| Reason | |||
|---|---|---|---|
CV Gracia Contractor Engineering | 00*7**7****13**0 | Rp 776,986,182 | - |
| 0725672810122000 | - | - | |
CV Salwa | 06*4**3****19**0 | Rp 634,740,180 | Persyaratan peralatan utama tidak memenuhi syarat ( bukti kepemilikan / penguasaan terhadap peralatan pick up ST 150 dari pemberi sewa tidak dilampirkan) |
CV Adhi Gala | 06*7**3****24**0 | - | - |
| 0804302008119000 | - | - | |
CV Cindi Rezeki | 08*2**3****19**0 | - | - |
| 0938183845113000 | - | - | |
CV Karya Bakti Sejati | 05*6**4****19**0 | - | - |
| 0317559029119000 | - | - | |
| 0020807079128000 | - | - | |
| 0022631147124000 | - | - | |
PT Maha Akbar Sejahtera | 09*4**8****21**0 | - | - |
| 0840341762121000 | - | - | |
| 0724180179121000 | - | - | |
| 0030606875112000 | - | - | |
| 0766560320121000 | - | - | |
| 0210032041127000 | - | - | |
| 0638639120116000 | - | - | |
| 0022795181119000 | - | - | |
| 0020073813113000 | - | - | |
| 0015380603119000 | - | - | |
PT Desain Struktur Konsultan | 09*4**9****22**0 | - | - |
| 0739881811119000 | - | - |
SPESIFIKASI TEKNIS PEKERJAAN KONSTRUKSI
PEKERJAAN REHABILITASI RUANG KELAS DENGAN TINGKAT
KERUSAKAN MINIMAL SEDANG SMP NEGERI 15
ISLAM TERPADU BINJAI
PPK AUZAR HABIBIE MARPAUNG, SE
ID RUP 51815193
SPESIFIKASI FUNGSI UMUM DAN VOLUME PEKERJAAN
Volume pekerjaan: Rehabilitasi Ruang Kelas Dengan Tingkat Kerusakaan Minimal
Sedang SMP Negeri 15 Islam Terpadu Binjai
1. Ruang Kelas seluas 43.80 meter x 10.00 meter
2. Ruang Kelas seluas 23.85 meter x 10.00 meter
SAT
NO RINCIAN KEGIATAN DAN PEKERJAAN VOL.
.
I MATA PEMBAYARAN UMUM
Papan Proyek Unit
1 1,00
Plakat Granit Uk. 20 x 30 cm Unit
2 1,00
Pek. Pembongkaran Atap Existing M2
3 525,67
Pek. Pembongkaran Rangka Plafond dan Plafond
M2
4 Existing 242,97
Pek. Pembongkaran Daun Pintu dan Jendela Existing Unit
5 32,00
Pek. Pembongkaran Lantai Existing M2
6 234,00
Pek. Pembersihan akhir Ls
7 1,00
MATA PEMBAYARAN PERKIRAAN BIAYA PENERAPAN
II
SMKK*)
Alat Pelindung Kerja dan Alat Pelindung Diri
1
Topi Pelindung (Safety Helmet); bh
4,00
Sepatu Keselamatan (Safety Shoes); bh
4,00
Rompi Psg
4,00
Sarung tangan (Safety Gloves); Psg
8,00
Rambu-rambu yang diperlukan
2
a. Rambu Petunjuk Unit
1,00
b. Rambu Peringatan Unit
1,00
III MATA PEMBAYARAN PEKERJAAN UTAMA
A PEKERJAAN SLOOF BETON BERTULANG
Pek. Sloof uk. 15 / 20 cm
1
a. Pek. Galian tanah M3
0,39
b. Pek. Lantai Kerja t = 5 cm M3
0,06
c. Pek. Bekisting Sloof M2
3,12
d. Pek. Tul. Besi Polos dia.10 mm Kg
19,23
e. Pek.Besi Beugel dia. 6 mm Kg
8,03
f. Pek. Cor Beton F'c 17 Mpa M3
0,23
B PEKERJAAN KOLOM BETON BERTULANG
Pek. Kolom K1 Uk 0.15 x 0.15 M
1
a. Pek. Bekisting Kolom M2
3,33
b. Pek. Tul. Besi Polos dia. 10 mm Kg
28,56
c. Pek. Beugel dia. 6 mm Kg
9,92
d. Pek. Cor Beton F'c 17 Mpa M3
0,25
Pek Kolom Kp. Uk. 11 x 11 cm M'
2 1,50
C PEKERJAAN RING BALOK BETON BERTULANG
Pek. Ring Balok B1 Uk. 0.15 x 0.20 M
1
a. Pek. Bekisting Balok M2
27,98
b. Pek. Tul. Besi Polos Ø10 mm Kg
134,84
c. Pek. Beugel besi Polos Ø6 mm Kg
55,30
d. Pek. Cor Beton F'c 17 Mpa M3
1,61
Pek. Balok Latei uk. 10 x 15 cm M'
2 8,60
D PEKERJAAN DINDING
Pekerjaan Pemasangan Dinding
1
a. Pek. Dinding Bata 1/2 Batu Pas. 1:4 M2
49,73
b. Pek. Plesteran Pas. 1:2 M2
172,67
c. Pek. Acian M2
172,67
E PEKERJAAN ATAP
Pekerjaan Atap
1
a. Pek. Perbaikan Rangka Kuda Kuda Kayu Kelas II M3
0,37
b. Pek. Gordeng Atap Kayu Kelas II M3
0,64
c. Pek. Atap Spandek t = 0.30 mm M2
531,93
d. Pek. Rabung Atap Zincalume T. 030 mm M'
44,70
e. Pek. Lisplang GRC M'
78,50
PEKERJAAN PEMASANGAN LANTAI DAN
F
PENUTUP LANTAI
Pek. Pemasangan Lantai
1
a. Pek. Urugan Pasir M3
54,45
b. Pek. Lantai Keramik Uk.40 x 40 Cm M2
404,19
IV MATA PEMBAYARAN PEKERJAAN LAIN
A PEKERJAAN KUSEN PINTU DAN JENDELA
Pek. Pintu P1 (1 Unit)
1
a. Pek. Kusen Kayu Kelas II M'
6,56
b. Pek. Daun Pintu Kayu Kelas II M2
1,72
c.Pek. Jalusi Kayu Kelas II M2
0,08
d. Kunci Tanam Biasa Pintu Unit
1,00
e. Engsel Pintu Buah
6,00
f. Grandle Pintu Buah
2,00
Pek. Pintu PJ1 (8 Unit)
2
a. Pek. Kusen Kayu Kelas II M'
123,44
b. Pek. Daun Pintu Kayu Kelas II M2
13,57
c.Pek. Jalusi Kayu Kelas II M2
3,84
d. Pek. Daun Jendela Kayu Kelas II M2
3,84
e. Pek. Kaca Polos T. 5 Mm M2
4,23
f. Kunci Tanam Biasa Pintu Unit
8,00
g. Engsel Pintu Buah
24,00
h. Engsel jendela Buah
48,00
i. Grandle Pintu Buah
16,00
j. Grandle Jendela Buah
24,00
k. Hak Angin Buah
48,00
Pek. Jendela J1 (21 Unit)
3
a. Pek. Kusen Kayu Kelas II M'
274,05
b. Pek. Daun Jendela Kayu Kelas II M2
13,44
c.Pek. Jalusi Kayu Kelas II M2
4,46
d. Pek. Kaca Polos T. 5 Mm M2
14,81
e. Engsel Jendela Buah
168,00
f. Grandle Jendela Buah
84,00
g. Hak Angin Buah
168,00
Pek. Jendela J2 (2 Unit)
4
a. Pek. Kusen Kayu Kelas II M'
14,10
b. Pek. Daun Jendela Kayu Kelas II M2
0,64
c.Pek. Jalusi Kayu Kelas II M2
0,21
d. Pek. Kaca Polos T. 5 Mm M2
0,71
e. Engsel Jendela Buah
