| Reason | |||
|---|---|---|---|
| 0017895657039000 | Rp 9,198,339,120 | - | |
| 0026488718411000 | - | - | |
PT Oseanland Survei Indonesia | 09*0**0****35**0 | - | - |
| 0908885049504000 | - | - | |
| 0413869884452000 | Rp 9,496,448,712 | 1. Spesifikasi teknis dan identitas barang yang ditawarkan tidak sesuai dengan KAK 2. Surat dukungan Data Logger, Radar Gauge Digital, Radar Gauge Analog, Pressure Gauge dan Modem LTE bukan dari distributor resmi di Indonesia 3. Surat pernyataan berupa jaminan garansi khusus untuk item peralatan Data Logger, Radar Gauge Digital, Radar Gauge Analog, Pressure Gauge dan Modem LTE bukan dari distributor resmi di indonesia 4. Personil yang ditawarkan atas nama Abdul Latif, Andis Munandar, Century Putra, Novi Eko Herawan, Yogie Winarno, Haitham Lutfi, dan Indra Gunawan tidak sesuai dengan persyaratan pada KAK | |
| 0029744034801000 | - | - | |
| 0413300641402000 | - | - | |
PT Marta Karya Dewari | 06*0**0****42**0 | - | - |
PT Valtekindo Global Intertek | 08*0**5****29**0 | - | - |
| 0666744396424000 | - | - | |
| 0210823068411000 | - | - | |
| 0631236437322000 | - | - | |
| 0316965870429000 | - | - | |
| 0014016836008000 | - | - | |
| 0953926334429000 | - | - | |
| 0032663163323000 | - | - | |
| 0660609249954000 | - | - | |
| 0032483281101000 | - | - | |
| 0427170899422000 | - | - | |
CV Cahaya Rembulan Purnama | 06*9**4****01**0 | - | - |
| 0714250479008000 | - | - | |
| 0027514595039000 | - | - | |
PT Famelia Budi Kencana | 04*5**4****47**0 | - | - |
| 0013633607032000 | - | - | |
| 0737037556451000 | - | - | |
| 0603509225402000 | - | - | |
| 0921888228085000 | - | - | |
| 0018282046013000 | - | - | |
| 0024056962404000 | - | - | |
| 0030433981404000 | - | - | |
| 0027483502008000 | - | - | |
CV Deltamas Makmur Perkasa | 0712562149421000 | - | - |
Mifa Sejahtera | 06*9**1****01**0 | - | - |
CV Nanta Indoraya Utama | 01*8**5****04**0 | - | - |
| 0028356913001000 | - | - | |
| 0022863377077000 | - | - | |
| 0312743131618000 | - | - | |
| 0902424977524000 | - | - | |
PT Hepta Kimpada Indonesia | 06*0**0****13**0 | - | - |
| 0761413137403000 | - | - | |
| 0751020694022000 | - | - | |
| 0721633741405000 | - | - | |
| 0628045247002000 | - | - | |
Culture Indonesia Persada | 05*7**6****53**0 | - | - |
| 0800938128429000 | - | - | |
| 0720111772008000 | - | - | |
PT Titech Karya Perdana | 08*0**9****25**0 | - | - |
| 0312341480435000 | - | - | |
| 0315692772418000 | - | - | |
| 0210798070411000 | - | - | |
| 0032237240643000 | - | - |
URAIAN SINGKAT PEKERJAAN
PENGADAAN ALAT DAN INSTALASI STASIUN PASANG SURUT INA-TEWS
PUSAT JARING KONTROL GEODESI DAN GEODINAMIKA
TAHUN 2024
Pembangunan Informasi geospasial yang mengacu kepada referensi yang tunggal
sangat diperlukan dalam penyediaan data dasar untuk perencanaan pembangunan nasional
maupun penanggulangan kebencanaan. Salah satu informasi geospasial dasar adalah Jaring
Kontrol Geodesi (JKG). Data JKG diperoleh melalui infrastruktur JKG berupa Stasiun
Pasang Surut dan Stasiun Kontinyu GNSS (CORS). Kedua infrastruktur JKG ini juga
merupakan bagian dari Indonesia Tsunami Early Warning System (Ina-TEWS).
