URAIAN SINGKAT
PEKERJAAN
PEMBANGUNAN RUANG KELAS
BARU (RKB) SDN 104 KOTA
BENGKULU
LOKASI
SD NEGERI 104 KOTA BENGKULU
TAHUN ANGGARAN
2024
BAB I
URAIAN SINGKAT
PEMBANGUNAN RUANG KELAS BARU (RKB) SDN 104 KOTA BENGKULU
I. LINGKUP PEKERJAAN
I DIVISI 1. PERSIAPAN LAPANGAN
I.A UMUM
1 Pembersihan Lokasi
2 Pek. Papan Nama Pekerjaan
3 Pasangan Bowplank
4 Sewa Direksi Keet + Gudang
5 Pengadaan Listrik dan Air kerja
7 Sistem Manajemen Keselamatan Konstruksi
Alat Pelindung Kerja dan Alat Pelindung Diri
Topi Pelindung
Sepatu Keselamatan
Rompi keselamatan
Asuransi dan Perizinan Terkait Keselamatan Konstruksi
Asuransi
Fasilitas, Sarana dan Prasarana Kesehatan
Peralatan P3K
I.B PEKERJAAN TANAH
1 Galian Tanah Pondasi
2 Urugan Tanah Kembali
3 Urugan Pasir Bawah Lantai
II DIVISI 2. STRUKTUR
II.A PEKERJAAN PASANGAN PONDASI
1 Pas Batu Kosong
2 Pas Batu Kali
II.B PEKERJAAN BETON
1 Sloof 15.20
- Cor Beton sloof f'c 15
- Besi Polos Ø 8
- Besi Polos Ø 12
- Bekisting sloof
2 Kolom 20.20
- Cor Beton Kolom f'c 15
- Besi Polos Ø 8
- Besi Polos Ø 12
- Bekisting Kolom 20.25
3 Kolom Praktis 15.12
- Cor Beton KP f'c 15
- Besi Polos Ø 6
- Besi Polos Ø 12
- Bekisting Kolom Praktis
4 Ring Balok 13.20
- Cor Beton R. Balok f'c 15
- Besi Polos Ø 6
- Besi Polos Ø 10
- Bekisting Ring Balok
II.C PEKERJAAN PAS KUDA-KUDA
1 Pas. Kuda-kuda baja ringan C.75.75 R.32.45
III DIVISI 3. ARSITEKTUR
III.A PEKERJAAN DINDING
1 Pas Dinding Batu Bata 1:2
2 Pas Dinding Batu Bata 1:4
3 Plesteran 1:2
4 Plesteran 1:4
III.B PEKERJAAN LANTAI
1 Cor beton lantai f'c 15
2 Pas Keramik Lantai 40.40
III.C PEKERJAAN KUSEN, PINTU DAN JENDELA
1 Kusen P1 + Jendela
2 Kusen dan Jendela J1
3 Kusen dan Jendela J2
4 Kusen dan Jendela J3
5 Kusen V1
6 Pintu Besi Pelat Tebal 2 mm Rangka besi Hollow 40.40
III.D PEKERJAAN ATAP DAN PLAFOND
1 Rangka Plafond
2 Pas Plafond Triplek 4 mm
3 Pas List Plafond Kayu Profil
4 Pas Atap Seng Gelombang Warna
5 Nok Seng Plat Warna
6 Lisplank GRC 20 Cm
III.E PEKERJAAN FINISHING CAT
1 Cat Kusen (Kayu)
2 Cat Plafond
3 Cat Listplank GRC
4 Cat Tembok
V DIVISI 5. MEKANIKAL DAN ELEKTRIKAL
1 Pasangan Kabel TC
2 Pas Box MCB
3 Pas Saklar Ganda
4 Pas Stop Kontak
5 Pas Titik Instalasi Stop Kontak
6 Pemasangan Kwh 3 Fase
7 Instalasi Titik Lampu
8 Pas. Fitting E27 + 19 Watt LED
VI PEKERJAAN LAIN-LAIN
1 Administrasi dan pelaporan
2 Pembersihan akhir pekerjaan
II. SUMBER PENDANAAN
Sumber dana : APBD Pemerintah Daerah Kota Bengkulu Tahun Anggaran 2024
Kegiatan : Pengelolaan Pendidikan Sekolah Dasar
Pekerjaan : PEMBANGUNAN RUANG KELAS BARU (RKB) SDN 104
KOTA BENGKULU
Pagu Dana : Rp. 200.000.000,00 (Dua ratus juta rupiah)
MAK : 1.01.02.2.01.0006.5.2.03.01.01.0010
III. NAMA ORGANISASI PENGADAAN BARANG/JASA
1. Kuasa Pengguna Anggaran (KPA)
Nama : DENNY APRIANSYAH, SSTP, M.E.
NIP : 19820403 200012 1 001
Jabatan : Kepala Bidang Pembinaan Pendidikan Dasar
2. Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK)
Nama : JULI ANDONO, ST.
NIP : 19830701 201501 1 002
Jabatan : Sub Koordinator Kelembagaan dan Sarana Prasarana
IV. JANGKA WAKTU PENYELESAIAN PEKERJAAN
Kontrak harga satuan dengan jangka waktu pelaksanaan pekerjaan terhitung sejak
penandatanganan Surat Perintah Kerja (SPK), diperkirakan selama 60 (Enam
Puluh) hari kalender.
V. DATA DASAR
Adapun beberapa data dasar yang ada :
1. Gambar Rencana
2. Spesifikasi Teknis
3. Rencanan Anggaran Biaya (RAB)
VI. PERSYARATAN KUALIFIKASI
Persyaratan kualifikasi bagi Penyedia Jasa :
a. Memiliki NIB
b. Memiliki SBU Jasa Pelaksana Untuk Konstruksi Bangunan/Gedung
Pendidikaan (BG006) atau (BG007)
c. Memiliki NPWP – KSWP Valid
d. Memenuhi persyaratan kualifikasi lainnya untuk pekerjaan ini sebagaimana
yang diatur oleh peraturan perundangan terkait pengadaan barang/jasa
pemerintah
VII. PERSYARATAN TEKNIS
Persyaratan dokumen penawaran teknis (data teknis):
Persyaratan Teknis Personil
Pengalaman
Kerja Sertifikat
Profesional Kompetensi Keterangan
No Jabatan
minimal Kerja
(Tahun)
SKK Pelaksana
Lapangan
1 Pelaksana 0 Tahun 1 Orang
Pekerjaan
Gedung
Petugas
Petugas Keselamatan dan
2 Keselamatan 0 Tahun Kesehatan Kerja 1 Orang
Konstruksi (K3)
Konstruksi
Persyaratan Teknis Peralatan Utama
Nama Peralatan Status
No Kapasitas Jumlah Kondisi Ket.
