| 0411797194327000 | Rp 4,297,922,699 | |
PT Dirajati Baginda Mulia | 09*8**4****34**0 | - |
| 0935863704311000 | - | |
Ahli Dunia | 09*1**1****04**0 | - |
| 0815246483328000 | - | |
CV Nirwana Rahma Makmur | 09*9**6****01**0 | - |
| 0015274095327000 | - | |
| 0015273832311000 | - | |
| 0720306430327000 | - | |
| 0210199626623000 | - | |
| 0751993205328000 | - | |
| 0019433028311000 | - | |
| 0660477910311000 | - | |
| 0810481879311000 | - | |
| 0824761092311000 | - |
PEMERINTAH KOTA BENGKULU
DINAS PEKERJAAN UMUM DAN PENATAAN RUANG
Jl. Soeprapto Dalam Kel. Betungan KeKOTA BENGKULU Telp. (0736) - 5611073
SPESIFIKASI TEKNIS
PEKERJAAN
REHAB/PEMBANGUNAN GEDUNG KANTOR
KEJAKSAAN NEGERI BENGKULU
BIDANG CIPTA KARYA
TAHUN ANGGARAN
2023
1.1 LATAR BELAKANG
Setiap bangunan gedung negara harus diwujudkan dengan sebaik-baiknya,
sehingga mampu memenuhi secara optimal fungsi bangunannya, ramah lingkungan
dan dapat sebagai teladan bagi lingkungannya, serta berkontribusi positif bagi
perkembangan arsitektur di Indonesia.
Setiap bangunan gedung Negara harus direncanakan, dirancang dengan sebaik-
baiknya,sehingga dapat memenuhi kriteria teknis bangunan yang layak, dari segi mutu,
biaya, dan kriteria administrasi bagi bangunan gedung Negara.
Penyedia jasa perencanaan untuk bangunan gedung Negara perlu diarahkan
secara baik dan menyeluruh, sehingga mampu menghasilkan karya perencanaan
teknis bangunan yang memadai dan layak diterima menurut kaidah, norma serta tata
laku professional.
Spesifikasi teknis perlu untuk pekerjaan perencanaan perlu disiapkan secara
matang sehingga memang mampu mendorong perwujudan karya perencanaan yang
sesuai dengan kepentingan kegiatan, dan disajikan sebagai dasar acuan bagi para
penyedia jasa konsultansi.
1.2 MAKSUD DAN TUJUAN
Maksud Spesifikasi teknis ini adalah sebagai pedoman arahan untuk
mewujudkan Rehab/Pembangunan Gedung Kantor Kejaksaan Negeri Bengkulu dan
mewujudkan pembangunan berdasarkan masukan, kriteria dan proses yang harus
dipenuhi sehingga mendapatkan hasil yang ekonomis, berkualitas dan berfungsi
secara optimal dan melaksanakan rancang bangun/konstruksi khususnya yang
berhubungan dengan pekerjaan pembangunan sarana utama dengan mengikuti
standar-standar/ketentuan yang diberikan.
1.3 TARGET/SASARAN
Target/Sasaran yang ingin dicapai dalam pengadaan pekerjaan konstruksi
adalah tercapainya kualitas, kuantitas dan spesifikasi teknis bangunan yang sesuai
dengan perencanaan, tercapainya pembangunan sesuai dengan waktu pelaksanaan
yang direncanakan serta sesuai dengan ketentuan pengadaan yang berlaku.
1.4 NAMA ORGANISASI PENGADAAN BARANG/JASA
Nama organisasi yang menyelenggarakan/melaksanakan pengadaan jasa konstruksi
adalah:
Organisasi Perangkat Daerah: Dinas Pekerjaan Umum Dan Penataan Ruang Kota
Bengkulu
Bidang / Seksi : Cipta Karya / Penataan Bangunan dan Lingkungan
Pengguna Anggaran : NOPRISMAN, ST.M.Si
1.5 SUMBER DANA DAN PERKIRAAN BIAYA
Sumber dana yang diperlukan untuk membiayai pengadaan jasa konstruksi
REHAB/PEMBANGUNAN GEDUNG KANTOR KEJAKSAAN NEGERI BENGKULUini
adalah APBD Kota Bengkulu tahun anggaran 2023 Pagu Anggaran Dengan Nilai
4.350.000.000,00( Empat Milyar Tiga Ratus Lima Puluh Juta Rupiah ) Dengan HPS
Rp.4.299.507.572,59(Empat Milyar Dua Ratus Sembilan Puluh Sembilan Juta Lima
Ratus Tujuh Ribu Lima Ratus Tujuh Puluh Dua Koma Lima Puluh Sembilan
1.6 RUANG LINGKUP, LOKASI PEKERJAAN DAN FASILITAS PENUNJANG
Ruang lingkup pekerjaan/batasan lingkup pengadaan jasa konstruksi
Pembangunan/Rehab Sarana dan prasarana Polresta Bengkulu TAHUN ANGGARAN
2023 ini adalah sebagai berikut :
A. PEKERJAAN PERSIAPAN
1. PEKERJAAN GEDUNG SERBAGUNA
2. PEKERJAAN GUDANG BARANG BUKTI
3. PEKERJAAN GEDUNG SEKSI BARANG BUKTI
4. PEKERJAAN POS JAGA
5. PEKERJAAN INTERIOR GEDUNG KAJARI
6. PEKERJAAN REHAB RUANG PEMERIKSAAN PIDSUS
7. PEKERJAAN LAIN - LAIN
1.7 JANGKA WAKTU PELAKSANAAN
Jangka waktu yang diperlukan untuk pelaksanaan/pengadaan jasa konstruksi
REHAB/PEMBANGUNAN GEDUNG KANTOR KEJAKSAAN NEGERI BENGKULU ini
sampai selesai 100% (Seratus Persen) dengan waktu pelaksanaan 120 ( Seratus
Empat Puluh) hari kalender.
1.8 KELUARAN/PRODUK YANG DIHASILKAN
a) Keluaran yang dihasilkan dari kegiatan ini adalah terwujudnya
REHAB/PEMBANGUNAN GEDUNG KANTOR KEJAKSAAN NEGERI BENGKULU
yang memenuhi kualitas, kuantitas dan spesifikasi yang sesuai gambar desain,
rencana kerja dan syarat dengan jangka waktu yang telah dipersyaratkan.
b) Tersusunnya administrasi proyek (laporan harian, laporan mingguan,
laporan bulanan, request,backup data, As Built Drawing serta dokumen pendukung
lainya) yang tertib dan harus dilaporkan secara berkala (Perminggu) kepada
Pengguna Anggaran dan PPTK.
BAB 1
SPESIFIKASI BAHAN BANGUNAN KONSTRUKSI
1. Umum
Pekerjaan sipil meliputi kosntruksi –konstruksi pengaman seperti Pondasi, kolom,
balok, sloof dan lantai beton serta dinding penahan tanah seperti retaining wall.
Persyaratan bahan dan pelaksanaannya harus sesuai dengan gambar-gambar rencana.
Secara umum spesifikasi bahan-bahan konstruksi dalam pekerjaan ini adalah sebagai
berikut:
Bahan Bangunan Penunjang
Pekerjaan sipil meliputi kontruksi-kontruksi pengaman seperti fondasi, kolom, balok,
sloof, dan lantai beton. Persyaratan bahan harus sesuai dengan standard SNI yang
berlaku serta gambar rencana. Secara umum bahan-bahan kontruksi dalam pekerajaan
ini adalah sebagai berikut.
A. Bahan Semen Beton & Semen Pasangan
Semen pada pengecoran Beton menggunakan Semen Padang.
Semen pada pasangan menggunakan Semen Padang.
TKDN 97,75%
B. Bahan Pasir Pasang & Pasir Urug
Pasir pada pengecoran harus menggunakan pasir gunung tidak mengandung garam,
tanah, atau batu bara atau material lain yang dapat merusak kualitas adukan.
Pasir Urug adalah pasir bercampur batu bukan mengandung tanah, garam, atau batu
bara.
TKDN 100 %
C. Bahan Krikil & Koral Beton
Krikil beton yang digunakan adalah krikil 2/3 atau 1/2 cm.
Koral beton yang digunakan harus dalam kondisi bersih.
TKDN 100 %
D. Bahan Tanah Urug
Tanah urugan adalah tanah setempat dari sisa hasil galian.
TKDN 100 %
E. Bahan Besi Beton
Besi beton yang dipakai adalah fabrikasi pabrik KSTY SNI yang berukuran Ø8 polos,
Ø10 polos, & Ø12 polos. D16 Ulir
TKDN 43,82%
F. Bahan Arsitekture Pelapis Dinding dan Muebler
Multiplek 9 mm, 12 mm, 15mm dan 18 mm dengan Merk Palem
Minimal TKDN 43,82%
Multiplek 3 mm,,4 MM dengan Merk albasia
Minimal TKDN 66,65%
High Pressure Laminate (HPL) dengan Merk TACO
TKDN 28,66%
G. Bahan Arsitekture Penutup Langit langit dan Partisi
Rangka Hollow Galvanis 40.20 Merek DIAMON
Minimal TKDN 61,59%
Bahan Plafon Gypsum Jayaboard
Minimal TKDN 30,34%
Bahan GRC Merek APLUS
TKDN 84,89%
H. Bahan Arsitekture Kusen Pintu dan Jendela
Rangka Alumunium Alexindo
TKDN 42,76 %
I. Bahan Arsitekture Penutup Dinding ACP
Rangka Hollow Galvanis 40.20 Merek Diamond
TKDN 61,59%
Bahan Alumunium Composite Panel (ACP) Seven
TKDN 40,44%
J. Bahan Arsitekture Penutup Lantai dan Dinding
Keramik 40x40 Roman Minimal TKDN 0%
Keramik 40x40 anti slip Roman Minimal TKDN 0%
Granit 60x60 Niro Minimal TKDN 70,40%
Granit 30x60 Niro Minimal TKDN 66,91%
K. Bahan Arsitekture Pengecatan Dinding
Dinding Exterior Jotun Minimal TKDN 56,33%
Dinding Interior Jotun Minimal TKDN 56,33%
Cat Kayu /Besi Merek Propan Minimal TKDN 54,04%
Pengencer Merek Cobra Merah Minimal TKDN 00,00%
Plamir Motar TKDN 62,34 %
L. Bahan Elektrikal dan Listrik
Lampu Downlight Philips Minimal TKDN 15,00%
Lampu Indirec LED 18 Watt + FittingPhilips Minimal TKDN 33,41%
Lampu Hias dindingPhilips Minimal TKDN 26,57%
Exhaust pan Panasonic TKDN 00,00%
Stop Kontak Panasonic TKDN 00,00%
M. Bahan Penutup Atap
Rangka Baja Ringan C75.75 Taso TKDN 64,67%
Reng Baja Ringan 45.45 Taso TKDN 67,34%
Atap Ounduline TKDN 23,39%
Listplank GRC Aplus TKDN 42,76%
N. Bahan Sanitasi
Pipa Instalasi Air Bersih yang digunakan dengan jenis PVC AW SNI Berukuran ½”
dan ¾” Merk Rucika TKDN 89,16%
Pipa Instalasi Air Kotor yang digunakan dengan jenis PVC D SNI Berukuran 4”
dan 2” Merk Rucika. TKDN 89,16 %
Closed Duduk Setara American standar TKDN 30,63 %
Closed Jongkok Merek American standar TKDN 70,68%
Kran Wastafel dan Selang merek Onda TKDN 42,64 %
Wastafel Merek TOTO TKDN 64,68 %.
O. PEKERJAAN KUNCI DAN KACA
Kunci Tanam Biasa Merek Dekson 78,08%
P. Penangkal Petir
Meliputi pengadaan dan pemasangan material di-site, type pulsa/ electrostatic lengkap kabel,
conduit GIP, terminasi, grounding system dan accessories
Head terminal flash vectron FV.6 elektrostatis system R =150 m
Pas. Kabel penghantar NYY 1x70 mm
Tiang penyangga tinngi 6 m' Diameter 2" lengkap dudukan, ankur & skor kabel sling
Pentahanan < 2 ohm
GIP galvanize casing 3/4 x 6 m
Box control instrumen 40x40 cm dari pasangan bata + penutup
Bare copper cable 50 mm
Conector cable
Insulator
Busbare plat conection 3x150x2
BAB II
Spesifikasi Peralatan Konstruksi dan Peralatan Bangunan
2.1. Peralatan Minimal
Memiliki kemampuan untuk menyediakan Fasilitas/Peralatan/Perlengkapan utama
minimal yang diperlukan untuk melaksanakan pekerjaan konstruksi ini, yaitu:
JUMLAH& KAPASITAS
NO NAMA PERALATAN SATUAN DAN UKURAN
1 Mobil Pick Up 1 Unit 1000cc-2000cc
2 CONCRETE MIXER 1 Unit 0.3M3 - 0.6M3
3 Mesin Alat Pemotong Besi 1 Unit 7 In
4 Scaffolding 2 Unit 1 Unit 10 Set
Diameter 185mm-
5 Mesin Serkel 1 Unit
Jarak 15-25mm -
6 GENSET 1 Unit Min 3000watt
‘
BAB III
SPESIFIKASI PROSES/KEGIATAN
1. Pekerjaan Persiapan
1. Langkah awal yang harus dilakukan Kontraktor adalah membuat time
schedule kurva S /jadwal pelaksanaan pekerjaan konstruksi.
2. Metodologi pekerjaan harus mengikuti time schedule yang telah direncanakan
3. Tenaga kerja yang didatangkan kontraktor harus bekerja sesuai hari pertama
dari jadwal yang telah direncanakan
4. Penyediaan alat dan bahan sudah tersedia pada saat tenaga kerja akan
memulai pekerjaan.
5. Kontraktor harus memastikan sumber air dan sumber listrik harus ada, yang
akan digunakan untuk pekerjaan proyek.
6. Kontraktor harus memastikan lokasi proyek bersih dari sampah dan tanaman
yang akan mengganggu jalannya proyek.
7. Papan nama proyek harus dipasang pada tempat yang bisa dilahat semua
kalangan.
2. Pekerjaan Konstruksi Bangunan
1. Metodologi Pengukuran, Pemasangan Bouwplank Dan Penentuan
Peil menjelasakan dari spesifikasi bahan yang digunakann hingga pelaksanaan.
2. Metodologi Pekerjaan Tanah seperti, Galian tanah, Pekerjaan urugan/penimbunan,
pemadatan dan peralatan
3. Pek. Pembuangan Tanah bekas Galian mengkuti instruksi Pengawas
4. Pekerjaan Struktur (Beton) bangunan harus mangacu pada Rencana Kerja
yang ada menggunkanan K 175, K225
5. Pada pekerjaan struktur harus memperhatikan segala macam pekerjaan
yang tertanam dalam struktur seperti pipa, dan lain sebagainya.
6. Pekerjaan Pondasi Plat pelaksanaan lingkup pekerjaan umum dan
spesifikasi bahan yang digunakan, adukan, variasi kedalaman pondasi.
7. Pekerjaan Konstruksi Kayu begisting Cetakan pelaksanaan lingkup
pekerjaan, referensi standar dan spesifikasi bahan, pelaksanaan konstruksi.
8. Pekerjaan batu bata meliputi lingkup pekerjaan, spesifikasi bahan yang digunakan ,
prposal adukan, pelaksanaan,
9. Pekerjaan Plesteran meliputi lingkup pekerjaan, pengendalian
pelaksanaan,spesifikasi bahan, campuaran, pelaksanaan.
10.Pekerjaan Penyelesaian Dinding meliputi (lingkup pekerjaan,Spesifikasi Bahan,
Pelaksanaan dan disertakan tempat/Lokasi pekerjaan
3. Pekerjaaan Akhir
1. Untuk pekerjaan Arsitektur (Finising) menjelaskan sesuai tahapan pekerjaan
yang mencapai 100 % dengan hasil maksimal
2. Pekerjaan Arsitektur Metodologi mengakomodir peraturan-peraturan
perundangan Struktur Gedung seperti Standar Nasional Indonesia (SNI).
3. Pekerjaan Pembersihan Akhir meliputi pembersihan selama
pelaksanaan, pembersihan akhir seluruh limbah proyek.
4. RENCANA KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (RK3) Identifikasi bahaya, Penilaian risiko, Pengendalian dan Peluang.
PENILAIAN RESIKO KECIL
DESKRIPSI RISIKO PENILAIAN TINGKAT RESIKO PENILAIAN SISA RISIKO
PERSYARAT
NIL NILA
Jenis AN
IDENTIFIKAS AI PENGENDA I TINGK
Bahaya PEMENUHA PENGENDALIAN KEMUN Kepar TINGKAT KETERAN
NO URAIAN I BAHAYA RESI LIAN KEMUNGKI KEPARA RISI AT
(Tipe N AWAL GKINAN ahan RESIKO GAN
PEKERJAAN (Skenario KO LANJUTAN NAN (F) HAN (A) KO RESIK
Kecelakaan PERATURA (F) (A) (TR)
Bahaya) (F X (F X O (TR)
) N
A) A)
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16
A. PEKERJAAN PERSIAPAN
Tergores
Terluka,
Pek. Papan Benda Tajam,
Nama Kegiatan, Alat tukang
Tergangu
Pek. Direksi pernafasan
A.1 Terhirup debu
Keet Dana dan
dan Iritasi
Gudang Bahan Penglihatan
mata akibat
Kerja debu
Memar
Terpeleset
Pek. Air Kerja
Terkena Alat
Terpeleset
Dan Penerangan Kerja
B.1
di Lokasi
Memar
Pekerjaan Terluka
Pek.
Administrasi
C.1
dan
Dokumentasi
Terkena benda
tajam / alat
Pek. Bowplank Terluka
D.1 tukang
dan Pengukuran
Memar
Terpeleset
Pembuatan JMF
E.1 Beton ( Mutu K - -
225 dan K 175 )
Pembongkran 1
m3 Beton Terkena benda
Terluka
tajam / alat
Bertulang,
F.1 tukang
Pembongkran 1
m3 Dinding Memar
Terpeleset
Tembok Bata
1 PEKERJAAN GEDUNG SERBAGUNA
PEKERJAAN
TANAH DAN
1.1
PASIR
Memar,
Terjatuh
Pek. Galian
Memar,
Tanah Pondasi Tertimbun
Pile cap, Pek. tanah,
Terluka,
Galian Tanah
Pondasi Batu Tertimpa alat
1.1.1 Tergangggu
Kali, Pek. Urugan kerja,
nya
Tanah Kembali,
Penglihatan,
Pek. Urugan Mata terkena
Tanah debu,
Terganggun
didatangkan
ya
Terhirup Debu
Pernafasan
Pek. Urugan
Pasir Bawah
Pondasi Pile Cap Luka
Terkena
t= 5 cm, Pek.
Urugan Pasir
peralatan kerja
Bawah Pondasi Memar,
yg tajam
Pondasi Batu keseleo
Kali t. 5cm)
Terpeleset
1.1.2
Terganggu
Iritasi mata
penglihatan
Terhirup debu
Terganggun
pasir
a
Pernapasan
PEKERJAAN
1.2
BETON
Pek. Beton
Terhirup debu
Lantai Kerja t=
semen Gangguan
10 cm K.100
Bawah Pondasi pernafasan
Iritasi mata
pile cap K. 100,
1.2.1 Pek. Beton
Gangguan
Kolom Praktis
Terjatuh dari
10/10 cm K. penglihatan
ketinggian
175, Pek. Beton
Balok Lateral
Terkena benda Memar,
10/15 cm, K. 175
tajam / Keseleo
peralatan Kerja
Terluka
Pek. Beton Pile
Cap Pondasi Gangguan
1.2. 150/150 cm, t = Terhirup debu pernafasan
2
35 cm K. 225, semen
Pek. Beton Sloof
25/40 cm K.
225, Pek. Beton Gangguan
Sloof 15/25 cm penglihatan
K. 225, Pek. Iritasi mata
Beton Kolom
40/40 cm K.
Memar,
225, Pek. Beton
Keseleo
Balok 25/45 cm
Terjatuh dari
K. 225, Pek.
ketinggian
Beton Balok
25/35 cm K. Terluka
225, Pek. Beton Terkena benda
Balok 20/30 tajam / peralatan
cm K. 225, Pek. Kerja
Beton Plat
Lantai K.
225,Pek. Beton
Tangga K. 225
PEKERJAAN Gangguan
1.3 Terhirup debu
pernafasan
PEMBESIAN)
Besi
Gangguan
Iritasi mata
penglihatan
terkena debu Besi
Terluka
Terkena benda
peralatan Kerja
Terluka
Tertusuk Besi
1.4
PEKERJAAN
BEGISTING
Pek.
Begisting Ganggua
Terhirup
n
1.4. Pile cap,
debu/Serbuk
1 pernafas
Pek.
Kayu
an
Begisting
Sloof 20/40
Ganggua
cm, Pek.
