| 0024949646128000 | Rp 497,297,156 | |
CV Bahtera Amaris Kencana | 09*0**2****21**0 | - |
| 0210751772122000 | - | |
| 0211280540122000 | - | |
| 0312780547125000 | - | |
CV Putra Barata Deli | 07*7**5****25**0 | - |
| 0958687311121000 | - | |
Hakey Jaya Konstruksi | 04*0**0****19**0 | - |
CV Miriel Indo Arta | 08*0**0****22**0 | - |
| 0014877666113000 | - | |
| 0708084025124000 | - | |
| 0018723544124000 | - | |
| 0022793806119000 | - | |
| 0820677425119000 | - | |
| 0211112941119000 | - | |
CV Siantar Mas | 00*4**5****19**0 | - |
CV Tunas Harapan | 0014874473124000 | - |
CV Mitra Jaya | 0015972763113000 | - |
| 0311677629128000 | - | |
CV Aroma Bintang | 05*6**3****25**0 | - |
| 0020197570127000 | - | |
Ronald Silitonga | 12*9**1****30**7 | - |
| 0015321938122000 | - | |
| 0425702024119000 | - | |
| 0705339406121000 | - | |
| 0926124009124000 | - |
SPESIFIKASI TEKNIS
PEKERJAAN JASA KONSULTAN PERENCANAAN KEGIATAN APBD 2025
SPESIFIKASI TEKNIS PEKERJAAN KONSTRUKSI
PEKERJAAN PEMBANGUNAN PAGAR DAN PEMASANGAN
PAVING BLOK SD NEGERI 023910 BINJAI
PPK AUZAR HABIBIE MARPAUNG, SE
ID RUP
SPESIFIKASI FUNGSI UMUM DAN VOLUME PEKERJAAN
Volume pekerjaan: Pembangunan Pagar Dan Pemasangan Paving Blok SN Negeri 023910
Binjai.
1. Pembangunan Pagar Seluas 198,75 m’
2. Pemasangan Paving Blok Seluas 282,37 m2
NO RINCIAN KEGIATAN DAN PEKERJAAN VOL. SAT.
I MATA PEMBAYARAN UMUM
1 Papan Proyek 1.00 Unit
2 Pek. Pengukuran dan Pemasangan Bouwplank 8.00 M'
3 Pek. Pembersihan akhir 1.00 Ls
II MATA PEMBAYARAN PERKIRAAN BIAYA PENERAPAN SMKK*)
1 Alat Pelindung Kerja dan Alat Pelindung Diri
Topi Pelindung (Safety Helmet); 2.00 bh
Sepatu Keselamatan (Safety Shoes); 2.00 Psg
Rompi 2.00 Psg
Sarung tangan (Safety Gloves); 2.00 Psg
2 Rambu-rambu yang diperlukan
a. Rambu Petunjuk 1.00 Unit
b. Rambu Peringatan 1.00 Unit
III MATA PEMBAYARAN PEKERJAAN UTAMA
A PEKERJAAN TANAH DAN PONDASI
1 Pek. Pondasi Pas. Batu Kali
a.Pek. Galian Tanah 74.49 M3
b. Pek. Urugan Tanah Kembali 20.74 M3
SPESIFIKASI TEKNIS
PEKERJAAN JASA KONSULTAN PERENCANAAN KEGIATAN APBD 2025
c. Pek. Pasir Urug t = 5 cm 6.77 M3
d. Pek. Pondasi Menerus 1:4 46.98 M3
2 Pek. Pondasi Tapak
a.Pek. Galian Tanah 12.24 M3
b. Pek. Urugan Tanah Kembali 8.00 M3
c. Pek. Lantai Kerja t = 5 cm 0.72 M3
d.Pek. Bekisting Pondasi 19.20 M2
e. Pek. Tul. Besi Polos dia. 12 mm 470.44 Kg
f. Pek. Cor Beton F'c 17 Mpa 2.88 M3
B PEKERJAAN SLOOF BETON BERTULANG
1 Pek. Sloof uk. 20 / 20 cm
a. Pek. Bekisting Sloof 91.97 M2
b. Pek. Tul. Besi Polos dia.12 mm 831.80 Kg
c. Pek.Besi Beugel dia. 6 mm 203.16 Kg
d. Pek. Cor Beton F'c 17 Mpa 9.20 M3
C PEKERJAAN KOLOM BETON BERTULANG
1 Pek. Kolom Uk 0.20 x 0.20 M
a. Pek. Bekisting Kolom 39.68 M2
b. Pek. Tul. Besi Polos dia.12 mm 637.16 Kg
c. Pek.Besi Beugel dia. 6 mm 87.63 Kg
d. Pek. Cor Beton F'c 17 Mpa 3.97 M3
D PEKERJAAN BALOK
1 Pek. Ring Balok RB Uk. 0.20 x 0.20 M
a. Pek. Bekisting Balok 91.97 M2
b. Pek. Tul. Besi Polos dia.12 mm 832.22 Kg
c. Pek. Beugel besi Polos Ø 6 mm 203.16 Kg
d. Pek. Cor Beton F'c 17 Mpa 9.20 M3
E PEKERJAAN DINDING
1 Pekerjaan Pemasangan Dinding
SPESIFIKASI TEKNIS
PEKERJAAN JASA KONSULTAN PERENCANAAN KEGIATAN APBD 2025
a. Pek. Dinding Bata 1/2 Batu Pas. 1:4 348.03 M2
b. Pek. Plesteran Pas. 1:4 696.06 M2
c. Pek. Acian 696.06 M2
IV MATA PEMBAYARAN PEKERJAAN LAIN
A PEKERJAAN HALAMAN
1 Pekerjaan Pemasangan Paving Block t = 8 cm
a. Pek Timbunan Sirtu t = 12 cm 33.88 M3
b. Pek. Pasir Urug t = 5 cm 14.12 M3
c. Pek. Pemasangan Paving Block t = 8 cm K-200 282.37 M2
2 Pek. Plat Beton t = 20 cm
a. Pek. Bekisting 24.00 M2
b. Pek. Tul. Besi Polos dia.12 mm 291.80 Kg
c. Pek. Cor Beton F'c 17 Mpa 4.80 M3
B PEKERJAAN PINTU
1 Pek. Pintu Gerbang Besi uk. 6.50 x 1.95 m 1.00 Unit
2 Pek. Pintu Besi uk. 1.75 x 1.20 m 1.00 Unit
Spesifikasi kinerja bangunan 1. Struktur dan Stabilitas
a. Kekuatan struktur: Sesuai dengan standar
SNI
b. Percepatan gempa rencana: Sesuai dengan
zona gempa setempat dan peraturan yang
berlaku.