Utama Kepemilikan
300-600 Milik
1 Concrete Mixer 1 Unit Baik -
Liter Sendiri/Sewa
Mesin Gerinda Milik
2 350 Watt 1 Unit Baik -
Tangan Sendiri/Sewa
Milik
3 Bor Tangan 350 Watt 1 Unit Baik -
Sendiri/Sewa
VIII. KONTRAK DAN CARA PEMBAYARAN
Jenis Kontrak Harga satuan dengan cara bayar sistem TERMIN
IX. REFRENSI HUKUM
1. Peraturan menteri pekerjaan. Umum dan perumahan rakyat. Nomor : 8 tahun
2023 Tentang Pedoman Penyusunan Perkiraan Biaya Pekerjaan Konstruksi
Bidang Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat
2. Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 2021 Tentang Pelaksanaan UU Nomor
2 Pelaksanaan Bangunan Gedung, Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor
: 22/PRT/M/2018 tanggal 14 September 2018 dan Perpres nomor 73 tahun 2011
tentang Bangunan Gedung Negara
3. Peraturan Presiden Nomor 12 Tahun 2021 Tentang Perubahan atas Peraturan
Presiden Nomor 16 Tahun 2018 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah
dan turunannya
BAB II
SPESIFIKASI BAHAN BANGUNAN KONTRUKSI
A. BAHAN BANGUNAN
Pekerjaan sipil meliputi kontruksi-kontruksi pengaman seperti fondasi, kolom,
balok, sloof, dan lantai beton. Persyaratan bahan harus sesuai dengan standard SNI
yang berlaku serta gambar rencana. Secara umum bahan-bahan kontruksi dalam
pekerajaan ini adalah sebagai berikut;
Uraian Bahan Spesifikasi/Merk TKDN
Air Bening Tidak Berwana 100 %
Bata Merah Persegi Empat, Lokal 100 %
Digunakan harus dalam kondisi
Koral Bersih 100 %
bersih
Splite/Split 1/2 -
Stone Crusher 100 %
2/3
pasir sungai tidak mengandung
garam, tanah, atau batu bara atau
Pasir Pasang 100 %
material lain yang dapat merusak
kualitas adukan
pasir sungai tidak mengandung
garam, tanah, atau batu bara atau
Pasir Beton 100 %
material lain yang dapat merusak
kualitas adukan
Pasir Urug Lokal 100 %
43,26 %
Besi beton Besi KSTY Berlebel SNI
Cat Tembok Decolith 25,11 %
Exterior Metrolite 26,39 %
Cat Tembok Decolith 39,65 %
Interior Metrolite 39,45 %
- Avian 39,49 %
Cat Kayu
- Bee Brand 39,55 %
Seng Gelombang Kenzo, G-Net
54,07 %
Warna Tebal 0.22 – 0.25 mm
Rangka baja Ringan
Tasso 65.10 %
C.75
Reng Atap Baja
Tasso 65,10 %
Ringan
- Semen Dynamix - 92,16 %
Semen Portland
- Semen Merah Putih - 89,25 %
- G-Net - 69,62 %
Keramik 40x40 cm
- Mulia - 71,45 %
- Shunda - 84.89%
Plafond PVC - Huarun - 54.91%
- Elegant - 56.23%
-Tunas 85,06%
Plafond Triplek
- Palm 79,55%
Floor drain Stainless Steel 42.48%
Jendela Naco Rayben 41.27%
Kaca tebal 5 mm Asahimas 42.48%
Kabel Instalasi Kabel NYA 1x2,5 mm Eterna 94,24%
Fitting Lampu PDN (Produk Dalam Negeri) 36,42%
Lampu LED 19 - Philips 39,15 %
Watt - Hannoch 38,52 %
Saklar Tunggal,
- Brocco 33,13 %
Saklar Ganda dan
- Panasonic 44,51%
Stop Kontak
Kusen Jendela,
Ventilasi Kayu, Bawang, Bambang, Meranti,
100 %
Pintu Panel Merambung, Merawan, Balam
Daun Jendela
Kayu Begisting Kayu Lokal 100 %
Besi Hollow SNI 40.00
Listplank GRC Flat Board 60,24%
BAB III
SPESIFIKASI PROSES KEGIATAN
A. PEKERJAAN PERSIAPAN
1) Langkah awal yang harus dilakukan Penyedia Jasa adalah menyiapkan Metode,
Time Schedule Pekerjaan Pendukung dan Kedatangan alat dan dibahas pada saat
PCM
2) Metodelogi Pekerjaan Harus Mengikuti Time Schdule yang telah direncanakan.
3) Tenaga kerja yang dipekerjakan Penyedia Jasa harus bekerja dihari pertama sesuai
dengan jadwal pelaksanaan yang telah direncanakan.
4) Penyediaan alat dan bahan harus telah tersedia dilapangan.
5) Penyedia harus memastikan sumber air dan sumber listrik yang akan digunakan
saat pengerjaan proyek.
6) Penyedia Jasa harus memastikan lapangan bersih dari hal-hal yang akan
mengganggu jalannya pekerjaan termasuk Pekerjaan Pembongkaran.
7) Penyedia Jasa Menyediahkan Kelengkapan K3 seperti Helm Proyek, Sepatu safety,
Rompi Proyek, Sarung Tangan Pekerja dan Kelengkapan Lain-lain sesuai
Perencanaan K3.
8) Papan nama proyek harus dipasang pada tempat yang bisa dilihat kalangan orang.
B. PEKERJAAN BANGUNAN PENUNJANG
1. Metodologi pekerjaan tanah (galian/urugan/timbunan) menjelaskan tahapan
galian dan urugan pemadatan dan hal-hal lainnya.
2. Pekerjaan Struktur harus mengacu pada rencana kerja dan syarat (RKS) yang ada.
3. Pekerjaan Pasangan Dinding dan Lantai mendeskripsikan pekerjaan pasangan
batu bata. Plasteran, acian dan pekerjaan lainnya.
4. Pekerjaan pengecatan menjelaskan tentang spesifikasi bahan dan cara
pelaksanaan
5. Pekerjaan Kontruksi atap meliputi pekerjaan, pengendalian pekerjaan, spesifikasi
bahan dan cara pelaksanaan pemasangan atap.
C. RKK
RENCANA KESELAMATAN KONSTRUKSI (RKK)
BENTUK RENCANA KESELAMATAN KONSTRUKSI
................. RENCANA KESELAMATAN KONSTRUKSI
[Logo & Nama Perusahaan] [digunakan untuk usulan penawaran]
DAFTAR ISI
A. Kepemimpinan dan Partisipasi Pekerja dalam Keselamatan Konstruksi
A.1. Kepedulian pimpinan terhadap Isu eksternal dan internal
A.2. Komitmen Keselamatan Konstruksi
B. Perencanaan keselamatan konstruksi
B.1. Identifikasi bahaya, Penilaian risiko, Pengendalian dan Peluang.