Iritasi mata n
Begisting
terkena pengliha
Sloof 15/25 debu/Serbuk tan
cm
Terluka
Terkena benda
peralatan Kerja
Memar
Tertimpa matrial
kayuu
Terhirup Gangguan
Pek. Begisting
1.4. pernafasan
Kolom 40/40 debu/Serbuk
2
cm, Pek. Kayu
Begisting Kolom Gangguan
Praktis 10/10 penglihatan
Iritasi mata
cm, Pek.
terkena
Begisting balok
debu/Serbuk
25/45 cm, Pek. Terluka
Begisting balok
25/35 cm, Pek. Terkena benda
Begisting balok peralatan Kerja
Memar
20/30 cm, Pek.
Begisting Balok
Tertimpa
Lateral 10/15
matrial kayu
cm, Pek.
Begisting Plat
Tangga
Terhirup
Pek. Begisting debu/Serbuk Ganggua
1.4.
3 Plat Lantai Kayu n
pernafas
an
Ganggua
Iritasi mata
n
terkena
debu/Serbuk pengliha
tan
Terluka
Terkena benda
peralatan Kerja
Memar
Tertimpa matrial
kayu‘
1.5 Pek. Beton
Kolom Praktis
10/10 cm K. Terhirup debu
175, Pek. semen
Beton Balok
Iritasi mata Gangguan
Lateral 10/15
pernafasan
cm, K. 175
Terjatuh dari
Gangguan
ketinggian
penglihatan
Terkena benda
tajam / Memar,
peralatan Kerja
Keseleo
Terluka
1.6 PEKERJAAN
PEMBESIAN
Gangguan
Terhirup debu
pernafasan
Besi
Gangguan
Iritasi mata
penglihatan
terkena debu Besi
Terluka
Terkena benda
peralatan Kerja
Terluka
Tertusuk Besi
1.7 PEKERJAAN
BEGISTING
1.7.1 Pek. Begisting
Kolom 40/40
cm, Pek. Terhirup Gangguan
Begisting debu/Serbuk pernafasan
Kolom 20/20 Kayu
Gangguan
cm, Pek.
penglihatan
Begisting Iritasi mata
Kolom Praktis terkena
10/10 cm, Pek. debu/Serbuk
Terluka
Begisting
balok 20/30
Terkena benda
cm, Pek.
peralatan Kerja
Memar
Begisting
Balok Lateral
Tertimpa
10/15 cm
matrial kayu
1.8 Pek. Begisting
Plat Talang
Terhirup
debu/Serbuk Ganggua
Kayu n
pernafas
an
Ganggua
Iritasi mata
n
terkena
debu/Serbuk pengliha
tan
Terluka
Terkena benda
peralatan Kerja
Memar
Tertimpa matrial
kayu‘
1.9 PEKERJAAN
PASANGAN
1.9.1 Pekerjaan
Terpeleset Keseleo
Pondasi
Pasangan Batu
Kosong ( Tertimpa Memar
astamping ) batu
dibagian kaki
1.9.2 Pekerjaan
Tertimpa Luka
Pondasi
Batu, ringan
Pasangan
Batu,
Pekerjaan
Terkena alat Luka
Pondasi
kerja, Ringan.
Pasangan Batu
( Penahan
Tanah ) Terkena Ganguan
adukan Penglihata
Semen n
1.9.3 Pek. Pas.
Dinding 1/2
Terjatuh dari Memar
Batu Bata 1: 4
Ketinggian
Terluka
Tertimpa
bata Gangguan
Penglihata
Iritasi Mata n
Terhirup Gangguan
debu bata/ pernapasa
semen n
1.9.4 Pek. Plesteran
Terkena Terluka
Dinding 1 : 4
benda tajam
/ peralatan
kerja
Terhirup Terganggu
debu pernafasan
Terganggu
Iritasi mata penglihata
n
Jatuh dari
ketinggian Memar
1.9.5 Pek. Acian
dinding dan
Terhirup debu Terganggu
kolom
pernafasan
Iritasi mata
Terganggu
penglihatan
Jatuh dari
ketinggian Memar
(Patah
Tulang)
1.9.6 Pek. Pas.
Lantai Granit
60 x 60 cm (
Polishd ), Pek.
Pas. Granit 60
• Terhisap debu
x 60 cm (
semen
Unpilshd ) ),
Pek. Pas. Gangguan
• Terkena benda
Dinding Granit pernafasan
tajam /
30 x 60 cm (
peralatan tukang
Polishd ) Pek.
Terluka
Pas. Step
Nossing 10 x
60 cm (
Tangga )
1.10 PEKERJAAN
BESI, KAYU,
KACA DAN
ALUMUNIUM
1.10.1 Pek. Kusen
Tertimpa Luka
Pintu dan
alat kerja, ringan,
Jendela Profil
Alumunium 4
", Pek. Pintu Terkena Luka
Panil Kaca
benda tajam , ringan
Bening 5 mm
Rangka Dan
Alumunium, Serpihan
Pek. Jendela
Potongan,
Hidup Kaca
Bening 5 mm Iritasi
Rangka terkena mata Mata,
Casement, Pek.
Jendela Mati
Suara Bising Ganguan
Kaca Bening 5
Dari Proses Pedengara
Pemotongan n
Alumunium
1.10.2 Pek. Dinding Luka
Terjatuh,
Backdroup ringan,
Tertimpa luka
alat kerja,, RIngan,
Mata terkena
Gangguan
debu, Penglihat
an,
Terhirup
Ganguan
Lem Saat Pernapas
Menempel an n
HPL
1.10.3 Pekerjaan
Terkena alat
Ornamen
kerja, Terluka
Cutting Laser
(ACP),
Pekerjaan Tertimpa Terluka
Pasang
material
Alumunium
Composi Panel
(ACP) Terjatuh dari Memar
Ketinggian
1.10.4 Pek. Relling
Terhirup Gangguan
Tangga
debu semen pernapasa
Stenliess, Pas.
Rolling Door ( n
Kantin )
1.10.5 Pek. Pagar
Besi Besi
Terhirup
Cutting Plat T.
2mm + Rangka debu Cat Gangguan
Holow 4/6 pernapasa
finising cat
n
Besi
1.11 PEKERJAAN
PLAFON
1.11.1 Pekerjaan
Terkena alat Terluka
Rangka Plafon
kerja,
Hollow
Tertimpa Terluka
material /
besi hollo Memar
Terjatuh dari (patah
Ketinggian tulang,
terjatuh
dari
ketinggian
1.11.2 Pekerjaan Terkena alat
Terluka
Plafon kerja,
terluka
Gypsum,
Pekerjaan List Tertimpa Memar
Plafon material
(patah
pecahan
tulang,
Gypsum
Terjatuh dari terjatuh
Ketinggian
dari
ketinggian
)
1.12 PEKERJAAN
PENGECATAN
1.12.1 Pek. Cat Terjatuh dari
tembok Ketinggian Memar
Exterior, Pek.
Cat tembok
Interior
1.12.2 Pek. Cat Plafon
Terjatuh dari
Ketinggian Memar
1.13.1 PEKERJAAN
ELEKTRIKAL
1.13.1 Pas. Lampu
Terkena alat Terluka,
Downlight 18
kerja,
watt
terganggu
Mata terkena na
debu Penglihata
n
1.13.2 Lampu Indirec
Terkena alat Terluka,
LED 18 Watt +
kerja,
Fitting
terganggu
Mata na
terkena debu Penglihata
n
1.13.3 Pas. Stop
Terkena Alat Terluka
Kontak, Pas.
Kerja
Saklar Ganda,
Pas. Saklar
Tunggal, Pas. Terhirup Terganggu
Penagkal Petir,
debu Pernapasa
Pas. Instalasi
Titik Api n
Iritasi pada
mata akibat Terganggu
debu Penglihata
pengelasan n
Tertimpa
bahan Cidera
material Memar
1.14 PEKERJAAN
SANITASI DAN
SANITAIR
1.14.1 Pek. Pas.
Terhirup Gangguan
Closet Duduk,
debu semen pernapasa
Pek. Pas.
Closet n
Jongkok, Pek.
Pas. floordrain
stainless steel,
Pek. Shower,
Pek. Pas. Kran
Air, Pas.
Wastafel
1.14.2 Pek. Instalasi
Terhirup Gangguan
air bersih Piva
Lem pernapasa
1/2 ", Pek.
Instalasi air n
Kotor Piva 2 ",
Pek. Instalasi
air Hujan (
Piva dia 3 " ),
1.14.3 Pek. Septic Terhirup
Gangguan
tank Debu
pernapasa
Tanah/Seme
n n
Mata
Gangguan
Terkena
Debu Penglihata
Tanah/Seme n
n
Terluka
Terkena alat
kerja
1.15 PEKERJAAN
Terkena Alat Terluka
KUNCI
Kerja
PENGGANTUN
G
1.16 PEKERJAAN
ATAP
1.16.1 Pek. Kuda-
Terkena Terluka
Kuda Baja
benda tajam
Ringan
Zincalume / peralatan
C.75.75 mm + Kerja
R.40.45 mm,
1.16.2 Pas. Atap
Terkena
Bitumen
benda tajam
Selulosa Terluka
Onduvilla (106 / peralatan
x 40) cm, Pas. Kerja
Nok Atas
Bitumen,
Pasang. Talang
Air
2
PEKERJAAN
GUDANG
BARANG
BUKTI
2.1 PEKERJAAN
PASANGAN
DAN BETON
2.1.1 Pek. Beton
Lantai K. 225
Gangguan
Terhirup debu
pernafasan
semen
Gangguan
penglihatan
Iritasi mata
Memar,
Keseleo
Terjatuh dari
ketinggian
Terluka
Terkena benda
tajam / peralatan
Kerja
2.1.2 Pek. Pasangan
Terhisap
Keramik 40 x
debu semen Gangguan
40 cm Anti
Slip, Pek. Terkena pernafasan
Pasangan benda tajam
Keramik 40 x
/ peralatan Terluka
40 cm
tukang
2.1.3 Pek. Cor Rabat
Terhirup Gangguan
Depan K. 225
debu pernafasan
Iritasi mata
Terkena Gangguan
benda tajam penglihata
/ peralatan n
Kerja
Terluka
2.1.4 Pek. Cat Terjatuh dari
tembok Ketinggian Memar
Interior
2.2 Pek.
Pembesian
Plat Lanta Gangguan
Terhirup debu
pernafasan
Besi
Gangguan
Iritasi mata
penglihatan
terkena debu Besi
Terluka
Terkena benda
peralatan Kerja
Terluka
Tertusuk Besi
2.3 PEKERJAAN
BESI
ALUMUNIUM
DAN KACA
2.3.1 Pek. Terali
Terkena Alat
Jalusi Atas (
Kerja Terluka,
Besi Dia 10 ),
Perbaikan
Pintu Gudang
Plat Besi, Pas.
Grill Besi
3.1 PEKERJAAN
TANAH DAN
PASIR
3.1.1. Pekerjaan Memar,
Terjatuh
Galian Tanah
Memar,
Pondasi, Tertimbun
Pekerjaan tanah,
Terluka,
Urugan Tanah
Kembali, Tertimpa alat
Tergangggu
kerja,
Pekerjaan
nya
Urugan Pasir Penglihatan,
Mata terkena
Bawah
debu,
Pondasi dan Terganggun
Lantai ya
Terhirup Debu
Pernafasan
3.2 PEKERJAAN
PASANGAN
DAN BETON
3.2.1 Pekerjaan
Terpeleset Keseleo
Pasangan Batu
Kosong (
astamping Tertimpa Memar
batu
dibagian kaki
3.2.2 Pekerjaan
Pasangan Batu Luka
Terkena
Kali
peralatan kerja
Memar,
yg tajam
keseleo
Terpeleset
Terganggu
Iritasi mata
penglihatan
Terhirup debu
Terganggun
pasir
a
Pernapasan
3.2.3 Pek. Pas.
Dinding 1/2
Terjatuh dari Memar
Batu Bata 1: 4
Ketinggian
Terluka
Tertimpa
bata Gangguan
Penglihata
Iritasi Mata n
Terhirup Gangguan
debu bata/ pernapasa
semen n
3.2.4 Pek. Plesteran
Terkena Terluka
Dinding 1 : 4
benda tajam
/ peralatan
kerja
Terhirup Terganggu
debu pernafasan
Terganggu
Iritasi mata penglihata
n
Jatuh dari
ketinggian Memar
3.2.5 Pek. Pasangan
Terhisap
Keramik 40 x
debu semen Gangguan
40 cm
Terkena pernafasan
benda tajam
/ peralatan Terluka
tukang
3.2.6 Pas. Batu
Terhisap Gangguan
Andesit)
debu semen pernafasan
Terkena Terluka
benda tajam
/ peralatan
tukang
3.2.7 Pek. Beton
Tumbuk
Bawah Lantai
1 : 3 : 5, Pek.
Terhirup debu
Beton Tumbuk
semen Gangguan
Bawah Lantai
pernafasan
1 : 3 : 5, Pek.
Iritasi mata
Sloof 15/25,
Pek Kolom Gangguan
20/20, Pek. Terjatuh dari
penglihatan
Balok 15/25 ketinggian
Terkena benda Memar,
tajam / Keseleo
peralatan Kerja
Terluka
3.2.8 Pek. Besi
Tumbuk
Bawah Lantai
Gangguan
1 : 3 : 5, Pek. Terhirup debu pernafasan
Besi Tumbuk semen
Bawah Lantai
1 : 3 : 5, Pek. Gangguan
Sloof 15/25, penglihatan
Iritasi mata
Pek Kolom
20/20, Pek.
Besi Balok Memar,
15/25 Keseleo
Terjatuh dari
ketinggian
Terluka
Terkena benda
tajam / peralatan
Kerja
3.2.9 Pek. Begesting
Tumbuk Ganggua
Bawah Lantai Terhirup
n
1 : 3 : 5, Pek. debu/Serbuk
pernafas
Begesting Besi Kayu
Tumbuk an
Bawah Lantai
1 : 3 : 5,
Ganggua
Pek.Begisting Iritasi mata
n
Sloof 15/25, terkena
pengliha
Pek Kolom debu/Serbuk
tan
20/20, Pek.
Besi Balok
15/25
Terluka
Terkena benda
peralatan Kerja
Memar
Tertimpa matrial
kayuu
3.3 PEKERJAAN
BESI
ALUMUNIUM
DAN KACA
3.3.1 Pek. Kusen
Tertimpa Luka
Pintu dan
alat kerja, ringan,
Jendela Profil
Alumunium 4
,Pek. Pintu
Terkena Luka
Panil Kaca
benda tajam , ringan
Bening 5 mm
Rangka Dan
Alumunium, Serpihan
Pek. Jendela
Potongan,
Hidup Kaca
Bening 5 mm Iritasi
Rangka terkena mata Mata,
Casement
Suara Bising Ganguan
Dari Proses Pedengara
Pemotongan n
Alumunium
3.3.2 Pekerjaan
Terkena alat
Pasang
kerja, Terluka
Alumunium
Composi Panel
(ACP) Tertimpa Terluka
material
Terjatuh dari Memar
Ketinggian
3.3.3 Pekerjaan
Terkena alat Terluka
Rangka Plafon
kerja,
Hollow
metode Tertimpa Terluka
pelaksanaan material /
sama
besi hollo Memar
Terjatuh dari (patah
Ketinggian tulang,
terjatuh
dari
ketinggian
3.3.4 Pekerjaan Terkena alat
Terluka
Plafon kerja,
terluka
Gypsum,
Pekerjaan List Tertimpa Memar
Plafon material
(patah
pecahan
tulang,
Gypsum
Terjatuh dari terjatuh
Ketinggian
dari
ketinggian
)
3.4 PEKERJAAN
Terkena Alat Terluka
KUNCI
Kerja
PENGGANTUN
G
3.5 PEKERJAAN
ATAP
3..5.1 Pek. Kuda-
Terjatuh dari Memar
Kuda Baja
Ketinggian (patah
Ringan
Zincalume tulang,
C.75.75 mm + terjatuh
R.40.45 mm
dari
ketinggian
)
Pas. Atap Seng
Terkena alat
3.5.2
Gelombang Terluka,
kerja,
Warna, Pas.
Bubungan Ganguan
Atap, Pasang. Mata terkena Pernapas
Talang Air an
debu.
PEKERJAAN
Terjatuh , Luka
3.6
ELEKTRIKAL
Tertimpa ringan,
alat kerja, Luka parah
Terkena
benda tajam
3.7 PEKERJAAN Terjatuh dari
PENGECATAN Ketinggian Memar
4 PEKERJAAN
POS JAGA
4.1 PEKERJAAN Memar,
Terjatuh
TANAH DAN
Memar,
PASIR Tertimbun
tanah,
Terluka,
Tertimpa alat
Tergangggu
kerja,
nya
Penglihatan,
Mata terkena
debu,
Terganggun
ya
Terhirup Debu
Pernafasan
PEKERJAAN
4.2
PASANGAN
DAN BETON
4.2.1 Pekerjaan
Terpeleset Keseleo
Pasangan Batu
Kosong (
astamping Tertimpa Memar
batu
dibagian kaki
4.2.2 Pekerjaan Terkena
Pasangan Batu Luka
peralatan kerja
Kali
yg tajam
Memar,
Terpeleset keseleo
Iritasi mata
Terganggu
penglihatan
Terhirup debu
pasir
Terganggun
a
Pernapasan
Pek. Pas.
4.2.3
Dinding 1/2
Terjatuh dari Memar
Batu Bata 1: 4
Ketinggian
Terluka
Tertimpa
bata Gangguan
Penglihata
Iritasi Mata n
Terhirup Gangguan
debu bata/ pernapasa
semen n
4.2.4 Pek. Plesteran KECIL
Terkena Terluka
Dinding 1 : 4
benda tajam
/ peralatan
kerja
Terhirup Terganggu
debu pernafasan
Terganggu
Iritasi mata penglihata
n
Jatuh dari
ketinggian Memar
Pek. Pasangan
Terhisap
4.2.5
Lantai
debu semen Gangguan
Keramik 40 x
40 cm , Pek. Terkena pernafasan
Pasangan
benda tajam
Lantai
Keramik 40 x / peralatan Terluka
40 cm ( Anti
tukang
Slip ) Pek.
Pasangan
Keramik
Dinding 40 x
40 cm
4.2.6 Pek. Beton
Tumbuk
Bawah Lantai
1 : 3 : 5 K. 100,
Terhirup debu
Pek. Rabat
semen Gangguan
Bangunan
pernafasan
Beton Tumbuk
Iritasi mata
1 : 3 : 5 K. 100,
Pek. Sloof Gangguan
15/25, Pek Terjatuh dari
penglihatan
Kolom 20/20, ketinggian
Pek. Balok
Terkena benda Memar,
15/25, Pek.
tajam / Keseleo
Daag Beton
peralatan Kerja
Terluka
PEKERJAAN
Tertimpa Luka
4.3
BESI
alat kerja, ringan,
ALUMUNIUM
DAN KACA
Terkena Luka
benda tajam , ringan
Dan
Serpihan
Potongan,
Iritasi
terkena mata Mata,
Suara Bising Ganguan
Dari Proses Pedengara
Pemotongan n
Alumunium
4.4 PEKERJAAN
Terkena alat Terluka,
ELEKTRIKAL
kerja,
terganggu
Mata terkena na
debu Penglihata
n
4.5 PEKERJAAN
Terhirup Gangguan
SANITASI DAN
debu semen pernapasa
SANITAIR
n
4.6 PEKERJAAN
Terkena Alat Terluka
KUNCI
Kerja
PENGGANTUN
G
PEKERJAAN Terjatuh dari
4.7
PENGECATAN Ketinggian Memar
5 PEKERJAAN
INTERIOR
GEDUNG
KAJARI
5.1 PEKERJAAN
INTERIOR
5..1.1 Pek.
Terjatuh,
Backdroup
Tertimpa Luka
Lemari + Rak (
Bahan HPL ), alat kerja, ringan
Pek. Mata terkena
Backdroup
debu luka
dinding T = 5
Cm, Pek. Terhirup RIngan,
Backdroup Lem Saat Gangguan
dinding +
Menempel Penglihata
Cutting,
HPL n
Pembuatan
Meja Backdrup
Kepala.
Ganguan
Pernapasa
n
5.1.2 Pek. Pintu 1
Terjatuh, Luka
Multiflek Lap.
ringan
HPL, Pek.
Pintu 2 Tertimpa
Multiflek Lap. alat kerja,, luka
HPL
RIngan,
Mata terkena
debu Gangguan
Penglihata
,Terhirup
Lem Saat Ganguan
Menempel Pernapasa
HPL n
5.1.3 Pekerjaan
Terhisap Gangguan
Vinyl Lantai
debu semen pernafasan
Terkena
benda tajam Terluka
/ peralatan
tukang
5.1.4 Pekerjaan
Terkena alat Terluka
Rangka Plafon
kerja,
Hollow
Tertimpa Terluka
material /
besi hollo Memar
Terjatuh dari (patah
Ketinggian tulang,
terjatuh
dari
ketinggian
5.1.5 Pekerjaan Terkena alat
Terluka
Plafon kerja,
terluka
Gypsum, Pas.
List Profil Tertimpa Memar
Gypsum material
(patah
pecahan
tulang,
Gypsum
Terjatuh dari terjatuh
Ketinggian
dari
ketinggian
)
5.1.6 Pas. Lampu
Terkena alat Terluka,
Hias dinding,
kerja,
Pas. Lampu
Downlight 18 terganggu
watt, Pas.