8,00
f. Grandle Jendela Buah
4,00
g. Hak Angin Buah
8,00
Pek. Jendela J3 (3 Unit)
5
a. Pek. Daun Jendela Kayu Kelas II M2
1,92
b. Pek. Kaca Polos T. 5 Mm M2
2,12
c. Engsel Jendela Buah
24,00
d. Grandle Jendela Buah
12,00
e. Hak Angin Buah
24,00
B PEKERJAAN PLAFOND
Pek. Pemasangan Plafond
1
a. Pek. Rangka Furring M2
554,11
b. Pek. Plafond Gypsum T. 9 mm M2
358,45
c. Pek Plafond Kalsiboard T. 4 mm (Khusus Overhang) M2
195,66
V MATA PEMBAYARAN PEKERJAAN SELAINNYA
A PEKERJAAN MEKANIKAL & ELEKTRIKAL
1. Pemasangan MCB 10 A Unit
2,00
2. Instalansi Titik Nyala Lampu Titik
17,00
3. Instalansi Stop Kontak Titik
7,00
4. Downligth LED 15 Watt Buah
17,00
5.Saklar Ganda Buah
5,00
6. Saklar Tunggal Buah
7,00
7. Stop Kontak Buah
7,00
B PEKERJAAN PENGECATAN
Pek. Pengecatan Dinding dan Kayu
1
a. Pek. Cat Kusen Pintu Kayu M2
272,37
c. Pek. Pengerokan Dinding Existing M2
75,72
b. Pek. Cat Dinding dan Kolom Existing 1.172,1 M2
7
d. Pek. Pengecatan Plafond M2
741,89
C PEKERJAAN JALUR DISABILITAS
Pek. Ramp Beton
1
a. Pek. Pasir Urug t = 5 cm M3
0,10
b. Pek. Cor Beton F'c 17 Mpa M3
0,08
Pek. Pemasangan Guiding Block M2
2 14,13
Pek. Pemasangan Warning Block M2
3 0,54
Pek. Hand rail ( Pipa Stainles dia. 1,5 '') M'
4 2,00
Spesifikasi kinerja 1. Struktur dan Stabilitas
bangunan a. Kekuatan struktur: Sesuai dengan standar
SNI
b. Percepatan gempa rencana: Sesuai dengan
zona gempa setempat dan peraturan yang
berlaku.
2. Fasad dan Pencahayaan Alami
a. Transmisi cahaya kaca: Minimal 50% untuk
memaksimalkan pencahayaan alami.
b. Insulasi termal kaca: U-value ≤ 2,0 W/m2K
untuk mengurangi kehilangan energi
melalui kaca.
3. Efisiensi Energi
a. EUI (Energy Use Intensity): Tidak lebih dari
150 kWh/m2 tahun untuk bangunan
perkantoran, atau sesuai dengan standar
lokal.
b. HVAC Coefficient of Performance (COP):
Minimal 3,0 untuk sistem pendingin udara.
4. Air dan Sanitasi
a. Konsumsi air per kapita: Tidak lebih dari
150 liter per orang per hari, atau sesuai
dengan standar lokal.
b. Efisiensi penggunaan air: Mengurangi
konsumsi air hingga 20-30% melalui
peralatan hemat air.
5. Aksesibilitas dan Keselamatan
a. Lebar jalur evakuasi: Minimal 1,1 meter
untuk bangunan dengan jumlah penghuni di
atas 500 orang.
b. Waktu evakuasi maksimum: Tidak lebih
dari 2,5 menit untuk bangunan tinggi.
6. Kualitas Udara dalam Ruangan
a. Ventilasi: 8-10 liter/detik per orang untuk
ruang perkantoran, atau sesuai dengan
standar lokal.
b. Konsentrasi CO2: Tidak lebih dari 1.000
ppm untuk kualitas udara dalam ruangan
yang baik.
7. Keberlanjutan dan Lingkungan
a. Sertifikasi green building: Mencapai
minimal peringkat Silver pada sertifikasi
seperti Green Building Council Indonesia
(GBCI), LEED, atau BREEAM.
b. Pengurangan emisi CO2: Minimal 30%
pengurangan emisi karbon dibandingkan
dengan bangunan serupa tanpa upaya
keberlanjutan.
STANDARD DAN PERSYARATAN Standard dan persyaratan yang berlaku
mengikuti:
1. Peraturan – peraturan umum
(Algemene Voorwarden) disingkat
A. V. Tahun 1941.
2. Peraturan Beton Bertulang
Indonesia (PBI. 1971) N.1.2.
3. Peraturan Pembebanan Indonesia
untuk gedung tahun 1983.
4. Peraturan Konstruksi Kayu
Indonesia (PKKI) tahun 1961
N.1.5.
5. Peraturan Umum Bahan Bangunan
di Indonesia N.1.3.
6. Persyaratan Umum Bahan
Bangunan di Indonesia.
7. Peraturan Cement Portland N.1.8.
8. Peraturan Batu Merah / Conblok
sebagai bahan bangunan N.1.10.
9. Tata cara Perhitungan Struktur
Beton untuk Bangunan Gedung
(SK SNI T-15-1991- 03).
10. Mutu dan Cara Uji Agregat Beton
(SII 0052-80).
11. Baja Tulangan Beton (SII 0136-
84).
12. PerMen PU Nomor
45/PRT/M/2007 tentang Standar
dan pedoman teknis Pembangunan
bangunan gedung negara;
13. Peraturan Pembangunan
Pemerintah Daerah Setempat.
I. URAIAN SPESIFIKASI TEKNIS
A. Spesifikasi Bahan Bangunan Konstruksi:
NO. NAMA BAHAN MATERIAL SPESIFIKASI
1 Beton F'c 17 Mpa
Semen • Semen PC produksi dalam negeri
dengan kualitas baik, masih baru,
tidak ada bagian yang membatu,
dalam zak yang tertutup, Serta
memenuhi syarat S11 0013-81 dan
SKSNI T-28-1991-0.3.
• Exampel material seperti berikut:
Semen Padang, Tiga Roda, Andalas,
Merah Putih, Holcim (Tipe PCC,
OPC, PPC)
Pasir • Pasir Pasang/Beton harus tajam,
kasar, bebas dari butiran kerikil,
tidak mengandung lumpur dan
kotoran serta memenuhi SNI-1968-
1990 F dan SKSNI S-04-1989.
Gunakan pasir berkualitas dari
sumber terpercaya
Kerikil atau batu pecah, Batu kali • Kerikil harus keras tidak mudah
hancur, bebas dari tanah, kotoran dan
bahan organik lainnya .
• Kerikil atau Batu kali, batu split, batu
belah (sesuaikan ukuran sesuai
kebutuhan)
Bahan tambahan (admixture): • Sika, Fosroc, Mapei
2 Baja
Baja tulangan (besi beton): • Ukuran Standar, tidak mengandung
Karat sesuai SK. SNI S-06-1989-F
• Krakatau Steel, Growth Steel (GS),
Raja Pekan Baru Steel (RPS), Deli
Baja (SNI).