B.2. Rencana tindakan (sasaran & program)
B.3. Standar dan peraturan perundangan
C. Dukungan Keselamatan Konstruksi
C.1. Sumber Daya
C.2. Kompetensi
C.3. Kepedulian
C.4. Komunikasi
C.5. Informasi Terdokumentasi
D. Operasi Keselamatan Konstruksi
D.1. Perencanaan dan Pengendalian Operasi
D.2 Kesiapan dan tanggapan terhadap kondisi darurat
E. Evaluasi Kinerja Keselamatan Konstruksi
E.1. Pemantauan dan evaluasi
E.2. Tinjauan manajemen
E.3. Peningkatan kinerja keselamatan konstruksi
Penjelasan mengenai isi Komitmen Keselamatan Konstruksi poin (A.2) sesuai dengan
format di bawah ini:
PAKTA KOMITMEN KESELAMATAN KONSTRUKSI
Saya yang bertanda tangan di bawah ini:
Nama : …………… [nama wakil sah badan usaha]
Jabatan : .............
Bertindak untuk : PT/CV/Firma/atau lainnya ………… [pilih yang
dan atas nama sesuai dan cantumkan nama]
dalam rangka pengadaan ......................................................pada Dinas
Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bengkulu [isi sesuai dengan nama Pokja
Pemilihan] berkomitmen melaksanakan konstruksi berkeselamatan demi
terciptanya Zero Accident, dengan memastikan bahwa seluruh pelaksanaan
konstruksi:
1. Memenuhi ketentuan Keselamatan Konstruksi;
2. Menggunakan tenaga kerja kompeten bersertifikat;
3. Menggunakan peralatan yang memenuhi standar kelaikan;
4. Menggunakan material yang memenuhi standar mutu;
5. Menggunakan teknologi yang memenuhi standar kelaikan; dan
6. Melaksanakan Standar Operasi dan Prosedur (SOP);
7. Memenuhi 9 (Sembilan) komponen biaya penerapan SMKK.
………… [tempat], ….. [tanggal] ………… [bulan] 20…. [tahun]
[Nama Penyedia]
[tanda tangan],
[nama lengkap]
B.1. Identifikasi bahaya, Penilaian risiko, Pengendalian dan Peluang.
TABEL 1. IDENTIFIKASI BAHAYA, PENILAIAN RISIKO, PENETAPAN
PENGENDALIAN RISIKO K3
Nama Perusahaan : ..................
Kegiatan : ..................
Lokasi : ..................
Tanggal dibuat : .................. halaman : ….. / …..
Tabel Tabel IBPRP*
DESKRIPSI RISIKO PENILAIAN TINGKAT RISIKO
NIL
JENIS
IDENTIFIKASI KEP AI TINGK
URAIAN BAHAYA KEMUN
NO BAHAYA ARA RISI AT
PEKERJAA (Type GKINAN
(Skenario HAN KO RISIK
N Kecelaka (F)
Bahaya) (A) (FX O (TR)
an)
A)
1 2 3 4 5 6 7 8
1 Pekerjaan Terjatuh,Tertimpa Jatuh Dari 2 2 4 KECIL
Kuda-kuda Material, Terluka Ketinggian
Baja Ringan Karena Alat Kerja
Maka dengan ini menetapkan bahwa Tingkat Resiko Keselamatan Konstruksi untuk
Paket Pekerjaan sebagaimana dimaksud di atas adalah :
RESIKO KESELAMATAN KONSTRUKSI : TINGKAT RESIKO KECIL
Dibuat oleh,
Kepala Pelaksanaan
Pekerjaan Konstruksi
B.2. Rencana tindakan (sasaran khusus & program khusus)
Tabel Format Tabel Sasaran Khusus dan Program Khusus
Nama Perusahaan : ..................
Kegiatan : ..................
Lokasi : ..................
Tanggal dibuat : ..................
Sasaran Program
Pengendalia
n Risiko Uraia Indikato
Ur Tol Sum Jadwal Bentuk Penangg
(Sesuai n r
N aia ok ber Pelaksa Monito ung
Kolom Tabel Kegiat Pencapa
o. n uku Daya naan ring Jawab
6 IBPRP) an ian
r
Dibuat oleh,
Kepala Pelaksanaan
Pekerjaan Konstruksi
C. Dukungan Keselamatan Konstruksi
Tabel. Jadwal Program Komunikasi
NO Jenis Komunikasi PIC Waktu Pelaksanaan
1 Induksi Keselamatan
Konstruksi (Safety Induction)
2 Pertemuan pagi hari
(safety morning)
3 Pertemuan Kelompok Kerja
(toolbox meeting)
4 Rapat Keselamatan
Konstruksi
(construction safety meeting)
D. Operasi Keselamatan Konstruksi
Tabel Contoh Analisis Keselamatan Pekerjaan (Job Safety Analysis)
Nama Pekerja : [ I s i n a m a pekerja]
Nama Paket
Pekerjaan : …….
Tanggal Pekerjaan : … . . s / d … …
Urutan Langkah Identifikasi Pengendalian Penanggung
Pekerjaan Bahaya Jawab
E. Evaluasi Keselamatan Konstruksi
E.1 Pemantauan dan Evaluasi
Tabel Jadwal Inspeksi dan Audit
Bulan Ke-
No Kegiatan PIC
Inspeksi Keselamatan
1
Konstruksi
Patroli Keselamatan
2
Konstruksi
3 Audit internal
C. PEKERJAAN AKHIR
1. Pelaporan & Dokumentasi berisi prestasi pekerjaan serta foto-foto yang
berhubungan dengan item-item pekerjaan terutama pekerjaan yang tertutup
sehingga dapat dibuktikan dengan foto dokumentasi.
2. Asbuilt drawing merumuskan gambar-gambar dilapangan dan disesuaikan
dengan back up data.
3. Pekerjaan pembersihan akhir meliputi pembersihan selama pelaksanaan
pembersihan akhir seluruh limbah proyek.
BAB V
SPESIFIKASI METODE PELAKSANAAN KONTRUKSI
Jangka waktu yang diperlukan untuk pelaksanan kontruksi PEMBANGUNAN RUANG
KELAS BARU (RKB) SDN 104 KOTA BENGKULU dengan waktu pelaksanaan 60 (Enam
Puluh) hari kerja.
1. PEMBERSIHAN LOKASI PEKERJAAN
Metode Kerja
Pembersihan lahan lokasi pekerjaan merupakan pembersihan semak belukar
yang harus ditebas.
Perataan Tanah lokasi pekerjaan yang kurang dari 30 cm kontraktor wajib
melakukan learn clearing.
Tidak diperkenankan menebang pohon dengan diamater batang lebih besar dari
15 cm tanpa seizin Direksi, kecuali pohon tersebut terletak dilokasi yang akan
dibangun.