Mata terkena na
Indirec LED,
debu Penglihata
Pas. Saklar
Ganda, Pas. n
Instalasi Titik
Api
5.1.7 Tulisan " Terlula,
Terkena Alat
KEJAKSAAN
Kerj
NEGERI Iritasai
BENGKULU " ( .Terhirup Kulit Dan
Ganguan
T=20 cm) Lem Saat
Pernapasa
Menempel n
Huruf Acrilik
Iritasai
Kulit
Mata terkena
debu.
Terhirup Dan
Ganguan
Lem Saat
Pernapasa
Menempel n
HPL
5.1.8 Pek. Cat Plafon
Terjatuh dari
Ketinggian Memar
6 PEKERJAAN
LAIN - LAIN
6.1 Pek. Rehab
Dinding
Bangunan
Induk
6.1.1 Pek. Plesteran
Terkena Terluka
Ulang Dinding
benda tajam
1 : 4
/ peralatan
kerja
Terhirup Terganggu
debu pernafasan
Terganggu
Iritasi mata penglihata
n
Jatuh dari
ketinggian Memar
6.1.2 Pek. Terjatuh dari
Pengecatan Ketinggian Memar
Exterior
6.2 Pek. Halaman
6.2.1 Pek. Pas.
Dinding 1/2
Terjatuh dari Memar
Batu Bata 1: 4
Ketinggian
Terluka
Tertimpa
bata Gangguan
Penglihata
Iritasi Mata n
Terhirup Gangguan
debu bata/ pernapasa
semen n
6.2.2 Pek. Plesteran
Terkena Terluka
Dinding 1 : 4
benda tajam
/ peralatan
kerja
Terhirup Terganggu
debu pernafasan
Terganggu
Iritasi mata penglihata
n
Jatuh dari
ketinggian Memar
6.2.3 Pek. Pas. Batu
Terhisap Gangguan
Andesit
debu semen pernafasan
Terkena Terluka
benda tajam
/ peralatan
tukang
6.2.4 Pemb. Merk I Terlula,
Terkena Alat
Love Kejari +
Kerj
Logo Iritasai
.Terhirup Kulit Dan
Ganguan
Lem Saat
Pernapasa
Menempel n
Huruf Acrilik
Iritasai
Kulit
Mata terkena
debu.
Dan
Terhirup
Ganguan
Pernapasa
Lem Saat
n
Menempel
HPL
6.2.5 Pek.
Pengecoran
Lahan Parkir
Motor
Terhirup debu
semen Gangguan
pernafasan
Iritasi mata
Gangguan
Terjatuh dari
penglihatan
ketinggian
Terkena benda Memar,
tajam / Keseleo
peralatan Kerja
Terluka
6.3 Pek. Rehab WC
Aula
6.3.1 Pek. Pas.
Granit 60 x 60
cm ( Unpilshd
) ), Pek. Pas. • Terhisap debu
Dinding Granit semen
30 x 60 cm (
• Terkena benda
Polishd )
tajam /
Gangguan
peralatan tukang
pernafasan
Terluka
6.3.2 Pek. Pas.
Terhirup Gangguan
Closet Duduk
debu semen pernapasa
n
6.4
Pas. Kawat •
Terkena Alat
Duri + besi
Kerja
Siku Pagar Terluka
Belakang
6.5 Pas. Dinding
Terkena Alat
Spandek + TerlukaPer
Kerja
Rangka Baja napasan
Ringan
6.6 Pas. Dinding
Terkena Alat
Policarbonat + Terlukan
Kerja
Rangka Baja
Ringan
6.7
Pek. Ruang
Pelayan
Hukum
6.7.1 Pek. Kusen
Tertimpa Luka
Pintu dan
alat kerja, ringan,
Jendela Profil
Alumunium 4
", Pek. Pintu Terkena Luka
Panil Kaca
benda tajam , ringan
Bening 5 mm
Rangka Dan
Alumunium, Serpihan
Pek. Jendela
Potongan,
Hidup Kaca
Bening 5 mm Iritasi
Rangka terkena mata Mata,
Casement, Pek.
Jendela Mati
Suara Bising Ganguan
Kaca Bening 5
mm Dari Proses Pedengara
Pemotongan n
Alumunium
6.7.2 Terkena alat
Terluka
Pekerjaan kerja,
terluka
Rangka Plafon
Hollow Tertimpa Memar
material
(patah
pecahan
tulang,
Gypsum
Terjatuh dari terjatuh
Ketinggian
dari
ketinggian
)
6.7.3 Pekerjaan Terkena alat
Terluka
Plafon Gypsum kerja,
terluka
Tertimpa Memar
material (patah
pecahan
tulang,
Gypsum
Terjatuh dari terjatuh
Ketinggian
dari
ketinggian
)
6.7.4 Pas. Kunci
Terkena Alat Terluka
Double
Kerja
Cylinder +
Handel
"Kualiatas
Baik", Pas.
Engsel Pintu
Tanam
"Kualitas
Baik", Pas.
Engsel
Casement 16
"Kualitas
Baik", Pas.
Gerendel
Tanam Pintu
Alumunium
"Kualiatas
Baik", Pas.
Gerendel
Jendela
Casement
setara
"Kualiatas
Baik"
6.7.5 Pek.
Terhirup Cat Terganggu
Pengecatan
Mata Kena nya
Besi Parkiran
mobil Cat Pernafasan
Terganggu
nya
Penglihata
n
6.7.6
Pek.
• Terkena alat
Pemberisan kerja Terluka
Akhir
BAB IV
SPESIFIKASI METODE KONSTRUKSI/METODE PELAKSANAAN/METODE KERJA
UMUM PEKERJAAN UTAMA
A. PERSIAPAN
1. PEKERJAAN GEDUNG SERBAGUNA
2. PEKERJAAN GUDANG BARANG BUKTI
3. PEKERJAAN GEDUNG SEKSI BARANG BUKTI
4. PEKERJAAN POS JAGA
5. PEKERJAAN INTERIOR GEDUNG KAJARI
6. PEKERJAAN REHAB RUANG PEMERIKSAAN PIDSUS
7. PEKERJAAN LAIN - LAIN
1. Kontraktor harus membuat time schedule kurva S /jadwal pelaksanaan
pekerjaan konstruksi.
2. Kontraktor harus membuat metodologi kerja sesuai dengan item pekerjan yang
tertera di BOQ.
3. Metodologi harus sesuai dengan surva S, baik waktu pelaksanaan atau
bobot pekerjaan.
4. Metodologi harus mengakomodir item pekerjaan administasi dan dokumentasi
5. Metodologi harus mengakomodir pekerjaan persiapan sarana dan prasarana
untuk membangun fasilitas proyek seperti direksi keet, gudang dan barak kerja.
6. Dalam pekerjaan struktur metodologi mengakomodir peraturan-peraturan
perundangan Struktur Gedung seperti Standar Nasional Indonesia (SNI).
7. Kontraktor harus melaksanakan pekerjaan dengan sesuai Rencana Spesipikasi
Teknis yang ada.
1. Pemeriksaan dan Persyaratan Bangunan.
A. Bahan Bangunan
Semua bahan-bahan yang akan dipergunakan harus mendapat persetujuan lebih
dulu dari Pengawas/Pemberi Tugas dengan memperlihatkan contoh dari masing-
masing bahan.
2. Bahan-Bahan Yang Tidak Memenuhi Syarat.
A. Bahan-bahan yang dinyatakan tidak memenuhi syarat oleh
Pengawas/Tim pengelola pembangunan dan tidak disangkal oleh Pemborong,
harus dikeluarkan/diangkut dari lokasi tempat pekerjaan dalam kurun waktu
paling lambat 2 x 24 jam yang dilaksanakan oleh Pemborong.
B. Jika Pemborong melalaikan atau mengabaikan waktu tersebut diatas, maka
bahan- bahan tersebut akan dikeluarkan oleh Pengawas/tim pengelola
pembangunan atas biaya Pemborong.
C. Pemberi Tugas tidak menyediakan bahan atau peralatan apapun dalam
rangka pelaksanaan pekerjaan.
A. PEKERJAAN PERSIAPAN
A.1 Pek. Papan Nama Kegiatan, Pek. Direksi Keet Dana Gudang Bahan Kerja
a. Syarat dan metode pelaksanaan
1. Kontraktor wajib membuat dan memasang papan nama proyek dibagian depan halaman
proyek sehingga mudah dilihat umum.Ukuran dan redaksi papan nama tersebut 90 x 150
cm dipasang dengan tiang setinggi 200 cm. Kontraktor tidak diijinkan menempatkan atau
memasang reklame dalam bentuk apapun di halaman dan disekitar proyek tanpa ijin dari
Pemberi Tugas.
2. Kontraktor harus membangun kantor sementara dan perlengkapanya, barak kerja, gudang
dan halaman kerja (work yard) di lokasi proyek,yang diperlukan untuk pelaksanaan
pekerjaan. Kontraktor harus juga menyediakan untuk pekerja/ buruhnya fasilitas sementara
(tempat mandi) yang memadai untuk mandi dan buang air.
4. Kontarktor harus menyediakan daya listrik atas tanggungan / biaya sendiri sementara yang
dibutuhkan untuk peralatan dan penerangan serta keperluan lainya dalam melaksanakan
pekerjaan ini. Pemasangan system listrik sementara ini harus memenuhi persyaratan yang
berlaku.Kontraktor harus mengatur dan menjaga agar jaringan dan peralatan listrik tidak
membahayakan para pekerja di lapangan.
5. Kontraktor harus menyediakan/ memasang pengaman secukupnya disekeliling konstruksi
bangunan untuk mencegah jatuhnya bahan-bahan bangunan dari atas yang membahayakan
baik pekerja maupun aktivitas lain disekitar bangunan.
b). Bahan yang digunakan
Kayu Ukuran 4/6, 5/7
Papan 2/20
Triplek 4 mm
Plywood 6 mm
Kayu Dolken
Seng gelombang
Kayu Pancang
Paku
Tanah Timbunan
Rambu-rambu
Papan Informasi
Semen
Pasir, Koral, sirtu
Air
c). Peralatan yang digunakan
Cangkul
Skop
Gergaji
Pukul besi
Linggis
Meteran
Alat penyiku / mistar
Dump Truk
Gerobak dorong
d). Identifikasi Bahaya
Tergores Benda Tajam, Alat tukang
Terhirup debu dan Iritasi mata akibat debu
Terpeleset
e). Resiko
Terluka,
Tergangu pernafasan dan Penglihatan
Memar,
f). Pengendalian :
Menyediakan obat-obatan yang bersifat sebagai penaganan tahap pertama, wajib
menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) berupa masker, alat Pelindung Mata (Goggles,
Spectacles), Helm Pelindung (Safety Helmet), Sepatu Keselamatan (Safety Shoes), Sarung
Tangan pekerja bangunan dan Rompi
B.1 Pek. Air Kerja Dan Penerangan di Lokasi Pekerjaan
a. Syarat dan metode pelaksanaan
Kontraktor harus menyediakan air atas tanggungan / biaya sendiri yang
dibutuhkan untuk melaksanakan pekerjaan ini,yaitu:
Air kerja untuk pencampur atau keperluan lainya yang memenuhi persyaratan
sesuai jenis pekerjaan,cukup bersih,bebas dari segala macam kotoran dan zat-
zat seperti minyak,asam, garam,dan sebagainya yang dapat merusak atau
mengurangi kekuatan kontruksi.
Air bersih untuk keperluan sehari-hari seperti minum, mandi/ buang air dan
kebutuhan lain para pekerja.Kualitas air yang disediakan untuk keperluan
tersebut harus cukup terjamin.
b. Bahan yang digunakan
c. Peralatan yang digunakan
Kendaraan Alat angkut air dari sumber air
Selang air
Tendon air / Alat Penampung air
d). Identifikasi Bahaya
Terpeleset
e). Resiko
Memar
f) Pengendalian :
Menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) berupa Helm Pelindung (Safety Helmet), Sepatu
Keselamatan (Safety Shoes), Sarung Tangan pekerja bangunan.
C.1 Pek. Administrasi dan Dokumentasi
a. Syarat dan Metode Pelaksanaan
admintrasi berupa laporan harian mingguan,bulanan dan request dan asbulit drawing
dikerjakan oleh kontraktor dan di setujui oleh pengawas konsultan diketahui oleh
direksi teknis.
Dokumentasi 0%,50%,100% dibuat oleh kontraktor
Laporan dan dokumentasi dilaporan kan setiap bulan
b. Bahan yang digunakan
Kertas A4,A3
Tinta
Pena
c. Peralatan yang digunakan
Printer A3 DAN A4
d. Identifikasi Bahaya
Terkena Alat Kerja
e. Resiko
Terluka
f. Penanggulangan Kecelakaan Kerja
Memperhatikan saat bekerja ikuti instrukisi Direksi
D.1 Pek. Bowplank dan Pengukuran
a) Syarat dan metode pelaksanaan
Setelah area lokasi pekerjaan sudah dibersihkan dari sampah dan semak belukar,
kontraktor harus malakukan pengukuran kembali untuk menentukan ketersedian
lahan sudah sesuai dengan kebutuhan luas bangunan.
Kontraktor kemudian melakukan pekerjaan pemasangan bowplank yang dijadikan
acuan untuk pelaksanaan pekerjaan. Pemasangan bowplank disesuaikan dengan
denah gambar kerja atau sesuai dengan instruksi dari Pihak Direksi
Pemasangan bowplank harus dibuat kokoh, tidak mudah rusak dan tidak bergeser
dari titik acuan
b). Bahan yang digunakan
Kayu, Papan
Paku
Benang tukang
c). Peralatan yang digunakan
Cangkul
Skop
Palu Besar (Godam) dan Palu Kecil
Kapak dan Gergaji
Meteran
d. Identifikasi Bahaya
Terkena benda tajam / alat tukang
Terpeleset
e. Resiko
Terluka
Memar
b. Pengendalian :
Menyediakan obat-obatan yang bersifat sebagai penaganan tahap pertama, wajib
menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) berupa Helm Pelindung (Safety Helmet), Sepatu
Keselamatan (Safety Shoes), Sarung Tangan pekerja bangunan.
E.1 Pembuatan JMF Beton ( Mutu K 225 dan K 175 )
b) Syarat dan metode pelaksanaan
Sebelum pengecoran kontraktor memebuat surat permohonon pengajuan
Pembuatan JMF Beton kepada pihak berwenang
Membawa bahan yang diperlukan untuk pengujian
Setelah JMF keluar diaplikasikan dilapangan untuk pengecoran
b). Bahan yang digunakan
pasir,semen,besitulanganm,batu pecah/split
c). Peralatan yang digunakan
-
d. Identifikasi Bahaya
-
e. Resiko
-
b. Pengendalian :
F.1 Pembongkran 1 m3 Beton Bertulang, Pembongkran 1 m3 Dinding Tembok
Bata
c) Syarat dan metode pelaksanaan
Tahapan pelaksanaaan
1. Persiapan Awal
Mulai dengan mencari tahu ukuran struktur beton yang akan dibongkar,
usahakan tempat yang bakal ditimpa robohan beton harus bebas dari tanaman
dan ornamen. Pastikan pula tidak ada orang lain yang berlalu-lalang di area
kerja.
2.Pengecekan Struktur
Beton precast biasanya memiliki struktur yang lebih getas dibandingkan beton
solid. Hal ini dikarenakan adanya rongga udara yang terdapat di dalam struktur
beton precast. Akibatnya adalah dibutuhkan usaha yang lebih keras untuk
membongkar beton solid.
3. Pembongkaran Beton
Proses pembongkaran beton biasanya dikerjakan menggunakan palu beton
(bogem) dan pahat. Kadang-kadang perlu memakai gergaji untuk memotong
tulangan besi yang masih menancap kuat di beton. Usahakan bidang kerja
pembongkaran jangan terlalu luas. Cukup sekitar 1 x 1 m per suatu waktu. Jadi
bila telah berhasil membongkar bidang beton seluas 1 m2, Anda dapat
berpindah ke bidang di sebelahnya dengan luas area yang sama. Selain akan
memudahkan proses pekerjaan, risiko bahaya yang ditimbulkannya pun dapat
diperkecil. Pembongkaran cukup dikerjakan dengan memukulkan palu beton
pada struktur yang akan dihancurkan tadi, dimulai dari bagian atas ke bawah.
Bagian struktur yang susah dihancurkan bisa dibantu menggunakan pahat.
4. Pembongkaran Tepi
Tahap ini mempunyai risiko kerusakan yang sangat tinggi karena struktur
beton yang bakalan dibongkar tersambung langsung dengan struktur di
sebelahnya. Jika salah dalam melakukan pembongkaran, bukan tak mungkin
struktur di sampingnya tadi akan turut roboh. Oleh sebab itu, harus
melakukan pekerjaan ini dengan ekstra hati-hati. Sebelum dilakukan
pembongkaran, sebaiknya struktur beton tadi disiram menggunakan air
terlebih dahulu supaya kondisinya menjadi lebih lunak. Setelah itu, Anda dapat
menghantam beton tersebut memakai palu, dimulai dari sisi yang paling luar
sedikit demi sedikit.
b). Bahan yang digunakan
c). Peralatan yang digunakan
Cangkul
Skop
Palu Besar (Godam) dan Palu Kecil
d. Identifikasi Bahaya
Terkena benda tajam / alat tukang
Terpeleset
e. Resiko
Terluka
Memar
b. Pengendalian :
Menyediakan obat-obatan yang bersifat sebagai penaganan tahap pertama, wajib
menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) berupa Helm Pelindung (Safety Helmet),
Sepatu Keselamatan (Safety Shoes), Sarung Tangan pekerja bangunan
1. PEKERJAAN GEDUNG SERBAGUNA
1.1 PEKERJAAN TANAH DAN PASIR
1.1.1. Pek. Galian Tanah Pondasi Pile cap, Pek. Galian Tanah Pondasi Batu
Kali, Pek. Urugan Tanah Kembali, Pek. Urugan Tanah didatangkan
a. Metode Pelaksanaan
Galian tanah dilaksanakan pada semua bagian dari wilayah pekerjaan
yang masuk dalam tanah dan semua bagian tanah yang harus dibuang.
Galian tanah harus dilaksanakan seperti yang tertera dalam gambar,
baik mengenai lebar, panjang, dalam, kemiringan dan sebagainya.
Kemiringan galian harus mempertimbangkan sifat tanah, untuk
menghindari longsor, lebar dasar galian dibuat ruang bebas, diperlukan
untuk memudahkan pekerja dalam melakukan pekerjaan.
Tanah bekas galian harus ditempatkan pada daerah yang tidak
menggangu jalannya pekerjaan, kelebihan tanah galian yang tidak
dipakai untuk timbunan harus dikeluarkan/diangkat dari lokasi
pekerjaan.
Untuk galian dibawah air atau dibawah permukaan air tanah harus
digunakan kisdam / peneringan.
Untuk galian tanah gambut yang mengandung pasir dan air harus
menggunakan mesin sedot air (Water
Pump) dan galian dilakukan seksama agar galian tidak melebar karena
pengaruh sifat tanah dan air.
Kontraktor harus menjaga pada waktu pelaksanaan pekerjaan agar
lubang galian tidak digenangi air yang ditimbulkan oleh hujan ataupun
yang dikeluarkan dari mata air. Kalau lubang galian digenangi air, maka
kontraktor harus mengeluarkan dengan jalan memompa, menimba
ataupun mengalirkan lewat parit-parit pembuang.
b. Peralatan
Alat Tukang
Alat Gali (Manual)
c. Bahan
Dolken
Paku
d. Identifikasi Bahaya
Terjatuh , Tertimbun tanah, Tertimpa alat kerja, Mata terkena debu,
Terhirup Debu
e. Resiko
Memar,Memar,Terluka,Tergangggunya Penglihatan,Terganggunya
Pernafasan
f. Pengendalian awal
Menyediakan obat-obatan yang bersifat sebagai penaganan Mengunakan (
Obat Luka/ Perban Iritasi Mata Dan Kulit Dan Pernapasan) Pagar
Pengaman Agar Galian Tidak Runtuh dan wajib menggunakan Alat
Pelindung Diri (APD) berupa masker,alat Pelindung Mata (Goggles,
Spectacles), Pelindung (Safety Shoes) (Helmet), Sepatu Keselamatan
(Safety Shoes), Sarung Tangan
1.1.2. Pek. Urugan Pasir Bawah Pondasi Pile Cap t= 5 cm, Pek. Urugan Pasir
Bawah Pondasi Pondasi Batu Kali t. 5cm
a) Syarat dan metode pelaksanaan
Urugan pasir agar diberikan pada seluruh dasar galian untuk Lantai, Pondasi
Plat, Pondasi Batu Kali, bawah Lantai dan Selasar serta bagian lainnya dengan
ketebalan urugan pasir sesuai dengan gambar rencana.
