| Reason | |||
|---|---|---|---|
| 0020204509822000 | Rp 1,101,657,489 | - | |
| 0014934285822000 | Rp 1,136,140,651 | - | |
| 0030915987822000 | Rp 1,154,837,230 | - Tidak melampirkan bukti sewa peralatan dari pemberi dukungan - Tidak melampirkan refrensi/daftar riwayat hidup personil - RKK yang dilampirkan tidak lengkap | |
| 0031709728822000 | Rp 1,147,348,571 | - Tidak melampirkan bukti sewa peralatan dari pemberi dukungan - Tidak melampirkan refrensi/daftar riwayat hidup personil - RKK yang dilampirkan tidak lengkap | |
| 0029364742824000 | Rp 928,245,650 | - Tidak melampirkan bukti sewa peralatan dari pemberi dukungan - Tidak melampirkan refrensi/daftar riwayat hidup personil - RKK yang dilampirkan tidak lengkap | |
CV Golden Kencana | 0724474390822000 | - | - |
| 0030978639823000 | - | - | |
| 0029392057821000 | - | - | |
| 0436079677822000 | - | - | |
Satya Hardana | 06*6**7****22**0 | - | - |
CV Mutia Karya | 07*5**0****22**0 | - | - |
| 0022841167824000 | - | - | |
| 0022278964822000 | - | - | |
| 0022274534822000 | - | - | |
PT Mimpi Langit Gorontalo | 10*0**0****68**8 | - | - |
URAIAN SINGKAT PEKERJAAN
REKONSTRUKSI/PENINGKATAN RUAS JALAN
KEMENAG
SUMBER DANA : DANA BAGI HASIL (DBH)
KABUPATEN BOLAANG MONGONDOW UTARA
TAHUN 2025
A. RUANG LINGKUP
1. Lingkup Kegiatan
Pelaksanaan pekerjaan dimulai dari undangan rapat dan Berita acara Reviu Laporan
Hasil Pemilihan Penyedia, Penetapan SPPBJ, undangan rapat dan Berita acara
persiapan penandatanganan kontrak, Penandatanganan Kontrak, Peninjauan
Lapangan, Penyerahan Lapangan, SPMK, Pre Construction Meeting, MC0,
Pelaksanaan kegiatan, penyerahan pertama dan kedua kegiatan kepada pengguna
jasa, pemeliharaan dan pelaporan.
2. Keluaran
3. Pekerjaan Rekonstruksi/Peningkatan Jalan (Ac-WC Panjang 225 m x lebar 3,5 m, dan
Panjang 190 m x lebar 3,5 m ).
4. Peralatan, Material dan Personil.
Peralatan dalam pelaksanaan kegiatan ini terdiri dari :
- AMP (Memiliki sertifikat laik operasi) 60 t/Jam 1 Unit
(Melampirkan Justifikasi Teknis terkait Jarak dan Waktu
Tempuh Pengiriman Campuran Aspal Panas dari Instalasi
Asphalt Mixing Plant (AMP) ke Lokasi Pekerjaan, untuk
menjamin tercapainya suhu yang di persyaratkan dalam
Spesifikasi Teknis, mulai dari suhu kedatangan dalam
Dump Truck, dalam Finisher dan Tahapan Pemadatan,
Pemadatan antara maupun Pemadatan Akhir.
Dibuktikan dengan Justifikasi Teknis oleh
Penyedia/Instalasi Asphalt Mixing Plant (AMP).
- Asphalt Finisher 10 ton 1 Unit
- Tandem Roller 6-8 ton 1 Unit
- P. Tyre Roller 8-10 ton 1 Unit
- Motor Greder 100 HP 1 Unit
- Vibrator roller 5-8 ton 1 Unit
a. Nilai TKDN untuk Peralatan
Tabel NIlai TKDN
No Nama Alat Nilai TKDN Ket.
1 AMP 43,68
2 Mini Excavator 99,98
3 Dump Truck 20,5
4 Conc. Mixer 90,78
5 Wheel Loader 25,36
6 Motor Grader 22,57
7 Tandem 33,15
8 Water Tanker 26,10
9 Motor Grader 22,57
10 Tandem 33,15
11 Vibro Roller 42,29
12 Asp. Distributor 31,82
13 Compressor 26,84
14 Power Broom 75,00
15 Genset 49,75
16 Asp. Finisher 39,76
17 P. Tyre Roller 33,15
18 Concrete Vibrator 75,00
19 Thermoplastic Road Marking Machine 75,00
20 Jack Hammer 37,49
21 Baby Vibratory Roller 75,00
22 Asphalt Cutter 75,00
Material
Material yang digunakan dalam pelaksanaan terdiri dari Aspal, Batu Kali /Batu
Belah, Pasir, Semen, Timbunan Biasa, Timbunan Pilihan, Lapis Pondasi Agregat
(LPA) Klas A, Agregat Kasar, Agregat Halus dan Aspal.
