| Reason | |||
|---|---|---|---|
| 0010613115093000 | Rp 207,887,000,000 | - | |
| 0010016111093000 | - | - | |
| 0010016103093000 | Rp 202,512,000,000 | Surat Dukungan untuk layar tertulis dari Distributor (Dokumen no. 8.2 Dukungan Material Hal. 177) bukan dukungan dari principal/ATPM. | |
| 0010016137093000 | - | - | |
| 0032763112093000 | - | - | |
| 0013626437054000 | - | - | |
| 0024272197014000 | - | - | |
| 0010600039093000 | - | - | |
PT Epithu Logica Sembada | 09*5**4****15**0 | - | - |
PT Jasiandra Sejahtera Abadi | 09*6**6****06**0 | - | - |
| 0943588806008000 | - | - | |
| 0010016145093000 | - | - | |
| 0010016152093000 | - | - | |
| 0625708839801000 | - | - | |
| 0010016129093000 | - | - | |
Rafanda Al Razaak | 09*1**2****35**0 | - | - |
| 0012169256422000 | - | - | |
PT Balistha Gapala Nandya | 03*4**0****23**0 | - | - |
| 0314286394411000 | - | - | |
PT Pelita Putra Pratama | 09*4**7****08**0 | - | - |
| 0021737283017000 | - | - | |
| 0653100560422000 | - | - | |
PT Wakanda Teknologi Indonesia | 06*1**6****11**0 | - | - |
| 0668740251609000 | - | - | |
| 0018528232214000 | - | - | |
| 0801013798028000 | - | - | |
| 0032416067822000 | - | - | |
CV Waskita Abadi | 09*6**9****15**0 | - | - |
| 0013610845008000 | - | - | |
| 0013400080028000 | - | - | |
| 0014680458609000 | - | - | |
| 0032769671005000 | - | - | |
| 0317111904032000 | - | - | |
| 0721637114401000 | - | - | |
| 0723348025061000 | - | - | |
PT Bilang Tekno Persada | 08*9**2****06**0 | - | - |
| 0821349107403000 | - | - | |
| 0718496524015000 | - | - | |
| 0829916477429000 | - | - | |
| 0028369403822000 | - | - | |
Karsa Purna Karya | 06*1**7****27**0 | - | - |
| 0010613651093000 | - | - | |
| 0633094271224000 | - | - | |
| 0027517952015000 | - | - | |
Roy Abadi Sejahtera | 05*8**1****25**0 | - | - |
| 0959579020429000 | - | - | |
CV Mangun Arinajaya | 0030967095008000 | - | - |
Inara Mandiri | 08*4**2****13**0 | - | - |
| 0761413137403000 | - | - | |
| 0860874312223000 | - | - |
KERANGKA ACUAN KERJA (KAK)
PENGEMBANGAN SISTEM OPERASIONAL INATEWS (GEDUNG JAKARTA DAN BALI)
I. LATAR BELAKANG
Negara Republik Indonesia merupakan negeri cincin api yang berada di atas pertemuan tiga
lempeng tektonik yaitu lempeng Indo-Australia, lempeng Pasifik dan lempeng Eurasia, karena
itu Indonesia merupakan wilayah yang sangat rentan untuk mengalami bencana gempabumi dan
tsunami serta berbagai dampak pasca gempa bumi dan tsunami tersebut. Indonesia juga
menjadi salah satu wilayah yang memiliki frekuensi gempabumi yang tertinggi di dunia.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika sebagai Lembaga Pemerintah Non Kementerian
yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Presiden. BMKG memiliki tugas
pemerintahan di bidang meteorologi, klimatologi, dan geofisika (MKG), dimana Kedeputian
Bidang Geofisika merupakan unit kerja eselon 1 yang bertugas merumuskan, melaksanakan dan
mengendalikan pelaksanaan kebijakan teknis, serta melaksanakan pelayanan data dan
informasi di bidang geofisika. Salah satu fungsi dari kedeputian bidang geofisika adalah
pelayanan data dan informasi serta penyampaian informasi dan peringatan dini kepada instansi
dan pihak terkait serta masyarakat berkenaan dengan kondisi, kejadian dan/atau potensi
gempabumi dan tsunami.