Pasir yang digunakan untuk bahan urugan harus pasir yang bergradasi baik dan
disetujui pengawas lapangan.
b) Bahan yang digunakan
Pasir Ururg
air kerja
c) Peralatan yang digunakan
Skop
Cangkul
Gerobak dorong
d) Identifikasi Bahaya
Terkena peralatan kerja yg tajam
Terpeleset
Iritasi mata
Terhirup debu pasir
e) Resiko
Luka
Memar, keseleo
Terganggu penglihatan
Tergangguna Pernapasan
f) Pengendalian
wajib menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) berupa masker,alat Pelindung Mata
(Goggles, Spectacles), Helm Pelindung (Safety Helmet), Sepatu Keselamatan
(Safety Shoes), Sarung Tangan pekerja bangunan.
1.2 PEKERJAAN BETON
1.2.1. Pek. Beton Lantai Kerja t= 10 cm K.100 Bawah Pondasi pile cap K.
100, Pek. Beton Kolom Praktis 10/10 cm K. 175, Pek. Beton Balok
Lateral 10/15 cm, K. 175
a. Syarat dan metode pelaksanaan
Dalam persiapan pengecoran semua bagian-bagian yang akan dicor harus
bersih dan bebas dari kotoran agar terhindar dari kerusakan beton. Kemudian
Ketika bekisting telah dipasang maka siap untuk di cor
Menuangkan adukan beton yang sudah diaduk dengan menggunakan mesin
molen dengan komposisi campuran sesuai dengan perbandingan yang ada di
RAB, agar didapat mutu beton yang di inginkan yaitu f’c = 14,5 Mpa (Beton
K175) untuk Pek. Beton Kolom Praktis 10/10 cm Pek. Beton Balok Lateral
10/15 cm,
Untuk Lantai Kerja MenggunakanMutu Beton K 100
Untuk menaikan material / alat ke atas menggunakan lift material (manual)
Untuk meratakan adukan beton, menggunakan alat concrete vibrator
Pengecoran ke dalam cetakan harus seslai sebelum adukan mulai
mengental, yang dalam keadaan normal biasanya dalam waktu 30 menit.
Pengecoran suatu unit atau bagian dari pekerjaan harus dilakukan tanpa
berhenti dan tidak boleh terputus tanpa adanya persetujuan pemberi
tugas. Tidak boleh mengecor pada waktu hujan, kecuali pemborong
mengambil tindakan pencegahan kerusakan yang dapat disetujui
pemberi tugas.
Untuk Mutu Beton lebih dari K175/ Fc 14,5 MPa penyedia melakukan job
mix design di Instasi yang berwenang sebelum melakukan pengecoran
Sebelum melaksanakan pengecoran pada bagian-bagian utama dari
pekerjaan, pemborong harus memberitahu pemberi tugas untuk
mendapat persetujuan. Jika tidak ada pemberitahuan yang semestinya
atau persiapan pengecoran tidak disetujui oleh pemberi tugas, maka
pemborong mungkin diperintahkan untuk menyingkirkan beton yang
baru dicor atas biaya sendiri.
b. Bahan yang digunakan.
Paku
Pasir beton
Semen Portland
Batu Kerikil/Koral
Air
c. Peralatan yang digunakan
Peralatan Tukang
Gerobak Dorong
Concrete vibrator
Concrate Mixer
d. Identifikasi Bahaya
Terhirup debu semen
Iritasi mata
Terjatuh dari ketinggian
Terkena benda tajam / peralatan Kerja
e. Resiko
Gangguan pernafasan
Gangguan penglihatan
Memar, Keseleo
Terluka
f. Pengendalian
wajib menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) berupa masker, alat Pelindung Mata
(Goggles, Spectacles), Helm Pelindung (Safety Helmet), Sepatu Keselamatan (Safety Shoes),
Sarung Tangan pekerja bangunan Safety
1.2.2. Pek. Beton Pile Cap Pondasi 150/150 cm, t = 35 cm K. 225, Pek. Beton
Sloof 25/40 cm K. 225, Pek. Beton Sloof 15/25 cm K. 225, Pek. Beton
Kolom 40/40 cm K. 225, Pek. Beton Balok 25/45 cm K. 225, Pek. Beton
Balok 25/35 cm K. 225, Pek. Beton Balok 20/30 cm K. 225, Pek. Beton
Plat Lantai K. 225,Pek. Beton Tangga K. 225
a. Syarat dan metode pelaksanaan
Dalam persiapan pengecoran semua bagian-bagian yang akan dicor harus
bersih dan bebas dari kotoran agar terhindar dari kerusakan beton. Kemudian
Ketika bekisting telah dipasang maka siap untuk di cor
Menuangkan adukan beton yang sudah diaduk dengan menggunakan mesin
molen dengan komposisi campuran sesuai dengan perbandingan yang ada di
RAB, agar didapat mutu beton yang di inginkan yaitu fc 18.68 mpa (Beton
K225)
Untuk menaikan material / alat ke atas menggunakan lift material (manual)
Untuk meratakan adukan beton, menggunakan alat concrete vibrator
Pengecoran ke dalam cetakan harus seslai sebelum adukan mulai
mengental, yang dalam keadaan normal biasanya dalam waktu 30 menit.
Pengecoran suatu unit atau bagian dari pekerjaan harus dilakukan tanpa
berhenti dan tidak boleh terputus tanpa adanya persetujuan pemberi
tugas. Tidak boleh mengecor pada waktu hujan, kecuali pemborong
mengambil tindakan pencegahan kerusakan yang dapat disetujui
pemberi tugas.
Untuk Mutu Beton lebih dari K175/ Fc 14,5 MPa penyedia melakukan job
mix design di Instasi yang berwenang sebelum melakukan pengecoran
Sebelum melaksanakan pengecoran pada bagian-bagian utama dari
pekerjaan, pemborong harus memberitahu pemberi tugas untuk
mendapat persetujuan. Jika tidak ada pemberitahuan yang semestinya
atau persiapan pengecoran tidak disetujui oleh pemberi tugas, maka
pemborong mungkin diperintahkan untuk menyingkirkan beton yang
baru dicor atas biaya sendiri.
b. Bahan yang digunakan.
Paku
Pasir beton
Semen Portland
Batu Pecah 2-3 cm
Air
c. Peralatan yang digunakan
Peralatan Tukang
Gerobak Dorong
Concrete vibrator
Concrate Mixer
d. Identifikasi Bahaya
Terhirup debu semen
Iritasi mata
Terjatuh dari ketinggian
Terkena benda tajam / peralatan Kerja
e. Resiko
Gangguan pernafasan
Gangguan penglihatan
Memar, Keseleo
Terluka
f. Pengendalian
wajib menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) berupa masker, alat Pelindung Mata
(Goggles, Spectacles), Helm Pelindung (Safety Helmet), Sepatu Keselamatan (Safety
Shoes), Sarung Tangan pekerja bangunan Safety
1.3 PEKERJAAN PEMBESIAN
a. Syarat dan metode pelaksanaan
Memasang besi tulangan dengan jumlah dan ukuran yang disesuaikan
dengan gambar rencana
2
Besi beton harus dari baja U.24 dengan tegangan leleh 2400 kg/cm dan
tegangan yang diijinkan 1400 kg/cm2
Kawat pengikat harus dari baja lunak dengan diameter minimum 1 mm
serta tidak bersepuh seng dan yang telah dipijarkan terlebih dahulu.
Penyimpanan harus tidak menyentuh tanah dan tidak boleh disimpan
diudara terbuka terlalu lama.
Bilamana sesuai pengalaman/pendapat pemborong ditemui kekeliruan
atau perlu penyempurnaan pada pembesian pada gambar kontrak atau
perubahan lainnya, maka pemborong segera memberitahukan atau
mengusulkan penyempurnaan yang dimaksud kepada pemberi tugas
untuk persetujuan atau pengecekan
b. Bahan yang digunakan.
Besi tulangan(Sesuai dengan Gambar Kerja)
Kawat pengikat besi / bendrat
c. Peralatan yang digunakan
Peralatan Tukang
Mesin Alat Pemotong Besi
d. Identifikasi Bahaya
Terhirup debu Besi
Iritasi mata terkena debu Besi
Terkena benda peralatan Kerja
Tertusuk Besi
e. Resiko
Gangguan pernafasan
Gangguan penglihatan
Terluka
Terluka
f. Pengendalian
wajib menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) berupa masker, alat Pelindung Mata
(Goggles, Spectacles), Helm Pelindung (Safety Helmet), Sepatu Keselamatan (Safety
Shoes), Sarung Tangan pekerja bangunan Safety
1.4 PEKERJAAN BEGISTING
1.4.1. Pek. Begisting Pile cap, Pek. Begisting Sloof 20/40 cm, Pek. Begisting
Sloof 15/25 cm
a. Syarat dan metode pelaksanaan
Bahan harus dibuat dari papan kayu bermutu bagus dan lurus, bisa
menggunakan Plywood atau Concreate Panel dengan ketebalan
tergantung dari kualitas dan jarak penguat cetakan tersebut.
Perakitan Perancah/Begisting.Cetakan dirakit dan diberi penguat serta
disangga sedemikian rupa, sehingga tidak ada perubahan bentuk akibat
getaran atau lengkungan dikarenakan tekanan adukan beton yang
cair/padat. Pada cetakan kolom dan dinding harus ada bagian yang
mudah dibuka untuk menyingkirkan kotoran dan keperluan
pengecoran. Cetakan kayu harus bersih dan dibasahi sebelum
pengecoran dan dicegah penggenangan air pada bagian bawah cetakan
Memasang bekisting dipasang kuat dan rapih serta dibenang.
Dalam persiapan pengecoran semua bagian-bagian yang akan dicor harus
bersih dan bebas dari kotoran agar terhindar dari kerusakan beton. Kemudian
Ketika bekisting telah dipasangn maka siap untuk di cor.
Dengan menggunakan checklist pengecoran, surat ijin pengecoran diajukan
kepada Direksi. Setelah diadakan pengecekan oleh direksi, dan ijin
pengecoran telah ditanda tangani/ dijinkan, maka pengecoran dapat segera
dilaksanakan.
Bekisting dapat dibongkar setelah umur beton memenuhi ketentuan yang
dipersyaratkan
b. Bahan yang digunakan.
Kayu kelas IV
Paku 5 cm – 12 cm
Minyak bekisting
c. Peralatan yang digunakan
Peralatan Tukang
Gergaji Kayu
Palu
d. Identifikasi Bahaya
Terhirup debu/Serbuk Kayu
Iritasi mata terkena debu/Serbuk
Terkena benda peralatan Kerja
Tertimpa matrial kayu
e. Resiko
Gangguan pernafasan
Gangguan penglihatan
Terluka
Memar
f. Pengendalian
wajib menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) berupa masker, alat Pelindung Mata
(Goggles, Spectacles), Helm Pelindung (Safety Helmet), Sepatu Keselamatan (Safety Shoes),
Sarung Tangan pekerja bangunan Safety
1.4.2. Pek. Begisting Kolom 40/40 cm, Pek. Begisting Kolom Praktis 10/10
cm, Pek. Begisting balok 25/45 cm, Pek. Begisting balok 25/35 cm, Pek.
Begisting balok 20/30 cm, Pek. Begisting Balok Lateral 10/15 cm, Pek.
Begisting Plat Tangga
a. Syarat dan metode pelaksanaan
Bahan harus dibuat dari papan kayu bermutu bagus dan lurus, bisa
menggunakan Plywood atau Concreate Panel dengan ketebalan
tergantung dari kualitas dan jarak penguat cetakan tersebut.
Perakitan Perancah/Begisting.Cetakan dirakit dan diberi penguat serta
disangga sedemikian rupa, sehingga tidak ada perubahan bentuk akibat
getaran atau lengkungan dikarenakan tekanan adukan beton yang
cair/padat. Pada cetakan kolom dan dinding harus ada bagian yang
mudah dibuka untuk menyingkirkan kotoran dan keperluan
pengecoran. Cetakan kayu harus bersih dan dibasahi sebelum
pengecoran dan dicegah penggenangan air pada bagian bawah cetakan
Memasang bekisting dipasang kuat dan rapih serta dibenang.
Dalam persiapan pengecoran semua bagian-bagian yang akan dicor harus
bersih dan bebas dari kotoran agar terhindar dari kerusakan beton. Kemudian
Ketika bekisting telah dipasangn maka siap untuk di cor.
Dengan menggunakan checklist pengecoran, surat ijin pengecoran diajukan
kepada Direksi. Setelah diadakan pengecekan oleh direksi, dan ijin
pengecoran telah ditanda tangani/ dijinkan, maka pengecoran dapat segera
dilaksanakan.
Bekisting dapat dibongkar setelah umur beton memenuhi ketentuan yang
dipersyaratkan
b. Bahan yang digunakan.
Kayu kelas IV
Paku 5 cm – 12 cm
Minyak bekisting
Kayu balok kelas IV
Plywood tebal 9 mm
Dolken kayu 7-9 mm
c. Peralatan yang digunakan
Peralatan Tukang
Gergaji Kayu
Palu
d. Identifikasi Bahaya
Terhirup debu/Serbuk Kayu
Iritasi mata terkena debu/Serbuk
Terkena benda peralatan Kerja
Tertimpa matrial kayu
e. Resiko
Gangguan pernafasan
Gangguan penglihatan
Terluka
Memar
f. Pengendalian
wajib menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) berupa masker, alat Pelindung Mata
(Goggles, Spectacles), Helm Pelindung (Safety Helmet), Sepatu Keselamatan (Safety Shoes),
Sarung Tangan pekerja bangunan Safety
1.4.3. Pek. Begisting Plat Lantai
a. Syarat dan metode pelaksanaan
Bahan harus dibuat dari papan kayu bermutu bagus dan lurus, bisa
menggunakan Plywood atau Concreate Panel dengan ketebalan
tergantung dari kualitas dan jarak penguat cetakan tersebut.
Perakitan Perancah/Begisting.Cetakan dirakit dan diberi penguat serta
disangga sedemikian rupa, sehingga tidak ada perubahan bentuk akibat
getaran atau lengkungan dikarenakan tekanan adukan beton yang
cair/padat. Pada cetakan kolom dan dinding harus ada bagian yang
mudah dibuka untuk menyingkirkan kotoran dan keperluan
pengecoran. Cetakan kayu harus bersih dan dibasahi sebelum
pengecoran dan dicegah penggenangan air pada bagian bawah cetakan
Memasang bekisting dipasang kuat dan rapih serta dibenang.
Dalam persiapan pengecoran semua bagian-bagian yang akan dicor harus
bersih dan bebas dari kotoran agar terhindar dari kerusakan beton. Kemudian
Ketika bekisting telah dipasangn maka siap untuk di cor.
Dengan menggunakan checklist pengecoran, surat ijin pengecoran diajukan
kepada Direksi. Setelah diadakan pengecekan oleh direksi, dan ijin
pengecoran telah ditanda tangani/ dijinkan, maka pengecoran dapat segera
dilaksanakan.
Bekisting dapat dibongkar setelah umur beton memenuhi ketentuan yang
dipersyaratkan
b. Bahan yang digunakan.
Kayu kelas IV
Paku 5 cm – 12 cm
Minyak bekisting
Kayu balok kelas II
Plywood tebal 9 mm
Dolken kayu 7-9 mm
c. Peralatan yang digunakan
Peralatan Tukang
Gergaji Kayu
Palu
d. Identifikasi Bahaya
Terhirup debu/Serbuk Kayu
Iritasi mata terkena debu/Serbuk
Terkena benda peralatan Kerja
Tertimpa matrial kayu
e. Resiko
Gangguan pernafasan
Gangguan penglihatan
Terluka
Memar
f. Pengendalian
wajib menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) berupa masker, alat Pelindung Mata
(Goggles, Spectacles), Helm Pelindung (Safety Helmet), Sepatu Keselamatan (Safety Shoes),
Sarung Tangan pekerja bangunan Safety
1.5 Pek. Beton Kolom Praktis 10/10 cm K. 175, Pek. Beton Balok Lateral 10/15
cm, K. 175 Metode Pelaksanan Sama dengan Point 1.2.1
1.6 PEKERJAAN PEMBESIAN Metode Pelaksanaan sama dengan Point 1.3
1.7 PEKERJAAN BEGISTING
1.7.1. Pek. Begisting Kolom 40/40 cm, Pek. Begisting Kolom 20/20
cm, Pek. Begisting Kolom Praktis 10/10 cm, Pek. Begisting balok
20/30 cm, Pek. Begisting Balok Lateral 10/15 cm, metode
pelaksanaan sama dengan Point 1.4.2
1.8 Pek. Begisting Plat Talang metode pelaksanaan sama dengan Point 1.4.3
1.9 PEKERJAAN PASANGAN
1.9.1. Pekerjaan Pondasi Pasangan Batu Kosong ( astamping )
a) Syarat-syarat dan metode pelasanaan
Sebelum melaksanakan pekerjaan pondasi baiknya di mulai dengan
Pembuatan profil :
Pasang patok batu untuk memasang profil (2 patok untuk tiap
profil). Profil dipasang pada setiap ujung lajur pondasi.
Pasang bilah batu datar pada kedua patok,setinggi profil.
Pasang profil benar-benar tegak lurus dan bidang atas profil datar.
Usahakan titik tengah profil tepat pada tengah-tengah galian yang
direncanakan dan bidang atas profil sesuai peil pondasi.
Ikat profil tersebut pada bilah datar yang dipasang antara 2 patok
dan juga dipaku agar lebih kuat.
Pasang patok sokong, miring pada tebing galian pondasi dan ikatkan
dengan profil, sehingga menjadi kuat dan kokoh.
Cek ketegakan / posisi profil dan ukuran-ukurannya, perbaiki jika
ada yang tidak tepat,demikian juga peilnya.
Susun batu-batu diatas lapisan pasir urug tanpa adukan
(aanstamping) dengan tinggi disesuaikan dengan gambar pekerjaan
dan isikan pasir dalam celah-celah batu tersebut sehingga tak ada
rongga antar batu kemudian siramlah pasangan batu kosong
tersebut dengan air.
b) Bahan yang digunakan.
Pasir Pasang
Batu Kali
c) Peralatan yang digunakan
Alat Ukur (Meteran)
Benang
Selang Air
Peralatan Tukang
d) Identifikasi Bahaya
Terpeleset
Tertimpa batu dibagian kaki
e) Resiko
Keseleo
Memar
f) Pengendalian
wajib menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) berupa masker,alat Pelindung
Mata (Goggles, Spectacles), Helm Pelindung (Safety Helmet), Sepatu
Keselamatan (Safety Shoes), Sarung Tangan pekerja bangunan.
1.9.2. Pekerjaan Pondasi Pasangan Batu, Pekerjaan Pondasi
Pasangan Batu ( Penahan Tanah )
a. Metode pelaksanaan
Pemasangan, Pondasi dialasi dengan pasir urug yang bersih
dengan ketebalan sesuai dengan gambar kerja. Kemudian
disiram dengan air secukupnya. Pasangan batu kosong
(aanstamping) dipasang dengan ketebalan sesuai gambar kerja
kemudian diisi dengan pasir dan disiram dengan air sampai
semua lubang batu terisi penuh dengan pasir. Batu kali yang
telah dibasahi, dipasang dengan adukan yang ditentukan dalam
gambar. Batu kali terpasang padat dan diantara batu kali harus
dilapisi oleh adukan. Tetapi atas dari pondasi batu kali harus
datar. Untuk pondasi batu kali yang menumpu kolom beton
bertulang harus dilengkapi dengan stek-stek berdiameter sama
dengan tulangan kolom yang akan ditumpunya.
b. Peralatan
Alat Tukang
Concrete Mixer 0,3-0,8 M3
c. Bahan
Batu Kali
Pasir
Semen
Air
d. Identifikasi Bahaya
Tertimpa Batu, Terkena alat kerja,Terkena adukan Semen
e. Resiko
Luka ringan, Luka Ringan. Ganguan Penglihatan,
f. Pengendalian awal
Menyediakan obat-obatan yang bersifat sebagai penaganan
Mengunakan ( Obat Luka/ Perban Iritasi Mata Dan Kulit Dan
Pernapasan)Wajib Menggunakan Alat Pelindung Diri (Apd) Berupa
Masker, Alat Pelindung Mata (Goggles, Spectacles), Pelindung (Safety
Shoes) (Helmet), Sepatu Keselamatan (Safety Shoes), Sarung Tangan,
1.9.3. Pek. Pas. Dinding 1/2 Batu Bata 1: 4
a. Syarat-syarat dan metode pelaksanaan Pelaksanaan
Pertama dilakukan persiapan dengan cara membersihkan area yang
akan dipasang dinding bata merah, menghitung volume pekerjaan
dan kebutuhan material yang dibutuhkan.
Buat marking jalur-jalur dinding dua sisi setelah dinding dan dibuat
tanda posisi kolom praktis, ring balok, dan lubang kusen.
Bata merah direndam dulu (sampai gelembung udaranya hilang)
sebelum dipakai untuk mengurangi penyerapan air.
Memasang bata merah pada jalur marking serta jalur benang acuan
yang telah dipasang pada profil kayu pada ujung jalur dinding lapis
demi lapis sampai setinggi 1 m dengan menggunakan adukan 1 pc : 4
ps.
Pada pelaksanaannya, adukan semen pasir tersebut diaplikasikan
secara merata ke permukaan bata merah.
