| Reason | |||
|---|---|---|---|
| 0032456857311000 | Rp 469,341,507 | - | |
| 0751478900328000 | Rp 438,238,417 | tidak memiliki kemampuan menyediakan peralatan mesin bor tangan 2 set dan mesin gerinda 2 unit | |
| 0745500538328000 | - | - | |
CV Cahaya Ratu Emas | 05*4**8****11**0 | - | - |
| 0023522741311000 | - | - | |
| 0620016295327000 | - | - | |
| 0027458363311000 | - | - | |
Batu Bandung Jaya Konstruksi | 00*7**3****11**0 | - | - |
| 0033436106311000 | - | - | |
| 0026288605311000 | - | - | |
| 0023521792311000 | - | - | |
| 0751993205328000 | - | - | |
| 0949637946311000 | - | - | |
| 0019433028311000 | - | - |
SPESIFIKASI TEKNIS
PERENCANAAN RUANG LABORATORIUM UPTD PPSBTPHP
SPESIFIKASI TEKNIS
BAB I
UMUM
1. Pemeriksaan dan Persyaratan Bangunan.
A. Bahan Bangunan
Semua bahan-bahan yang akan dipergunakan harus mendapat persetujuan lebih dulu dari
Pengawas/Pemberi Tugas dengan memperlihatkan contoh dari masing-masing bahan.
2. Bahan-Bahan Yang Tidak Memenuhi Syarat.
A. Bahan-bahan yang dinyatakan tidak memenuhi syarat oleh Pengawas/Tim pengelola pembangunan
dan tidak disangkal oleh Pemborong, harus dikeluarkan/diangkutdari lokasi tempat pekerjaan dalam
kurun waktu paling lambat 2 x 24 jam yang dilaksanakan oleh Pemborong.
B. Jika Pemborong melalaikan atau mengabaikan waktu tersebut diatas, maka bahan- bahan tersebut
akan dikeluarkan oleh Pengawas/tim pengelola pembangunan atas biaya Pemborong.
C. Pemberi Tugas tidak menyediakan bahan atau peralatan apapun dalam rangka pelaksanaan
pekerjaan.
3. Lingkup Pekerjaan
A. Persiapan Lapangan/ Site Work
B. Pekerjaan Struktur
C. Pekerjaan Arsitektur
D. Pekerjaan Mekanikal Elektrikal
E. Pekerjaan Plambing
Hal. 1
SPESIFIKASI TEKNIS
PERENCANAAN RUANG LABORATORIUM UPTD PPSBTPHP
BAB II
SPESIFIKASI PERALATAN KONSTRUKSI DAN PERALATAN BANGUNAN
1. Peralatan Minimal
Memiliki kemampuan untuk menyediakan Fasilitas/Peralatan/Perlengkapan utama minimal yang
diperlukan untuk melaksanakan pekerjaan konstruksi ini, yaitu:
JUMLAH& KAPASITAS
NO NAMA PERALATAN SATUAN DAN UKURAN
1 Mobil Pick Up 1 Unit Min 1,5 M³
2 CONCRETE MIXER 1 Unit Min 0,3 M³
Hal. 2
SPESIFIKASI TEKNIS
PERENCANAAN RUANG LABORATORIUM UPTD PPSBTPHP
BAB III
SPESIFIKASI BAHAN BANGUNAN KONSTRUKSI
1. Bahan Bangunan Penunjang
Pekerjaan sipil meliputi kontruksi-kontruksi pengaman seperti fondasi, kolom, balok, sloof, dan lantai
beton. Persyaratan bahan harus sesuai dengan standard SNI yang berlaku serta gambar
rencana. Secara umum bahan-bahan kontruksi dalam pekerajaan ini adalah sebagai berikut.
A. Bahan Semen Beton & Semen Pasangan
Semen pada pengecoran Beton menggunakan Semen Merah Putih
Semen pada pasangan menggunakan Semen Merah Putih
B. Bahan Pasir Pasang & Pasir Urug
Pasir pada pengecoran harus menggunakan pasir gunung tidak mengandung garam, tanah, atau
batu bara atau material lain yang dapat merusak kualitas adukan.
Pasir Urug adalah pasir bercampur batu bukan mengandung tanah, garam, atau batu bara.
C. Bahan Krikil & Koral Beton
Krikil beton yang digunakan adalah krikil 2/3 atau 1/2 cm.
Koral beton yang digunakan harus dalam kondisi bersih.
D. Bahan Tanah Urug
Tanah urugan adalah tanah setempat dari sisa hasil galian.
E. Bahan Batu Bata
Batu bata yang digunakan menyesuaikan dengan ukuran standart.
F. Bahan Besi Beton
Besi beton yang dipakai adalah fabrikasi pabrik yang berukuran Ø8 polos, Ø10 polos, & Ø12
polos
G. Bahan Penutup Lantai & Dinding
Keramik Lantai
Keramik ukuran 40 x 40 (Antislip) merk Arwana
Keramik ukuran 25 x 25 WC (Antislip) merk Arwana
Keramik Dinding ukuran 20x25 merk Arwana
H. Bahan Partisi
Rangka patisi
Rangka Partisi menggunakan rangka baja Ringnan C75
Penutup Partisi
Penutup Partisi Menggunakan Multiplek 9mm
Penutup Partisi Lapis Hpl
I. Bahan Plafond
Rangka Plafon
Rangka Hollow 40.40.0,3 mm
Hal. 3
SPESIFIKASI TEKNIS
PERENCANAAN RUANG LABORATORIUM UPTD PPSBTPHP
Penutup Plafon
Penutup Plafon Menggunakan Gypsum Board Ukuran 120cm x 240cm, Tebal 9mm
J. Bahan Penutup Atap
Rangka atap menggunakan Canal 75.75 dan Reng 32.45
Penutup atap menggunakan Genteng Metal Warna
Nok atap Genteng Metal Warna
K. Bahan Pintu, Jendela & Ventilasi
Rangka kusen ukuran 4” merk Alexindo
Daun pintu merk Alexindo
Kaca Riben 5 mm
Kunci, Engsel merk Dekkson
L. Bahan Pengecatan
Cat interior warna menyesuaikan menggunakan merk Nipon Paint
Cat Eksterior dengan warna menyesuaikan, merk yang dipakai Nipon Paint
M. Bahan Instalasi Listrik
Kabel NYM 3x2,5 merk Supreme
Saklar Tunggal & Ganda Clasic merk Pannasonic / Broco
Stop Kontak merk Pannasonic / Broco
Stop Kontak AC merk Pannasonic
Lampu LED Bulp 6 & 12 Watt merk Philips (Lengkap Fitting)
LAMPU RM 300 LED 2 x 18 watt ( Gloss M4 )
N. Bahan Sanitasi
Closed jongkok yang dipasang merk TOTO.
