URAIAN SINGKAT
PEKERJAAN
REHABILITASI PAGAR SMPN 02 KOTA
BENGKULU
LOKASI
SMP NEGERI 02 KOTA BENGKULU
TAHUN ANGGARAN
2024
BAB I
URAIAN SINGKAT
REHABILITASI PAGAR SMPN 02 KOTA BENGKULU
I. LINGKUP PEKERJAAN
A. Rehabilitasi Pagar
I DIVISI 1. PERSIAPAN LAPANGAN
I.A UMUM
1 Pemasangan Bowplank
2 Pek. Papan nama pekerjaan
3 Sewa Direksi Keet + Gudang
4 Pengadaan listrik dan Air kerja
5 Pembongkaran Tembok Lama
6 Sistem Manajemen Keselamatan Konstruksi
Alat Pelindung Kerja dan Alat Pelindung Diri
Topi Pelindung
Rompi keselamatan
Fasilitas, Sarana dan Prasarana Kesehatan
Peralatan P3K
I.C PEKERJAAN TANAH DAN PASIR
1. Pek. Galian Tanah Pondasi
2. Pek. Urugan Tanah Kembali
3. Pek. Urugan Pasir Bawah Pondasi
II DIVISI 2. STRUKTUR
II.A PEKERJAAN PASANGAN PONDASI
1 Pek. Pas. Pondasi Batu
2 Pek. Cor Lantai Kerja f’c 10
II. B PEKERJAAN BETON
1. Pek. Pondasi Plat (PT.1) 80x80
a. Cor Beton Plat f’c 17
b. Pembesian Polos Ø 12
2. Pek. Beton Sloof 15/20
a. Cor Beton Plat f’c 17
b. Pembesian Polos Ø 8
c. Pembesian Polos Ø 6
d. Bekisting
3. Pek. Beton Kolom (K.I) 35x30
a. Cor Beton Plat f’c 17
b. Pembesian Polos Ø 12
c. Pembesian Polos Ø 6
d. Bekisting
4. Pek. Beton Kolom (K.2) 15x20
a. Cor Beton Plat f’c 17
b. Pembesian Polos Ø 8
c. Pembesian Polos Ø 6
d. Bekisting
5. Pek. Beton Kolom 20x20
a. Cor Beton Plat f’c 17
b. Pembesian Polos Ø 8
c. Pembesian Polos Ø 6
d. Bekisting
6. Pek. Beton Kolom Praktis 13x13
a. Cor Beton Plat f’c 17
b. Pembesian Polos Ø 8
c. Pembesian Polos Ø 6
d. Bekisting
7. Pek. Beton Ring Balok 20/10
a. Cor Beton Plat f’c 17
b. Pembesian Polos Ø 8
c. Pembesian Polos Ø 6
d. Bekisting
8. Pek. Beton Ring Balok 13/13
a. Cor Beton Plat f’c 17
b. Pembesian Polos Ø 8
c. Pembesian Polos Ø 6
d. Bekisting
9. Pembuatan Beton Kepala Piliar Profil
III DIVISI 3. ARSITEKTUR
III.A PEKERJAAN DINDING
1. Pas. Dinding Batu Bata 1:4
2. Pas. Plasteran 1:4
3. Pas. Dinding Batu Alam
4. Pas. Pagar Pipa Stainless Tebal 1 s/d 1,2 mm Setara Mrek Supra
III.B PEKERJAAN FINISHING CAT
1 Pek. Pengcatan Kolom, Tembok Baru
IV DIVISI 4. LANSEKAP
V DIVISI 5. MEKANIKAL DAN ELEKTRIKAL
VI DIVISI 6. PLAMBING
VII PEKERJAAN LAIN-LAIN
1 Administrasi dan pelaporan
2 Pembersihan akhir pekerjaan
II. SUMBER PENDANAAN
Sumber dana : APBD Pemerintah Daerah Kota Bengkulu Tahun Anggaran
2024
Kegiatan : Pengelolaan Pendidikan Sekolah Menengah Pertama
Pekerjaan : Rehabilitasi Pagar SMPN 02 Kota Bengkulu
Pagu Dana : Rp. 200.000.000,- (Dua Ratus Juta Rupiah)
MAK : 1.01.02.2.02.0012.5.2.03.01.01.0010
III. NAMA ORGANISASI PENGADAAN BARANG/JASA
Nama PA : A. GUNAWAN, S.Sos
NIP : 19710204 199202 1 001
Jabatan : Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bengkulu
SK : SK Walikota Nomor 310 Tahun 2023 tanggal 28 Desember
2023
Nama PA : DENNY APRIANSYAH, SSTP., M.E
NIP : 19820403 200012 1 001
Jabatan : Kepala Bidang Pembinaan Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan
dan Kebudayaan Kota Bengkulu
SK : SK Walikota Nomor 310 Tahun 2023 tanggal 28 Desember
2023
IV. JANGKA WAKTU PENYELESAIAN PEKERJAAN
Kontrak harga satuan dengan jangka waktu pelaksanaan pekerjaan terhitung
sejak penandatanganan Surat Perjanjian Kerja (SPK), diperkirakan selama 60
(Enam Puluh) hari kalender.
