URAIAN SINGKAT
PEKERJAAN
REHABILITASI TOILET (JAMBAN) SDN 22
KOTA BENGKULU
LOKASI
SD NEGERI 22 KOTA BENGKULU
TAHUN ANGGARAN
2024
URAIAN SINGKAT
REHABILITASI TOILET (JAMBAN) SDN 22 KOTA BENGKULU
I. LINGKUP PEKERJAAN
I DIVISI 1. PERSIAPAN LAPANGAN
I.A UMUM
1 Pembersihan Lokasi
2 Pek. Pembongkaran
3 Pek. Papan Nama Pekerjaan
4 Sewa Direksi Keet + Gudang
5 Pengadaan Listrik Dan Air Kerja
6 Sistem Manajemen Keselamatan Konstruksi
Alat Pelindung Kerja Dan Alat Pelindung Diri
Topi Pelindung
Sepatu Keselamatan
Rompi Keselamatan
Asuransi Dan Perizinan Terkait Keselamatan Konstruksi
Asuransi
Fasilitas, Sarana Dan Prasarana Kesehatan
Peralatan P3K
II DIVISI 2. STRUKTUR
II.A PEKERJAAN BETON
1 Pek. Kolom Peraktis 13/13 cm
- Beton Mutu K-100
- Besi Polos Ø 6
- Besi Polos Ø 10
- Bekisting
2 Pek. Balok Latey 10/15 cm
- Beton Mutu K-100
- Besi Polos Ø 6
- Besi Polos Ø 10
- Bekisting Balok Latey
III DIVISI 3. ARSITEKTUR
III.A PEKERJAAN DINDING
1 Pas. Dinding Batu Bata 1PC : 4PP
2 Pas. Plesteran 1PC : 4PP
3 Acian
4 Pek. Penggantian Pasangan Keramik Dinding 25/40 Cm
III.B PEKERJAAN LANTAI
1 Pek. Penggantian Pasangan Keramik Lantai 25/25 Cm (Unpolished)
2 Pek. Penggantian Pasangan Keramik Lantai 30/30 Cm
III.C PEKERJAAN KUSEN, PINTU DAN JENDELA
1 Pekerjaan Pintu Besi
2 Pekerjaan Pintu Tralis
3 Ventilasi
III.D PEKERJAAN FINISHING CAT
1 Pengecatan Kusen Kayu
2 Pengecatan Besi
3 Pengecatan Dinding
III.E PEKERJAAN SANITAIR
1 Pemasangan Kloset Jongkok
2 Pemasangan Kran Air
3 Pemasangan Floor Drain
4 Bak Air Plastik (Ember Plastik)
5 Pekerjaan Septictank
IV DIVISI 4. LANSEKAP
V DIVISI 5. MEKANIKAL DAN ELEKTRIKAL
VI DIVISI 6. PLAMBING
1 Pemasangan Pipa Air Bersih PVC.AW Diameter ½” atau ¾”
2 Pemasangan Pipa Air Kotor PVC.AW Diameter 3”
VII PEKERJAAN LAIN-LAIN
1 Administrasi Dan Pelaporan
2 Perbaikan Beton Pecah (Penambahan Plesteran)
3 Pembersihan Akhir Pekerjaan
II. SUMBER PENDANAAN
Sumber dana : APBD Pemerintah Daerah Kota Bengkulu Tahun Anggaran
2024
Kegiatan : Pengelolaan Pendidikan Sekolah Dasar
Pekerjaan : REHABILITASI TOILET (JAMBAN) SDN 22 KOTA BENGKULU
Pagu Dana : Rp. 95.000.000,00 (Sembilan Puluh Lima Juta Rupiah)
MAK : 1.01.02.2.01.0006.5.2.03.01.01.0010
III. NAMA ORGANISASI PENGADAAN BARANG/JASA
1. Kuasa Pengguna Anggaran (KPA)
Nama : DENNY APRIANSYAH, SSTP, M.E.
NIP : 19820403 200012 1 001
Jabatan : Kepala Bidang Pembinaan Pendidikan Dasar
2. Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK)
Nama : JULI ANDONO, ST.
NIP : 19830701 201501 1 002
Jabatan : Sub Koordinator Kelembagaan dan Sarana Prasarana
IV. JANGKA WAKTU PENYELESAIAN PEKERJAAN
Kontrak harga satuan dengan jangka waktu pelaksanaan pekerjaan terhitung
sejak penandatanganan Surat Perintah Kerja (SPK), diperkirakan selama 60
(Enam Puluh) hari kalender.
