| Administrative Score (SA) | ||||
|---|---|---|---|---|
| 0852822501016000 | Rp 3,930,536,000 | 98.75 | 99 | |
PT Punai Raya Multimedia | 04*5**1****68**0 | Rp 4,294,412,400 | 87.5 | 88.31 |
| 0030149744008000 | Rp 4,365,000,000 | 100 | 98.01 | |
PT Tekad Abadi Utama | 09*2**3****35**0 | - | - | - |
PT Yuta Komunika Lestari | 09*6**5****39**0 | - | - | - |
PT Asa Sena Karya | 02*7**8****24**0 | - | - | - |
| 0768297962416000 | - | - | - | |
| 0616317665407000 | - | - | - | |
| 0032027914061000 | - | - | - | |
CV Idea Kreatif Nusantara | 05*3**9****04**0 | - | - | - |
| 0015725617061000 | - | - | - | |
| 0312908734542000 | - | - | - | |
| 0030149751407000 | - | - | - | |
| 0903824589001000 | - | - | - | |
| 0021453675001000 | - | - | - | |
| 0029802733404000 | - | - | - | |
PT Dyan Kreasi Indonesia | 03*8**9****71**0 | - | - | - |
| 0013456629017000 | - | - | - | |
| 0936067115015000 | - | - | - | |
| 0022393367416000 | - | - | - | |
| 0863467114447000 | - | - | - | |
| 0025951781404000 | - | - | - | |
| 0705785491411000 | - | - | - | |
Penata Tricipta Aditama | 00*8**8****77**0 | - | - | - |
| 0703467365905000 | - | - | - | |
| 0810570325013000 | - | - | - | |
PT Surya Khatulistiwa Pradana | 09*8**8****17**0 | - | - | - |
| 0013082797001000 | - | - | - | |
| 0739181147429000 | - | - | - | |
| 0929782084036000 | - | - | - |
Uraian Singkat Pekerjaan Penyelenggaraan Perizinan Berusaha berbasis risiko di daerah dilaksanakan oleh Pemerintah Daerah melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu (DPMPTSP) Provinsi dan Kabupaten/Kota, yang mempunyai tugas dan fungsi menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang penanaman modal yang menjadi kewenangan daerah. Dalam hal ini, DPMPTSP baik Provinsi maupun Kabupaten/Kota diharapkan mampu menyelenggarakan manajemen Perizinan Berusaha berbasis risiko secara cepat, mudah, terintegrasi, transparan, efisien, efektif, dan akuntabel sebagai upaya memberikan kepastian hukum, meningkatkan ekosistem investasi dan kegiatan Berusaha serta menjaga keberlangsungan kinerja pelayanan Perizinan Berusaha Berbasis Risiko di daerah sesuai dengan amanat Undang-Undang Cipta Kerja. Menindaklanjuti Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Perizinan Berusaha di Daerah, Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM selaku “Lembaga OSS” yang bertanggungjawab untuk melakukan pembinaan DPMPTSP dan tata hubungan kerja DPMPTSP, perlu melaksanakan Kegiatan Peningkatan Kinerja Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Kinerja Percepatan Pelaksanaan Berusaha Pemerintah Daerah berupa pembinaan secara teknis sebagaimana telah diamanatkan dalam Peraturan Menteri Investasi Dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2024 Tentang Organisasi Dan Tata Kerja Kementerian Investasi Dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal, Kedeputian Pelayanan penanaman Modal mempunyai tugas untuk melaksanakan pemberian bimbingan teknis dan supervisi di bidang pelayanan penanaman modal, khususnya bagi Pemda dengan kategori kinerja hasilnya “Kurang Baik” dalam Kegiatan Penilaian Kinerja PTSP dan Kinerja PPB Pemda. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas hasil penilaian kinerja PTSP dan kinerja PPB Pemda, sekurang-kurangnya akan memperoleh kategori “Baik”. Adapun laporan hasil kegiatan tersebut diharapkan dapat digunakan sebagai salah satu referensi penyusunan kebijakan pelaksanaan berusaha di daerah untuk menciptakan sinkronisasi, integrasi, dan koordinasi antara Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM dengan DPMPTSP Provinsi dan Kabupaten/Kota, serta meningkatkan kualitas penyelenggaraan perizinan berusaha di daerah. MAKSUD DAN TUJUAN Maksud dari kegiatan ini adalah meningkatkan kualitas penyelenggaraan perizinan berusaha di daerah, dengan tujuan antara lain: a. Memberikan pemahaman yang komprehensif kepada Pemerintah Daerah terkait kebijakan penanaman modal yang saat ini berlaku. b. Memberikan pemahaman kepada Pemda terkait penyelenggaran pelayanan terpadu satu pintu dan pelaksanaan perizinan berusaha berbasis risiko. c. Meningkatkan kapasitas aparatur Pemerintah Daerah dalam mengakses dan memperoses perizinan secara efektif dan efisien. d. Menjadi forum diskusi antara Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM dengan Pemerintah Daerah dalam menyampaikan tantangan dan solusi dalam implementasi Sistem OSS. PENERIMA MANFAAT Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan manfaat kepada berbagai pihak, antara lain: e. Pegawai pada DPMPTSP Provinsi dan Kabupaten/Kota yang bertugas dalam pelayanan perizinan, pengawasan, dan pelaksanaan kebijakan berusaha di daerah. f. Aparatur di lingkungan Sekretariat Daerah (Sekda), khususnya yang berkaitan dengan koordinasi kebijakan ekonomi daerah, penyusunan peraturan daerah, serta monitoring implementasi perizinan dan investasi. RUANG LINGKUP KEGIATAN Ruang lingkup kegiatan adalah: g. Membantu dan turut serta dalam persiapan pelaksanaan Kegiatan Peningkatan Kinerja Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Kinerja Percepatan Perizinan Berusaha Pemerintah Daerah, meliputi: 1) Kick Off Meeting Kegiatan 2) Rapat Koordinasi Teknis Penyiapan Materi Kegiatan 3) Sosialisasi Kegiatan 4) Training of Trainers 5) Advance Tim Kegiatan h. Menyelenggarakan dan memfasilitasi Kegiatan Peningkatan Kinerja Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Kinerja Percepatan Perizinan Berusaha Pemerintah Daerah berupa Bimbingan Teknis di 6 (enam) Daerah Riau, Kepulauan Riau, D.I. Yogyakarta, Kalimantan Timur, Sulawesi Utara, dan Papua. i. Memfasilitasi dan menyiapkan finalisasi kegiatan pelaksanaan Kegiatan Peningkatan Kinerja Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Kinerja Percepatan Perizinan Berusaha Pemerintah Daerah, meliputi: 1) Monitoring dan Evaluasi Kegiatan 2) Finalisasi Laporan Kegiatan j. Melaporkan hasil Kegiatan Peningkatan Kinerja Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Kinerja Percepatan Perizinan Berusaha Pemerintah perDaerah Kegiatan maupun kompilasi keseluruhan kegiatan. TEMPAT PELAKSANAAN KEGIATAN: Kegiatan dilaksanakan di 6 Provinsi dengan total 6 kegiatan, yaitu : 1. Riau – 1 kali 2. Kepulauan Riau – 1 kali 3. D.I. Yogyakarta – 1 kali 4. Kalimantan Timur – 1 kali 5. Sulawesi Utara – 1 kali 6. Papua – 1 kali