Sampah dan bahan buangan lainnya hasil dari pembersihan lahan harus
dibuang pada tempat pembuangan yang telah ditentukan.
Jika Harus ada Air yang dibuang dalam Pekerjaan ini tidak boleh menimbulkan
gangguan pada fasilitas umum yang sudah ada serta tidak boleh mengganggu
jalannya pekerjaan.
Peralatan
Alat pembongkaran
Bahan
Tidak ada
Pekerja
Mandor
Pekerja
Identifikasi Bahaya
Tertimpa Bongkaran Material
Tertusuk Paku
Terjatuh
Resiko
Mata Perih
Terluka
Pengendalian
Mengadakan pencegahan dengan mengingatkan bahaya yang akan terjadi
Penggunaan APD (Alat Pelindung Diri)
2. MOBILISASI PERALATAN DAN BAHAN
Metode
Pekerjaan ini meliputi semua kegiatan mobilisasi peralatan, Bahan dan personil
yang di perlukan dan semua fasilitas pendukung selama dalam masa
pelaksanaan pekerjaan serta melaksanakan demobilisasi kembali terhadap
semua terhadap semua peralatan dan personil pada ketika pekerjaan selesai.
Peralatan
Alat angkut
Bahan
Tidak Ada
Pekerja
Sopir
Pekerja Pengatur Jalan
Identifikasi Bahaya
Kecelakaan di Jalan
Resiko
Terluka
Pengendalian
Mengadakan pencegahan dengan mengingatkan bahaya yang akan terjadi
Mengadakan pencegahan dengan mematuhi aturan dan rambu-rambu lalu
lintas
4. P3K DAN PENGADAAN AIR BERSIH
Pemborong wajib menyediakan P3K dan air bersih selama pekerjaan berlangsung
menggacu dengan peraturan pemerintah mengenai keselamatan pekerjaan,
kesehatan pekerja dan kebutuhan pekerja.
5. ADMINISTRASI DAN DOKUMENTASI
Pemborong harus menyiapkan administrasi pelaksanaan pekerjaan antara lain :
gambar shop drawing, laporan harian pelaksanaan, laporan mingguan, prestasi
fisik pekerjaan, laporan bulanan, prestasi fisik pekerjaan time schedule pekerjaan
dan foto-foto kemajuan pekerjaan dibuat sesuai dengan laporan prestasi
pekerjaan, sekurang-kurangnya pada saat dilakukan opname kemajuan
pekerjaan. Yang tidak termasuk pekerjaan persiapan akan tetapi pemborong wajib
menyiapkan dan menyediakan.
6. PENGUKURAN DAN PEMASANGAN BOWPLANK
Metode
Pemasangan bouwplank harus dilaksanakan dengan menggunakan papan dan
patok bouwplank dari kayu 4/6. Penentuan titik-titik As bangunan harus tepat,
begitu juga pada sudut-sudut bangunan harus bertemu tepat dengan
membentuk sudut 90 derajat sesuai dengan gambar pelaksanaan. Setelah
pemasangan bouwplank mendapat persetujuan direksi atau konsultan
Perencanaan maka pekerjaan galian dapat dilaksanakan.
Peralatan
Alat Tukang
Bahan
Kayu
Paku
Pekerja
Mandor
Kepala Tukang
Tukang
Pekerja
Identifikasi Bahaya
Terluka Karena Serpihan Material
Resiko
Terluka
Pengendalian
Mengadakan pencegahan dengan mengingatkan bahaya yang akan terjadi
Penggunaan APD (Alat Pelindung Diri)
7. PAPAN NAMA PROYEK
Metode
Papan Nama Proyek boleh dari kertas/Kain yg di Sablon yang dipesan sesuai
dengan nama kegiatan yg ada pada lembar depan kontrak
Pasang papan nama tersebut dengan bantuan kaso berukuran 5/7 sebagai
tiang-tiang penyangga.
Letakan pada tempat yang mudah dilihat, sehingga memudahkan dalam
mengidentifikasi suatu proyek.
Peralatan
Alat Tukang
Bahan
kertas/Kain yg di Sablon
Kaso dengan ukuran 5/7 cm
Paku berukuran 5 cm dan 7 cm
Cat kayu warna sesuai tema yang di sepakati
Pekerja
Mandor
Pekerja
Identifikasi Bahaya
Terluka karena alat kerja.
Resiko
Terluka
Pengendalian
Mengadakan pencegahan dengan mengingatkan bahaya yang akan terjadi
Penggunaan APD (Alat Pelindung Diri)
8. GALIAN TANAH PONDASI
Metode
Galian tanah dilaksanakan pada semua bagian dari wilayah pekerjaan yang
masuk dalam tanah dan semua bagian tanah yang harus dibuang.
Galian tanah harus dilaksanakan seperti yang tertera dalam gambar, baik
mengenai lebar, panjang, dalam, kemiringan dan sebagainya.
Kemiringan galian harus mempertimbangkan sifat tanah, untuk menghindari
longsor, lebar dasar galian dibuat ruang bebas, diperlukan untuk memudahkan
pekerja dalam melakukan pekerjaan.
Tanah bekas galian harus ditempatkan pada daerah yang tidak menggangu
jalannya pekerjaan, kelebihan tanah galian yang tidak dipakai untuk timbunan
harus dikeluarkan/diangkat dari lokasi pekerjaan.
Untuk galian dibawah air atau dibawah permukaan air tanah harus digunakan
kisdam/Pengeringan.
Untuk galian tanah gambut yang mengandung pasir dan air harus
menggunakan mesin sedot air (Water Pump) dan galian dilakukan seksama
agar galian tidak melebar karena pengaruh sifat tanah dan air.
Kontraktor harus menjaga pada waktu pelaksanaan pekerjaan agar lubang
galian tidak digenangi air yang ditimbulkan oleh hujan ataupun yang
dikeluarkan dari mata air. Kalau lubang galian digenangi air, maka kontraktor
harus mengeluarkan dengan jalan memompa, menimba ataupun mengalirkan
lewat parit-parit pembuang.