V. DATA DASAR
Adapun beberapa data dasar yang ada :
1. Gambar Rencana
2. Spesifikasi Teknis
3. Rencanan Anggaran Biaya (RAB)
VI. PERSYARATAN KUALIFIKASI
Persyaratan kualifikasi bagi Penyedia Jasa :
a. Memiliki NIB
b. Memiliki SBU Jasa Pelaksana Untuk Konstruksi Bangunan/Gedung
Pendidikaan (BG006) atau (BG007)
c. Memiliki NPWP – KSWP Valid
d. Memenuhi persyaratan kualifikasi lainnya untuk pekerjaan ini sebagaimana
yang diatur oleh peraturan perundangan terkait pengadaan barang/jasa
pemerintah
VII. PERSYARATAN TEKNIS
Persyaratan dokumen penawaran teknis (data teknis):
Persyaratan Teknis Personil
Pengalaman
Kerja
Tingkat Sertifikat
Profesional
No Jabatan Pendidika Kompetensi Keteranga
minimal
n/ Ijazah Kerja n
(Tahun)
SKK Pelaksana
Minimal
Pelaksana Lapangan
1 SMK/SMA 0 Tahun 1 Orang
Gedung Pekerjaan
Sederajat
Gedung
Petugas
Petugas Minimal Keselamatan
2 Keselamatan SMK/SMA dan Kesehatan 1 Orang
0 Tahun
Konstruksi Sederajat Kerja (K3)
Konstruksi
Persyaratan Teknis Peralatan Utama
Nama
Status
No Peralatan Kapasitas Jumlah Kondisi Ket.
Kepemilikan
Utama
Mesin Gerinda Milik
1 550 Watt 1 Unit Baik -
Tangan Sendiri/Sewa
Milik
2 Bor Tangan 550 Watt 1 Unit Baik -
Sendiri/Sewa
VIII. KONTRAK DAN CARA PEMBAYARAN
Jenis Kontrak Harga satuan dengan cara bayar sistem TERMIN
IX. REFRENSI HUKUM
1. Peraturan menteri pekerjaan. Umum dan perumahan rakyat. Nomor : 8 tahun
2023 Tentang Pedoman Penyusunan Perkiraan Biaya Pekerjaan Konstruksi
Bidang Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat
2. Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 2021 Tentang Pelaksanaan UU
Nomor 2 Pelaksanaan Bangunan Gedung, Peraturan Menteri Pekerjaan
Umum Nomor : 22/PRT/M/2018 tanggal 14 September 2018 dan Perpres
nomor 73 tahun 2011 tentang Bangunan Gedung Negara
3. Peraturan Presiden Nomor 12 Tahun 2021 Tentang Perubahan atas Peraturan
Presiden Nomor 16 Tahun 2018 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah
dan turunannya
BAB II
SPESIFIKASI BAHAN BANGUNAN KONTRUKSI
A. BAHAN BANGUNAN
Pekerjaan sipil meliputi kontruksi-kontruksi pengaman seperti fondasi, kolom,
balok, sloof, dan lantai beton. Persyaratan bahan harus sesuai dengan standard
SNI yang berlaku serta gambar rencana. Secara umum bahan-bahan kontruksi
dalam pekerajaan ini adalah sebagai berikut;
Uraian Bahan Spesifikasi/Merk TKDN
Air Bening Tidak Berwana
100 %
Bata Merah Persegi Empat, Lokal
100 %
Koral Bersih Digunakan harus dalam kondisi
100 %
bersih
Splite/Split 1/2 -2/3 Stone Crusher
100 %
Pasir Pasang pasir sungai tidak mengandung
garam, tanah, atau batu bara atau
100 %
material lain yang dapat merusak
kualitas adukan
Pasir Beton pasir sungai tidak mengandung
garam, tanah, atau batu bara atau
100 %
material lain yang dapat merusak
kualitas adukan
Pasir Urug Lokal
100 %
Besi KSTY Berlebel SNI 43,26 %
Besi beton
Cat Tembok Decolith 25,11 %
Exterior Metrolite 26,39 %
Cat Tembok Decolith 39,65 %
Intrior Metrolite 39,45 %
Cat Kayu Avian 39,45 %
Bee Brand 39,55 %
Seng Gelombang
Kenzo,G-Net Tebal 0.22 – 0.25 mm 54,07 %
Warna
Rangka baja
Taso 65.10 %
Ringan C.75
Reng Atap Baja
Taso 65,10 %
Ringan
Semen Portland Semen Dynamik 92,16 %
Semen Merah Putih 89,25 %
Keramik 40x40 cm G-Net 69,62 %
Mulia 71,45 %
84,89 %
Sunda
Plafond PVC Huarun 54,91 %
Elagant 56,23 %
Tunas 85,05 %
Plafond Tryplek
Falm 79,55 %
Uraian Bahan Spesifikasi/Merk TKDN
Floor drain Stainless Steel 42.48%
Jendela Naco Rayben 41.27%
Kaca tebal 5 mm Asahimas 42.48%
Kabel Instalasi 94,24 %
Kabel NYA 1x2,5 mm Eterna
Fitting Lampu 36,42 %
PDN ( Produk Dalam Negeri)
Lampu LED 19 Philips 39,15 %
Watt Hannoch 38,52 %
Saklar Tunggal,
Brocco 33,13 %
Saklar Ganda dan
Panasonic 44,51 %
Stop Kontak
Kusen Jendela,
Ventilasi Kayu, Bawang, Bambang, Meranti,
100 %
Pintu Panel Merambung, Merawan, Balam
Daun Jendela
Kayu Begisting 100 %
Kayu Lokal
Besi Hollow SNI 40.00 %
Listplank GRC Flat Board 60,24 %
BAB III
SPESIFIKASI PROSES KEGIATAN
A. PEKERJAAN PERSIAPAN
1) Langkah awal yang harus dilakukan Penyedia Jasa adalah menyiapkan Metode,
Time Schedule Pekerjaan Pendukung dan Kedatangan alat dan dibahas pada
saat PCM
2) Metodologi Pekerjaan Harus Mengikuti Time Schdule yang telah direncanakan.
