| Reason | |||
|---|---|---|---|
| 0751324807008000 | Rp 2,969,000,000 | - | |
| 0945945962952000 | Rp 3,358,600,000 | - | |
Papua Indonesia Raya | 04*8**7****54**0 | Rp 3,020,593,050 | Tidak menyampaikan SBU,SIUJK, dan Serifikat Standar OSS |
| 0925730764801000 | Rp 2,826,544,313 | Tidak menyampaikan Sertifikat standar OSS, SIUJK yang disampaikan telah habis masa berlakunya, Peserta Subkon CV. Rak Numfor tidak terdaftar di aplikasi SikaP Orang Asli Papua (OAP) | |
CV Lingkar Papua | 06*0**2****54**0 | - | - |
CV Abdi Karya | 07*0**3****54**1 | - | - |
| 0029227030954000 | - | - | |
CV Kontrakindo Papua | 06*0**4****54**0 | - | - |
CV Warmis | 09*6**0****52**0 | - | - |
CV Aneka Karya | 0015301518954000 | - | - |
| 0957269236952000 | - | - | |
CV Mananawi | 06*7**5****54**0 | - | - |
| 0011152477952000 | - | - | |
| 0928194505952000 | - | - | |
| 0029228046954000 | - | - | |
| 0826134546952000 | - | - | |
| 0029227592954000 | - | - | |
CV Romos | 0816086284954000 | - | - |
CV Ayami | 00*9**2****54**0 | - | - |
| 0031479603953000 | - | - | |
CV Peroman Perkasa | 07*8**2****54**0 | - | - |
| 0421413246954000 | - | - | |
| 0940983539952000 | - | - |
Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Biak Numfor
PEMERINTAH KABUPATEN BIAK NUMFOR
DINAS PERINDUSTRIAN & PERDAGANGAN
Jl. Goa Jepang, Sumberker – Biak 98118
URAIAN SINGKAT PEKERJAAN
PEMBANGUNAN GEDUNG/SARANA PRODUKSI BERSAMA (DAK)
Pasal 1
PEKERJAAN PERSIAPAN
Lingkup Pekerjaan terdiri dari :
A PEKERJAAN PERSIAPAN
1 Pembersihan dan perataan Lahan
2 Pengukuran dan Pemasangan Bouwplank
3 Pek. Pemasangan papan nama proyek
4 Air dan Listrik Kerja
5 Biaya Keselamatan Kerja
6 Administrasi, Dokumentasi
1.1. PEMBERSIHAN DAN PERATAAN LAHAN
A. Spesifikasi Bahan Bangunan Kontruksi : -
B Spesifikasi Peralatan Kontruksi Dan Peralatan Bangunan
Persyaratan perlengkapan peralatan yang diperlukan untuk pekerjaan ini meliputi:
1) Peralatan Utama : -
2) Peralatan Pelengkap : Parang, Cangkul, Sekop.
C Spesifikasi Proses / Lingkup Kegiatan Pekerjaan
1) Pekerjaan ini meliputi penyediaan tenaga kerja, bahan-bahan, peralatan dan alat-alat bantunya yang dibutuhkan dalam
pelaksanaan pekerjaan ini.
2) Pekerjaan pembersihan dan perataan ini meliputi pembersihan lokasi yang akan dipergunakan untuk bangunan yang
disebutkan/ditunjukkan dalam gambar atau sesuai petunjuk Konsultan Pengawas.
3) Identifikasi Bahaya Pekerjaan
No Jenis Pekerjaan Identifikasi bahaya
1. Pembersihan dan Perataan Lahan Terpeleset, terluka terkena pecahan kaca / parang
4) Pengendalian yang perlu dilaksanakan
Alat pelindung diri (Kacamata, sarung tangan, masker, sepatu proyek, helm proyek), penyiapan
perlengkapan P3K.
1
Spesifikasi Teknis
Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Biak Numfor
D Spesifikasi Metode Kontruksi / Metode Pelaksanaan / Metode Kerja
1) Lahan terlebih dahulu harus dibersihkan dari rumput, semak, akar-akar pohon.
2) Sebelum pekerjaan lain dimulai, lahan harus selalu dijaga, tetap bersih dan rata.
3) Segala macam sampah-sampah dan barang-barang bongkaran harus dikeluarkan dari tapak/lokasi
proyek, dan tidak dibenarkan untuk ditimbun di luar pagar proyek meskipun untuk sementara.
2
Spesifikasi Teknis
Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Biak Numfor
1.2. PENGUKURAN DAN PEMASANGAN BOUWPLANK
A. Spesifikasi Bahan Bangunan Kontruksi :
1) Kayu dan papan bowplank merupakan bahan lokal.
2) Kayu dan papan yang dipergunakan merupakan kayu klas III
B Spesifikasi Peralatan Kontruksi Dan Peralatan Bangunan
Persyaratan perlengkapan peralatan yang diperlukan untuk pekerjaan ini meliputi:
1) Peralatan Utama : -
2) Peralatan Pelengkap : Palu, Waterpass, Cangkul, Sekop, Gergaji Kayu.
C Spesifikasi Proses / Lingkup Kegiatan Pekerjaan
1) Pekerjaan ini meliputi penyediaan tenaga kerja, bahan-bahan, peralatan dan alat-alat bantunya yang dibutuhkan dalam
pelaksanaan pekerjaan ini.
2) Pekerjaan Pengukuran Dan Pemasangan Bouwplank ini meliputi pengukuran seluruh detail yang disebutkan /
ditunjukkan dalam gambar atau sesuai petunjuk Konsultan Pengawas.
3) Identifikasi Bahaya Pekerjaan
No Jenis Pekerjaan Identifikasi bahaya
1. Pengukuran dan Pemasangan Bouwplank Terkena serpihan kayu bowplank, tertusuk paku dan
gergaji
4) Pengendalian yang perlu dilaksanakan
Alat pelindung diri (Kacamata, sarung tangan, masker, sepatu proyek, helm proyek)
D Spesifikasi Metode Kontruksi / Metode Pelaksanaan / Metode Kerja
1) Pekerjaan Pengukuran / Uitzet sepenuhnya dilaksanakan oleh pemborong dan disaksikan oleh Direksi/
Pengawas.
2) Pengukuran yang dilakukan tanpa disaksikan/ sepengetahuan Direksi/ Pengawas dianggap tidak sah dan
harus diulang kembali.
3) Pekerjaan Pengukuran harus dilakukan dengan cermat / teliti dengan mempergunakan alat ukur, agar tiap
sudut betul–betul tegak lurus dan waterpas.
4) Patok Profil / Bouwplank ditanam yang kuat agar tidak hilang / Berubah dari tempatnya, serta dicat dengan
warna yang mencolok.
5) Pekerjaan penentuan Peil.
a) Sebelum pengukuran peil tinggi lantai, tanah yang ada dilokasi agar dikupas atau diurug dahulu
sampai peil yang ditentukan oleh Direksi/ Pengawas.
b) Sebagai peil ±0,00 diambil permukaan atas dari lantai utama bangunan yaitu sama dengan peil lantai
dari bangunan kompleks yang sudah ada, atau ditentukan kemudian.
3
Spesifikasi Teknis
Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Biak Numfor
1.3 PEMASANGAN PAPAN NAMA PROYEK
A. Spesifikasi Bahan Bangunan Kontruksi :
1) Kayu dan papan bowplank merupakan bahan lokal.
2) Kayu dan papan yang dipergunakan merupakan kayu klas II dengan ukuran 5/5
3) Papan nama dibuat dengan ukuran 100 x 200 cm
B Spesifikasi Peralatan Kontruksi Dan Peralatan Bangunan
Persyaratan perlengkapan peralatan yang diperlukan untuk pekerjaan ini meliputi:
1) Peralatan Utama : -
2) Peralatan Pelengkap : Palu, Gergaji, Cangkul, Linggis
C Spesifikasi Proses / Lingkup Kegiatan Pekerjaan
1) Pekerjaan ini meliputi penyediaan tenaga kerja, bahan-bahan, peralatan dan alat-alat bantunya yang dibutuhkan dalam
pelaksanaan pekerjaan ini.
2) Pekerjaan ini meliputi seluruh detail yang disebutkan / ditunjukkan dalam gambar atau sesuai petunjuk Konsultan
Pengawas.
3) Identifikasi Bahaya Pekerjaan
o Jenis Pekerjaan Identifikasi bahaya
1. Pemasangan Papan Nama Proyek Terkena serpihan kayu tiang
Papan Nama Proyek, tertusuk
paku dan gergaji.
4) Pengendalian yang perlu dilaksanakan
Alat pelindung diri (Kacamata, sarung tangan, masker, sepatu proyek, helm proyek), penyiapan
perlengkapan P3K
D Spesifikasi Metode Kontruksi / Metode Pelaksanaan / Metode Kerja
a) Pemasangan papan nama yang isinya tentang identitas proyek antara lain : nama pekerjaan, instansi pemberi
kerja, nama kontraktor pelaksana, nama konsultan pengawas, jangka waktu pelaksanaan pekerjaan, sumber dana,
nilai pekerjaan dan lain sebagainya
b) Papan nama dipersiapkan dan dipasang pada bagian depan lokasi pekerjaan dan dipasang sebelum pekerjaan
fisik dimulai
c) Identifikasi Bahaya Pekerjaan
1.2. Air dan Listrik Kerja
1) Air untuk bekerja harus disediakan oleh kontraktor, baik yang diambil dari PDAM atau lainnya, air harus
bersih dari lumpur, minyak dan bahan kimia lainnya dengan dibuktikan melalui pemeriksaan laboratorium.
2) Reservoir / bak air untuk kerja, berukuran minimal 4 m³ dan senantiasa terisi penuh.
3) Listrik untuk bekerja harus disediakan kontraktor dan diperoleh dari sambungan sementara PLN setempat
selama masa pembangunan, dengan daya secukupnya ataupun penggunaan genset diesel, harus mendapat
persetujuan dari direksi di lapangan.
4
Spesifikasi Teknis
Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Biak Numfor
1.3. Biaya Keselamatan Kerja
1) Ruang Lingkup
Bagian ini mengatur mengenai pelaksanaan program Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) dalam
pelaksaan pekerjaan.
2) Pedoman dan Standar
a) Undang – undang no 1 tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja
b) Undang – undang no 13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan
c) Undang – undang no 02 tahun 2017 tentang Jasa Konstruksi
d) Peraturan Pemerintah No. 29 tahun 2000 tentang penyelenggaraan Jasa Konstruksi
e) Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Republik Indonesia No. 01 tahun 198 tentang K3
Konstruksi Bangunan
f) Keputusan Menteri Tenaga Kerja RI No. Kep. 1135/MEN/1987 tentang Bendera Keselamatan dan
Kesehatan Kerja
g) Peraturan Menteri ketenagakerjaan RI No. 09 Tahun 2016 tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja
dalam pekerjaan pada ketinggian
h) Peraturan Menteri Tenaga Kerja RI No. Per. 05/MEN/1996 tentang Sistem Manajemen Keselamatan dan
Kesehatan Kerja
3) Keselamatan Kerja
A. SPESIFIKASI PERALATAN KONTRUKSI DAN PERALATAN BANGUNAN
Dalam bekerja, pekerja diwajibkan untuk mematuhi prosedur K3 yang sudah diterapkan, salah satunya
adalah memakai Alat Pelindung Diri (APD) untuk menghindari hal yang tidak diinginkan saat bekerja. alat
pelindung diri yang di gunakan pekerja sesuai dengan SOP yang sudah disepakati.
Perlengkapan dan peralatan penunjang program K3, meliputi :
1) Sarana peralatan yang melekat pada orang atau disebut perlengkapan perlindungan diri (personal
protective equipment), diantaranya :
Pelindung mata dan wajah
Kaca mata safety goggle, pelindung wajah helm pengelas
Pelindung kepala atau helm (hard hat) yang melindungi kepala karena memiliki hal berikut: lapisan
yang keras, tahan dan kuat terhadap benturan yang mengenai kepala
Pelindung kaki berupa sepatu dan sepatu boot
Pelindung tangan berupa sarung tangan dengan jenis-jenisnya
2) Sarana Peralatan Lingkungan berupa:
pagar pengaman lokasi proyek
peralatan P3K
3) Rambu-Rambu Peringatan, antara lain dengan fungsi:
peringatan bahaya dari atas
peringatan bahaya benturan kepala
5
Spesifikasi Teknis
Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Biak Numfor
B. SPESIFIKASI PROSES / KEGIATAN
Penerapan prinsip K3 di proyek sangat perlu diperhatikan dalam pekerjaan konstruksi. Pelaksana
konstruksi harus mengetahui dan menerapkan prinsip -prinsip kerja sesuai ketentuan K3 dilingkungan
proyek.
