| Administrative Score (SA) | Reason | ||||
|---|---|---|---|---|---|
| 0932900087543000 | - | - | - | - | |
| 0712545136422000 | - | - | - | - | |
| 0925275786407000 | - | - | - | - | |
| 0019772557429000 | - | - | - | - | |
PT Geofix Solusi Siginjai | 00*6**6****35**0 | - | - | - | - |
| 0838200632017000 | - | - | - | - | |
| 0011054772031000 | - | - | - | - | |
| 0015467822432000 | - | - | - | - | |
| 0011050952441000 | - | - | - | - | |
Trisaka Matra Indonesia | 08*5**2****03**0 | - | - | - | - |
| 0026053652002000 | - | - | - | - | |
PT Tortuga Xcel Dynamics | 03*4**0****21**0 | Rp 1,664,678,889 | 100 | 100 | - |
| 0714250479008000 | - | - | - | - | |
| 0423867704429000 | - | - | - | - | |
| 0315231712429000 | - | 79.43 | - | Tidak Lulus evaluasi file 1: administrasi dan teknis karena tidak memenuhi nilai ambang batas teknis pada unsur: 1. Pendekatan dan metodologi karena: a. Format hasil pekerjaan untuk logsheet pengukuran sipat datar tidak sesuai dengan KAK b. Spesifikasi plat UU tidak terbaca karena tertutup oleh gambar c. Toleransi pergeseran titik TKVS tidak disertakan 2. Peralatan karena: a. Receiver GNSS yang ditawarkan Hi target V90, namun brosur yang disampaikan V90 Plus b. Spesifikasi ketelitian posisi untuk vertikal tidak sesuai dengan KAK Horizontal : 2.5 mm + 0,5 ppm (persyaratan KAK: Horizontal : ±3 mm + 0,1 ppm) Vertikal : 5 mm + 0,5 ppm (persyaratan KAK: Vertikal : ±3,5 mm + 0,4 ppm) c. Antenna tidak terdaftar di IGS | |
PT Vinusa Teknindo Prima | 09*5**4****15**0 | - | - | - | - |
Nusaprima Melona Krayan | 06*5**3****21**0 | - | - | - | - |
| 0021926001404000 | - | - | - | - | |
CV Bumi Okta Saniskara | 00*6**5****03**0 | - | - | - | - |
Dope Supply Indonesia | 09*6**3****02**0 | - | - | - | - |
PT Oseanland Survei Indonesia | 09*0**0****35**0 | - | - | - | - |
CV Alam Jaya | 00*1**8****22**0 | - | - | - | - |
| 0760632190424000 | - | - | - | - | |
| 0027786813423000 | - | - | - | - | |
| 0936031095542000 | - | - | - | - | |
Kjsb Gumilar Dan Rekan | 04*5**4****29**0 | - | - | - | - |
| 0021737010404000 | - | - | - | - | |
| 0031896608403000 | - | - | - | - | |
| 0732585922411000 | - | - | - | - | |
PT Terra Data Persada | 09*3**8****42**0 | - | - | - | - |
| 0842063281423000 | - | - | - | - | |
| 0866774177013000 | - | - | - | - |
BADAN INFORMASI GEOSPASIAL
( B I G )
Jl. Raya Jakarta – Bogor KM 46 Cibinong 16911
Telepon (021) 875 2062-2063, Faksimile (021) 875 2064 PO. Box 46 CBI
Website: http://www.big.go.id
DESKRIPSI PEKERJAAN PENYELENGGARAAN TITIK KONTROL UNTUK
VALIDASI GEOID PROVINSI SULAWESI SELATAN TAHUN ANGGARAN 2024
Pelaksanaan pekerjaan penyelenggaraan titik kontrol untuk validasi geoid di Provinsi
Sulawesi Selatan tahun anggaran 2024 oleh Pusat Jaring Kontrol Geodesi dan
Geodinamika didasarkan pada beberapa peraturan perundang-undangan, sebagai
berikut:
1. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 4 Tahun 2011 tentang Informasi
Geospasial yang disempurnakan dengan Undang-Undang Republik Indonesia
Nomor 2 Tahun 2022 Tentang Cipta Kerja;
2. Peraturan Pemerintah Nomor 45 tahun 2021 tentang Penyelenggaraan
Informasi Geospasial; dan
3. Peraturan Badan Informasi Geospasial Nomor 13 Tahun 2021 tentang Sistem
Referensi Geospasial Indonesia.
Sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 45 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan
Informasi Geospasial, salah satu tugas Badan Informasi Geospasial (BIG) adalah
menyelenggarakan Informasi Geospasial Dasar (IGD). Salah satu IGD adalah jaring
kontrol geodesi yang terdiri atas jaring kontrol horisontal nasional, jaring kontrol
vertikal nasional, dan jaring kontrol gayaberat nasional.
Jaring kontrol gayaberat nasional berfungsi sebagai titik referensi pada survei dan
pengukuran gayaberat. Data gayaberat yang diperoleh selanjutnya digunakan
sebagai data utama dalam pemodelan sistem referensi geospasial vertikal nasional
berupa model geoid Indonesia. Model geoid Indonesia digunakan dalam
penyelenggaraan IG Nasional berdasarkan Peraturan Badan Informasi Geospasial
(BIG) Nomor 13 Tahun 2021 tentang Sistem Referensi Geospasial Indonesia.
Pada tahun 2020, BIG menetapkan model geoid Indonesia yang dinamakan
INAGEOID2020. Pemutakhiran INAGEOID2020 dilakukan secara periodik dalam
rangka meningkatkan ketelitiannya. Pada tahun 2022, INAGEOID2020 dimutakhirkan
menjadi versi yang ke-2. Percepatan pemutakhiran INAGEOID2020 diperlukan
mengingat urgensi ketersediaan sistem referensi geospasial vertikal yang akurat
secara cepat untuk memenuhi berbagai kebutuhan strategis nasional.
Analisa tingkat ketelitian INAGEOID2020 diperlukan sebagai bentuk
pertanggungjawaban kepada pengguna. Ketelitian INAGEOID2020 menjadi dasar
kebijakan dalam menentukan metode dan spesifikasi untuk berbagai kegiatan survei
dan pemetaan. Analisa tersebut dilakukan dengan kegiatan validasi model geoid.
Secara prinsip, validasi model geoid dilakukan dengan membandingkan nilai
undulasi gravimetrik model geoid terhadap undulasi geometrik di titik kontrol validasi.
Undulasi gravimetrik diperoleh dari INAGEOID2020 yang dihasilkan dari pemodelan
menggunakan data gayaberat hasil akuisisi. Undulasi geometrik dihasilkan dari
BADAN INFORMASI GEOSPASIAL
( B I G )
Jl. Raya Jakarta – Bogor KM 46 Cibinong 16911
Telepon (021) 875 2062-2063, Faksimile (021) 875 2064 PO. Box 46 CBI
Website: http://www.big.go.id
fungsi tinggi geometrik hasil pengamatan posisi berbasis Global Navigation Satellite
System (GNSS) dan tinggi ortometrik hasil pengukuran sipat datar secara co-sited di
titik kontrol.
Kegiatan validasi model geoid dilakukan pada rentang titik kontrol sebesar 0,01°.
Nilai tersebut didasarkan pada resolusi spasial INAGEOID2020 yang jika
dikonversikan dalam satuan jarak menjadi ± 1 km. Bedasarkan hal tersebut, titik
kontrol dibangun dengan rentang 1 km di sepanjang jalur validasi model geoid.
Pada tahun anggaran 2024 akan dilakukan pemutakhiran INAGEOID2020 di Pulau
Sulawesi. Oleh sebab itu, diperlukan juga pekerjaan validasi model geoid dengan
tujuan mengetahui tingkat ketelitian model geoid di wilayah tersebut. Validasi model
geoid di Pulau Sulawesi akan berlokasi di Provinsi Sulawesi Selatan.
Pemilihan lokasi validasi model geoid di Provinsi Sulawesi Selatan berdasarkan
ketersediaan stasiun pasang surut laut sebagai referensi pengikatan pengukuran
sipat datar dan ketersediaan pilar Jaring Kontrol Geodesi (JKG) di sepanjang jalur.
Selain itu, pemilihan lokasi juga mempertimbangkan variasi ketinggian topografi
sepanjang jalur. Variasi topografi pada jalur di Provinsi Sulawesi Selatan telah
memenuhi kriteria untuk dilaksanakan pekerjaan validasi model geoid.
Pekerjaan penyelenggaraan titik kontrol untuk validasi geoid di Provinsi Sulawesi
Selatan pada tahun anggaran 2024 merupakan pekerjaan lanjutan dimana pada
tahun anggaran 2023 pekerjaan yang sama telah terlebih dahulu dilaksanakan di
Provinsi Sulawesi Utara. Pelaksanaan pekerjaan yang berkelanjutan menjadi bukti
bahwa pekerjaan penyelenggaraan titik kontrol untuk validasi geoid merupakan
pekerjaan penting dalam rangka penyelenggaraan sistem referensi geospasial
Indonesia khususnya sistem referensi geospasial vertikal nasional.