Keran Air yang digunakan merk TOTO
Pipa Instalasi Air Bersih yang digunakan dengan jenis PVC AW SNI Berukuran ½” dan ¾” Merk
Rucika
Pipa Instalasi Air Kotor yang digunakan dengan jenis PVC D SNI Berukuran 3” dan 2” Merk
Rucika.
Pintu PVC Kamar Mandi
Hal. 4
SPESIFIKASI TEKNIS
PERENCANAAN RUANG LABORATORIUM UPTD PPSBTPHP
BAB IV
SPESIFIKASI METODE KONTRUKSI / METODE
1. Pembongkaran Dan Pembersihan Lokasi
1.1 Metode Kerja
Metode pembongkaran haruslah dipertimbangkan dengan baik, termasuk tata penyusunan
bekas-bekas bongkaran, penumpukan material bongkaran,dan pembuangan.
Pembersihan lahan lokasi pekerjaan merupakan pembersihan semak belukar yang harus
ditebas.
Perataan Tanah lokasi pekerjaan yang kurang dari 30 cm kontraktor wajib melakukan learn
clearing.
Tidak diperkenankan menebang pohon dengan diamater batang lebih besar dari 15 cm tanpa
seizin Direksi, kecuali pohon tersebut terletak dilokasi yang akan dibangun.
Sampah dan bahan buangan lainnya hasil dari pembersihan lahan harus dibuang pada tempat
pembuangan yang telah ditentukan.
Pemborong harus menyediakan alat-alat yang diperlukan untuk pembongkaran seperti mobil
pick up, scaffolding, dan alat bongkar lainnya.
Jika Harus ada Air yang dibuang dalam Pekerjaan ini tidak boleh menimbulkan gangguan pada
fasilitas umum yang sudah ada serta tidak boleh mengganggu jalannya pekerjaan.
1.2 Peralatan
Mobil pick up.
Alat pembongkaran
1.3 Bahan
Tidak ada
2. Pengukuran dan Pemasangan Bowplank
2.1 Metode
Pemasangan bouwplank harus dilaksanakan dengan menggunakan papan dan patok bouwplank
dari kayu 4/6. Penentuan titik-titik As bangunan harus tepat, begitu juga pada sudut-sudut
bangunan harus bertemu tepat dengan membentuk sudut 90 derajat sesuai dengan gambar
pelaksanaan. Setelah pemasangan bouwplank mendapat persetujuan direksi atau konsultan
Perencanaan maka pekerjaan galian dapat dilaksanakan.
2.2 Peralatan
Alat Tukang
2.3 Bahan
Kayu
Paku
Hal. 5
SPESIFIKASI TEKNIS
PERENCANAAN RUANG LABORATORIUM UPTD PPSBTPHP
3. P3K dan Pengadaan Air Bersih
Pemborong wajib menyediakan P3K dan air bersih selama pekerjaan berlangsung menggacu
dengan peraturan pemerintah mengenai keselamatan pekerjaan, kesehatan pekerja dan kebutuhan
pekerja.
4. Administrasi dan Dokumentasi
Pemborong harus menyiapkan administrasi pelaksanaan pekerjaan antara lain : request, gambar
shop drawing, laporan harian pelaksanaan, laporan mingguan, prestasi fisik pekerjaan, laporan
bulanan, prestasi fisik pekerjaan time schedule pekerjaan dan foto-foto kemajua pekerjaan dibuat
sesuai dengan laporan prestasi pekerjaan, sekurang-kurangnya pada saat dilakukan opname kemajuan
pekerjaan. Yang tidak termasuk pekerjaan persiapan akan tetapi pemborong wajib menyiapkan dan
menyediakan adalah :
5. Papan Nama Proyek
6.1 Metode
Banner
Pasang papan nama tersebut dengan bantuan kaso berukuran 5/7 sebagai tiang-tiang
penyangga.
Letakan pada tempat yang mudah dilihat, sehingga memudahkan dalam mengidentifikasi suatu
proyek.
6.2 Peralatan
Alat Tukang
6.3 Bahan
Banner
Kaso
Paku
6. Galian Tanah Pondasi
7.1 Metode
Galian tanah dilaksanakan pada semua bagian dari wilayah pekerjaan yang masuk dalam tanah
dan semua bagian tanah yang harus dibuang.
Galian tanah harus dilaksanakan seperti yang tertera dalam gambar, baik mengenai lebar,
panjang, dalam, kemiringan dan sebagainya.
Kemiringan galian harus mempertimbangkan sifat tanah, untuk menghindari longsor, lebar dasar
galian dibuat ruang bebas, diperlukan untuk memudahkan pekerja dalam melakukan pekerjaan.
Tanah bekas galian harus ditempatkan pada daerah yang tidak menggangu jalannya
pekerjaan, kelebihan tanah galian yang tidak dipakai untuk timbunan harus
Hal. 6
SPESIFIKASI TEKNIS
PERENCANAAN RUANG LABORATORIUM UPTD PPSBTPHP
dikeluarkan/diangkat dari lokasi pekerjaan.