V. DATA DASAR
Adapun beberapa data dasar yang ada :
1. Gambar Rencana
2. Spesifikasi Teknis
3. Rencanan Anggaran Biaya (RAB)
VI. PERSYARATAN KUALIFIKASI
Persyaratan kualifikasi bagi Penyedia Jasa :
a. Memiliki NIB
b. Memiliki SBU Jasa Pelaksana Untuk Konstruksi Bangunan/Gedung
Pendidikaan (BG006) atau (BG007)
c. Memiliki NPWP – KSWP Valid
d. Memenuhi persyaratan kualifikasi lainnya untuk pekerjaan ini sebagaimana
yang diatur oleh peraturan perundangan terkait pengadaan barang/jasa
pemerintah
VII. PERSYARATAN TEKNIS
Persyaratan dokumen penawaran teknis (data teknis):
Persyaratan Teknis Personil
Pengalaman
Kerja Sertifikat
No Jabatan Profesional Kompetensi Keterangan
minimal Kerja
(Tahun)
SKK Pelaksana
Lapangan
1 Pelaksana 0 Tahun 1 Orang
Pekerjaan
Gedung
Petugas
Petugas Keselamatan
2 Keselamatan 0 Tahun dan Kesehatan 1 Orang
Konstruksi Kerja (K3)
Konstruksi
Persyaratan Teknis Peralatan Utama
Nama
Status
No Peralatan Kapasitas Jumlah Kondisi Ket.
Kepemilikan
Utama
Mesin Gerinda Milik
1 350 Watt 1 Unit Baik -
Tangan Sendiri/Sewa
Milik
2 Bor Tangan 350 Watt 1 Unit Baik -
Sendiri/Sewa
VIII. KONTRAK DAN CARA PEMBAYARAN
Jenis Kontrak Harga satuan dengan cara bayar sistem TERMIN
IX. REFRENSI HUKUM
1. Peraturan menteri pekerjaan. Umum dan perumahan rakyat. Nomor : 8 tahun
2023 Tentang Pedoman Penyusunan Perkiraan Biaya Pekerjaan Konstruksi
Bidang Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat
2. Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 2021 Tentang Pelaksanaan UU
Nomor 2 Pelaksanaan Bangunan Gedung, Peraturan Menteri Pekerjaan
Umum Nomor : 22/PRT/M/2018 tanggal 14 September 2018 dan Perpres
nomor 73 tahun 2011 tentang Bangunan Gedung Negara
3. Peraturan Presiden Nomor 12 Tahun 2021 Tentang Perubahan atas Peraturan
Presiden Nomor 16 Tahun 2018 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah
dan turunannya
BAB II
SPESIFIKASI BAHAN BANGUNAN KONTRUKSI
A. BAHAN BANGUNAN
Pekerjaan sipil meliputi kontruksi-kontruksi pengaman seperti fondasi, kolom,
balok, sloof, dan lantai beton. Persyaratan bahan harus sesuai dengan standard
SNI yang berlaku serta gambar rencana. Secara umum bahan-bahan kontruksi
dalam pekerajaan ini adalah sebagai berikut;
Uraian Bahan Spesifikasi/Merk TKDN
Air Bening Tidak Berwana 100 %
Bata Merah Persegi Empat, Lokal 100 %
Digunakan harus dalam kondisi
Koral Bersih 100 %
bersih
Splite/Split 1/2 -2/3 Stone Crusher 100 %
pasir sungai tidak mengandung
garam, tanah, atau batu bara atau
Pasir Pasang 100 %
material lain yang dapat merusak
kualitas adukan
pasir sungai tidak mengandung
garam, tanah, atau batu bara atau
Pasir Beton 100 %
material lain yang dapat merusak
kualitas adukan
Pasir Urug Lokal 100 %
43,26 %
Besi beton Besi KSTY Berlebel SNI
Cat Tembok Decolith 25,11 %
Exterior Metrolite 26,39 %
Cat Tembok Decolith 39,65 %
Interior Metrolite 39,45 %
- Avian 39,49 %
Cat Kayu
- Bee Brand 39,55 %
Seng Gelombang Kenzo, G-Net
54,07 %
Warna Tebal 0.23 – 0.25 mm
- Sakura Roof Tebal 0, 25 51.54%
Atap Genteng Metal
- Multi Roof Tebal 0, 25 50.69%
Rangka Baja
Tasso 65.10 %
Ringan C.75
Reng Atap Baja
Tasso 65,10 %
Ringan
- Semen Dynamix - 92,16 %
Semen Portland
- Semen Merah Putih - 89,25 %
- G-Net - 69,62 %
Keramik 40x40 cm
- Mulia - 71,45 %
- Shunda - 84.89%
Plafond PVC - Huarun - 54.91%
- Elegant - 56.23%
-Tunas 85,06%
Plafond Triplek
- Palm 79,55%
Floor drain Stainless Steel 42.48%
Jendela Naco Rayben 41.27%
Kaca tebal 5 mm Asahimas 42.48%
Kabel Instalasi Kabel NYA 1x2,5 mm Eterna 94,24%
Fitting Lampu PDN (Produk Dalam Negeri) 36,42%
Lampu LED 19 - Philips 39,15 %
Watt - Hannoch 38,52 %
Saklar Tunggal,
- Brocco 33,13 %
Saklar Ganda dan
- Panasonic 44,51%
Stop Kontak
Kusen Jendela,
Ventilasi Kayu, Bawang, Bambang, Meranti,
100 %
Pintu Panel Merambung, Merawan, Balam
Daun Jendela
Kayu Begisting Kayu Lokal 100 %
Besi Hollow SNI 40.00
Listplank GRC Flat Board 60,24%
BAB III
SPESIFIKASI PROSES KEGIATAN
A. PEKERJAAN PERSIAPAN
1) Langkah awal yang harus dilakukan Penyedia Jasa adalah menyiapkan Metode,
Time Schedule Pekerjaan Pendukung dan Kedatangan alat dan dibahas pada
saat PCM
2) Metodologi Pekerjaan Harus Mengikuti Time Schdule yang telah direncanakan.
