Dunia Teknik Jaya | 00*8**7****21**0 | Rp 996,750,003 |
| 0029197639823000 | - | |
| 0015884190821000 | - | |
| 0628333171823000 | - | |
| 0428373211821000 | - |
PEMERINTAH KOTA BITUNG
DINAS PEKERJAAN UMUM DAN TATA RUANG
JL. W. MONGINSIDI NO. 68 Telp. (0438) 30143 – BITUNG ;
Website : www.bitungkota.go.id ;www.pupr.bitungkota.go.id; e-mail : [email protected]
URAIAN SINGKAT
PEKERJAAN
REHABILITASI JALAN
SUPRAPTO (HOTMIX)
PEKERJAAN : REHABILITASI JALAN SUPRAPTO (HOTMIX)
LOKASI : KEL. KADOODAN, KEC. MADIDIR
SUMBER DANA : APBDP - DANA ALOKASI UMUM (DAU)
TAHUN ANGGARAN : 2025
SATUAN KERJA : DINAS PEKERJAAN UMUM DAN TATA RUANG
Seiring dengan meningkatnya aktivitas transportasi dan mobilitas Masyarakat, peranan
infrastruktur jalan menjadi sangat penting sebagai sarana utama pendukung kegiatan
ekonomi, social, dan distribusi barang maupun jasa. Jalan yang baik dan layak akan
menunjang kelancaran arus lalu lintas, efisiensi waktu tempuh, serta keselamatan pengguna
jalan. Oleh karena itu, kondisi permukaan jalan harus senantiasa dipelihara agar tetap
berada dalam kondisi mantap dan nyaman untuk dilalui.
Namun demikian, dalam jangka waktu tertentu, lapis permukaan jalan (aspal) akan
mengalami penurunan kualitas akibat pengaruh beban lalu lintas yang berulang, perubahan
cuaca, dan umur perkersan itu sendiri. Beban kendaraan berat yang melintas setiap hari
mengakibatkan terjadinya deformasi pada permukaan, sedangkan paparan sinar matahari
dan air hujan menyebabkan oksidasi dan penuaan aspal sehingga lapisan permukaan
menjadi keras, retak-retak halus dan aus.
Kondisi ausnya permukaan jalan menyebabkan berkurangnya daya lekat antara ban
kendaraan dan permukaan jalan, sehingga dapat menimbulkan risiko keselamatan lalu lintas
terutama pada saat kondisi basah, selain itu, retakan halus yang tidak segera diperbaiki
dapat memungkinkan air meresap kedalam lapisan perkerasan, yang dalam jangka waktu
Panjang akan menyebabkan kerusakan structural yang lebih berat seperti lubang atau
kerusakan kulit buaya.
Untuk mencegah kerusakan lebih lanjut dan mengembalikan fungsi pelayanan jalan,
diperlukan tindakan rehabilitasi berupa pekerjaan overlay (pelapisan ulang). Metode ini
dilakukan dengan menambahkan lapisan aspal baru di atas permukaan lama setelah
dilakukan perbaikan local dan pembersihan.
Pekerjaan ini bertujuan untuk memperbaiki dan menutup retak halus serta permukaan
yang haus, meningkatkan Kembali Tingkat kerataan dan kekesatan permukaan jalan,
menambah ketebalan lapisan perkerasan sehingga mampu menahan beban lalu lintas yang
meningkat, memperpanjang umur layanan jalan tanpa perlu melakukan rekosntruksi total.
Pelaksanaan pekerjaan harus mengikuti pedoman dan standar mutu yang tercantum dalam
spesifikasi umum bina marga tahun 2018 untuk pekerjaan konstruksi jalan dan jembatan
(revisi 2), dan gambar teknis yang berlaku.
Ruang lingkup pekerjaan meliputi :
DIVISI 6. PERKERASAN ASPAL
6.1.(1) Lapis Perekat – aspal cair/emulsi
Pekerjaan lapis perekat (tack coat) adalah proses penyemprotan aspal cair atau
emulsi ke permukaan perkerasan lama sebelum dilakukan penghamparan
lapisan aspal baru (overlay). Tujuannya adalah untuk meningkatkan daya lekat
(bonding) antara dua lapisan perkerasan aspal yaitu antara lapisan lama dan
lapisan baru agar keduanya bekerja secara menyatu sebagai kesatuan struktur
jalan. Permukaan aspal lama harus bersih dari debu, tanah atau material lepas.
Penyemprotan dilakukan secara merata menggunakan alat asphalt distributor
dengan takaran antara 0,25 – 0.60 liter/m², tergantung jenis permukaan dan
jenis aspal yang digunakan.
