| Reason | |||
|---|---|---|---|
| 0841881311122000 | Rp 439,809,413 | - | |
CV Karya Bakti Sejati | 05*6**4****19**0 | Rp 377,993,494 | Bukti peralatan scaffolding tidak dapat diterima kebenarannya karena hanya melampirkan faktur yang tidak mencantumkan identitas toko dan stempel penjual alat (Faktur Kosong), faktur hanya menyebutkan jumlah, nama peralatan dan harga |
| 0739881811119000 | - | - | |
| 0804302008119000 | - | - | |
CV Cindi Rezeki | 08*2**3****19**0 | - | - |
| 0317559029119000 | - | - | |
| 0022631147124000 | - | - | |
CV Salwa | 06*4**3****19**0 | - | - |
| 0766560320121000 | - | - | |
| 0022795181119000 | - | - | |
| 0210032041127000 | - | - | |
| 0015380603119000 | - | - |
SPESIFIKASI TEKNIS PEKERJAAN KONSTRUKSI
PEKERJAAN REHABILITASI RUANG KELAS DENGAN TINGKAT
KERUSAKAN MINIMAL SEDANG SD SWASTA
GAJAH MADA BINJAI
PPK AUZAR HABIBIE MARPAUNG, SE
ID RUP 51814033
SPESIFIKASI FUNGSI UMUM DAN VOLUME PEKERJAAN
Volume pekerjaan: Rehabilitasi Ruang Kelas SD Gajah Mada Binjai
1. Ruang Kelas seluas 15.00 meter x 7.50 meter
NO RINCIAN KEGIATAN DAN PEKERJAAN VOL. SAT.
I MATA PEMBAYARAN UMUM
Papan Proyek Unit
1 1,00
Plakat Granit Uk. 20 x 30 cm Unit
2 1,00
Pek. Pembongkaran Bangunan Existing Unit
3 1,00
Pek. Pengukuran dan Pemasangan Bowplank M'
4 44,00
Pek. Pembersihan akhir Ls
5 1,00
MATA PEMBAYARAN PERKIRAAN BIAYA
II
PENERAPAN SMKK*)
Alat Pelindung Kerja dan Alat Pelindung Diri
1
Topi Pelindung (Safety Helmet); bh
5,00
Sepatu Keselamatan (Safety Shoes); Psg
5,00
Rompi Psg
5,00
Sarung tangan (Safety Gloves); Psg
10,00
Rambu-rambu yang diperlukan
2
a. Rambu Petunjuk Unit
1,00
b. Rambu Peringatan Unit
1,00
III MATA PEMBAYARAN PEKERJAAN UTAMA
A PEKERJAAN TANAH DAN PONDASI
Pek. Pondasi P1
1
a.Pek. Galian Tanah M3
10,40
b. Pek. Urugan Tanah Kembali M3
7,18
c. Pek. Lantai Kerja t = 10 cm di Bawah pondasi M3
1,30
d. Pek. Bekisting Pondasi M2
8,32
e. Pek. Tul. Besi Polos dia. 12 mm Kg
283,07
f. Pek. Cor Beton F'c 17 Mpa M3
1,66
Pek. Pondasi Menerus
2
a.Pek. Galian Tanah M3
11,56
b. Pek. Urugan Tanah Kembali M3
2,92
c. Pek.Pasir Urug t = 5 cm di Bawah pondasi M3
0,93
d. Pek. Pondasi Batu Kali 1:4 M3
7,71
B PEKERJAAN SLOOF BETON BERTULANG
Pek. Sloof uk. 15 / 20 cm
1
a. Pek. Bekisting Sloof M2
19,80
b. Pek. Tul. Besi Polos dia.12 mm Kg
175,78
c. Pek.Besi Beugel dia. 8 mm Kg
90,62
d. Pek. Cor Beton F'c 17 Mpa M3
1,49
C PEKERJAAN KOLOM BETON BERTULANG
Pek. Kolom K1 Uk 0.2 x 0.2 M
a. Pek. Bekisting Kolom M2
44,72
b. Pek. Tul. Besi Polos dia. 12 mm Kg
245,68
c. Pek. Beugel dia. 8 mm Kg
118,40
d. Pek. Cor Beton F'c 17 Mpa M3
2,24
Pek. Kolom Kp Uk 0.11 x 0.11 M M'
2 5,70
D PEKERJAAN RING BALOK BETON BERTULANG
Pek. Ring Balok B1 Uk. 0.15 x 0.20 M
1
a. Pek. Bekisting Balok M2
19,80
b. Pek. Tul. Besi Polos Ø12 mm Kg
179,70
c. Pek. Beugel besi Polos Ø8 mm Kg
90,62
d. Pek. Cor Beton F'c 17 Mpa M3
1,49
Pek. Balok Latei Uk. 0,10 x 0,15 M M'
3 45,00
E PEKERJAAN DINDING
Pekerjaan Pemasangan Dinding
1
a. Pek. Dinding Bata 1/2 Batu Pas. 1:4 M2
163,45
b. Pek. Plesteran Pas. 1:4 M2
326,89
c. Pek. Acian M2
301,81
F PEKERJAAN ATAP
Pekerjaan Atap
1
a. Pek. Rangka Atap Baja Ringan C.75.75 M2
161,28
b. Pek. Atap Spandek T. 0.30 mm M2
161,28
c. Pek. Rabung Atap Spandek T. 0.30 mm M'
16,80
d. Pek. Lisplang GRC M'
52,80
e. Pek. Talang Air Galvalum M'
16,80
f. Pek. Pipa Pembuangan dia. 3'' M'
2,00
PEKERJAAN PEMASANGAN LANTAI DAN
G
PENUTUP LANTAI
Pek. Pemasangan Lantai
1
a. Pek. Timbunan Tanah M3
19,37
b. Pek. Urugan Pasir M3
5,27
c. Pek. Cor Beton F'c 10 MPa Lantai Kerja t = 10 cm M3
10,55
d. Pek. Lantai Keramik Uk.40 x 40 Cm M2
102,33