3) Tenaga kerja yang dipekerjakan Penyedia Jasa harus bekerja dihari pertama
sesuai dengan jadwal pelaksanaan yang telah direncanakan.
4) Penyediaan alat dan bahan harus telah tersedia dilapangan.
5) Penyedia harus memastikan sumber air dan sumber listrik yang akan digunakan
saat pengerjaan proyek.
6) Penyedia Jasa harus memastikan lapangan bersih dari hal-hal yang akan
mengganggu jalannya pekerjaan termasuk Pekerjaan Pembongkaran.
7) Penyedia Jasa Menyediahkan Kelengkapan K3 seperti Helm Proyek, Sepatu
safety, Rompi Proyek, Sarung Tangan Pekerja dan Kelengkapan Lain-lain sesuai
Perencanaan K3.
8) Papan nama proyek harus dipasang pada tempat yang bisa dilihat kalangan
orang.
B. PEKERJAAN BANGUNAN PENUNJANG
1. Metodologi pekerjaan tanah (galian/urugan/timbunan) menjelaskan tahapan
galian dan urugan pemadatan dan hal-hal lainnya.
2. Pekerjaan Struktur harus mengacu pada rencana kerja dan syarat (RKS) yang
ada.
3. Pekerjaan Pasangan Dinding dan Lantai mendeskripsikan pekerjaan pasangan
batu bata. Plasteran, acian dan pekerjaan lainnya.
4. Pekerjaan pengecatan menjelaskan tentang spesifikasi bahan dan cara
pelaksanaan
5. Pekerjaan Kontruksi atap meliputi pekerjaan, pengendalian pekerjaan,
spesifikasi bahan dan cara pelaksanaan pemasangan atap.
C. RKK
RENCANA KESELAMATAN KONSTRUKSI (RKK)
BENTUK RENCANA KESELAMATAN KONSTRUKSI
................. RENCANA KESELAMATAN KONSTRUKSI
[Logo & Nama
[digunakan untuk usulan penawaran]
Perusahaan]
DAFTAR ISI
A. Kepemimpinan dan Partisipasi Pekerja dalam Keselamatan Konstruksi
A.1. Kepedulian pimpinan terhadap Isu eksternal dan internal
A.2. Komitmen Keselamatan Konstruksi
B. Perencanaan keselamatan konstruksi
B.1. Identifikasi bahaya, Penilaian risiko, Pengendalian dan Peluang.
B.2. Rencana tindakan (sasaran & program)
B.3. Standar dan peraturan perundangan
C. Dukungan Keselamatan Konstruksi
C.1. Sumber Daya
C.2. Kompetensi
C.3. Kepedulian
C.4. Komunikasi
C.5. Informasi Terdokumentasi
D. Operasi Keselamatan Konstruksi
D.1. Perencanaan dan Pengendalian Operasi
D.2 Kesiapan dan tanggapan terhadap kondisi darurat
E. Evaluasi Kinerja Keselamatan Konstruksi
E.1. Pemantauan dan evaluasi
E.2. Tinjauan manajemen
E.3. Peningkatan kinerja keselamatan konstruksi
Penjelasan mengenai isi Komitmen Keselamatan Konstruksi poin (A.2) sesuai dengan
format di bawah ini:
PAKTA KOMITMEN KESELAMATAN KONSTRUKSI
Saya yang bertanda tangan di bawah ini:
Nama : …………… [nama wakil sah badan usaha]
Jabatan : .............
Bertindak untuk : PT/CV/Firma/atau lainnya ………… [pilih yang
dan atas nama sesuai dan cantumkan nama]
dalam rangka pengadaan ......................................................pada Dinas
Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bengkulu [isi sesuai dengan nama Pokja
Pemilihan] berkomitmen melaksanakan konstruksi berkeselamatan demi
terciptanya Zero Accident, dengan memastikan bahwa seluruh pelaksanaan
konstruksi:
1. Memenuhi ketentuan Keselamatan Konstruksi;
2. Menggunakan tenaga kerja kompeten bersertifikat;
3. Menggunakan peralatan yang memenuhi standar kelaikan;
4. Menggunakan material yang memenuhi standar mutu;
5. Menggunakan teknologi yang memenuhi standar kelaikan; dan
6. Melaksanakan Standar Operasi dan Prosedur (SOP);
7. Memenuhi 9 (Sembilan) komponen biaya penerapan SMKK.
………… [tempat], ….. [tanggal] ………… [bulan] 20…. [tahun]
[Nama Penyedia]
[tanda tangan],
[nama lengkap]
B.1. Identifikasi bahaya, Penilaian risiko, Pengendalian dan Peluang.