Baja ringan • Ukuran sesuai yang ada dipasaran,
tidak berkarat, sesuai SNI yang
berlaku
• Saka, Taso, Sakti Truss, CBM (C75)
3 Dinding • Ukuran Batu bata merah yang di
pakai 5 x 11 x 22 cm, dengan
pembakaran yang matang, tidak
mudah patah/retak, kuat dengan
terbuat dari tanah liat yang tidak
terlalu banyak pasir mempunyai
permukaan yang rata. Sesuai dengan
SK SNI S-04-1989-F
4 Mortar dan Plesteran
Mortar instan • MU-Weber, Mortar Utama, Semen
Gresik
Plesteran (Campuran) • Semen : Semen Padang , Andalas ,
Tiga Roda , Merah Putih , Holcim
• Pasir : Gunakan pasir berkualitas dari
sumber terpercaya
5 Lantai
Keramik • Kualitas Baik, bentuk dan ukuran
sesuai dengan perencanaan,
spesifikasi mutu sesuai SK. SNI-S
06-1989.
• Roman, Milan, Asia Tile, Platinum,
Indogress, Ikad
6 Atap
Atap • Spandek t : 0.30 mm
7 Kusen, Pintu, dan Jendela
Kayu • Kayu/Papan yang dipakai harus yang
sudah kering dan memakai kayu
kelas II . Kayu Kelas II Di gunakan
sebagai rangka atap , kusen , daun
pintu dan daun jendela. sedangkan
untuk papan mal (bekisting) dipakai
kayu kelas III. Sesuai SNI 03-2445-
1991 / SK. SNI S-05-1990-F, SNI
4.3-53.1987/UDC 674.048.004.1.
• Exampel untuk kayu kelas II seperti
Meranti, Kamper, Jati
PVC • V-Panel, Upvc
8 Cat dan Pelapis
Cat dinding • Cat produksi dalam negeri dengan
kualitas baik, masih baru, tidak ada
bagian yang membatu/kering, dalam
kaleng, serta tahan terhadap segala
cuaca, air, dan jamur.
• Nippon Paint, Dulux (Interior,
Exterior)
Cat kayu dan besi • Nippon Paint, Dulux (Gloss, Semi-
Gloss, Satin)
Waterproofing • Sika, Fosroc, Basf (Topseal,
Bituseal, MasterSeal)
Epoxy • Nippon Paint, Dulux (Floor Coating,
Wall Coating)
9 Instalasi Mekanikal, Elektrikal,
dan Plumbing (MEP)
Pipa PVC • Pralon, Wavin, Rucika (Standard,
AW, D)
Pipa PPR • Westpex, ERA, Wavin (Green, Blue,
PN10, PN20)
Kabel listrik • Supreme, Eterna, Kabelindo (NYA,
NYAF, NYFG, NYY)
Fitting dan aksesoris pipa • Rucika, Pralon, Wavin
Saklar dan stop kontak • Schneider Electric, Panasonic, Broco
10 Plafon
Plafon gypsum • Knauf, Gyproc, Gypsum Jayaboard,
Yoshino
Plafon Serat Semen • Gyproc , Jayaboard , HardieFlex ,
Elephant
Plafon PVC • Shunda , Denta , Golden Crown ,
Warren, Kimi
11 Pencahayaan
Lampu • Philips, Osram, Panasonic
LED Strip • Philips, OSRAM, Tuya
B. Spesifikasi Proses/Kegiatan:
NO URAIAN PEKERJAAN PROSES KEGIATAN
1 Pekerjaan Persiapaan
i. Pek. Pembongkaran Minggu 1 Minggu 2
2 Pekerjaan Sloof
i. Pek. Perakitan dan Pemasangan Besi Minggu 2 Minggu 3
Sloof
ii. Pek. Bekisting Sloof Minggu 3
iii. Pek. Cor Beton Sloof Minggu 3
3 Pekerjaan Kolom K1
i. Pek. Perakitan dan Pembesiaan Kolom Minggu 3 Minggu 4
K1
ii. Pek. Bekisting Kolom K1 Minggu 3 Minggu 4
iii. Pek. Cor Beton Kolom K1 Minggu 3 Minggu 4
4 Pekerjaan Kolom Kp Uk 0.11 x 0.11 M Minggu 6
5 Pekerjaan Ring Balok B1 Uk. 0.15 x 0.20
i. Pek. Pembesian Ring Balok Minggu 5 Minggu 6
ii. Pek. Bekisting Ring Balok Minggu 6 Minggu 6
iii. Pek. Cor Beton Minggu 7
6 Pek. Balok Latei Uk. 0,10 x 0,15 m Minggu 6 Minggu 7
7 Pekerjaan Pemasangan Dinding
i. Pek. Dinding Bata 1/2 Batu Pas. 1:4 Minggu 4 Minggu 5
ii. Pek. Plesteran Pas. 1:4 Minggu 4 Minggu 5
iii. Pek. Acian Minggu 4 Minggu 5
8 Pekerjaan Atap
i. Pek. Rangka Atap dan Gording Minggu 7 Minggu 8
ii. Pek. Atap Spandek T. 0.30 mm Minggu 7 Minggu 8
iii. Pek. Rabung Atap Spandek T. 0.30 mm Minggu 7 Minggu 8
iv. Pek. Lisplang GRC Minggu 8
10 Pekerjaan Pemasangan Lantai
i. Pek. Urugan Pasir Minggu 9
ii. Pek. Lantai Keramik Uk.40 x 40 Cm Minggu 10
11 Pekerjaan Kusen Pintu dan Jendela
i. Pek. Pintu P1 Minggu 5 Minggu 9
ii. Pek. Pintu PJ1 Minggu 5 Minggu 9
iii. Pek. Jendela J1 Minggu 5 Minggu 9
iv. Pek. Jendela J2 Minggu 5 Minggu 9
v. Pek. Jendela J3 Minggu 5 Minggu 9
12 Pekerjaan Pemasangan Plafond
i. Pek. Rangka Furing Minggu 9 Minggu 10
ii. Pek. Plafond Gypsum Minggu 9 Minggu 10
iii. Pek. Plafond Kalsiboard Minggu 10
13 Pekerjaan Eletrikal
i. Pemasangan MCB 10 A Minggu 11
ii. Instalansi Titik Nyala Lampu Minggu 9
iii. Instalansi Stop Kontak Minggu 9
iv. Downligth LED 15 Watt Minggu 11
v. Saklar Ganda Minggu 11
vi. Saklar Tunggal Minggu 11
vii. Stop Kontak Minggu 11
14 Pekerjaan Pengecataan
i. Pek. Cat Kayu Minggu 10
ii. Pek. Pengerokan Dinding Existing Minggu 10
iii. Pek. Cat Dinding dan Kolom Minggu 10 Minggu 12
iv. Pek. Cat Plafond Minggu 11
15 Pekerjaan Jalur Disabilitas
i. Pek. Ramp Beton Minggu 9
ii. Pek. Pemasangan Guiding Block Minggu 11
iii. Pek. Pemasangan Warning Block Minggu 11
iv. Pek. Hand rail ( Pipa Stainles dia. 1,5 '') Minggu 11
16 Uji Coba dan Serah Terima Minggu 12
C. Spesifikasi Metode Konstruksi/ Metode Pelaksanaan/Metode Kerja
NO ITEM PEKERJAAN URAIAN
1. Papan Proyek a) Kontraktor harus membuat dan memasang
Papan Nama Proyek yang memuat tentang
identitas proyek.
b) Papan nama proyek harus mencantumkan
Instansi Penyandang Dana, Instansi Pemilik
Bangunan, Kontraktor Pelaksana dan Konsultan
Supervisi.
c) Papan juga harus mencantumkan besar
anggaran pelaksanaan proyek, waktu mulai
proyek, dan waktu penyelesaian proyek.