Kemudian bata merah disusun di atas adukan mortar tersebut
sambil terus diperiksa kerataan pasangannya. Kemudian bata merah
dipukul perlahan sampai mencapai elevasi yang diinginkan.
Periksa kelurusan serta vertikal pasangan bata merah, apabila sudah
benar dan sesuai dengan yang diinginkan maka lanjutkan
pemasangan sampai dengan tinggi maksimum 1 m, kemudian
periksa lagi kelurusan dan vertikalnya, setelah itu dilanjutkan cor
kolom praktis dan dilanjutkan pemasangan bata merah sampai
elevasi yang ditentukan dan cor kolom praktis sampai elevasi sesuai
gambar
Untuk pekerjaan pemasangan dinding batu bata di area yang tinggi,
herus menggunakan schafolding / steger
b. Bahan yang digunakan
Bata merah
Semen
Pasir
Air
c. Peralatan yang digunakan
Saringan Pasir,
Peralatan Tukang spt Cangkul, Sekop, Ember, Sendok Semen, Dolak,
Meteran, Waterpass, Profil Kayu dan Benang Nylon, Schafolding /
Steger
d. Identifikasi Bahaya
Terjatuh dari Ketinggian
Tertimpa bata
Iritasi Mata
Terhirup debu bata/ semen
e. Resiko
Memar
Terluka
Gangguan Penglihatan
Gangguan pernapasan
f. Penanggulangan Kecelakaan Kerja
wajib menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) berupa masker,alat
Pelindung Mata (Goggles Spectacles), Helm Pelindung (Safety Helmet),
Sepatu Keselamatan (Safety Shoes), Sarung Tangan pekerja bangunan
dan Safety belt (sabuk pengaman)
1.9.4. Pek. Plesteran Dinding 1 : 4
a. Syarat-syarat dan metode Pelaksanaan
Berikut ini langkah-langkah pelaksanaan pekerjaan plesteran :
Pekerjaan plesteran dimulai dengan jalan membuat kepalaan plesteran pada sisi
vertikal. Kepalaan dibuat dengan cara memasang paku pada sisi atas dinding,
memasang lot pada paku tersebut, kemudian memasang paku di bawahnya dengan
jarak 1 atau 2 m sesuai panjang jidar/sipatan. Lakukan pemlesteran pada vertikal,
lebar 10 cm, ratakan dengan jidar. Kepalaan dibuat setiap jarak 1 m sepanjang
dinding yang akan diplester. Diamkan kepalaan plesteran paling tidak 1 hari supaya
kering.
Buatlah adukan plesteran dari campuran pasir, semen, dan air
dengan perbandingan sesuai spesifikasi bangunan yang ingin
dibuat (1:2 untuk trastam dan 1:4 pasangan selain trasram).
Jangan lupa perhatikan pula contoh adukan yang disarankan pada
kemasan sak semen. Penggunaan komposisi bahan bangunan yang
tepat akan menghasilkan adukan plester yang memiliki kualitas tinggi.
Sebelum melakukan pekerjaan plesteran, pasangan bata merah
disiram atau dibasahi dengan air. Air yang digunakan untuk
membasahi dinding dan mencampur adukan plesteran tidak boleh
mengandung zat kimia seperti asam dan garam.
Selanjutnya adukan plesteran dapat dikamprotkan secara
merata.
Proses pengamprotan dari bawah ke atas di antara ke dua kepalaan
plesteran, setelah itu ratakan dengan menggunakan kasut dan jidar
aluminium hingga rata dan halus. Untuk jidar yang digunakan harus
lebih panjang dari jarak kepalaan plesteran, rata dan lurus. Biarkan
plesteran mengeras 3-4 hari.
Lakukan curing Perawatan plesteran dengan cara dibasahi minimal 1
kali per hari selama 3 hari.
Setelah plesteran kering/ keras dan rata sesuai dengan yang
diinginkan kemudian dilanjutkan dengan pekerjaan acian.
Untuk pekerjaan plesteran di area yang tinggi, herus menggunakan
schafolding / steger
b. Bahan yang digunakan
Air
Semen Portland
Pasir Sungai/ Pasir Pasangan
c. Alat yang digunakan.
Concret Mixer/ Beton Molen
Lift Material
Generator set
Alat Ukur (Meteran)
Sekop
Cangkul
Sendok Semen
Raskam besi dan kayu
Benang
Selang air
Waterpass
Gerobak dorong
Skafolding / Steger
d. Identifikasi Bahaya
Terkena benda tajam / peralatan kerja
Terhirup debu
Iritasi mata
Jatuh dari ketinggian
e. Resiko
Terluka
Terganggu pernafasan
Terganggu penglihatan
Memar
f. Memar (patah tulan Pengendalian
wajib menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) berupa masker,alat Pelindung Mata
(Goggles, Spectacles), Helm Pelindung (Safety Helmet), Sepatu Keselamatan (Safety
Shoes), Sarung Tangan pekerja bangunan dan Sabuk pengaman (safety belt)
1.9.5. Pek. Acian dinding dan kolom
d) Syarat-syarat dan metode Pelaksanaan
Pelan-pelan menaburkan semen kedalam air, cukup ditaburkan saja dan
tidak boleh diaduk karena dapat menyebabkan semen menggumpal serta
cepat kering sehingga tidak dapat digunakan untuk bahan acian dinding.
Menyiram dinding yang akan diaci dengan air hingga basah, hal ini
dimaksudkan agar nantinya dinding tidak banyak menyerap air semen.
Melaburkan bahan acian semen yang sudah jadi ke permukaan dinding
dengan menggunakan cetok.
Menghaluskan pekerjaan acian dengan kertas bekas semen sehingga
permukaan benar-benar rata dan halus.
Usahakan agar hasil acian dinding tidak cepat kering, bisa dengan cara
menyiram air. karena pengeringan yang terlalu cepat dapat menyebabkan
keretakan dinding.
Pekerjaan acian dinding selesai, namun perlu menunggu beberapa
waktu untuk melanjutkan ke pengerjaan pengecatan.
Untuk pekerjaan Acian di area yang tinggi, herus menggunakan
schafolding / steger
e) Bahan yang digunakan
Air
Semen Portland
f) Alat yang digunakan
Sendok Semen
Raskam besi dan kayu
Ember
Gerobak dorong
Skafolding / steger
g) Identifikasi bahaya
Terhirup debu
Iritasi mata
Jatuh dari ketinggian
h) Resiko
Terganggu pernafasan
Terganggu penglihatan
Memar (Patah Tulang)
f. Pengendalian Resiko
wajib menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) berupa masker,alat Pelindung Mata
(Goggles, Spectacles), Helm Pelindung (Safety Helmet), Sepatu Keselamatan (Safety
Shoes), Sarung Tangan pekerja bangunan dan Sabuk pengaman (safety)
1.9.6. Pek. Pas. Lantai Granit 60 x 60 cm ( Polishd ), Pek. Pas. Granit
60 x 60 cm ( Unpilshd ) ), Pek. Pas. Dinding Granit 30 x 60 cm ( Polishd
) Pek. Pas. Step Nossing 10 x 60 cm ( Tangga )
a. Syarat dan metode pelaksanaan
Yang dimaksud dari pekerjaan Penutup Lantai dan Dinding adalah
pemasangan granit lantai dan dinding pada bangunan dengan ukuran
dan motif yang ditentukan.
Dimulai dari persiapan adukan dan kesiapan peralatan untuk
menghasilkan kualitas yang baik agar bata, semen dan pasir teraduk
dengan sempurna
Spesifikasi teknis yang dipersyaratkan seperti lantai anti slip dan keramik
dinding licin bermotif sesuai yang dibutuhkan.
Sebelum pemasangan Granit, granit lantai dan dinding agar dipasang
terlebih dahulu titik acuan yang ditentukan oleh selang air atau
waterpass agar pasangan rata sesuai dengan elevasi dan bidang yang
ditentukan.
Semua bahan agar direndam terlebih dahulu kedalam tampungan air
sebelum dipasang agar tidak menyerap air lagi. Setelah itu dilaksanakan
perletakkan adukan terlebih dahulu dan dilumuri semen kering diatas
adukan baru diletekkan granit tersebut yang dasarnya telah dilumuri
dengan adukan semen dengan air saja. Setelah granit dipasang baru
ditekan kedalam adukan sesuai dengan elevasi tali benang yang
terpasang degan menggunakan palu karet.
Pada sambungan antara granit digunakan semen warna yang telah
diaduk dengan air.
Lanjutkan pemasangan dengan selalu mengontrol simetrisnya pasangan.
b). Bahan yang digunakan:
Granit Niro ukuran 60x60 cm Kasar
Granit Niro ukuran 60x60 cm Halus (lantai)
Granit Niro ukuran 30x60 cm Halus (Dinding)
Step Nossing 10 x 60 cm(Tangga)
Semen Portland
Semen Warna
Pasir Pasang
Air
c). Peralatan yang digunakan
Alat Ukur (Meteran)
Sekop dan Cangkul
Gerobak Dorong
Sendok Semen
Waterpass
Ember
Palu karet
Alat Potong Granit
d). Identifikasi Bahaya
Terhisap debu semen
Terkena benda tajam / peralatan tukang
e). Resiko
Gangguan pernafasan
Terluka
f). Pengendalian :
wajib menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) berupa masker, Sepatu
Keselamatan (Safety Shoes), Sarung Tangan pekerja bangunan
1.10 PEKERJAAN BESI, KAYU, KACA DAN ALUMUNIUM
1.10.1. Pek. Kusen Pintu dan Jendela Profil Alumunium 4 ", Pek. Pintu
Panil Kaca Bening 5 mm Rangka Alumunium, Pek. Jendela Hidup Kaca
Bening 5 mm Rangka Casement, Pek. Jendela Mati Kaca Bening 5
a. Metode Pelaksanaan
Pembuatan dan pengajuan gambar shop drawing pekerjaan pintu,
kusen dan jendela aluminium.
Approval material yang akan digunakan.
Persiapan lahan kerja.
Persiapan material kerja, antara lain : alumunium kusen, alumunium
frame, hardware, sekrup, fisher, engsel, sealant, baut dynabolt, dll.
Persiapan alat bantu kerja, antara lain : cutting well/gerinda, bor,
gergaji, waterpass, meteran, unting-unting, reevet, gun sealant,
selang air, cutter, dll
Lakukan pengecekan dan pengukuran dilapangan untuk opening
yang akan dipasang kusen aluminium apakah sudah sesuai dengan
gambar kerja atau belum
Kusen dan frame alumunium difabrikasi di lokasi proyek untuk
memudahkan apabila ada perbaikan.
Alumunium dipotong dan di sambung/dirangkai menggunakan
sekrup galvanis.
Alumunium yang sudah di fabrikasi di proteksi dengan
menggunakan protection tape (blue sheet) dan diberi tanda untuk
memudahkan waktu pemasangan
Kusen alumunium yang telah difabrikasi dipasang setelah kondisi
lapangan siap yaitu pekerjaan plesteran dan acian sudah selesai.
Sistem pemasangan dengan di screw fisher menggunakan fisher S8.
Sebelum kusen dimatikan ke dinding, harus dicek dahulu elevasi dan
kesikuan kusen alumunium dengan alat bantu waterpass/unting-
unting. Apabila tidak lurus maka diganjal dengan bahan dari
hardboard, sehingga lebih kuat dan tahan lama.
Untuk mencegah kebocoran maka hubungan antara alumunium
dengan dinding di isi silicone sealant.
Setelah kusen aluminium terpasang, dilanjutkan dengan
pemasangan frame untuk pintu/jendela, kaca dan hardwere. Frame
pintu/jendela dipasang pada kusen dengan menggunakan
penggantung engsel yang disekrup ke kusen.
Pemasangan hardware dikerjakan setelah kondisi lapangan benar-
benar aman dan tidak ada lagi pekerjaan yang dapat merusak kusen
dan alumunium dan daunnya
Proteksi plastik (blue sheet) pada bagian kusen alumunium dapat
dilepas, apabila lokasi pekerjaan sudah benar-benar bersih dari
kotoran dan tidak ada lagi pekerjaan yang dapat merusak
aluminium tersebut.
b. Peralatan
cutting well/gerinda,
bor,
gergaji,
waterpass,
meteran,
unting-unting,
reevet,
gun sealant,
selang air,
cutter
Scafolding
c. Bahan
a Pek. Kusen Pintu dan Jendela Profil Alumunium 4 "Kusen
Profil alluminium 4" warna coklat
Baut fixer
Sealant
b. Pek. Pintu Panil Kaca Bening 5 mm Rangka Alumunium
Bingkai profil aluminium warna coklat
Kaca Riben 5 mm
Profil almunium kaca
Karet kusen aluminium
Skrup fixer
Sealant
c. Pek. Jendela Hidup Kaca Bening 5 mm Rangka Casement
Bingkai profil aluminium warna coklat
Kaca Riben 5 mm
Profil Almunium kaca
Karet kusen aluminium
Skrup fixer
Engsel Casement 10
Engsel Casement 16
Sealant
d. Pek. Jendela Mati Kaca Bening 5 mm
Bingkai profil aluminium warna coklat
Kaca Riben 5 mm
Profil Almunium kaca
Karet kusen aluminium
Skrup fixer
Engsel Casement 16
Sealant
e. Pas. Pintu Alumunium KM/WC
Pintu Alumunium KM/WC 3 Unit
d. Identifikasi Bahaya
Tertimpa alat kerja, Terkena benda tajam , Dan Serpihan Potongan,
terkena mata Suara Bising Dari Proses Pemotongan Alumunium
e. Resiko
Luka ringan, Luka Ringan, Iritasi Mata, Ganguan Pedengaran
f. Pengendalian awal
Menyediakan obat-obatan yang bersifat sebagai penaganan Mengunakan
(Obat Luka/ Perban Iritasi Mata Dan Kulit ) Wajib Menggunakan Alat
Pelindung Diri (Apd) Berupa Masker, Alat Pelindung Mata (Goggles,
Spectacles), (Helmet), Sepatu Keselamatan (Safety Shoes), Sarung Tangan
(Earplug)
1.10.2. Pek. Dinding Backdroup
a. Metode Pelaksanaan
Sebelum melaksanakan pekerjaan, Kontraktor diwajibkan
untuk meneliti gambar-gambaryang ada dan kondisi di
lapangan, termasuk mempelajari bentuk, pola lay-out /
penempatan, cara pemasangan, mekanisme dan detail-detail
sesuai gambar.Juga terlebih dahulu harus memeriksa untuk
dikoordinasikan dengan pekerjaan-pekerjaan yang terkait
dengan partisi, diantaranya adalah
Pekerjaan Instalasi pada dinding
Sebelum pemasangan rangka partisi/ Multiplex 15 mm
dibuat tanda/marking terlebih dahulu di atas bidang lantai
sesuai gambar rencana dan diajukan untuk diperiksa
terlebih dahulu oleh Konsultan Pengawas.
Buatlah pola sesuai ukuran dinding. Sebisa mungkin
minimalkan potongan untuk menghasilkan tampilan yang
bersih dan rapi. Lakukan pemotongan multyplek dan HPL
secara tepat.
Multiplex yang dipasang adalah yang telah dipilih dengan
baik,bentuk dan ukuran masing-masing unit sama, tidak
ada bagian yang retak,gompal atau cacat-cacat lainnya dan
telah mendapat persetujuan dari Konsultan Pengawas.
Bahan penutup multiplex 9 mm dengan mutu bahan
seperti yang telah dipersyaratkan dengan pola pemasangan
sesuai yang ditunjukkan dalam gambar.Penutup partisi
dipasang dengan sekrup khusus, dengan menggunakan alat
bor listrik dan setiap pemasangan masing-masing sekrup
sejajar minimal berjarak 300 mm
.Setelah panel board terpasang, bidang permukaan partisi
harus rata, lurus dansiku, dan antara unit-unit tidak
terlihat bergelombang dan sambungan.
.Untuk menguji kesikuan/kerataan bidang partisi, dilakukan
dengan menggunakan waterpas khusus, dan diperiksa
bersama-sama Konsultan Pengawas
Oleskan lem kuning di bagian belakang HPL serta
permukaan dinding. Tempelkan HPL tersebut secara hati-
hati. Tekanlah dari tengah ke atas, lalu tekan lagi dari tengah
ke bawah
.Arah serat dari HPL, sesuai yang ditunjukkan dalam gambar
rencana/desain.
Permukaan HPL dilarang keras diamplas
Bagian tepi (edging) dari daun pintu, bidang atas/top
meja /credenza, diberi edgingberbahan PVC tebal minimal
2 mm. Warnadan motifdisesuaikan dengan warna HPL nya
atausesuai petunjuk gambar rencana/desain
b. Peralatan
Alat Potong
Waterpass
Gerinda
Kompresor
Paku Tembak Angin
Gergaji
Herdrayer
Jigsaw
Bor Listrik
Bor Tembok
Paku Tembok
Scafolding
c. Bahan
Multiplex 9 mm
Multiplex 15 mm
Multiplex 18 mm
HPL
Lem
d. Identifikasi Bahaya
Terjatuh, Tertimpa alat kerja,, Mata terkena debu,Terhirup Lem
Saat Menempel HPL
e. Resiko
Luka ringan, luka RIngan, Gangguan Penglihatan, Ganguan
Pernapasan
f. Pengendalian awal
Menyediakan obat-obatan yang bersifat sebagai penaganan
Mengunakan (Obat Luka/ Perban, Iritasi Mata.) Wajib
Menggunakan Alat Pelindung Diri (Apd) Berupa Masker, Alat
Pelindung Mata (Goggles, Spectacles), Pelindung (Safety Shoes)
(Helmet), Sepatu Keselamatan (Safety Shoes)
1.10.3. Pekerjaan Ornamen Cutting Laser (ACP), Pekerjaan Pasang
Alumunium Composi Panel (ACP)
a. Syarat dan metode pelaksanaan
Siapkan subtruktur bangunan. Pastikan bahwa subtruktur
bangunan telah diperiksa dan memenuhi persyaratan teknis
sebelum memasang ACP. Pastikan bahwa subtruktur dalam
kondisi baik dan cukup kuat untuk menahan berat ACP.
Potong ACP ke ukuran gambar kerja. Gunakan gunting atau
mesin pemotong untuk memotong ACP sesuai ukuran yang
dibutuhkan.
Pasang bingkai aluminium (jika menggunakan sistem baki).
Pasang bingkai aluminium pada subtruktur bangunan dengan
sekrup, dan pastikan bingkai diletakkan dengan benar dan
sejajar.
Tempatkan ACP pada substruktur. Jika menggunakan sistem
kaset, pasang panel ACP ke substruktur dengan sekrup. Jika
menggunakan sistem baki, tempatkan panel ACP di atas bingkai
aluminium dan pasang dengan sekrup.
Pastikan ACP terpasang dengan rapi. Pastikan bahwa ACP
dipasang dengan benar dan sejajar dengan bingkai atau
substruktur. Pastikan juga bahwa sekrup telah dipasang
dengan benar dan tidak terlalu kencang atau terlalu longgar.
Selesaikan finishing. Setelah ACP terpasang dengan benar,
selesaikan finishing seperti menutup sekrup dengan tutup
sekrup atau lembaran ACP yang disediakan untuk menutupi
sekrup.
Lakukan inspeksi akhir. Periksa kembali instalasi ACP untuk
memastikan bahwa semua bagian telah dipasang dengan
benar, dan tidak ada masalah atau kekurangan.
b. Bahan yang digunakan
ACP PVDE Tebal 4 mm
Rangka Hollow 40.40
Besi Siku Breket
Paku Beton
Paku Skrup
Sealent
c. Peralatan yang digunakan
Steager/ scafolding, mesin bor listrik, gerinda, Meteran dan benang
nylon.
d. Identifikasi Bahaya
Terkena alat kerja,
Tertimpa material
Terjatuh dari Ketinggian
e. Resiko
Terluka
Terluka
Memar
f. Penanggulangan Kecelakaan Kerja
Selalu menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) berupa alat Sepatu Keselamatan
(Safety Shoes), Sarung Tangan pekerja bangunan, Sabuk pengaman dan helm
pelindung
1.10.4. Pek. Relling Tangga Stenliess, Pas. Rolling Door ( Kantin )
a. Syarat dan Metode Pelaksanaan
Relling Tangga Stenliess, Rolling Door Kantin letak sesuai dengan Gambar
Rencana Kerja.
b. Bahan yang digunakan
1. Relling Tangga Stenliess
2. Rolling Door
3. Semen Portland
4. Pasir
5. Air
c. Peralatan yang digunakan
Cangkul, Skop, Ember, Sendok Semen, Waterpass
d. Identifikasi Bahaya
Terhirup debu semen
e. Resiko
Gangguan pernapasan
f. Penanggulangan Kecelakaan Kerja
Selalu menggunakan Alat Pelindung Diri ( APD ) berupa masker
1.10.5. Pek. Pagar Besi Besi Cutting Plat T. 2mm + Rangka Holow 4/6
finising cat Besi
a. Syarat dan Metode Pelaksanaan
Relling Tangga Stenliess, Rolling Door Kantin letak sesuai dengan Gambar
Rencana Kerja.
b. Bahan yang digunakan
1. Rangka Holow 4/6
2. Besi Cutting Plat T. 2mm
c. Peralatan yang digunakan
Las Listrik, Waterpass ,Gerinda
d. Identifikasi Bahaya
Terhirup debu Cat
e. Resiko
Gangguan pernapasan
f. Penanggulangan Kecelakaan Kerja
Selalu menggunakan Alat Pelindung Diri ( APD ) berupa masker
1.11 PEKERJAAN PLAFON
1.11.1. Pekerjaan Rangka Plafon Hollow
a. Syarat dan metode pelaksanaan
Pemasangan Rangka dan Penggantung Plafond sesuai dengan ukuran
plafond yang direncanakan
Untuk mendapatkan bidang langit-langit yang rapi dan rata maka
bidang rangka plafon bagian bawah harus dibenang dan ditimbang air
hingga rata.
