| Administrative Score (SA) | Reason | ||||
|---|---|---|---|---|---|
| 0025952409404000 | Rp 435,499,620 | 92.98 | 94.38 | - | |
| 0858799125018000 | Rp 469,687,620 | 82.33 | 84.33 | - | |
| 0013943766017000 | Rp 477,488,700 | 82.75 | 84.44 | - | |
| 0015721806016000 | Rp 486,235,500 | 80.78 | 82.54 | - | |
| 0401941398542000 | - | - | - | Tidak menghadiri pembuktian kualifikasi | |
| 0022057574541000 | - | - | - | - | |
PT Kandis Mahardika Konsultan | 08*6**8****17**0 | - | - | - | Tidak memenuhi syarat minimal ambang batas nilai |
| 0021606967013000 | - | - | - | Tidak memenuhi syarat minimal ambang batas nilai | |
Sangga Bisnis Anda | 06*8**3****42**0 | - | - | - | Tidak memenuhi syarat minimal ambang batas nilai |
| 0315392357542000 | - | - | - | Tidak memenuhi syarat minimal ambang batas nilai | |
| 0013506555007000 | - | - | - | Tidak memenuhi syarat minimal ambang batas nilai | |
Pp. Arghajata Consulting | 0029143054012000 | - | - | - | Tidak memenuhi syarat minimal ambang batas nilai |
| 0013281019017000 | - | - | - | Tidak memenuhi syarat minimal ambang batas nilai | |
Gamma Metrik Asia | 04*4**9****28**0 | - | - | - | - |
| 0015673247015000 | - | - | - | - | |
| 0313014052434000 | - | - | - | - | |
PT Multi Raya | 00*0**8****17**0 | - | - | - | - |
| 0017972415017000 | - | - | - | - | |
| 0022013726216000 | - | - | - | - | |
| 0318039377424000 | - | - | - | - | |
| 0027420140072000 | - | - | - | - |
URAIAN SINGKAT PEKERJAAN
PENYUSUNAN KAJIAN PENGEMBANGAN INVESTASI SEKTOR KESEHATAN PADA KEK EDUKASI,
TEKNOLOGI DAN KESEHATAN INTERNASIONAL, BANTEN & KEK PARIWISATA KESEHATAN
INTERNASIONAL BATAM
1. LATAR : Pengembangan kawasan kesehatan merupakan salah satu langkah
BELAKANG strategis dalam memperkuat sistem layanan kesehatan nasional
sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis jasa. Kehadiran
investasi di sektor ini diharapkan mampu mendukung penyediaan layanan
kesehatan yang lebih terpadu, modern, dan berdaya saing internasional,
serta menciptakan efek berganda (multiplier effect) terhadap
perekonomian nasional maupun regional.
Kawasan kesehatan dapat dipahami sebagai wilayah yang dirancang
secara khusus untuk menyediakan berbagai layanan kesehatan
terintegrasi, mulai dari fasilitas medis, rumah sakit rujukan, pusat
rehabilitasi, pelayanan wellness, hingga sarana pendukung lainnya.
Seiring perkembangannya, konsep ini kemudian bertransformasi menjadi
bagian dari fenomena wisata medis (medical tourism), yaitu kegiatan
perjalanan seseorang ke luar negeri untuk memperoleh layanan
kesehatan yang berkualitas sekaligus menikmati layanan pariwisata. Tren
ini telah menjadi strategi pengembangan di banyak negara untuk
meningkatkan daya tarik investasi, devisa, serta penciptaan lapangan
kerja baru di sektor kesehatan dan jasa.
Di Indonesia, pemerintah telah memberikan payung regulasi untuk
mempercepat pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), termasuk
di dalamnya KEK yang difokuskan pada layanan kesehatan. Tiga KEK
strategis saat ini adalah KEK Sanur di Bali (PP No. 41 Tahun 2022), KEK
Edukasi, Teknologi, dan Kesehatan Internasional di Banten (PP No. 38
Tahun 2024), serta KEK Pariwisata Kesehatan Internasional di Batam (PP
No. 39 Tahun 2024). Penetapan regulasi ini membuka peluang besar bagi
masuknya investasi dalam sektor kesehatan, khususnya untuk
mendorong berkembangnya medical tourism di Indonesia.
Kebutuhan akan pengembangan kawasan kesehatan semakin
mendesak jika melihat fakta bahwa menurut Survei Kesehatan Indonesia
2023, sekitar 2 juta masyarakat Indonesia melakukan pengobatan ke luar
negeri setiap tahunnya. Dari jumlah tersebut, 65,7% melakukan medical
check-up, 25,7% untuk pengobatan kanker, dan 19,2% untuk operasi.
Negara tujuan yang paling banyak dipilih adalah Malaysia, Singapura, Arab
Saudi, dan Korea Selatan—yang masing-masing telah memiliki konsep
pengembangan medical tourism yang matang. Hal ini menunjukkan
adanya potensi pasar yang besar apabila layanan serupa dapat
dikembangkan di dalam negeri.