Untuk galian dibawah air atau dibawah permukaan air tanah harus digunakan kisdam /
peneringan.
Untuk galian tanah gambut yang mengandung pasir dan air harus menggunakan mesin sedot
air (Water
Pump) dan galian dilakukan seksama agar galian tidak melebar karena pengaruh sifat tanah dan
air.
Kontraktor harus menjaga pada waktu pelaksanaan pekerjaan agar lubang galian tidak
digenangi air yang ditimbulkan oleh hujan ataupun yang dikeluarkan dari mata air. Kalau lubang
galian digenangi air, maka kontraktor harus mengeluarkan dengan jalan memompa, menimba
ataupun mengalirkan lewat parit-parit pembuang.
7.2 Peralatan
Alat Tukang
Alat Gali (Manual)
7.3 Bahan
Dolken
Paku
7. Pasangan Batu Kosong
9.1 Metode
Persiapan, Galian harus memenuhi ketentuan sesuai dengan bestek, semua permukaan
galian yang dipersiapkan harus mendapatkan persetujuan dari Direksi, sebelum lapisan pasir
ditebar.
Lapisan Pasir, Sebelum pekerjaan pasangan batu kosong dimulai Kontraktor harus memastikan
lapisan pasir urug sebagai landasan pasangan batu kosong mencapai ketebalan padat yang
disyaratkan dalam Gambar
Pasangan Batu Kosong, Batu kali dipasang berdiri dimulai dari lapisan yang paling besar,
kemudian
diurug pasir dan disiram air agar mengisi semua celah-celah batu kali pada lapisan
pertama.Lapisan berikutnya dipasang lapisan batu kali yang lebih kecil sebagai pengunci
lapisan pertama, kemudian ditebar pasir hingga mengisi penuh celah-celah batu serta disiram
air sampai jenuh.Demikian seterusnya hingga mencapai ketinggian lapisan yang rata sesuai
disyaratkan dalam Gambar.
9.2 Peralatan
Alat Tukang
9.3 Bahan
Batu Kali
Hal. 7
SPESIFIKASI TEKNIS
PERENCANAAN RUANG LABORATORIUM UPTD PPSBTPHP
8. Pasangan Batu Kali
10.1 Metode
Pemasangan, Pondasi dialasi dengan pasir urug yang bersih dengan ketebalan sesuai dengan
gambar kerja. Kemudian disiram dengan air secukupnya. Pasangan batu kosong (aanstamping)
dipasang dengan ketebalan sesuai gambar kerja kemudian diisi dengan pasir dan disiram
dengan air sampai semua lubang batu terisi penuh dengan pasir. Batu kali yang telah dibasahi,
dipasang dengan adukan yang ditentukan dalam gambar. Batu kali terpasang padat dan
diantara batu kali harus dilapisi oleh adukan. Tetapi atas dari pondasi batu kali harus datar.
Untuk pondasi batu kali yang menumpu kolom beton bertulang harus dilengkapi dengan stek-
stek berdiameter sama dengan tulangan kolom yang akan ditumpunya.
10.2 Peralatan
Alat Tukang
Concrete Mixer Min 0,3 M3
10.3 Bahan
Batu Kali
Pasir
Semen
Air
9. Pekerjaan Urugan Tanah / Pasir
11.1 Metode
Pekerjaan urugan pasir atau urugan tanah harus dipadatkan dengan memakai mesin pemadat
atau hand compactor dan dilaksanakan dengan ketebalan 5 cm.
Pekerjaan urugan tanah kembali pada lubang galian pondasi dilakukan lapis demi lapis
dengan pemadatan menggunakan mesin pemadat atau hand compactor setelah pasangan
pondasi kering.
Urugan tanah atau pasir harus bebas dari kotoran/batang – batang kayu.
Setiap lapis urugan pasir/tanah yang akan dipadatkan, pemadatan dengan alat pemadat
tangan
(Stemper) atau jenis alat pemadat lain yang mendapat persetujuan konsultan Perencanaan/direksi.
Pengurugan tidak boleh dilaksanakan sebelum bagian pekerjaan yang akan tertutup oleh
tanah urugan, diperiksa oleh Perencanaan/direksi terlebih dahulu.
Daerah urugan atau galian yang tercantum dalam kontrak ini, harus diratakan dengan baik dan
tidak boleh ada permukaan yang bergelombang. Bilamana ada perbedaan ketinggian yang
dikehendaki maka permukaan dimana terdapat perbedaan ketinggian itu harus dibuat
miring hingga tidak terdapat perubahan ketinggian yang terlalu mendadak.
11.2 Peralatan
Alat Tukang
11.3 Bahan
Pasir Urug
Hal. 8
SPESIFIKASI TEKNIS
PERENCANAAN RUANG LABORATORIUM UPTD PPSBTPHP
10. Pekerjaan Beton Struktur
A. Pengertian
Beton merupakan hasil suatu adukan yang merata dari bahan-bahan : air, semen (pc) dan agregat
(pasir dan kerikil/batu pecah). Adukan tersebut akan mengeras beberapa jam sesuai dengan usia
beton tersebut.
B. Bahan Beton
Air
Air yang digunakan dalam air yang bersih, tidak mengandung minyak, garam, kotoran organik atau
bahan-bahan lain yang dapat merusak beton dan besi.
Semen
Semen yang dipakai adalah semen portland type I dari merk Merah Putih
Semen merupakan bahan yang terpenting untuk membuat beton.
Agregat terdiri dari agregat halus yaitu pasir dan agregat kasar kerikil atau batu pecah.