TABEL 1. IDENTIFIKASI BAHAYA, PENILAIAN RISIKO, PENETAPAN
PENGENDALIAN RISIKO K3
Nama Perusahaan : ..................
Kegiatan : ..................
Lokasi : ..................
Tanggal dibuat : .................. halaman : ….. / …..
Tabel Tabel IBPRP*
DESKRIPSI RISIKO PENILAIAN TINGKAT RISIKO
NIL
JENIS
IDENTIFIKASI KEP AI TINGK
URAIAN BAHAYA KEMUN
NO BAHAYA ARA RISI AT
PEKERJAA (Type GKINAN
(Skenario HAN KO RISIK
N Kecelaka (F)
Bahaya) (A) (FX O (TR)
an)
A)
1 2 3 4 5 6 7 8
1 Pengecatan Terjatuh, Terkilir 2 2 4 KECIL
Dinding Terkena Air Cat pada
bagian
anggota
tubuh
,Terluka
Karena
Alat Kerja
&
Serpihan
Material
Maka dengan ini menetapkan bahwa Tingkat Resiko Keselamatan Konstruksi untuk
Paket Pekerjaan sebagaimana dimaksud di atas adalah :
RESIKO KESELAMATAN KONSTRUKSI : TINGKAT RESIKO KECIL
Dibuat oleh,
Kepala Pelaksanaan
Pekerjaan Konstruksi
B.2. Rencana tindakan (sasaran khusus & program khusus)
Tabel Format Tabel Sasaran Khusus dan Program Khusus
Nama Perusahaan : ..................
Kegiatan : ..................
Lokasi : ..................
Tanggal dibuat : ..................
Sasara
Program
Pengendalia n
n Risiko
Uraia Indikato
(Sesuai Ur Tol Sum Jadwal Bentuk Penang
N n r
Kolom Tabel aia ok ber Pelaksa Monito gung
o. Kegia Pencap
6 IBPRP) n uku Daya naan ring Jawab
tan aian
r
Dibuat oleh,
Kepala Pelaksanaan
Pekerjaan Konstruksi
C. Dukungan Keselamatan Konstruksi
Tabel. Jadwal Program Komunikasi
NO Jenis Komunikasi PIC Waktu Pelaksanaan
1 Induksi Keselamatan
Konstruksi (Safety
Induction)
2 Pertemuan pagi hari
(safety morning)
3 Pertemuan Kelompok Kerja
(toolbox meeting)
4 Rapat Keselamatan
Konstruksi
(construction safety
meeting)
D. Operasi Keselamatan Konstruksi
Tabel Contoh Analisis Keselamatan Pekerjaan (Job Safety Analysis)
Nama Pekerja : [ I s i n a m a p e kerja]
Nama Paket
Pekerjaan : …….
Tanggal Pekerjaan : … . . s / d … …
Urutan Langkah Identifikasi Pengendalian Penanggung
Pekerjaan Bahaya Jawab
E. Evaluasi Keselamatan Konstruksi
E.1 Pemantauan dan Evaluasi
Tabel Jadwal Inspeksi dan Audit
Bulan Ke-
No Kegiatan PIC
Inspeksi Keselamatan
1
Konstruksi
Patroli Keselamatan
2
Konstruksi
3 Audit internal
D. PEKERJAAN AKHIR
1. Pelaporan & Dokumentasi berisi prestasi pekerjaan serta foto-foto yang
berhubungan dengan item-item pekerjaan terutama pekerjaan yang tertutup
sehingga dapat dibuktikan dengan foto dokumentasi.
2. Asbuilt drawing merumuskan gambar-gambar dilapangan dan disesuaikan
dengan back up data.
3. Pekerjaan pembersihan akhir meliputi pembersihan selama pelaksanaan
pembersihan akhir seluruh limbah proyek.
BAB V
SPESIFIKASI METODE PELAKSANAAN KONTRUKSI
Jangka waktu yang diperlukan untuk pelaksanan kontruksi REHABILITASI TOILET
(JAMBAN) SDN 22 KOTA BENGKULU dengan waktu pelaksanaan 60 (Enam Puluh)
hari kerja.
1. PEMBERSIHAN LOKASI PEKERJAAN
1.1 Metode Kerja
Pembersihan lahan lokasi pekerjaan merupakan pembersihan semak belukar
yang harus ditebas.
Perataan Tanah lokasi pekerjaan yang kurang dari 30 cm kontraktor wajib
melakukan learn clearing.
Tidak diperkenankan menebang pohon dengan diamater batang lebih besar
dari 15 cm tanpa seizin Direksi, kecuali pohon tersebut terletak dilokasi yang
akan dibangun.
Sampah dan bahan buangan lainnya hasil dari pembersihan lahan harus
dibuang pada tempat pembuangan yang telah ditentukan.