IV MATA PEMBAYARAN PEKERJAAN LAIN
A PEKERJAAN KUSEN PINTU DAN JENDELA
Pek. Pintu PJ1 ( 2 Unit)
1
a. Pek. Kusen Pintu Kayu Kelas II M'
34,60
b. Pek. Daun Pintu Kayu Kelas II M2
3,60
c. Pek. Jalusi Kayu Kelas II M2
3,16
d. Pek. Daun Jendela Kayu Kelas II M2
1,24
e. Pek. Kaca Polos T. 5 Mm M2
1,82
f. Kunci Tanam Biasa Pintu Unit
2,00
g. Engsel Pintu Buah
6,00
h. Engsel jendela Buah
12,00
i. Grandle Pintu Buah
4,00
j. Grandle Jendela Buah
6,00
k. Hak Angin Buah
12,00
Pek. Jendela J1 (6 Unit)
a. Pek. Kusen jendela Kayu Kelas II M'
70,80
b. Pek. Daun Jendela Kayu Kelas II M2
3,72
c. Pek. Jalusi Kayu M2
6,32
d. Pek. Kaca Polos T. 5 Mm M2
5,46
e. Engsel Jendela Buah
36,00
f. Grandle Jendela Buah
18,00
g. Hak Angin Buah
36,00
B PEKERJAAN PLAFOND
Pek. Pemasangan Plafond
1
a. Pek. Rangka Furring M2
129,76
b. Pek. Plafond Gypsum T. 9 mm M2
91,98
c. Pek Plafond Kalsiboard T. 4 mm (Khusus
M2
Overhang) 37,78
d. Pek. List profil Gypsum M'
81,03
V MATA PEMBAYARAN PEKERJAAN SELAINNYA
A PEKERJAAN MEKANIKAL & ELEKTRIKAL
1. Pemasangan MCB 10 A Unit
1,00
2. Instalansi Titik Nyala Lampu Titik
6,00
3. Instalansi Stop Kontak Titik
2,00
4. Downligth LED 15 Watt Buah
6,00
5.Saklar Ganda Buah
3,00
6. Stop Kontak Buah
2,00
B PEKERJAAN PENGECATAN
Pek. Pengecatan Dinding dan Kolom
1
a. Pek. Cat Kusen Pintu Kayu M2
74,87
b. Pek. Cat Dinding dan Kolom M2
264,45
c. Pek. Pengecatan Plafond M2
129,76
C PEKERJAAN JALUR DISABILITAS
Pek. Ramp Beton
1
a. Pek. Pasir Urug t = 5 cm M3
0,10
d. Pek. Cor Beton F'c 17 Mpa M3
0,16
Pek. Pemasangan Guiding Block M2
2 2,79
Pek. Pemasangan Warning Block M2
3 0,72
Pek. Hand rail (Pipa Stainles dia. 1,5 '') M'
4 4,00
D PEKERJAAN SALURAN DRAINSE
Pek. Galian Tanah M3
1 14,80
Pek. Cor Lantai Kerja F'c 10 Mpa M3
2 3,52
Pek. Dinding Pas. 1/2 Bata Campuran 1:4 M2
3 65,79
Pek. Plesteran 1:4 M2
4 56,40
Pek. Acian M2
5 56,40
Pek. Plat Duiker t = 10 cm
6
a. Pek. Bekisting M2
0,80
b. Pek. Tul. Besi Polos dia.10 mm Kg
11,47
c. Pek. Cor Beton F'c 17 Mpa M3
0,14
Spesifikasi kinerja bangunan 1. Struktur dan Stabilitas
a. Kekuatan struktur: Sesuai dengan
standar SNI
b. Percepatan gempa rencana:
Sesuai dengan zona gempa
setempat dan peraturan yang
berlaku.
2. Fasad dan Pencahayaan Alami
a. Transmisi cahaya kaca: Minimal
50% untuk memaksimalkan
pencahayaan alami.
b. Insulasi termal kaca: U-value ≤ 2,0
W/m2K untuk mengurangi
kehilangan energi melalui kaca.
3. Efisiensi Energi
a. EUI (Energy Use Intensity): Tidak
lebih dari 150 kWh/m2 tahun
untuk bangunan perkantoran,
atau sesuai dengan standar lokal.
b. HVAC Coefficient of Performance
(COP): Minimal 3,0 untuk sistem
pendingin udara.
4. Air dan Sanitasi
a. Konsumsi air per kapita: Tidak
lebih dari 150 liter per orang per
hari, atau sesuai dengan standar
lokal.
b. Efisiensi penggunaan air:
Mengurangi konsumsi air hingga
20-30% melalui peralatan hemat
air.
5. Aksesibilitas dan Keselamatan
a. Lebar jalur evakuasi: Minimal 1,1
meter untuk bangunan dengan
jumlah penghuni di atas 500
orang.
b. Waktu evakuasi maksimum: Tidak
lebih dari 2,5 menit untuk
bangunan tinggi.
6. Kualitas Udara dalam Ruangan
a. Ventilasi: 8-10 liter/detik per orang
untuk ruang perkantoran, atau
sesuai dengan standar lokal.
b. Konsentrasi CO2: Tidak lebih dari
1.000 ppm untuk kualitas udara
dalam ruangan yang baik.
7. Keberlanjutan dan Lingkungan
a. Sertifikasi green building:
Mencapai minimal peringkat Silver
pada sertifikasi seperti Green
Building Council Indonesia
(GBCI), LEED, atau BREEAM.
b. Pengurangan emisi CO2: Minimal
30% pengurangan emisi karbon
dibandingkan dengan bangunan
serupa tanpa upaya
keberlanjutan.