Dengan adanya kejadian bencana alam seperti gempa bumi di Lombok, gempa bumi
dan tsunami di Palu dan tsunami di Selat Sunda, berdasarkan hasil rapat yang dikoordinasi
oleh Kementerian Koordinator Bidang Maritim dan Investasi (Kemenko Marves) dan Rapat
terbatas Kepresidenan tahun 2018, disetujui untuk melaksanakan Penguatan Sistem
InaTEWS. Salah satu kegiatan yang dilaksanakan oleh BIG adalah pembangunan 150
stasiun pasut secara bertahap selama 5 tahun mulai tahun 2020 sampai dengan 2024. Stasiun
pasang surut yang telah dibangun sebanyak:
● 11 stasiun pasang surut pada tahun 2020
● 40 stasiun pasang surut pada tahun 2021
● 40 stasiun pasang surut pada tahun 2022
● 27 stasiun pasang surut pada tahun 2023
sehingga jumlah stasiun pasang surut yang telah terbangun dari tahun 2020 sampai dengan
2023 sejumlah 118 stasiun. Pada tahun 2024 ini akan dilakukan pembangunan sejumlah 32
stasiun pasang surut. Dalam penentuan rencana lokasi pembangunan ini didasarkan pada
hasil kajian wilayah potensi bencana bersama akademisi serta masukan dari para
stakeholder dalam kegiatan Focus Group Discussions (FGD)
Kegiatan pembangunan 32 stasiun pasang surut tahun 2024 mengacu kepada beberapa
dasar hukum diantaranya adalah sebagai berikut :
a). Undang-Undang tentang Informasi Geospasial Nomor 4 Tahun 2011 yang diubah dalam
Undang-Undang Ciptaker Nomor 6 tahun 2023 yang bertujuan untuk menjamin
ketersediaan dan akses IG yang dapat dipertanggungjawabkan serta mewujudkan
kebergunaan dan keberhasilgunaan IG melalui kerjasama, koordinasi, integrasi, dan
sinkronisasi. Undang-Undang ini mendorong penggunaan IG dalam pemerintahan dan
kehidupan bermasyarakat dengan menggunakan referensi tunggal (single reference)
yang mencakup Jaring Kontrol Geodesi (JKG) sebagai realisasi dari Sistem Referensi
Geospasial Indonesia dan Peta Dasar.
b). Peraturan Pemerintah Nomor 45 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Informasi
Geospasial. Peraturan ini mengamanatkan dalam penentuan garis pantai pada peta dasar
terdiri pasang tertinggi, muka laut rata-rata dan surut terendah yang diperoleh melalui
pengamatan pasang surut.
c). Peraturan Presiden Nomor 93 Tahun 2019 tentang Penguatan dan Pengembangan
Sistem Informasi Gempa Bumi dan Peringatan Dini Tsunami. Pada Pasal 5 butir d,
Pembangunan dan Pengoperasian Peralatan untuk observasi gempa bumi dan /atau
tsunami dilakukan oleh lembaga pemerintah nonkementerian yang menyelenggarakan
urusan pemerintahan di bidang informasi geospasial.
Stasiun Pasang Surut adalah sistem
peralatan yang mencatat pergerakan naik
turunnya permukaan air laut setiap saat
secara terus menerus dan terpantau secara
online dari data center yang dapat
digunakan untuk berbagai keperluan
secara terus menerus (real time).
Gambar 1.Stasiun Pasang Surut
Sampai dengan akhir tahun 2023, jumlah stasiun pasang surut yang dikelola oleh BIG
adalah sebanyak 260 stasiun yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia.
Gambar 2. Sebaran 260 Stasiun Pasang Surut (Status Tahun 2023)
Sistem Stasiun Pasang Surut terdiri dari beberapa komponen utama sebagai berikut:
▪ Data Acquisition: Komponen ini terdiri atas bangunan fisik stasiun dan peralatan
pengamatan pasang surut laut di lapangan
▪ Data Communication: Komponen ini merupakan komunikasi data yang
digunakan untuk mengirimkan data dari lapangan ke data center
▪ Data Center: Komponen yang digunakan untuk menerima data dari lapangan
dan mendiseminasikan data kepada user
▪ Application: Merupakan aplikasi berbasis web atau service untuk pelayanan
diseminasi data pasut, termasuk layanan data pasut untuk Ina-TEWS
Kegiatan ini dilakukan untuk memenuhi kebutuhan bangunan fisik stasiun pasang
surut yang digunakan untuk menempatkan peralatan pengamatan pasang surut laut berupa
sensor untuk menangkap fenomena pergerakan pasang surut air laut, data logger untuk
menyimpan data pengamatan, dan peralatan komunikasi untuk pengiriman data ke pusat
data di BIG. Adapun fisik bangunan stasiun pasang surut ini berupa bangunan permanen
dengan spesifikasi dan ukuran tertentu yang dibangun menempel di atas dermaga
pelabuhan.