3) Tenaga kerja yang dipekerjakan Penyedia Jasa harus bekerja dihari pertama
sesuai dengan jadwal pelaksanaan yang telah direncanakan.
4) Penyediaan alat dan bahan harus telah tersedia dilapangan.
5) Penyedia harus memastikan sumber air dan sumber listrik yang akan digunakan
saat pengerjaan proyek.
6) Penyedia Jasa harus memastikan lapangan bersih dari hal-hal yang akan
mengganggu jalannya pekerjaan termasuk Pekerjaan Pembongkaran.
7) Penyedia Jasa Menyediahkan Kelengkapan K3 seperti Helm Proyek, Sepatu
safety, Rompi Proyek, Sarung Tangan Pekerja dan Kelengkapan Lain-lain sesuai
Perencanaan K3.
8) Papan nama proyek harus dipasang pada tempat yang bisa dilihat kalangan
orang.
B. PEKERJAAN BANGUNAN PENUNJANG
1. Metodologi pekerjaan tanah (galian/urugan/timbunan) menjelaskan tahapan
galian dan urugan pemadatan dan hal-hal lainnya.
2. Pekerjaan Struktur harus mengacu pada rencana kerja dan syarat (RKS) yang
ada.
3. Pekerjaan Pasangan Dinding dan Lantai mendeskripsikan pekerjaan pasangan
batu bata. Plasteran, acian dan pekerjaan lainnya.
4. Pekerjaan pengecatan menjelaskan tentang spesifikasi bahan dan cara
pelaksanaan
5. Pekerjaan Kontruksi atap meliputi pekerjaan, pengendalian pekerjaan,
spesifikasi bahan dan cara pelaksanaan pemasangan atap.
C. RKK
D. RENCANA KESELAMATAN KONSTRUKSI (RKK)
BENTUK RENCANA KESELAMATAN KONSTRUKSI
................. RENCANA KESELAMATAN KONSTRUKSI
[Logo & Nama
[digunakan untuk usulan penawaran]
Perusahaan]
DAFTAR ISI
A. Kepemimpinan dan Partisipasi Pekerja dalam Keselamatan Konstruksi
A.1. Kepedulian pimpinan terhadap Isu eksternal dan internal
A.2. Komitmen Keselamatan Konstruksi
B. Perencanaan keselamatan konstruksi
B.1. Identifikasi bahaya, Penilaian risiko, Pengendalian dan Peluang.
B.2. Rencana tindakan (sasaran & program)
B.3. Standar dan peraturan perundangan
C. Dukungan Keselamatan Konstruksi
C.1. Sumber Daya
C.2. Kompetensi
C.3. Kepedulian
C.4. Komunikasi
C.5. Informasi Terdokumentasi
D. Operasi Keselamatan Konstruksi
D.1. Perencanaan dan Pengendalian Operasi
D.2 Kesiapan dan tanggapan terhadap kondisi darurat
E. Evaluasi Kinerja Keselamatan Konstruksi
E.1. Pemantauan dan evaluasi
E.2. Tinjauan manajemen
E.3. Peningkatan kinerja keselamatan konstruksi
Penjelasan mengenai isi Komitmen Keselamatan Konstruksi poin (A.2) sesuai dengan
format di bawah ini:
PAKTA KOMITMEN KESELAMATAN KONSTRUKSI
Saya yang bertanda tangan di bawah ini:
Nama : …………… [nama wakil sah badan usaha]
Jabatan : .............
Bertindak untuk : PT/CV/Firma/atau lainnya ………… [pilih yang
dan atas nama sesuai dan cantumkan nama]
dalam rangka pengadaan ......................................................pada Dinas
Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bengkulu [isi sesuai dengan nama Pokja
Pemilihan] berkomitmen melaksanakan konstruksi berkeselamatan demi
terciptanya Zero Accident, dengan memastikan bahwa seluruh pelaksanaan
konstruksi:
1. Memenuhi ketentuan Keselamatan Konstruksi;
2. Menggunakan tenaga kerja kompeten bersertifikat;
3. Menggunakan peralatan yang memenuhi standar kelaikan;
4. Menggunakan material yang memenuhi standar mutu;
5. Menggunakan teknologi yang memenuhi standar kelaikan; dan
6. Melaksanakan Standar Operasi dan Prosedur (SOP);
7. Memenuhi 9 (Sembilan) komponen biaya penerapan SMKK.
………… [tempat], ….. [tanggal] ………… [bulan] 20…. [tahun]
[Nama Penyedia]
[tanda tangan],
[nama lengkap]
B.1. Identifikasi bahaya, Penilaian risiko, Pengendalian dan Peluang.
TABEL 1. IDENTIFIKASI BAHAYA, PENILAIAN RISIKO, PENETAPAN
PENGENDALIAN RISIKO K3
Nama Perusahaan : ..................
Kegiatan : ..................
Lokasi : ..................
Tanggal dibuat : .................. halaman : ….. / …..