1) Kelengkapan Administrasi K3
Setiap pelaksanaan pekerjaan konstruksi wajib memenuhi kelengkapan administrasi K3, yang bisa
dilihat di pedoman peraturan K3.
2) Penyusunan Safety Plan
Safety plan adalah rencana pelaksanaan K3 untuk proyek yang bertujuan agar dalam pelaksanaan
nantinya proyek akan aman dari kecelakaan dan bahaya penyakit sehingga menghasilkan
produktivitas kerja yang tinggi.
3) Pelaksanakan Kegiatan K3 di Lapangan
Kegiatan K3 di lapangan berupa pelaksanaan safety plan, melalui kerja sama dengan instansi yang
terkait K3, yaitu depnaker, polisi dan rumah sakit.
1.4. Administrasi dan Dokumentasi
Bagian ini mengatur mengenai segala macam bentuk biaya untuk administrasi dan dokumentasi yang terkait
dengan pekerjaan dari awal pekerjaan sampai pekerjaan selesai dilaksanakan
Pasal 2
PEKERJAAN TANAH, PONDASI DAN BETON
Lingkup Pekerjaan:
A PEKERJAAN TANAH, PONDASI DAN BETON
1 Pekerjaan Galian Tanah
2 Pekerjaan Pondasi Batu Karang
3 Pekerjaan Urugan Kembali
4 Pekerjaan Urugan Tanah Peninggian Lantai
5 Pekerjaan Rabat Beton camp. 1:3:5
6 Pekerjaan Pondasi Setempat Beton Bertulang 100x100x25 cm
7 Pekerjaan Sloof Beton Bertulang 15x20 cm
8 Pekerjaan Sloof Beton Bertulang 20x30 cm
9 Pekerjaan Kolom Beton Bertulang 20x20 cm
10 Pekerjaan Kolom Beton Bertulang 40x40 cm
11 Pekerjaan Balok Latei Beton Bertulang 10x10 cm
12 Pekerjaan Balok Beton Bertulang 20x30 cm
13 Pekerjaan ring Balok Beton Bertulang 15x25 cm
14 Pekerjaan ring Balok Beton Bertulang 10x15 cm
15 Pekerjaan ring Balok Beton Bertulang 10x20 cm
16 Pekerjaan Balok Kuda – kuda Beton Bertulang 15x30 cm
17 Pekerjaan Kolom Kuda – kuda Beton Bertulang 15x40 cm dan 15x30 cm
18 Pekerjaan Plat Beton Beton Bertulang tebal 10 cm
6
Spesifikasi Teknis
Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Biak Numfor
2.1 GALIAN DAN URUGAN TANAH
A. Spesifikasi Bahan Bangunan Kontruksi : -
B Spesifikasi Peralatan Kontruksi Dan Peralatan Bangunan
Persyaratan perlengkapan peralatan yang diperlukan untuk pekerjaan ini meliputi:
1) Peralatan Utama : Jack Hammer
2) Peralatan Pelengkap : Cangkul, Linggis, Gerobak Sorong
C Spesifikasi Proses / Lingkup Kegiatan Pekerjaan
1) Pekerjaan ini meliputi penyediaan tenaga kerja, bahan-bahan, peralatan dan alat-alat bantunya yang dibutuhkan dalam
pelaksanaan pekerjaan ini.
2) Pekerjaan ini meliputi seluruh detail yang disebutkan / ditunjukkan dalam gambar atau sesuai petunjuk Konsultan
Pengawas.
3) Identifikasi Bahaya Pekerjaan
No Jenis Pekerjaan Identifikasi bahaya
1. Galian dan Urugan Tanah Terpeleset, terkena serpihan tanah /
batu, terluka terkena pacuil / cangkul
4) Pengendalian yang perlu dilaksanakan
Alat pelindung diri (Kacamata, sarung tangan, masker, sepatu proyek, helm proyek), perlengkapan P3K
D Spesifikasi Metode Kontruksi / Metode Pelaksanaan / Metode Kerja
1. Lapisan humus pada lokasi bangunan harus dikupas, hingga mencapai tanah yang tidak mengandung
humus, atau sekurang–kurangnya setebal 50 cm.
2. Untuk keperluan Pondasi, harus dilakukan penggalian tanah menurut ukuran–ukuran sesuai dengan yang
dinyatakan dalam gambar pelaksanaan.
3. Tanah yang digunakan untuk urugan, penimbunan harus bersih dari humus dan kotoran–kotoran lainnya
dan mendapat persetujuan Direksi/ Pengawas.
4. Urugan tanah dilakukan lapis-demi lapis dengan ketebalan maksimum 20 cm per lapis, kemudian
dipadatkan memakai stamper hingga padat untuk menghindari penurunan setelah bangunan difungsikan.
5. Pekerjaan penimbunan tanah, peninggian halaman atau urugan bekas lubang pondasi, ditumbuk sampai
padat.
6. Selama masa pelaksanaan dan masa pemeliharaan, harus diadakan tindakan pencegahan, baik terhadap
genangan/ arus air, yang dapat menyebabkan terjadinya erosi.
7. Selama masa pelaksanaan pekerjaan, pemborong harus mencegah terjadinya kerusakan semua sarana
umum yang masih digunakan seperti saluran–saluran air, listrik, jalan, dan lain–lain yang dijumpai di sekitar
lokasi proyek.
8. Apabila terjadi kerusakan, maka pemborong harus memperbaiki, segala hal–hal yang dianggap oleh Direksi
akan menimbulkan kerusakan, maka pemborong harus dapat mengatasi segala resikopemborong.
7
Spesifikasi Teknis
Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Biak Numfor
PENGUKURAN DAN PEMBAYARAN
1) Cara Pengukuran
Kuantitas yang diukur untuk pembayaran haruslah jumlah meter kubik dari pekerjaan galian dan atau
timbunan di tempat dan sudah diterima baik oleh direksi/ pengawas lapangan. Dimensi yang digunakan
untuk menghitung kuantitas ini haruslah dimensi nominal dari masing–masing pekerjaan seperti yang
diuraikan dalam gambar atau sebagaimana yang diperintahkan oleh Direksi Pekerjaan.
2) Dasar Pembayaran
Kuantitas yang ditentukan seperti diuraikan di atas, harus dibayar pada Harga Kontrak per satuan
pengukuran, untuk mata Pembayaran yang terdaftar di bawah dan ditunjukkan dalam Daftar Kuantitas dan
Harga dimana harga dan pembayaran tersebut haruslah merupakan kompensasi penuh untuk seluruh
pekerjaan penimbunan, serta pengurugan. Untuk pemasokan, penempatan semua bahan, termasuk
semua pekerja, peralatan, perkakas, pengujian, dan pekerjaan lain yang diperlukan untuk penyelesaian
yang memenuhi ketentuan dari pekerjaan seperti yang diuraikan dalam Gambar dan Spesifikasi ini.
NO ITEM PEKERJAAN SATUAN
PENGUKURAN
II.1 Pekerjaan Galian Tanah Meter Kubik
II.2 Pekerjaan Pondasi Batu Karang Meter Kubik
II.3 Pekerjaan Urugan Kembali Meter Kubik
II.4 Pekerjaan Urugan Tanah Peninggian Lantai Meter Kubik
2.2. Urugan pasir
A. Spesifikasi Bahan Bangunan Kontruksi :
1) Pasir yang dipakai merupakan bahan lokal
2) Pasir yang dipakai harus memenuhi standar SNI antara lain :
Memiliki kadar lumpur minimal
Rendah kandungan bahan organis
Memiliki potongan pasir yang kuat
B Spesifikasi Peralatan Kontruksi Dan Peralatan Bangunan
Persyaratan perlengkapan peralatan yang diperlukan untuk pekerjaan ini meliputi:
1) Peralatan Utama : Dump Truck
2) Peralatan Pelengkap : Sekop, Gerobak Sorong/Lori
C Spesifikasi Proses / Lingkup Kegiatan Pekerjaan
1) Pekerjaan ini meliputi penyediaan tenaga kerja, bahan-bahan, peralatan dan alat-alat bantunya yang dibutuhkan dalam
pelaksanaan pekerjaan ini.
2) Pekerjaan ini meliputi seluruh detail yang disebutkan / ditunjukkan dalam gambar atau sesuai petunjuk Konsultan
Pengawas.
8
Spesifikasi Teknis
Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Biak Numfor
3) Identifikasi Bahaya Pekerjaan
No. Jenis Pekerjaan Identifikasi bahaya
1. Urugan Pasir Terpeleset, terkena serpihan pasir /
batu.
4) Pengendalian yang perlu dilaksanakan
Alat pelindung diri (Kacamata, sarung tangan, masker, sepatu proyek, helm proyek), perlengkapan P3K
D Spesifikasi Metode Kontruksi / Metode Pelaksanaan / Metode Kerja
1. Sebelum dilakukan pengurugan, tanah sudah diratakan dan dibersihkan dari segala kotoran yang ada.
2. Bahan yang dipakai untuk mengurug adalah pasir dengan butiran yang baik, mempunyai gradasi baik dengan
butiran beragam dan poreus.
PENGUKURAN DAN PEMBAYARAN
1) Cara Pengukuran
Kuantitas yang diukur untuk pembayaran haruslah jumlah meter kubik dari pekerjaan galian dan atau
timbunan di tempat dan sudah diterima baik oleh direksi/ pengawas lapangan. Dimensi yang digunakan
untuk menghitung kuantitas ini haruslah dimensi nominal dari masing–masing pekerjaan seperti yang
diuraikan dalam gambar atau sebagaimana yang diperintahkan oleh Direksi Pekerjaan.
2) Dasar Pembayaran
Kuantitas yang ditentukan seperti diuraikan di atas, harus dibayar pada Harga Kontrak Lumpsum, untuk
mata Pembayaran yang terdaftar di bawah dan ditunjukkan dalam Daftar Kuantitas dan Harga dimana
harga dan pembayaran tersebut haruslah merupakan kompensasi penuh untuk seluruh pekerjaan
penimbunan, serta pengurugan. Untuk pemasokan, penempatan semua bahan, termasuk semua pekerja,
peralatan, perkakas, pengujian, dan pekerjaan lain yang diperlukan untuk penyelesaian yang memenuhi
ketentuan dari pekerjaan seperti yang diuraikan dalam Gambar dan Spesifikasi ini.
NO ITEM PEKERJAAN SATUAN PENGUKURAN
II.4 Pek. Urugan Pasir Bawah Lantai t=10 cm Meter Kubik
2.3 PEKERJAAN COR BETON 1 PC : 3 PS : 5 Kr
A. Spesifikasi Bahan Bangunan Kontruksi :
Semen PC.
Semen yang digunakan setara dengan Semen Tonasa, harus terdiri dari satu jenis merk dari mutu yang
baik sesuai dengan penjualan dipasaran. Semen yang telah disimpan lebih dari 3 bulan di dalam gudang
dan atau mengeras sebagian/ seluruhnya, tidak diperkenankan untuk digunakan. Penyimpanan semen
9
Spesifikasi Teknis
Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Biak Numfor
harus diusahakan sedemikian rupa sehingga bebas dari kelembaban, agar semen tidak mudah membatu.
Pasir dan Kerikil/ Koral.
Pasir harus terdiri dari butir–butir yang bersih, bebas dari bahan–bahan organis, lumpur dan sebagainya
memenuhi komposisi butir serta kekerasan yang tercantum di dalam PBI 1971.
Air.
Air yang digunakan harus air tawar, bersih, tidak mengandung minyak, asam, garam alkalis, dan bahan
organis/ bahan lainnya yang dapat merusak beton.
B Spesifikasi Peralatan Kontruksi Dan Peralatan Bangunan
Persyaratan perlengkapan peralatan yang diperlukan untuk pekerjaan ini meliputi:
1) Peralatan Utama : Molen
2) Peralatan Pelengkap : Sekop, Gerobak Sorong
C Spesifikasi Proses / Lingkup Kegiatan Pekerjaan
1) Pekerjaan ini meliputi penyediaan tenaga kerja, bahan-bahan, peralatan dan alat-alat bantunya yang dibutuhkan dalam
pelaksanaan pekerjaan ini.