2. Fasad dan Pencahayaan Alami
a. Transmisi cahaya kaca: Minimal 50% untuk
memaksimalkan pencahayaan alami.
b. Insulasi termal kaca: U-value ≤ 2,0 W/m2K
untuk mengurangi kehilangan energi melalui
kaca.
3. Efisiensi Energi
SPESIFIKASI TEKNIS
PEKERJAAN JASA KONSULTAN PERENCANAAN KEGIATAN APBD 2025
a. EUI (Energy Use Intensity): Tidak lebih dari
150 kWh/m2 tahun untuk bangunan
perkantoran, atau sesuai dengan standar
lokal.
b. HVAC Coefficient of Performance (COP):
Minimal 3,0 untuk sistem pendingin udara.
4. Air dan Sanitasi
a. Konsumsi air per kapita: Tidak lebih dari
150 liter per orang per hari, atau sesuai
dengan standar lokal.
b. Efisiensi penggunaan air: Mengurangi
konsumsi air hingga 20-30% melalui
peralatan hemat air.
5. Aksesibilitas dan Keselamatan
a. Lebar jalur evakuasi: Minimal 1,1 meter
untuk bangunan dengan jumlah penghuni di
atas 500 orang.
b. Waktu evakuasi maksimum: Tidak lebih dari
2,5 menit untuk bangunan tinggi.
6. Kualitas Udara dalam Ruangan
a. Ventilasi: 8-10 liter/detik per orang untuk
ruang perkantoran, atau sesuai dengan
standar lokal.
b. Konsentrasi CO2: Tidak lebih dari 1.000
ppm untuk kualitas udara dalam ruangan
yang baik.
7. Keberlanjutan dan Lingkungan
a. Sertifikasi green building: Mencapai
minimal peringkat Silver pada sertifikasi
seperti Green Building Council Indonesia
(GBCI), LEED, atau BREEAM.
b. Pengurangan emisi CO2: Minimal 30%
pengurangan emisi karbon dibandingkan
dengan bangunan serupa tanpa upaya
keberlanjutan.
8. Bata Beton (Paving Block)
A. SNI 03-0691-1996 (Klasifikasi Paving block, Syarat
Mutu,dan Pengujian).
SPESIFIKASI TEKNIS
PEKERJAAN JASA KONSULTAN PERENCANAAN KEGIATAN APBD 2025
B. Syarat Mutu
1. Sifat Tampak
Bata beton harus mempunyai permukaan yang
rata, tidak terdapat retak-retak & cacat, bagian
sudut dan rusuknya tidak mudah dirapihkan
dengan kekuatan jari tangan.
2. Ukuran
Bata beton harus mempunyai ukuran tebal
nominal minimum 60 mm dengan toleransi 80
%.
Toleransi Ukuran
a) Paving Block yang digunakan berbentuk persegi.
Ketebalan Paving Block tidak boleh kurang dari 8
cm lebar 10,5 cm & panjang 21 cm, kecuali
dinyatakan lain secara tertulis.
b) Ketebalan Uskup tidak boleh kurang dari 8 cm.
c) Diujung masing-masing kansteen terdapat kait
untuk mengikat supaya saat terpasang tidak mudah
terlepas. Permukaan masing-masing pasangan
Paving Block pada setiap pelapisan tidak boleh
berbeda dari permukaan normal
d) Permukaan masing-masing pasangan Paving Block
pada setiap pelapisan tidak boleh berbeda dari
permukaan normal.
e) Tebal urugan pasir urug 5 cm & ketebalan yang
harus dipasang harus sampai tingkat ketinggian
yang diatur dilapangan serta sebagai mana yang
diperintahkan oleh Direksi Teknis. Tebal rata-rata
yang ditetapkan berdasarkan pemeriksaan visual
yang diberikan sebagai perkiraan tebal rata-rata
yang diperlukan.
I. URAIAN SPESIFIKASI TEKNIS
A. Spesifikasi Bahan Bangunan Konstruksi:
NO. NAMA BAHAN MATERIAL SPESIFIKASI
1 Beton F'c 17 Mpa
Semen Semen PC produksi dalam negeri
dengan kualitas baik, masih baru,
SPESIFIKASI TEKNIS
PEKERJAAN JASA KONSULTAN PERENCANAAN KEGIATAN APBD 2025
tidak ada bagian yang membatu,
dalam zak yang tertutup, Serta
memenuhi syarat S11 0013-81 dan
SKSNI T-28-1991-0.3.
Exampel material seperti berikut:
Semen Padang, Tiga Roda, Andalas,
Merah Putih, Holcim (Tipe PCC,
OPC, PPC)
Pasir Pasir Pasang/Beton harus tajam,
kasar, bebas dari butiran kerikil,
tidak mengandung lumpur dan
kotoran serta memenuhi SNI-1968-
1990 F dan SKSNI S-04-1989.
Gunakan pasir berkualitas dari
sumber terpercaya
Kerikil atau batu pecah, Batu kali Kerikil harus keras tidak mudah
hancur, bebas dari tanah, kotoran dan
bahan organik lainnya .
Kerikil atau Batu kali, batu split, batu
belah (sesuaikan ukuran sesuai
kebutuhan)
Bahan tambahan (admixture): Sika, Fosroc, Mapei
Paving Block Mutu Paving Block dengan Mutu Beton K-
200
2 Baja
Baja tulangan (besi beton): Ukuran Standar, tidak mengandung
Karat sesuai SK. SNI S-06-1989-F
Krakatau Steel, Growth Steel (GS),
Raja Pekan Baru Steel (RPS), Deli
Baja (SNI).