Tabel Tabel IBPRP*
DESKRIPSI RISIKO PENILAIAN TINGKAT RISIKO
NIL
JENIS
IDENTIFIKASI KEP AI TINGK
URAIAN BAHAYA KEMUN
NO BAHAYA ARA RISI AT
PEKERJAA (Type GKINAN
(Skenario HAN KO RISIK
N Kecelaka (F)
Bahaya) (A) (FX O (TR)
an)
A)
1 2 3 4 5 6 7 8
1 Pek. Tertimpa Material, Tertimpa 2 2 4 KECIL
Pemasang Terluka Karena Material
Bekisting Alat Kerja dissat
dan Pemasang
Pemasanga an
n Pondasi
Maka dengan ini menetapkan bahwa Tingkat Resiko Keselamatan Konstruksi untuk
Paket Pekerjaan sebagaimana dimaksud di atas adalah :
RESIKO KESELAMATAN KONSTRUKSI : TINGKAT RESIKO KECIL
Dibuat oleh,
Kepala Pelaksanaan
Pekerjaan Konstruksi
B.2. Rencana tindakan (sasaran khusus & program khusus)
Tabel Format Tabel Sasaran Khusus dan Program Khusus
Nama Perusahaan : ..................
Kegiatan : ..................
Lokasi : ..................
Tanggal dibuat : ..................
Sasara
Program
Pengendalia n
n Risiko
Uraia Indikato
(Sesuai Ur Tol Sum Jadwal Bentuk Penang
N n r
Kolom Tabel aia ok ber Pelaksa Monito gung
o. Kegia Pencap
6 IBPRP) n uku Daya naan ring Jawab
tan aian
r
Dibuat oleh,
Kepala Pelaksanaan
Pekerjaan Konstruksi
C. Dukungan Keselamatan Konstruksi
Tabel. Jadwal Program Komunikasi
NO Jenis Komunikasi PIC Waktu Pelaksanaan
1 Induksi Keselamatan
Konstruksi (Safety
Induction)
2 Pertemuan pagi hari
(safety morning)
3 Pertemuan Kelompok Kerja
(toolbox meeting)
4 Rapat Keselamatan
Konstruksi
(construction safety
meeting)
D. Operasi Keselamatan Konstruksi
Tabel Contoh Analisis Keselamatan Pekerjaan (Job Safety Analysis)
Nama Pekerja : [ I s i n a m a p e kerja]
Nama Paket
Pekerjaan : …….
Tanggal Pekerjaan : … . . s / d … …
Urutan Langkah Identifikasi Pengendalian Penanggung
Pekerjaan Bahaya Jawab
E. Evaluasi Keselamatan Konstruksi
E.1 Pemantauan dan Evaluasi
Tabel Jadwal Inspeksi dan Audit
Bulan Ke-
No Kegiatan PIC
Inspeksi Keselamatan
1
Konstruksi
Patroli Keselamatan
2
Konstruksi
3 Audit internal
E. PEKERJAAN AKHIR
1. Pelaporan & Dokumentasi berisi prestasi pekerjaan serta foto-foto yang
berhubungan dengan item-item pekerjaan terutama pekerjaan yang tertutup
sehingga dapat dibuktikan dengan foto dokumentasi.
2. Asbuilt drawing merumuskan gambar-gambar dilapangan dan disesuaikan
dengan back up data.
3. Pekerjaan pembersihan akhir meliputi pembersihan selama pelaksanaan
pembersihan akhir seluruh limbah proyek.
BAB V
SPESIFIKASI METODE PELAKSANAAN KONTRUKSI
Jangka waktu yang diperlukan untuk pelaksanan kontruksi Rehabilitasi Pagar SMPN 02
Kota Bengkulu dengan waktu pelaksanaan 60 (Enam Puluh) hari kerja.
1. Mobilisasi Peralatan dan Bahan
Metode
Pekerjaan ini meliputi semua kegiatan mobilisasi peralatan, Bahan dan personil
yang di perlukan dan semua fasilitas pendukung selama dalam masa
pelaksanaan pekerjaan serta melaksanakan demobilisasi kembali terhadap
semua terhadap semua peralatan dan personil pada ketika pekerjaan selesai.
Peralatan
Alat angkut
Bahan
Tidak Ada
Pekerja
Sopir
Pekerja Pengatur Lalu Lintas
Identifikasi Bahaya
Kecelakaan Lalu Lintas
Identifikasi Bahaya
Kecelakaan Lalu Lintas
Resiko
Terluka
Sakit
Pengendalian
Mengadakan pencegahan dengan mengingatkan bahaya yang akan terjadi
Mengadakan pencegahan dengan mematuhi aturan dan rambu-rambu lalu
lintas
2. Pengukuran dan pemasangan bowplank
1.1 Metode
Pemasangan bouwplank harus dilaksanakan dengan menggunakan papan dan
patok bouwplank dari kayu 4/6. Penentuan titik-titik As bangunan harus tepat,
begitu juga pada sudut-sudut bangunan harus bertemu tepat dengan
membentuk sudut 90 derajat sesuai dengan gambar pelaksanaan. Setelah
pemasangan bouwplank mendapat persetujuan direksi atau konsultan
Perencanaan maka pekerjaan galian dapat dilaksanakan.
1.2 Peralatan
Alat Tukang
1.3 Bahan
Kayu
Paku
1.4 Pekerja
Mandor
Kepala Tukang
Tukang
Pekerja
1.5 Identifikasi Bahaya
Terluka Karena Serpihan Material
1.6 Resiko
Terluka
1.7 Pengendalian
Mengadakan pencegahan dengan mengingatkan bahaya yang akan terjadi
Penggunaan APD (Alat Pelindung Diri)
4. P3K dan Pengadaan Air Bersih
Pemborong wajib menyediakan P3K dan air bersih selama pekerjaan berlangsung
menggacu dengan peraturan pemerintah mengenai keselamatan pekerjaan,
kesehatan pekerja dan kebutuhan pekerja.