2) Pekerjaan Cor beton 1:2:3 ini meliputi seluruh detail yang disebutkan / ditunjukkan dalam gambar atau sesuai petunjuk
Konsultan Pengawas.
3) Identifikasi Bahaya Pekerjaan
No Jenis Pekerjaan Identifikasi bahaya
1. Cor beton 1:3:5 Mata terkena serpihan pasir / batu / cipratan adonan,
terluka terkena alat pengaduk, kaki tertimpa material
4) Pengendalian yang perlu dilaksanakan
Alat pelindung diri (Kacamata, sarung tangan, masker, sepatu proyek, helm proyek), perlengkapan P3K
D Spesifikasi Metode Kontruksi / Metode Pelaksanaan / Metode Kerja
Sebelum pekerjaan pengecoran dimulai, tanah harus diratakan, bersih dari semak–semak dan kotoran lain
serta pekerjaan urugan pasir telah tercapai sesuai dengan spesifikasi yang telah ditentukan.
Campuran tidak boleh terlalu cair atau terlalu kental. Untuk campuran beton ini agregat halus tidak boleh
melebihi 5% kadar lumpur (ditentukan berdasarkan berat kering).
Hal-hal yang perlu diperhatikan adalah sebagai berikut :
Rasio Air – Semen
Harus dihitung menggunakan berat semen ditambah dengan berat abu terbang dan bahan pozzolan lainnya.
Pengaruh lingkungan
Beton yang akan mengalami pengaruh lingkungan harus memenuhi ratio air – semen dan persyaratan kuat
tekan karakteristik beton.
Tebal cor disesuaikan dengan gambar dan spesifikasi yang ada atau berdasarkan petunjuk Direksi /
Pengawas.
Campuran beton harus dicampur dengan menggunakan concrete molen dan harus tercampur secara merata
10
Spesifikasi Teknis
Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Biak Numfor
Apabila pengecoran beton akan dihentikan dan diteruskan pada hari berikutnya, maka tempat/ batas
penghentian tersebut harus disetujui Direksi/ Pengawas.
Beton setelah dicor selama dalam masa perawatan harus selalu dibasahi minimum selama 2 (dua) minggu.
Selama proses pengerasan, beton harus dihindarkan dari panas matahari langsung dan pembebanan yang
akan mempengaruhi kualitas beton yang dihasilkan.
Setelah umur beton dianggap cukup, bekisting segera dibongkar dan harus ada persetujuan dari Direksi/
Pengawas terlebih dahulu.
PENGUKURAN DAN PEMBAYARAN
1) Cara Pengukuran
Kuantitas yang diukur untuk pembayaran haruslah jumlah meter kubik dari beton yang dicor pada tempat yang sesuai
dengan gambar dan memenuhi kualitas yang dipersyaratkan dan diterima oleh Direksi. Dimensi yang
digunakan untuk menghitung kuantitas ini haruslah dimensi nominal dari pekerjaan cor beton yang diuraikan
dalam Gambar atau sebagaimana yang diperintahkan oleh Direksi Pekerjaan.
2) Dasar Pembayaran
Kuantitas yang ditentukan seperti diuraikan di atas, harus dibayar pada Harga Kontrak per satuan pengukuran,
untuk mata Pembayaran yang terdaftar di bawah dan ditunjukkan dalam Daftar Kuantitas dan Harga, untuk
pemasokan, pembuatan, penempatan semua bahan, termasuk semua pekerja, peralatan, perkakas, pengujian, dan
pekerjaan lain yang diperlukan untuk penyelesaian yang memenuhi ketentuan dari pekerjaan seperti yang diuraikan
dalam Gambar dan Spesifikasi ini.
NO ITEM PEKERJAAN SATUAN PENGUKURAN
1 Cor Lantai Kerja 1:3:5 Meter Kubik
2.4 PEKERJAAN COR BETON BERTULANG
A. Spesifikasi Bahan Bangunan Kontruksi :
Semen PC.
Semen yang digunakan setara dengan Semen Tonasa, harus terdiri dari satu jenis merk dari mutu yang
baik sesuai dengan penjualan dipasaran. Semen yang telah disimpan lebih dari 3 bulan di dalam gudang
dan atau mengeras sebagian/ seluruhnya, tidak diperkenankan untuk digunakan. Penyimpanan semen
harus diusahakan sedemikian rupa sehingga bebas dari kelembaban, agar semen tidak mudah membatu.
Pasir dan Kerikil/ Koral.
Pasir dan kerikil harus terdiri dari butir–butir yang bersih, bebas dari bahan–bahan organis, lumpur dan
sebagainya memenuhi komposisi butir serta kekerasan yang tercantum di dalam PBI 1971.
Air.
Air yang digunakan harus air tawar, bersih, tidak mengandung minyak, asam, garam alkalis, dan bahan
organis/ bahan lainnya yang dapat merusak beton.
Bekisting
Untuk pekerjaan bekisting dipergunakan kualitas kayu yang baik, tidak berubah bentuk, digunakan kayu
kelas III. Tebal papan bekisting minimal 2.0 cm atau multipleks tebal 9 mm dan untuk penyangga –
11
Spesifikasi Teknis
Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Biak Numfor
penyangga, kelam–kelam dan sekur–sekur dipergunakan kayu ukuran rata–rata 5 x 5 cm.
Tulangan
Tulangan yang digunakan adalah
1. Besi beton.
Bila ukuran–ukuran besi seperti yang telah ditentukan dalam gambar tidak terdapat di pasaran,
pemborong diperkenankan memakai ukuran tulangan besi lainnya, setelah disetujui oleh Direksi/
Pengawas.
B Spesifikasi Peralatan Kontruksi Dan Peralatan Bangunan
Persyaratan perlengkapan peralatan yang diperlukan untuk pekerjaan ini meliputi:
1) Peralatan Utama : Molen
2) Peralatan Pelengkap : Sekop, Gerobak Sorong, gurinda
C Spesifikasi Proses / Lingkup Kegiatan Pekerjaan
1) Pekerjaan ini meliputi penyediaan tenaga kerja, bahan-bahan, peralatan dan alat-alat bantunya yang dibutuhkan dalam
pelaksanaan pekerjaan ini.
2) Kualitas yang disyaratkan untuk pekerjaan ini harus mencakup pelaksanaan seluruh struktur beton, termasuk tulangan,
sesuai dengan spesifikasi dan sesuai dengan garis, elevasi, kelandaian dan dimensi yang ditunjuk dalam gambar dan
sebagaimana diperlukan oleh Direksi Pekerjaan.
3) Pekerjaan ini harus meliputi pula penyiapan tempat kerja untuk pengecoran beton, pemeliharaan pondasi, pengadaan
lantai kerja, pemompaan atau tindakan lain agar pondasi tetap kering.
4) Mutu beton yang digunakan pada masing-masing bagian dari pekerjaan dalam kontrak haruslah seperti yang ditunjuk
dalam gambar atau K-225 sebagaimana yang diperintahkan oleh Direksi Pekerjaan.
5) Syarat dari PBI NI-2 1971 harus diterapkan sepenuhnya pada semua pekerjaan beton yang dilaksanakan dalam
kontrak ini, kecuali bila bertentangan dengan spesifikasi ini.
6) Identifikasi Bahaya Pekerjaan
No Jenis Pekerjaan Identifikasi bahaya
1. Cor beton bertulang Mata terkena serpihan pasir / batu / cipratan adonan, terluka
terkena alat pengaduk / alat pemotong besi tulangan, kaki
tertimpa material, terluka terkena besi tulanga
7) Pengendalian yang perlu dilaksanakan
Alat pelindung diri (Kacamata, sarung tangan, masker, sepatu proyek, helm proyek), perlengkapan P3K
D Spesifikasi Metode Kontruksi / Metode Pelaksanaan / Metode Kerja
Sebelum pekerjaan pengecoran dimulai, bekesting dan tulangan besi harus sudah terpasang dengan lengkap dan
rapi serta bersih dari kotoran dan karat yang sesuai dengan spesifikasi yang telahditentukan.
Sebelum pemasangan bekisting, tulangan besi dipasang dengan ketentuan–ketentuan PBI 1971 dan gambar
konstruksi. Tulangan besi harus diikat dengan kuat untuk menjamin tulangan tersebut tidak berubah tempat
selama pengecoran dan harus bebas dari papan acuan atau lantai kerja dengan memasang lantai beton.
Cetakan harus terbuat dari bahan kayu atau kayu lapis dengan mutu yang baik agar hasil cetakannya rata
12
Spesifikasi Teknis
Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Biak Numfor
dan presisi sesuai dengan yang disyaratkan.
Sebelum dicor, jarak antara tulangan dan selimut beton harus ditahan atau disisip dengan Beton tahu dengan
ketebalan 2,5-3 cm dengan campuran 1 PC : 2 PS .
Adukan beton bertulang dipakai adalah campuran 1: 2 : 3 dan atau mutu beton lainnya yang telah ditentukan.
Untuk penulangan disesuaikan dengan gambar kerja dan gambar detail. Pengecoran harus dilaksanakan
terus menerus, dan sebelum beton menjadi padat, maka beton tersebut harus digelarkan dengan mesin
penggetar/vibrator, serta harus dihindarkan terjadinya cacat beton, seperti keropos dan sarang–sarang koral.
Campuran tidak boleh terlalu cair atau terlalu kental, agar kualitas beton baik . Untuk campuran beton ini
agregat halus tidak boleh melebihi 5% kadar lumpur (ditentukan berdasarkan berat kering).
Hal-hal yang perlu diperhatikan adalah sebagai berikut :
Rasio Air – Semen
Harus dihitung menggunakan berat semen ditambah dengan berat abu terbang dan bahan pozzolan
lainnya.
Pengaruh lingkungan
Beton yang akan mengalami pengaruh lingkungan harus memenuhi ratio air–semen dan persyaratan kuat
tekan karakteristik beton.
Tebal cor disesuaikan dengan-gambar dan spesifikasi yang ada atau berdasarkan petunjuk Direksi/
Pengawas.
Campuran beton harus dicampur dengan menggunakan concrete molen agar tercampur secara merata dan harus
disetujui oleh Direksi/ Pengawas.
Dalam pengerjaan pengecoran beton (terutama untuk pekerjaan: Pondasi, Plat lantai, Sloof, balok, ring balok dan
kolom), campuran beton yang sudah dituangkan ke dalam cetakan, harus digetarkan dengan menggunakan
concrete vibrator, agar dapat masuk merata ke semua bagian cetakan.
Apabila pengecoran beton akan dihentikan dan diteruskan pada hari berikutnya, maka tempat / batas
penghentian tersebut harus disetujui Direksi/ Pengawas.
Beton setelah dicor, selama dalam masa pengecoran harus selalu dibasahi selama 2 (dua) minggu. Selama
proses pengerasan, beton harus dihindarkan dari pembebanan yang akan mempengaruhi kualitas struktur
beton itu sendiri.
Setelah umur beton dianggap cukup, bekisting segera dibongkar dan harus ada persetujuan dari Direksi/
Pengawas.
PENGUKURAN DAN PEMBAYARAN
1) Cara Pengukuran
Kuantitas yang diukur untuk pembayaran haruslah jumlah meter kubik dari Pekerjaan Cor Beton Bertulang
lengkap di tempat dan diterima. Dimensi yang digunakan untuk menghitung kuantitas ini haruslah dimensi
nominal dari pekerjaan cor beton bertulang seperti yang diuraikan dalam Gambar atau sebagaimana yang
diperintahkan oleh Direksi Pekerjaan.
2) Dasar Pembayaran
13
Spesifikasi Teknis
Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Biak Numfor
Kuantitas yang ditentukan seperti diuraikan di atas, harus dibayar sesuai dengan Harga Kontrak per satuan
pengukuran, untuk mata Pembayaran yang terdaftar di bawah dan ditunjukkan dalam Daftar Kuantitas dan
Harga, untuk pemasokan, pembuatan, penempatan semua bahan, termasuk semua pekerja, peralatan,
perkakas, pengujian, dan pekerjaan lain yang diperlukan untuk penyelesaian yang memenuhi ketentuan dari
pekerjaan seperti yang diuraikan dalam Gambar dan Spesifikasi ini.