2. Plakat Granit a) Plakat Granit berukuran 20 cm x 30 cm.
b) Plakat Granit berisi nama pekerjaan, sumber
dana dan tahun anggaran
3. Pek. Pengukuran dan a) Pemasangan bouwplank dibuat untuk
Pemasangan Bowplank membantu menentukan as-as/sumbu-sumbu
dalam perletakan bangunan, baik mengenai
kesikuannya atau ukuran-ukuran lainnya.
b) Semua papan bouwplank menggunakan kayu
kelas III, papan harus lurus diserut rata,
permukaan papan harus WATERPASS dengan
PEIL LANTAI ± 0,00. Setiap jarak 1,50 m;
papan bouwplank diperkuat dengan patok kayu
berukuran 5/7 cm atau dolken. Pada papan
bouwplank ini harus di cat sumbu-sumbu yang
diperlukan, dengan cat yang tidak luntur oleh
pengaruh cuaca.
c) Jarak papan bouwplank minimal 2,00; dari garis
bangunan terluar, untuk mencegah kelongsoran
terhadap galian-galian tanah pondasi.
d) Pelaksana harus melakukan pemasangan
Bouwplank sebagai acuan tetap pada semua
bangunan yang akan dikerjakan.
4. Pek. Pembersihan akhir a) Pelaksana harus membersihkan lokasi pekerjaan
dari segala sesuatu yang dapat menggangu
pelaksanaan pekerjaan seperti hasil bongkaran
bangunan lama.
5. Alat Pelindung Kerja a) Kontraktor Pelaksana harus menyediakan
dan Alat Pelindung perlengkapan keamanan kerja untuk semua
Diri pekerja yang berada dalam lokasi pekerjaan.
b) Perlengkapan keamanan kerja berupa alat-alat
seperti berikut ini :
- Topi Pelindung (Safety Helmet);
- Sepatu Keselamatan (Safety Shoes);
- Rompi
- Sarung tangan (Safety Gloves)
6. Pekerjaan Galian a) Galian tanah dilaksanakan setelah Kontraktor
Tanah Bersama sama dengan pengawas lapangan
menetapkan as-as + elevasi yang akan dilakukan
galian pada papan bouwplank..
b) Apabila dasar tanah galian untuk pondasi
diperlukan daya dukung lebih baik, maka dasar
galian harus dipadatkan/ditumbuk.
c) Kelebihan kedalaman galian tanah akibat hal-
hal tertentu, Pemborong harus melaksanakan
penimbunan Kembali serta dipadatkan sesuai
dengan persyaratan, akibat hal ini tidak
dilakukan biaya tambahan
d) Hasil akhir pekerjaan galian tanah pondasi harus
selalu diperiksa dahulu oleh direksi/pengawas
lapangan.
e) Perubahan-perubahan dari gambar Kerja yang
diperlukan untuk kemudahan pekerjaan
pengalian pondasi harus disetujui oleh
Konsultan Supervisi.
7. Pekerjaan Urugan a) Urugan pondasi dikerjakan setelah pekerjaan
Tanah Kembali konstruksi pondasi selesai dikerjakan.
b) Untuk urugan pondasi dapat digunakan tanah
hasil galian pondasi atau material lain yang
disetujui oleh Konsultan supervisi.
c) Tanah urugan pondasi harus dipadatkan dengan
alat pemadat Stemper atau alat lain yang
disetujui oleh Konsultan supervise.
d) Hasil pekerjaan urugan pondasi harus disetujui
oleh Konsultan Supervisi.
8. Pekerjaan Pasir Urug a) Pasir Urug hanya dipergunakan untuk urugan
dan timbunan serta alas pekerjaan Lantai Kerja
Beton (Line Concrete).
b) Pasir Urug tidak Tidak boleh mengandung
lumpur lebih dari 10 % dari berat keringnya.
9. Pekerjaan Pondasi a) Prosedur pelaksanaan konstruksi untuk
Tapak pekerjaan pondasi telapak yaitu:
- Pembuatan dan pengajuan gambar kerja
pekerjaan struktur beton tiap bagian.
- Pekerjaan persiapan galian yaitu mempelajari
gambar kerja untuk mengetahui posisi dan
dimensi galian baik untuk pondasi
telapak/footplat.
- Jika sebelumnya bouwplank dipasang untuk
keseluruhan bangunan, maka perlu dipasang
bouwplank tambahan untuk galian pondasi
telapak/footplat, agar dimensi galiannya sesuai
dengan tetap mengacu pada bouwplank induk.
- Menyiapkan tenaga penggali dan peralatan gali
seperti cangkul, sekop, cangkul burung, linggis,
dan lain-lain.
- Penggalian tanah untuk pondasi telapak/footplat
dilakukan secara hati-hati serta harus
mengetahui ukuran panjang, lebar, dan
kedalaman pondasi.
- Lebar dasar galian tanah pondasi hendaknya
dibuat lebih lebar dari ukuran pondasi agar
tukang lebih leluasa bekerjanya.
- Tanah hasil galian ditempatkan di sekitar galian
pada tempat yang tidak akan mengganggu
pekerjaan lain, karena tanah tersebut akan
dipakai untuk urugan tanah kembali.
b) Pekerjaan Pembesian Untuk pondasi
telapak/footplat. ini perakitan tulangan
dilakukan di luar tempat pengecoran di lokasi
proyek agar setelah dirakit dapat langsung
dipasang dan proses pembuatan pondasi dapat
berjalan lebih cepat. Cara perakitan tulangan :
- Besi yang dipakai untuk proyek ini mutu dan
diameter (spesifikasi) disesuaikan dengan
gambar kerja
- Mengukur dan mendesain bentuk atau
dimensi untuk masing-masing tipe tulangan
yang dapat diketahui dari gambar kerja.
- Merakit satu per satu bentuk dari tipe
tulangan pondasi dengan kawat pengikat
agar kokoh dan tulangan tidak terlepas.
- Besi beton yang telah dirakit diberi tanda
sesuai dengan penempatannya, supaya tidak
membingungkan/membuang waktu untuk
saat akan dipasang.
- Tulangan pondasi yang sudah dibentuk
untuk pondasi tapak ditempatkan pada
lubang galian setelah diberikan Lantai Kerja
10 cm dan diletakkan tegak lurus permukaan
tanah dengan bantuan waterpass tangan dan
unting-unting.
- Rakitan tulangan ditempatkan tidak
langsung bersentuhan dengan Lantai Kerja,
jarak antara tulangan dengan dasar tanah
minimal 40 mm, yaitu dengan menggunakan
penganjal beton decking agar ada jarak
antara tulangan dan permukaan dasar tanah
untuk melindungi/melapisi tulangan dengan
beton (selimut beton) dan tulangan tidak
menjadi karat.
- Setelah dipastikan rakitan tulangan benar-
benar stabil, maka dapat langsung
melakukan pengecoran.
c) Bekisting adalah suatu konstruksi bantu yang
bersifat sementara yang digunakan untuk
mencetak beton yang akan di cor, di dalamnya
atau diatasnya. Tahap-tahap pekerjaan
bekisting:
- Diasumsikan bekisting menggunakan bahan
dari plywood 9 mm atau papan kayu kelas
III dan perkuatan balok kayu 5/7.
- Agar balok beton yang dihasilkan tidak
melengkung maka waktu membuat
bekisting, jarak sumbu tumpuan
bekistingnya harus memenuhi persyaratan
tertentu.
- Bekisting disusun secara rapih berdasarkan
bentuk beton yang akan di cor.
- Bekisting dibentuk dengan baik dan
ditunjang dengan balok agar tegak lurus
tidak miring dengan bantuan alat waterpass.
- Bekisting tidak boleh bocor.
- Papan-papan disambung dengan klem /
penguat / penjepit.