5. Administrasi dan Dokumentasi
Pemborong harus menyiapkan administrasi pelaksanaan pekerjaan antara lain :
gambar shop drawing, laporan harian pelaksanaan, laporan mingguan, prestasi fisik
pekerjaan, laporan bulanan, prestasi fisik pekerjaan time schedule pekerjaan dan foto-
foto kemajuan pekerjaan dibuat sesuai dengan laporan prestasi pekerjaan, sekurang-
kurangnya pada saat dilakukan opname kemajuan pekerjaan. Yang tidak termasuk
pekerjaan persiapan akan tetapi pemborong wajib menyiapkan dan menyediakan.
6. Administrasi dan Dokumentasi
Pek.Pembongkaran/Perbaikan Kolom/ dinding yang Retak
Pembongkaran dilaksanakan secara manual oleh beberapa orang pekerja dengan
diawasi oleh mandor menggunakan peralatan seperti Breker, Godam, Linggis,
Martil dan alat bantu lainya. Hasil bongkaran dibuang keluar lokasi pekerjaan jika
tidak dibutuhkan menggunakan mobil pick up.
Demi menjaga keselamatan pekerja, setiap pelaksanaan pekerjaan
pembongkaran, pekerja diwajibkan menggunakan peralatan K3 seperti sepatu
bot, kaca mata, helm, sarung tanggan, masker dan lain-lain. Serta menyiapkan
kotak P3K dilokasi pekerjaan sebagai pertolongan pertama.
Peralatan
Breker, Godam, Linggis, Martil
Dan Lain-lain
Bahan
-
Pekerja
Mandor
Pekerja
Identifikasi Bahaya
Tertimpa Bongkaran Material
Tertusuk Paku
Resiko
Terluka
Pengendalian
Mengadakan pencegahan dengan mengingatkan bahaya yang akan terjadi
Penggunaan APD (Alat Pelindung Diri)
7. Papan Nama Proyek
Metode
Papan Nama Proyek boleh dari kertas/Kain yg di Sablon yang dipesan sesuai
dengan nama kegiatan yg ada pada lembar depan kontrak
Pasang papan nama tersebut dengan bantuan kaso berukuran 5/7 sebagai
tiang-tiang penyangga.
Letakan pada tempat yang mudah dilihat, sehingga memudahkan dalam
mengidentifikasi suatu proyek.
Peralatan
Alat Tukang
Bahan
kertas/Kain yg di Sablon
Kaso dengan ukuran 5/7 cm
Paku berukuran 5 cm dan 7 cm
Cat kayu warna sesuai tema yang di sepakati
Pekerja
Mandor
Pekerja
Identifikasi Bahaya
Terluka karena alat kerja.
Resiko
Terluka
Pengendalian
Mengadakan pencegahan dengan mengingatkan bahaya yang akan terjadi
Penggunaan APD (Alat Pelindung Diri)
8. Galian Tanah Pondasi
Galian Tanah Untuk Pondasi
Metode
Galian tanah dilaksanakan pada semua bagian dari wilayah pekerjaan yang
masuk dalam tanah dan semua bagian tanah yang harus dibuang.
Galian tanah harus dilaksanakan seperti yang tertera dalam gambar, baik
mengenai lebar, panjang, dalam, kemiringan dan sebagainya.
Kemiringan galian harus mempertimbangkan sifat tanah, untuk menghindari
longsor, lebar dasar galian dibuat ruang bebas, diperlukan untuk memudahkan
pekerja dalam melakukan pekerjaan.
Tanah bekas galian harus ditempatkan pada daerah yang tidak menggangu
jalannya pekerjaan, kelebihan tanah galian yang tidak dipakai untuk timbunan
harus dikeluarkan/diangkat dari lokasi pekerjaan.
Untuk galian dibawah air atau dibawah permukaan air tanah harus digunakan
kisdam/Pengeringan.
Untuk galian tanah gambut yang mengandung pasir dan air harus
menggunakan mesin sedot air (Water Pump) dan galian dilakukan seksama
agar galian tidak melebar karena pengaruh sifat tanah dan air.
Kontraktor harus menjaga pada waktu pelaksanaan pekerjaan agar lubang
galian tidak digenangi air yang ditimbulkan oleh hujan ataupun yang
dikeluarkan dari mata air. Kalau lubang galian digenangi air, maka kontraktor
harus mengeluarkan dengan jalan memompa, menimba ataupun mengalirkan
lewat parit-parit pembuang.
Peralatan
Alat Tukang
Alat Gali (Manual)
Bahan
Dolken
Paku
Pekerja
Mandor
Pekerja
Identifikasi Bahaya
Terkena Cangkul
Terjatuh
Resiko
Terluka
Pengendalian
Mengadakan pencegahan dengan mengingatkan bahaya yang akan terjadi
Penggunaan APD (Alat Pelindung Diri)
9. Pekerjaan Urugan Tanah / Pasir
Urugan Tanah Kembali
Urugan Pasir Bawah Lantai
Metode
Pekerjaan urugan pasir atau urugan tanah harus dipadatkan dengan
memakai mesin pemadat atau hand compactor dan dilaksanakan dengan
ketebalan 5 cm.
Pekerjaan urugan tanah kembali pada lubang galian pondasi dilakukan lapis
demi lapis dengan pemadatan menggunakan mesin pemadat atau hand
compactor setelah pasangan pondasi kering.
Urugan tanah atau pasir harus bebas dari kotoran/batang – batang kayu.
Setiap lapis urugan pasir/tanah yang akan dipadatkan, pemadatan dengan
alat pemadat tangan (Stemper) atau jenis alat pemadat lain yang mendapat
persetujuan konsultan Perencanaan/direksi.