a. TKDN;
TKDN (Tingkat Komponen Dalam Negeri) merupakan besarnya komponen
dalam negeri pada barang jasa, dan gabungan barang jasa. Dalam rangka
menguatkan stuktur industri dalam negeri dan mengurangi ketergantungan
produk impor, nilai TKDN rata-rata ditargetkan mencapai sebesar 43,3%
pada tahun 2020 dan naik menjadi 50% pada tahun 2025 seperti tertuang
dalam dokumen Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional 2020-
2025.
Tabel NIlai TKDN
No Nama Alat Nilai TKDN Ket.
1 Batu Kali/Batu Belah 100,00
2 Semen 84,92
3 Pasir 100,00
4 Timbunan Pilihan 100,00
5 Agregat Klas A 100,00
6 Aspal Emulsi CSS-1 34,71
7 Agr Pch Mesin 5-10 & 10-15 100,00
8 Agr Pch Mesin 0 - 5 100,00
9 Aspal 27,87
10 Bahan anti pengelupasan 35,57
11 Pasir Beton 100,00
12 Agregat Kasar 100,00
13 Kayu Perancah 100,00
14 Paku 25,03
15 Air 100,00
16 Plastizier 22,95
17 Baja Tulangan Polos BjTP 280 51,47
18 Kawat Beton 54,30
19 Cat Marka Thermoplastic 41,65
20 Glass Bead 48,80
21 Lapis Resap Pengikat 35,57
Personil dari pengguna jasa dalam pelaksanaan ini terdiri dari :
- Pengguna Anggaran
- PPK
- PPTK
- Koordinator Lapangan
- Pengawas lapangan
Personil Manajerial yang diperlukan untuk melakukan kegiatan ini :
No Jabatan Pengalaman Sertifikat Keahlian
(minimal)
1 Pelaksana 2 Tahun SKT Pelaksana
Lapangan
Pekerjaan Jalan
2 Ahli K3 Konstruksi 3 Tahun SKA (Ahli Muda)
K3 Konstruksi
1. Pelaksana
Memiliki SKT Pelaksana Lapangan Pekerjaan Jalan
2. Ahli K3 Konstruksi
Tenaga ini memiliki SKA Ahli K3 konstruksi (Ahli Muda) yang diterbitkan oleh unit
kerja yang menangani keselamatan konstruksi di Kementerian Pekerjaan Umum
dan Perumahan Rakyat dan/atau yang diterbitkan oleh lembaga instansi yang
berwenang sesuai dengan Standar Kompentensi Kerja Nasional Indonesia dan
ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
4.Metode Pelaksanaan
Tabel 1. Metode Pelaksanaan
NO LINGKUP PEKERJAAN METODE PEKERJAAN BAHAYA UTAMA
I DIVISI I. UMUM
1,2 Mobilisasi Mobilisasi material ke dalam area pekerjaan - Terganggunya infrastruktur, utilitas
menggunakan alat berat atau orang dan fasilitas public
- Polusi Udara
- Tabrakan Lalu Lintas saat mobilisasi
- Kemacetan Lalu Lintas saat mobilisasi
II DIVISI 3. PEKERJAAN TANAH & GEOSINTETIK
- Galian Biasa Pekerjaan galian biasa dilakukan sesuai dengan
gambar kerja
- Cek kondisi eksisting lahan/tanah yang akan - Terluka akibat alat manual (penggali,
digali. Pasang patok-patok batas galian dan parang dan alat Tajam lainnya)
penggalian yang akan dilaksanakan
- Resiko kecelakaan lalulintas (Tidak
- Siapkan alat-alat kerja yang dibutuhkan. Cara dipasang rambu, kelalaian pekerja).
penggalian dengan menggunakan
- Gangguan pernafasan akibat debu
excavator/menggunakan tenaga manusia
material.
dengan linggis dan blencong untuk daerah-
- Terluka terkena alat berat
daerah yang tidak dapat digali dengan
excavator. - Terluka akibat meteran baja tidak
tepat.
- Muat hasil galian ke atas Dump Truck, angkut
dan buang hasil galian tersebut keluar
- Terluka karena terkena pecahan batu
area/lokasi kerja
dan galian
- Lakukan penggalian dan pembuangan secara
berulang, sampai bartas galian dan elevasi
yang sudah ditentukan;
- Pada permukaan galian/pemotongan harus
dibersihkan dari segala bahan yang lepas yang
akan menjadi berbahaya setelah pekerjaan
selesai
Permukaan lereng hasil galian/pemotongan
agar diusahakan dalam keadan stabil.