I. URAIAN SPESIFIKASI TEKNIS
A. Spesifikasi Bahan Bangunan Konstruksi:
NO. NAMA BAHAN MATERIAL CONTOH MEREK/TIPE
1 Beton F'c 17 Mpa
Semen Semen Padang, Tiga Roda, Andalas,
Merah Putih, Holcim (Tipe PCC, OPC,
PPC)
Pasir Gunakan pasir berkualitas dari sumber
terpercaya
Kerikil atau batu pecah, Batu Batu kali, batu split, batu belah
kali (sesuaikan ukuran sesuai kebutuhan)
Bahan tambahan (admixture): Sika, Fosroc, Mapei
2 Baja
Baja tulangan (besi beton): Krakatau Steel, Growth Steel (GS), Raja
Pekan Baru Steel (RPS), Deli Baja
(SNI).
Baja ringan Saka, Taso, Sakti Truss, CBM (C75,
C100, C150)
3 Dinding Bata merah
Dinding Partisi: Panel gypsum Knauf, Gyproc, Gypsum Jayaboard,
Elephant, Yushino
Papan semen Conwood, SCG, V-board
4 Mortar dan Plesteran
Mortar instan MU-Weber, Mortar Utama, Semen
Gresik
Plesteran (Campuran) Semen : Semen Padang , Andalas , Tiga
Roda , Merah Putih , Holcim
Pasir : Gunakan pasir berkualitas dari
sumber terpercaya
5 Lantai
Keramik Roman, Milan, Asia Tile, Platinum,
Indogress, Ikad
6 Atap
Atap Spandek t : 0.30 mm
7 Kusen, Pintu, dan Jendela
Kayu Meranti, Kamper, Jati
PVC V-Panel, Upvc
8 Cat dan Pelapis
Cat dinding Nippon Paint, Dulux (Interior, Exterior)
Cat kayu dan besi Nippon Paint, Dulux (Gloss, Semi-Gloss,
Satin)
Waterproofing Sika, Fosroc, Basf (Topseal, Bituseal,
MasterSeal)
Epoxy Nippon Paint, Dulux (Floor Coating, Wall
Coating)
9 Instalasi Mekanikal,
Elektrikal, dan Plumbing
(MEP)
Pipa PVC Pralon, Wavin, Rucika (Standard, AW,
D)
Pipa PPR Westpex, ERA, Wavin (Green, Blue,
PN10, PN20)
Kabel listrik Supreme, Eterna, Kabelindo (NYA,
NYAF, NYFG, NYY)
Fitting dan aksesoris pipa Rucika, Pralon, Wavin
Saklar dan stop kontak Schneider Electric, Panasonic, Broco
10 Perlengkapan Kamar Mandi
dan Dapur
Keramik dinding Roman, Milan, Asia Tile, Platinum,
Indogress
Sanitari American Standard (Closet, Wastafel,
Shower)
11 Plafon
Plafon gypsum Knauf, Gyproc, Gypsum Jayaboard,
Yoshino
Plafon Serat Semen Gyproc , Jayaboard , HardieFlex ,
Elephant
Plafon PVC Shunda , Denta , Golden Crown ,
Warren, Kimi
12 Pencahayaan
Lampu Philips, Osram, Panasonic
LED Strip Philips, OSRAM, Tuya
13 Sealant dan Lem Bangunan
Sealant Sika, Dow Corning, Wacker
Lem bangunan Sika, Bostik, Mapei
14 Lapisan anti bocor dan retak
Membran cair Sika, Fosroc, Mapei
15 Eksterior dan finishing
bangunan
Cladding batu alam Andesit uk. 20 / 40 cm
B. Spesifikasi Proses/Kegiatan:
NO URAIAN PEKERJAAN PROSES KEGIATAN
1 Pekerjaan Persiapaan dan Pembongkaran
i. Pengukuran dan Pemasangan Minggu 1
Bowplank
ii. Pek. Pembongkaran Minggu 1
iii. Pembersihan Lahan dan Galian Minggu 2
Tanah
2 Pekerjaan Pondasi
i. Pek. Cor Lantai Kerja Minggu 2
ii. Pek. Pembesian Pondasi Minggu 2 Minggu 3
iii. Pek. Pemasangan Bekisting Minggu 2 Minggu 3
Pondasi
iv. Pek. Cor Beton pondasi Minggu 2 Minggu 3
v. Pek. Pondasi Menerus Minggu 3
3 Pekerjaan Sloof
i. Pek. Perakitan dan Pemasangan Minggu 3 Minggu 4
Besi Sloof
ii. Pek. Bekisting Sloof Minggu 4
iii. Pek. Cor Beton Sloof Minggu 4
4 Pekerjaan Kolom K1
i. Pek. Perakitan dan Pembesiaan Minggu 4 Minggu 5
Kolom K1
ii. Pek. Bekisting Kolom K1 Minggu 4 Minggu 5
iii. Pek. Cor Beton Kolom K1 Minggu 4 Minggu 5
5 Pekerjaan Kolom Kp Uk 0.11 x 0.11 M Minggu 7
6 Pekerjaan Ring Balok B1 Uk. 0.15 x 0.20
i. Pek. Pembesian Ring Balok Minggu 6 Minggu 7
ii. Pek. Bekisting Ring Balok Minggu 6 Minggu 7
iii. Pek. Cor Beton Minggu 7
7 Pek. Balok Latei Uk. 0,10 x 0,15 m Minggu 6 Minggu 8
8 Pekerjaan Pemasangan Dinding
i. Pek. Dinding Bata 1/2 Batu Pas. 1:4 Minggu 5 Minggu 7
ii. Pek. Plesteran Pas. 1:4 Minggu 5 Minggu 7
iii. Pek. Acian Minggu 7 Minggu 8
9 Pekerjaan Atap
i. Pek. Rangka Atap Baja Ringan Minggu 7 Minggu 8
C.75.75
ii. Pek. Atap Spandek T. 0.30 mm Minggu 8
iii. Pek. Rabung Atap Spandek T. 0.30 Minggu 8
mm
iv. Pek. Lisplang GRC Minggu 8
10 Pekerjaan Pemasangan Lantai
i. Pek. Timbunan Tanah Minggu 5
ii. Pek. Urugan Pasir Minggu 8
iii. Pek. Cor Beton F'c 10 MPa Lantai Minggu 8
Kerja t = 10 cm
iv. Pek. Lantai Keramik Uk.40 x 40 Cm Minggu 9 Minggu 10
11 Pekerjaan Kusen Pintu dan Jendela
i. Pek. Pintu PJ1 Minggu 5 Minggu 10
ii. Pek. Jendela J1 Minggu 5 Minggu 10
12 Pekerjaan Pemasangan Plafond
i. Pek. Rangka Furing Minggu 9 Minggu 10
ii. Pek. Plafond Gypsum Minggu 9 Minggu 10
iii. Pek. Plafond Kalsiboard Minggu 10
iv. Pek. List Profil Minggu 10
13 Pekerjaan Eletrikal
i. Pemasangan MCB 10 A Minggu 10