Pengurugan tidak boleh dilaksanakan sebelum bagian pekerjaan yang akan
tertutup oleh tanah urugan, diperiksa oleh Perencanaan/direksi terlebih
dahulu.
Daerah urugan atau galian yang tercantum dalam kontrak ini, harus
diratakan dengan baik dan tidak boleh ada permukaan yang bergelombang.
Bilamana ada perbedaan ketinggian yang dikehendaki maka permukaan
dimana terdapat perbedaan ketinggian itu harus dibuat miring hingga tidak
terdapat perubahan ketinggian yang terlalu mendadak.
Peralatan
Alat Tukang
Pekerja
Mandor
Pekerja
Bahan
Pasir Urug
Identifikasi Bahaya
Tertimbun Material
Resiko
Terluka
Pengendalian
Mengadakan pencegahan dengan mengingatkan bahaya yang akan terjadi
Penggunaan APD (Alat Pelindung Diri)
10. Pasangan Batu Kali
Metode
Pemasangan, Pondasi dialasi dengan pasir urug yang bersih dengan
ketebalan sesuai dengan gambar kerja. Kemudian disiram dengan air
secukupnya. Pada setiap pokok galian dibuat profil pondasi terbuat dari kayu
atau bambu dengan ukuran sesuai dengan ukuran pondasi yang akan
dibuat. Pasangan batu kosong (aanstamping) dipasang dengan ketebalan
sesuai gambar kerja kemudian diisi dengan pasir dan disiram dengan air
sampai semua lubang batu terisi penuh dengan pasir. Batu kali yang telah
dibasahi, dipasang dengan adukan yang ditentukan dalam gambar. Batu kali
terpasang padat dan diantara batu kali harus dilapisi oleh adukan. Tetapi
atas dari pondasi batu kali harus datar. Untuk pondasi batu kali yang
menumpu kolom beton bertulang harus dilengkapi dengan stek-stek
berdiameter sama dengan tulangan kolom yang akan ditumpunya.
Peralatan
Alat Tukang
Pekerja
Mandor
Kepala Tukang
Tukang
Pekerja
Identifikasi Bahaya
Terkena Air Semen
Terluka Karena Material
Resiko
Terluka
Pengendalian
Mengadakan pencegahan dengan mengingatkan bahaya yang akan terjadi
Penggunaan APD (Alat Pelindung Diri)
11. Pekerjaan Beton Struktur
Metode
Pekerjaan beton struktur meliputi pekerjaan
Pondasi Plat
Pek. Sloof
Pek. Kolom
Balok Latey
Pek. Ring Balok
A. Pengertian
Beton merupakan hasil suatu adukan yang menggunakan Concrete
Mixer/Molen dengan merata dari bahan-bahan : air, semen (pc) dan
agregat (pasir dan kerikil/batu pecah). Adukan tersebut akan mengeras
beberapa jam sesuai dengan usia beton tersebut.
B. Bahan Beton
Air
Air yang digunakan dalam air yang bersih, tidak mengandung minyak,
garam, kotoran organik atau bahan-bahan lain yang dapat merusak
beton dan besi.
Semen
Semen merupakan bahan yang terpenting untuk membuat
beton.
Agregat terdiri dari agregat halus yaitu pasir dan agregat kasar
kerikil atau batu pecah. Pasir, kerikil dan batu pecah harus
bersifat kekal dan bersih serta tidak mengandung bahan-bahan
yang mempengaruhi kekuatan atau kekekalan konstruksi beton
pada setiap umur termasuk daya tahannya terhadap karat baja
tulang beton, Penyimpanan dicegah supaya tidak terjadi
pencampuran dengan kotoran atau tanah.
Pasir
Penggunaan pasir untuk beton harus memenuhi syarat sebagai berikut
:
Pasir halus mempunyai tekanan hancur yang lebih besar dari
pada tekanan hancur semen yang telah menjadi keras.
Tidak mengandung lumpur lebih dari 5 % ditentukan terhadap
berat kering.
Tidak mengandung bahan-bahan organik.
Kerikil dan Batu Pecah
Penggunaan kerikil dan batu pecah untuk beton harus
memenuhi syarat sebagai berikut :
Agregat kasar harus terdiri dari butir-butir yang keras dan tidak
berpori
Tidak mengandung lumpur lebih dari 1% ditentukan terhadap
berat kering.
Tidak mengandung zat-zat yang dapat merusak beton seperti
zat-zat yang reaktif alkali.
Pasir dan kerikil beton
Pasir dan kerikil beton harus bersih dari segala kotoran seperti bahan
organis, tanah/lumpur, kapur, garam dan sebagainya bahan pengisi
(pasir dan kerikil) harus disimpan ditempat yang bersih dan dicegah
agar tidak terjadi pencampuran antara bahan yang satu dengan yang
lainnya dan terlindung dari pengotoran.
C. Besi Beton
Besi beton harus dari baja U.24 dengan tegangan leleh 2400 kg/cm2
dan tegangan yang diijinkan 1400 kg/cm2
Kawat pengikat harus dari baja lunak dengan diameter minimum 1 mm
serta tidak bersepuh seng dan yang telah dipijarkan terlebih dahulu.
Penyimpanan harus tidak menyentuh tanah dan tidak boleh disimpan
diudara terbuka terlalu lama.
Bilamana sesuai pengalaman/pendapat pemborong ditemui kekeliruan
atau perlu penyempurnaan pada pembesian pada gambar kontrak atau
perubahan lainnya, maka pemborong segera memberitahukan atau
mengusulkan penyempurnaan yang dimaksud kepada pemberi tugas
untuk persetujuan atau pengecekan.
