| Administrative Score (SA) | Reason | ||||
|---|---|---|---|---|---|
| 0021404280322000 | Rp 423,316,260 | 59.05 | 79.05 | - | |
| 0022326797322000 | - | - | - | - | |
| 0011439205323000 | - | - | - | - | |
| 0016706616311000 | - | - | - | tidak hadir pembuktian kualifikasi | |
| 0802823336542000 | - | - | - | tidak hadir pembuktian kualifikasi | |
| 0016335440311000 | - | - | - | tidak hadir pembuktian kualifikasi | |
| 0711468827311000 | - | - | - | tidak hadir pembuktian kualifikasi | |
| 0750212045311000 | - | - | - | tidak hadir pembuktian kualifikasi | |
| 0027002369609000 | - | - | - | tidak hadir pembuktian kualifikasi | |
| 0837636984201000 | - | - | - | tidak hadir pembuktian kualifikasi | |
CV Pandu Raja | 05*6**3****11**0 | - | - | - | - |
| 0423867704429000 | - | - | - | - | |
| 0015273832311000 | - | - | - | - | |
| 0016338907311000 | - | - | - | - | |
| 0702831264429000 | - | - | - | - |
1. LINGKUP KEGIATAN
Lingkup pelaksanaan pekerjaan tahap I (inventarisasi sumber daya air) adalah sebagai
berikut :
a. Persiapan;
1. Penyiapan personil dalam tim kerja (tenaga ahli dan tenaga pendukung sesuai
dengan tata laksana personil)
2. Penyiapan administrasi
3. Penyusunan rencana kerja
- Jadwal pelaksanaan
- Metode pengumpulan data/survey lapangan
- Peta rencana lokasi sampling
b. Studi literatur sebagai referensi awal;
Mempelajari kebijakan pengelolaan sumber daya air, peraturan perundang-undangan
dan isu-isu strategis yang dapat dijadikan dasar pertimbangan dalam pengelolaan
sumber daya air ke depan.
c. Inventarisasi data;
Pada tahap inventarisasi data akan dilakukan pengumpulan data inventarisasi primer
dan sekunder. Macam dan jenis data untuk dianalisis dikelompokkan sebagai berikut :
1. Data umum : Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Provinsi dan Kabupaten
dalam angka, Produk Domestik Bruto (PDB), peta dasar (peta rupa bumi), digital
elevation model (DEM), laporan hasil studi, kajian teknis, perencanaan terkait
sumber daya air;
2. Sumber Daya Air : iklim, air permukaan (hujan, debit, tampungan air), air tanah,
peta tematik, sedimentasi sungai, erosi lahan, muka air pasang surut, kualitas air,
prasarana/infrastruktur;
3. Kebutuhan air : air minum, air irigasi, industri, perkotaan, penggelontoran dan
perkebunan;
4. Data Konservasi;
- Upaya fisik
- Upaya non fisik
- Peta tutupan lahan
5. Daya Guna Sumber Daya Air;
- Kelayakan ekonomis
- Kelayakan teknis
6. Pengendalian daya rusak
- Data fisik eksisting
- Peta tematik
- Data erosi
- Data banjir
- Data sedimentasi
- Data abrasi
7. Lain-lain
- Dinamika kondisi lingkungan
- Dinamika kondisi sosial budaya
- Dinamika kondisi ekomomi
Secara teknis data yang akan diinventarisasi, ditentukan tahun tertentu (base year)
sebagai tahun dasar atau kondisi sekarang, serta periode dari data (panjang atau
rentang data yang diperlukan).
d. Identifikasi kondisi lingkungan dan permasalahan;
Beberapa hal penting yang harus diidentifikasi meliputi :
1. Kebijakan pemerintah dan pemerintah daerah terkait pengelolaan sumber daya air
di wilayah sungai yang bersangkutan;
2. Aspek konservasi sumber daya air;
3. Aspek pendayagunaan sumber daya air;
4. Aspek pengendalian daya rusak air;
5. Aspek sistem informasi sumber daya air dan ketersediaan data sumber daya air;
6. Aspek pemberdayaan dan peningkatan peran masyarakat dan dunia usaha serta
kelembagaan yang terkait dengan pengelolaan sumber daya air di wilayah sungai;
7. Potensi yang dapat dikembangkan terkait dengan sumber daya air;
8. Aspirasi para pemilik kepentingan terkait sumber daya air.
e. Penyempurnaan rumusan masalah dan kemungkinan pengembangan potensi
sumber daya air;
Berbagai harapan dari pemangku kepentingan nantinya disempurnakan dan
dikompilasi dalam setiap aspek pengelolaan sumber daya air, juga mengkaji kembali
dokumen serta mendetilkan hasil dari Rencana Pengelolaan Sumber Daya Air Wilayah
Sungai Sebelat Ketahun Lais, sehingga hasilnya akurat dapat dipergunakan dalam
penyusunan beberapa skenario dan alternatif pilihan strategi pengelolaan sumber
daya air pada wilayah sungai Sebelat Ketahun Lais.
f. Skenario kondisi wilayah sungai;
Beberapa skenario kondisi wilayah sungai ditinjau pada setiap aspek pengelolaan
yang menggambarkan kondisi wilayah sungai yang ada (eksisting) serta kondisi
wilayah sungai yang akan datang sesuai dengan harapan. Penyusunan berdasarkan
aspek prioritas yang paling dominan misalnya : kondisi perekonomian, kondisi
perubahan iklim dan kondisi perubahan politik.
g. Analisa dan metodologi;
Analisa data dilakukan dengan menggunakan metodologi yang telah ditetapkan
berdasarkan Standar Nasional Indonesia (SNI) atau standar dan kriteria tertentu yang
berlaku. Hasil analisa tersebut berupa ketersediaan dan kebutuhan sumber daya air
dimasa yang akan datang. Untuk itu diperlukan beberapa analisa yang memiliki
ketergantungan dan keterkaitan satu dengan yang lainnya.
h. Standar dan kriteria;
Dalam melakukan analisa untuk menentukan skenario dan alternatif pilihan strategi
pola pengelolaan sumber daya air diperlukan standar dan kriteria yang ditetapkan
berdasarkan Standar Nasional Indonesia (SNI) atau standar dan kriteria tertentu yang
jelas sumber dan referensinya serta disepakati oleh para pemilik kepentingan (stake
holder).
i. Konsep kebijakan operasional;
Arahan pokok untuk melaksanakan skenario dan strategi operasional sumber daya air
yang telah dianalisis bertujuan sebagai alternatif pilihan konsep matrik upaya fisik dan
upaya non fisik.
j. Pembahasan dengan Tim Teknis dan TKPSDA.
Konsep matrik penyusunan skenario dan strategi yang dipilih dikonsultasi dengan Tim
Teknis dan PKM di Wilayah Sungai Sebelat Ketahun Lais, hasil konsultasi yang sudah
diperbaiki sesuai dengan masukan dibahas oleh Tim TKPSDA WS Sebelat Ketahun
Lais menjadi desain dasar dan prakiraan kelayakan upaya fisik dan upaya non fisik
dengan lingkup :
1. Desain dasar
- Desain dasar upaya fisik
- Desain dasar upaya non fisik
2. Prakiraan kelayakan ekonomi dan teknis