Peralatan
Alat Tukang
Alat Gali (Manual)
Bahan
Dolken
Paku
Pekerja
Mandor
Pekerja
Identifikasi Bahaya
Terkena Cangkul
Terjatuh
Resiko
Terluka
Pengendalian
Mengadakan pencegahan dengan mengingatkan bahaya yang akan terjadi
Penggunaan APD (Alat Pelindung Diri)
9. PASANGAN BATU KALI
Metode
Pemasangan, Pondasi dialasi dengan pasir urug yang bersih dengan ketebalan
sesuai dengan gambar kerja. Kemudian disiram dengan air secukupnya. Pada
setiap pokok galian dibuat profil pondasi terbuat dari kayu atau bambu dengan
ukuran sesuai dengan ukuran pondasi yang akan dibuat. Pasangan batu
kosong (aanstamping) dipasang dengan ketebalan sesuai gambar kerja
kemudian diisi dengan pasir dan disiram dengan air sampai semua lubang
batu terisi penuh dengan pasir. Batu kali yang telah dibasahi, dipasang dengan
adukan yang ditentukan dalam gambar. Batu kali terpasang padat dan diantara
batu kali harus dilapisi oleh adukan. Tetapi atas dari pondasi batu kali harus
datar. Untuk pondasi batu kali yang menumpu kolom beton bertulang harus
dilengkapi dengan stek-stek berdiameter sama dengan tulangan kolom yang
akan ditumpunya
Peralatan
Alat Tukang
Pekerja
Mandor
Kepala Tukang
Tukang
Pekerja
Identifikasi Bahaya
Terkena Air Semen
Terluka Karena Material
Resiko
Terluka
Pengendalian
Mengadakan pencegahan dengan mengingatkan bahaya yang akan terjadi
Penggunaan APD (Alat Pelindung Diri)
10. PEKERJAAN URUGAN TANAH / PASIR
Urugan Tanah Kembali
Urugan Pasir Bawah Lantai
Metode
Pekerjaan urugan pasir atau urugan tanah harus dipadatkan dengan memakai
mesin pemadat atau hand compactor dan dilaksanakan dengan ketebalan 5 cm.
Pekerjaan urugan tanah kembali pada lubang galian pondasi dilakukan lapis
demi lapis dengan pemadatan menggunakan mesin pemadat atau hand
compactor setelah pasangan pondasi kering.
Urugan tanah atau pasir harus bebas dari kotoran/batang – batang kayu.
Setiap lapis urugan pasir/tanah yang akan dipadatkan, pemadatan dengan alat
pemadat tangan (Stemper) atau jenis alat pemadat lain yang mendapat
persetujuan konsultan Perencanaan/direksi.
Pengurugan tidak boleh dilaksanakan sebelum bagian pekerjaan yang akan
tertutup oleh tanah urugan, diperiksa oleh Perencanaan/direksi terlebih
dahulu.
Daerah urugan atau galian yang tercantum dalam kontrak ini, harus diratakan
dengan baik dan tidak boleh ada permukaan yang bergelombang. Bilamana
ada perbedaan ketinggian yang dikehendaki maka permukaan dimana
terdapat perbedaan ketinggian itu harus dibuat miring hingga tidak terdapat
perubahan ketinggian yang terlalu mendadak.
Peralatan
Alat Tukang
Pekerja
Mandor
Pekerja
Bahan
Pasir Urug
11. PEKERJAAN BETON STRUKTUR
Metode
Pekerjaan beton struktur meliputi pekerjaan
Pondasi Plat
Pek. Sloof
Pek. Kolom
Balok Latey
Pek. Ring Balok
A. Pengertian
Beton merupakan hasil suatu adukan yang menggunakan concret mixer /
molen dengan merata dari bahan-bahan : air, semen (pc) dan agregat (pasir dan
kerikil/batu pecah). Adukan tersebut akan mengeras beberapa jam sesuai
dengan usia beton tersebut.
B. Bahan Beton
Air
Air yang digunakan dalam air yang bersih, tidak mengandung minyak,
garam, kotoran organik atau bahan-bahan lain yang dapat merusak
beton dan besi.
Semen
Semen merupakan bahan yang terpenting untuk membuat beton.
Agregat terdiri dari agregat halus yaitu pasir dan agregat kasar kerikil
atau batu pecah. Pasir, kerikil dan batu pecah harus bersifat kekal dan
bersih serta tidak mengandung bahan-bahan yang mempengaruhi
kekuatan atau kekekalan konstruksi beton pada setiap umur termasuk
daya tahannya terhadap karat baja tulang beton, Penyimpanan dicegah
supaya tidak terjadi pencampuran dengan kotoran atau tanah
Pasir
Penggunaan pasir untuk beton harus memenuhi syarat sebagai berikut :
Pasir halus mempunyai tekanan hancur yang lebih besar dari pada
tekanan hancur semen yang telah menjadi keras.
Tidak mengandung lumpur lebih dari 5 % ditentukan terhadap berat
kering.
Tidak mengandung bahan-bahan organik.
Kerikil dan Batu Pecah
Penggunaan kerikil dan batu pecah untuk beton harus memenuhi syarat
sebagai berikut :
Agregat kasar harus terdiri dari butir-butir yang keras dan tidak berpori
Tidak mengandung lumpur lebih dari 1% ditentukan terhadap berat
kering.
Tidak mengandung zat-zat yang dapat merusak beton seperti zat-zat
yang reaktif alkali.
C. Besi Beton
Besi beton harus dari baja U.24 dengan tegangan leleh 2400 kg/cm2 dan
tegangan yang diijinkan 1400 kg/cm2
Kawat pengikat harus dari baja lunak dengan diameter minimum 1 mm serta
tidak bersepuh seng dan yang telah dipijarkan terlebih dahulu.
Penyimpanan harus tidak menyentuh tanah dan tidak boleh disimpan diudara
terbuka terlalu lama.
Bilamana sesuai pengalaman/pendapat pemborong ditemui kekeliruan atau
perlu penyempurnaan pada pembesian pada gambar kontrak atau perubahan
lainnya, maka pemborong segera memberitahukan atau mengusulkan
penyempurnaan yang dimaksud kepada pemberi tugas untuk persetujuan atau
pengecekan.
D. Cetakan
Bahan harus dibuat dari papan kayu bermutu bagus dan lurus, bisa
menggunakan Plywood atau Concreate Panel dengan ketebalan tergantung
dari kualitas dan jarak penguat cetakan tersebut.
Perakitan Perancah/Begisting.
Cetakan dirakit dan diberi penguat serta disangga sedemikian rupa, sehingga
tidak ada perubahan bentuk akibat getaran atau lengkungan dikarenakan
tekanan adukan beton yang cair/padat. Pada cetakan kolom dan dinding harus
ada bagian yang mudah dibuka untuk menyingkirkan kotoran dan keperluan
pengecoran. Cetakan kayu harus bersih dan dibasahi sebelum pengecoran dan
dicegah penggenangan air pada bagian bawah cetakan.
E. Aduka Beton
Campuran 1pc : 2ps : 3 Kerikil Split (Maks 30 mm) digunakan untuk lantai
kerja, rabat beton atau yang tidak menggunakan pembesian (cor structural).
Pasir menggunakan pasir (bermutu baik).
Kerikil Split (Maks 30 mm).
Air (sesuai item diatas).
Semen (yang disyaratkan) 50 kg per 1 zak.
F. Mutu Beton
Pondasi tapak menggunakan mutu beton F’C 17
Seluruh struktur utama seperti Sloof, Kolom, Balok Lateral dan Ring Balok
menggunakan mutu beton F’C 17
Untuk struktur pendukung seperti Kolom Praktis, Balok Lateral, dan Ring
Balok menggunakan mutu beton F’C 17
Sedangkan untuk beton bawah lantai menggunakan mutu beton F’C 15.