Pasir, kerikil dan batu pecah harus bersifat kekal dan bersih serta tidak mengandung
bahan-bahan yang mempengaruhi kekuatan atau kekekalan konstruksi beton pada setiap
umur termasuk daya tahannya terhadap karat baja tulang beton, Penyimpanan dicegah
supaya tidak terjadi pencampuran dengan kotoran atau tanah.
Pasir
Penggunaan pasir untuk beton harus memenuhi syarat sebagai berikut :
Pasir halus mempunyai tekanan hancur yang lebih besar dari pada tekanan hancur semen
yang telah menjadi keras.
Tidak mengandung lumpur lebih dari 5 % ditentukan terhadap berat kering.
Tidak mengandung bahan-bahan organik.
Kerikil dan Batu Pecah
Penggunaan kerikil dan batu pecah untuk beton harus memenuhi syarat sebagai berikut :
Agregat kasar harus terdiri dari butir-butir yang keras dan tidak berpori
Tidak mengandung lumpur lebih dari 1% ditentukan terhadap berat kering.
Tidak mengandung zat-zat yang dapat merusak beton seperti zat-zat yang reaktif alkali.
Pasir dan kerikil beton
Pasir dan kerikil beton harus bersih dari segala kotoran seperti bahan organis, tanah/lumpur,
kapur, garam dan sebagainya bahan pengisi (pasir dan kerikil) harus disimpan ditempat yang
bersih dan dicegah agar tidak terjadi pencampuran antara bahan yang satu dengan yang
lainnya dan terlindung dari pengotoran.
C. Besi Beton
2
Besi beton harus dari baja U.24 dengan tegangan leleh 2400 kg/cm dan tegangan yang diijinkan
1400 kg/cm2
Kawat pengikat harus dari baja lunak dengan diameter minimum 1 mm serta tidak bersepuh seng
dan yang telah dipijarkan terlebih dahulu.
Hal. 9
SPESIFIKASI TEKNIS
PERENCANAAN RUANG LABORATORIUM UPTD PPSBTPHP
Penyimpanan harus tidak menyentuh tanah dan tidak boleh disimpan diudara terbuka terlalu
lama.
Bilamana sesuai pengalaman/pendapat pemborong ditemui kekeliruan atau perlu
penyempurnaan pada pembesian pada gambar kontrak atau perubahan lainnya, maka
pemborong segera memberitahukan atau mengusulkan penyempurnaan yang dimaksud
kepada pemberi tugas untuk persetujuan atau pengecekan.
D. Cetakan
Bahan harus dibuat dari papan kayu bermutu bagus dan lurus, bisa menggunakan Plywood atau
Concreate Panel dengan ketebalan tergantung dari kualitas dan jarak penguat cetakan tersebut.
Perakitan Perancah/Begisting.
Cetakan dirakit dan diberi penguat serta disangga sedemikian rupa, sehingga tidak ada perubahan
bentuk akibat getaran atau lengkungan dikarenakan tekanan adukan beton yang cair/padat. Pada
cetakan kolom dan dinding harus ada bagian yang mudah dibuka untuk menyingkirkan kotoran
dan keperluan pengecoran. Cetakan kayu harus bersih dan dibasahi sebelum pengecoran dan
dicegah penggenangan air pada bagian bawah cetakan.
E. Adukan Beton
Campuran 1pc : 3ps : 5 Koral Bersih digunakan untuk lantai kerja rabat beton atau yang
tidak menggunakan pembesian (cor structural).
Pasir menggunakan pasir (bermutu baik).
Agregat halus 1:2 cm dan abu batu.
Air (sesuai item diatas).
Semen (yang disyaratkan) 50 kg per 1 zak.
F. Mutu Beton
Pondasi tapak menggunakan mutu beton Fc 19,3 MPa
Seluruh struktur utama seperti Sloof dan Kolom menggunakan mutu beton Fc 19,3 MPa
Untuk struktur pendukung seperti Kolom Praktis, Balok Lateral, dan Ring Balok menggunakan
mutu beton Fc 19,3 MPa
Sedangkan untuk beton lantai kerja dan rabat menggunakan mutu beton Fc 14,5 MPa
G. Pengecoran
Pengecoran ke dalam cetakan harus seslai sebelum adukan mulai mengental, yang dalam
keadaan normal biasanya dalam waktu 30 menit.
Pengecoran suatu unit atau bagian dari pekerjaan harus dilakukan tanpa berhenti dan tidak boleh
terputus tanpa adanya persetujuan pemberi tugas. Tidak boleh mengecor pada waktu hujan,
kecuali pemborong mengambil tindakan pencegahan kerusakan yang dapat disetujui pemberi
tugas.
Sebelum melaksanakan pengecoran pada bagian-bagian utama dari pekerjaan, pemborong harus
memberitahu pemberi tugas untuk mendapat persetujuan. Jika tidak ada pemberitahuan yang
semestinya atau persiapan pengecoran tidak disetujui oleh pemberi tugas, maka pemborong
mungkin diperintahkan untuk menyingkirkan beton yang baru dicor atas biaya sendiri.
12.1 Metode
Hal. 10
SPESIFIKASI TEKNIS
PERENCANAAN RUANG LABORATORIUM UPTD PPSBTPHP
Pekerjaan beton struktur meliputi pekerjaan
Pek. Pondasi Tapak
Pek. Sloof
Pek. Kolom
Pek. Balok
Pek. Ring Balok
Pek. Cor Rabat Beton
Pek. Dak
Pek. Dak Talang
12.2 Peralatan
Alat Tukang
Concrete Mixer
Scafolding
12.3 Bahan
Semen
Pasir Gunung
Split 2/3 1/2
Air Bersih
Kayu
Paku
Dolken
Bambu
Besi Ø8, Ø10, Ø12
11. Pasangan Batu Bata
13.1 Metode
Sebelum melakukan pasangan batu bata, lokasi pasangan harus di benang terlebih dahulu
sehingga diperoleh garis lurus dan siku.