Setelah disemprot, lapisan ini harus dibiarkan selama beberapa waktu hingga
tack coat mengering Sebagian (setengah lengket) sebelum dilanjutkan dengan
penghamparan lapisan aspal baru. Pekerjaan ini harus dilakukan pada kondisi
cuaca cerah dan permukaan kering agar hasilnya optimal.
6.3.(5a) Laston lapis aus (AC-WC)
Pekerjaan Laston Lapis Aus (AC-WC) merupakan lapisan paling atas dalam
struktur perkerasan lentur (aspal), berfungsi sebagai permukaan jalan yang
langsung menerima beban lalu lintas dan pengaruh cuaca. AC-WC (Asphalt
Concrete – Wearing Course) menggunakan campuran aspal panas dan agregat
halus-kasar bergradasi rapat, yang dirancang untuk memberikan kekesatan,
kenyamanan, dan ketahanan terhadap aus.
Campuran aspal AC-WC diproduksi di AMP (Asphalt Mixing Plant) dengan suhu
pencampuran dan pemadatan sesuai spesifikasi (biasanya ±150–160°C untuk
pencampuran, dan ±135–145°C untuk pemadatan). Campuran kemudian
dihampar di lapangan menggunakan asphalt finisher, dan dipadatkan dengan
tandem roller atau pneumatic roller secara bertahap hingga mencapai kepadatan
minimal 98% dari kepadatan maksimum Marshall.
6.3.(8) Bahan anti pengelupasan
Bahan anti pengelupasan adalah zat atau material tambahan yang digunakan
dalam campuran aspal atau pada lapisan perkerasan jalan untuk mencegah
terjadinya pengelupasan (stripping) antara agregat dan aspal. Pengelupasan
dapat menyebabkan kerusakan pada lapisan perkerasan seperti retak, lubang,
dan penurunan kekuatan ikatan.
Bahan ini biasanya berupa additive kimia berupa anti stripping agent yang
dicampurkan langsung ke dalam campuran aspal atau diaplikasikan sebagai
lapisan pelindung. Contoh bahan yang sering digunakan adalah amina
kuaterner, hydrated lime, atau bahan organik tertentu yang dapat meningkatkan
adhesi antara agregat dan aspal.
Penggunaan bahan anti pengelupasan sangat penting terutama pada kondisi
lingkungan dengan kelembapan tinggi atau pada agregat yang bersifat mudah
terkelupas. Dengan bahan ini, daya tahan lapisan perkerasan terhadap air dan
beban lalu lintas meningkat, sehingga umur jalan menjadi lebih panjang.
DIVISI 9. PEKERJAAN HARIAN DAN PEKERJAAN LAIN-LAIN
9.2.(1) Marka jalan thermoplastik
Pekerjaan marka jalan thermoplastik adalah proses pengecatan garis-garis
marka lalu lintas pada permukaan jalan menggunakan bahan thermoplastik
yang dipanaskan hingga mencair dan kemudian diaplikasikan secara panas (hot
applied). Bahan thermoplastik ini memiliki daya rekat yang kuat, ketahanan aus
tinggi, serta reflektansi yang baik untuk visibilitas terutama pada malam hari
dan kondisi basah.
Penerapan marka dilakukan dengan terlebih dahulu membersihkan permukaan
jalan agar bebas debu, minyak, dan kotoran. Kemudian bahan thermoplastik
dipanaskan hingga suhu tertentu (sekitar 180–200°C) sebelum diaplikasikan
menggunakan alat khusus seperti spraying machine atau extrusion machine
sesuai dengan pola dan ketebalan yang direncanakan.
Marka thermoplastik memiliki umur pakai yang lebih lama dibanding cat biasa,
tahan terhadap beban lalu lintas berat dan kondisi cuaca ekstrem, sehingga
sangat cocok untuk marka jalan permanen pada jalan raya, persimpangan, dan
area parkir.
Dengan demikian, Rehabilitasi Jalan Suprapto (Hotmix) melalui pekerjaan overlay
merupakan langkah efektif, efisien, dan ekonomis dalam upaya menjaga dan meningkatkan
kualitas infrastruktur jalan agar tetap memberikan pelayanan optimal kepada Masyarakat.
Demikian uraian singkat pekerjaan ini dibuat dan dapat dipergunakan sebagaimana semestinya.
Bitung, Oktober 2025
Dinas Pekerjaan Umum dan Tata
Ruang Kota Bitung,
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK)
R. M. R. SOMPOTAN, ST,MM
NIP. 19770511 200604 1 004