G. Pengecoran
Pengecoran ke dalam cetakan harus selesai sebelum adukan mulai mengental,
yang dalam keadaan normal biasanya dalam waktu 30 menit.
Pengecoran suatu unit atau bagian dari pekerjaan harus dilakukan tanpa
berhenti dan tidak boleh terputus tanpa adanya persetujuan pemberi tugas.
Tidak boleh mengecor pada waktu hujan, kecuali pemborong mengambil
tindakan pencegahan kerusakan yang dapat disetujui pemberi tugas.
Sebelum melaksanakan pengecoran pada bagian-bagian utama dari pekerjaan,
pemborong harus memberitahu pemberi tugas untuk mendapat persetujuan.
Jika tidak ada pemberitahuan yang semestinya atau persiapan pengecoran
tidak disetujui oleh pemberi tugas, maka pemborong mungkin diperintahkan
untuk menyingkirkan beton yang baru dicor atas biaya sendiri.
H. Penggunaan Beton
Bangunan : pondasi, sloof, kolom, balok lantai, plat lantai, ring, dan lain-lain
sesuai dengan gambar kerja.
Penggunaan adukan beton yang berbeda dalam pekerjaan yang monolith
seperti pada pertemuan balok dengan kolom, perbedaan adukan beton supaya
dicorkan serentak atau berseling dimana beton yang mutunya lebih tinggi
dicorkan lebih dahulu, kemudian tidak lebih 20 menit, dicorkan beton yang
mutunya lebih rendah dan kemudian digetarkan sampai kiranya kedua mutu
beton tersebut saling mengikat.
Peralatan
Alat Tukang
Scafolding
Pekerja
Mandor
Kepala Tukang
Tukang
Pekerja
Bahan
Semen
Pasir Beton
Split 2/3 1/2
Air Bersih
Kayu
Paku
Dolken
Polywood Tebal 9 mm
Bambu
Besi Ø6, Ø8 Ø10 dan Ø12
Kawat Bendrat
Identifikasi Bahaya
Terkena Air Semen
Terjatuh
Tertimpa Material
Resiko
Terluka
Pengendalian
Mengadakan pencegahan dengan mengingatkan bahaya yang akan terjadi
Penggunaan APD (Alat Pelindung Diri)
12. PASANGAN BATU BATA
Metode
Sebelum melakukan pasangan batu bata, lokasi pasangan harus di benang
terlebih dahulu sehingga diperoleh garis lurus dan siku.
Setelan benang dipastikan siku baru batu bata dipasang satu persatu dengan
pasagan ½ batu bata di nat untuk isian adukan perekat
Pasangan batu bata yang terpasang pada elevasi ± 0.00 cm s/d + 40 cm
dipasang dengan adukan 1:2 (Campuran 1 PCC : 2 PSR)
Kemudian Elevasi + 40 cm dan seterusnya dipasang dengan adukan 1:4
(Campuran 1 PCC : 4 PSR)
Susun bata harus sesuai dengan setandar yang berlaku tengah batu bata bagian
bawah harus lurus dengan ujung batu bata pasangan yang diatasnya demikian
seterusnya.
Bila pada pertemuan pasangan batu bata ada yang harus dipotong maka
pemotonganya harus rata dan sesuai dengan rongga yang ada, dengan
menghitung space untuk nat.
Hasil pemasagan yang tidak baik (miring, tidak rata dan tidak siku) tidak dapat
diterima.
Peralatan
Alat Tukang
Pekerja
Mandor
Kepala Tukang
Tukang
Pekerja
Bahan
Bata ukuran Standart
Semen
Pasir
Air
Identifikasi Bahaya
Terkena Air Semen
Terjatuh
Resiko
Terluka
Pengendalian
Mengadakan pencegahan dengan mengingatkan bahaya yang akan terjadi
Penggunaan APD (Alat Pelindung Diri)
13. PEKERJAAN KUSEN, PINTU DAN JENDELA
Metode.
Pembuatan dan pengajuan gambar shop drawing pekerjaan kusen dan jendela
kayu sudah lengkap beserta assesories seperti engsel Jendela, Kait Angin,
Grendel jendela, Handle jendela.
Kusen Jendela, Ventilasi Kayu, Pintu Panel, Daun Jendela material yang akan
digunakan Seperti Kayu Bawang / Kayu Bambang / Kayu Meranti / Kayu
Merambung / Kayu Merawan / Kayu Balam.
Pintu Pembuatan mengunakan bahan besi Hollow dan Plat besi sudah lengkap
beserta assesories seperti engsel Kunci Tanam, serta Finishing Cat sesuai shop
drawing.
Persiapan lahan kerja.
Pintu Pembuatan mengunakan bahan besi Hollow dan Plat besi sudah lengkap
beserta assesories seperti engsel Kunci Tanam, serta Finishing Cat sesuai shop
drawing.
Persiapan lahan kerja.
Persiapan material kerja, antara lain : Kayu, Besi Hollow 4.4 & 3.6 cm Besi Plat
1.2 mm dll
Persiapan alat bantu kerja, antara lain : Peralatan Pemotong dan Finisiing
Lakukan pengecekan dan pengukuran dilapangan untuk opening yang akan
dipasang kusen Kayu apakah sudah sesuai dengan gambar kerja atau belum
Peralatan
bor,
gergaji,
waterpass,
meteran,
cutter
Pekerja
Mandor
Kepala Tukang
Tukang
Pekerja
dentifikasi Bahaya
Terluka Karena Alat Kerja & Serpihan Material
Resiko
Terluka karena alat kerja
Terkena serpihan material
Pengendalian
Mengingatkan dan mengecek kekuatan/kelayakan alat bantu yang akan
digunakan
Menggunakan APD (alat pelindung diri)
14. PEKERJAAN PLESTERAN
Metode
Plesteran
Bahan-bahan seperti pasir, semen dan air adukan untuk pekerjaan
plesteran mengikuti ketentuan yang digunakan dalam pekerjaan beton
Sebelum pelaksanaan plesteran dimulai, semua permukaan supaya
dibersihkan terlebih dahulu dari bekas-bekas kotoran spesi kemudian
disiram air sampai jenuh.
Buatkan kepala/kop plesteran dengan acuan benang lurus vertikal pada
jarak ± 2,50 m dengan ketebalan 15 mm.
Pekerjaan plesteran campuran 1 pc : 2 ps dan 1 pc : 4 ps dipasang pada
bangunan yang kedap air.
Pekerjaan plesteran 1 pc : 2 Ps dan 1pc : 4 ps dipasang pada permukaan
tembok yang akan diaci dan permukaan lain yang tidak kedap air.