Kegiatan pengadaan alat dan instalasi stasiun pasang surut InaTEWS pada tahun 2024
dilakukan tersebar pada 32 lokasi di wilayah indonesia seperti terlihat pada Tabel berikut
ini.
Tabel 1. Lokasi Pengadaan Alat dan Instalasi Stasiun Pasang Surut InaTEWS
Pulau Sulawesi
No Provinsi Satuan Jumlah
1 Sulawesi Utara Stasiun 2
2 Sulawesi Barat Stasiun 2
3 Sulawesi Selatan Stasiun 2
Tabel 2. Lokasi Pengadaan Alat dan Instalasi Stasiun Pasang Surut InaTEWS
Pulau Sumatera
No Provinsi Satuan Jumlah
1 Aceh Stasiun 1
2 Kepulauan Riau Stasiun 2
3 Riau Stasiun 1
4 Lampung Stasiun 1
Tabel 3. Lokasi Pengadaan Alat dan Instalasi Stasiun Pasang Surut InaTEWS
Pulau Kalimantan
No Provinsi Satuan Jumlah
1 Kalimantan Tengah Stasiun 1
2 Kalimantan Timur Stasiun 1
3 Kalimantan Barat Stasiun 2
Tabel 4. Lokasi Pengadaan Alat dan Instalasi Stasiun Pasang Surut InaTEWS
Kepulauan Maluku
No Provinsi Satuan Jumlah
1 Maluku Stasiun 6
2 Maluku Utara Stasiun 3
Tabel 5. Lokasi Pengadaan Alat dan Instalasi Stasiun Pasang Surut InaTEWS
Pulau Nusa Tenggara
No Provinsi Satuan Jumlah
1 Nusa Tenggara Barat Stasiun 1
Tabel 6. Lokasi Pengadaan Alat dan Instalasi Stasiun Pasang Surut InaTEWS
Pulau Jawa
No Provinsi Satuan Jumlah
1 Jawa Barat Stasiun 1
2 Jawa Timur Stasiun 2
Tabel 7. Lokasi Pengadaan Alat dan Instalasi Stasiun Pasang Surut InaTEWS
Pulau Bali
No Provinsi Satuan Jumlah
1 Bali Stasiun 1
Tabel 8. Lokasi Pengadaan Alat dan Instalasi Stasiun Pasang Surut InaTEWS
Pulau Papua
No Provinsi Satuan Jumlah
1 Papua Stasiun 1
2 Papua Barat Stasiun 2
Ruang lingkup kegiatan Pengadaan Alat dan Instalasi Stasiun Pasang Surut InaTEWS
adalah sebagai berikut :
Ruang Lingkup Volume
A. Pengadaan Alat Stasiun Pasang Surut InaTEWS 1 Lap
B. Instalasi Alat Stasiun Pasang Surut InaTEWS 1 Lap
C. Pelaporan Kegiatan Instalasi Stasiun Pasang Surut InaTEWS 1 Lap| Authority | |||
|---|---|---|---|
| 20 August 2019 | Pengadaan Peralatan Pasang Surut Dan Instalasi | Badan Informasi Geospasial | Rp 8,247,380,000 |
| 22 June 2023 | Pengadaan Alat Dan Instalasi Stasiun Pasang Surut Ina-Tews | Badan Informasi Geospasial | Rp 7,604,122,000 |
| 14 January 2019 | Pengadaan Ground Penetrating Radar (Gpr) | Kementerian Perhubungan | Rp 4,797,800,000 |
| 14 November 2019 | Pengadaan Perahu Karet II | Kementerian Kesehatan | Rp 3,345,000,000 |
| 30 October 2017 | Pengadaan Data Logger | Pemerintah Daerah Provinsi DKI Jakarta | Rp 3,339,600,000 |
| 23 May 2018 | Pengadaan Suku Cadang Peralatan Aaws | Badan Meteorologi, Klimatologi Dan Geofisika | Rp 2,500,000,000 |
| 1 March 2016 | Pengadaan Sistem Peralatan Pasang Surut | Badan Informasi Geospasial | Rp 2,500,000,000 |
| 3 November 2015 | Pengadaan Peralatan Magnet | Ppsdm Kebtke | Rp 2,179,459,000 |
| 12 May 2020 | Sparepart Sensor Pasang Surut Stasiun Sistem | Badan Informasi Geospasial | Rp 2,122,450,000 |
| 5 November 2015 | Pekerjaan Pengadaan High Vacuum Tube Furnance. | Ppsdm Kebtke | Rp 2,108,334,000 |