- Paku diantara papan secara berselang-seling
dan tidak segaris agar tidak terjadi retak.
d) Pekerjaan Pengecoraan yaitu bahan-bahan
pokok dalam pembuatan beton adalah: semen,
pasir, kerikil/split serta air. Kualitas/mutu beton
tergantung dari kualitas bahan-bahan pembuat
beton dan perbandingannya. Bahan-bahan harus
diperiksa dulu sebelum dipakai membuat beton
dengan maksud menguji apakah syarat-syarat
mutu dipenuhi. Semen merupakan bahan pokok
terpenting dalam pembuatan beton karena
mempersatukan butir-butir pasir dan
kerikil/split menjadi satu kesatuan. semen
merupakan bahan pengikat dan apabila diberi air
akan mengeras. Agregat adalah butiran-butiran
batuan yang dibagi menjadi bagian pokok
ditinjau dari ukurannya yaitu agregat halus yang
disebut pasir dan agregat kasar yang disebut
kerikil/split dan batu pecah. Tahap-tahap
pekerjan pengecoran pondasi setempat yaitu:
- Bahan-bahan diaduk dengan urutan:
pertama masukan pasir, kedua semen
PC, ketiga batu split/ kerikil dan biarkan
tercampur kering dahulu dan baru
kemudian ditambahkan air secukupnya.
- Membersihkan seluruh permukaan dan
lokasi pengecoran dari kotoran dan
sampah.
- Setelah adukan benar-benar tercampur
sempurna kurang lebih selama 4-10
menit, hasil dari adukan beton dibawa
ketitik pondasi kemudian beton
dimasukkan/dituangkan ke dalam
lubang galian tanah yang sudah
diletakan tulangan dengan bantuan alat
sendok spesi dan dilakukan bertahap
sedikit demi sedikit atau diratakan dan
dipadatkan dengan vibrator agar tidak
ada ruangan yang kosong dan
kerikil/split yang berukuran kecil sampai
yang besar dapat masuk kecelah-celah
tulangan.
- Setelah melakukan pengecoran, metoda
yang mudah digunakan untuk
curing/perawatan beton dalam hal ini
adalah penyiraman langsung dengan air
bersih secara rutin.
- Setelah selesai masa pemeliharaan beton
dan bekistingnya telah dibongkar, maka
akan dilakukan pengurugan kembali
dengan tanah bekas galian serta
pembesian / tulangan disisakan
sepanjang 40 x diameter tulangan yang
digunakan untuk sambungan kolom.
- Semua pondasi tapak beton bertulang
dibuat dari beton dengan mutu F'c 17
Mpa
e) Material Beton yang di gunakan pada pekerjaan
pondasi tapak sebagai berikut :
➢ Semen yang digunakan adalah Portland
Cement merek Semen Padang, Tiga
Roda, Andalas, Merah Putih, Holcim
(Tipe PCC, OPC, PPC).
➢ Tidak diperkenankan menggunakan
semen yang telah mengeras sebagian
maupun seluruhnya dalam satu zak
sebagai bahan campuran.
➢ Penyimpanan harus sedemikian rupa
sehingga terhindar dari
➢ tempat yang lembab agar semen tidak
cepat mengeras. Tempat
➢ penyimpanan semen harus ditinggikan
30 cm dan tumpukan paling tinggi 2 m.
Setiap semen baru yang masuk harus
dipisahkan dari semen yang telah ada
agar pemakaian semen dapat dilakukan
menurut urutan pengiriman.
f) Material Agregat (Pasir,Kerikil dan Batu Pecah)
sebagai berikut :
➢ Kerikil yang digunakan harus bersih dan
bermutu baik, serta mempunyai gradasi dan
kekerasan sesuai yang disyaratkan dalam
PBI 1971.
➢ Untuk Beton mutu F'c 17 Mpa mengunakan
material kerikil dan beton mutu F'c 20 MPa
menggunakan batu pecah (Split) ukuran 20
– 30 mm.
➢ Penumpukan material kerikil dengan pasir
harus dipisahkan agar kedua jenis material
tersebut tidak tercampur untuk menjamin
adukan beton dengan komposisi material
yang tepat.
➢ Agregat halus harus bersih, keras dan
berbutir tajam, bebas dari lumpur, gumpalan
tanah/lumpur, bahan organik lainnya yang
dapat mengurangi atau merusakkan mutu
beton.
➢ Agregat kasar harus bersih dan bebas dari
bagian-bagian yang halus, mudah pecah,
keropos, tipis atau panjang-panjang, bebas
dari bahan-bahan organik atau dari substansi
yang merusak.
g) Besi Beton yag di persyaratkan sebagai berikut
:
➢ Besi beton yang digunakan adalah besi
beton polos (Ø 12, Ø 10 mm) dan behel
Ø8 mm dan Ø6 mm. Mutu baja yang
digunakan adalah U-24 (tegangan leleh
karakteristik minimum 2400kg/cm2).
Diameter besi yang digunakan harus
sesuai dengan gambar kerja dan
mendapat persetujuan dari
Konsultanpengawas. Daya lekat baja
tulangan harus dijaga dari kotoran,
lemak, minyak, karat lepas dan bahan
lainnya.
h) Material Bekisting yang dipersyaratkan sebagai
berikut :
➢ Bahan bekisting / cetakan harus
sedemikian rupa menghasilkan muka
beton yang rata. Untuk itu digunakan
cetakan dari Papan Kayu Kelas III dan
triplek tebal 9 mm, diperkuat dengan
rangka-rangka penyangga, penyokong
dll, sehingga mampu mendukung beton
sampai selesai proses ikatan beton.
➢ Semua ukuran cetakan harus tepat sesuai
dengan gambar dan sama disemua
tempat untuk bentuk dan ukuran yang
dikehendaki sama.
➢ Untuk pemakaian bekisting lebih dari
satu kali, wajib dilakukan pemeriksaan
kwalitas bekisting sebelum digunakan
kembali, dan mendapat persetujuan
Konsultan Pengawas.
i) Selimut beton: Penepatan besi beton didalam
cetakan tidak boleh menyinggung dinding atau
dasar cetakan, serta harus mempunyai jarak
tetap untuk setiap bagian-bagian konstruksi,
apabila tidak ditentukan didalam gambar
rencana, maka tebal selimut beton untuk satu
sisi pada masing-masing konstruksi adalah
sebagai berikut :
➢ Pondasi 3-5 cm
➢ sloof 2,5 -3 cm
➢ Balok 2,5 – 3 cm
➢ Kolom 2,5 - 3 cm
j) Air: Air yang digunakan harus air tawar, tidak
mengandung minyak, asam alkali, garam,
bahan-bahan organis atau bahan-bahan lain
yang dapat merusak beton atau baja tulangan.
Dalam hal ini sebaiknya dipakai air bersih yang
dapat diminum.
10. Pekerjaan Sloof Beton Untuk Pekerjaan Sloof Meliputi :
Bertulang
a) Menyiapkan Papan Bekisting, Besi Beton, dan
Job Mix Design dan Job Mix Formula untuk
pekerjaan sloof beton bertulang.
b) Melakukan perakitan besi sesuai dengan soft
drawing.
c) Memasang bekisting sloof sesuai dengan Soft
Drawing dan jangan lupa beton decking atau
tahu beton penyangga besi tulangan. Tujuan
beton decking ini untuk menjaga jarak selimut
beton agar tidak berubah selama proses
pengecoran.
d) Memasang sabuk sloof pada bekisting kolom
untuk memperkuat. Ukuran sloof yang
digunakan sesuai dengan Soft Drawing. Untuk
mengunci sloof tersebut harus menggunakan tie
rod. Tie rod bisa buat sendiri atau membeli jadi.