Sehubungan untuk mempercepat kinerja pelayanan BMKG untuk informasi Gempabumi dan
Tsunami, maka BMKG telah berkolaborasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana
(BNPB) untuk melaksanakan project Indonesia Disaster Resilience Initiative Project (IDRIP),
dimana BMKG bertindak sebagai supporting atau implementing Agency dan BNPB sendiri
sebagai pimpinan project ini atau Executing Agency.
Kegiatan IDRIP ini merupakan kegiatan yang di danai dari Pinjaman Luar Negeri, tepatnya dari
Bank Dunia (World Bank) dengan nilai kegiatan BMKG dalam IDRIP ini adalah 85 Juta US$ dari
total seluruhnya sejumlah 160 Juta US$ sampai dengan Tahun 2024, yang dipergunakan oleh
BMKG untuk melakukan perkuatan serta penambahan jaringan untuk peralatan operasional,
peralatan pendukung dan juga peningkatan kapasitas sumber daya manusia serta melakukan
kajian-kajian untuk penanganan operasional Geofisika, yang dimana kegiatan IDRIP ini masuk
dalam Major Project RPJMN 2020-2024.
Salah satu komponen dalam mendukung peralatan operasional adalah dengan menyiapkan
tempat, sarana dan prasarana kerja yang lebih baik dari sebelumnya untuk operasional teknis
dan juga kesekretariatan Kedeputian Geofisika. Melalui kegiatan InaTEWS OPERATIONAL
SYSTEM DEVELOPMENT (BUILDING) ini maka dalam kegiatan IDRIP, akan melaksnakan
pembangunan 2 Gedung Operasional Geofisika yang berlokasi di kantor pusat BMKG Jakarta
dan kantor Balai Besar MKG Wilayah III Bali.
Kegiatan IDRIP ini akan menambah peralatan sistem monitoring, prosesing dan diseminasi yang
baru sehingga sarana prasarana ruang operasional yang ada sekarang tidak akan dapat
menampung itu semua sehingga diperlukan ruangan operasional baru yang lebih besar dan
secara khusus dapat mem-fasilitasi peralatan yang mendukung sistem yang sudah ada dan
sistem yang baru nanti, sehingga secara otomatis penyediaan sarana dan prasarana tersebut
akan mempertahankan kecepatan dalam indikator kinerja kegiatan (nomor 1, 2, 4, dan 5) serta
akan meningkatkan akurasi data dan informasi juga meningkatkan Indeks Kepuasan (indikator
nomor 7).
Pelaksanaan pembangunan di Bali merupakan langkah maju untuk BMKG dalam menjaga
keberlangsungan operasional dimana akan dibangun suatu tempat di luar pulau Jawa sebagai
back-up operasional Pusat Jakarta, baik back up data monitoring, processing, diseminasi serta
keperluan operasional lainnya sehingga bilamana terjadi kelumpuhan pada operasional Pusat
Jakarta maka operasional Bali secara otomatis akan mengambil alih karena untuk operasional
InaTEWS tidak diperbolehkan “down”, dan pembangunan di Bali merupakan penguatan Pusat
Gempa Regional (PGR) III.
Pembangunan di Jakarta, selain menyediakan sarana prasarana opoerasional yang lebih baik
dari sebelumnya juga merupakan upaya menyediakan sarana prasarana kerja yang kebih baik,
lebih layak dan tepat manfaat serta fungsinya dibandingkan dengan gedung eksisting yang
sekarang dipergunakan dimana pembangunan ini nantinya akan mengakomodir kebutuhan-
kebutuhan operasional Early Warning System yang sudah di selaraskan dengan perkembangan
teknologi peralatan operasioanal terkini yang diadakan dari kegiatan IDRIP dan peralatan
operasional lainnta yang sudah diperhitungkan keberlanjutannya dengan proyeksi kebutuhan 20
tahun kedepan.