ii. Instalansi Titik Nyala Lampu Minggu 9
iii. Instalansi Stop Kontak Minggu 9
iv. Downligth LED 15 Watt Minggu 10
v. Saklar Ganda Minggu 10
vi. Stop Kontak Minggu 10
14 Pekerjaan Pengecataan
i. Pek. Cat Kayu Minggu 10
ii. Pek. Cat Dinding dan Kolom Minggu 10 Minggu 12
iii. Pek. Cat Plafond Minggu 11 MInggu 12
15 Pekerjaan Jalur Disabilitas
i. Pek. Ramp Beton Minggu 10
ii. Pek. Pemasangan Guiding Block Minggu 11
iii. Pek. Pemasangan Warning Block Minggu 11
iv. Pek. Hand rail (Pipa Stainles dia. Minggu 11
1,5 '')
16 Pekerjaan Saluran Drainase
i. Pek. Galian Tanah Minggu 10
ii. Pek. Cor Lantai Kerja F'c 10 Mpa Minggu 10
iii. Pek. Dinding Pas. 1/2 Bata Minggu 10 Minggu 11
Campuran 1:4
iv. Pek. Plesteran 1:4 Minggu 11
v. Pek. Acian Minggu 11
vi. Pek. Plat Duiker t = 10 cm Minggu 11
16 Uji Coba dan Serah Terima Minggu 12
C. Spesifikasi Metode Konstruksi/ Metode Pelaksanaan/Metode Kerja
NO ITEM PEKERJAAN URAIAN
1. Papan Proyek a) Papan nama proyek mengunakan ukuran
minimal 100 cm x 150 cm kecuali ditentukan
lain oleh Owner.
b) Papan nama proyek harus mencantumkan
Instansi Penyandang Dana, Instansi
Pemilik Bangunan, Kontraktor Pelaksana,
Konsultan Konsultan Supervisi, dan Dinas
Pendidikan.
c) Papan juga harus mencantumkan besar
anggaran pelaksanaan proyek, waktu mulai
proyek, dan waktu penyelesaian proyek.
2. Plakat Granit a) Plakat Granit berukuran 20 cm x 30 cm.
b) Plakat Granit berisi nama pekerjaan,
sumber dana dan tahun anggaran
3. Pek. Pengukuran a) Pelaksana harus melakukan pemasangan
dan Pemasangan Bouwplank sebagai acuan tetap pada
Bowplank semua bangunan yang akan dikerjakan.
b) Jarak pemasangan bouwplank dari
bangunan yang akan dibangun minimal 1 m
dan maksimal 2 m.
c) Hasil pekerjaan pemasangan bouwplank
harus disetujui oleh Konsultan Supervisi.
4. Pek. Pembersihan a) Pelaksana harus membersihkan lokasi
akhir pekerjaan dari segala sesuatu yang dapat
menggangu pelaksanaan pekerjaan seperti
hasil bongkaran bangunan lama,
pepohonan, semak belukar, dan tanah
humus.
b) Yang dimaksud dengan Muka Tanah Dasar
pada Gambar kerja adalah muka tanah
yang telah bersih dari pepohonan, semak
belukar, dan lapisan tanah humus.
5. Alat Pelindung Kerja a) Kontraktor Pelaksana harus menyediakan
dan Alat Pelindung perlengkapan keamanan kerja untuk
Diri semua pekerja yang berada dalam lokasi
pekerjaan.
b) Perlengkapan keamanan kerja berupa alat-
alat seperti berikut ini :
- Topi Pelindung (Safety Helmet);
- Sepatu Keselamatan (Safety Shoes);
- Rompi
- Sarung tangan (Safety Gloves)
6. Pekerjaan Galian a) Sebelum dilakukan pekerjaan galian
Tanah pondasi Kontraktor Pelaksana harus
memastikan lokasi disekitar pengalian
bersih dari pepohonan, semak belukar, dan
tanah humus.
b) Posisi galian pondasi harus tepat benar
dengan posisi perletakan tapak pondasi
dan ini harus dibuktikan dengan pekerjaan
pengukuran posisi perletakan pondasi
dengan alat Theodolit atau cara manual
dengan persetujuan Konsultan Supervisi.
c) Pekerjaan galian pondasi tidak boleh
merusak struktur tanah disekitar galian
pondasi.
d) Bentuk galian dan kedalaman galian
pondasi sesuai dengan Gambar Rencana.
e) Galian pondasi harus mempunyai lebar
yang cukup untuk membangun maupun
memindahkan rangka/beskiting yang
diperlukan dan juga untuk mengadakan
pembersihan.
f) Perubahan-perubahan dari gambar Kerja
yang diperlukan untuk kemudahan
pekerjaan pengalian pondasi harus
disetujui oleh Konsultan Supervisi.
g) Kesalahan pengalian sehingga kedalaman
galian melebihi dari kedalaman yang
diperlukan, maka kelebihi kedalaman
tersebut harus diurug kembali dengan biaya
sendiri dari Kontraktor Pelaksana.
h) Dasar galian yang telah selesai digali harus
dipadatkan Kembali dengan alat pemadat
sehingga mencapai kepadatan yang cukup.
i) Jika pada saat pengalian ditemukan akar-
akar tumbuhan lama atau puing-puing
bangunan lama maka akar dan puing
tersebut harus diangkat serta diurug
kembali denga pasir urug hingga mencapai
elevasi kedalaman yang diperlukan.
j) Hasil galian pondasi yang akan dipakai
kembali untuk urugan pondasi harus
ditempatkan dengan jarak tertentu
sehingga tidak masuk kembali kedalam
lubang galian dan tidak menggangu
pekerjaan konstruksi pondasi.
k) Dimensi, ukuran, dan kedalaman galian
harus tetap dan tidak berubah sebelum
pekerjaan konstruksi pondasi selesai
dikerjakan.
l) Hasil pekerjaan galian pondasi harus
disetujui oleh Konsultan Supervisi.