Jika Harus ada Air yang dibuang dalam Pekerjaan ini tidak boleh menimbulkan
gangguan pada fasilitas umum yang sudah ada serta tidak boleh mengganggu
jalannya pekerjaan.
1.2 Peralatan
Alat pembongkaran
1.3 Bahan
Tidak ada
1.4 Pekerja
Mandor
Pekerja
1.5 Identifikasi Bahaya
Tertimpa Bongkaran Material
Tertusuk Paku
Terjatuh
1.6 Resiko
Mata Perih
Terluka
Sakit
1.7 Pengendalian
Mengadakan pencegahan dengan mengingatkan bahaya yang akan terjadi
Penggunaan APD (Alat Pelindung Diri)
2. MOBILISASI PERALATAN DAN BAHAN
2.1 Metode
Pekerjaan ini meliputi semua kegiatan mobilisasi peralatan, Bahan dan personil
yang di perlukan dan semua fasilitas pendukung selama dalam masa
pelaksanaan pekerjaan serta melaksanakan demobilisasi kembali terhadap
semua terhadap semua peralatan dan personil pada ketika pekerjaan selesai.
2.2 Peralatan
Alat angkut
2.3 Bahan
Tidak Ada
2.4 Pekerja
Sopir
Pekerja Pengatur Lalu Lintas
2.5 Identifikasi Bahaya
Kecelakaan Lalu Lintas
2.6 Resiko
Terluka
Sakit
2.7 Pengendalian
Mengadakan pencegahan dengan mengingatkan bahaya yang akan terjadi
Mengadakan pencegahan dengan mematuhi aturan dan rambu-rambu lalu
lintas
3. PENGUKURAN DAN PEMASANGAN BOWPLANK
1.1 Metode
Pemasangan bouwplank harus dilaksanakan dengan menggunakan papan dan
patok bouwplank dari kayu 4/6. Penentuan titik-titik As bangunan harus tepat,
begitu juga pada sudut-sudut bangunan harus bertemu tepat dengan
membentuk sudut 90 derajat sesuai dengan gambar pelaksanaan. Setelah
pemasangan bouwplank mendapat persetujuan direksi atau konsultan
Perencanaan maka pekerjaan galian dapat dilaksanakan.
1.2 Peralatan
Alat Tukang
1.3 Bahan
Kayu
Paku
1.4 Pekerja
Mandor
Kepala Tukang
Tukang
Pekerja
1.5 Identifikasi Bahaya
Terluka Karena Serpihan Material
1.6 Resiko
Terluka
1.7 Pengendalian
Mengadakan pencegahan dengan mengingatkan bahaya yang akan terjadi
Penggunaan APD (Alat Pelindung Diri)
4. P3K DAN PENGADAAN AIR BERSIH
Pemborong wajib menyediakan P3K dan air bersih selama pekerjaan berlangsung
menggacu dengan peraturan pemerintah mengenai keselamatan pekerjaan,
kesehatan pekerja dan kebutuhan pekerja.
5. ADMINISTRASI DAN DOKUMENTASI
Pemborong harus menyiapkan administrasi pelaksanaan pekerjaan antara lain :
gambar shop drawing, laporan harian pelaksanaan, laporan mingguan, prestasi fisik
pekerjaan, laporan bulanan, prestasi fisik pekerjaan time schedule pekerjaan dan foto-
foto kemajuan pekerjaan dibuat sesuai dengan laporan prestasi pekerjaan, sekurang-
kurangnya pada saat dilakukan opname kemajuan pekerjaan. Yang tidak termasuk
pekerjaan persiapan akan tetapi pemborong wajib menyiapkan dan menyediakan.
6. PEK. PEMBONGKARAN
Pek.Pembongkaran Daun Plapon
Setelah permukaan penutup atap selesai dibongkar dilanjutkan dengan
membongkar plafond dan rangka plafond. Metode pembongkaran yaitu denga
menggunakan perancah sementara yang daat digeser agar memudahkan pekerja
saat melakukan pembongkaran. Proses pembongkaran dimulai dari membongkar
penutup plafond dengan cara ngongkel paku pengikat penutup plafond hingga
penutup plafond terlepas dari rangka plafond. Setelah seluruh penutup plafond
selesai dibongkar kemudian dilanjutkan dengan membongkar rangka plafond
dimulai dari melepaskan sambungan rangka plafond dengan cara mencongkel
paku dengan linggis atau memukul yambungan kayu dengan menggunakan palu
hingga sambungan kayu terlepas keseluruhan. Kemudian dilanjutkan dengan
membersihkan puing-puing sisa pembongkaran menuju gudang sementara dan
disusun sedemikian rupa agar tidak mengganggu pekerjaan
Pek.Pembongkaran/Kusen Pintu dan Jendela/Keramik Lantai
Pembongkaran dilaksanakan secara manual oleh beberapa orang pekerja dengan
diawasi oleh mandor menggunakan peralatan seperti Breker, Godam, Linggis,
Martil dan alat bantu lainya. Hasil bongkaran dibuang keluar lokasi pekerjaan jika
tidak dibutuhkan menggunakan mobil pick up.