- Timbuna n Pilihan dari - Sebelum penghamparan timbunan pada setiap - Terluka akibat penggunaan meteran
sumber galian tempat,semua bahan yg tdk diperlukan harus baja tidak tepat.
dibuang sebagaimana diperintahkan oleh - Resiko kecelakaan lalulintas (Tidak
pengawas pekerjaan. dipasang rambu, kelalaian pekerja).
- Menyiapakan DMF & JMF timbunan pilihan - Gangguan pernafasan akibat debu
Penyiapan Tempat Kerja material.
- Kecuali untuk derah tanah lunak a/ tanah yg - Terjadi kecelakaan pada saat dump
tidak dapat dipadatkan a/ tanah rawa, dasar truck menurunkan timbunan, terjadi
pondasi timbunan harus dipadatkan seluruh iritasi pada kulit dan paru-paru akibat
(termasuk penggemburan dan penggeringan debu timbunan yang kering.
atau pembasahan bila diperlukan) sampai 15
- Terluka oleh mesin penghampar
cm bagian permukaan atas dasar atas pondasi
(grader) karena pengoperasian tidak
memenuhi kepadatan yg disyaratkan
benar.
- Timbunan harus ditempatkan ke p'mukaan - Terjadi gangguan kesehatan karna air
yang telah disiapkan & disebar dalam lapisan yg digunakan u/penyiraman tdk sehat.
yang merata yang bila di padatkan akan
mmenuhi toleransi tebal yang di syaratkan .
- Terjadi kecelakaan dlm p'operasian alat
Bilamana timbunan dihampar lebih dari satu
penyiraman (water tanker).
lapis, lapisan-lapisan tersebut sedapat
Terluka karna longsor yang disebabkan
mungkin di bagi rata sehingga sama tebal.
timbunan tanah tidak kering.
-
- Tanah timbunan umumnya diangkut langsung
dari lokasi sumber bahan ke permukaan yg tlah
disiapkan pd saat cuaca cerah & disebarkan.
Penumpukan tanah timbunan untuk
persediaan, terutama slama musim hujan.
biasanya tdk diperkenankan, terutama selama
musim hujan.
- Segera stelah penempatan & penghamparan
timbunan, setiap lapis harus dipadatkan dgn
peralatan pemadat yg memandai & disetujui
Pengawas sampai mencapai kepadatan yang
disyaratkan.
- Penyiapan Badan Jalan - Pertama lokasi pekerjaan harus dibersihkan - Terluka akibat penggunaan meteran
terlebih dahulu dari berbagai material yang baja tidak tepat.
bisa mengganggu pekerjaan seperti semak-
-
Resiko kecelakaan lalulintas (Tidak
semak, pepohonan, batu-batu besar, atau
dipasang rambu, kelalaian pekerja).
material lainnya
- Tahapan berikutnya adalah melakukan - Gangguan pernafasan akibat debu
pekerjaan galian. Pekerjaan ini bisa dilakukan material.
dengan menggunakan alat berat seperti
- Terluka terkena alat berat
excavator atau bis juga secara manual untuk
membentuk tanah dasar yang sesuai dengan
gambar/sesuai dengan petunjuk pengawas.
Motor greder meratakan permukaan hasil
-
galain
- Selanjutnya dilakukan pemadatan tanah.
Pemadatan tanah dasar bisa dilakukan dengan
menggunakan sebuah alat yang dinamakan
dengan vibrator roller di wilayah pelebaran
yang tidak begitu luas atau sangat tidak
memungkinkan untuk menggunakan vibrator
roller di wilayah pelebaran yang tidak begitu
luas atau sangat tidak memungkinkan untuk
menggunakan vibrator roller.
- Sekelompok pekerja akan membantu
meratakan badan jalan dengan alat bantu.
III DIVISI 5. PERKERASAN BERBUTIR
- Lapis Pondasi Agregat Kelas Apabila lapis pondasi agregat kelas B sudah finish - Terluka akibat penggunaan meteran
A grade, maka dilanjutkan dengan agregat kelas A. baja tidak tepat.
- Proses pemecahan batu menjadi fraksi yang - Resiko kecelakaan lalulintas (Tidak
diinginkan menggunakan Stone Crusher. dipasang rambu, kelalaian pekerja).
- Blending material mulai dari fraksi 1,2 dan 3 - Terluka pada saat memasang patok
sesuai komposisi JMF. Blending bisa dan luka terkena palu.
menggunakan alat blending plant. Jika tidak - Terluka karena pengoperasian alat
tersedia, blending bisa menggunakan excavtor berat tidak dilakukan dgn benar.
maupun wheel loader. - Terjadi kecelakaan pada saat dump
truck menurunkan agregat.