7. Pekerjaan Urugan a) Urugan pondasi dikerjakan setelah
Tanah Kembali pekerjaan konstruksi pondasi selesai
dikerjakan.
b) Untuk urugan pondasi dapat digunakan
tanah hasil galian pondasi atau material lain
yang disetujui oleh Konsultan supervisi.
c) Tanah urugan pondasi harus dipadatkan
dengan alat pemadat Stemper atau alat lain
yang disetujui oleh Konsultan supervise.
d) Hasil pekerjaan urugan pondasi harus
disetujui oleh Konsultan Supervisi.
8. Pekerjaan Pasir Urug a) Pasir Urug hanya dipergunakan untuk
urugan dan timbunan serta alas pekerjaan
Lantai Kerja Beton (Line Concrete).
b) Pasir Urug tidak Tidak boleh mengandung
lumpur lebih dari 10 % dari berat keringnya.
9. Pekerjaan Pondasi a) Sebelum pondasi tapak dikerjakan
Tapak , Sloof , Kolom Kontraktor Pelaksana harus memastikan
dan Ring Balok. galian pondasi sudah selesai 100%.
b) Kontraktor harus membuang semua air
tanah yang ada dalam galian pondasi
sebelum memulai pekerjaan pondasi tapak.
c) Pekerjaan pengecoran pondasi tapak tidak
boleh dikerjakan dalam kondisi galian
pondasi tergenang air.
d) Pada bagian paling dasar pondasi dilapisi
dengan Cor Beton (Lantai Kerja) dengan
ketebalan minimal 10 cm. dari campuran 1
Pc : 3 Ps : 5 Kr. Pekerjaan lantai kerja tidak
boleh dilakukan dalam kondisi galian
pondasi tergenang air.
e) Perakitan tulangan pondasi tapak dilakukan
langsung diatas lantai kerja atau dapat juga
dilakukan di bengkel kerja Kontraktor
pelaksana. Jumlah dan diameter tulangan
pondasi tapak sesuai dengan Gambar
Rencana.
f) Hasil pekerjaan pondasi tapak harus benar-
benar tegak lurus dalam arah horizontal
dan tegak lurus arah vertikal.
g) Semua pondasi tapak beton bertulang
dibuat dari beton dengan mutu F'c 17 Mpa
h) Hasil pekerjaan pondasi tapak beton
bertulang harus disetujui oleh Konsultan
supervisi.
i) Material Beton yang di gunakan pada
pekerjaan pondasi tapak sebagai berikut :
➢ Semen yang digunakan adalah
Portland Cement merek Semen
Padang, Tiga Roda, Andalas, Merah
Putih, Holcim (Tipe PCC, OPC,
PPC).
➢ Tidak diperkenankan menggunakan
semen yang telah mengeras
sebagian maupun seluruhnya dalam
satu zak sebagai bahan campuran.
➢ Penyimpanan harus sedemikian
rupa sehingga terhindar dari
➢ tempat yang lembab agar semen
tidak cepat mengeras. Tempat
➢ penyimpanan semen harus
ditinggikan 30 cm dan tumpukan
paling tinggi 2 m. Setiap semen baru
yang masuk harus dipisahkan dari
semen yang telah ada agar
pemakaian semen dapat dilakukan
menurut urutan pengiriman.
j) Material Agregat (Pasir,Kerikil dan Batu
Pecah) sebagai berikut :
➢ Kerikil yang digunakan harus bersih dan
bermutu baik, serta mempunyai gradasi
dan kekerasan sesuai yang disyaratkan
dalam PBI 1971.
➢ Untuk Beton mutu F'c 17 Mpa
mengunakan material kerikil dan beton
mutu F'c 20 MPa menggunakan batu
pecah (Split) ukuran 20 – 30 mm.
➢ Penumpukan material kerikil dengan
pasir harus dipisahkan agar kedua jenis
material tersebut tidak tercampur untuk
menjamin adukan beton dengan
komposisi material yang tepat.
➢ Agregat halus harus bersih, keras dan
berbutir tajam, bebas dari lumpur,
gumpalan tanah/lumpur, bahan organik
lainnya yang dapat mengurangi atau
merusakkan mutu beton.
➢ Agregat kasar harus bersih dan bebas
dari bagian-bagian yang halus, mudah
pecah, keropos, tipis atau panjang-
panjang, bebas dari bahan-bahan
organik atau dari substansi yang
merusak.
k) Besi Beton yag di persyaratkan sebagai
berikut :
➢ Besi beton yang digunakan adalah
besi beton polos (Ø 12, Ø 10 mm)
dan behel Ø8 mm dan Ø6 mm. Mutu
baja yang digunakan adalah U-24
(tegangan leleh karakteristik
minimum 2400kg/cm2). Diameter
besi yang digunakan harus sesuai
dengan gambar kerja dan mendapat
persetujuan dari
Konsultanpengawas. Daya lekat
baja tulangan harus dijaga dari
kotoran, lemak, minyak, karat lepas
dan bahan lainnya.
l) Material Bekisting yang dipersyaratkan
sebagai berikut :
➢ Bahan bekisting / cetakan harus
sedemikian rupa menghasilkan
muka beton yang rata. Untuk itu
digunakan cetakan dari Papan Kayu
Kelas III dan triplek tebal 9 mm,
diperkuat dengan rangka-rangka
penyangga, penyokong dll, sehingga
mampu mendukung beton sampai
selesai proses ikatan beton.
➢ Semua ukuran cetakan harus tepat
sesuai dengan gambar dan sama
disemua tempat untuk bentuk dan
ukuran yang dikehendaki sama.