Demi menjaga keselamatan pekerja, setiap pelaksanaan pekerjaan
pembongkaran, pekerja diwajibkan menggunakan peralatan K3 seperti sepatu
bot, kaca mata, helm, sarung tanggan, masker dan lain-lain. Serta menyiapkan
kotak P3K dilokasi pekerjaan sebagai pertolongan pertama.
Peralatan
Breker, Godam, Linggis, Martil
Dan Lain-lain
Mobil pick up
Bahan
-
Pekerja
Mandor
Pekerja
Identifikasi Bahaya
Tertimpa Bongkaran Material
Tertusuk Paku
Resiko
Terluka
Pengendalian
Mengadakan pencegahan dengan mengingatkan bahaya yang akan terjadi
Penggunaan APD (Alat Pelindung Diri)
7. PAPAN NAMA PROYEK
Metode
Papan Nama Proyek boleh dari kertas/Kain yg di Sablon yang dipesan sesuai
dengan nama kegiatan yg ada pada lembar depan kontrak
Pasang papan nama tersebut dengan bantuan kaso berukuran 5/7 sebagai
tiang-tiang penyangga.
Letakan pada tempat yang mudah dilihat, sehingga memudahkan dalam
mengidentifikasi suatu proyek.
Peralatan
Alat Tukang
Bahan
kertas/Kain yg di Sablon
Kaso dengan ukuran 5/7 cm
Paku berukuran 5 cm dan 7 cm
Cat kayu warna sesuai tema yang di sepakati
Pekerja
Mandor
Pekerja
Identifikasi Bahaya
Terluka karena alat kerja.
Resiko
Terluka
Pengendalian
Mengadakan pencegahan dengan mengingatkan bahaya yang akan terjadi
Penggunaan APD (Alat Pelindung Diri)
8. PEKERJAAN BETON STRUKTUR
Metode
Pekerjaan beton struktur meliputi pekerjaan
Pek. Kolom
Balok Latey
A. Pengertian
Beton merupakan hasil suatu adukan yang menggunakan concret mixer /
molen dengan merata dari bahan-bahan : air, semen (pc) dan agregat (pasir
dan kerikil/batu pecah). Adukan tersebut akan mengeras beberapa jam sesuai
dengan usia beton tersebut.
B. Bahan Beton
Air
Air yang digunakan dalam air yang bersih, tidak mengandung minyak,
garam, kotoran organik atau bahan-bahan lain yang dapat merusak
beton dan besi.
Semen
Semen merupakan bahan yang terpenting untuk membuat beton.
Agregat terdiri dari agregat halus yaitu pasir dan agregat kasar kerikil
atau batu pecah. Pasir, kerikil dan batu pecah harus bersifat kekal dan
bersih serta tidak mengandung bahan-bahan yang mempengaruhi
kekuatan atau kekekalan konstruksi beton pada setiap umur termasuk
daya tahannya terhadap karat baja tulang beton, Penyimpanan dicegah
supaya tidak terjadi pencampuran dengan kotoran atau tanah
Pasir
Penggunaan pasir untuk beton harus memenuhi syarat sebagai berikut :
Pasir halus mempunyai tekanan hancur yang lebih besar dari pada
tekanan hancur semen yang telah menjadi keras.
Tidak mengandung lumpur lebih dari 5 % ditentukan terhadap berat
kering.
Tidak mengandung bahan-bahan organik.
Kerikil dan Batu Pecah
Penggunaan kerikil dan batu pecah untuk beton harus memenuhi syarat
sebagai berikut :
Agregat kasar harus terdiri dari butir-butir yang keras dan tidak berpori
Tidak mengandung lumpur lebih dari 1% ditentukan terhadap berat
kering.
Tidak mengandung zat-zat yang dapat merusak beton seperti zat-zat
yang reaktif alkali.
C. Besi Beton
Besi beton harus dari baja U.24 dengan tegangan leleh 2400 kg/cm2 dan
tegangan yang diijinkan 1400 kg/cm2
Kawat pengikat harus dari baja lunak dengan diameter minimum 1 mm serta
tidak bersepuh seng dan yang telah dipijarkan terlebih dahulu.
Penyimpanan harus tidak menyentuh tanah dan tidak boleh disimpan diudara
terbuka terlalu lama.
Bilamana sesuai pengalaman/pendapat pemborong ditemui kekeliruan atau
perlu penyempurnaan pada pembesian pada gambar kontrak atau perubahan
lainnya, maka pemborong segera memberitahukan atau mengusulkan
penyempurnaan yang dimaksud kepada pemberi tugas untuk persetujuan atau
pengecekan.
D. Cetakan
Bahan harus dibuat dari papan kayu bermutu bagus dan lurus, bisa
menggunakan Plywood dengan ketebalan tergantung dari kualitas dan jarak
penguat cetakan tersebut.
Perakitan Perancah/Begisting.