Jika ingin membuat sendiri menggunakan as
drat ukuran 10 mm, besi ulir 10 mm dan plat besi
tebal 3-5mm. Jaraksabuk sloof sangat
tergantung dari jarak pasangan kolom. Apabila
jarak kolom sekitar 3-4 m maka jumlah sabuk
sloof 2 dengan jarak dibagi rata. Namun jika
jarak kolom lebih dari 4 m maka menyesuaikan
dengan prinsip semakin ke bawah jarak sabuk
semakin pendek karena bebannya lebih besar di
bawah.
e) Memasang pipa support untuk menjaga
horizontal dari sloof terhadap kolom. Untuk
mendapatkan sloof struktur yang sempurna,
bekisting tidak boleh miring ataupun goyang
saat pengecoran Oleh karena itu pemasangan
pipa support dinilai sangat penting.
f) Apabila pemasangan bekisting dan besi sloof
telah selesai dikerjakan maka dilanjutkan
dengan pekerjaan pengecoran. Beton yang telah
dituangkan ke dalam bekisting kemudian
diratakan menggunakan sendok semen. Beton
juga dipadatkan menggunakan Vibrator supaya
tidak ada rongga udara diantara material beton.
g) Jika umur beton telah mencukupi maka
bekisting sloof dibuka dan beton dirawat dengan
cara menutup beton dengan kain yang basah
atau disiram.
11. Pekerjaan Kolom beton Untuk pekerjaan Kolom meliputi :
Bertulang
a) Menyiapkan sepatu kolom yang ditarik garis
lurusnya dari sloof. Fungsinya agar bekisting
tepat berada pada titik koordinatnya sesuai
dengan gambar perencanaan.
b) Melakukan perakitan besi tulangan sesuai
dengan desain yang telah ditentukan.
c) Memasang bekisting kolom. Jangan lupa beton
decking atau tahu beton penyangga besi
tulangan. Tujuan beton decking ini untuk
menjaga jarak selimut beton agar tidak berubah
selama proses pengecoran.
d) Memasang pipa support Untuk menjaga
vertikaliti dari kolom terhadap sloof dan
balok.Untuk mendapatkan kolom struktur yang
sempurna, bekisting tidak boleh miring ataupun
goyang saat pengecoran Oleh karena itu
pemasangan pipa support dinilai sangat penting.
e) Setelah kompenen bekisting dan besi serta celah
bekisting dirapatkan dan mendapatkan
persetujuan dari direksi, maka dilakukanlah
pengecoran beton sesuai dengan jenis beton
yang diinginkan. Untuk hasil pengecoran merata
harus dibantu dengan menggunakan alat
concreate vibrator.
12. Pekerjaan balok beton Pekerjaan Balok Beton bertulang Meliputi :
bertulang
a) Pembuatan dan pengajuan shop drawing
pekerjaan Balok Beton Bertulang
b) Persiapan material, antara lain: Portland cement,
pasir, split, air, kaso, multiplek 10 mm, besi
beton, kawat beton, dan paku.
c) Persiapan alat kerja, antara lain: waterpass,
beton mixer ,meteran, bar bending, mesin
potong besi , unting-unting, benang, vibrator,
gerobak sorong, dan selang air.
d) Surveyor melakukan pengukuran dengan
waterpass dan memberi tanda (marking) untuk
posisi titik perletakan balok beton.
e) Perakitan pembesian harus sesuai dengan
gambar kerja.
f) Selanjutnya adalah pemasangan tulangan
utama, sebelum pemasangan sengkang, terlebih
dahulu dibuat tanda pada tulangan utama
dengan kapur.
g) Selanjutnya adalah pemasangan sengkang,
setiap pertemuan antara tulangan utama dan
sengkang diikat oleh kawat dengan sistem
silang.
h) Setelah tulangan selesai dirakit, besi tulangan
diangkut ke lokasi yang akan dipasang.
i) Bekisting dipasang dalam 3 sisi, sisi kanan, sisi
kiri dan sisi bawah, dipasang dengan multiplek
10 mm sebagai bahan bekisting + tulangan kayu
kaso 4/6.
j) Ukur bekisting menggunakan meteran agar
mendapatkan hasil yang sesuai, setelah itu
kemudian letakkan bekisting pada tempat yang
sudah ditentukan.
k) Bekisting diberikan skoor dari kayu reng 3/4
sebagai penguat tekanan saat coran dituangkan,
antar skoor diberi jarak sekitar 30cm dengan
skoor lainnya.
l) Pemasangan skoor dapat menggunakan paku
sebagai perekatnya, kemudian paku ditokok
dengan menggunakan palu.
m) Setelah bekisting terpasang dengan baik,
bekisting diolesi minyak bekisting kemudian
letakkan pembesian balok pada posisinya tepat
didalam bekisting.
n) Pastikan pembesian telah terletak dengan
sempurna pada posisinya didalam bekisting
dengan membuat tahu-tahu beton di bawah dan
digantung kiri kanan bagian dalam bekisting,
dengan maksud mendapatkan selimut beton.
o) Pengecoran beton dilakukan menggunakan
mutu beton sesuai dengan spesifikasi teknis.
p) Untuk memudahkan pekerjaan disiapkan
gerobak sorong sebagai pengantar adukan ke
areal pekerjaan.
q) Setelah area siap, lakukan pengecoran beton
dengan menuang adukan beton ke area
pengecoran, Penuangan beton dilakukan secara
bertahap, hal ini dilakukan untuk menghindari
terjadinya segregasi yaitu pemisahan agregat
yang dapat mengurangi mutu beton. Selama
proses pengecoran berlangsung pemadatan
beton menggunakan vibrator. Hal tersebut
dilakukan untuk menghilangkan rongga-rongga
udara serta untuk mencapai kepadatan
maksimal.
r) Setelah beton berumur 28 hari (beton
konvensional), sementara bekisting samping
(tidak menahan momen) dapat dibuka > 24 jam
dimana bentuk beton sudah stabil.
s) Setelah dilaksanakan pengecoran, maka untuk
menjaga agar mutu beton tetap terjaga dilakukan
perawatan beton. Perawatan beton yang
dilakukan adalah dengan menyiram /
membasahi beton 2 kali sehari selama 1 minggu.
13. Pekerjaan Dinding a) Batu Merah harus berkualitas baik, tidak pecah,
Bata, Plesteran dan dan bila direndam tidak hancur/ tetap utuh.
Acian Ukuran batu-bata sesuai dengan produksi
setempat dan bahan yang masuk ke dalam lokasi
proyek harus terlebih dahulu diperiksa oleh
Direksi/ Pengawas.
b) Pasir harus terdiri dari butir–butir yang bersih,
bebas dari bahan–bahan organis, lumpur dan
sebagainya memenuhi komposisi butir serta
kekerasan.
c) Adukan untuk pasangan batu-bata 1:4 dipakai 1
PC : 4 Pasir.
d) Permukaan yang akan dipasang batu-bata harus
bersih dan basah, sedangkan batu-bata sebelum
dipasang harus dicelup/ dibasahi dengan air.
Batu-bata yang pecah tidak lebih dari 10%.
e) Adukan harus dibuat secara hati–hati diaduk
dalam bak kayu yang besarnya memenuhi
syarat.
f) Semen dan pasir harus dicampur dalam keadaan
kering, kemudian diberi air sesuai persyaratan,
untuk mendapatkan campuran yang diinginkan
yaitu yang memenuhi syarat. Adukan yang
sudah mengering tidak boleh dicampur dengan
adukan baru.
14. Pekerjaan Plesteran Bahan–bahan untuk adukan beton terdiri atas semen
PC, pasir, dan air. Perbandingan adukan adalah 1 PC :
4 pasir. Tahapan Pelaksanaan Meliputi :
a) Sebelum pekerjaan plesteran dimulai, bidang
yang akan diplester harus bersih dari kotoran
dan lemak/ minyak, dan dibasahi dengan air
hingga jenuh.
b) Campuran tidak boleh terlalu cair atau terlalu
kental, dan dicampur dengan menggunakan air
tawar yang bersih.
c) Agregat/ pasir yang akan dipergunakan harus
diayak hingga memiliki butiran yang sesuai
dengan kemampuan kuat lekat yang
disyaratkan.
d) Tebal plesteran adalah 1,50 cm smpai 2,50 cm
atau disesuaikan dengan gambar dan spesifikasi
yang ada atau berdasarkan petunjuk Direksi/
Pengawas. Bidang hasil plesteran harus rapi,
rata, dan tidak bergelombang serta presisi
dengan ukuran-ukuran yang sudah disyaratkan
dalam gambar.