Baja ringan Ukuran sesuai yang ada dipasaran,
tidak berkarat, sesuai SNI yang
berlaku
Saka, Taso, Sakti Truss, CBM (C75)
SPESIFIKASI TEKNIS
PEKERJAAN JASA KONSULTAN PERENCANAAN KEGIATAN APBD 2025
3 Dinding Ukuran Batu bata merah yang di
pakai 5 x 11 x 22 cm, dengan
pembakaran yang matang, tidak
mudah patah/retak, kuat dengan
terbuat dari tanah liat yang tidak
terlalu banyak pasir mempunyai
permukaan yang rata. Sesuai dengan
SK SNI S-04-1989-F
4 Mortar dan Plesteran
Mortar instan MU-Weber, Mortar Utama, Semen
Gresik
Plesteran (Campuran) Semen : Semen Padang , Andalas ,
Tiga Roda , Merah Putih , Holcim
Pasir : Gunakan pasir berkualitas dari
sumber terpercaya
5 Lantai
Keramik Kualitas Baik, bentuk dan ukuran
sesuai dengan perencanaan,
spesifikasi mutu sesuai SK. SNI-S
06-1989.
Roman, Milan, Asia Tile, Platinum,
Indogress
6 Atap
Atap Spandek t : 0.30 mm
7 Kusen, Pintu, dan Jendela
Kayu Kayu/Papan yang dipakai harus yang
sudah kering dan memakai kayu
kelas II sedangkan untuk papan mal
(bekisting) dipakai kayu kelas III.
SPESIFIKASI TEKNIS
PEKERJAAN JASA KONSULTAN PERENCANAAN KEGIATAN APBD 2025
Sesuai SNI 03-2445- 1991 / SK. SNI
S-05-1990-F, SNI 4.3-53.1987/UDC
674.048.004.1.Exampel untuk kayu
kelas II seperti Meranti, Kamper, Jati
PVC V-Panel, Upvc
Kaca Kaca, t = 5 mm
8 Cat dan Pelapis
Cat dinding Cat produksi dalam negeri dengan
kualitas baik, masih baru, tidak ada
bagian yang membatu/kering, dalam
kaleng, serta tahan terhadap segala
cuaca, air, dan jamur.
Nippon Paint, Dulux (Interior,
Exterior)
Cat kayu dan besi Nippon Paint, Dulux (Gloss, Semi-
Gloss, Satin)
Waterproofing Sika, Fosroc, Basf (Topseal,
Bituseal, MasterSeal)
Epoxy Nippon Paint, Dulux (Floor Coating,
Wall Coating)
9 Instalasi Mekanikal, Elektrikal,
dan Plumbing (MEP)
Pipa PVC Pralon, Wavin, Rucika (Standard,
AW, D)
Pipa PPR Westpex, ERA, Wavin (Green, Blue,
PN10, PN20)
Kabel listrik Supreme, Eterna, Kabelindo (NYA,
NYAF, NYFG, NYY)
Fitting dan aksesoris pipa Rucika, Pralon, Wavin
Saklar dan stop kontak Schneider Electric, Panasonic, Broco
10 Plafon
Plafon gypsum Knauf, Gyproc, Gypsum Jayaboard,
Yoshino
SPESIFIKASI TEKNIS
PEKERJAAN JASA KONSULTAN PERENCANAAN KEGIATAN APBD 2025
Plafon Serat Semen Gyproc , Jayaboard , HardieFlex ,
Elephant
Plafon PVC Shunda , Denta , Golden Crown ,
Warren, Kimi
11 Pencahayaan
Lampu Downlight LED Philips, Osram, Panasonic
B. Spesifikasi Proses/Kegiatan:
NO URAIAN PEKERJAAN PROSES KEGIATAN
1 Pekerjaan Persiapan
a. Pengukuran dan Pemasangan Bouwplank Minggu 1
2 Pek. Pondasi Tapak
a.Pek. Galian Tanah Minggu 1 Minggu 2
b. Pek. Urugan Tanah Kembali Minggu 1 Minggu 2
c. Pek. Lantai Kerja t = 5 cm
d.Pek. Bekisting Minggu 1 Minggu 2
e. Pek. Tul. Besi Polos dia.12 mm Minggu 1 Minggu 2
f. Pek. Cor Beton F'c 17 Mpa Minggu 1 Minggu 2
3 Pek. Pondasi Menerus
a.Pek. Galian Tanah Minggu 1 Minggu 2
b. Pek. Urugan Tanah Kembali Minggu 1 Minggu 2
c.Pek. Pasir Urug t = 5 cm Minggu 1 Minggu 2
d.Pek. Pondasi Menerus Minggu 1 Minggu 2
4 Pek. Sloof uk. 20 / 20 cm
a. Pek. Bekisting Sloof Minggu 3 Minggu 4
b. Pek. Tul. Besi Polos dia.12 mm Minggu 3 Minggu 4
c. Pek.Besi Beugel dia. 6 mm Minggu 3 Minggu 4
d. Pek. Cor Beton F'c 17 Mpa Minggu 3 Minggu 4
5 Pek. Kolom uk. 20 / 20 cm
a. Pek. Bekisting Kolom Minggu 5 Minggu 6
b. Pek. Tul. Besi Polos dia.12 mm Minggu 5 Minggu 6
c. Pek.Besi Beugel dia. 6 mm Minggu 5 Minggu 6
d. Pek. Cor Beton F'c 17 Mpa Minggu 5 Minggu 6
6 Pek. Ring Balok uk. 20 / 20 cm
a. Pek. Bekisting Balok Minggu 7 Minggu 8
b. Pek. Tul. Besi Polos dia.12 mm Minggu 7 Minggu 8
SPESIFIKASI TEKNIS
PEKERJAAN JASA KONSULTAN PERENCANAAN KEGIATAN APBD 2025
c. Pek.Besi Beugel dia. 8 mm Minggu 7 Minggu 8
d. Pek. Cor Beton F'c 17 Mpa Minggu 7 Minggu 8
7 Pekerjaan Pemasangan Dinding
a. Pek. Dinding Bata 1/2 Batu Pas. 1:4 Minggu 5 Minggu 6
c. Pek. Plesteran Pas. 1:4 Minggu 5 Minggu 6
d. Pek. Acian Minggu 5 Minggu 6
8 Pekerjaan Pemasangan Paving Block
a.Pekerjaan Timbunan Sirtu Minggu 9 Minggu 10
b.Pekerjaan Pasir Urug Minggu 11 Minggu 13
c.Pekerjaan Paving Block Minggu 11 Minggu 13
9 Pek. Plat Beton t = 20 cm
a. Pek. Bekisting Minggu 14 Minggu 15
b. Pek. Tul. Besi Polos dia.12 mm Minggu 14 Minggu 15
c. Pek. Cor Beton F'c 17 Mpa Minggu 15
10 Pek. Pintu Gerbang Besi Minggu 8
11 Serah Terima Pekerjaan Minggu 16
C. Spesifikasi Metode Konstruksi/ Metode Pelaksanaan/Metode Kerja
NO ITEM PEKERJAAN URAIAN
1. Papan Proyek a) Kontraktor harus membuat dan memasang
Papan Nama Proyek yang memuat tentang
identitas proyek.