Dalam kegiatan IDIRP ini, secara umum BMKG diperkuat dengan peralatan sistem monitoring
gempa bumi berupa Seismograph, Accelerograph, Intensitymeter yang berguna untuk merekam
gelombang gempa bumi kemudian peralatan sistem processing untuk mengolah data yang
direkam oleh peralatan sistem monitoring untuk menghasilkan informasi gempa bumi dan
peringatan dini tsunami serta peralatan diseminasi yang berguna untuk mengirimkan informasi
gempa bumi dan peringatan dini tsunami kepada pemangku kepentingan (stakeholder) dan
masyarakat dan juga peralatan sistem jaringan komunikasi dan database dimana sistem
peralatan tersebut sudah tidak dapat ditampung di lokasi yang ada sekarang sehingga
membutuhkan ruang operasional yang lebih besar.
Untuk mewujudkan visi BMKG berkelas dunia, dibutuhkan penambahan ruangan yang
representatif dengan level kelas dunia seperti ruang :, Pacific Tsunami Warning Center (PTWC),
Japan Meteorological Agency (JMA), United States Geological Survey (USGS) dan The China
Earthquake Administration (CEA).
Sementara ditinjau dari sisi penunjang operasional, dalam gedung ini juga akan ditempatkan
ruang pucuk pimpinan tinggi dan jajarannya yaitu ruang Deputi, ruang Kepala Pusat sampai
dengan staf sekretariat serta para fungsional teknis yang tentunya penempatan jajaran pimpinan
dalam 1 lokasi kegiatan akan memberikan dampak yang signifikan dalam menunjang sasaran
kegiatan ini yaitu meningkatnya layanan informasi gempabumi dan peringatan dini tsunami yang
berkualitas, dimana penempatan pimpinan dalam loksi yang sama akan meningkatkan kualitas
perencanaan operasional, kualitas pengamatan operasional, kualitas pengolahan, kualitas
diseminasi dan tentunya kualitas pelayanan kepada masyarakat yang secara garis besar bahwa
keberhasilan suatu keberlangsungan operasional tidak terlepas dari keputusan pimpinan yang
berkualitas.
Berdasarkan hal-hal tersebut diatas, maka dipastikan bahwa pembangunan di 2 lokasi tersebut
saling terkoneksi, memiliki karakteristik yang sama, merupakan satu kesatuan fungsi utama
gedung-gedungnya, tergolong 2 gedung yang tipikal dari sisi material dan kriteria kebutuhan
ruangannya.
Sebagai gambaran umum kebutuhan gedung Jakarta ini dikarenakan gedung eksisting yang ada
sekarang ini merupakan banguan yang tahun perolehan BMN nya Tahun 1998 dengan material
konstruksi pada umumnya dari baja (H-beam) dan dikarenakan lokasi kantor yang berada di
area utara Jakarta (dekat dengan laut, ditarik garis lurus ± 3.5 Km), terdapat beberapa titik pada
konstruksi baja tersebut sudah mengalami korosi, dan juga kondisi level lantai dasarnya
merupakan level lantai yang paling rendah dari gedung yang ada di kawasan kantor BMKG
Jakarta, sehingga resiko genangan air dari hujan intensitas lebat pun juga memperkuat BMKG
untuk melakukan konstruksi gedung operasional baru yang lebih layak.