15. Pekerjaan Atap a) Baik ukuran maupun mutu dari setiap bahan
tersebut tidak boleh diubah, kecuali bila ada
perintah tertulis dari Direksi/ Pengawas.
b) Bahan penutup atap adalah Spandek t = 0.30
mm.
c) Rangka Atap yang di gunakan adalah rangka
atap Kayu Kelas II.
d) Pengukuran bentang bangunan sebelum
dilakukan fabrikasi.
e) Pekerjaan pemasangan seluruh rangka atap
kuda-kuda meliputi struktur rangka kuda-kuda
(truss), balok tembok (top plate/murplat), reng,
sekur overhang, ikatan angin dan bracing
(ikatan pengaku).
f) Pemasangan penutup atap menggunakan Atap
Spandek t= 0,30 mm (sesuai dengan BQ)
g) Pemasangan Atap harus benar – benar lurus dan
rapi, tidak bergelombang.
h) Untuk Lisplank yang digunakan adalah lisplank
GRC dengan ukuran Lebar 20 cm dengan tebal
9 mm.
i) Kontraktor Pelaksana dalam melaksanakan
Kegiatan harus seizin dari Pengawas Lapangan.
16. Pekerjaan Pemasangan a) Pekerjan Lantai Keramik Ukuran 40 x 40 Cm :
Lantai ➢ Pekerjaan keramik pada lantai adalah
pada seluruh kebutuhan ruangan.
➢ Lantai Keramik yang di gunakan adalah
keramik berukuran 40 x 40 cm.
➢ Campuran (agregat) untuk pasang
keramic lantai, halus harus dipilih pasir
yang bagus bersih dan bebas dari segala
macam kotoran, dan melalui ayakan.
➢ Campuran perekat antar bata adalah
dengan perbandingan 1 PC : 4 Pasir
pasang.
➢ Lebar nat keramik 1 mm dan diisi
dengan semen penutup.
➢ Hasil akhir lantai adalah rata, tidak
bergelombang.
17. Pekerjaan Kusen, Pintu a) Lingkup Pekerjaan meliputi :
dan Jendela ➢ Pek. Kusen menggunkan kayu Kelas II.
➢ Pek. Daun Pintu dan daun Jendela
Menggunakan Kayu kelas II.
➢ Daun Jendela Menggunakan Kaca tebal
5 mm.
b) Sebelum memulai pelaksanaan Penyedia Jasa
diwajibkan meneliti gambar-gambar dan
kondisi di lapangan, terutama ukuran dan peil
lubang bukaan dinding dan dimintakan
persetujuan dari Konsultan Pengawas.
c) Semua kusen untuk pintu, dikerjakan secara
pabrikasi dengan teliti sesuai dengan ukuran dan
kondisi lapangan agar hasilnya dapat
dipertanggung jawabkan.
d) Pengunci dan penggantung harus berfungsi
dengan baik. Semua contoh barang tersebut
harus mendapat persetujuan dari Direksi Teknis
(Pengawas/Konsultan Pengawas). Apabila
kunci dan alat penggantung yang dipasang
ternyata tidak berfungsi,harus dibongkar/
diganti atas biaya Penyedia Jasa.
e) Semua pemasangan harus rapi sehingga pintu
dapat ditutup dan dibuka dengan mudah, lancar,
dan ringan.
18. Pekerjaan Langit a) Rangka plafond yang digunakan adalah Rangka
Langit (Plafond) Furing Metal lengkap dengan top cross rail,
ceiling batten, angle, cb, connector, ter spring,
suspension rod, dan angle bracket. jarak
penggantungan sesuai dengan Gambar Rencana.
b) Untuk pengikatan tepi rangka langit – langit
yang menempel dinding pasangan batu bata atau
beton adalah dengan “fischer atau paku”
c) Pemasangan rangka langit – langit rata
waterpass pada permukaan bawahnya.
d) Pekerjaan Penutup Plafon terbagi dua jenis
material. Untuk di ruangan dalam menggunakan
plafond Gypsum tebal 9 mm dan untuk area
ruangan selasar dan overhang atap
menggunakan Kalsiboard tebal 4 mm.
e) Sebelum dilaksanakannya pemasangan langit-
langit (Plafon), semua pekerjaan lain yang
terletak diatas langit-langit (Plafon) harus sudah
terpasang secara sempurna.
f) Sebelum pekerjaan pemasangan langit-langit
dimulai, diwajibkan mengadakan
pengecekan/pemeriksaan kembali pekerjaan-
pekerjaan yang erat hubungannya dengan
pekerjaan langit-langit ini, untuk ini diwajibkan
adanya kerja sama (koordinasi) yang baik
dengan semua unsur pelaksana di Lapangan.
19. Pekerjaan Eletrikal a) Pekerjaan ini meliputi pemasangan bahan-bahan
material instalasi listrik, seperti pemasangan
Lampu Downlight, saklar, Stop kontak dan
MCB.
b) Bahan Produk :
➢ Kabel NYM 3x2,5 mm2
➢ MCB 10 A
➢ Lampu Downligt LED 15 watt
➢ Stop Kontak
➢ Saklar Ganda
➢ Pipa PVC Listrik
➢ Klem Pipa PVC Listrik
➢ T-Dus
➢ L-Bow
20. Pekerjaan Pengecataan a) pekerjaan cat adalah semua pelapisan
permukaan pada berbagai material untuk
maksud-maksud perlindungan, pemberian
warna, pemberian tekstur.
b) Pengecatan seluruh pekerjaan harus sesuai
dengan NI-3 dan NI-4 atau sesuai dengan
spesifikasi dari pabrik cat yang digunakan.
c) Sebelum dinding plamir, plesteran sudah harus
betul-betul kering, tidak ada retak-retak dan
Kontraktor meminta persetujuan kepada
Konsultan Pengawas.
d) Lapisan pengecatan dinding dalam terdiri-dari 3
(tiga) lapis dengan kekentalan cat sebagai
berikut :
➢ Lapisan I encer yaitu dengan tambahan
20% air bersih.
➢ Lapisan II dan III kental yaitu dengan
tambahan 10% air bersih.
e) Setelah pekerjaan cat selesai, bidang dinding
dan plafon merupakan bidang utuh, rata,licin,
tidak ada bagian yang belang dan bidang
dinding dijaga terhadap pengotoran-
pengotoran.
21. Pekerjaan Jalur Pekerjaan Ini meliputi :
disabilitas
a) Pemasangan Guiding Block dengan ukuran 30 x
30 cm.
b) Pemasangan Warning Block dengan ukuran 30
x 30 cm.
c) Pemasangan Hand rail dengan menggunakan
material pipa stainless dia 1,5 “ dengan
ketabalan 1,5 mm.
D. Persyarataan Penyedia
Memiliki Sertifikat Badan Usaha (SBU) dengan Kualifikasi Usaha KECIL,
SBU KBLI 2020 (BG006 KBLI 41016 Konstruksi Gedung Pendidikan) atau SBU KBLI
2017 (BG007 KBLI 41016 Konstruksi Gedung Pendidikan).