Salah satu arah pengembangan yang prospektif adalah
pembentukan ekosistem investasi kesehatan yang terintegrasi, tidak
hanya terbatas pada penyediaan layanan medis dan wisata kesehatan
(medical tourism), tetapi juga mencakup penguatan industri farmasi,
industri alat kesehatan, serta riset dan pengembangan (R&D). Pendekatan
ini menjadi penting mengingat Indonesia masih menghadapi
ketergantungan yang tinggi terhadap impor bahan baku farmasi dan
peralatan medis, sehingga pengembangan industri berbasis kesehatan di
dalam negeri dapat meningkatkan kemandirian nasional sekaligus daya
tarik investasi.
Dalam konteks tersebut, KEK Edukasi, Teknologi, dan Kesehatan
Internasional Banten memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai pusat
pendidikan, riset, dan inovasi di bidang kesehatan. KEK ini dapat diarahkan
untuk menampung investasi dalam pengembangan rumah sakit
pendidikan berstandar internasional, pusat penelitian bioteknologi dan
farmasi, serta pabrik produksi alat kesehatan yang memanfaatkan
teknologi mutakhir. Dengan demikian, KEK Banten bukan hanya berfungsi
sebagai pusat layanan medis, tetapi juga sebagai basis penguatan
kapasitas sumber daya manusia dan pengembangan industri kesehatan
berbasis pengetahuan (knowledge-based industry).
Sementara itu, KEK Pariwisata Kesehatan Internasional Batam
memiliki keunggulan strategis dari sisi geografis, yakni kedekatan dengan
Singapura dan Malaysia yang sudah lebih dahulu menjadi destinasi
medical tourism global. Potensi ini dapat dimanfaatkan dengan
mendorong investasi pada layanan rumah sakit berstandar internasional,
recovery and rehabilitation center, serta fasilitas wellness tourism yang
terintegrasi dengan infrastruktur pariwisata. Selain itu, KEK Batam juga
dapat diarahkan untuk mengembangkan industri penunjang seperti
medical devices manufacturing dan laboratorium riset kolaboratif yang
dapat menarik minat investor asing.
Melalui pengembangan kedua KEK ini, Indonesia diharapkan mampu
menghadirkan klaster kesehatan yang komprehensif, mulai dari layanan
medis unggulan, industri farmasi, alat kesehatan, hingga riset inovatif
yang didukung regulasi serta insentif investasi. Dengan demikian,
penyusunan kajian pengembangan investasi ini menjadi langkah penting
untuk merumuskan strategi, indikator, dan peluang investasi yang
konkret, sehingga KEK Banten dan KEK Batam dapat berperan sebagai
motor pertumbuhan baru dalam industri kesehatan nasional maupun
internasional.
2. MAKSUD DAN : a) Kegiatan ini dimaksudkan untuk melakukan identifikasi dan pemetaan
TUJUAN potensi Pengembangan Investasi Sektor Kesehatan pada KEK
Edukasi, Teknologi, dan Kesehatan Internasional Banten serta KEK
Pariwisata Kesehatan Internasional Batam, yang mencakup namun
tidak terbatas pada layanan kesehatan terpadu dan medical tourism,
industri farmasi, industri alat kesehatan, serta riset dan
pengembangan kesehatan.
b) Adapun tujuan kegiatan yaitu menghasilkan rekomendasi kebijakan
dan strategi pengembangan investasi sektor kesehatan di kedua KEK
tersebut, yang dapat ditindaklanjuti oleh Kementerian Investasi dan
Hilirisasi/BKPM maupun Kementerian/Lembaga teknis terkait, dalam
rangka memperbaiki iklim investasi yang kondusif, memperkuat daya
saing sektor kesehatan nasional, serta membuka peluang kemitraan
antara pemerintah, swasta, dan akademisi.
3. TARGET/ : Target atau sasaran dari kegiatan penyusunan Kajian Pengembangan
SASARAN Investasi Sektor Kesehatan pada KEK Edukasi, Teknologi, dan Kesehatan
Internasional Banten serta KEK Pariwisata Kesehatan Internasional
Batam adalah agar hasil kajian dapat dimanfaatkan sebesar-besarnya
oleh:
a) Pihak internal Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM antara lain
Unit Kedeputian Bidang Pengembangan Iklim Penanaman Modal,
Kedeputian Bidang Promosi Penanaman Modal dan Kedeputian Bidang
Kerjasama Penanaman Modal diharapkan dapat menindaklanjuti
usulan atau rekomendasi kebijakan hasil kajian dalam rangka
perbaikan iklim investasi.
b) Pihak eksternal Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM yaitu para
stakeholder terkait seperti Kementerian/Lembaga, Pemerintah
Daerah serta investor/pelaku usaha dan masyarakat.