Setelan benang dipastikan siku baru batu bata dipasang satu persatu dengan pasagan ½ batu
batadi nat untuk isian adukan perekat
Pasangan batu bata yang terpasang pada elevasi ± 0.00 cm s/d + 30 cm dipasang dengan
adukan1:4 (Campuran 1 PCC : 4 PSR)
Susun bata harus sesuai dengan setandar yang berlaku tengah batu bata bagian bawah harus
lurus dengan ujung batu bata pasangan yang diatasnya demikian seterusnya.
Bila pada pertemuan pasangan batu bata ada yang harus dipotong maka pemotonganya
harus rata dan sesuai dengan rongga yang ada, dengan menghitung space untuk nat.
Hasil pemasagan yang tidak baik (miring, tidak rata dan tidak siku) tidak dapat diterima..
Hal. 11
SPESIFIKASI TEKNIS
PERENCANAAN RUANG LABORATORIUM UPTD PPSBTPHP
13.2 Peralatan
Concrete Mixer
Alat Tukang
Scafolding
13.3 Bahan
Bata ukuran Standart
Semen
Pasir
Air
12. Pekerjaan Plesteran & Acian
14.1 Metode
Plesteran
Bahan-bahan seperti pasir, semen dan air adukan untuk pekerjaan plesteran mengikuti
ketentuan yang digunakan dalam pekerjaan beton
Sebelum pelaksanaan plesteran dimulai, semua permukaan supaya dibersihkan terlebih
dahulu dari bekas-bekas kotoran spesi kemudian disiram air sampai jenuh.
Buatkan kepala/kop plesteran dengan acuan benang lurus vertikal pada jarak ± 2,50 m
dengan ketebalan 15 mm.
Pekerjaan plesteran campuran 1 pc : 4 ps dipasang pada bangunan yang kedap air.
Pekerjaan plesteran 1 pc : 4 ps dipasang pada permukaan tembok yang akan diaci dan
permukaan lain yang tidak kedap air.
Pekerjaan bidang plester baru dapat dikerjakan setelah kepala plesteran
kering, minimal telah berumur 24 jam.
Bidang plester harus dijaga kelembabannya agar tidak mongering terlalu cepat yang
mengakibatkan keretakan dengan jalan membasahi dengan air serta melindungi dari sinar
matahari langsung.
Acian
Pekerjaan acian baru boleh dilaksanakan setelah plesteran sudah kering
Bahan-bahan seperti pasir halus, semen, mill tembok dan air adukan mengikuti
ketentuan yang digunakan dalam pekerjaan beton.
Tebal acian tidak boleh lebih dari 3 mm.
Gunakan jidar aluminium untuk meratakan acian
Setelah acian setengah kering gunakan kasut kecil untuk merapikan dan
menghaluskan acian secara merata dan tidak bergelombang.
Bidang acian harus tetap dibasahi dengan air minimal dalam waktu 7 hari, dan setelah itu
acian baru dikeringkan.
14.2 Peralatan
Alat Tukang
Concrete Mixer
Hal. 12
SPESIFIKASI TEKNIS
PERENCANAAN RUANG LABORATORIUM UPTD PPSBTPHP
Scafolding
14.3 Bahan
Semen
Pasir
Air
13. Pekerjaan Pintu, Jendela, Ventilasi
15.1 Metode
Pembuatan dan pengajuan gambar shop drawing pekerjaan pintu, kusen dan jendela aluminium.
Approval material yang akan digunakan.
Persiapan lahan kerja.
Persiapan material kerja, antara lain : alumunium kusen, alumunium frame, hardware, sekrup,
fisher, engsel, sealant, baut dynabolt, dll.
Persiapan alat bantu kerja, antara lain : cutting well/gerinda, bor, gergaji, waterpass, meteran,
unting-unting, reevet, gun sealant, selang air, cutter, dll
Lakukan pengecekan dan pengukuran dilapangan untuk opening yang akan dipasang kusen
aluminium apakah sudah sesuai dengan gambar kerja atau belum
Kusen dan frame alumunium difabrikasi di lokasi proyek untuk memudahkan apabila ada
perbaikan.
Alumunium dipotong dan di sambung/dirangkai menggunakan sekrup galvanis.
Alumunium yang sudah di fabrikasi di proteksi dengan menggunakan protection tape (blue
sheet) dan diberi tanda untuk memudahkan waktu pemasangan
Kusen alumunium yang telah difabrikasi dipasang setelah kondisi lapangan siap yaitu
pekerjaan plesteran dan acian sudah selesai. Sistem pemasangan dengan di screw fisher
menggunakan fisher S8.
Sebelum kusen dimatikan ke dinding, harus dicek dahulu elevasi dan kesikuan kusen
alumunium dengan alat bantu waterpass/unting-unting. Apabila tidak lurus maka diganjal
dengan bahan dari hardboard, sehingga lebih kuat dan tahan lama.
Untuk mencegah kebocoran maka hubungan antara alumunium dengan dinding di isi silicone
sealant.
Setelah kusen aluminium terpasang, dilanjutkan dengan pemasangan frame untuk
pintu/jendela, kaca dan hardwere. Frame pintu/jendela dipasang pada kusen dengan
menggunakan penggantung engsel yang disekrup ke kusen.
Pemasangan hardware dikerjakan setelah kondisi lapangan benar-benar aman dan tidak ada lagi
pekerjaan yang dapat merusak kusen dan alumunium dan daunnya
Proteksi plastik (blue sheet) pada bagian kusen alumunium dapat dilepas, apabila lokasi
pekerjaan sudah benar-benar bersih dari kotoran dan tidak ada lagi pekerjaan yang dapat
merusak aluminium tersebut.