SATUAN
NO ITEM PEKERJAAN
PENGUKURAN
1 Pekerjaan Rabat Beton camp. 1:3:5 Meter Kubik
2 Pekerjaan Pondasi Setempat Beton Bertulang 100x100x25 cm Meter Kubik
3 Pekerjaan Sloof Beton Bertulang 15x20 cm Meter Kubik
4 Pekerjaan Sloof Beton Bertulang 20x30 cm Meter Kubik
5 Pekerjaan Kolom Beton Bertulang 20x20 cm Meter Kubik
6 Pekerjaan Kolom Beton Bertulang 40x40 cm Meter Kubik
7 Pekerjaan Balok Latei Beton Bertulang 10x10 cm Meter Kubik
8 Pekerjaan Balok Beton Bertulang 20x30 cm Meter Kubik
9 Pekerjaan ring Balok Beton Bertulang 15x25 cm Meter Kubik
10 Pekerjaan ring Balok Beton Bertulang 10x15 cm Meter Kubik
11 Pekerjaan ring Balok Beton Bertulang 10x20 cm Meter Kubik
12 Pekerjaan Balok Kuda – kuda Beton Bertulang 15x30 cm Meter Kubik
13 Pekerjaan Kolom Kuda – kuda Beton Bertulang 15x40 cm dan 15x30 cm Meter Kubik
14 Pekerjaan Plat Beton Beton Bertulang tebal 10 cm Meter Kubik
2.5. PASANGAN PONDASI BATU BELAH 1:4
A. Spesifikasi Bahan Bangunan Kontruksi :
Batu kali/ gunung/ karang (sesuai dengan bahan setempat) yang dipergunakan adalah batu belah yang keras,
berkualitas baik dan bersudut–sudut.
Semen yang digunakan setara dengan Semen Tonasa, harus terdiri dari satu jenis merk dari mutu yang baik
sesuai dengan penjualan dipasaran. Semen yang telah disimpan lebih dari 3 bulan di dalam gudang dan atau
mengeras sebagian/ seluruhnya, tidak diperkenankan untuk digunakan. Penyimpanan semen harus diusahakan
sedemikian rupa sehingga bebas dari kelembaban, agar semen tidak mudah membatu.
Pasir harus terdiri dari butir–butir yang bersih, bebas dari bahan–bahan organis, lumpur dan sebagainya
memenuhi komposisi butir serta kekerasan yang tercantum di dalam PBI 1971.
Air yang digunakan harus air tawar, bersih, tidak mengandung minyak, asam, garam alkalis, dan bahan organis/
bahan lainnya yang dapat merusak beton.
B Spesifikasi Peralatan Kontruksi Dan Peralatan Bangunan
Persyaratan perlengkapan peralatan yang diperlukan untuk pekerjaan ini meliputi:
1) Peralatan Utama : Molen
2) Peralatan Pelengkap : Sekop, Gerobak Sorong, Truffel
C Spesifikasi Proses / Lingkup Kegiatan Pekerjaan
1) Pekerjaan ini meliputi penyediaan tenaga kerja, bahan-bahan, peralatan dan alat-alat bantunya yang dibutuhkan
14
Spesifikasi Teknis
Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Biak Numfor
dalam pelaksanaan pekerjaan ini.
2) Pekerjaan ini meliputi seluruh detail yang disebutkan / ditunjukkan dalam gambar atau sesuai petunjuk
Konsultan Pengawas.
3) Identifikasi Bahaya Pekerjaan
No Jenis Pekerjaan Identifikasi bahaya
1. Pekerjaan Pondasi Batu Belah 1:4 Tertimpa batu belah, terciprat adonan
perekat ke mata, terluka terkena
serpihan batu.
4) Pengendalian yang perlu dilaksanakan
Alat pelindung diri (Kacamata, sarung tangan, masker, sepatu proyek, helm proyek), perlengkapan P3K
D Spesifikasi Metode Kontruksi / Metode Pelaksanaan / Metode Kerja
Sebelum pekerjaan bouwplank dimulai, tanah harus diratakan, bersih dari: semak–semak dan kotoran lain
dalam areal bangunan.
Galian untuk pondasi harus mencapai tanah asli, dasar galian harus bebas dari lumpur, humus, air dan
bersih. Untuk mengurug kembali bekas galian pondasi, dapat dipakai tanah bekas galian. Urugan dilakukan lapis
demi lapis, setebal 15 cm yang ditumbuk padat.
Setelah pasir dasar pondasi dan pekerjaan pasangan batu kosong telah dicapai, barulah diadakan
pemasangan batu pondasi dengan adukan 1 PC : 4 PS. Batu sebelum dipasang terlebih dahulu dibasahi
dan dibersihkan dari kotoran.
Lubang–lubang di antara batu–batu besar selain diisi dengan adukan, harus pula diisi dengan batu– batu
pecahan yang kecil.
Semua bahan–bahan yang dipakai dan cara pengerjaan harus ada persetujuan Direksi/ Pengawas.
PENGUKURAN DAN PEMBAYARAN
1) Cara Pengukuran
Kuantitas yang diukur untuk pembayaran haruslah jumlah meter kubik dari pasangan pondasi batu lengkap di
tempat dan diterima. Dimensi yang digunakan untuk menghitung kuantitas ini adalah dimensi nominal dari
masing–masing pasangan talud/ pondasi batu pecah seperti yang diuraikan dalam Gambar atau sebagaimana yang
diperintahkan oleh Direksi Pekerjaan.
2) Dasar Pembayaran
Kuantitas yang ditentukan seperti diuraikan di atas, harus dibayar pada Harga Kontrak Lumpsum, untuk mata
Pembayaran yang terdaftar di bawah dan ditunjukkan dalam Daftar Kuantitas dan Harga dimana harga dan
pembayaran tersebut haruslah merupakan kompensasi penuh untuk seluruh galian dan penimbunan kembali,
untuk pemasokan, pembuatan, penempatan semua bahan, termasuk semua pekerja, peralatan,perkakas,
pengujian, dan pekerjaan lain yang diperlukan untuk penyelesaian yang memenuhi ketentuan dari pekerjaan
15
Spesifikasi Teknis
Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Biak Numfor
seperti yang diuraikan dalam Gambar dan Spesifikasi ini.
SATUAN
NO. U R A I A N
PENGUKURAN
II.24. Pasangan Pondasi Batu Gunung 1 PC : 4 PS Meter Kubik
Pasal 3
PEKERJAAN PASANGAN DAN PLESTERAN
Lingkup Pekerjaan meliputi :
1 Pekerjaan Pasang Dinding Batu Tela SP. 1:4
2 Pekerjaan Pasang Rolag Batu Tela SP. 1:4
3 Pekerjaan Plesteran 1:2
4 Pekerjaan Acian
Pekerjaan pemasangan batu tempel
5 Pekerjaan pemasangan keramik l
6 Pekerjaan pemasangan keramik lantai 30x30 cm area washtafel & kamar mandi
7 Pekerjaan pemasangan keramik dinding 30x30 cm area kamar mandi
3.1 PASANGAN BATU TELA 1:4
A Spesifikasi Bahan Bangunan Kontruksi
1) Batu tela harus memenuhi standar SNI.
2) Spesi untuk perekatan batu tela harus memenuhi standar SNI atau sesuai rekomendasi dari pabrik pembuat
batu tela. Dalam hal ini spesi menggunakan Portland Cement.
3) Air harus memenuhi PUBI - 1982 pasal 9
4) Produk batu tela yang digunakan merupakan produk local dengan dimensi 8 x 9½ x 29 cm.
B Spesifikasi Peralatan Kontruksi Dan Peralatan Bangunan
Persyaratan perlengkapan peralatan yang diperlukan untuk pekerjaan ini meliputi:
1) Peralatan Utama : -
2) Peralatan Pelengkap : Troffel, Geregaji khusus batu tela
C Spesifikasi Proses / Lingkup Kegiatan Pekerjaan
1) Pekerjaan ini meliputi penyediaan tenaga kerja, bahan-bahan, peralatan dan alat-alat bantunya yang
dibutuhkan dalam pelaksanaan pekerjaan ini.
2) Pekerjaan pasangan batu tela ini meliputi dinding-dinding bangunan pada ruang-ruang dan seluruh detail yang
disebutkan/ditunjukkan dalam gambar atau sesuai petunjuk Konsultan Pengawas.
16
Spesifikasi Teknis
Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Biak Numfor
3) Identifikasi Bahaya Pekerjaan
No Jenis Pekerjaan Identifikasi bahaya
1. Pekerjaan Pasangan Dinding Batu Tela Terpeleset, jatuh dari tangga, tertusuk besi
kolom praktis, tertimpa material bata, terciprat
adonan perekat ke mata.
4) Pengendalian yang perlu dilaksanakan
Alat pelindung diri (Kacamata, sarung tangan, masker, sepatu proyek, helm proyek), perlengkapan P3K
D Spesifikasi Metode Kontruksi / Metode Pelaksanaan / Metode Kerja
1) Pastikan lokasi pemasangan batu tela sudah sesuai shopdrawing/gambar rencana yang telah disetujui.
2) Bersihkan dasar permukaan lokasi pemasangan batu tela dari debu, kotoran, minyak, setelah itu beri air pada
lokasi tersebut
3) Sebelum pemasangan, bersihkan terlebih dahulu permukaan batu tela yang akan dipasang.
4) Pemasangan batu tela tersebut harus lurus dan rata, tahap pertama setinggi 7 lapis dengan spesi dasar 3 cm
dan diikuti dengan cor kolom praktis. Setelah tahap pertama selesai biarkan pasangan batu tela tersebut
mengering lebih kurang 3 jam. Setelah itu baru dilanjutkan hingga tinggi yang ditentukan.
5) Kontraktor harus memperhatikan serta menjaga pekerjaan yang berhubungan dengan pekerjaan lain. Jika
terjadi kerusakan akibat kelalaiannya, maka Kontraktor harus mengganti tanpa biaya tambahan.
PENGUKURAN DAN PEMBAYARAN
1) Cara Pengukuran
Kuantitas yang diukur untuk pembayaran haruslah jumlah meter persegi dari luasan bidang dinding batu- bata, sesuai
dengan yang disyaratkan serta diterima baik oleh Direksi/ Pengawas. Dimensi yang digunakan untuk
menghitung kuantitas ini haruslah dimensi nominal dari pekerjaan pasangan batu-bata 1:4, seperti yang
diuraikan dalam Gambar atau sebagaimana yang diperintahkan oleh Direksi Pekerjaan.
2) Dasar Pembayaran
Kuantitas yang ditentukan seperti diuraikan di atas, harus dibayar pada Harga Kontrak per satuan pengukuran, untuk
mata Pembayaran yang terdaftar di bawah dan ditunjukkan dalam Daftar Kuantitas dan Harga, untuk
pemasokan, pembuatan, penempatan semua bahan, termasuk semua pekerja, peralatan, perkakas, pengujian, dan
pekerjaan lain yang diperlukan untuk penyelesaian yang memenuhi ketentuan dari pekerjaan seperti yang diuraikan
dalam Gambar dan RKS.
NO. U R A I A N SATUAN PENGUKURAN
III.1 Pek. Pasang Dinding Batu Tela SP. 1:4 Meter Persegi
3.2 PEKERJAAN PLESTERAN 1:2
A Spesifikasi Bahan Bangunan Kontruksi
Semen PC.
Semen yang digunakan setara dengan Semen Tonasa, harus terdiri dari satu jenis merk dari mutu yang
17
Spesifikasi Teknis
Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Biak Numfor
baik sesuai dengan penjualan di pasaran. Semen yang telah disimpan lebih dari 3 bulan di dalam gudang
dan atau mengeras sebagian/ seluruhnya, tidak diperkenankan untuk digunakan. Penyimpanan semen
harus diusahakan sedemikian rupa sehingga bebas dari kelembaban, agar semen tidak mudah membatu.
Pasir.
Pasir harus terdiri dari butir–butir yang bersih, bebas dari bahan–bahan organis, lumpur dan sebagainya
memenuhi komposisi butir serta kekerasan yang tercantum di dalam PBI 1971.
Air.
Air yang digunakan harus air tawar, bersih, tidak mengandung minyak, asam, garam alkalis, dan bahan
organis/ bahan lainnya yang dapat merusak campuran.