D. Cetakan
Bahan harus dibuat dari papan kayu bermutu bagus dan lurus, bisa
menggunakan Plywood atau Concreate Panel dengan ketebalan
tergantung dari kualitas dan jarak penguat cetakan tersebut.
Perakitan Perancah/Begisting.
Cetakan dirakit dan diberi penguat serta disangga sedemikian rupa,
sehingga tidak ada perubahan bentuk akibat getaran atau lengkungan
dikarenakan tekanan adukan beton yang cair/padat. Pada cetakan
kolom dan dinding harus ada bagian yang mudah dibuka untuk
menyingkirkan kotoran dan keperluan pengecoran. Cetakan kayu harus
bersih dan dibasahi sebelum pengecoran dan dicegah penggenangan
air pada bagian bawah cetakan.
E. Adukan Beton
Campuran 1pc : 2ps : 3 Kerikil Split (Maks 30 mm) digunakan untuk
lantai kerja, rabat beton atau yang tidak menggunakan pembesian (cor
structural).
Pasir menggunakan pasir (bermutu baik).
Kerikil Split (Maks 30 mm).
Air (sesuai item diatas).
Semen (yang disyaratkan) 50 kg per 1 zak.
F. Mutu Beton
Pondasi tapak menggunakan mutu beton F’C 17
Seluruh struktur utama seperti Sloof, Kolom, Balok Lateral dan Ring
Balok menggunakan mutu beton F’C 17
Untuk struktur pendukung seperti Kolom Praktis, Balok Lateral, dan
Ring Balok menggunakan mutu beton F’C 17
Sedangkan untuk beton bawah lantai menggunakan mutu beton F’C 15
G. Pengecoran
Pengecoran ke dalam cetakan harus selesai sebelum adukan mulai
mengental, yang dalam keadaan normal biasanya dalam waktu 30
menit.
Pengecoran suatu unit atau bagian dari pekerjaan harus dilakukan
tanpa berhenti dan tidak boleh terputus tanpa adanya persetujuan
pemberi tugas. Tidak boleh mengecor pada waktu hujan, kecuali
pemborong mengambil tindakan pencegahan kerusakan yang dapat
disetujui pemberi tugas.
Sebelum melaksanakan pengecoran pada bagian-bagian utama dari
pekerjaan, pemborong harus memberitahu pemberi tugas untuk
mendapat persetujuan. Jika tidak ada pemberitahuan yang semestinya
atau persiapan pengecoran tidak disetujui oleh pemberi tugas, maka
pemborong mungkin diperintahkan untuk menyingkirkan beton yang
baru dicor atas biaya sendiri.
H. Penggunaan Beton
Bangunan : pondasi, sloof, kolom, balok lantai, plat lantai, ring, dan
lain-lain sesuai dengan gambar kerja.
Penggunaan adukan beton yang berbeda dalam pekerjaan yang
monolith seperti pada pertemuan balok dengan kolom, perbedaan
adukan beton supaya
dicorkan serentak atau berseling dimana beton yang mutunya lebih
tinggi dicorkan lebih dahulu, kemudian tidak lebih 20 menit, dicorkan
beton yang mutunya lebih rendah dan kemudian digetarkan sampai
kiranya kedua mutu beton tersebut saling mengikat.
Peralatan
Alat Tukang
Scafolding
Concrete Mixer/Molen
Pekerja
Mandor
Kepala Tukang
Tukang
Pekerja
Bahan
Semen
Pasir Beton
Split 2/3 1/2
Air Bersih
Kayu
Paku
Dolken
Polywood Tebal 9 mm
Bambu
Besi Ø6, Ø8 Ø10 dan Ø12
Kawat Bendrat
Identifikasi Bahaya
Terkena Air Semen
Terjatuh
Tertimpa Material
Resiko
Terluka
Sakit
Pengendalian
Mengadakan pencegahan dengan mengingatkan bahaya yang akan
terjadi
Penggunaan APD (Alat Pelindung Diri)
12. Pasangan Batu Bata
Metode
Sebelum melakukan pasangan batu bata, lokasi pasangan harus di
benang terlebih dahulu sehingga diperoleh garis lurus dan siku.
Setelan benang dipastikan siku baru batu bata dipasang satu persatu
dengan pasagan ½ batu bata di nat untuk isian adukan perekat
Pasangan batu bata yang terpasang pada elevasi ± 0.00 cm s/d + 30
cm dipasang dengan adukan 1:4 (Campuran 1 PCC : 4 PSR)
Susun bata harus sesuai dengan setandar yang berlaku tengah batu
bata bagian bawah harus lurus dengan ujung batu bata pasangan yang
diatasnya demikian seterusnya.
Bila pada pertemuan pasangan batu bata ada yang harus dipotong
maka pemotonganya harus rata dan sesuai dengan rongga yang ada,
dengan menghitung space untuk nat.
Hasil pemasagan yang tidak baik (miring, tidak rata dan tidak siku) tidak
dapat diterima.
Peralatan
Alat Tukang
Pekerja
Mandor
Kepala Tukang
Tukang
Pekerja
Bahan
Bata ukuran Standart
Semen
Pasir
Air
Identifikasi Bahaya
Terkena Air Semen
Terjatuh
Resiko
Terluka
Sakit
Pengendalian
Mengadakan pencegahan dengan mengingatkan bahaya yang akan
terjadi
Penggunaan APD (Alat Pelindung Diri)
13. Pekerjaan Plesteran
Metode
Plesteran
Bahan-bahan seperti pasir, semen dan air adukan untuk pekerjaan
plesteran mengikuti ketentuan yang digunakan dalam pekerjaan beton
Sebelum pelaksanaan plesteran dimulai, semua permukaan supaya
dibersihkan terlebih dahulu dari bekas-bekas kotoran spesi kemudian
disiram air sampai jenuh.