15.2 Peralatan
Hal. 13
SPESIFIKASI TEKNIS
PERENCANAAN RUANG LABORATORIUM UPTD PPSBTPHP
cutting well/gerinda,
bor,
gergaji,
waterpass,
meteran,
unting-unting,
reevet,
gun sealant,
selang air,
cutter
Scafolding
15.3 Bahan
Pull Handle Stainlles
Sunblast Kaca
Rangka kusen ukuran 4”
Daun jendela
Kaca Riben 5 mm
Engsel, Rambuncis
14. Pekerjaan Atap
16.1Metode
Semua kuda-kuda dan reng menggunakan Struktur Baja Ringan menyesuaikan pada gambar
Semua profil baja ringan baik untuk kuda-kuda dan reng harus di kerjakan secara rapi.
Pekerjaan Struktur Rangka Atap Baja Ringan harus dikerjakan teliti agar nantinya didapat atap
yang rata dan rapat.
Struktur rangka atap baja ringan harus dilengkapi dengan batang pengaku / bracing yang cukup
kuat.
Struktur Rangka baja ringan harus dilapisi oleh bahan anti korosi yang disebut Galvanis.
Kuda-Kuda dipasang sesuai gambar kerja
Penutup atap disusun rapi mengikuti gambar kerja
Bubungan dipasang lurus atap
16.2 Peralatan
Mesin Potong
Mesin Bor
16.3 Bahan
Canal 75.75
Reng 32.45
Atap genteng Metal warna
Hal. 14
SPESIFIKASI TEKNIS
PERENCANAAN RUANG LABORATORIUM UPTD PPSBTPHP
Bubungan genteng Metal warna
Sekrup
Dynabolt
15. Pekerjaan Penutup lantai
17.1 Metode
Sebelum memasang lantai keramik pastikan beton tumbuk bawah lantai telah rata dan
tidak berongga untuk mengantisipasi adanya kekosongan beton tumbuk saat keramik telah
terpasang..
Setelah permukaan lantai siap dikeramik maka kontraktor harus melakukan pekerjaan spesi
adukan 1 : 4 dengan rata dan padat kemudian keramik dipasang dengan menambahkan
semen murni dipermukaan bawah keramik.
Pastikan lapisan semen murni rata pada permukaan yang akan dilekatkan pada spesi.
Kemudian padatkan dan luruskan nat keramik dengan isian semen warna
Kontraktor harus melakukan pekerjaan lantai keramik dengan baik dan rapi.
17.2 Peralatan
Alat Tukang
Alat Potong Keramik
Laser Timbang
17.3 Bahan
Keramik/Keramik Anti Slip
Semen/Semen Warna
Pasir
16. Pekerjaan Plafond
18.1 Metode
Sebelum memasang lembaran tripleks kontraktor wajib memeriksa bahwa kerangka kayu
untuk tumpuan pemasangan telah sesuai dengan gambar, baik itu letak, bentuk maupun
ukurannya.
Semua bahan pada saat akan dipasang harus dalam keadaan bersih dan tanpa cacat,
kerusakan akibat pengangkutan/penyisipan sepenuhnya menjadi tanggung jawab kontraktor.
Seluruh struktur rangka harus kuat hubungannya ditahan dengan baik oleh struktur atap
(Kuda- kuda) dan dinding sesuai ukuran pada gambar rencana.
Kerusakan Plapond akibat penyambungan ruangan/Bangunan, dilakukan penggantian
sesuai gambar.
List plapond dipasang keliling ruangan lepas dari dinding
18.2 Peralatan
Alat Tukang
Alat Potong
Hal. 15
SPESIFIKASI TEKNIS
PERENCANAAN RUANG LABORATORIUM UPTD PPSBTPHP
Mesin bor
Laser Timbang
18.3 Bahan
Gypsum Board
Sekrup
Paku
17. Pekerjaan Instalasi Listrik
19.1 Metode
Semua hantaran (kabel) yang ditarik dalam pipa / cabelduct harus diusahakan tidak tampak dari
luar (tertanam)
Pemasangan pipa harus dilaksanakan sebelum pengecoran. Pemasangan sparing-sparing listrik
yang melintas diplat, balok, kolom beton harus dipasang terlebih dahulu sebelum
pengecoran, kabel diusahakan dimasuk- kan bersamaan dengan pemasangan sparing.
Pipa yang dipasang pada dinding dilaksanakan sebelum pekerjaan plesteran dan acian
dikerjakan.
Penempatan sambungan/percabangan harus ditempatkan di daerah yang mudah dicapai untuk
perbaikan (perawatan).
Sambungan harus menggunakan klem / isolasi kabel supaya terlindung
dengan baik sehingga tidak tersentuh atau menggunakan lasdop dan
ditempatkan pada Te Dos.
Lekukan/belokan pipa harus beradius > 3 kali diameter pipa dan harus rata
(untuk memudahkan penarikan kabel).
Jaringan arde harus dipasang tersendiri / terpisah dengan arde penangkal
petir. atau pada balok kayu rangka langit-langit.
Untuk hantaran/tarikan kabel yang menyusur dinding bata/beton pada shaft
harus diklem atau dengan papan dan kabeltrey bila jaringan terlalu rumit (banyak).
Stop kontak dan saklar. Pemasangan stop kontak setinggi > 40 cm dari lantai, saklar
dipasang setinggi 150 cm dari lantai (bila tidak ditentukan
spesifikasinya). Pemasangan stop kontak dan saklar harus rata dengan dinding.
19.2 Peralatan
Peralatan listrik
Alat ukur ampere
19.3 Bahan
Kabel NYM 2x2,5
Pipa kabel
Saklar Tunggal
Saklar Ganda
Lampu LED 12 Watt
Hal. 16
SPESIFIKASI TEKNIS
PERENCANAAN RUANG LABORATORIUM UPTD PPSBTPHP
Lampu LED 18 Watt
Stop Kontak/Stop Kontak AC
T Dust
18. Pekerjaan Pengecatan
20.1 Metode
Finishing tembok, beton dan plafond dengan menggunakan cat tembok air merk/produk
metrolite, dengan warna putih.