E. Spesifikasi Jabatan Kerja Konstruksi
No Jabatan dalam pekerjaan yang Pengalaman Sertifikat Kompetensi
akan dilaksanakan Kerja Kerja
(tahun)
1 Pelaksana Gedung 1 2 tahun Ahli Muda Pelaksana
Pembongkaran Bangunan
Gedung SKK Jenjang 7
2 Petugas K3 - Petugas Keselamatan
Konstruksi Jenjang 3
F. Spesifikasi Peralatan Konstruksi dan Peralatan Bangunan:
No. Nama Peralatan Kapasitas Jumlah
1 Pick Up 1 Ton 1 unit
2 Genset 6 kVA 1 unit
3 Concrete Mixer ( Molen) 0.5 m3 1 unit
4 Waterpass Auto Level 1 Set
5 Scaffolding - 3 Set
6 Peralatan Pemotong Besi 2.2 Kw 1 unit
A. Keterangan Gambar (gambar terpisah)
Gambar untuk pelaksanaan pekerjaan, antara lain:
1. Peta Lokasi
2. Lay out
3. Denah, tampak dan Potongan
4. Detail Engineering Desain (DED)
Rehabilitasi Ruang Kelas dengan tingkat kerusakan minimal sedang SMP Negeri 15
Islam Terpadu Binjai :
a. Denah Ruang Kelas
b. Denah Selasar
c. Denah Jalur Disabilitas
d. Gambar Kerja
II. PERKIRAAN DAN PENGEDALIAN RISIKO DALAM PEKERJANAAN
Tahapan Identifikasi Bahaya Kekerapan Keparahan Tingkat Risiko Skala
Pekerjaan Prioritas
1. Persiapan / Kecelakaan akibat Kecil Kecil Kecil 3
Pembongkaran alat berat,
Terjatuhnya pekerja Kecil Kecil Kecil 3
dari ketinggian
2.Pekerjaan Tangan tergores Sedang Sedang Sedang 2
besi saat
Sloof Beton
pemotongan besi
Bertulang
Kecelakaan saat Kecil Besar Sedang 2
pemasangan
bekisting
Terjepit atau Sedang Sedang Sedang 2
terluka akibat
material konstruksi
3. Pekerjaan Tangan tergores Sedang Sedang Sedang 2
besi saat
Kolom Beton
pemotongan besi
Bertulang
Pekerja tertimpa Sedang Sedang Sedang 2
bekisting yang
copot
Adonan beton Sedang Sedang Sedang 2
terjatuh
mengenai pekerja
yang ada
dibawah
4. Pekerjaan Tangan tergores Sedang Sedang Sedang 2
besi saat
Ring Balok
pemotongan besi
Beton
Bertulang
Pekerja tertimpa Sedang Sedang Sedang 2
bekisting yang
copot
Adonan beton Sedang Sedang Sedang 2
terjatuh
mengenai pekerja
yang ada
dibawah
5.Pekerjaan Jatuhnya material Sedang Sedang Sedang 2
Dinding konstruksi
Terjatuhnya Kecil Besar Besar 1
pekerja dari
ketinggian
6. Pekerjaan Terjatuhnya Besar Besar Besar 1
Atap pekerja saat
pemasangan atap
Kecelakaan akibat Kecil Besar Sedang 3
cuaca buruk
7. Pekerjaan Terkena Mesin Sedang Sedang Sedang 2
Lantai Potong Keramik
Tersengat Listrik Kecil Kecil Kecil 3
8. Pekerjaan Terjepit saat Sedang Sedang Sedang 2
pemasangan
Pintu dan
Jendela
Terpukul palu Kecil Besar Sedang 3
Terluka akibat alat Sedang Sedang Sedang 2
pemotong
9. Pekerjaan Terjatuhnya Besar Besar Besar 1
Plafon pekerja saat
pemasangan
Plafond
Tertimpa material Sedang Sedang Sedang 2
Plafond dan
rangka
Tertusuk Bor Kecil Besar Sedang 3
10.Pekerjaan Korsleting listrik Sedang Sedang Sedang 2
Instalasi Listrik atau kebakaran
Kecelakaan saat Kecil Sedang Sedang 2
pemasangan instalasi
listrik
11.Pekerjaan Kecelakaan saat Sedang Sedang Sedang 2
Pengecataan pengecatan
Terluka akibat bahan Kecil Besar Sedang 3
kimia
12. Pekerjaan Terkena Mesin Sedang Sedang Sedang 2
Jalur Potong Keramik
Disablitas
Terluka akibat Kecil Sedang Sedang 2
material konstruksi
Skala prioritas:
1. Besar: risiko yang harus segera ditangani
2. Sedang: risiko yang perlu diperhatikan dan ditangani sesuai dengan rencana manajemen
risiko
3. Kecil: risiko yang bisa ditangani dalam waktu yang lebih fleksibel atau sesuai dengan
jadwal perawatan rutin
Berikut adalah penjelasan lebih lanjut tentang skala prioritas:
1. Risiko Besar: Tahap pekerjaan yang memiliki tingkat risiko Besar memerlukan intervensi
segera untuk mengurangi risiko kecelakaan kerja. Pada tahap ini, perlu adanya
perencanaan yang baik, peralatan keselamatan yang memadai, serta pelatihan dan
pengawasan ketat bagi pekerja. Contoh tindakan yang bisa diambil meliputi penerapan
metode kerja yang lebih aman, pemberian peralatan pelindung diri (APD) yang sesuai,
serta penyuluhan tentang keselamatan kerja.
2. Risiko Sedang: Tahap pekerjaan dengan tingkat risiko sedang memerlukan upaya untuk
mengurangi risiko melalui manajemen risiko yang sistematis. Tindakan yang bisa diambil
meliputi evaluasi prosedur kerja, penyediaan peralatan keselamatan yang memadai, dan
pengawasan untuk memastikan pekerja mematuhi aturan keselamatan. Pada tahap ini,
pencegahan kecelakaan dapat dilakukan melalui perbaikan perencanaan dan koordinasi
antara pekerja dan pihak terkait.
3. Risiko Kecil: Tahap pekerjaan dengan tingkat risiko Kecil bisa ditangani dengan lebih
fleksibel dan dalam jangka waktu yang lebih panjang. Tindakan yang bisa diambil
meliputi pengecekan rutin terhadap peralatan dan kondisi kerja, serta penyuluhan tentang
keselamatan kerja. Pada tahap ini, risiko kecelakaan relatif lebih kecil, namun tetap perlu
dikelola secara efektif untuk menjaga keselamatan pekerja dan menghindari potensi risiko
yang lebih besar.
Dokumen spesifikasi teknis menetapkan bahwa tingkat Risiko Keselamatan Konstruksi
(RKK) untuk paket pekerjaan sebagaimana dimaksud di atas adalah adalah
RISIKO KESELAMATAN KONSTRUKSI (BESAR / SEDANG / KECIL)
A. Pernyataan Penetapan Tingkat Risiko Keselamatan Konstruksi
Penetapan tingkat risiko Keselamatan Konstruksi ditentukan dengan berdasarkan
kriteria penentuan tingkat risiko keselamatan.
KONSULTAN
PERENCANA
Berdasarkan hasil identifikasi bahaya untuk pelaksanaan pekerjaan :
Nama Paket Pekerjaan : Rehabilitasi Ruang Kelas dengan
tingkat kerusakan minimal sedang
SMP Negeri 15 Islam Terpadu
Binjai
Harga Penilaian Perancangan : Rp 793.424.374,97,- ( Termasuk
(Estimate Engineer) PPN 11%)
Lokasi Pekerjaan : SMP Negeri 15 Islam Terpadu
Binjai
Waktu Pelaksanaan : 90 Hari Kalender
PENETAPAN TINGKAT RISIKO KESELAMATAN KONSTRUKSI
(BESAR/SEDANG/KECIL)
Diketahui oleh Pejabat Pembuat : Dibuat oleh Team Leader
Komitmen
AUZAR HABIBIE MARPAUNG, SE : FEBRIANSYAH, ST
Tanda Tangan :