Buatkan kepala/kop plesteran dengan acuan benang lurus vertikal
pada jarak ± 2,50 m dengan ketebalan 15 mm.
Pekerjaan plesteran campuran 1 pc : 2 ps dipasang pada bangunan
yang kedap air.
Pekerjaan plesteran 1 pc : 4 ps dipasang pada permukaan tembok
yang akan diaci dan permukaan lain yang tidak kedap air.
Pekerjaan bidang plester baru dapat dikerjakan setelah kepala
plesteran
kering, minimal telah berumur 24 jam.
Bidang plester harus dijaga kelembabannya agar tidak mongering
terlalu cepat yang mengakibatkan keretakan dengan jalan membasahi
dengan air serta melindungi dari sinar matahari langsung.
Acian
Pekerjaan acian baru boleh dilaksanakan setelah plesteran sudah
kering
Bahan-bahan seperti pasir halus, semen, mill tembok dan air adukan
mengikuti ketentuan yang digunakan dalam pekerjaan beton.
Tebal acian tidak boleh lebih dari 3 mm.
Gunakan jidar aluminium untuk meratakan acian
Setelah acian setengah kering gunakan kasut kecil untuk merapikan
dan menghaluskan acian secara merata dan tidak bergelombang.
Bidang acian harus tetap dibasahi dengan air minimal dalam waktu 7
hari, dan setelah itu acian baru dikeringkan.
Peralatan
Alat Tukang
Pekerja
Mandor
Kepala Tukang
Tukang
Pekerja
Bahan
Semen
Pasir
Air
Identifikasi Bahaya
Terkena Air Semen
Terjatuh
Resiko
Terluka
Sakit
Pengendalian
Mengadakan pencegahan dengan mengingatkan bahaya yang akan
terjadi
Penggunaan APD (Alat Pelindung Diri)
14. Pekerjaan Pengecatan
Metode
Finishing tembok, beton dan plafond dengan menggunakan cat
tembok dengan menyesuaikan.
Sebelum dicat permukaan tembok harus diplamir hingga rata dengan
plamir yang sesuai dengan catnya.
Untuk seluruh dinding tembok yang dicat dengan cat tembok, sebelum
memulai dengan plamir tembok maka tembok yang belum diplester
dengan rata dan sempurna harus diperbaiki terlebih dahulu
(dihaluskan). Dengan cara menggosok dengan kertas gosok,
permukaan plesteran dan plamuran tersebut.
Sedangkan untuk finishing kayu menggunakan cat kilap yang
sebelumnya bahan yang akan dicat permukaannya harus dilapis cat
dasar/meni dan di dempul kayu.
Seluruh pekerjaan finishing harus dikerjakan rapi, teliti dan tidak
mengotori bahan lain didekat permukaaan bahan yang dicat
Pemborong harus mengajukan contoh warna dan tidak diijinkan
memakai cat diluar ketentuan dalam bestek ini.
Merk cat yang dipakai harus yang sejenis dan tidak diperbolehkan
penyampuran cat
Peralatan
Peralatan Cat Lengkap
Scafolding
Pekerja
Mandor
Kepala Tukang
Tukang
Pekerja
Bahan
Plamir
Cat Dasar
Cat Warna
Plitur
Lem Fox
Tiner
Identifikasi Bahaya
Terjatuh
Terkena Air Cat
Resiko
Terkilir/Patah pada bagian anggota tubuh
Terluka Karena Alat Kerja & Serpihan Material
Pengendalian
Mengecek kekuatan dan kelayakan alat bantu yang akan digunakan
dan Menggunakan APD (alat pelindung diri)
15. Pekerjaan Lain-lain
Pembersihan Akhir
Pada saat penyelesaian Pekerjaan, tempat kerja harus ditinggal dalam
keadaan bersih dan siap untuk dipakai Pemilik. Kontraktor juga harus
mengembalikan bagian-bagian dari tempat kerja yang tidak diperuntukkan
dalam Dokumen Konstruksi kekondisi semula.
Bengkulu, September 2024
KPA / PPK
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan
Kota Bengkulu
DENNY APRIANSYAH, SSTP, M.E.
NIP. 19820403 200012 1 001| Authority | |||
|---|---|---|---|
| 6 May 2021 | Rehabilitasi Ruang Kelas Dengan Tingkat Kerusakan Minimal Sedang Beserta Perabotnya Smp Negeri 02 Seluma | Kab. Seluma | Rp 849,475,000 |
| 22 April 2021 | Rehabilitasi Jaringan Irigasi D.I. Air Kuroan Kayu Elang (Dak) | Kab. Seluma | Rp 554,875,000 |
| 11 May 2021 | Rehabilitasi Ruang Kelas Dengan Tingkat Kerusakan Minimal Sedang Beserta Perabotnya Sd Negeri 59 Seluma | Kab. Seluma | Rp 491,249,692 |
| 16 May 2023 | Revitalisasi Sdn 222 Bengkulu Utara | Kab. Bengkulu Utara | Rp 441,142,000 |
| 29 June 2023 | Pembangunan Ruang Uks Smpn 17 Beserta Perabotnya | Kab. Seluma | Rp 270,205,000 |
| 17 July 2024 | Belanja Pembangunan/Rehabilitasi Gedung Rumah Potong Hewan Arga Makmur | Kab. Bengkulu Utara | Rp 120,000,000 |