B Spesifikasi Peralatan Kontruksi Dan Peralatan Bangunan
Persyaratan perlengkapan peralatan yang diperlukan untuk pekerjaan ini meliputi:
1) Peralatan Utama : -
2) Peralatan Pelengkap : Jidar Almunium
C Spesifikasi Proses / Kegiatan
1) Bagian ini meliputi seluruh pekerjaan plesteran pada seluruh dinding bata, dan lain-lain seperti yang dijelaskan
dalam gambar pelaksanaan.
2) Seluruh pekerjaan harus sesuai dengan syarat dalam SNI
3) Identifikasi Bahaya Pekerjaan
No Jenis Pekerjaan Identifikasi bahaya
1. Pekerjaan Pasangan Plesteran Terpeleset, jatuh dari tangga, tertusuk
besi kolom praktis, tertimpa material bata,
terciprat adonan perekat ke mata.
4) Pengendalian yang perlu dilaksanakan
Alat pelindung diri (Kacamata, sarung tangan, masker, sepatu proyek, helm proyek), perlengkapan P3K
D Spesifikasi Metode Kontruksi / Metode Pelaksanaan / Metode Kerja
a. Pada dasarnya spesi untuk plesteran sama dengan campuran spesi untuk pekerjaan pasangannya.
b. Sebelum pekerjaan plesteran dilakukan, bidang-bidang yang akan diplester harus dibersihkan terlebih dahulu,
kemudian dibasahi dengan air agar plesteran tidak cepat kering dan tidak retak-retak.
c. Semua permukaan beton yang diplester permukaanya harus dikasarkan terlebih dahulu.
d. Adukan untuk plesteran harus benar-benar halus sehingga plesteran tidak terlihat pecahpecah.
e. Tebal plesteran 1,5 cm.
f. Plesteran supaya digosok berulang-ulang sampai mantap dengan acian PC sehingga tidak terjadi retak-retak
dan pecah dengan hasil halus dan rata.
g. Pekerjaan plesteran terakhir harus lurus, rata, vertikal dan tegak lurus dengan bidang lainnya.
h. Semua pekerjaan plesteran harus menghasilkan bidang yang tegak lurus, halus, tidak bergelombang. Sedang
sponeng/tali air harus lurus dan baik.
18
Spesifikasi Teknis
Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Biak Numfor
PENGUKURAN DAN PEMBAYARAN
1) Cara Pengukuran
Kuantitas yang diukur untuk pembayaran haruslah jumlah meter persegi dari luasan bidang yang diplester rapi,
lengkap dan sesuai dengan yang disyaratkan serta diterima baik oleh Direksi/ Pengawas. Dimensi yang
digunakan untuk menghitung kuantitas ini haruslah dimensi nominal dari pekerjaan plesteran seperti yang
diuraikan dalam Gambar atau sebagaimana yang diperintahkan oleh Direksi Pekerjaan.
2) Dasar Pembayaran
Kuantitas yang ditentukan seperti diuraikan di atas, harus dibayar pada Harga Kontrak per satuan pengukuran, untuk
mata Pembayaran yang terdaftar di bawah dan ditunjukkan dalam Daftar Kuantitas dan Harga, untuk
pemasokan, pembuatan, penempatan semua bahan, termasuk semua pekerja, peralatan, perkakas, pengujian, dan
pekerjaan lain yang diperlukan untuk penyelesaian yang memenuhi ketentuan dari pekerjaan seperti yang diuraikan
dalam Gambar dan Spesifikasi.
NO. U R A I A N SATUAN PENGUKURAN
1 Plesteran 1 : 2 Meter Persegi
3.3. PEKERJAAN ACIAN
A Spesifikasi Bahan Bangunan Kontruksi
Semen PC.
Semen yang digunakan setara dengan Semen Tonasa, harus terdiri dari satu jenis merk dari mutu yang baik
sesuai dengan penjualan dipasaran. Semen yang telah disimpan lebih dari 3 bulan di dalam gudang dan
atau mengeras
sebagian/ seluruhnya, tidak diperkenankan untuk digunakan. Penyimpanan semen harus diusahakan sedemikian
rupa sehingga bebas dari kelembaban, agar semen tidak mudah membatu.
Air.
Air yang digunakan harus air tawar, bersih, tidak mengandung minyak, asam, garam alkalis, dan bahan organis/
bahan lainnya yang dapat merusak.
B Spesifikasi Peralatan Kontruksi Dan Peralatan Bangunan
Persyaratan perlengkapan peralatan yang diperlukan untuk pekerjaan ini meliputi:
1) Peralatan Utama : -
2) Peralatan Pelengkap : Jidar Almunium
C Spesifikasi Proses/Lingkup Kegiatan Pekerjaan
1) Bagian ini meliputi seluruh pekerjaan acian pada plesteran dinding internal maupun ekternal dan lain-lain seperti
yang dijelaskan dalam gambar pelaksanaan.
2) Seluruh pekerjaan harus sesuai dengan syarat dalam SNI
19
Spesifikasi Teknis
Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Biak Numfor
3) Identifikasi Bahaya Pekerjaan
No Jenis Pekerjaan Identifikasi bahaya
1. Pekerjaan Pasangan Acian Terpeleset, jatuh dari tangga,
tertusuk besi kolom praktis,
tertimpa material bata, terciprat
adonan perekat ke mata.
4) Pengendalian yang perlu dilaksanakan
Alat pelindung diri (Kacamata, sarung tangan, masker, sepatu proyek, helm proyek), perlengkapan P3K
D Spesifikasi Metode Kontruksi/Metode Pelaksanaan/ Metode Kerja
Sebelum pekerjaan acian dimulai, bidang yang akan diaci harus bersih dari kotoran, lemak/ minyak, dan bahan-
bahan lain yang dapat mengurangi kemampuan lekatnya, serta dibasahi dengan air terlebih dahulu hingga
jenuh.
Campuran tidak boleh terlalu cair atau terlalu kental, dan dicampur dengan menggunakan air tawar yang bersih.
Bidang hasil acian harus rapi, rata dan tidak bergelombang.
Hasil acian sudut dalam maupun sudut luar harus rapi: lurus dan siku
PENGUKURAN DAN PEMBAYARAN
1) Cara Pengukuran
Kuantitas yang diukur untuk pembayaran haruslah jumlah meter persegi dari luasan bidang yang diaci rapi,
lengkap dan sesuai dengan yang disyaratkan serta diterima baik oleh Direksi/ Pengawas. Dimensi yang
digunakan untuk menghitung kuantitas ini haruslah dimensi nominal dari pekerjaan plesteran seperti yang
diuraikan dalam Gambar atau sebagaimana yang diperintahkan oleh Direksi Pekerjaan.
2) Dasar Pembayaran
Kuantitas yang ditentukan seperti diuraikan di atas, harus dibayar pada Harga Kontrak per satuan pengukuran, untuk
mata Pembayaran yang terdaftar di bawah dan ditunjukkan dalam Daftar Kuantitas dan Harga, untuk
pemasokan, pembuatan, penempatan semua bahan, termasuk semua pekerja, peralatan, perkakas, pengujian, dan
pekerjaan lain yang diperlukan untuk penyelesaian yang memenuhi ketentuan dari pekerjaan seperti yang diuraikan
dalam Gambar dan Spesifikasi ini
NO. U R A I A N SATUAN PENGUKURAN
III.3 Pekerjaan Acian Meter persegi
3.4 PASANGAN KERAMIK
A Spesifikasi Bahan Bangunan Kontruksi
Keramik
Jenis keramik yang dipergunakan adalah keramik dengan mutu baik, untuk bagian dalam ruangan
dipergunakan keramik 40x40 cm warna cerah, untuk area kamar mandi dan tangga dipergunakan keramik
ukuran 30x30 cm, area teras dipergunakan keramik ukuran 30x30 cm anti slip dan sedangkan untuk
20
Spesifikasi Teknis
Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Biak Numfor
pasangan keramik dinding dipergunakan keramik ukuran 30x30 cm .
Motif keramik untuk semua jenis keramik yang dipakai, disesuaikan dengan spesifikasi yang ada atau
sesuai dengan gambar, atau yang disetujui oleh direksi/ pengawas lapangan.
Keramik yang akan dipakai harus dalam kondisi baik tanpa cacat dengan sudut-sudut yang rapi dan
memiliki permukaan yang sempurna sesuai jenisnya. Bila terpaksa harus ada perbedaan ukuran, maka
perbedaan ukuran yang diizinkan adalah < 1 mm. Keramik harus memiliki mutu KW1.
Semen PC.
Semen yang digunakan setara dengan Semen Tonasa, harus terdiri dari satu jenis merk dari mutu yang
baik sesuai dengan penjualan dipasaran. Semen yang telah disimpan lebih dari 3 bulan di dalam gudang
dan atau mengeras sebagian/ seluruhnya, tidak diperkenankan untuk digunakan. Penyimpanan semen
harus diusahakan sedemikian rupa sehingga bebas dari kelembaban, agar semen tidak mudah membatu.
Pasir
Pasir harus terdiri dari butir–butir yang bersih, bebas dari bahan–bahan organis, lumpur dan sebagainya
memenuhi komposisi butir serta kekerasan yang tercantum di dalam PBI 1971.
Peralatan berupa alat bantu, haruslah yang masih baik dan memadai.
Sebelum pemasangan tegel keramik lantai pada bagian bawah/alasnya digunakan adukan spesi 1 pc : 4psr
dengan ketebalan 5 cm atau sesuai gambar rencana. Spesi yang digunakan diaduk/dicampur sampai
benar-benar homogen, adukan (spesi) selambat-lambatnya 30 menit setelah dicampur dengan air sudah
harus digunakan dan adukan (spesi) yang telah mengering tidak diperkenankan dipakai lagi.
B. Spesifikasi Peralatan Kontruksi Dan Peralatan Bangunan
Persyaratan perlengkapan peralatan yang diperlukan untuk pekerjaan ini meliputi:
1) Peralatan Utama :
No Jenis Kapasitas Jumlah
1. Cutting Keramik size 60 cm 1 Unit
2) Peralatan Pelengkap : Watter Pass
C Spesifikasi Proses/Kegiatan
1) Pekerjaan ini mencakup penyediaan bahan dan pemasangan keramik pada tempat-tempat sesuai petunjuk
Gambar Kerja serta Spesifikasi Teknis ini.
2) Contoh Bahan dan Data Teknis Bahan.
Contoh bahan dan teknis/brosur bahan yang akan digunakan harus diserahkan kepada Pengawas
Lapangan untuk disetujui terlebih dahulu sebelum dikirim ke lokasi proyek. Contoh bahan Keramik harus
diserahkan sebanyak 3 (tiga) set masing - masing dengan 4 (empat) gradasi warna untuk setiap set. Biaya
pengadaan contoh bahan menjadi tanggung jawab Kontraktor.
3) Pengiriman dan Penyimpanan. Pengiriman Keramik ke lokasi proyek harus terbungkus dalam kemasan
pabrik yang belum dibuka dan dilindungi dengan label/merek dagang yang utuh dan jelas
21
Spesifikasi Teknis
Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Biak Numfor
4) Identifikasi Bahaya Pekerjaan
No Jenis Pekerjaan Identifikasi bahaya
1. Pekerjaan Penutup Lantai Terpeleset, tertusuk paku, tergores dan jari
terpotong alat potong granit, serpihan
granit masuk ke mata
5) Pengendalian yang perlu dilaksanakan
Alat pelindung diri (Kacamata, sarung tangan, masker, sepatu proyek, helm proyek), perlengkapan P3K
D Spesifikasi Metode Kontruksi / Metode Pelaksanaan / Metode Kerja
1) Siapkan tempat kerja & permukaan yang akan dipasang keramik, sebaiknya keramik dipasang pada dasar
yang telah cukup stabil & rata
2) Pasanglah petunjuk-petunjuk yang cukup untuk kerataan, kelurusan & kemudahan pekerjaan pemasangan
keramik.
3) Bersihkan dasar permukaan dari serpihan, kotoran, minyak maupun lumut yang dapat mengurangi rekatan
adukan kemudian basahi dengan air.
4) Keramik yang hendak dipasang sebaiknya juga dibasahi terlebih dahulu dengan air selain untuk
menghilangkan debu/kotoran juga untuk mengurangi daya serap keramik terhadap adukan perekat
5) Keramik harus kokoh menempel pada alasnya dan tidak boleh berongga. Harus dilakukan pemeriksaan
untuk menjaga agar bidang keramik yang terpasang tetap lurus dan rapi.