Sebelum dicat permukaan tembok harus diplamir hingga rata dengan plamir yang sesuai
dengan catnya.
Untuk seluruh dinding tembok yang dicat dengan cat tembok, sebelum memulai dengan
plamir tembok maka tembok yang belum diplester dengan rata dan sempurna harus diperbaiki
terlebih dahulu (dihaluskan). Dengan cara menggosok dengan kertas gosok, permukaan
plesteran dan plamuran tersebut.
Finishing dinding luar yang ada pelapisan batu alamnya harus menggunakan top coat jenis
glossy yang bermutu tinggi dan anti lumut, dan waktu pengeringan yang cukup lama agar tidak
lembab.
Sedangkan untuk finishing kayu menggunakan cat kilap yang sebelumnya bahan yang akan
dicat permukaannya harus dilapis cat dasar/meni dan di dempul kayu.
Seluruh pekerjaan finishing harus dikerjakan rapi, teliti dan tidak mengotori bahan lain
didekat permukaaan bahan yang dicat
Pemborong harus mengajukan contoh warna dan tidak diijinkan memakai cat diluar
ketentuan dalam bestek ini.
Merk cat yang dipakai harus yang sejenis dan tidak diperbolehkan penyampuran cat
20.2 Peralatan
Peralatan Cat Lengkap
Scafolding
20.3 Bahan
Plamir
Cat Dasar
Cat Warna
Plitur
Lem Fox
Tiner
19. Pekerjaan Instalasi Air, Sanitasi Dan Drainase
21.1 Metode
Pada setiap KM/WC dipasang bak mandi dari pasangan dinding bata lapis dan dipasang klosed
duduk porselin setara dengan American Standard semuanya termasuk wastafelnya,
kesemuanya dilengkapi fitting dilaksanakan sesuai gambar pelaksanaan.
Hal. 17
SPESIFIKASI TEKNIS
PERENCANAAN RUANG LABORATORIUM UPTD PPSBTPHP
Untuk saluran dari klosed digunakan pipa PVC Ø 3” type D sedangkan untuk saluran air bekas
digunakan pipa PVC Ø 2” type D yang langsung dibuang ke parit.
Pada lubang-lubang pembuangan air bekas lantai KM/WC dipasang advour/floor drain dari
stainless steel.
Untuk pengadaan air bersih dipasang pipa PVC type AW n 1/2” dipasang tertanam dalam tembok
Pipa-pipa diluar bangunan harus tertanam dalam tanah + 30 cm.
Pemasangan jaringan pipa air bersih dilaksanakan sesuai dengan gambar dan termasuk
penyambungan ke instalasi PDAM yang ada.
Pada setiap bak mandi pada KM/WC dipasang lengkap dengan kran air n 1/2” warna silver
setara dengan jenis/ merk SAN-E.
Pekerjaan pembuatan saluran air hujan dilaksanakan dari pasangan bata merah
dilaskanakan seperti gambar dengan kemiringan 1 : 500.
Pemasangan saluran air hujan dilaksanakan dengan spesi 1pc : 2ps dan diplester halus dan
rapi dengan spesi 1pc : 2 ps, saluran air hujan dilaksanakan sampai pada saluran induk. Pada
ujung terbatas / parit dibuatkan bak, antara permukaan parit dan bak kontrol diberi selirish /
beda tinggi. Pada setiap lantai, distribusi instalasi / jaringan harus melalui shaft induk yang
terbagi 3 bagian dan dibedakan dalam pipa induk vertical untuk :
a. Pipa air bersih Ø 3/4” & Ø 1/2” – PVC type AW.
b. Pipa air kotor Ø 2” & Ø 4” – PVC type AW.
Saluran dibuat dari pasangan batu padas tua dengan campuran 1pc : 4ps dan semua
permukaan pasangan yang tampak harus diplester halus sesuai dengan campuran
pasangannya.
Arah aliran dan kemiringan agar dibuat sedemikian rupa agar dapat mengalir dengan baik
dan dapat disesuaikan / dihubungkan dengan saluran existing.
Bilamana saluran dari pasangan sebagaimana direncanakan sudah terpenuhi, maka harus
dibuatkan saluran sementara system galian tanah untuk memperoleh hubungan ke saluran
induk. Pipa talang vertical menggunakan pipa PVC AW dengan diameter 4” atau sesuai
petunjuk gambar dan dipasang secara tegak lurus dan rapi dan mengikuti petunjuk gambar.
21.2 Peralatan
Alat Potong Pipa
21.3 Bahan
Pipa air bersih Ø 1/2” – PVC type AW.
Pipa air kotor Ø 2” & Ø 3” – PVC type AW.
Lem pipa
Socket pipa L,T
Keran Air
20. Pembersihan Akhir
Hal. 18
SPESIFIKASI TEKNIS
PERENCANAAN RUANG LABORATORIUM UPTD PPSBTPHP
Pada saat penyelesaian Pekerjaan, tempat kerja harus ditinggal dalam keadaan bersih dan
siap untuk dipakai Pemilik. Konstruksitor juga harus mengembalikan bagian-bagian dari tempat kerja
yang tidak diperuntukkan dalam Dokumen Konstruksi kekondisi semula.