b) Papan nama proyek harus mencantumkan
Instansi Penyandang Dana, Instansi Pemilik
Bangunan, Kontraktor Pelaksana dan Konsultan
Supervisi.
c) Papan juga harus mencantumkan besar
anggaran pelaksanaan proyek, waktu mulai
proyek, dan waktu penyelesaian proyek.
2. Plakat Granit a) Plakat Granit berukuran 20 cm x 30 cm.
b) Plakat Granit berisi nama pekerjaan, sumber
dana dan tahun anggaran
3. Pek. Pengukuran dan a) Pemasangan bouwplank dibuat untuk
Pemasangan Bowplank membantu menentukan as-as/sumbu-sumbu
dalam perletakan bangunan, baik mengenai
kesikuannya atau ukuran-ukuran lainnya.
SPESIFIKASI TEKNIS
PEKERJAAN JASA KONSULTAN PERENCANAAN KEGIATAN APBD 2025
b) Semua papan bouwplank menggunakan kayu
kelas III, papan harus lurus diserut rata,
permukaan papan harus WATERPASS dengan
PEIL LANTAI ± 0,00. Setiap jarak 1,50 m;
papan bouwplank diperkuat dengan patok kayu
berukuran 5/7 cm atau dolken. Pada papan
bouwplank ini harus di cat sumbu-sumbu yang
diperlukan, dengan cat yang tidak luntur oleh
pengaruh cuaca.
c) Jarak papan bouwplank minimal 2,00; dari garis
bangunan terluar, untuk mencegah kelongsoran
terhadap galian-galian tanah pondasi.
d) Pelaksana harus melakukan pemasangan
Bouwplank sebagai acuan tetap pada semua
bangunan yang akan dikerjakan.
4. Pek. Pembersihan akhir a) Pelaksana harus membersihkan lokasi pekerjaan
dari segala sesuatu yang dapat menggangu
pelaksanaan pekerjaan seperti hasil bongkaran
bangunan lama.
5. Alat Pelindung Kerja a) Kontraktor Pelaksana harus menyediakan
dan Alat Pelindung perlengkapan keamanan kerja untuk semua
Diri pekerja yang berada dalam lokasi pekerjaan.
b) Perlengkapan keamanan kerja berupa alat-alat
seperti berikut ini :
- Topi Pelindung (Safety Helmet);
- Sepatu Keselamatan (Safety Shoes);
- Rompi
- Sarung tangan (Safety Gloves)
6. Pekerjaan Galian a) Galian tanah dilaksanakan setelah Kontraktor
Tanah Bersama sama dengan pengawas lapangan
menetapkan as-as + elevasi yang akan dilakukan
galian pada papan bouwplank..
b) Apabila dasar tanah galian untuk pondasi
diperlukan daya dukung lebih baik, maka dasar
galian harus dipadatkan/ditumbuk.
c) Kelebihan kedalaman galian tanah akibat hal-
hal tertentu, Pemborong harus melaksanakan
penimbunan Kembali serta dipadatkan sesuai
SPESIFIKASI TEKNIS
PEKERJAAN JASA KONSULTAN PERENCANAAN KEGIATAN APBD 2025
dengan persyaratan, akibat hal ini tidak
dilakukan biaya tambahan
d) Hasil akhir pekerjaan galian tanah pondasi harus
selalu diperiksa dahulu oleh direksi/pengawas
lapangan.
Perubahan-perubahan dari gambar Kerja yang
diperlukan untuk kemudahan pekerjaan pengalian
pondasi harus disetujui oleh Konsultan Supervisi.
7. Pekerjaan Urugan a) Urugan pondasi dikerjakan setelah pekerjaan
Tanah Kembali konstruksi pondasi selesai dikerjakan.
b) Untuk urugan pondasi dapat digunakan tanah
hasil galian pondasi atau material lain yang
disetujui oleh Konsultan supervisi.
c) Tanah urugan pondasi harus dipadatkan dengan
alat pemadat Stemper atau alat lain yang
disetujui oleh Konsultan supervise.
d) Hasil pekerjaan urugan pondasi harus disetujui
oleh Konsultan Supervisi.
8. Pekerjaan Pasir Urug a) Pasir Urug hanya dipergunakan untuk urugan
dan timbunan serta alas pekerjaan Lantai Kerja
Beton (Line Concrete).
b) Pasir Urug tidak Tidak boleh mengandung
lumpur lebih dari 10 % dari berat keringnya.
9. Pekerjaan Pondasi a) Prosedur pelaksanaan konstruksi untuk
Tapak pekerjaan pondasi telapak yaitu:
- Pembuatan dan pengajuan gambar kerja
pekerjaan struktur beton tiap bagian.
- Pekerjaan persiapan galian yaitu mempelajari
gambar kerja untuk mengetahui posisi dan
dimensi galian baik untuk pondasi
telapak/footplat.
- Jika sebelumnya bouwplank dipasang untuk
keseluruhan bangunan, maka perlu dipasang
bouwplank tambahan untuk galian pondasi
telapak/footplat, agar dimensi galiannya sesuai
dengan tetap mengacu pada bouwplank induk.