Sesuai dengan data BMN, gedung eksisting memiliki luas per lantai 700m2 dengan jumlah lapis
lantai adalah 5 lapis dan tinggi bersih dari lantai ke plafon tidak sampai 2.5m. Gedung ini
merupakan gedung pembuatan Tahun 1998, sehingga secara usia sudah cukup tua dan
dipandang sudah saatnya melakukan penyesuaian pada tempat kerja operasional dan utamanya
juga menunjukan kepada masyarakat Indonesia serta dunia intenasional bahwa gedung
operasional BMKG juga telah memasuki tahap BMKG berkelas dunia, seiring dengan Visi BMKG
dalam Renstra 2020-2024 yaitu BMKG yang Berkelas Dunia dengan Spirit Socio-
entrepreneur untuk Mewujudkan lndonesia Maju yang Berdaulat, Mandiri, dan
Berkepribadian Berlandaskan Gotong-Royong.
II. MAKSUD DAN TUJUAN
Maksud dari paket pekerjaan ini adalah sebagai acuan untuk pelaksanaan di lapangan dalam
merealisasikan Kegiatan Pembangunan Gedung Pusat Operasi Geofisika Di Jakarta Dan
Pembangunan Gedung Backup Operasi Geofisika Bali..
Tujuan dari Kerangka Acuan Kerja (KAK) ini merupakan petunjuk bagi Pelaksana yang memuat
masukan, azas, kriteria, proses dan keluaran yang harus dipenuhi dan diperhatikan serta
diinterprestasikan ke dalam pelaksanaan tugas pengawas. Dengan penugasan ini diharapkan
Pelaksana dapat melaksanakan tanggung jawabnya dengan tepat waktu, mutu, kuantitas, biaya,
dan tertib administrasi untuk menghasilkan keluaran yang memenuhi sesuai KAK ini.
III. SASARAN
Sasaran utama dari paket pekerjaan ini adalah terselenggaranya pelaksanaan fisik Kegiatan
Pembangunan Gedung Pusat Operasi Geofisika Di Jakarta Dan Pembangunan Gedung Backup
Operasi Geofisika Bali. yang memenuhi persyaratan yang ditetapkan dalam spesifikasi/dokumen
kontrak.
IV. NAMA DAN ORGANISASI PENGGUNA ANGGARAN
a. Nama Pejabat Pembuat Komitmen : InaTEWS Operational System Development
(Building).
b. Satuan kerja : Pusat Gempa Bumi dan Tsunami.
c. Project Implementation Unit (PIU) : Biro Umum dan SDM.
Pelaporan kegiatan ini dilaporkan konsultan kepada PPK dan melalui PIU akan dilaporkan
kepada Direktur Project.
V. SUMBER PENDANAAN
Sumber pendanaan paket pekerjaan ini adalah dibiayai dari Pinjaman Luar negeri BANK DUNIA
senilai USD 160.000.000
VI. LINGKUP, LOKASI, KEGIATAN, DATA DAN FASILITAS PENUNJANG SERTA ALIH
STATUS
a. Lingkup Pekerjaan
Lingkup pekerjaan utama Pembangunan Gedung Pusat Operasi Geofisika Di Jakarta Dan
Pembangunan Gedung Backup Operasi Geofisika Bali
1) Based Isolator
2) AC
3) Façade
4) Fire Suppression
b. Lokasi Kegiatan
Paket Pekerjaan ini dilaksanakan di Provinsi DKI Jakarta dan Provinsi Bali
NO LOKASI ALAMAT KETERANGAN
1 Jakarta Kantor BMKG Pusat Jakarta, Jl. Perkantoran BMKG Pusat
Angkasa I no.2, Kemayoran
Luas total ± 3 ha
Jakarta Pusat
Milik BMKG
2 Bali Kantor Balai Besar BMKG Perkantoran Balai Besar BMKG
Wilayah III Denpasar, Jl. Raya Wilayah III
Tuban, Kuta
Luas total ± 6.000m2
Milik BMKG
c. Data dan Fasilitas Penunjang
1. Penyediaan Oleh Pengguna Anggaran
Data dan Fasilitas yang disediakan oleh Pengguna Anggaran yang dapat digunakan
dan harus dipelihara oleh penyedia jasa:
a) Laporan dan Data
Kumpulan laporan dan data sebagai hasil studi terdahulu serta fotografi harus
dikumpulkan sendiri oleh penyedia jasa
b) Akomodasi dan Ruangan Kantor
Fasilitas yang disediakan oleh pengguna jasa adalah ruang untuk melakukan
asistensi maupun diskusi yang tempatnya berada pada kantor BMKG
c) Staf Pengawas/Pendamping
Dalam pelaksanaan pekerjaan Kontraktor Pelaksana didampingi oleh Staff
Pelaksana Teknis Kegiatan atau direksi Lapangan
d) Fasilitas yang disediakan oleh kuasa pengguna anggaran
Dalam pekerjaan ini penyedia jasa tidak mendapat fasilitas dari pengguna jasa
2. Penyediaan Oleh Penyedia Jasa
Penyedia jasa harus menyediakan dan memelihara semua fasilitas dan peralatan
yang dipergunakan untuk kelancaran pelaksanaan pekerjaan.
