aJternatif, perletakan tersebut harus diletakkan pada
suatu lapisan bahan landasan. Bahan yang dipakai adalah Elastomer sintetis
elastomer jenis 3 dengan ukuran (450x400x45) mm3
Landasan elastomerik karet sintetis berlapis baja adalah
komponen penting dalam konstruksi jembatan yang berperan dalam
menyerap beban, memungkinkan pergerakan, dan mencegah gesekan,
sehingga meningkatkan kinerja dan umur jembatan
Alat yang digunakan:
Bahan yang digunakan:
- Elastomer sintetis elastomer jenis 3; (450x400x45) mm3
Identifikasi Bahaya :
• Potensi bahaya pemasangan /penyetelan Elastomerik Karet
Sintetis Berlapis Baja karena terjepit, terpalu dll.
Resiko :
Terluka, Memar
Pengendalian Awal:
• Diusahakan sedemikian rupa pemasangan /penyetelan
Elastomerik Karet Sintetis Berlapis Baja jembatan menghindari
resiko bahaya kecelakaan baik karena terjepit, terpalu dll.
7. Pembongkaran Beton
Pembongkaran beton adalah proses penghancuran atau pemindahan
struktur beton yang sudah tidak dibutuhkan atau rusak. Proses ini bisa
dilakukan untuk berbagai alasan, seperti renovasi, pembongkaran
bangunan lama, atau perbaikan struktur yang rusak parah.
Metode Pembongkaran Beton:
Palu Beton/Jack Hammer:
Metode paling umum menggunakan palu beton atau jack hammer untuk
memecah beton.
Alat yang digunakan:
- Jack Hammer
- Gergaji Besi
Identifikasi Bahaya :
Kecelakaan akibat handling tidak benar.
Resiko :
Terluka
Pengendalian Awal:
• Metode pelaksanaan pemasangan harus benar,
8. Pipa Drainase Baja diameter 100 mm
Bagian ini meliputi penyediaan atau pemasangan pipa sebagai Pipa
Cucuran sesuai dengan gambar dan persyaratan pemasangan.
Alat yang digunakan:
Pembangunan Box Culvert Kebun Tebeng 2025
- Mesin Las
- Gergaji Besi
Bahan yang digunakan:
- Pipa d = 10 cm Galvanised
- Baja Klem
- Kawat Las
Identifikasi Bahaya :
Kecelakaan akibat handling tidak benar.
Resiko :
Terluka
Pengendalian Awal:
• Metode pelaksanaan pemasangan harus benar,
DIVISI 9. PEKERJAAN HARIAN & PEKERJAAN LAIN-LAIN
1. Marka Termoplastic
Pekerjaan Marka Termoplastic ini diberi cat thermoplastic dan glass
bead mengikuti Spesifikasi dan sesuai Analisa dengan tebal dan
panjang total sesuai ditunjukkan dalam gambar.
Alat yang digunakan:
- Thermoplastic Spreading Machine
Bahan yang digunakan:
- Cat Termoplastic
- Glass Bead
Identifikasi Bahaya :
Terjadi gangguan lalu lintas kendaraan,
Resiko :
Terluka
Pengendalian Awal:
Petugas harus mengenakan pakaian dan perlengkapan seperti,
sepatu boot, sarung tangan, helm, masker, kacamata dan lain-
lain yang sesuai dengan standar
DIVISI 10. PEKERJAAN PEMELIHARAAN KINERJA
1. Pengecatan Parapet
Pengecatan parapet adalah proses memberikan lapisan cat pada
dinding parapet, yang merupakan bagian dari struktur bangunan
seperti pagar pembatas di atap atau tepi jembatan. Pengecatan ini
penting untuk melindungi parapet dari cuaca ekstrem, mencegah
kerusakan struktural, dan memperpanjang umur pakainya. .
Bahan yang digunakan:
- Cat Dasar
- Cat Dekoratif
- Thiner
Identifikasi Bahaya :
Terjadi gangguan lalu lintas kendaraan,
Pembangunan Box Culvert Kebun Tebeng 2025
Resiko :
Terluka
Pengendalian Awal:
Petugas harus mengenakan pakaian dan perlengkapan seperti,
sepatu boot, sarung tangan, helm, masker, kacamata dan lain-
lain yang sesuai dengan standar