Cetakan dirakit dan diberi penguat serta disangga sedemikian rupa, sehingga
tidak ada perubahan bentuk akibat getaran atau lengkungan dikarenakan
tekanan adukan beton yang cair/padat. Pada cetakan kolom dan dinding harus
ada bagian yang mudah dibuka untuk menyingkirkan kotoran dan keperluan
pengecoran. Cetakan kayu harus bersih dan dibasahi sebelum pengecoran dan
dicegah penggenangan air pada bagian bawah cetakan.
E. Aduka Beton
Campuran 1pc : 2ps : 3 Kerikil Split (Maks 30 mm) digunakan untuk lantai kerja,
rabat beton atau yang tidak menggunakan pembesian (cor structural).
Pasir menggunakan pasir (bermutu baik).
Kerikil Split (Maks 30 mm).
Air (sesuai item diatas).
Semen (yang disyaratkan) 50 kg per 1 zak.
F. Mutu Beton
Seluruh struktur utama seperti Kolom, dan Balok Lateral menggunakan mutu
beton F’C 7,5
Sedangkan untuk beton bawah lantai menggunakan mutu beton F’C 7,5.
G. Pengecoran
Pengecoran ke dalam cetakan harus selesai sebelum adukan mulai mengental,
yang dalam keadaan normal biasanya dalam waktu 30 menit.
Pengecoran suatu unit atau bagian dari pekerjaan harus dilakukan tanpa
berhenti dan tidak boleh terputus tanpa adanya persetujuan pemberi tugas.
Tidak boleh mengecor pada waktu hujan, kecuali pemborong mengambil
tindakan pencegahan kerusakan yang dapat disetujui pemberi tugas.
Sebelum melaksanakan pengecoran pada bagian-bagian utama dari pekerjaan,
pemborong harus memberitahu pemberi tugas untuk mendapat persetujuan.
Jika tidak ada pemberitahuan yang semestinya atau persiapan pengecoran
tidak disetujui oleh pemberi tugas, maka pemborong mungkin diperintahkan
untuk menyingkirkan beton yang baru dicor atas biaya sendiri.
H. Penggunaan Beton
Bangunan : pondasi, sloof, kolom, balok lantai, plat lantai, ring, dan lain-lain
sesuai dengan gambar kerja.
Penggunaan adukan beton yang berbeda dalam pekerjaan yang monolith
seperti pada pertemuan balok dengan kolom, perbedaan adukan beton supaya
dicorkan serentak atau berseling dimana beton yang mutunya lebih tinggi
dicorkan lebih dahulu, kemudian tidak lebih 20 menit, dicorkan beton yang
mutunya lebih rendah dan kemudian digetarkan sampai kiranya kedua mutu
beton tersebut saling mengikat.
Peralatan
Alat Tukang
Scafolding
Pekerja
Mandor
Kepala Tukang
Tukang
Pekerja
Bahan
Semen
Pasir Beton
Split 2/3 1/2
Air Bersih
Papan Kayu
Paku
Dolken
Polywood
Bambu
Besi Ø6,& Ø10
Kawat Bendrat
Identifikasi Bahaya
Terkena Air Semen
Terjatuh
Tertimpa Material
Resiko
Terluka
Pengendalian
Mengadakan pencegahan dengan mengingatkan bahaya yang akan terjadi
Penggunaan APD (Alat Pelindung Diri)
9. PASANGAN BATU BATA
Metode
Sebelum melakukan pasangan batu bata, lokasi pasangan harus di benang
terlebih dahulu sehingga diperoleh garis lurus dan siku.
Setelan benang dipastikan siku baru batu bata dipasang satu persatu dengan
pasagan ½ batu bata di nat untuk isian adukan perekat
adukan 1:4 (Campuran 1 PCC : 4 PSR)
Susun bata harus sesuai dengan setandar yang berlaku tengah batu bata
bagian bawah harus lurus dengan ujung batu bata pasangan yang diatasnya
demikian seterusnya.
Bila pada pertemuan pasangan batu bata ada yang harus dipotong maka
pemotonganya harus rata dan sesuai dengan rongga yang ada, dengan
menghitung space untuk nat.
Hasil pemasagan yang tidak baik (miring, tidak rata dan tidak siku) tidak dapat
diterima.
Peralatan
Alat Tukang
Pekerja
Mandor
Kepala Tukang
Tukang
Pekerja
Bahan
Bata ukuran Standart
Semen
Pasir
Air
Identifikasi Bahaya
Terkena Air Semen
Terjatuh
Resiko
Terluka
Pengendalian
Mengadakan pencegahan dengan mengingatkan bahaya yang akan terjadi
Penggunaan APD (Alat Pelindung Diri)
10. PEKERJAAN KUSEN, PINTU DAN JENDELA
Metode.
Pembuatan dan pengajuan gambar shop drawing pekerjaan kusen dan jendela
kayu sudah lengkap beserta assesories seperti engsel Jendela, Kait Angin,
Grendel jendela, Handle jendela.
Pintu Pembuatan mengunakan bahan besi Hollow dan Plat besi sudah lengkap
beserta assesories seperti engsel Kunci Tanam, serta Finishing Cat sesuai
shop drawing.