VII. JANGKA WAKTU PELAKSANAAN
Jangka waktu pelaksanaan kegiatan ini diperkirakan 365 (tiga ratus enam puluh lima) Hari
kalender
VIII. PERSONIL INTI
Personel Inti yang diperlukan untuk melaksanakan pekerjaan ini adalah Tenaga Ahli yang wajib
memiliki kualifikasi dan sertifikasi yang ditetapkan dalam tabel kualifikasi tenaga ahli. Berikut ini
adalah tabel kualifikasi tenaga ahli:
Jabatan Pengalam
Kualifikasi
No Pekerjaan Jumlah an Kerja Sertifikat
/Tingkat
yang (Orang) Minimal Kompetensi
Pendidikan
diusulkan (Tahun) Kerja
1 2 3 4 5 6
1 Manajer 1 8 S1 Sipil Utama Manajemen
Proyek Konstruksi /
Manajemen Proyek
2 Manajer 2 6 S1 Teknik Madya Bangunan
Pelaksana Gedung / Arsitek
3 TA Struktur 2 10 S1 Sipil Madya Bangunan
Gedung
4 Tenaga Ahli 2 3 S1 Teknik Madya K3 Konstruksi
K3
5 Manajer 2 3 S1 Ekonomi / -
Keuangan Akuntansi
6 TA BIM 2 3 S1 Teknik Sertifikat kompetensi
BIM
7 TA Arsitek 2 6 S1 Arsitek Madya Arsitek
8 TA 2 6 S1 Mesin Madya Mekanikal
Mekanikal
9 TA Elektrikal 2 6 S1 Elektrikal Madya Listrik /
sertifikat ESDM
10 Quality 2 3 S1 Teknik Madya Mutu
Control
11 TA 2 8 S1 Sipil Madya Geoteknik
Geoteknik
12 Quantity 2 3 S1 Teknik Madya quantity
Surveyor surveyor
Catatan:
Dalam pembentukan personel, penyedia jasa wajib melampirkan dokumen kepada Pejabat
Pembuat Komitmen yang meliputi:
1. Daftar riwayat hidup/ pengalaman kerja professional setiap personil;
2. Ijazah Asli ataupun Legalisir;
3. Scan SKA/SKT tenaga ahli;
4. Scan KTP;
5. Scan NPWP dan bukti setor pajak (untuk yang memiliki SKA/SKT);
6. Melampirkan referensi/ surat keterangan bekerja pada instansi/Lembaga pemberi kerja.
IX. KELUARAN
Keluaran yang dihasilkan meliputi:
1. Terlaksananya secara fisik Pembangunan Gedung Pusat Operasi Geofisika Di Jakarta Dan
Pembangunan Gedung Backup Operasi Geofisika Bali;
2. Melaporkan kemajuan setiap pekerjaan dan kendalakendalanya, berupa laporan harian,
laporan mingguan, laporan bulanan, Rencana Mutu Kontrak, job mix dan test beton;
3. Tersedianya shop drawing serta Gambar-gambar sesuai dengan pelaksanaan (as-built
drawing).