➢ Untuk pemakaian bekisting lebih dari
satu kali, wajib dilakukan
pemeriksaan kwalitas bekisting
sebelum digunakan kembali, dan
mendapat persetujuan Konsultan
Pengawas.
m) Selimut beton: Penepatan besi beton
didalam cetakan tidak boleh menyinggung
dinding atau dasar cetakan, serta harus
mempunyai jarak tetap untuk setiap bagian-
bagian konstruksi, apabila tidak ditentukan
didalam gambar rencana, maka tebal
selimut beton untuk satu sisi pada masing-
masing konstruksi adalah sebagai berikut :
➢ Pondasi 3-5 cm
➢ sloof 2,5 -3 cm
➢ Balok 2,5 – 3 cm
➢ Kolom 2,5 - 3 cm
n) Air: Air yang digunakan harus air tawar,
tidak mengandung minyak, asam alkali,
garam, bahan-bahan organis atau bahan-
bahan lain yang dapat merusak beton atau
baja tulangan. Dalam hal ini sebaiknya
dipakai air bersih yang dapat diminum.
10. Pekerjaan Dinding a) Bata merah bermutu baik, pembakaran
Bata, Plesteran dan sempurna, bebas dari cacat dan retak,
Acian minimum belah menjadi 2 bagian, produk
ikal dan memenuhi persyaratan
bahanbahan PUBI 1970
.
b) Pasir harus bersih, tajam dan kandungan
lumpur maksimal 5 %, kotoran organik dan
bahan yang dapat merusak pasangan,
untuk itu pasir yang akan digunakan
terlebih dahulu diayak lewat ayakan dengan
diameter lobang sebesar 2,36 mm.
c) Adukan Plesteran 1 Pc : 4 Ps.
11. Pekerjaan Atap a) Rangka Atap yang di gunakan adalah
rangka atap baja ringan dengan profil
C.75.75 (tinggi profil 75 mm dan ketebalan
berikut lapisan pelindung / coating TCT
0,75 mm)
b) Profil material reng baja ringan yang
digunakan adalah profil U terbalik (Top –
hat) Tinggi profil37 mm dan ketebalan
berikut lapisan pelindung / coating TCT
0,45 mm.
c) Pengukuran bentang bangunan sebelum
dilakukan fabrikasi.
d) Pekerjaan pemasangan seluruh rangka
atap kuda-kuda meliputi struktur rangka
kuda-kuda (truss), balok tembok (top
plate/murplat), reng, sekur overhang, ikatan
angin dan bracing (ikatan pengaku).
e) Pemasangan penutup atap menggunakan
Atap Spandek t= 0,30 mm (sesuai dengan
BQ)
f) Pemasangan Atap harus benar – benar
lurus dan rapi, tidak bergelombang.
g) Untuk Lisplank yang digunakan adalah
lisplank GRC dengan ukuran Lebar 20 cm
dengan tebal 9 mm.
h) Kontraktor Pelaksana dalam melaksanakan
Kegiatan harus seizin dari Pengawas
Lapangan.
12. Pekerjaan a) Pekerjaan Timbunan Tanah:
Pemasangan Lantai ➢ Sebelum dilakukan pekerjaan
timbunan Kontraktor Pelaksana
harus memastikan lokasi disekitar
pengalian bersih dari pepohonan,
Semak belukar, dan tanah humus.
➢ Material timbunan adalah tanah
gunung yang gembur tidak
berbungkah-bungkah, bukan tanah
liat, bukan tanah sawah, bukan hasil
bongkaran bangunan lama.
➢ Material timbunan adalah tanah
yang mudah dipadatkan.
➢ Hasil pemadatan tanah harus
disetujui oleh Konsultan Supervisi.
b) Pekerjan Cor Beton F'c 10 MPa Lantai
Kerja dengan ketebalan cor t = 10 cm.
c) Pekerjan Lantai Keramik Ukuran 40 x 40
Cm :
➢ Pekerjaan keramik pada lantai
adalah pada seluruh kebutuhan
ruangan.
➢ Lantai Keramik yang di gunakan
adalah keramik berukuran 40 x 40
cm.
➢ Campuran (agregat) untuk pasang
keramic lantai, halus harus dipilih
pasir yang bagus bersih dan bebas
dari segala macam kotoran, dan
melalui ayakan.
➢ Campuran perekat antar bata adalah
dengan perbandingan 1 PC : 4 Pasir
pasang.
➢ Lebar nat keramik 1 mm dan diisi
dengan semen penutup.
➢ Hasil akhir lantai adalah rata, tidak
bergelombang.
13. Pekerjaan Kusen, a) Lingkup Pekerjaan meliputi :
Pintu dan Jendela
➢ Pek. Kusen menggunkan kayu Kelas
II.
➢ Pek. Daun Pintu dan daun Jendela
Menggunakan Kayu kelas II.
➢ Daun Jendela Menggunakan Kaca
tebal 5 mm.
b) Sebelum memulai pelaksanaan Penyedia
Jasa diwajibkan meneliti gambar-gambar
dan kondisi di lapangan, terutama ukuran
dan peil lubang bukaan dinding dan
dimintakan persetujuan dari Konsultan
Pengawas.
c) Semua kusen untuk pintu, dikerjakan
secara pabrikasi dengan teliti sesuai
dengan ukuran dan kondisi lapangan agar
hasilnya dapat dipertanggung jawabkan.
d) Pengunci dan penggantung harus berfungsi
dengan baik. Semua contoh barang
tersebut harus mendapat persetujuan dari
Direksi Teknis (Pengawas/Konsultan
Pengawas). Apabila kunci dan alat
penggantung yang dipasang ternyata tidak
berfungsi,harus dibongkar/ diganti atas
biaya Penyedia Jasa.
e) Semua pemasangan harus rapi sehingga
pintu dapat ditutup dan dibuka dengan
mudah, lancar, dan ringan.