Hal. 19
SPESIFIKASI TEKNIS
PERENCANAAN RUANG LABORATORIUM UPTD PPSBTPHP
TABEL : IDENTIFIKASI BAHAYA, PENILAIAN RESIKO, PENGENDALIAN RESIKO K3, DAN PROGRAM K3
URAIAN SASARAN
NO. IDENTIFIKASI BAHAYA PENGENDALIAN RESIKO K3 PROGRAM SUMBER DAYA
PEKERJAAN K3 PROYEK
I PEKERJAAN STRUKTUR
SDM Menyusun Instruksi Kerja
Luka jatuh terpeleset pada saat
menimbun Memakai atribut keselamatan kerja
Pengadaan atribut keselamatan
1. Pekerjaan Tanah Luka terkena cangkul pada saat Menyusun instruksi kerja
Kecelakaan kerja
penimbunan Memasang rambu dan barikade
Ringan Pengadaan rambu dan barikade
Tertimbun bahan timbunan
Gangguan pernafasan akibat
Pengadaan atribut keselamatan
debu semen Memakai atribut keselamatan kerja
kerja(Masker, sarung tangan,
Luka akibat alat kerja Menyusun instruksi kerja
Pekerjaan helm kerja, sepatu)
Luka terkena paku bekisting Memakai atribut keselamatan kerja
2. Pondasi Dan Kecelakaan SDM menyusun instruksi kerja
Luka terkena percikan beton (Menggunakan Masker,Sarung
Beton Bertulang Berat Pengadaan atribut keselamatan
pada saat penuangan Tangan,Sepatu, Helm Kerja)
kerja
Luka tertimpa batu/terjepit
Luka saat penurunan besi kecelakaan Memakai atribut keselamatan kerja Pengadaan atribut keselamatan
Pekerjaan
Luka saat memotong besi berat (Menggunakan Masker,Sarung kerja(Sarung tangan, helm kerja,)
Pembesian
3. Luka terkena alat kerja Tangan,Sepatu, Helm Kerja) Instruktur, materi, modul
dengan besi polos
Luka tertimpa besi pada saat Menyusun instruksi kerja SDM menyusun instruksi kerja
atau ulir
merakit dan mengangkut
Terjatuh pada saat kecelakaan Memakai atribut keselamatan kerja Instruktur, materi, modul
pemasangan plafond ringan (Menggunakan Masker,Sarung SDM menyusun instruksi kerja
4. Pekerjaan Plafond
Luka terkena alat kerja Tangan,Sepatu, Helm Kerja)
Menyusun instruksi kerja
5. Pekerjaan Terjatuh pada saat pengecatan kecelakaan Memakai atribut keselamatan kerja Instruktur, materi, modul
Hal. 20
SPESIFIKASI TEKNIS
PERENCANAAN RUANG LABORATORIUM UPTD PPSBTPHP
Pengecatan ringan (Menggunakan Masker,Sarung SDM menyusun instruksi kerja
Tangan,Sepatu, Helm Kerja) Pengadaan atribut keselamatan
Menyusun instruksi kerja kerja(Sarung tangan, helm kerja)
Terjatuh pada saat
pemasangan atap
Memakai atribut keselamatan kerja
Pekerjaan Atap Luka saat memotong atap dan
kecelakaan (Menggunakan Masker,Sarung Instruktur, materi, modul
6. dan Kuda – Kuda baja ringan
berat Tangan,Sepatu,Helm Kerja) SDM menyusun instruksi kerja
Baja Ringan Luka terkena baut atap
Menyusun instruksi kerja
Luka terkena peralatan
Pekerjaan Terjatuh pada saat Menyusun instruksi kerja
7. Penerangan Dan pemasangan fitting lampu Kecelakaan SDM menyusun instruksi kerja
Daya Luka terkena alat kerja Ringan
Dari tabel identifikasi bahaya, penilaian resiko, pengendalian resiko K3 dan program K3 dapat disimpulkan bahwa pada pekerjaan Atap dan Kuda-kuda Baja
Ringan memiliki bahaya resiko paling tinggi.
Terjatuh pada saat
pemasangan atap Memakai atribut keselamatan
Pekerjaan Atap Luka saat memotong atap kerja (Menggunakan
kecelakaan Instruktur, materi, modul
6. dan Kuda – Kuda dan baja ringan Masker,Sarung
berat SDM menyusun instruksi kerja
Baja Ringan Luka terkena baut atap Tangan,Sepatu,Helm Kerja)
Luka terkena peralatan Menyusun instruksi kerja
Hal. 21
SPESIFIKASI TEKNIS
PERENCANAAN RUANG LABORATORIUM UPTD PPSBTPHP
PENUTUP
Ketentuan ketentuan lain yang tidak terdapat dalam spesifikasi teknis ini dapat dilakukan dengan
pertimbangan teknis dan atas persetujuan dari pihak direksi. Demikianlah Spesifikasi teknis ini dibuat
agar dapat sebagai pedoman ketentuan dalam pelaksanaan .
Hal. 22| Authority | |||
|---|---|---|---|
| 14 May 2024 | Pembangunan Sport Center Lapangan Hatta Kec. Lebong Utara | Kab. Lebong | Rp 5,000,000,000 |
| 31 October 2024 | Land Clearing Bumi Perkemahan Pramuka | Kab. Muara Enim | Rp 3,000,000,000 |
| 17 June 2016 | Pembangunan Sarpras Masjid Agung | Kab. Lebong | Rp 2,500,000,000 |
| 16 March 2015 | Pembangunan Tugu Simpang Komplek Perkantoran | Rp 2,369,000,000 | |
| 12 April 2018 | Pemulihan Kerusakan Lahan Akses Terbuka Di Bengkulu Tengah | Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan | Rp 2,330,000,000 |
| 28 March 2022 | Rehabilitasi Masjid Agung Sultan Abdullah | Kab. Lebong | Rp 1,898,269,940 |
| 27 March 2017 | Peningkatan Sarana Dan Prasarana Masjid Agung | Kab. Lebong | Rp 1,600,000,000 |
| 12 May 2015 | Pembangunan Taman Wisata/Taman Kota | Pemerintah Daerah Kabupaten Seluma | Rp 1,400,000,000 |
| 3 February 2017 | Pembangunan Gerbang Batas Kabupaten | Kab. Lebong | Rp 1,400,000,000 |
| 23 May 2016 | Pembangunan Lanscape Tugu Presidium | Kab. Lebong | Rp 1,200,000,000 |