Pekerjaan bidang plester baru dapat dikerjakan setelah kepala plesteran
kering, minimal telah berumur 24 jam.
Bidang plester harus dijaga kelembabannya agar tidak mongering
terlalu cepat yang mengakibatkan keretakan dengan jalan membasahi
dengan air serta melindungi dari sinar matahari langsung.
Peralatan
Alat Tukang
Pekerja
Mandor
Kepala Tukang
Tukang
Pekerja
Bahan
Semen
Pasir
Air
Identifikasi Bahaya
Terkena Air Semen
Terjatuh
Resiko
Terluka
Pengendalian
Mengadakan pencegahan dengan mengingatkan bahaya yang akan terjadi
Penggunaan APD (Alat Pelindung Diri)
15. PEKERJAAN PLAFOND
Metode
Sebelum memasang lembaran Triplek 4 mm kontraktor wajib memeriksa
bahwa kerangka Rangka Kayu untuk tumpuan pemasangan telah sesuai
dengan gambar, baik itu letak, bentuk maupun ukurannya.
Semua bahan pada saat akan dipasang harus dalam keadaan bersih dan tanpa
cacat, kerusakan akibat pengangkutan/penyisipan sepenuhnya menjadi
tanggung jawab kontraktor.
Seluruh struktur rangka harus kuat hubungannya ditahan dengan baik oleh
struktur atap (Kuda-kuda) dan dinding sesuai ukuran pada gambar rencana.
Kerangka Rangka Kayu harus rata pada sisinya yang akan ditempel lembaran
Triplek 4 mm kerangka harus datar pada semua arah dan tidak melengkung.
Kerusakan Plafond akibat penyambungan ruangan/Bangunan, dilakukan
penggantian sesuai gambar.
List plapond kayu profil dipasang keliling ruangan lepas dari dinding
Rangka Plafond
Rangka Plafond menggunakan rangka kayu atau disesuaikan dengan
gambar kerja.
Rangka Plafond yang digunakan harus terhindar dari bahan kimia yang dapat
merusak/ menurunkan mutu Rangka Plafond itu sendiri.
Pemotongan/penyambungan Rangka Plafond harus benar-benar rapi dan
tidak membuat Renggang/ berjarak.
Pengerjaannya/ pemasangan harus secara baik sehigga Rangka Plafond
melekat kokoh sesuai dengan petunjuk direksi/ pengawas.
Peralatan
Alat Tukang
Alat Potong
Mesin bor
Laser Timbang
Pekerja
Mandor
Kepala Tukang
Tukang
Pekerja
Bahan
Triplek 4 mm
Rangka Kayu
List Plafond Kayu Profil
Paku Skrup
Identifikasi Bahaya
Terjatuh
Terkena Alat Kerja & Serpihan Material
Resiko
Terkilir pada bagian anggota tubuh
Terkena Alat Kerja & Serpihan Material
Pengendalian
Mengecek kekuatan dan kelayakan alat bantu yang akan digunakan
Menggunakan APD (alat pelindung diri)
16. PEKERJAAN INSTALASI LISTRIK
Peraturan Pemasangan
P.U.I.L dan P.U.I.P.P
A.V.E
Petunjuk dari pabrik pembuat pelataran
peraturan dari instansi yang terkait sesuai dengan kebutuhan
Ketentuan PLN setempat
Gambar-gambar
Gambar-gambar rencana dan spesifikasi ini merupakan suatu kesatuan yang
saling melengkapi dan sama mengikatnya
Gambar-gambar system ini menunjukan secara umum tata letak dari
peralatan, sedang pemasangan harus dikerjakan dengan memperhatikan
kondisi dari bangunan yang ada
sebelum pekerjaan dimulai, pemborong harus mengajukan gambar kerja dan
detail kepada direksi untuk dapat diperiksa dan disetujui terlebih dahulu
Testing
Sebelum Penyerahan Pekerjaan, seluruh system pelumbing harus dicek
sebelumnya, apabila terdapat kerusakan system dan alat maka kontraktor,
wajib memperbaiki dengan biaya sendiri tanpa ada tambahan dana.
Apabila dalam pengetesan muncul biaya dan kebutuhan lain yang ditentukan
akan menjadi tanggungan kontraktor
Pembobokan
Pembobokan tembok, dinding dan sebagainya yang diperlukan
dalam pelaksanaan instalasi ini serta mengembalikan seperti
kondisi semula menjadi lingkup pekerjaan ini.
Pembobokan harus hati-hati dan sedemikian rupa agae hasil bobokan hanya
harus cukup untu jalur instalasi electrical
Bahan-bahan
Kabel yang digunakan Jenis NYA dibungkus dengan pipa PVC, untuk
didalam tembok bangunan dengan ukuran yang disesuaikan
Untuk penerangan dan stop kontak digunakan kabel NYA serta harus
dipasang didalam pipa PVC
Pemasangan pipa kabel diatas plapond harus disusun rapih dan harus diklem,
diikat dengan kawat pada rak-rak kabel (trunking)
Kabel yang digunakan harus menggunakan kabel buatan papbrik kabel metal,
kabelindo atau supreme
Stop kontak atau saklar yang dipergunakan BROCO
Stop kontak dan saklar yang akan dipasang adalah type pemasangan
masuk (Flush Mounting) dan Floor Outlet
Jenis lampu yang digunakan sesuai gambar rencana
Apabila bahan-bahan yang digunakan dianggap tidak standar/tidak
memenuhi syarat maka kontraktor harus menggantibahan tersebut atas
persetujuan direksi
Metode
Semua hantaran (kabel) yang ditarik dalam pipa / cabelduct harus diusahakan
tidak tampak dari luar (tertanam)
Pemasangan pipa harus dilaksanakan sebelum pengecoran.
Pemasangan sparing-sparing listrik yang melintas di plat, balok, kolom beton
harus dipasang terlebih dahulu sebelum pengecoran, kabel diusahakan
dimasuk-
kan bersamaan dengan pemasangan sparing.
Pipa yang dipasang pada dinding dilaksanakan sebelum pekerjaan plesteran
dan acian dikerjakan.
Penempatan sambungan/percabangan harus ditempatkan di daerah yang
mudah
dicapai untuk perbaikan (perawatan).
Sambungan harus menggunakan klem / isolasi kabel supaya terlindung
dengan
baik sehingga tidak tersentuh atau menggunakan lasdop dan ditempatkan
padaTe Dos.
Lekukan/belokan pipa harus beradius > 3 kali diameter pipa dan harus rata
(untukmemudahkan penarikan kabel).
Jaringan arde harus dipasang tersendiri / terpisah dengan arde penangkal
petir.atau pada balok kayu rangka langit-langit.
Untuk hantaran/tarikan kabel yang menyusur dinding bata/beton pada shaft
harusdiklem atau dengan papan dan kabeltrey bila jaringan terlalu rumit
(banyak).