14. Pekerjaan Langit a) Rangka plafond yang digunakan adalah
Langit (Plafond) Rangka Furing Metal lengkap dengan top
cross rail, ceiling batten, angle, cb,
connector, ter spring, suspension rod, dan
angle bracket. jarak penggantungan sesuai
dengan Gambar Rencana.
b) Untuk pengikatan tepi rangka langit – langit
yang menempel dinding pasangan batu
bata atau beton adalah dengan “fischer
atau paku”
c) Pemasangan rangka langit – langit rata
waterpass pada permukaan bawahnya.
d) Pekerjaan Penutup Plafon terbagi dua jenis
material. Untuk di ruangan dalam
menggunakan plafond Gypsum tebal 9 mm
dan untuk area ruangan selasar dan
overhang atap menggunakan Kalsiboard
tebal 4 mm.
e) Sebelum dilaksanakannya pemasangan
langit-langit (Plafon), semua pekerjaan lain
yang terletak diatas langit-langit (Plafon)
harus sudah terpasang secara sempurna.
f) Sebelum pekerjaan pemasangan langit-
langit dimulai, diwajibkan mengadakan
pengecekan/pemeriksaan kembali
pekerjaan-pekerjaan yang erat
hubungannya dengan pekerjaan langit-
langit ini, untuk ini diwajibkan adanya kerja
sama (koordinasi) yang baik dengan semua
unsur pelaksana di Lapangan.
15. Pekerjaan Eletrikal a) Pekerjaan ini meliputi pemasangan bahan-
bahan material instalasi listrik, seperti
pemasangan Lampu Downlight, saklar,
Stop kontak dan MCB.
b) Bahan Produk :
➢ Kabel NYM 3x2,5 mm2
➢ MCB 10 A
➢ Lampu Downligt LED 15 watt
➢ Stop Kontak
➢ Saklar Ganda
➢ Pipa PVC Listrik
➢ Klem Pipa PVC Listrik
➢ T-Dus
➢ L-Bow
16. Pekerjaan a) pekerjaan cat adalah semua pelapisan
Pengecataan permukaan pada berbagai material untuk
maksud-maksud perlindungan, pemberian
warna, pemberian tekstur.
b) Pengecatan seluruh pekerjaan harus
sesuai dengan NI-3 dan NI-4 atau sesuai
dengan spesifikasi dari pabrik cat yang
digunakan.
c) Sebelum dinding plamir, plesteran sudah
harus betul-betul kering, tidak ada retak-
retak dan Kontraktor meminta persetujuan
kepada Konsultan Pengawas.
d) Lapisan pengecatan dinding dalam terdiri-
dari 3 (tiga) lapis dengan kekentalan cat
sebagai berikut :
➢ Lapisan I encer yaitu dengan
tambahan 20% air bersih.
➢ Lapisan II dan III kental yaitu dengan
tambahan 10% air bersih.
e) Setelah pekerjaan cat selesai, bidang
dinding dan plafon merupakan bidang utuh,
rata,licin, tidak ada bagian yang belang dan
bidang dinding dijaga terhadap pengotoran-
pengotoran.
17. Pekerjaan Jalur Pekerjaan Ini meliputi :
disabilitas
a) Pemasangan Guiding Block dengan ukuran
30 x 30 cm.
b) Pemasangan Warning Block dengan
ukuran 30 x 30 cm.
c) Pemasangan Hand rail dengan
menggunakan material pipa stainless dia
1,5 “ dengan ketabalan 1,5 mm.
D. Persyarataan Penyedia
Memiliki Sertifikat Badan Usaha (SBU) dengan Kualifikasi Usaha
KECIL, SBU KBLI 2020 (BG006 KBLI 41016 Konstruksi Gedung Pendidikan) atau
SBU KBLI 2017 (BG007 KBLI 41016 Konstruksi Gedung Pendidikan).
E. Spesifikasi Jabatan Kerja Konstruksi
No Jabatan dalam pekerjaan Pengalaman Sertifikat Kompetensi
yang akan dilaksanakan Kerja Kerja
(tahun)
1 Pelaksana Gedung 2 tahun Pelaksana Lapangan
Pekerjaan Gedung
Jenjang 4
2 Petugas Keselamatan - Petungas Keselamatan
Konstruksi Konstruksi Jenjang 3
F. Spesifikasi Peralatan Konstruksi dan Peralatan
Bangunan:
No. Nama Peralatan Kapasitas Jumlah
1 Pick Up 1 Ton 1 Unit
2 Concrete Mixer ( Molen) 0,5 M3 1 Unit
3 Genset 6 Kva 1 Unit
4 Bor Listrik > 450 watt 3 Unit
5 Gerinda Listrik > 450 watt 3 Unit
6 Schaffolding - 3 Set
Grafik Petunjuk penentuan jabatan , pengalaman, dan SKK personel manajerial
A. Keterangan Gambar (gambar terpisah)
Gambar untuk pelaksanaan pekerjaan, antara lain:
1. Peta Lokasi
2. Lay out
3. Denah, tampak dan Potongan
4. Detail Engineering Desain (DED)
Rehabilitasi Ruang Kelas Dengan Tingkat Kerusakan Minimal Sedang SD
Swasta Gajah Mada Binjai:
a. Denah Ruang Kelas
b. Denah Selasar
c. Denah Jalur Disabilitas
d. Denah Saluran Drainase
II. PERKIRAAN DAN PENGEDALIAN RISIKO DALAM PEKERJANAAN
Tahapan Identifikasi Bahaya Kekerapan Keparahan Tingkat Skala
Pekerjaan Risiko Prioritas
1. Persiapan Kecelakaan akibat Kecil Kecil Kecil 3
dan alat berat,
Pembongkaran
Terjatuhnya Kecil Kecil Kecil 3
pekerja dari
ketinggian
2.Pekerjaan Kecelakaan saat Kecil Besar Sedang 2
Pondasi pemasangan
bekisting
Tangan tergores Sedang Sedang Sedang 2
besi saat
pemotongan besi
3.Pekerjaan Tangan tergores Sedang Sedang Sedang 2
Sloof Beton besi saat
Bertulang pemotongan besi