Persiapan lahan kerja.
Pintu Pembuatan mengunakan bahan besi Hollow dan Plat besi sudah lengkap
beserta assesories seperti engsel Kunci Tanam, serta Finishing Cat sesuai
shop drawing.
Persiapan lahan kerja.
Persiapan material kerja, antara lain : Kayu, Besi Hollow 4.4 & 3.6 cm Besi Plat
1.2 mm dll
Persiapan alat bantu kerja, antara lain : Peralatan Pemotong dan Finisiing
Lakukan pengecekan dan pengukuran dilapangan untuk opening yang akan
dipasang kusen Kayu apakah sudah sesuai dengan gambar kerja atau belum
Peralatan
bor,
gergaji,
waterpass,
meteran,
cutter
Pekerja
Mandor
Kepala Tukang
Tukang
Pekerja
dentifikasi Bahaya
Terluka Karena Alat Kerja & Serpihan Material
Resiko
Terluka karena alat kerja
Terkena serpihan material
Pengendalian
Mengingatkan dan mengecek kekuatan/kelayakan alat bantu yang akan
digunakan
Menggunakan APD (alat pelindung diri)
11. PEKERJAAN PLESTERAN
Metode
Plesteran
Bahan-bahan seperti pasir, semen dan air adukan untuk pekerjaan
plesteran mengikuti ketentuan yang digunakan dalam pekerjaan beton
Sebelum pelaksanaan plesteran dimulai, semua permukaan supaya
dibersihkan terlebih dahulu dari bekas-bekas kotoran spesi kemudian
disiram air sampai jenuh.
Buatkan kepala/kop plesteran dengan acuan benang lurus vertikal
pada jarak ± 2,50 m dengan ketebalan 15 mm.
Pekerjaan plesteran campuran 1 pc : 4 ps dipasang pada bangunan
yang kedap air.
Pekerjaan plesteran 1pc : 4 ps dipasang pada permukaan tembok yang
akan diaci dan permukaan lain yang tidak kedap air.
Pekerjaan bidang plester baru dapat dikerjakan setelah kepala
plesteran
kering, minimal telah berumur 24 jam.
Bidang plester harus dijaga kelembabannya agar tidak mongering
terlalu cepat yang mengakibatkan keretakan dengan jalan membasahi
dengan air serta melindungi dari sinar matahari langsung.
Peralatan
Alat Tukang
Pekerja
Mandor
Kepala Tukang
Tukang
Pekerja
Bahan
Semen
Pasir
Air
Identifikasi Bahaya
Terkena Air Semen
Terjatuh
Resiko
Terluka
Pengendalian
Mengadakan pencegahan dengan mengingatkan bahaya yang akan terjadi
Penggunaan APD (Alat Pelindung Diri)
8. PEKERJAAN PENGECATAN
Metode
Finishing tembok, beton dan plafond dengan menggunakan cat
tembok dengan menyesuaikan.
Sebelum dicat permukaan tembok harus diplamir hingga rata dengan
plamir yang sesuai dengan catnya.
Untuk seluruh dinding tembok yang dicat dengan cat tembok, sebelum
memulai dengan plamir tembok maka tembok yang belum diplester
dengan rata dan sempurna harus diperbaiki terlebih dahulu
(dihaluskan). Dengan cara menggosok dengan kertas gosok,
permukaan plesteran dan plamuran tersebut.
Sedangkan untuk finishing kayu menggunakan cat kilap yang
sebelumnya bahan yang akan dicat permukaannya harus dilapis cat
dasar/meni dan di dempul kayu.
Seluruh pekerjaan finishing harus dikerjakan rapi, teliti dan tidak
mengotori bahan lain didekat permukaaan bahan yang dicat
Pemborong harus mengajukan contoh warna dan tidak diijinkan
memakai cat diluar ketentuan dalam bestek ini.
Merk cat yang dipakai harus yang sejenis dan tidak diperbolehkan
penyampuran cat
Peralatan
Peralatan Cat Lengkap
Scafolding
Pekerja
Mandor
Kepala Tukang
Tukang
Pekerja
Bahan
Plamir
Cat Dasar
Cat Warna
Plitur
Lem Fox
Tiner
Identifikasi Bahaya
Terjatuh
Terkena Air Cat
Resiko
Terkilir pada bagian anggota tubuh
Terluka Karena Alat Kerja & Serpihan Material
Pengendalian
Mengecek kekuatan dan kelayakan alat bantu yang akan digunakan
dan Menggunakan APD (alat pelindung diri)
9. PEMBERSIHAN AKHIR
Pada saat penyelesaian Pekerjaan, tempat kerja harus ditinggal dalam keadaan
bersih dan siap untuk dipakai Pemilik. Kontraktor juga harus mengembalikan bagian-
bagian dari tempat kerja yang tidak diperuntukkan dalam Dokumen Konstruksi
kekondisi semula.
Bengkulu, September 2024
KPA / PPK
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan
Kota Bengkulu
DENNY APRIANSYAH, SSTP, M.E.
NIP. 19820403 200012 1 001