6) Keramik yang salah letaknya, cacat atau pecah harus dibongkar dan diganti.
7) Keramik mulai dipasang dari salah satu sisi agar pola simetri yang dikehendaki dapat terbentuk dengan
baik.
8) Sambungan atau celah-celah antar Keramik harus lurus, rat dan seragam, saling tegak lurus. Lebar celah
tidak boleh lebih dari 1,6mm, kecuali bila ditentukan lain.
9) Adukan harus rapi, tidak keluar dari celah sambungan.
10) Pada pemasangan khusus seperti pada sudut-sudut pertemuan, pengakhiran dan bentuk – bentuk yang
lainnya harus dikerjakan serapi dan sesempuna mungkin.
11) Pembersihan dan Perlindungan.
Setelah pemasangan selesai, permukaan Keramik harus benar-benar bersih, tidak ada yang cacat, bila
dianggap perlu permukaan Keramik harus diberi perlindungan misalnya dengan sabun anti karat atau cara
PENGUKURAN DAN PEMBAYARAN
1) Cara Pengukuran
Kuantitas yang diukur untuk pembayaran haruslah jumlah meter persegi dari luasan bidang Pasangan keramik,
sesuai dengan yang disyaratkan serta diterima baik oleh Direksi/ Pengawas. Dimensi yang digunakan untuk
menghitung kuantitas ini haruslah dimensi nominal dari pekerjaan plesteran dan acian, seperti yang diuraikan
dalam Gambar atau sebagaimana yang diperintahkan oleh Direksi Pekerjaan.
22
Spesifikasi Teknis
Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Biak Numfor
2) Dasar Pembayaran
Kuantitas yang ditentukan seperti diuraikan di atas, harus dibayar pada Harga Kontrak per satuan pengukuran, untuk
mata Pembayaran yang terdaftar di bawah dan ditunjukkan dalam Daftar Kuantitas dan Harga, untuk
pemasokan, pembuatan, penempatan semua bahan, termasuk semua pekerja, peralatan, perkakas, pengujian, dan
pekerjaan lain yang diperlukan untuk penyelesaian yang memenuhi ketentuan dari pekerjaan seperti yang diuraikan
dalam Gambar dan RKS.
NO. U R A I A N SATUAN PENGUKURAN
1 Lantai Keramik Lantai 60x60 cm warna cerah Meter persegi
1 Lantai Keramik Lantai 30x30 cm warna cerah Meter persegi
2 Lantai Keramik Lantai 30x30 cm anti slip Meter persegi
3 Lantai Keramik Dinding 30x30 cm cerah Meter persegi
4 Lantai Plint Keramik 10x60 cm Meter persegi
Pasal 4
PEKERJAAN KUSEN, PINTU DAN ATAP
Lingkup Pekerjaan meliputi :
1 Pek. Kusen Pintu dan Jalusi ky kls I (kayu besi) 5/10 cm
2 Pek. Pasang Daun Pintu Panel Kaca Bening 5 mm
3 Pek. Pasang Daun Pintu Panel Kayu Klas I
4 Pek. Pengadaan dan Pemasangan Pintu Double Teakwood Lapis Formika
5 Pek. Pengadaan dan Pemasangan Pintu Harmonika
6 Pekerjaan Jendela Ungkit Kaca Bening 5 mm
7 Pekerjaan Jalusi BV
8 Pekerjaan Pemasangan Teralis Jendela
9 Pek. Pasang Atap Galvalume t=0.28
4.1 PEKERJAAN KUSEN, PINTU DAN JENDELA
A Spesifikasi Bahan Bangunan Kontruksi
Penggunaaan bahan kayu besi pada Detail dari kusen, daun pintu serta jendela seperti yang terdapat pada detail
kusen pada gambar kerja.
Mutu dan kualitas kayu yang dipakai sesuai persyaratan dalam NI -5 9 PKKI tahun 1961), PUBI 82 pasal 37 dan
memenui persyaratan SII 045-81.
Kayu yang dipakai harus cukup tua, lurus, kering dengan permukaan rata, bebas dari cacat seperti retak-retak,
mata kayu dan cacat lainnya. Kelembaban yang disyaratkan maksimum : 7%, untuk seluruh bahan kayu yang
digunakan
23
Spesifikasi Teknis
Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Biak Numfor
Kusen terbuat dari kayu besi kelas I ukuran 5/10 cm dengan pemakaian lebar bahan sesuai dengan gambar
rencana.
Persyaratan bahan yang digunakan harus memenuhi uraian dan syarat – syarat dari pekerjaan kayu.
Konstruksi kusen kayu besi dikerjakan seperti pada persyaratan pelaksanaan pekerjaan kayu dengan bentuk
sesuai dengan yang ditunjukan dalam detai gambar termasuk bentuk dan ukurannya, Treatment untuk
permukaan kusen pintu diberi lapisan finishing dengan cat kilap kayu yang sebelumnya dilapisi plamur kayu untuk
meratakan dan menutup lubang / rongga pada permukaan kayu maupun tripleks.Paku
Paku yang digunakan adalah paku yang berukuran standard (3/4”), tidak mengandung Karat > 5%
B Spesifikasi Peralatan Kontruksi Dan Peralatan Bangunan
Persyaratan perlengkapan peralatan yang diperlukan untuk pekerjaan ini meliputi:
1) Peralatan Utama : -
2) Peralatan Pelengkap : Mesin bor cordless (daya baterai), Mesin circle pemotong kayu
C Spesifikasi Proses / Kegiatan
1) Pekerjaan ini meliputi penyediaan tenaga kerja, bahan-bahan, peralatan dan alat – alat bantu lainnya untuk
pelaksanaan pekerjaan sehingga dapat tercapai hasil pekerjaan yang baik dan sempurna.
2) Pekerjaan kusen, daun pintu dan jendela dipasang pada seluruh detail sesuai dengan yang dinyatakan/ditunjukan
dalam gambar serta disesuaikan dengan petunjuk Pengawas.
3) Sebelum melaksanakan pekerjaan, Kontraktor diwajibkan untuk meneliti gambar - gambar yang ada dan kodisi di
lapangan (ukuran dan lubang-lubang), termasuk mempelajari bentuk, pola, lay out/penempatan, cara pemasangan,
mekanisme dan detail-detail sesuai gambar.
4) Sebelum pelaksanaan dimulai, penimbunan bahan-bahan kayu ditempat pekerjaan harus ditempatkan pada
ruang/tempat dengan sirkulasi udara yang baik, tidak terkena cuaca langsung dan terlindung dari kerusakan dan
kelembaban.
5) Harus diperhatikan semua sambungan siku untuk rangka kayu dan penguat lain yang diperluka, agar tetap terjamin
kekuatannya dengan memperahatikan/menjaga kerapihan terutama untuk bidang-bidang tanpak tidak boleh ada
lubang-lubang atau cact bekas penyetelan.
6) Semua permukaan rangka kayu harus diserut halus, rata, lurus dan siku-siku satu sama lain sisi-sisinya.
7) Bentuk/pola ukiran harus sesuai gambar.
8) Identifikasi Bahaya Pekerjaan
No Jenis Pekerjaan Identifikasi bahaya
1. Pekerjaan Kusen, Pintu dan Jendela Terpeleset, jatuh dari tangga,
tertusuk paku dan gergaji,
tertimpa dinding, serpihan kayu
masuk ke mata
9) Pengendalian yang perlu dilaksanakan
Alat pelindung diri (Kacamata, sarung tangan, masker, sepatu proyek, helm proyek), perlengkapan P3K
24
Spesifikasi Teknis
Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Biak Numfor
D Spesifikasi Metode Kontruksi / Metode Pelaksanaan / Metode Kerja
a. Persyaratan Pelaksanaan
1) Pekerjaan ini meliputi perhitungan pengadaan pemasangan pada setiap bagian dan penentuan sambungan
pertemuan/persilangan.
2) Tim Pelaksana bertanggung jawab penuh atas terselenggaranya pekerjaan – pekerjaan tersebut diatas dengan baik
dan apapun yang akan terjadi dikemudian hari pada bagian – bagian tersebut seperti :
(a) Terjadinya lendutan yang menyebabkan kaca pecah.
(b) Terjadinya kebocoran–kebocoran akibat kelalaian dalam pekerjaan.
(c) Kerusakan–kerusakan lain yang disebabkan kesalahan sistem konstruksi yang dipakai sehingga
menyebabkan kerugian dari pihak pemilik.
3) Sebelum memulai pelaksanaan, Tim Pelaksana diwajibkan meneliti gambar kerja dan kondisi lapangan. Tipe
pintu dan jendela yang terpasang harus sesuai dengan daftar tipe yang tertera dalam gambar kerja dengan
memperhatikan ukuran – ukuran, bentuk profil material, detail, arah bukaan, perlengkapan pintu dll.
4) Semua rangka kusen dikerjakan secara pabrikasi dengan teliti sesuai dengan ukuran dan kondisi lapangan agar
hasilnya dapat dipertangung jawabkan. Bahan yang akan diproses pabrikasi harus diseleksi terlebih dahulu
sesuai dengan bentuk, toleransi ukuran, ketebalan, kesikuan.
b. Pemasangan Daun pintu / jendela
1) Pemasangan dan perlengkapannya harus dilakukan oleh tenaga yang ahli dan berpengalaman
2) Engsel kupu-kupu dipasang sejumlah 3 (tiga) buah untuk daun pintu dan 2 (dua) buah untuk daun jendela.
3) Engsel kupu – kupu daun pintu dipasang dengan cara yaitu engsel atas dipasang + 28 cm (as) dari permukaan
atas pintu, engsel bawah dipasang 22 cm (as) dari permukaan bawah pintu dan engsel tengah – tengah antara
kedua engsel tersebut.
4) Engsel kupu – kupu daun jendela dipasang dengan cara yaitu dipasang + 15 cm (as) dari permukaan jendela.
5) Pembukaan pintu/ handle dipasang 100 cm (as) dari permukaan lantai.
6) Pemasangan seluruh hardware harus rapi lurus dan sesuai dengan letak posisi yang telah ditentukan oleh
Penanggungjawab Pelaksana Kegiatan / Konsultan.
7) Seluruh perangkat kunci harus bekerja dengan baik untuk itu harus dilakukan pengujian secara kasar dan halus.
c. Perlengkapan pintu
Semua hardware yang digunakan harus sesuai dengan ketentuan yang tercantum dalam buku spesifikasi ini. Bila
terjadi perubahan atau penggantian akibat dari pemilihan merk, Tim Teknis wajib melaporkan hal tersebut kepada
Penanggungjawab Tim Teknis untuk mendapatkan persetujuan.
d. Perlengkapan jendela
Semua hardware yang digunakan harus sesuai dengan ketentuan yang tercantum dalam buku spesifikasi ini. Bila
terjadi perubahan atau penggantian akibat dari pemilihan merk, Tim Teknis wajib melaporkan hal tersebut kepada
Penanggungjawab Tim Teknis untuk mendapatkan persetujuan.
25
Spesifikasi Teknis
Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Biak Numfor
PENGUKURAN DAN PEMBAYARAN
1) Cara Pengukuran
Kuantitas yang diukur untuk pembayaran dihitung meter persegi sampai terpasang dan sudah diterima Direksi/
Pengawas. Dimensi yang digunakan untuk menghitung kuantitas ini haruslah dimensi nominal seperti yang
diuraikan dalam Gambar atau sebagaimana yang diperintahkan oleh Direksi Pekerjaan.
2) Dasar Pembayaran
Kuantitas yang ditentukan seperti diuraikan di atas, harus dibayar pada Harga Kontrak lumpsum, untuk mata
Pembayaran yang terdaftar di bawah dan ditunjukkan dalam Daftar Kuantitas dan Harga.
NO. U R A I A N SATUAN PENGUKURAN
1 Pek. Kusen Pintu dan Jalusi ky kls I 5/10 cm M3
2 Pek. Pasang Daun Pintu Panel Kaca Bening M2
3 Pek. Pasang Daun Pintu Panel Kayu Klas I M2
4 Pek. Pasang Daun Pintu Double Teakwood Lapis Formika M2
5 Pek. Pengadaan dan Pemasangan Pintu Harmonika M2
6 Pekerjaan Jendela Ungkit Kaca Bening 5 mm M2
7 Pekerjaan Jalusi BV M2
4.2 PEKERJAAN ATAP
A Spesifikasi Bahan Bangunan Kontruksi
Baik ukuran maupun mutu dari setiap bahan tersebut tidak boleh diubah, kecuali bila ada perintah tertulis
dari Direksi/ Pengawas.