X. LINGKUP TUGAS DAN KEWENANGAN PENYEDIA JASA
1. Menyusun dan melaksanakan Sistem Manajemen Keselamatan Konstruksi (SMKK) tahap
pelaksanaan konstruksi;
2. Menyediakan tenaga ahli, material, peralatan dan alat berat, dan tempat kerja;
3. Membuat Time Schedule (S Curve), Manpower dan Equipment Schedule;
4. Mempersiapkan gambar kerja (shop drawing);
5. Melaksanakan pekerjaan konstruksi Pembangunan Gedung Pusat Operasi Geofisika Di
Jakarta Dan Pembangunan Gedung Backup Operasi Geofisika Bali sesuai dengan Kontrak
beserta perubahannya, ketentuan dan standar yang berlaku;
6. Membuat gambar terlaksana (As Built Drawing), dokumentasi kegiatan untuk setiap
kemajuan pelaksanaan kegiatan 0%, 25%, 50%, 75%, 100%, dan membuat video
dokumentasi udara terhadap hasil kegiatan;
7. Menyusun dokumen pelaporan dan administrasi pekerjaan sesuai Kontrak;
8. Bertanggung jawab atas penjaminan pemeliharaaan bangunan sesuai peraturan
perundang-undangan yang berlaku sampai dengan serah terima ke-2 (dua) (Final Hand
Over);
9. Bertanggung jawab atas penjaminan pemeliharaaan bangunan sesuai peraturan
perundang-undangan yang berlaku sampai dengan serah terima ke-2 (dua) (Final Hand
Over);
10. Berhak menerima pembayaran.
XI. LAPORAN KEMAJUAN PEKERJAAN
1. Rencana Mutu Kontrak
Berupa laporan atau informasi pekerjaan yang akan dikerjakan di lapangan mulai dari
pendahuluan, informasi pemilik proyek, direksi pekerjaan dan kontraktor, struktur organisasi
pelaksanaan pekerjaan, uraian tugas dan wewenang, lingkup pekerjaan, bagan alir
pekerjaan/ kegiatan pokok, Daftar Prosedur (SP), Standar Desain (SD), dan instruksi kerja
(IK), Daftar simak/check list, jadwal rencana inspeksi dan tes, serta lampiran-lampiran
2. Laporan Pendahuluan
Laporan pendahuluan berisi persiapan pekerjaan, metodologi pelaksanaan, rencana kerja,
dan jadwal pelaksanaan, alat berat (equipment), dan personil. Dikumpulkan selambat-
lambatnya 5 (lima) hari setelah Rapat Pendahuluan/PCM.
3. Laporan Harian
Berupa laporan hasil pekerjaan harian di lapangan selama jangka waktu pelaksanaan
pekerjaan tentang kemajuan pekerjaan maupun kendala dilapangan dan Isi statistik yang
utama dari laporan harian harus menggunakan tulisan tangan dan dikirimkan kepada
Pejabat Pembuat Komitmen yang setidaknya memuat:
- Tenaga kerja;
- Material bangunan yang didatangkan;
- Peralatan yang berhubungan dengan pekerjaan;
- Kondisi cuaca pelaksanaan di lapangan
- Permasalahan di lapangan.
4. Laporan Mingguan
Laporan mingguan memuat capaian kemajuan pekerjaan harian dan dokumentasinya
dalam 7 (tujuh) hari kalender. Diserahkan selambat-lambatnya awal minggu berikutnya
dalam bentuk digital (soft file) dan dokumen (hard file).
5. Laporan Bulanan
Laporan bulanan memuat capaian kemajuan pekerjaan dokumentasinya dalam 30 (tiga
puluh) hari kalender. Diserahkan selambat-lambatnya awal bulan berikutnya dalam bentuk
digital (soft file) dan dokumen (hard file).