SPESIFIKASI TEKNIS
PEKERJAAN JASA KONSULTAN PERENCANAAN KEGIATAN APBD 2025
- Menyiapkan tenaga penggali dan peralatan gali
seperti cangkul, sekop, cangkul burung, linggis,
dan lain-lain.
- Penggalian tanah untuk pondasi telapak/footplat
dilakukan secara hati-hati serta harus
mengetahui ukuran panjang, lebar, dan
kedalaman pondasi.
- Lebar dasar galian tanah pondasi hendaknya
dibuat lebih lebar dari ukuran pondasi agar
tukang lebih leluasa bekerjanya.
- Tanah hasil galian ditempatkan di sekitar galian
pada tempat yang tidak akan mengganggu
pekerjaan lain, karena tanah tersebut akan
dipakai untuk urugan tanah kembali.
b) Pekerjaan Pembesian Untuk pondasi
telapak/footplat. ini perakitan tulangan
dilakukan di luar tempat pengecoran di lokasi
proyek agar setelah dirakit dapat langsung
dipasang dan proses pembuatan pondasi dapat
berjalan lebih cepat. Cara perakitan tulangan :
- Besi yang dipakai untuk proyek ini mutu dan
diameter (spesifikasi) disesuaikan dengan
gambar kerja
- Mengukur dan mendesain bentuk atau
dimensi untuk masing-masing tipe tulangan
yang dapat diketahui dari gambar kerja.
- Merakit satu per satu bentuk dari tipe
tulangan pondasi dengan kawat pengikat
agar kokoh dan tulangan tidak terlepas.
- Besi beton yang telah dirakit diberi tanda
sesuai dengan penempatannya, supaya tidak
membingungkan/membuang waktu untuk
saat akan dipasang.
- Tulangan pondasi yang sudah dibentuk
untuk pondasi tapak ditempatkan pada
lubang galian setelah diberikan Lantai Kerja
10 cm dan diletakkan tegak lurus permukaan
SPESIFIKASI TEKNIS
PEKERJAAN JASA KONSULTAN PERENCANAAN KEGIATAN APBD 2025
tanah dengan bantuan waterpass tangan dan
unting-unting.
- Rakitan tulangan ditempatkan tidak
langsung bersentuhan dengan Lantai Kerja,
jarak antara tulangan dengan dasar tanah
minimal 40 mm, yaitu dengan menggunakan
penganjal beton decking agar ada jarak
antara tulangan dan permukaan dasar tanah
untuk melindungi/melapisi tulangan dengan
beton (selimut beton) dan tulangan tidak
menjadi karat.
- Setelah dipastikan rakitan tulangan benar-
benar stabil, maka dapat langsung
melakukan pengecoran.
c) Bekisting adalah suatu konstruksi bantu yang
bersifat sementara yang digunakan untuk
mencetak beton yang akan di cor, di dalamnya
atau diatasnya. Tahap-tahap pekerjaan
bekisting:
- Diasumsikan bekisting menggunakan bahan
dari plywood 9 mm atau papan kayu kelas
III dan perkuatan balok kayu 5/7.
- Agar balok beton yang dihasilkan tidak
melengkung maka waktu membuat
bekisting, jarak sumbu tumpuan
bekistingnya harus memenuhi persyaratan
tertentu.
- Bekisting disusun secara rapih berdasarkan
bentuk beton yang akan di cor.
- Bekisting dibentuk dengan baik dan
ditunjang dengan balok agar tegak lurus
tidak miring dengan bantuan alat waterpass.
- Bekisting tidak boleh bocor.
- Papan-papan disambung dengan klem /
penguat / penjepit.
- Paku diantara papan secara berselang-seling
dan tidak segaris agar tidak terjadi retak.
SPESIFIKASI TEKNIS
PEKERJAAN JASA KONSULTAN PERENCANAAN KEGIATAN APBD 2025
- Pekerjaan Pengecoraan yaitu bahan-bahan
pokok dalam pembuatan beton adalah:
semen, pasir, kerikil/split serta air.
Kualitas/mutu beton tergantung dari kualitas
bahan-bahan pembuat beton dan
perbandingannya. Bahan-bahan harus
diperiksa dulu sebelum dipakai membuat
beton dengan maksud menguji apakah
syarat-syarat mutu dipenuhi. Semen
merupakan bahan pokok terpenting dalam
pembuatan beton karena mempersatukan
butir-butir pasir dan kerikil/split menjadi
satu kesatuan. semen merupakan bahan
pengikat dan apabila diberi air akan
mengeras. Agregat adalah butiran-butiran
batuan yang dibagi menjadi bagian pokok
ditinjau dari ukurannya yaitu agregat halus
yang disebut pasir dan agregat kasar yang
disebut kerikil/split dan batu pecah.
10. Pekerjaan Pondasi
Pekerjaan Pasangan Pondasi
Pada pekerjaan pasangan pondasi ada 2 tahap yaitu pembuatan
Menerus
profil dan pemasangan batu kali.
A. Pembuatan profil :
a) Pasang patok batu untuk memasang profil
(2 patok untuk tiap profil). Profil dipasang
padasetiap ujung lajur pondasi.
b) Pasang bilah batu datar pada kedua
patok,setinggi profil.
c) Pasang profil benar-benar tegak lurus dan
bidang atas profil datar. Usahakan titik
tengahprofil tepat pada tengah-tengah galian yang
direncanakan dan bidang atas profil sesuai peilpondasi.
d) Ikat profil tersebut pada bilah datar yang
dipasang antara 2 patok dan juga dipaku
agarlebih kuat.
e) Pasang patok sokong, miring pada tebing galian pondasi
dan ikatkan dengan profil,sehingga menjadi kuat dan
kokoh.
SPESIFIKASI TEKNIS
PEKERJAAN JASA KONSULTAN PERENCANAAN KEGIATAN APBD 2025
f) Cek ketegakan / posisi profil dan ukuran-ukurannya,
perbaiki jika ada yang tidak tepat,demikian juga
peilnya.