Kecelakaan saat Kecil Besar Sedang 2
pemasangan
bekisting
Terjepit atau Sedang Sedang Sedang 2
terluka akibat
material konstruksi
4. Pekerjaan Tangan tergores Sedang Sedang Sedang 2
Kolom Beton besi saat
Bertulang pemotongan besi
Pekerja tertimpa Sedang Sedang Sedang 2
bekisting yang
copot
Adonan beton Sedang Sedang Sedang 2
terjatuh
mengenai pekerja
yang ada
dibawah
5. Pekerjaan Tangan tergores Sedang Sedang Sedang 2
Ring Balok besi saat
Beton pemotongan besi
Bertulang
Pekerja tertimpa Sedang Sedang Sedang 2
bekisting yang
copot
Adonan beton Sedang Sedang Sedang 2
terjatuh
mengenai pekerja
yang ada dibawah
6.Pekerjaan Jatuhnya material Sedang Sedang Sedang 2
Dinding konstruksi
Terjatuhnya Kecil Besar Besar 1
pekerja dari
ketinggian
7. Pekerjaan Terjatuhnya Besar Besar Besar 1
Atap pekerja saat
pemasangan atap
Kecelakaan akibat Kecil Besar Sedang 3
cuaca buruk
8. Pekerjaan Terkena Mesin Sedang Sedang Sedang 2
Lantai Potong Keramik
Tersengat Listrik Kecil Kecil Kecil 3
9. Pekerjaan Terjepit saat Sedang Sedang Sedang 2
Pintu dan pemasangan
Jendela
Terpukul palu Kecil Besar Sedang 3
Terluka akibat alat Sedang Sedang Sedang 2
pemotong
10. Pekerjaan Terjatuhnya Besar Besar Besar 1
Plafon pekerja saat
pemasangan
Plafond
Tertimpa material Sedang Sedang Sedang 2
Plafond dan
rangka
Tertusuk Bor Kecil Besar Sedang 3
11.Pekerjaan Korsleting listrik Sedang Sedang Sedang 2
Instalasi Listrik atau kebakaran
Kecelakaan saat Kecil Sedang Sedang 2
pemasangan
instalasi mekanikal
12.Pekerjaan Kecelakaan saat Sedang Sedang Sedang 2
Pengecataan pengecatan
Terluka akibat Kecil Besar Sedang 3
bahan kimia
13. Pekerjaan Terkena Mesin Sedang Sedang Sedang 2
Jalur Disablitas Potong Keramik
Terluka akibat Kecil Sedang Sedang 2
material konstruksi
Skala prioritas:
1. Besar: risiko yang harus segera ditangani
2. Sedang: risiko yang perlu diperhatikan dan ditangani sesuai dengan rencana
manajemen risiko
3. Kecil: risiko yang bisa ditangani dalam waktu yang lebih fleksibel atau sesuai
dengan jadwal perawatan rutin
Berikut adalah penjelasan lebih lanjut tentang skala prioritas:
1. Risiko Besar: Tahap pekerjaan yang memiliki tingkat risiko Besar memerlukan
intervensi segera untuk mengurangi risiko kecelakaan kerja. Pada tahap ini, perlu
adanya perencanaan yang baik, peralatan keselamatan yang memadai, serta
pelatihan dan pengawasan ketat bagi pekerja. Contoh tindakan yang bisa diambil
meliputi penerapan metode kerja yang lebih aman, pemberian peralatan
pelindung diri (APD) yang sesuai, serta penyuluhan tentang keselamatan kerja.
2. Risiko Sedang: Tahap pekerjaan dengan tingkat risiko sedang memerlukan upaya
untuk mengurangi risiko melalui manajemen risiko yang sistematis. Tindakan
yang bisa diambil meliputi evaluasi prosedur kerja, penyediaan peralatan
keselamatan yang memadai, dan pengawasan untuk memastikan pekerja
mematuhi aturan keselamatan. Pada tahap ini, pencegahan kecelakaan dapat
dilakukan melalui perbaikan perencanaan dan koordinasi antara pekerja dan
pihak terkait.
3. Risiko Kecil: Tahap pekerjaan dengan tingkat risiko Kecil bisa ditangani dengan
lebih fleksibel dan dalam jangka waktu yang lebih panjang. Tindakan yang bisa
diambil meliputi pengecekan rutin terhadap peralatan dan kondisi kerja, serta
penyuluhan tentang keselamatan kerja. Pada tahap ini, risiko kecelakaan relatif
lebih kecil, namun tetap perlu dikelola secara efektif untuk menjaga keselamatan
pekerja dan menghindari potensi risiko yang lebih besar.
Dokumen spesifikasi teknis menetapkan bahwa tingkat Risiko Keselamatan
Konstruksi (RKK) untuk paket pekerjaan sebagaimana dimaksud di atas adalah
adalah
RISIKO KESELAMATAN KONSTRUKSI (BESAR / SEDANG / KECIL)
A. Pernyataan Penetapan Tingkat Risiko Keselamatan Konstruksi
Penetapan tingkat risiko Keselamatan Konstruksi ditentukan dengan
berdasarkan kriteria penentuan tingkat risiko keselamatan.
CV. DUTA NUSANTARA
KONSULTAN
Berdasarkan hasil identifikasi bahaya untuk pelaksanaan pekerjaan :
Nama Paket Pekerjaan : Rehabilitasi Ruang Kelas
Dengan Tingkat Kerusakan
Minimal Sedang SD Swasta
Gajah Mada Binjai
Harga Penilaian Perancangan : Rp 443.545.775,77,-
(Estimate Engineer)
Lokasi Pekerjaan : SD Swasta Gajah Mada
Waktu Pelaksanaan : 90 Hari Kalender
PENETAPAN TINGKAT RISIKO KESELAMATAN KONSTRUKSI
(BESAR/SEDANG/KECIL)
Diketahui oleh Pejabat Pembuat Dibuat oleh Team Leader
Komitmen
AUZAR HABIBIE MARPAUNG, SE ANDRI WIBOWO, ST