6. Laporan Akhir
7. Laporan akhir merupakan laporan pekerjaan 100% di akhir pelaksanaan kegiatan
konstruksi, memuat realisasi capaian akhir pekerjaan dan dokumentasi pekerjaan.
Diserahkan selambat-lambatnya sebelum serah terima pertama, dalam bentuk digital (soft
file) dan dokumen (hard file).
8. Album Gambar dan Dokumentasi
Album gambar ini memuat foto-foto dokumentasi capaian pekerjaan dan pelaksanaan
kegiatan manajemen konstruksi selama kegiatan berlangsung. Album ini diserahkan
selambatlambatnya 5 (lima) hari sebelum serah terima pertama (PHO), dalam format A3.
9. Rencana Sistem Manajemen Keselamatan Konstruksi (SMKK)
Berupa laporan atau informasi terkait dengan rencana keselamatan konstruksi di lapangan
sebagai bentuk acuan atau pedoman dalam melaksanakan pekerjaan yang aman dan
sesuai dengan peraturan yang berlaku.
10. Job Mix Design
Berupa Laporan yang dikeluarkan dari Laboratorium yang diajukan oleh kontraktor sebagai
acuan dilapangan agar mutu beton yang dihasilkan sesuai dengan yang direncanakan.
11. Test Beton
Berupa Laporan yang dihasilkan dari hasil pengujian dilapangan terhadap mutu beton yang
dikerjakan.
XII. HAL HAL LAIN
1. Pedoman Pengumpulan Data Lapangan
Pengumpulan data lapangan harus memenuhi persyaratan dan kaidah teknis maupun
regulasi yang berlaku dibidang/ layanan pekerjaan konstruksi.
2. Alih Pengetahuan
Jika diperlukan, Penyedia Jasa Konstruksi berkewajiban untuk menyelenggarakan
pertemuan dan pembahasan dalam rangka alih pengetahuan kepada Pejabat Pembuat
Komitmen.| Authority | |||
|---|---|---|---|
| 22 September 2025 | Pembangunan Bangunan Gedung Dan Kawasan Lembaga Dpr II Di Ibu Kota Nusantara | Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) | Rp 2,218,000,000,000 |
| 18 April 2023 | Konstruksi Terintegrasi Rancang Dan Bangun Pembangunan Rumah Susun Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) | Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat | Rp 1,846,140,000,000 |
| 19 August 2022 | Pembangunan Bangunan Gedung Dan Kawasan Kantor Kementerian Koordinator 1 | Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat | Rp 766,800,000,000 |
| 15 August 2024 | Pembangunan Bangunan Gedung Dan Kawasan Basilika Dan Gereja | Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat | Rp 704,892,000,000 |
| 10 October 2023 | Pembangunan Bangunan Gedung Wing 1 Dan Kawasan Kantor Kementerian Pupr | Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat | Rp 695,840,000,000 |
| 2 February 2017 | Pekerjaan Konstruksi Pembangunan Gedung Mabes Polri Sisi Barat Apbn T.A 2017 | Kepolisian Negara Republik Indonesia | Rp 623,928,000,000 |
| 13 January 2021 | Pembangunan Rumdis Prajurit Tni Ad (Sbsn) Ta 2021 | Kementerian Pertahanan | Rp 614,715,000,000 |
| 9 August 2022 | Pembangunan Hunian Pekerja Konstruksi | Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat | Rp 584,243,213,000 |
| 27 September 2023 | Renovasi Dan Pembangunan Kembali Venue Pon Xxi Kota Banda Aceh | Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat | Rp 560,000,000,000 |
| 1 October 2021 | Pembangunan Gedung 1 Dan 2 Itb Innovation Park (Iip) Bandung Teknopolis (Sbsn Itb) | Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan | Rp 516,407,040,000 |