B. Pemasangan batu kali :
a) Siapkan semua alat dan bahan yang dibutuhkan
b) Pasang benang pada sisi luar profil untuk setiap beda
tinggi 25 cm dari permukaan uruganpasir.
c) Siapkan adukan untuk melekatkan batu-batu tersebut.
d) Susun batu-batu diatas lapisan pasir urug tanpa adukan
(anstamping) dengan tinggi 25cmdan isikan pasir
dalam celah-celah batu tersebut sehingga tak
ada rongga antar batu kemudian siramlah pasangan
batu kosong tersebut dengan air.
Naikkan benang pada 25 cm berikutnya dan pasang batu kali
dengan adukan, sesuaiketinggian benang. Usahakan bidang luar
pasangan tersebut rata
11. Pekerjaan Sloof Beton Untuk Pekerjaan Sloof Meliputi :
Bertulang
a) Menyiapkan Papan Bekisting, Besi Beton,
untuk pekerjaan sloof beton bertulang.
b) Melakukan perakitan besi sesuai dengan shop
drawing.
c) Memasang bekisting sloof sesuai dengan Shop
Drawing dan jangan lupa beton decking atau
tahu beton penyangga besi tulangan. Tujuan
beton decking ini untuk menjaga jarak selimut
beton agar tidak berubah selama proses
pengecoran.
d) Apabila pemasangan bekisting dan besi sloof
telah selesai dikerjakan maka dilanjutkan
dengan pekerjaan pengecoran. Beton yang telah
dituangkan ke dalam bekisting kemudian
diratakan menggunakan sendok semen. Beton
juga dipadatkan menggunakan Vibrator supaya
tidak ada rongga udara diantara material beton
12. Pekerjaan Kolom beton Untuk pekerjaan Kolom meliputi :
Bertulang
SPESIFIKASI TEKNIS
PEKERJAAN JASA KONSULTAN PERENCANAAN KEGIATAN APBD 2025
a) Menyiapkan sepatu kolom yang ditarik garis
lurusnya dari sloof. Fungsinya agar bekisting
tepat berada pada titik koordinatnya sesuai
dengan gambar perencanaan.
b) Melakukan perakitan besi tulangan sesuai
dengan desain yang telah ditentukan.
c) Memasang bekisting kolom. Jangan lupa beton
decking atau tahu beton penyangga besi
tulangan. Tujuan beton decking ini untuk
menjaga jarak selimut beton agar tidak berubah
selama proses pengecoran.
d) Memasang pipa support Untuk menjaga
vertikaliti dari kolom terhadap sloof dan
balok.Untuk mendapatkan kolom struktur yang
sempurna, bekisting tidak boleh miring ataupun
goyang saat pengecoran Oleh karena itu
pemasangan pipa support dinilai sangat penting.
e) Setelah kompenen bekisting dan besi serta celah
bekisting dirapatkan dan mendapatkan
persetujuan dari direksi, maka dilakukanlah
pengecoran beton sesuai dengan jenis beton
yang diinginkan. Untuk hasil pengecoran merata
harus dibantu dengan menggunakan alat
concreate vibrator.
13. Pekerjaan balok beton Pekerjaan Balok Beton bertulang Meliputi :
bertulang
a) Pembuatan dan pengajuan shop drawing
pekerjaan Balok Beton Bertulang
b) Persiapan material, antara lain: Portland cement,
pasir, split, air, kaso, multiplek 10 mm, besi
beton, kawat beton, dan paku.
c) Persiapan alat kerja, antara lain: unting-unting,
benang, vibrator, gerobak sorong, dan selang
air.
d) Perakitan pembesian harus sesuai dengan
gambar kerja.
e) Selanjutnya adalah pemasangan tulangan
utama, sebelum pemasangan sengkang, terlebih
SPESIFIKASI TEKNIS
PEKERJAAN JASA KONSULTAN PERENCANAAN KEGIATAN APBD 2025
dahulu dibuat tanda pada tulangan utama
dengan kapur.
f) Selanjutnya adalah pemasangan sengkang,
setiap pertemuan antara tulangan utama dan
sengkang diikat oleh kawat dengan sistem
silang.
g) Setelah tulangan selesai dirakit, besi tulangan
diangkut ke lokasi yang akan dipasang.
h) Bekisting dipasang dalam 3 sisi, sisi kanan, sisi
kiri dan sisi bawah, dipasang dengan multiplek
10 mm sebagai bahan bekisting + tulangan kayu
kaso 4/6.
i) Ukur bekisting menggunakan meteran agar
mendapatkan hasil yang sesuai, setelah itu
kemudian letakkan bekisting pada tempat yang
sudah ditentukan.
j) Bekisting diberikan skoor dari kayu reng 3/4
sebagai penguat tekanan saat coran dituangkan,
antar skoor diberi jarak sekitar 30cm dengan
skoor lainnya.
k) Pemasangan skoor dapat menggunakan paku
sebagai perekatnya, kemudian paku ditokok
dengan menggunakan palu.
l) Setelah bekisting terpasang dengan baik,
bekisting diolesi minyak bekisting kemudian
letakkan pembesian balok pada posisinya tepat
didalam bekisting.
m) Pastikan pembesian telah terletak dengan
sempurna pada posisinya didalam bekisting
dengan membuat tahu-tahu beton di bawah dan
digantung kiri kanan bagian dalam bekisting,
dengan maksud mendapatkan selimut beton.
n) Pengecoran beton dilakukan menggunakan
mutu beton sesuai dengan spesifikasi teknis.
o) Untuk memudahkan pekerjaan disiapkan
gerobak sorong sebagai pengantar adukan ke
areal pekerjaan.
SPESIFIKASI TEKNIS
PEKERJAAN JASA KONSULTAN PERENCANAAN KEGIATAN APBD 2025
p) Setelah area siap, lakukan pengecoran beton
dengan menuang adukan beton ke area
pengecoran, Penuangan beton dilakukan secara
bertahap, hal ini dilakukan untuk menghindari
terjadinya segregasi yaitu pemisahan agregat
yang dapat mengurangi mutu beton. Selama
proses pengecoran berlangsung pemadatan
beton menggunakan vibrator. Hal tersebut
dilakukan untuk menghilangkan rongga-rongga
udara serta untuk mencapai kepadatan
maksimal.