Rangka plafon harus dipasang kokoh dan kuat.
b. Bahan yang digunakan
Besi hollow galvanis rangka plafond ukuran 35 x 35 mm dengan
ketebalan 0,3 mm
Baut dinabold 8 mm
Sekrup / baut
c. Peralatan yang digunakan
Steager/ scafolding, mesin bor listrik, alat pemotong besi, Meteran dan benang
nylon.
d. Identifikasi Bahaya
Terkena alat kerja,
Tertimpa material / besi hollo
Terjatuh dari Ketinggian
e. Resiko
Terluka
Terluka
Memar (patah tulang, terjatuh dari ketinggian)
f. Penanggulangan Kecelakaan Kerja
Selalu menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) berupa alat Sepatu Keselamatan
(Safety Shoes), Sarung Tangan pekerja bangunan, Sabuk pengaman dan helm
pelindung
1.11.2. Pekerjaan Plafon Gypsum, Pekerjaan List Plafon
a. Syarat dan metode pelaksanaan
Plafond Gypsum 6 mm, yang dipakai berkualitas baik produksi
dalam negeri
Setelah permukaan yang akan dipasang plafond diperiksa, maka
pemasangan penutup plafond dapat dilaksanakan.
Pemotongan Gypsum board (sesuaikan ukuran) ketetapan jalur dan
detail sesuai rencana, perlu didapatkan penyelesaian yang sempurna
Gypsum Board dipakukan/ dibaut ke rangka plafond dengan hati-
hati dan cukup untuk menghindari lengkungan / lendutan.
Pada sambungan papan Gypsum dan lubang skrup akan
dilaksanakan pelabaran dengan adukan compound dengan air dan
disebarkan dengan sekrap plastik yang lebar
Hasil pemasangan harus sesuai dengan ketepatan jalur dan detail
gambar pelaksanaan.
b. Bahan yang digunakan
Gypsum boar 6 mm merk Super Panel
List Plafon Gypsum
Baut sekrup
Compound
c. Peralatan yang digunakan
Steager/ scafolding, mesin bor listrik, alat pemotong gypsum / GRC board,
Meteran dan benang nylon, alat pertukangan
d. Identifikasi Bahaya
Terkena alat kerja,
Tertimpa material pecahan Gypsum
Terjatuh dari Ketinggian
e. Resiko
Terluka
terluka
Memar (patah tulang, terjatuh dari ketinggian)
f. Penanggulangan Kecelakaan Kerja
Menyediakan obat-obatan yang bersifat sebagai penaganan tahap pertama. Selalu
menggunakan Alat Pelindung Diri ( APD ) berupa alat Sepatu Keselamatan (Safety
Shoes), Sarung Tangan pekerja bangunan, Sabuk pengaman dan helm pelindung
1.12 PEKERJAAN PENGECATAN
1.12.1. Pek. Cat tembok Exterior, Pek. Cat tembok Interior
a. Syarat dan metode pelaksanaan
Pengecatan tembok baru dilaksanakan setelah bidang
plesteran tembok benar-banar sudah rata dan kering.
Permukaan plesteran yang belum rata atau cacat harus
diperbaiki terlebih dahulu
Bidang tembok yang sudah rata dan kering, kemudian
diplamur sampai rata dan menutup pori-pori/ rengat-rengat
plesteran / acian
Setelah plamuran betul betul kering, maka plamuran diamplas
sampai halus dan dibersihkan dari debu bekas amplasan yang
menempel dengan menggunakan kain bersih
Pengecatan bertahap lapis demi lapis menggunakan cat encer
sampai betul-betul rata seluruh bidang yang dicat
Setiap lapis ditunggu sampai kering, baru kemudian
pengecatan lapis berikutnya.
Pengecatan dilaksanakan menggunakan kuas yang kualitasnya
bagus.
Setelah pengecatan selesai, bidang cat yang terbentuk harus
utuh, rata dan tidak ada bagian-bagian yang belang dan dijaga
dari pengotoran-pengotoran
b. Bahan yang digunakan
Plamur tembok yang berkualitas baik
Cat penutup tembok menggunakan cat tembok berkualitas
baik, merek Jotun Jotashield Coloure Extreme untuk
pengecatan tembok, balok, kolom dan bagian tembok lainnya
di bagian luar bangunan dan Jotun Jotashield antifade colourse
untuk pengecatan tembok, balok, kolom dan bagian tembok
lainnya yang terletak di bagian dalam gedung
Cat Dasar Tembok bagian luar bangunan/ eksterior
menggunakan Jotun jotashield Primer Cat,
Cat Dasar Tembok bagian dalam bangunan/ interior
menggunakan Jotun jotaplast Primer
Air kerja
c. Peralatan yang digunakan
Steager/ scafolding
Kuas kayu
Kuas roll
Bak cat
d. Identifikasi Bahaya
Terjatuh dari Ketinggian
e. Resiko
Memar
f. Penanggulangan Kecelakaan Kerja
Selalu menggunakan Alat Pelindung Diri ( APD ) berupa sepatu
Keselamatan (Safety Shoes), Helm pelindung dan Sabuk pengaman
1.12.2. Pek. Cat Plafon
a. Syarat syrat Metode Pelaksanaan
Pengecatan plafond baru dilaksanakan setelah bidang plafond benar-banar
sudah rata dan kering.
Permukaan plafond yang belum rata atau cacat harus diperbaiki terlebih
dahulu
Bidang plafond yang sudah rata dan kering, kemudian diplamur sampai rata
dan menutup pori-pori
Setelah plamuran betul betul kering, maka plamuran diamplas sampai halus
dan dibersihkan dari debu bekas amplasan yang menempel dengan
menggunakan kain bersih
Pengecatan bertahap lapis demi lapis menggunakan cat encer sampai betul-
betul rata seluruh bidang yang dicat
Setiap lapis ditunggu sampai kering, baru kemudian pengecatan lapis
berikutnya.
Pengecatan dilaksanakan menggunakan kuas yang kualitasnya bagus.
Setelah pengecatan selesai, bidang cat yang terbentuk harus utuh, rata dan
tidak ada bagian-bagian yang belang dan dijaga dari pengotoran-pengotoran
b. Bahan yang digunakan
Plamir tembok yang berkualitas baik
Cat penutup plafond menggunakan cat tembok berkualitas baik yaitu Jotun
Jotashield antifade colourse
Air kerja
d. Peralatan yang digunakan
Steager/ scafolding
Kuas kayu
Kuas roll
Bak cat
e. Identifikasi Bahaya
Terjatuh dari Ketinggian
e. Resiko
Memar
f. Penanggulangan Kecelakaan Kerja
Selalu menggunakan Alat Pelindung Diri ( APD ) berupa sepatu Keselamatan (Safety
Shoes), Helm pelindung dan Sabuk pengaman
1.13 PEKERJAAN ELEKTRIKAL
1.13.1. Pas. Lampu Downlight 18 watt
a. Metode Pelaksanaan
Untuk Lokasi Pemasangan Lampu Downlight/Lampu Industrial
disesuaiakan dengan gambar kerja
Ukur Lampu Downlight/Lampu Industrial yang akan Dipasang.
Saat melakukan penyambungan, jangan lupa perhatikan
perhatikan bagian positif dan negatifnya.
Apabila salah melakukan penyambungan, kemungkinan
terburuknya bisa menyebabkan korsleting listrik dan sangat
membahayakan.
Power supply yang digunakan harus disesuaikan dengan daya
yang dibutuhkan oleh lampu
Tempel Lampu Sesuai Rencana
b. Peralatan
Obeng
Tespen Listrik
Bor Tembok
Paku Tembok
Scafolding
c. Bahan
Lampu Downlight
Lampu Industrial
Kabel NYM
sakelar
Lem
Isolatif
d. Identifikasi Bahaya
Terkena alat kerja, Mata terkena debu.
e. Resiko
Terluka, tergangguna Penglihatan
f. Pengendalian awal
Menyediakan obat-obatan yang bersifat sebagai penaganan
Mengunakan (Obat Luka/ Perban, Iritasi Mata.) Wajib Menggunakan
Alat Pelindung Diri (Apd) Berupa Masker, Alat Pelindung Mata
(Goggles, Spectacles), Pelindung (Safety Shoes) (Helmet), Sepatu
Keselamatan (Safety Shoes)
1.13.2. Lampu Indirec LED 18 Watt + Fitting
a. Metode Pelaksanaan
Untuk Lokasi Pemasangan 1.13.2. Lampu Indirec LED 18
Watt disesuaiakan dengan gambar kerja
Ukur 1.13.2. Lampu Indirec LED 18 Watt yang akan
Dipasang.
Saat melakukan penyambungan, jangan lupa perhatikan
perhatikan bagian positif dan negatifnya.
Apabila salah melakukan penyambungan, kemungkinan
terburuknya bisa menyebabkan korsleting listrik dan sangat
membahayakan.
Power supply yang digunakan harus disesuaikan dengan daya
yang dibutuhkan oleh lampu
Tempel Lampu Sesuai Rencana
b. Peralatan
Obeng
Tespen Listrik
Bor Tembok
Paku Tembok
Scafolding
c. Bahan
Lampu Downlight
Lampu Industrial
Kabel NYM
sakelar
Lem
Isolatif
d. Identifikasi Bahaya
Terkena alat kerja, Mata terkena debu.
e. Resiko
Terluka, tergangguna Penglihatan
f. Pengendalian awal
Menyediakan obat-obatan yang bersifat sebagai penaganan
Mengunakan (Obat Luka/ Perban, Iritasi Mata.) Wajib Menggunakan
Alat Pelindung Diri (Apd) Berupa Masker, Alat Pelindung Mata
(Goggles, Spectacles), Pelindung (Safety Shoes) (Helmet), Sepatu
Keselamatan (Safety Shoes
1.13.3. Pas. Stop Kontak, Pas. Saklar Ganda, Pas. Saklar Tunggal, Pas.
Penagkal Petir, Pas. Instalasi Titik Api
Metode pelaksanaan
1. Kabel dan kawat tembaga
Seluruh instalasi didalam bangunan dan kabel-kabel utama digunakan
NYY 1 x 2,5 mm2 dengan jumlah inti disesuaikan dengan gambar.
Tidak diperkenankan mengganti type/jenis kabel tersebut
Sambungan kabel di dalam tanah tidak diperkenankan. Seandainya keadaan
tidak memungkinkan dan telah ada izin dari konsultan, Kontraktor harus
menggunakan sambungan resin dari merk Supreme.
2. Konduit
Kabel yang turun menuju saklar dan stop kontak didalam tembok dan
Konduit yang digunakan harus dari merk Supreme.
Ukuran konduit yang digunakan minimum ukuran Diameter 5/8”.
Peralatan bantu untuk konduit harus dilengkapi dalam dokumen gambar.
3. Instalasi penerangan
Instalasi penerangan dimaksud adalah titik lampu dan stop kontak, dan
Instalasi stop kontak AC sesuai petunjuk gambar.
Letak pasti dari lampu-lampu tersebut disesuaikan dengan keadaan
lapangan.
Pada pemasangan diatas plafond, kabel-kabel tidak diperkenankan
diklem kerangka plafond, tetapi harus diklem ke lantai beton, kecuali
diatas plafond tidak ada lantai beton.
Pada setiap pencabangan titik lampu harus diberi doos/junction box.
Sambungan didalam junction box menggunakan isolasi PVC kemudian
ditutup dengan lasdop.
Sambungan kabel untuk titik penerangan hanya diperkenankan pada
junction box/doos tersebut.
Kabel-kabel harus diklem setiap 30 cm, jalan-jalan kabel harus diatur
dengan baik dan rapi.
3. Stop Kontak AC, Pas. Saklar Ganda, Pas. Saklar Tunggal, Pas. Penagkal
Petir
Seluruh stop kontak harus memiliki terminal fase netral dan pentanahan
(Grounding) yang semuanya dihubungkan dengan kabel-kabel yang
sesuai ukuran dan warnanya.
Pemasangan stop kontak tertanam di dalam dinding ( model inbow).
Pemasangan box stop kontak dalam dinding harus kokoh sehingga tidak
mudah tercabut, selanjutnya panel stop kontak disekerupkan pada kotak
tersebut..
b. Bahan :
Sakelar Ganda
Sakelar Tunggal
Penanggkal Petir
Stop Kontak AC
NYY 1 x 2,5 mm2
Klem
Isolasi
Pipa
c. Alat :
Palu
Gerinda
Gergaji
Bor
Meteran
d. Identifikasi Bahaya :
Terkena Alat Kerja
Terhirup debu
Iritasi pada mata akibat debu pengelasan
Tertimpa bahan material
e. Resiko :
Terluka
Terganggu Pernapasan
Terganggu Penglihatan
Cidera Memar
f. Pengendalian awal :
Menyediakan obat-obatan yang bersifat sebagai penanganan tahap pertama
Wajib menggunakan alat pelindung diri (APD) berupa Helm Pelindung (Safety
Helmet), Sepatu Keselamatan (Safety Shoes), Sarung Tangan (Safety Gloves).
1.14 PEKERJAAN SANITASI DAN SANITAIR
1.14.1. Pek. Pas. Closet Duduk, Pek. Pas. Closet Jongkok, Pek. Pas.
floordrain stainless steel, Pek. Shower, Pek. Pas. Kran Air, Pas.
Wastafel
a. Syarat dan Metode Pelaksanaan
Closed duduk,Closed Jongkok, Kran Wastafel, floordrain stainless steel, .
Shower, dipasangkan rapih dan kuat / kokoh dengan letak sesuai dengan
Gambar Rencana Kerja.
b. Bahan yang digunakan
1. Closed duduk,Closed Jongkok, Kran Wastafel, floordrain stainless
steel, Shower,
2. Semen Portland
3. Semen Warna
4. Pasir
5. Air
c. Peralatan yang digunakan
Cangkul, Skop, Ember, Sendok Semen, Waterpass
d. Identifikasi Bahaya
Terhirup debu semen
e. Resiko
Gangguan pernapasan
f. Penanggulangan Kecelakaan Kerja
Selalu menggunakan Alat Pelindung Diri ( APD ) berupa masker
1.14.2. Pek. Instalasi air bersih Piva 1/2 ", Pek. Instalasi air Kotor Piva
2 ", Pek. Instalasi air Hujan ( Piva dia 3 " ),
a. Syarat dan Metode Pelaksanaan
PiPa 1/2 ",, PiPa 2 PiPa dia 3 " ", dipasangkan rapih dan kuat / kokoh
dengan letak sesuai dengan Gambar Rencana Kerja.
b. Bahan yang digunakan
1. PiPa 1/2 ",, PiPa 2 PiPa dia 3 "
2. Sealtape
3. Lem Pipa
c. Peralatan yang digunakan
-
d. Identifikasi Bahaya
Terhirup Lem
e. Resiko
Gangguan pernapasan
f. Penanggulangan Kecelakaan Kerja
Selalu menggunakan Alat Pelindung Diri ( APD ) berupa masker
1.14.3. Pek. Septic tank
a. Syarat dan Metode Pelaksanaan
Membuat lubang galian septictank Sesuai dengan Gabar Kerja
Pekerja memulai pekerjaan septictank diawali dengan membersihkan lubang
galian yang sudah terbengkalai lama kemudian memasang bowplang/benang
untuk acuan kesikuan dan tegak lurus dinding bangunan septictank
Dilanjutkan dengan pemasangan dinding bata dan pemlesteran sampai
bentuk kotak sesuai ukuran yang diinginkan dengan sekat dinding
ditengahnya, ingat ada lobang penghubung dibagian bawah dimaksudkan
untuk transfer kotoran/tinja yang sudah hancur atau cair ke bilik kedua.
Pada dinding bata selain ada lobang transfer dibagian sekat dinding bawah,
septictank yang saya buat juga masih ada 4 lubang lagi. Satu lubang masuk
tinja, satu lubang kecil pembuang gas, satu lubang besar diatas untuk
penyedotan/pengurasan septicktank jika penuh dan terakhir lubang
pembuangan lelehan air jika septictank penuh air (jika air sudah meleleh
lewat lubang ini, septictank saatnya di sedot)
Terkakhir adalah membuat penutup septictank dengan di cor beton, sebelum
proses penutupan septictank hal yang paling penting adalah membuat filter
resapan air tinja atau kotoran dengan beberapa lapis batuan dan ijuk
b. Bahan yang digunakan
1. PiPa dia 3 "
2. Sealtape
3. Lem Pipa
4. Semen
5.Pasir
6.Batu Bata
7.Batu Pecah
8.Tulangan Besi Sesuai dengan Gambar Kerja
c. Peralatan yang digunakan
-Cangkul,Skop,Sendok Semen,Garpu
d. Identifikasi Bahaya
Terhirup Debu Tanah/Semen
Mata Terkena Debu Tanah/Semen
Terkena alat kerja
e. Resiko
Gangguan pernapasan
Gangguan Penglihatan
Terluka
f. Penanggulangan Kecelakaan Kerja
Menyediakan obat-obatan yang bersifat sebagai penanganan tahap pertama
Wajib menggunakan alat pelindung diri (APD) berupa Helm Pelindung
(Safety Helmet), Sepatu Keselamatan (Safety Shoes), Sarung Tangan (Safety
Gloves).
1.15 PEKERJAAN KUNCI PENGGANTUNG
a. Syarat dan Metode Pelaksanaan
Kunci Double Cylinder + Handel, Engsel Pintu Tanam, Engsel Casement
16, Engsel Casement 10, Gerendel Tanam Pintu Alumunium, Gerendel
Jendela, dipasangkan rapih dan kuat / kokoh dengan letak sesuai dengan
Gambar Rencana Kerja.
b. Bahan yang digunakan
Kunci Double Cylinder + Handel, Engsel Pintu Tanam, Engsel
Casement 16, Engsel Casement 10, Gerendel Tanam Pintu Alumunium,
Gerendel Jendela,
c. Peralatan yang digunakan
Obeng
Palu
Tang
d. Identifikasi Bahaya
Terkena Alat Kerja
e. Resiko
Terluka
f. Penanggulangan Kecelakaan Kerja
Selalu menggunakan Alat Pelindung Diri ( APD ) berupa masker
1.16 PEKERJAAN ATAP
1.16.1. Pek. Kuda-Kuda Baja Ringan Zincalume C.75.75 mm + R.40.45
mm,
a. Persiapan kerja
Menyiapkan gambar rencana atap dan perletakkan kuda- kuda, dan
tidak diperkenankan menggunakan gambar draft sebagai panduan.
Menyiapkan semua peralatan perlengkapan keselamatan dan
kesehatan kerja, dan memperhatikan petunjuk tentang persyaratan
melaksanakan pekerjaan di atas ketinggian (lihat belahan
keselamatan kerja).
Menyiapkan semua perlengkapan untuk pemasangan kuda-kuda,
antara lain: bor dan hexagonal socket, meteran, selang air
(waterpass), alat penyiku, mesin pemotong, gergaji besi, palu, dan
sebagainya.
b. Leveling dan marking
Memastikan seluruh permukaan atas ring balok dalam keadaan rata
dan siku, dengan menggunakan selang air (waterpass) dan penyiku
sebagai alat bantu.
Memastikan bahwa rangkaian ring balok telah mengikat semua
belahan bangunan dan tersambung secara benar (monolith) dengan
kolom yang ada di bawahnya.
Memberi tanda posisi perletakan kuda-kuda (truss), sesuai dengan
gambar rencana atap. Mengukur jarak antar kuda-kuda.
c. Pengangkatan dan pemasangan kuda-kuda
Mengangkat kuda-kuda secara hati-hati, biar tidak mengakibatkan
kerusakan pada rangkaian kuda-kuda yang telah selesai dirakit .
Memastikan posisi kiri dan kanan (L-R) kuda-kuda tidak terbalik.
Sisi kanan dan kiri kuda-kuda sanggup ditentukan dengan teladan
posisi dikala pekerja melihat kuda-kuda, dengan lisan web sanggup
dilihat oleh pekerja. Bagian di sebelah kiri pekerja disebut sisi kiri,
sedangkan yang berada di sebelah kanannya ialah sisi kanan.
Mengontrol posisi berdirinya kuda-kuda biar tegak lurus dengan
ringbalok menggunakan benang dan lot (unting-unting).
Mengencangkan kuda-kuda dengan plat L (L bracket), dengan
menggunakan 4 buah screw 12 – 14 x 20 HEX.