Bahan yang dipergunakan haruslah dengan standar mutu terbaik buatan pabrik yang dikenal.
Bahan penutup atap adalah Galvalume t=0.28.
Baik ukuran, warna maupun mutu dari atap tersebut tidak boleh diubah, kecuali bila ada perintah tertulis dari
Direksi/ Pengawas.
B Spesifikasi Peralatan Kontruksi Dan Peralatan Bangunan
Persyaratan perlengkapan peralatan yang diperlukan untuk pekerjaan ini meliputi:
1) Peralatan Utama : -
2) Peralatan Pelengkap : Palu, Mesin Pemotong Kayu, Gurinda
C Spesifikasi Proses/Lingkup Kegiatan Pekerjaan
1) Pekerjaan ini meliputi penyediaan tenaga kerja, bahan-bahan, peralatan dan alat-alat bantunya yang dibutuhkan
dalam pelaksanaan pekerjaan ini.
26
Spesifikasi Teknis
Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Biak Numfor
2) Pekerjaan pasangan penutup atap ini meliputi keseluruhan penutup atap bangunan yaitu Sirap, rangka atap Sirap dari
kayu disebutkan/ditunjukkan dalam gambar atau sesuai petunjuk Konsultan Pengawas.
3) Penyediaan Rangka Atap Baja ringan untuk rangka atap kanopi sisi depan bangunan sesuai dengan ketentuan gambar.
4) Kuda-kuda, rangka atap, gording, dibuat dan dipasang di lokasi.
5) Penyambungan menggunakan dinabolt disepanjang sambungan.
6) Identifikasi Bahaya Pekerjaan
No Jenis Pekerjaan Identifikasi bahaya
1. Pekerjaan Pasangan Gording, Penutup Atap Terpeleset, jatuh dari ketinggian,
tertusuk besi kolom praktis,
Galvalume
tergores serpihan Galvalume,
terluka terkena alat potong baja /
Galvalume.
7) Pengendalian yang perlu dilaksanakan
Alat pelindung diri (Kacamata, sarung tangan, masker, sepatu proyek, helm proyek, tali keselamatan),
perlengkapan P3K
D SPESIFIKASI METODE KONTRUKSI / METODE PELAKSANAAN / METODE KERJA
Rangka atap, kuda-kuda, gording harus mengikuti persyaratan yang sudah diatur, harus lurus dengan sudut
tegak atau kemiringan seperti yang disyaratkan dan sesuai dengan gambar rencana.
Pemasangan dan perakitan harus mengikuti standart yang telah disyaratkan oleh pabrik pembuatnya.
Pemasangan atap Galvalume dpasang sudah sesuai shopdrawing/gambar rencana yang telah disetujui.
Penyambungan penutup atap Galvalume adalah sekurang kurangnya satu setengah gelombang dan apabila
dilihat dari bawah tidak ada kelihatan cahaya dari bawah.
Kontraktor Pelaksana harus memperlihatkan dan menyediakan contoh material penutup atap untuk disetujui
oleh Konsultan Pengawas.
Pada setiap lembar material atap harus dicantumkan Merk Dagang, Type Produksi, Jenis Produksi dan
Ketebalan Material.
Kontraktor Pelaksana harus menjamin akan adanya Petunjuk / Cara Pemasangan dan Cara Penyimpanan
Material dilokasi pekerjaan oleh Tenaga Ahli Pabrik sebelum pekerjaan pemasangan atap dimulai.
Setiap lembaran material atap yang didatangkan kelokasi pekerjaan harus dalam keadaan baik tidak cacat
permukaan catnya dan tidak melengkung lapisan aluminium sengnya.
Material Atap harus disimpan dalam Gudang material jika tidak langsung digunakan. Material Atap tidak boleh
basah / lembab dan berhubungan langsung dengan tanah.
Pengukuran Dan Pembayaran
1) Cara Pengukuran
Kuantitas yang diukur untuk pembayaran dihitung Meter Persegi sampai terpasang dan sudah diterima Direksi/
27
Spesifikasi Teknis
Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Biak Numfor
Pengawas. Dimensi yang digunakan untuk menghitung kuantitas ini haruslah dimensi nominal seperti yang
diuraikan dalam Gambar atau sebagaimana yang diperintahkan oleh Direksi Pekerjaan.
2) Dasar Pembayaran
Kuantitas yang ditentukan seperti diuraikan di atas, harus dibayar pada Harga Kontrak per satuan pengukuran, untuk
mata Pembayaran yang terdaftar di bawah dan ditunjukkan dalam Daftar Kuantitas dan Harga dimana harga
dan pembayaran tersebut haruslah merupakan kompensasi penuh untuk seluruh pekerjaan.
NO. U R A I A N SATUAN PENGUKURAN
1 Pek. Gording Kayu Klas II M2
2 Pek. Penutup Atap Galvalume M2
2 Pek. Pasangan Nok Galvalume Plat M’
Pasal 5
PEKERJAAN PLAFOND
Lingkup Pekerjaan meliputi :
1 Pek. Pemasangan plafond
2 Pek. Pemasangan list plafond
BAHAN DAN PERALATAN
Bahan Plafond untuk pekerjaan ini berupa Triplek dengan ketebalan 4 mm ditopang dengan rangka kayu Klas II
(kayu Matoa) disetujui direksi
Pekerjaan ini mencakup penyediaan bahan, tenaga kerja, peralatan bantu dan pemasangan papan Triplek 4 mm
dan aksesori pada tempat-tempat seperti ditunjukkan dalam Gambar Kerja dan Spesifikasi Teknis ini.
C Spesifikasi Proses/Lingkup Kegiatan Pekerjaan
1) Pekerjaan ini meliputi penyediaan tenaga kerja, bahan-bahan, peralatan dan alat-alat bantunya yang dibutuhkan
dalam pelaksanaan pekerjaan ini.
2) Pekerjaan ini meliputi seluruh detail yang disebutkan / ditunjukkan dalam gambar atau sesuai petunjuk Konsultan
Pengawas.
3) Identifikasi Bahaya Pekerjaan
No Jenis Pekerjaan Identifikasi bahaya
1. Pekerjaan pasang plafond Terpeleset, jatuh dari ketinggian,
mata terkena serpihan kayu, terluka
terkena alat pemotong kayu
4) Pengendalian yang perlu dilaksanakan
Alat pelindung diri (Kacamata, sarung tangan, masker, sepatu proyek, helm proyek, tali keselamatan),
perlengkapan P3K
D Spesifikasi Metode Kontruksi / Metode Pelaksanaan / Metode Kerja
Bahan yang akan dipakai harus terlebih dahulu diperiksa dan mendapat persetujuan dari Direksi/ Pengawas
untuk dapat dipergunakan dalam pekerjaan tersebut.
28
Spesifikasi Teknis
Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Biak Numfor
Sebelum papan Triplek dipasang, Kontraktor harus memeriksa kesesuaian tinggi/kerataan permukaan,
pembagian bidang, ukuran dan konstruksi pemasangan terhadap ketentuan Gambar Kerja, serta lurus dan
waterpas pada tempat yang sama.
Pemasangan penutup plafond dilengkapi dengan list plafond kayu profil dilaksanakan pada pertemuan antara
plafond dan dinding sesuai gambar, dipasang rapat dan lurus setiap sudut harus dipasang siku-siku dipaku
dengan baik dan rapat.
Bidang hasil pasangan harus rapi, rata dan tidak bergelombang serta presisi dengan ukuran-ukuran yang sudah
disyaratkan dalam gambar.
PENGUKURAN DAN PEMBAYARAN
1) Cara Pengukuran
Kuantitas yang diukur untuk pembayaran dengan jumlah meter persegi terpasang yang sudah diterima Direksi/
Pengawas. Dimensi yang digunakan untuk menghitung kuantitas ini haruslah dimensi nominal seperti yang
diuraikan dalam Gambar atau sebagaimana yang diperintahkan oleh Direksi Pekerjaan.
2) Dasar Pembayaran
Kuantitas yang ditentukan seperti diuraikan di atas, harus dibayar pada Harga Kontrak per satuan pengukuran, untuk
mata Pembayaran yang terdaftar di bawah dan ditunjukkan dalam Daftar Kuantitas dan Harga.
NO. U R A I A N SATUAN PENGUKURAN
1 Pek. Pemasangan plafond triplek 4 mm Meter Persegi
2 Pek. Pemasangan List Plafond Meter Panjang
Pasal 6
PEKERJAAN PENGECATAN
Lingkup Pekerjaan meliputi :
1 Pek. Pengecatan Kayu
2 Pek. Pengecatan Tembok
3 Pek. Pengecatan Residu
4 Pek. Pengecatan Plafond
5 Pek. Pengecatan Coating Batu Alam
6 Pek. Pengecatan Waterproofing pada dack
7 Pek. Pembuatan Façade Atas
BAHAN DAN PERALATAN
Cat yang dipakai untuk dinding dan plafond yang terpapar sinar matahari atau cuaca, harus menggunakan cat
khusus Eksterior / Weathershield dan disetujui direksi
29
Spesifikasi Teknis
Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Biak Numfor
Cat yang digunakan harus dalam keadaan baik, tertutup dan pemakaian bahan pengencer bila sesuai dengan
petunjuk dari pabrik pembuatnya.
Bidang yang terlindung dari sinar matahari dan hujan yang akan dicat harus digosok menggunakan kertas gosok
terlebih dahulu dan di plamur hingga rata dan halus. Untuk bidang luar tidak diperkenankan menggunakan
plamur, tetapi langsung pada bidang hasil acian yang halus dan rata dan digosok terlebih dahulu menggunakan
kertas gosok.
C Spesifikasi Proses/Lingkup Kegiatan Pekerjaan
1) Pekerjaan ini meliputi penyediaan tenaga kerja, bahan-bahan, peralatan dan alat-alat bantunya yang dibutuhkan
dalam pelaksanaan pekerjaan ini.
2) Pekerjaan ini meliputi seluruh detail yang disebutkan / ditunjukkan dalam gambar atau sesuai petunjuk Konsultan
Pengawas.
3) Identifikasi Bahaya Pekerjaan
No Jenis Pekerjaan Identifikasi bahaya
1. Pekerjaan pasang pengecatan Jatuh dari ketinggian, mata terkena
cat
4) Pengendalian yang perlu dilaksanakan
Alat pelindung diri (Kacamata, sarung tangan, masker, sepatu proyek, helm proyek, tali keselamatan),
perlengkapan P3K
PELAKSANAAN
Syarat Proses dan Produk.
Sebelum dicat, permukaan terlebih dahulu dibersihkan dan diratakan bila permukaannya kurangrata.
Untuk dinding permukaan yang akan dicat terlebih dahulu harus diplamur dan dicat dasar. Penentuan warna
pelaksanaannya harus sesuai dengan aturan pabrik serta aturan yang berlaku, atau akan ditentukan kemudian oleh
Direksi Pekerjaan.
Pengecatan dinding luar maupun dalam dilakukan sebanyak 3 (tiga) kali sampai rata dan halus.
Permukaan yang akan dicat terlebih dahulu harus terbebas dari kotoran dan minyak, untuk celah sambungan
harus ditutup dulu pori-porinya dengan plamur menggunakan kain kasa Permukaan harus digosok dengan
ampelas hingga benar-benar rata.
Penentuan warna pelaksanaannya harus sesuai dengan aturan pabrik, atau akan ditentukan kemudian oleh
Direksi Pekerjaan.
PENGUKURAN DAN PEMBAYARAN
3) Cara Pengukuran
Kuantitas yang diukur untuk pembayaran dengan jumlah meter persegi terpasang yang sudah diterima Direksi/
Pengawas. Dimensi yang digunakan untuk menghitung kuantitas ini haruslah dimensi nominal seperti yang
diuraikan dalam Gambar atau sebagaimana yang diperintahkan oleh Direksi Pekerjaan.
4) Dasar Pembayaran
Kuantitas yang ditentukan seperti diuraikan di atas, harus dibayar pada Harga Kontrak per satuan pengukuran, untuk
mata Pembayaran yang terdaftar di bawah dan ditunjukkan dalam Daftar Kuantitas dan Harga.