14. Pekerjaan Dinding a) Batu Merah harus berkualitas baik, tidak pecah,
Bata, Plesteran dan dan bila direndam tidak hancur/ tetap utuh.
Acian Ukuran batu-bata sesuai dengan produksi
setempat dan bahan yang masuk ke dalam lokasi
proyek harus terlebih dahulu diperiksa oleh
Direksi/ Pengawas.
b) Pasir harus terdiri dari butir–butir yang bersih,
bebas dari bahan–bahan organis, lumpur dan
sebagainya memenuhi komposisi butir serta
kekerasan.
c) Adukan untuk pasangan batu-bata 1:4 dipakai 1
PC : 4 Pasir.
d) Permukaan yang akan dipasang batu-bata harus
bersih dan basah, sedangkan batu-bata sebelum
dipasang harus dicelup/ dibasahi dengan air.
Batu-bata yang pecah tidak lebih dari 10%.
e) Adukan harus dibuat secara hati–hati diaduk
dalam bak kayu yang besarnya memenuhi
syarat.
f) Semen dan pasir harus dicampur dalam keadaan
kering, kemudian diberi air sesuai persyaratan,
untuk mendapatkan campuran yang diinginkan
yaitu yang memenuhi syarat. Adukan yang
sudah mengering tidak boleh dicampur dengan
adukan baru.
SPESIFIKASI TEKNIS
PEKERJAAN JASA KONSULTAN PERENCANAAN KEGIATAN APBD 2025
15. Pekerjaan Plesteran Bahan–bahan untuk adukan beton terdiri atas semen
PC, pasir, dan air. Perbandingan adukan adalah 1 PC :
4 pasir. Tahapan Pelaksanaan Meliputi :
a) Sebelum pekerjaan plesteran dimulai, bidang
yang akan diplester harus bersih dari kotoran
dan lemak/ minyak, dan dibasahi dengan air
hingga jenuh.
b) Campuran tidak boleh terlalu cair atau terlalu
kental, dan dicampur dengan menggunakan air
tawar yang bersih.
c) Agregat/ pasir yang akan dipergunakan harus
diayak hingga memiliki butiran yang sesuai
dengan kemampuan kuat lekat yang
disyaratkan.
d) Tebal plesteran adalah 1,50 cm smpai 2,50 cm
atau disesuaikan dengan gambar dan spesifikasi
yang ada atau berdasarkan petunjuk Direksi/
Pengawas. Bidang hasil plesteran harus rapi,
rata, dan tidak bergelombang serta presisi
dengan ukuran-ukuran yang sudah disyaratkan
dalam gambar.
a) Pekerjaan Timbunan pasir dengan Material
16. Pekerjaan Timbunan
yang tidak berlumpur.
a) Melakukan pemadatan tanah timbun sampai
dengan elvasi sesuai dengan gambar rencana
a) Lokasi, panjang, arah & kelandaian yang
17. Pekerjaan Pemasangan
ditentukan untuk semua pemasangan paving
Paving Block
yang akan dibentuk lagi / digali / yang dilapisi,
harus ditandai dengan cermat.
b) Pemasangan paving harus dimulai dari satu titik
/ garis (starting point) di atas lapisan pasir alas.
Pemasangan paving harus segera
dilakukan menyusul setelah penggelaran
pasir alas. Hindari terjadinya kontak
langsung antara block dengan membuat
jarak celah/naat dengan spasi 2-3 mm
untuk pengisian joint filler
SPESIFIKASI TEKNIS
PEKERJAAN JASA KONSULTAN PERENCANAAN KEGIATAN APBD 2025
D. Persyarataan Penyedia
Memiliki Sertifikat Badan Usaha (SBU) dengan Kualifikasi Usaha KECIL, SBU
BG006 KBLI 41016 Konstruksi Gedung Pendidikan.
E. Spesifikasi Jabatan Kerja Konstruksi
No Jabatan dalam pekerjaan yang Pengalaman Sertifikat Kompetensi
akan dilaksanakan Kerja Kerja
(tahun)
1 Tenaga Pelaksana (Site 2 tahun Konstruksibbpelaksana
engineer/pelaksana lapangan) gedung (BG 006) minimal
pelaksana terampil jenjang 4
2 Ahli Muda K3 Konstruksi/Ahli 3 tahun Ahli keselamatan konstruksi
Muda Keselamatan Konstruksi jenjang 7 ahli muda
F. Spesifikasi Peralatan Konstruksi dan Peralatan Bangunan:
No. Nama Peralatan Kapasitas Jumlah
1 Molen ±100-250 liter per adukan 1 unit
2 Bar cutter/ gerindra potong besi Kapasitas pottong besi 1 unit
ꝋ10-16mm
3 Stamper kuda Daya 5 HP/frek 600-700 1 unit
bpm / berat ±65kg
4 Pemotong paving (gerindra batu) Daya 600-800 watt/ mata 2 unit
potong beton ꝋ4”-5”
5 Scaffolding Kapasitas kerja ±200 kg 2 set
per set (tiang baja ꝋ1.5”)
6 Genset 2-5 kVa 1 unit
Grafik Petunjuk penentuan jabatan , pengalaman, dan SKK personel manajerial
SPESIFIKASI TEKNIS
PEKERJAAN JASA KONSULTAN PERENCANAAN KEGIATAN APBD 2025
A. Keterangan Gambar (gambar terpisah)
Gambar untuk pelaksanaan pekerjaan, antara lain:
1. Peta Lokasi
2. Lay out
3. Denah, tampak dan Potongan
4. Detail Engineering Desain (DED)
B. Pembangunan Pagar Dan Pemasangan Paving Blok SD Negeri 023910 Binjai :
a. Denah Pembangunan Pagar
b. Denah Pemasangan Paving Blok
II. PERKIRAAN DAN PENGENDALIAN RISIKO DALAM PEKERJAAN
Tahapan Identifikasi Bahaya Kekerapan Keparahan Tingkat Skala
Pekerjaan Risiko Prioritas
1. Persiapan Kecelakaan akibat Kecil Kecil Kecil 3