Mengencangkan plat L dengan ring balok menggunakan dynabolt,
dan menambahkan balok penopang sementara, biar posisi kuda-
kuda tidak berubah.
Mengulangi langkah ke-1 hingga ke-6 untuk mendirikan semua
kuda-kuda, sesuai dengan posisinya dalam gambar kerja.
Memeriksa ulang jarak antar kuda-kuda dari as ke as (maksimum 1,2
meter).
Memeriksa kedataran (leveling) semua puncak kuda-kuda (Apex),
dan memastikan garis nok mempunyai ketinggian yang sama (datar)
Memasang balok nok.
Memasang bracing (pengikat) sebagai perkuatan, bila bekerja beban
angin. Bracing dipasang di atas top-chord dan di bawah reng.
Bila menggunakan aluminium foil, lapisan ini dipasang terlebih
dahulu di atas truss, jurai dan rafter.
Memasang reng (roof battens) dengan jarak menyesuaikan jenis
epilog atap yang digunakan. Setiap pertemuan reng dengan kuda-
kuda diikat menggunakan screw ukuran 10-16×16 sebanyak 2 (dua)
buah.
Memasang outrigger (gording embel-embel sehabis kuda-kuda
terakhir yang menumpu ringbalk). Pada atap jenis pelana, outrigger
sanggup dipasang sebagai overhang dengan panjang maksimal 120
cm dari kuda- kuda terluar, dan jarak antar outrigger 120 cm.
outrigger harus diletakkan dan di-screw dengan dua buah kuda-
kuda yang terdekat.
Memasang ceilling battens dengan jarak antar masing-masing
ceilling battens ialah 120 cm. Komponen ini dipasang pada
permukaan belahan atas bottom chord kuda-kuda dan di-screw.
Untuk pertemuan ceilling battens dengan ring balok di beri ganjal
bracket yang diikat menggunakan 2 (dua) buah dynabolt. Fungsi
ceilling battens ialah untuk memperkuat ikatan antar kuda-kuda.
Jika diperlukan, sambungan memanjang ceilling battens sebaiknya
sempurna diatas bottom chord. Setiap sambungan harus overlap 40
cm, dan setiap pertemuan dengan bottom chord harus di-screw.
Ceiling battens selanjutnya sanggup difungsikan untuk menahan
plafond dan penggantungnya.
b. Bahan yang digunakan.
Baja Ringan Canai Dingin C75Pipa pvc 4 ‘
Secrub
c. Peralatan yang digunakan
Peralatan Tukang
d. Identifikasi Bahaya
Terkena benda tajam / peralatan Kerja
e. Resiko
Terluka
f. Pengendalian
wajib menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) berupa masker, alat Pelindung Mata
(Goggles, Spectacles), Helm Pelindung (Safety Helmet), Sepatu Keselamatan (Safety
Shoes), Sarung Tangan pekerja bangunan Safe
1.16.2. Pas. Atap Bitumen Selulosa Onduvilla (106 x 40) cm, Pas. Nok
Atas Bitumen, Pasang. Talang Air
a. Syarat dan metode pelaksanaan
Pasang atap ounduline tile, mulai dengan lembar ke 1 (overlap
ke samping = 1 gelombang, overlap ke atas 20 cm, jumlah sekrup
per lembar adalah 18 pcs dengan formasi 6+3+6+3, lanjutkan
dengan pemasangan lembar berikutnya sampai baris 1 penuh.
Pasang atap ounduline tile di baris ke 2, mulai dengan ½ lembar
atap, agar terbentuk pola zig-zag/susun bata (lembar ke-4),
lanjutkan dengan pemasangan lembar berikutnya, sehingga
baris ke-2 penuh.
Untuk baris ganjil ikuti pekerjaan pada baris 1, dan baris genap
sesuai dengan baris ke-2.
b. Bahan yang digunakan.
Atap Ounduline
Skrup Ounduline
c. Peralatan yang digunakan
Peralatan Tukang
d. Identifikasi Bahaya
Terkena benda tajam / peralatan Kerja
e. Resiko
Terluka
f. Pengendalian
wajib menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) berupa masker, alat
Pelindung Mata (Goggles, Spectacles), Helm Pelindung (Safety Helmet),
Sepatu Keselamatan (Safety Shoes), Sarung Tangan pekerja bangunan Safe
2. PEKERJAAN GUDANG BARANG BUKTI
2.1. PEKERJAAN PASANGAN DAN BETON
2.1 1. Pek. Beton Lantai K. 225 Metode
Pelaksanaan sama dengan Point 1.2.2
2.1 2. Pek. Pasangan Keramik 40 x 40 cm Anti Slip,
Pek. Pasangan Keramik 40 x 40 cm
Metode pelaksanaan
Yang dimaksud dari pekerjaan Penutup Lantai
adalah pemasangan Keramik lantai pada bangunan
dengan ukuran dan motif yang ditentukan.
Dimulai dari persiapan adukan dan kesiapan
peralatan untuk menghasilkan kualitas yang baik
agar bata, semen dan pasir teraduk dengan
sempurna
Spesifikasi teknis yang dipersyaratkan seperti lantai
anti slip dan keramik bermotif sesuai yang
dibutuhkan.
Sebelum pemasangan Keramik, Keramik lantai agar
dipasang terlebih dahulu titik acuan yang
ditentukan oleh selang air atau waterpass agar
pasangan rata sesuai dengan elevasi dan bidang
yang ditentukan.
Semua bahan agar direndam terlebih dahulu
kedalam tampungan air sebelum dipasang agar
tidak menyerap air lagi. Setelah itu dilaksanakan
perletakkan adukan terlebih dahulu dan dilumuri
semen kering diatas adukan baru diletekkan granit
tersebut yang dasarnya telah dilumuri dengan
adukan semen dengan air saja. Setelah granit
dipasang baru ditekan kedalam adukan sesuai
dengan elevasi tali benang yang terpasang degan
menggunakan palu karet.
Pada sambungan antara Keramik digunakan semen
warna yang telah diaduk dengan air.
Lanjutkan pemasangan dengan selalu mengontrol
simetrisnya pasangan.
b). Bahan yang digunakan:
Keramik Uk 40 x 40
Keramik Uk 40 x 40 Anti Slip
Semen Portland
Semen Warna
Pasir Pasang
Air
c). Peralatan yang digunakan
Alat Ukur (Meteran)
Sekop dan Cangkul
Gerobak Dorong
Sendok Semen
Waterpass
Ember
Palu karet
Alat Potong Granit
d). Identifikasi Bahaya
Terhisap debu semen
Terkena benda tajam / peralatan tukang
e). Resiko
Gangguan pernafasan
Terluka
f). Pengendalian :
wajib menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) berupa
masker, Sepatu Keselamatan (Safety Shoes), Sarung
Tangan pekerja bangunan.
2.1 3. Pek. Cor Rabat Depan K. 225
a. Syarat dan metode pelaksanaan
Memasang bekisting dengan menggunakan papan
dan kayu kelas IV, dipasang kuat dan rapih serta
dibenang.
Dalam persiapan pengecoran semua bagian-bagian
yang akan dicor harus bersih dan bebas dari
kotoran agar terhindar dari kerusakan
beton. Kemudian Ketika bekisting telah dipasangn
maka siap untuk di cor
Menuangkan adukan beton yang sudah diaduk
dengan menggunakan mesin molen dengan
komposisi campuran sesuai dengan perbandingan
yang ada di RAB, agar didapat mutu beton yang di
inginkan yaitu f’c = 14,5 Mpa (Beton K175)
Bekisting boleh dilepas, setelah beton sudah keras
Pengecoran ke dalam cetakan harus seslai
sebelum adukan mulai mengental, yang dalam
keadaan normal biasanya dalam waktu 30
menit.
Pengecoran suatu unit atau bagian dari
pekerjaan harus dilakukan tanpa berhenti dan
tidak boleh terputus tanpa adanya persetujuan
pemberi tugas. Tidak boleh mengecor pada
waktu hujan, kecuali pemborong mengambil
tindakan pencegahan kerusakan yang dapat
disetujui pemberi tugas.
Sebelum melaksanakan pengecoran pada
bagian-bagian utama dari pekerjaan,
pemborong harus memberitahu pemberi tugas
untuk mendapat persetujuan. Jika tidak ada
pemberitahuan yang semestinya atau
persiapan pengecoran tidak disetujui oleh
pemberi tugas, maka pemborong mungkin
diperintahkan untuk menyingkirkan beton
yang baru dicor atas biaya sendiri.
b. Bahan yang digunakan.
Papan, Kayu Kelas IV
Paku
Beton K225
Air
c. Peralatan yang digunakan
Peralatan Tukang
Gerobak Dorong
Concrete vibrator
d. Identifikasi Bahaya
Terhirup debu
Iritasi mata
Terkena benda tajam / peralatan Kerja
e. Resiko
Gangguan pernafasan
Gangguan penglihatan
Terluka
f. Pengendalian
wajib menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) berupa
masker, alat Pelindung Mata (Goggles, Spectacles), Helm
Pelindung (Safety Helmet), Sepatu Keselamatan (Safety
Shoes), Sarung Tangan pekerja bangunan Safey
2.1 4. Pek. Cat tembok Interior metode
pelaksanaan sesuai dengan Point 1.12.1
2.2. Pek. Pembesian Plat Lantai metode pelaksanaan sesuai
denga Point 1.3
2.3. PEKERJAAN BESI ALUMUNIUM DAN KACA
2.3.1. Pek. Terali Jalusi Atas ( Besi Dia 10 ), Perbaikan
Pintu Gudang Plat Besi, Pas. Grill Besi
a. Syarat dan Metode Pelaksanaan
Terali Jalusi Atas, Pintu Gudang Plat Besi , Grill Besi dipasangkan rapih dan
kuat / kokoh dengan letak sesuai dengan Gambar Rencana Kerja.
b. Bahan yang digunakan
Terali Jalusi Atas, Pintu Gudang Plat Besi , Grill Bes
c. Peralatan yang digunakan
Obeng
Palu
Tang
d. Identifikasi Bahaya
Terkena Alat Kerja
e. Resiko
Terluka
f. Penanggulangan Kecelakaan Kerja
Selalu menggunakan Alat Pelindung Diri ( APD ) berupa masker
3.1. PEKERJAAN TANAH DAN PASIR
3.1.1. Pekerjaan Galian Tanah Pondasi, Pekerjaan Urugan
Tanah Kembali, Pekerjaan Urugan Pasir Bawah Pondasi dan
Lantai Metode Pelaksnaaan seusai dengan Poin 1.1.1
3.2. PEKERJAAN PASANGAN DAN BETON
3.2.1. Pekerjaan Pasangan Batu Kosong ( astamping ) metode
pelaksanaan sesuai dengan Point 1.9.1
3.2.2. Pekerjaan Pasangan Batu Kali Metode pelaksanaan
sesuai dengan Point 1.1.2
3.2.3. Pek. Pas. Dinding 1/2 Batu Bata 1: 4 Metode pelaksanaan
sesuai dengan Point 1.9.3
3.2.4. Pek. Plesteran Dinding 1 : 4 Metode pelaksanaan sesuai
dengan Point 1.9.4
3.2.5. Pek. Pasangan Keramik 40 x 40 cm Metode pelaksanaan
sesuai dengan Point 2.1.2
3.2.6. Pas. Batu Andesit
a. Syarat dan metode pelaksanaan
Dimulai dari persiapan adukan dan kesiapan peralatan untuk
menghasilkan kualitas yang baik agar bata, semen dan pasir
teraduk dengan sempurna
Sebelum pemasangan Dinding Batu Alam, batu alam agar
dipasang terlebih dahulu titik acuan yang ditentukan oleh selang
air atau waterpass agar pasangan rata sesuai dengan elevasi dan
bidang yang ditentukan.
Semua bahan agar direndam terlebih dahulu kedalam
tampungan air sebelum dipasang agar tidak menyerap air lagi.
Setelah itu dilaksanakan perletakkan adukan terlebih dahulu
dan dilumuri semen kering diatas adukan baru diletekkan Batu
Alam tersebut yang dasarnya telah dilumuri dengan adukan
semen dengan air saja. Setelah Batu Alam dipasang baru ditekan
kedalam adukan sesuai dengan elevasi tali benang yang
terpasang degan menggunakan palu karet.
Pada sambungan antara Batu Alma digunakan semen warna
yang telah diaduk dengan air.
Lanjutkan pemasangan dengan selalu mengontrol simetrisnya
pasangan.
b). Bahan yang digunakan:
Batu Alam 40 x 30
Semen Portland
Semen Warna
Pasir Pasang
Air
c). Peralatan yang digunakan
Alat Ukur (Meteran)
Sekop dan Cangkul
Gerobak Dorong
Sendok Semen
Waterpass
Ember
Palu karet
Alat Potong Granit
d). Identifikasi Bahaya
Terhisap debu semen
Terkena benda tajam / peralatan tukang
e). Resiko
Gangguan pernafasan
Terluka
f). Pengendalian :
wajib menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) berupa masker, Sepatu
Keselamatan (Safety Shoes), Sarung Tangan pekerja bangunan
3.2.7. Pek. Beton Tumbuk Bawah Lantai 1 : 3 : 5, Pek. Beton
Tumbuk Bawah Lantai 1 : 3 : 5, Pek. Sloof 15/25, Pek Kolom
20/20, Pek. Balok 15/25 metode pelaksanaan sesuai dengan
Poin 1.2.1
3.2.8. Pek. Besi Tumbuk Bawah Lantai 1 : 3 : 5, Pek. Besi
Tumbuk Bawah Lantai 1 : 3 : 5, Pek. Sloof 15/25, Pek Kolom
20/20, Pek. Besi Balok 15/25 metode pelaksanaan sesuai
dengan Point 1.2.2
3.2.9. Pek. Begesting Tumbuk Bawah Lantai 1 : 3 : 5, Pek.
Begesting Besi Tumbuk Bawah Lantai 1 : 3 : 5, Pek.Begisting
Sloof 15/25, Pek Kolom 20/20, Pek. Besi Balok 15/25
metode pelaksanaan sesuai dengan Point 1.2.3
3.3. PEKERJAAN BESI ALUMUNIUM DAN KACA
3.3.1. Pek. Kusen Pintu dan Jendela Profil Alumunium 4
,Pek. Pintu Panil Kaca Bening 5 mm Rangka Alumunium,
Pek. Jendela Hidup Kaca Bening 5 mm Rangka Casement
metode pelaksanaan sama dengan Point 1.10.1
3.3.2. Pekerjaan Pasang Alumunium Composi Panel
(ACP) metode pelaksanaan metode pelaksanaaan sama
dengan point 1.10.3
3.3.3. Pekerjaan Rangka Plafon Hollow metode
pelaksanaan sama dengan Point 1.11,1
3.3.4. Pekerjaan Plafon Gypsum, Pekerjaan List Plafon
metode pelaksanaan sama dengan point 1.11.2
3.4. PEKERJAAN KUNCI PENGGANTUNG metode pelaksanaan sama
denga Poin 1.15
3.5. PEKERJAAN ATAP
3.5.1. Pek. Kuda-Kuda Baja Ringan Zincalume C.75.75 mm +
R.40.45 mm,Metode pelaksanaan sama dengan Point 1.16.1
3.5.2. Pas. Atap Seng Gelombang Warna, Pas. Bubungan Atap,
Pasang. Talang Air
a. Syarat dan metode pelaksanaan
Tahap selanjutnya adalah memulai persiapan pemasangan.
Pastikan bahan-bahan yang dibutuhkan untuk mendukung
proses pemasangan sudah tersedia.
Selanjutnya adalah menyiapkan alat-alat lain seperti sekrup,
paku, serta kunci khusus yang jumlahnya telah dipersiapkan
menyesuaikan dengan kebutuhan atap.
Sebelum memasang atap seng, Anda juga perlu memastikan
bahwa pada rangka atap sudah terdapat penyangga atap yang
biasa dikenal dengan sebutan reng.
Ketika semuanya sudah terpasang dengan benar, barulah
proses pemasangan atap dapat dilakukan. Dengan
menggunakan paku, Anda dapat meletakkan lembaran atap
seng tersebut pada penyangga yang sebelumnya telah dibuat.
Ketika posisi sudah dinilai tepat, atap bisa segera di paku.
Lakukan pada seluruh bagian atap..
b. Bahan yang digunakan
Atap Seng Gelombang/Plat Warna
Bubungan Atap
Talang Air
Skrup
c. Peralatan yang digunakan
Steager/ scafolding
Palu
d. Identifikasi Bahaya
Terjatuh dari Ketinggian
e. Resiko
Memar (patah tulang, terjatuh dari ketinggian)
Penanggulangan Kecelakaan Kerja Selalu menggunakan Alat
Pelindung Diri ( APD ) berupa sepatu Keselamatan (Safety Shoes),
Helm pelindung dan Sabuk pengaman
3.6. PEKERJAAN ELEKTRIKAL metode pelaksanaan sama dengan
point 1.13
3.7. PEKERJAAN PENGECATAN metode pelaksanaan sama dengan
point 1.12
4. PEKERJAAN POS JAGA
4.1. PEKERJAAN TANAH DAN PASIR metode pelaksanaan sama
dengan point 1.1
4.2. PEKERJAAN PASANGAN DAN BETON
4.2.1. Pekerjaan Pasangan Batu Kosong ( astamping )
metode pelaksanaan sama dengan point 1.9.1
4.2.2. Pekerjaan Pasangan Batu Kali metode pelaksnaan
sama dengan poin1.1.2
4.2.3. Pek. Pas. Dinding 1/2 Batu Bata 1: 4 metode
pelaksanaan sama dengan point 1.9.3
4.2.4. Pek. Plesteran Dinding 1 : 4 metode pelaksanaan
sama dengan 1.9.4
4.2.5. Pek. Pasangan Lantai Keramik 40 x 40 cm , Pek.
Pasangan Lantai Keramik 40 x 40 cm ( Anti Slip )
Pek. Pasangan Keramik Dinding 40 x 40 cm metode
pelaksnanaa sama dengan 2.1.2
4.2.6. Pek. Beton Tumbuk Bawah Lantai 1 : 3 : 5 K. 100,
Pek. Rabat Bangunan Beton Tumbuk 1 : 3 : 5 K. 100,
Pek. Sloof 15/25, Pek Kolom 20/20, Pek. Balok
15/25, Pek. Daag Beton metode sama dengan Point
1.2.1
4.3. PEKERJAAN BESI ALUMUNIUM DAN KACA metode
Pelaksanaan sama dengan point 1.10
4.4. PEKERJAAN ELEKTRIKAL metode pelaksanaan sama dengan
point 1.13
4.5. PEKERJAAN SANITASI DAN SANITAIR metode pelaksanaan
sama dengna point 1.14
4.6. PEKERJAAN KUNCI PENGGANTUNG metode pelaksanaan
sama dengan Point 1.15
4.7. PEKERJAAN PENGECATAN metode pelaksanaan sama dengan
Point 1.12.1
5. PEKERJAAN INTERIOR GEDUNG KAJARI
5.1. PEKERJAAN INTERIOR
5.1.1. Pek. Backdroup Lemari + Rak ( Bahan HPL ), Pek. Backdroup
dinding T = 5 Cm, Pek. Backdroup dinding + Cutting, Pembuatan
Meja Backdrup Kepala.
g. Metode Pelaksanaan
Sebelum melaksanakan pekerjaan, Kontraktor diwajibkan untuk meneliti
gambar-gambaryang ada dan kondisi di lapangan, termasuk
mempelajari bentuk, pola lay-out / penempatan, cara pemasangan,
mekanisme dan detail-detail sesuai gambar.Juga terlebih dahulu harus
memeriksa untuk dikoordinasikan dengan pekerjaan-pekerjaan yang
terkait dengan partisi, diantaranya adalah
Pekerjaan Instalasi pada dinding
Sebelum pemasangan rangka partisi/ Multiplex 15 mm dibuat
tanda/marking terlebih dahulu di atas bidang lantai sesuai gambar
rencana dan diajukan untuk diperiksa terlebih dahulu oleh Konsultan
Pengawas.
Buatlah pola sesuai ukuran dinding. Sebisa mungkin minimalkan
potongan untuk menghasilkan tampilan yang bersih dan rapi.
Lakukan pemotongan multyplek dan HPL secara tepat.
Multiplex yang dipasang adalah yang telah dipilih dengan baik,bentuk
dan ukuran masing-masing unit sama, tidak ada bagian yang
retak,gompal atau cacat-cacat lainnya dan telah mendapat
persetujuan dari Konsultan Pengawas.
Bahan penutup multiplex 9 mm dengan mutu bahan seperti yang
telah dipersyaratkan dengan pola pemasangan sesuai yang
ditunjukkan dalam gambar.Penutup partisi dipasang dengan sekrup
khusus, dengan menggunakan alat bor listrik dan setiap pemasangan
masing-masing sekrup sejajar minimal berjarak 300 mm
.Setelah panel board terpasang, bidang permukaan partisi harus
rata, lurus dansiku, dan antara unit-unit tidak terlihat bergelombang
dan sambungan.
.Untuk menguji kesikuan/kerataan bidang partisi, dilakukan dengan
menggunakan waterpas khusus, dan diperiksa bersama-sama
Konsultan Pengawas
Oleskan lem kuning di bagian belakang HPL serta permukaan dinding.