30
Spesifikasi Teknis
Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Biak Numfor
NO. U R A I A N SATUAN PENGUKURAN
1 Pek. Pengecatan Kayu Meter Persegi
2 Pek. Pengecatan Tembok Meter Persegi
3 Pek. Pengecatan Residu Meter Persegi
4 Pek. Pengecatan Plafond Meter Persegi
5 Pek. Pengecatan Coating Batu Alam Meter Persegi
6 Pek. Pengecatan Waterproofing pada dack Meter Persegi
7 Pek. Pembuatan Façade Atas Meter Persegi
Pasal 7
PEKERJAAN SANITASI
Pekerjaan meliputi :
1 Pek. Pasang Kloset Jongkok
2 Pekerjaan Pasang Bak Mandi Fiber
3 Pekerjaan Pasang Keran Air 3/4 Besi
4 Pekerjaan Pasang Floor Drain
6 Pekerjaan Pasang Pipa Air Bersih
7 Pekerjaan Pasang Pipa Air Kotor
8 Pekerjaan Pasang Pipa Air Kotor
9 Pek. Pasang Pipa HDPE 1/2"
10 Pekerjaan Pembuatan Septictank
8.1 Pekerjaan Instalasi Air
BAHAN DAN PERALATAN
Semua pipa yang dipakai haruslah berkualitas baik berupa produksi dalam negeri . untuk ruang dalam
menggunakan pipa se-kualitas Maspion jenis AW.
Semua mata kran ½” seperti yang syaratkan dalam spesifikasi ini menggunakan kran dengan mutu baik
berupa produksi dalam negeri atau impor. Acsessories pipa menggunakan merek rucika atau maspion,
khusus sokh drat dalam untuk kran yang dilapisi kuningan pada bagian dalamnya.
Semua bahan sanitair seperti washtafel, kloset duduk, menggunakan sanitair merk Toto warna ivory, atau
merk lain yang sejenis dan setara dari segi mutunya
Floor drain yang disyaratkan menggunakan floordrain tipe mangkok dengan merek Washer atau merek lain yang
setara mutunya.
31
Spesifikasi Teknis
Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Biak Numfor
SPESIFIKASI PROSES/LINGKUP KEGIATAN PEKERJAAN
1) Pekerjaan ini meliputi penyediaan tenaga kerja, bahan-bahan, peralatan dan alat-alat bantunya yang dibutuhkan
dalam pelaksanaan pekerjaan ini.
2) Pekerjaan ini meliputi seluruh detail yang disebutkan / ditunjukkan dalam gambar atau sesuai petunjuk Konsultan
Pengawas.
3) Identifikasi Bahaya Pekerjaan
No Jenis Pekerjaan Identifikasi bahaya
1. Pekerjaan pasang sanitasi Terluka terkena alat potong pipa, kaki
terkena bahan proyek
4) Pengendalian yang perlu dilaksanakan
Alat pelindung diri (Kacamata, sarung tangan, masker, sepatu proyek, helm proyek), perlengkapan P3K
PELAKSANAAN
Syarat Proses dan Produk.
• Kontraktor harus menyediakan alat dan bahan-bahan dengan kualitas yang telah ditentukan pada bab ini.
Semua komponen harus baru dari produksi terbaru. Mutu pekerjaan harus paling baik dan sesuai dengan
cara kerja modern.
• Pipa dan Fitting untuk sistem air kotor, air buangan, dan air hujan harus dari bahan PVC berdasarkan SII –
0344 – 82 (ISO – 4056).
• Kontraktor harus memeriksa dengan teliti Gambar Rencana untuk semua pemasangan sistem air kotor dan air
buangan
• Apabila terjadi kerusakan terhadap bangunan, pemipaan, perawatan dan alat-alat lain karena pemasangan
sistem air kotor dan air buangan ini maka kontraktor harus memperbaikinya dengan biaya sendiri.
• Kontraktor harus menjamin bahwa tidak ada fikstur, pemipaan atau alat tambahan lain yang saling
menyambung antara sistem distribusi air bersih dan sistem air air kotor dan air buangan.
• Stop Kran sekualitas merk “TOTO”. Atau standar KIA
• Floor Drain dari plastik kualitas baik dan baru
• Klosed Duduk sekualitas merk “TOTO”. Atau standar KIA
• Washtafel + assesoris sekualitas “Toto” atau KIA
• Septictank dan peresapan, dikerjakan sesuai dimensi atau ketentuan yang terlukis pada gambar rencana
atau sesuai petunjuk direksi pekerjaantersebut.
PENGUKURAN DAN PEMBAYARAN
1) Cara Pengukuran
Kuantitas yang diukur untuk pembayaran dengan jumlah terpasang yang sudah diterima Direksi/ Pengawas.
Dimensi yang digunakan untuk menghitung kuantitas ini haruslah dimensi nominal seperti yang diuraikan dalam
Gambar atau sebagaimana yang diperintahkan oleh Direksi Pekerjaan.
32
Spesifikasi Teknis
Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Biak Numfor
2) Dasar Pembayaran
Kuantitas yang ditentukan seperti diuraikan di atas, harus dibayar pada Harga Kontrak per satuan pengukuran,
untuk mata Pembayaran yang terdaftar di bawah dan ditunjukkan dalam Daftar Kuantitas dan Harga.
NO. U R A I A N SATUAN PENGUKURAN
1 Pek. Pasang Kloset Duduk Set
2 Pekerjaan Pasang Bak Mandi Fiber Unit
3 Pekerjaan Pasang Keran Air 3/4 Besi Unit
4 Pekerjaan Pasang Floor Drain Unit
5 Pekerjaan Pasang Pipa Air Bersih Meter panjang
6 Pekerjaan Pasang Pipa Air Kotor Meter panjang
7 Pekerjaan Pasang Pipa Air Kotor Meter panjang
8 Pek. Pasang Pipa HDPE 2" Meter panjang
9 Pekerjaan Pembuatan Septictank Unit
Pasal 8
PEKERJAAN INSTALASI LISTRIK
7.1 Pek. Instalasi Listrik Dalam Gedung
Pekerjaan meliputi :
1 Pek. Pas. Lampu DL inbow 18 watt merk Philips
2 Pek. Pas. Lampu DL outbow 18 watt merk Philips
3 Pek. Pas. Lampu TL 18 watt merk Philips
4 Pek. Pas. Exhausfan
5 Pas. Stop kontak merk Broco
6 Pas. Saklar Ganda merk Broco
7 Pas. Saklar Tunggal merk Broco
8 Pas. MCB set merk Schneider
9 Penyambungan Listrik PLN
BAHAN DAN PERALATAN
Semua kabel yang dipakai haruslah berkualitas baik berupa produksi dalam negeri atau produks impor.
Jenis kabel yang dipakai dalam pekerjaan ini berupa kabel NYM 4 x 2,5 untuk instalasi utama, dan kabel
NYM 3 x 2,5 untuk stop kontak dan kabel NYM 2 x 2.5 untuk keperluan lainnya, serta NYY 4 mm dengan
mutu baik untuk keperluan instalasi dengan beban daya cukup besar antara lain untuk Cadangan (spare)
Semua lampu seperti yang disyaratkan dalam spesifikasi ini menggunakan lampu yang Hemat energi
(energi saving), Lampu-lampu yang disebutkan di sini juga termasuk acsessories dan armaturnya.
Semua saklar dan stop kontak haruslah berkualitas.
SPESIFIKASI PROSES/LINGKUP KEGIATAN PEKERJAAN
1) Pekerjaan ini meliputi penyediaan tenaga kerja, bahan-bahan, peralatan dan alat-alat bantunya yang dibutuhkan
33
Spesifikasi Teknis
Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Biak Numfor
dalam pelaksanaan pekerjaan ini.
2) Pekerjaan ini meliputi seluruh detail yang disebutkan / ditunjukkan dalam gambar atau sesuai petunjuk Konsultan
Pengawas.
3) Identifikasi Bahaya Pekerjaan
No Jenis Pekerjaan Identifikasi bahaya
1. Pekerjaan pasang elektrikal Terluka terkena alat potong kabel,
jatuh dari ketinggian
4) Pengendalian yang perlu dilaksanakan
Alat pelindung diri (Kacamata, sarung tangan, masker, sepatu proyek, helm proyek, tali keselamatan),
perlengkapan P3K
PELAKSANAAN
Syarat Proses dan Produk.
Semua bahan-bahan yang akan dipakai harus diketahui dan disetujui oleh Direksi/ Pengawas.
Pelaksanaannya harus sesuai dengan aturan pabrik serta aturan yang berlaku (PUIL), atau akan ditentukan
kemudian oleh Direksi Pekerjaan.
Pelaksanaan pemasangan instalasi harus dilakukan oleh tenaga terampil yang ahli di bidang tersebut dan
mengetahui karakter bahan dengan baik (bersertifikat).
PENGUKURAN DAN PEMBAYARAN
1) Cara Pengukuran
Kuantitas yang diukur untuk pembayaran dengan jumlah terpasang yang sudah diterima Direksi/ Pengawas.
Dimensi yang digunakan untuk menghitung kuantitas ini haruslah dimensi nominal seperti yang diuraikan dalam
Gambar atau sebagaimana yang diperintahkan oleh Direksi Pekerjaan.
2) Dasar Pembayaran
Kuantitas yang ditentukan seperti diuraikan di atas, harus dibayar pada Harga Kontrak per satuan pengukuran, untuk
mata Pembayaran yang terdaftar di bawah dan ditunjukkan dalam Daftar Kuantitas dan Harga.
NO. U R A I A N SATUAN PENGUKURAN
1 Pek. Pas. Lampu DL inbow 18 watt merk Philips Titik
2 Pek. Pas. Lampu DL outbow 18 watt merk Philips Titik
3 Pek. Pas. Lampu TL 18 watt merk Philips Titik
4 Pek. Pas. Exhausfan Titik
5 Pas. Stop kontak merk Broco Titik
6 Pas. Saklar Ganda merk Broco Set
7 Pas. Saklar Tunggal merk Broco Unit
8 Pas. MCB set merk Schneider Set
9 Penyambungan Listrik PLN Set
34
Spesifikasi Teknis
Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Biak Numfor
Pasal 9
PEKERJAAN AKHIR
9.1. Pembersihan Lokasi
1) Setelah pekerjaan selesai dilaksanakan, lokasi harus dibersihkan dari segala sesuatu yang dapat
mengganggu, tanah–tanah kelebihan / sisa–sisa galian timbunan harus segera disingkirkan oleh
pemborong.
2) Puing- puing hasil pekerjaan di buang di luar lokasi pekerjaan.
Pasal 10
ATURAN LAINNYA
1. Apabila dalam spesifikasi teknis ini tidak disebutkan hal-hal yang dipasang, dibuat, dilaksanakan dan
disediakan, tetapi dalam pelaksanaan Pekerjaan, hal ini menjadi bagian yang nyata dilaksanakan dan
diselesaikan oleh pemborong, harus dianggap sebagai telah dimuat dalam spesifikasi ini, jadi tidak
terhitung sebagi pekerjaan tambah/ meerweerk.
2. Sebelum pekerjaan diserahkan, pemborong diharuskan merawat bangunan, membersihkan dari segala
kotoran-kotoran dan merapikan kekurangan-kekurangan yang ada, termasuk merapikan dari segala
kotoran-kotoran dan bekas bahan-bahan bangunan, sehingga bangunan dapat dipergunakan dan
ditempati tanpa adanya pembersihan dan lainnya, siap diserah terimakan sesuai dengan pertimbangan
Direksi/ Pengawas.
3. Apabila dalam rencana kerja dan syarat-syarat ini tidak tercantum persyaratan lain ataupun ketentuan
lain, namun tidaklah berarti bahwa ketentuan atau persyaratan ini tidaklah mengikat, akan tetapi
semuanya ini tidak terlepas bagian dari RKS ini tetap mengikat.
Menyetujui/Mengetahui : Biak, Juni 2023
DINAS PERINDUSTRIAN DAN PERDAGANGAN Disusun oleh :
PEJABAT PEMBUAT KOMITMEN, KONSULTAN PERENCANA BKT ESTETICA
Drs. MARKUS BA’DUNG, M.Si PATRIARKH LESIAS RUMBIAK, S.Sn., M.Sc
DIREKTUR CABANG
NIP. 19680626 200012 1 005
35
Spesifikasi Teknis