Stop kontak dan saklar. Pemasangan stop kontak setinggi > 40 cm dari lantai,
saklar dipasang setinggi 150 cm dari lantai (bila tidak ditentukan
spesifikasinya).
Pemasangan stop kontak dan saklar harus rata dengan dinding.
Peralatan
Peralatan listrik
Alat ukur ampere
Pekerja
Mandor
Kepala Tukang
Tukang
Pekerja
Bahan
Kabel
Pipa kabel
Saklar Tunggal
Saklar Ganda
Lampu LED
T Dust
Identifikasi Bahaya
Tersengat Listrik
Terjatuh
Resiko
Terkilir pada bagian anggota tubuh
Terkena Alat Kerja & Serpihan Material
Pengendalian
Mengecek kekuatan dan kelayakan alat bantu yang akan digunakan
Menggunakan APD (alat pelindung diri)
17. PEKERJAAN LANTAI
Metode
Pembuatan dan pengajuan gambar shop drawing pekerjaan lantai keramik.
Lantai keramik yang digunakan 40x40 cm.
Persiapan material kerja, antara lain : Lantai Keramik 40x40 cm
Persiapan alat bantu kerja, antara lain : Peralatan Pemotong keramik dan Palu.
Lakukan pengecekan dan pengukuran dilapangan untuk opening yang akan
dipasang lantai keramik apakah sudah sesuai dengan gambar kerja atau belum
Peralatan
Palu Karet,
Alat potong,
waterpass,
meteran,
Gerobak Dorong
Pekerja
Mandor
Kepala Tukang
Tukang
Pekerja
Identifikasi Bahaya
Terluka Karena Alat Kerja & Serpihan Material
Resiko
Terkilir pada bagian anggota tubuh
Terkena Alat Kerja & Serpihan Material
Pengendalian
Mengecek kekuatan dan kelayakan alat bantu yang akan digunakan dan
Menggunakan APD (alat pelindung diri)
18. PEKERJAAN PENGECATAN
Metode
Finishing tembok, beton dan plafond dengan menggunakan cat tembok dengan
menyesuaikan.
Sebelum dicat permukaan tembok harus diplamir hingga rata dengan plamir
yang sesuai dengan catnya.
Untuk seluruh dinding tembok yang dicat dengan cat tembok, sebelum
memulai dengan plamir tembok maka tembok yang belum diplester dengan
rata dan sempurna harus diperbaiki terlebih dahulu (dihaluskan). Dengan cara
menggosok dengan kertas gosok, permukaan plesteran dan plamuran tersebut.
Sedangkan untuk finishing kayu menggunakan cat kilap yang sebelumnya
bahan yang akan dicat permukaannya harus dilapis cat dasar/meni dan di
dempul kayu.
Seluruh pekerjaan finishing harus dikerjakan rapi, teliti dan tidak mengotori
bahan lain didekat permukaaan bahan yang dicat
Pemborong harus mengajukan contoh warna dan tidak diijinkan memakai cat
diluar ketentuan dalam bestek ini.
Merk cat yang dipakai harus yang sejenis dan tidak diperbolehkan
penyampuran cat
Peralatan
Peralatan Cat Lengkap
Scafolding
Pekerja
Mandor
Kepala Tukang
Tukang
Pekerja
Bahan
Plamir
Cat Dasar
Cat Warna
Plitur
Lem Fox
Tiner
Identifikasi Bahaya
Terjatuh
Terkena Air Cat
Resiko
Terkilir pada bagian anggota tubuh
Terluka Karena Alat Kerja & Serpihan Material
Pengendalian
Mengecek kekuatan dan kelayakan alat bantu yang akan digunakan dan
Menggunakan APD (alat pelindung diri).
19. PERERJAAN KUDA-KUDA BAJA RINGAN
Metode
Pemasangan kuda-kuda baja ringan diatas struktur pendukungnya (kolom
atau ringbalok) harus dilaksanakan secara benar dan cermat, agar rangka atap
baja ringan terpasang sesuai dengan persyaratannya.
Persyaratan teknis rangka atap baja ringan diantarannya adalah :
Kuda-kuda terpasang kuat dan stabil, dilengkapi dengan angkur
(dynabolt) pada kedua tumpuannya.
Semua kuda-kuda tegak lurus terhadap ringbalok.
Ketinggian apex untuk pemasangan nok di atas setiap kuda kuda rata.
Sisi miring atap rata (tidak bergelombang).
Tidak ada kerusakan lapisan pelindung.
Tidak terjadi deformasi (perubahan bentuk) akibat kesalahan pelaksanan
pekerjaan.
Kuda-kuda yang digunakan yaitu canal baja ringan C.75.75 dan reng R.32.45
Peralatan
Gerinda Potong,
Bor Tangan,
waterpass,
meteran,
Pekerja
Mandor
Kepala Tukang
Tukang
Pekerja
Identifikasi Bahaya
Jatuh Dari Ketinggian
Resiko
Terluka karena alat kerja
Terkilir bagian anggota tubuh
Pengendalian
Mengecek kekuatan/kelayakan alat bantu yang akan digunakan
Menggunakan APD (alat pelindung diri).
20. PEKERJAAN ATAP
Metode
Pembuatan dan pengajuan gambar shop drawing pekerjaan Atap.
Kuda-kuda yang digunakan yaitu kuda-kuda baja ringan C.75.75 R.32.45
Atap yang digunakan Seng Gelombang Warna tebal 0.22-0.25 mm berlabel SNI.
Persiapan material kerja, antara lain : Reng Beserta Baut screw dan atap Seng
gelombang warna yang akan dipasang
Persiapan alat bantu kerja, antara lain : Gerinda dan Bor Tangan.
Lakukan pengecekan dan pengukuran dilapangan untuk opening yang akan
dipasang atap apakah sudah sesuai dengan gambar kerja atau belum
Peralatan
Gerinda Potong,
Bor Tangan,
waterpass,
meteran,
Pekerja
Mandor
Kepala Tukang
Tukang
Pekerja
Identifikasi Bahaya
Jatuh Dari Ketinggian
Resiko
Terluka karena alat kerja
Terkilir bagian anggota tubuh
Pengendalian
Mengecek kekuatan/kelayakan alat bantu yang akan digunakan
Menggunakan APD (alat pelindung diri).
21. PEMBERSIHAN AKHIR
Pada saat penyelesaian Pekerjaan, tempat kerja harus ditinggal dalam keadaan bersih
dan siap untuk dipakai Pemilik. Kontraktor juga harus mengembalikan bagian-bagian
dari tempat kerja yang tidak diperuntukkan dalam Dokumen Konstruksi kekondisi
semula.
Bengkulu, September 2024
KPA / PPK
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan
Kota Bengkulu
DENNY APRIANSYAH, SSTP, M.E.
NIP. 19820403 200012 1 001