Tempelkan HPL tersebut secara hati-hati. Tekanlah dari tengah ke
atas, lalu tekan lagi dari tengah ke bawah
.Arah serat dari HPL, sesuai yang ditunjukkan dalam gambar
rencana/desain.
Permukaan HPL dilarang keras diamplas
Bagian tepi (edging) dari daun pintu, bidang atas/top meja
/credenza, diberi edgingberbahan PVC tebal minimal 2 mm.
Warnadan motifdisesuaikan dengan warna HPL nya atausesuai
petunjuk gambar rencana/desain
h. Peralatan
Alat Potong
Waterpass
Gerinda
Kompresor
Paku Tembak Angin
Gergaji
Herdrayer
Jigsaw
Bor Listrik
Bor Tembok
Paku Tembok
Scafolding
i. Bahan
Multiplex 9 mm
Multiplex 15 mm
Multiplex 18 mm
HPL
Lem
j. Identifikasi Bahaya
Terjatuh, Tertimpa alat kerja,, Mata terkena debu,Terhirup Lem Saat Menempel
HPL
k. Resiko
Luka ringan, luka RIngan, Gangguan Penglihatan, Ganguan Pernapasan
l. Pengendalian awal
Menyediakan obat-obatan yang bersifat sebagai penaganan Mengunakan (Obat
Luka/ Perban, Iritasi Mata.) Wajib Menggunakan Alat Pelindung Diri (Apd)
Berupa Masker, Alat Pelindung Mata (Goggles, Spectacles), Pelindung (Safety
Shoes) (Helmet), Sepatu Keselamatan (Safety Shoes)
5.1.2. Pek. Pintu 1 Multiflek Lap. HPL, Pek. Pintu 2 Multiflek Lap. HPL
a. Metode Pelaksanaan
Sebelum melaksanakan pekerjaan, Kontraktor diwajibkan
untuk meneliti gambar-gambaryang ada dan kondisi di
lapangan, termasuk mempelajari bentuk, pola lay-out /
penempatan, cara pemasangan, mekanisme dan detail-detail
sesuai gambar.Juga terlebih dahulu harus memeriksa untuk
dikoordinasikan dengan pekerjaan-pekerjaan yang terkait
dengan partisi, diantaranya adalah
Pekerjaan Instalasi pada dinding
Sebelum pemasangan rangka partisi/ Multiplex 15 mm
dibuat tanda/marking terlebih dahulu di atas bidang lantai
sesuai gambar rencana dan diajukan untuk diperiksa
terlebih dahulu oleh Konsultan Pengawas.
Buatlah pola sesuai ukuran dinding. Sebisa mungkin
minimalkan potongan untuk menghasilkan tampilan yang
bersih dan rapi. Lakukan pemotongan multyplek dan HPL
secara tepat.
Multiplex yang dipasang adalah yang telah dipilih dengan
baik,bentuk dan ukuran masing-masing unit sama, tidak
ada bagian yang retak,gompal atau cacat-cacat lainnya dan
telah mendapat persetujuan dari Konsultan Pengawas.
Bahan penutup multiplex 9 mm dengan mutu bahan
seperti yang telah dipersyaratkan dengan pola pemasangan
sesuai yang ditunjukkan dalam gambar.Penutup partisi
dipasang dengan sekrup khusus, dengan menggunakan alat
bor listrik dan setiap pemasangan masing-masing sekrup
sejajar minimal berjarak 300 mm
.Setelah panel board terpasang, bidang permukaan partisi
harus rata, lurus dansiku, dan antara unit-unit tidak
terlihat bergelombang dan sambungan.
.Untuk menguji kesikuan/kerataan bidang partisi, dilakukan
dengan menggunakan waterpas khusus, dan diperiksa
bersama-sama Konsultan Pengawas
Oleskan lem kuning di bagian belakang HPL serta
permukaan dinding. Tempelkan HPL tersebut secara hati-
hati. Tekanlah dari tengah ke atas, lalu tekan lagi dari tengah
ke bawah
.Arah serat dari HPL, sesuai yang ditunjukkan dalam gambar
rencana/desain.
Permukaan HPL dilarang keras diamplas
Bagian tepi (edging) dari daun pintu, bidang atas/top
meja /credenza, diberi edgingberbahan PVC tebal minimal
2 mm. Warnadan motifdisesuaikan dengan warna HPL nya
atausesuai petunjuk gambar rencana/desain
b. Peralatan
Alat Potong
Waterpass
Gerinda
Kompresor
Paku Tembak Angin
Gergaji
Herdrayer
Jigsaw
Bor Listrik
Bor Tembok
Paku Tembok
Scafolding
c. Bahan
Multiplex 9 mm
Multiplex 15 mm
Multiplex 18 mm
HPL
Lem
d. Identifikasi Bahaya
Terjatuh, Tertimpa alat kerja,, Mata terkena debu,Terhirup
Lem Saat Menempel HPL
e. Resiko
Luka ringan, luka RIngan, Gangguan Penglihatan, Ganguan
Pernapasan
f. Pengendalian awal
Menyediakan obat-obatan yang bersifat sebagai penaganan
Mengunakan (Obat Luka/ Perban, Iritasi Mata.) Wajib
Menggunakan Alat Pelindung Diri (Apd) Berupa Masker, Alat
Pelindung Mata (Goggles, Spectacles), Pelindung (Safety Shoes)
(Helmet), Sepatu Keselamatan (Safety Shoes
5.1.3. Pekerjaan Vinyl Lantai
Metode pelaksanaan
Lakukan Pengecekan Terhadap Kondisi Permukaan Lantai
Pilihlah Pola Pemasangan yang Tepat
Apabila terjadi kesalahan akan sulit untuk digeser dan mengharuskan
Anda menggantinya dengan yang baru.
b). Bahan yang digunakan:
Vinyl
Semen Portland
Semen Warna
Pasir Pasang
Air
c). Peralatan yang digunakan
Alat Ukur (Meteran)
Sekop dan Cangkul
Gerobak Dorong
Sendok Semen
Waterpass
Ember
Palu karet
Alat Potong Granit
d). Identifikasi Bahaya
Terhisap debu semen
Terkena benda tajam / peralatan tukang
e). Resiko
Gangguan pernafasan
Terluka
f). Pengendalian :
wajib menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) berupa masker, Sepatu
Keselamatan (Safety Shoes), Sarung Tangan pekerja bangunan
5.1.4. Pekerjaan Rangka Plafon Hollow sama metode pelaksanaan
sama dengan Point1.11.1
5.1.5. Pekerjaan Plafon Gypsum, Pas. List Profil Gypsum Metode
Pelaksanaan sama dengan point 1.11.2
5.1.6. Pas. Lampu Hias dinding, Pas. Lampu Downlight 18 watt, Pas.
Indirec LED, Pas. Saklar Ganda, Pas. Instalasi Titik Api Metode
pelaksanaan sama dengan Poin1.13.1
5.1.7. Tulisan " KEJAKSAAN NEGERI BENGKULU " ( T=20 cm)
a. Metode Pelaksanaan
Persiapan alat-alat untuk memasang seperti cutter/pisau, lem
fox kuning, sket plotingan huruf yang sudah di setting di
komputer, spon, meteran dll.
Mengukur media yang ingin ditempatkan untuk huruf
timbul/lettering apakah sesuai dengan sket plotingan dari
komputer
Menentukan ketinggian dari huruf timbul/lettering yang ingin
dipasang.
Membolongkan sket plotingan untuk patokan dari
huruf/lettering yang ingin di pasang misal ujung huruf atas dan
ujung huruf bawah atau tengah yang penting bisa menjadi
patokan setelah sket dicopot.
Mengatur sket plotingan yang sudah di bolongi sesuai dengan
gambar kerja lalu di tempel dengan menggunakan plakban
kertas setelah selesai diperhatikan apakah sudah pas kalau
belum diatu kembali sampai pas apa yang diinginkan.
Setelah itu bolongan yang menjadi patokan untuk memasang
huruf timbul/lettering ditandai dengan pensil setelah selesai
semua sket dilepas
Ambil masing-masing huruf tempelkan sesuai patokan yang
telah ditandai tadi kemudian tandai seluruh bidang huruf
untuk patokan batasan pengeleman. apabila semua sudah
selesai baru masuk pada proses pengeleman.
biasa huruf timbul dibelakangnya sudah dipasang spon , spon
inilah yang diberi lem fox kuning tunggu sampai kering begitu
juga media batas yang telah disket sebelumnya diberi lem
hingga kering setelah kedua media kering baru huruf
timbul/letering ditempelkan sesuai posisinya dan sedikit
ditekan untuk memastikan telah melekat dengan baik, begitu
seterusnya sampai semua huruf terpasang dengan baik.
b. Peralatan
Alat Potong
Bor Listrik
Scafolding
c. Bahan
Acrilik
Lem
d. Identifikasi Bahaya
Terkena Alat Kerj.Terhirup Lem Saat Menempel Huruf Acrilik
e. Resiko
Terlula, Iritasai Kulit Dan Ganguan Pernapasan
f. Pengendalian awal
Menyediakan obat-obatan yang bersifat sebagai penaganan
Mengunakan (Obat Luka/ Perban, Iritasi Mata.) Wajib
Menggunakan Alat Pelindung Diri (Apd) Berupa Masker, Alat
Pelindung Mata (Goggles, Spectacles), Pelindung (Safety Shoes)
(Helmet), Sepatu Keselamatan (Safety Shoes)
5.1.8. Pek. Cat Plafon metode pelaksanaan sama dengan Point 1.12.2
6. PEKERJAAN LAIN - LAIN
6.1. Pek. Rehab Dinding Bangunan Induk
6.1.1. Pek. Plesteran Ulang Dinding 1 : 4 ( Ruang Latasi )
metode pelaksanaan sama dengan poin 1.9.4
6.1.2. Pek. Pengecatan Exterior metode pelaksanaan sama
dengan point 1.12
6.2. Pek. Halaman
6.2.1. Pek. Pas. Dinding 1/2 Batu Bata 1: 4 metode pelaksanaan
sama dengan Poin 1.9.3
6.2.2. Pek. Plesteran Dinding 1 : 4 metode pelaksanaan sama
dengan poin 1.9.4
6.2.3. Pek. Pas. Batu Andesit metode pelaksanaan sama
dengan poin 3.2.6
6.2.4. Pemb. Merk I Love Kejari + Logo metode pelaksanan
sama dengan 5.1.7
6.2.5. Pek. Pengecoran Lahan Parkir Motor ( T= 12 cm ) metode
pelaksanan sama dengan Point 1.2.1
6.3. Pek. Rehab WC Aula
6.3.1. Pek. Pas. Granit 60 x 60 cm ( Unpilshd ) ), Pek. Pas.
Dinding Granit 30 x 60 cm ( Polishd ) metode pelaksanaan sama
dengan poin 1.9.6
6.3.2. Pek. Pas. Closet Duduk metode pelaksanaan sama
dengan Poin 1.14.1
6.4. Pas. Kawat Duri + besi Siku Pagar Belakang
a. Syarat dan Metode Pelaksanaan
Kawat Duri + besi Siku, dipasangkan rapih dan kuat / kokoh dengan letak sesuai dengan
Gambar Rencana Kerja.
b. Bahan yang digunakan
Kawat Duri
besi Siku
Paku Beton
c. Peralatan yang digunakan
Gunting Canal
Palu
Tang
d. Identifikasi Bahaya
Terkena Alat Kerja
e. Resiko
Terluka
f. Penanggulangan Kecelakaan Kerja
Menyediakan obat-obatan yang bersifat sebagai penaganan Mengunakan
(Obat Luka/ Perban, Iritasi Mata.) Wajib Menggunakan Alat Pelindung Diri
(Apd) Berupa Masker, Alat Pelindung Mata (Goggles, Spectacles),
Pelindung (Safety Shoes) (Helmet), Sepatu Keselamatan (Safety Shoes)
6.5. Pas. Dinding Spandek + Rangka Baja Ringan
a. Syarat dan Metode Pelaksanaan
Dinding Spandek + Rangka Baja Ringan, dipasangkan rapih dan kuat / kokoh dengan
letak sesuai dengan Gambar Rencana Kerja.
b. Bahan yang digunakan
Seng Spandex
Rangka Baja ringan
Baut Canal
Baut Seng
c. Peralatan yang digunakan
Gunting Canal
Palu
Tang
d. Identifikasi Bahaya
Terkena Alat Kerja
e. Resiko
Terluka
f. Penanggulangan Kecelakaan Kerja
Menyediakan obat-obatan yang bersifat sebagai penaganan Mengunakan
(Obat Luka/ Perban, Iritasi Mata.) Wajib Menggunakan Alat Pelindung Diri
(Apd) Berupa Masker, Alat Pelindung Mata (Goggles, Spectacles),
Pelindung (Safety Shoes) (Helmet), Sepatu Keselamatan (Safety Shoes)
6.6. Pas. Dinding Policarbonat + Rangka Baja Ringan
a. Syarat dan Metode Pelaksanaan
Policarbonat + Rangka Baja Ringan, dipasangkan rapih dan kuat / kokoh dengan letak
sesuai dengan Gambar Rencana Kerja.
b. Bahan yang digunakan
Policarbonat
Rangka Baja ringan
Baut Canal
Baut Seng
c. Peralatan yang digunakan
Gunting Canal
Palu
Tang
d. Identifikasi Bahaya
Terkena Alat Kerja
e. Resiko
Terluka
f. Penanggulangan Kecelakaan Kerja
Menyediakan obat-obatan yang bersifat sebagai penaganan Mengunakan
(Obat Luka/ Perban, Iritasi Mata.) Wajib Menggunakan Alat Pelindung Diri
(Apd) Berupa Masker, Alat Pelindung Mata (Goggles, Spectacles),
Pelindung (Safety Shoes) (Helmet), Sepatu Keselamatan (Safety Shoes)
6.7. Pek. Ruang Pelayan Hukum
6.7.1. Pek. Kusen Pintu dan Jendela Profil Alumunium 4 ", Pek. Pintu
Panil Kaca Bening 5 mm Rangka Alumunium, Pek. Jendela Hidup
Kaca Bening 5 mm Rangka Casement, Pek. Jendela Mati Kaca
Bening 5 mm metode pelaksanaan sama dengan poin 1.10.1
6.7.2. Pekerjaan Rangka Plafon Hollow metod pelaksanaan sam
dengan point 1.11.1
6.7.3. Pekerjaan Plafon Gypsum metode pelaksanaan sama dengan
poin 1.11.2
6.7.4. Pas. Kunci Double Cylinder + Handel "Kualiatas Baik", Pas.
Engsel Pintu Tanam "Kualitas Baik", Pas. Engsel Casement 16
"Kualitas Baik", Pas. Gerendel Tanam Pintu Alumunium
"Kualiatas Baik", Pas. Gerendel Jendela Casement setara
"Kualiatas Baik" metode pelaksanaan sama dengan poin 1.15
6.7.5. Pek. Pengecatan Besi Parkiran mobil
a. Metode Pelaksanaan
Pengecatan kayu/pagar bedi baru dilaksanakan setelah bidang benar-
banar sudah rata dan kering.
Permukaan yang belum rata atau cacat harus diperbaiki terlebih dahulu
Bidang yang sudah rata dan kering, kemudian diplamur sampai rata
dan menutup pori-pori
Setelah plamuran betul betul kering, maka plamuran diamplas sampai
halus dan dibersihkan dari debu bekas amplasan yang menempel
dengan menggunakan kain bersih
Pengecatan bertahap lapis demi lapis menggunakan cat encer sampai
betul-betul rata seluruh bidang yang dicat
Setiap lapis ditunggu sampai kering, baru kemudian pengecatan lapis
berikutnya.
Pengecatan dilaksanakan menggunakan kuas yang kualitasnya bagus.
Setelah pengecatan selesai, bidang cat yang terbentuk harus utuh, rata
dan tidak ada bagian-bagian yang belang dan dijaga dari pengotoran-
pengotoran
b. Bahan yang digunakan
Plamir
Thiner
Cat penutup
Air kerja
c. Peralatan yang digunakan
Steager/ scafolding
Kuas kayu
Kuas roll
Bak cat
d. Identifikasi Bahaya
Terhirup Cat
Mata Kena Cat
e. Resiko
Terganggunya Pernafasan
Terganggunya Penglihatan
f. Penanggulangan Kecelakaan Kerja
Selalu menggunakan Alat Pelindung Diri ( APD ) berupa sepatu Keselamatan
(Safety Shoes), Helm pelindung dan Sabuk pengaman
6.7.6. Pek. Pemberisan Akhir
a. Syarat-syarat dan metode pelaksnaan
Pada saaat selesainya pekerjaan lapangan, daerah proyek
harus tetap dijaga kebersihannya dan siap dipakai oleh
pemilik. Pihak Kontraktor harus memulihkan daerah proyek
yang bukan bagian pekerjaan untuk perbaikan seperti
dijelaskan dalam dokumen kontrak sesuai dengan keadaan
aslinya.
Pada saat pembersihan akhir seluruh pengerasan, kerb-kerb
dan jembatan harus diperiksa kembali, karena
dimungkinkan terjadinya kerusakan fisik yang ditemukan
sebelum pembersihan akhir.
Daerah yang diperkeras dan seluruh daerah fasilitas umum
yang diperkeras yang terletak dilokasi kerja harus disikat
sampai bersih. Seluruh permukaan harus dibersihkan dengan
garpu dan kotoran-kotoran dan sampah-sampah harus
dibuang seluruhnya
b. Bahan yang digunakan
Sapu
Sabun lantai
Kain bekas
c. Peralatan yang digunakan
ember, tempat pel
d. Identifikasi Bahaya
Terkena alat kerja
e. Resiko
Terluka
f. Penanggulangan Kecelakaan Kerja
Menyediakan obat-obatan yang bersifat sebagai penaganan Mengunakan
(Obat Luka/ Perban, Iritasi Mata.) Wajib Menggunakan Alat Pelindung
Diri (Apd) Berupa Masker, Alat Pelindung Mata (Goggles, Spectacles),
Pelindung (Safety Shoes) (Helmet), Sepatu Keselamatan (Safety Shoes)
BAB V
SPESIFIKASI JABATAN KERJA KONSTRUKSI
5.1. Informasi
a. Untuk melaksanakan tugasnya, kontraktor pelaksana harus mencari
informasi yang dibutuhkan selain dari informasi yang diberikan oleh pejabat
pelaksana teknis kegiatan termasuk melalui kerangka acuan kerja ini.
b. Kontraktor pelaksana harus memeriksa kebenaran informasi yang digunakan
dalam pelaksanaan tugasnya, baik yang berasal dari pejabat pelaksana teknis
c. Kegiatan, maupun yang dicari sendiri. Kesalahan/kelalaian pekerjaan sebagai
akibat dari kesalahan informasi menjadi tanggung jawab penyedia jasa.
5.2. Persyaratan Kualifikasi
a. Bidang Bangunan Gedung dengan Sub Bidang Jasa Pelaksana untuk
Konstruksi Gedung Perkantoran (BG002)
b. NIB 41012 Konstruksi Gedung Perkantoran
c. IUJK sesuai dengan Sertifikasi Badan Usaha (SBU)
d. Kualifikasi Usaha Kecil
5.3. Tenaga Ahli
Untuk melaksanakan tujuannya, penyedia jasa harus menyediakan tenaga ahli
yang memenuhi ketentuan dari dokumen ini, baik ditinjau dari segi lingkup
kegiatan maupun tingkat kompleksitas pekerjaan; Tenaga ahli dan tenaga
pendukung yang dibutuhkan oleh kontraktor pelaksana adalah sebagai berikut
:
No Jabata Jumlah Pengalaman Keahlia
n n
SKK
Pelaksana
1 Pelaksana 1 1 Tahun
Lapangan Pekerjaan
Gedung
Bangunan
Petugas K3 Sertifikat Petugas
1 0 Tahun
Gedung
2 Keselamatan K3 Konstruksi
Konstruksi Keselamatan
Konstruksi
PENUTUP
Ketentuan ketentuan lain yang tidak terdapat dalam spesifikasi teknis ini dapat
dilakukan dengan pertimbangan teknis dan atas persetujuan dari pihak direksi.
Demikianlah Spesifikasi teknis ini dibuat agar dapat sebagai pedoman ketentuan dalam
pelaksanaan.
Bengkulu, 11 Juli 2023
Ditetapkan dan disahkan :
Pengguna Anggaran Selaku Pejabat Pembuat
Komitmen Dinas Pekerjaan Umum dan
Penataan Ruang Kota Bengkulu| Authority | |||
|---|---|---|---|
| 20 October 2022 | Peningkatan/Rehabilitasi Drainase RT. 48 Betungan | Kota Bengkulu | Rp 200,000,000 |
| 17 July 2025 | Belanja Modal Pemasangan Paving Blok Sdn 06 Merigi | Kab. Kepahiang | Rp 79,800,000 |
| 17 July 2025 | Belanja Modal Pemasangan Paving Blok Sdn 02 Ujan Mas | Kab. Kepahiang | Rp 66,500,000 |