alat berat,
Terjatuhnya pekerja Kecil Kecil Kecil 3
dari ketinggian
2.Pekerjaan 1.Terjadi tertimpah Kecil Besar Sedang 2
Pondasi tanah bekas galian
2.Kecelakaan saat
pemasangan
bekisting
SPESIFIKASI TEKNIS
PEKERJAAN JASA KONSULTAN PERENCANAAN KEGIATAN APBD 2025
1.Terjepit atau Sedang Sedang Sedang 2
terluka akibat
material konstruksi
2.Terjadi tertimpah
tanah bekas galian
3.Pekerjaan Kecelakaan saat Kecil Besar Sedang 1
Struktur pemasangan beton
Jatuhnya material Kecil Besar Besar 1
konstruksi
Terjatuhnya pekerja Kecil Besar Besar 1
dari ketinggian
4.Pekerjaan Terjatuhnya pekerja Besar Besar Besar 1
Atap saat pemasangan
atap
Kecelakaan akibat Kecil Besar Sedang 3
cuaca buruk
5.Pekerjaan Korsleting listrik Sedang Sedang Sedang 2
Instalasi Listrik atau kebakaran
dan Mekanikal
Kecelakaan saat Kecil Sedang Sedang 2
pemasangan instalasi
mekanikal
6.Pekerjaan Kecelakaan saat Sedang Sedang Sedang 2
Dinding dan pemasangan dinding
Lantai dan lantai
Terjatuhnya pekerja sedang Besar Besar 1
dari ketinggian
7.Pekerjaan Kecelakaan saat Sedang Sedang Sedang 2
Finishing pengecatan
Terluka akibat bahan Kecil Besar Sedang 3
kimia
8.Pembersihan Kecelakaan saat Kecil Kecil Kecil 3
dan Penutupan pembersihan
Terluka akibat Kecil Sedang Sedang 2
material konstruksi
9.Pekerjaan Kecelakaan Saat Kecil Kecil Kecil 3
Timbunan pemindahan material
Kecelakaan saat Kecil Kecil Kecil 3
melakukan
pemadatan material
10.Pekerjaan Kecelakaan Saat Kecil Kecil Kecil 3
Pemasangan pemindahan material
Paving Block
SPESIFIKASI TEKNIS
PEKERJAAN JASA KONSULTAN PERENCANAAN KEGIATAN APBD 2025
Kecelakaan saat Kecil Kecil Kecil 3
pemasangan Paving
Block
Skala prioritas:
1. Besar: risiko yang harus segera ditangani
2. Sedang: risiko yang perlu diperhatikan dan ditangani sesuai dengan rencana manajemen
risiko
3. Kecil: risiko yang ela ditangani dalam waktu yang lebih fleksibel atau sesuai dengan
jadwal perawatan rutin
Berikut adalah penjelasan lebih lanjut tentang skala prioritas:
1. Risiko Besar: Tahap pekerjaan yang memiliki tingkat risiko Besar memerlukan intervensi
segera untuk mengurangi risiko kecelakaan kerja. Pada tahap ini, perlu adanya
perencanaan yang baik, peralatan keselamatan yang memadai, serta pelatihan dan
pengawasan ketat bagi pekerja. Contoh tindakan yang ela diambil meliputi penerapan
metode kerja yang lebih aman, pemberian peralatan pelindung diri (APD) yang sesuai,
serta penyuluhan tentang keselamatan kerja.
2. Risiko Sedang: Tahap pekerjaan dengan tingkat risiko sedang memerlukan upaya untuk
mengurangi risiko melalui manajemen risiko yang sistematis. Tindakan yang ela diambil
meliputi evaluasi prosedur kerja, penyediaan peralatan keselamatan yang memadai, dan
pengawasan untuk memastikan pekerja mematuhi aturan keselamatan. Pada tahap ini,
pencegahan kecelakaan dapat dilakukan melalui perbaikan perencanaan dan koordinasi
antara pekerja dan pihak terkait.
3. Risiko Kecil: Tahap pekerjaan dengan tingkat risiko Kecil ela ditangani dengan lebih
fleksibel dan dalam jangka waktu yang lebih panjang. Tindakan yang ela diambil
meliputi pengecekan rutin terhadap peralatan dan kondisi kerja, serta penyuluhan tentang
keselamatan kerja. Pada tahap ini, risiko kecelakaan elative lebih kecil, namun tetap
perlu dikelola secara efektif untuk menjaga keselamatan pekerja dan menghindari potensi
risiko yang lebih besar.
Dokumen spesifikasi teknis menetapkan bahwa tingkat Risiko Keselamatan Konstruksi
(RKK) untuk paket pekerjaan sebagaimana dimaksud di atas adalah adalah
RISIKO KESELAMATAN KONSTRUKSI (BESAR / SEDANG / KECIL)
SPESIFIKASI TEKNIS
PEKERJAAN JASA KONSULTAN PERENCANAAN KEGIATAN APBD 2025
A. Pernyataan Penetapan Tingkat Risiko Keselamatan Konstruksi
Penetapan tingkat risiko Keselamatan Konstruksi ditentukan dengan berdasarkan
kriteria penentuan tingkat risiko keselamatan.
KONSULTAN
PERENCANA
Berdasarkan hasil identifikasi bahaya untuk pelaksanaan pekerjaan :
Nama Paket Pekerjaan : Pembangunan Pagar Dan
Pemasangan Paving Blok SD
Negeri 023910 Binjai
Harga Penilaian Perancangan : Rp. 500.000.000,00- (Termasuk
(Estimate Engineer) PPN 11%)
Lokasi Pekerjaan : SD Negeri 023910 Binjai
Pelaksanaan : 120 hari kalender
PENETAPAN TINGKAT RISIKO KESELAMATAN KONSTRUKSI
(BESAR/SEDANG/KECIL)
Diketahui Oleh Pejabat Pembuat : Dibuat Oleh Team Leader
Komitmen
AUZAR HABIBIE MARPAUNG, S.E : AGUS PERMANA, ST
Tanda Tangan : Tanda Tangan