Proses pengangkutan dari stockpile menuju - Terjadi iritasi pada kulit & paru-paru
lokasi penghamparan menggunakan dump akibat debu agregat yang kering.
truck.
- Penghamparan agregat menggunakan Motor - Kecelakaan akibat tanah dipinggir bahu
Grader.Tebal hamparan agregat max 20 cm. jalan tidak stabil.
- Proses pemadatan menggunakan alat berat - Terluka oleh alat kerja akibat jarak
vibro roller.Saat pemadatan perlu menjaga antara pekerja terlalu dekat.
kadar air.Oleh karena itu perlu dilakukan -
Terjadi gangguan kesehatan karena air
penyiraman menggunakan truck water tank
yg digunakan u/penyiraman tdk sehat.
- Pengujian ketebalan LPA atau tes spit
- Pengujian kepadatan agregat menggunakan
metode sandcone.Tingkat kepadatan sampai
dengan 100%.
- Pengujian CBR lapangan dan CBR lab. Nilai CBR
minimal 90%.
- Lapis Pondasi Agregat Kelas Apabila lapis pondasi agregat kelas B sudah finish - Terluka akibat penggunaan meteran
B grade, maka dilanjutkan dengan agregat kelas A. baja tidak tepat.
- Proses pemecahan batu menjadi fraksi yang - Resiko kecelakaan lalulintas (Tidak
diinginkan menggunakan Stone Crusher. dipasang rambu, kelalaian pekerja).
- Blending material mulai dari fraksi 1,2 dan 3 - Terluka pada saat memasang patok
sesuai komposisi JMF. Blending bisa dan luka terkena palu.
menggunakan alat blending plant. Jika tidak - Terluka karena pengoperasian alat
tersedia, blending bisa menggunakan excavtor berat tidak dilakukan dgn benar.
maupun wheel loader. - Terjadi kecelakaan pada saat dump
truck menurunkan agregat.
Proses pengangkutan dari stockpile menuju - Terjadi iritasi pada kulit & paru-paru
lokasi penghamparan menggunakan dump akibat debu agregat yang kering.
- Penghamparan agregat menggunakan Motor - Kecelakaan akibat tanah dipinggir bahu
Grader.Tebal hamparan agregat max 20 cm. jalan tidak stabil.
- Proses pemadatan menggunakan alat berat - Terluka oleh alat kerja akibat jarak
vibro roller.Saat pemadatan perlu menjaga antara pekerja terlalu dekat.
kadar air.Oleh karena itu perlu dilakukan -
Terjadi gangguan kesehatan karena air
penyiraman menggunakan truck water tank
yg digunakan u/penyiraman tdk sehat.
- Pengujian ketebalan LPA atau tes spit
Pengujian kepadatan agregat menggunakan
-
metode sandcone.Tingkat kepadatan sampai
dengan 100%.
- Pengujian CBR lapangan dan CBR lab. Nilai CBR
minimal 90%.
IV DIVISI 7. PERKERASAN ASPAL
- Lapis Resap Pengingat - 1 Penyiapan Permukaan yang Akan Disemprot - Terluka akibat penggunaan meteran
Aspal Cair / Emulsi Aspal baja tidak tepat.
- Apabila pekerjaan Lapis Serap Pengikat - Resiko kecelakaan lalulintas (Tidak
dan Lapis Perekat akan dilaksanakan pada dipasang rambu, kelalaian pekerja).
permukaan perkerasan jalan yang ada atau - Terjadi iritasi pada kulit, mata dan paru-
bahu jalan yang ada, semua kerusakan paru akibat debu yang kering
perkerasan maupun bahu jalan harus Terluka oleh compresor waktu
-
diperbaiki menurut Spesifikasi ini menyapu perkerasan lama
- Apabila pekerjaan Lapis Resap pengikat
dan lapis perekat akan dilaksanakan pada - Gangguan pendengaran akibat
perkerasan jalan bam atau bahu jalan baru, timbulnya kebisingan
perkerasan atau bahu itu hams telah - Terluka oleh percikan aspal panas.
selesai dikerjakan sepenuhnya, menurut Terjadi iritasi terhadap mata, kulit dan
spesifikasi ini yang sesuai dengan lokasi dan paru-paru, akibat uap dan panas dari
jenis permukaan yang baru tersebut. aspal.
- Lapis Perekat - Aspal Cair / - Permukaan yg akan disemprot itu harus
dipelihara menurut standart butir ( a) dan
Emulsi
butir (b ) di atas sebelum pekerjaan pelaburan
dilaksanakan.
Sebelum penyemprotan aspal dimulai
-
permukaan hams dibersihkan dengan
memakai sikat mekanis atau kompresor atau
kompresor atau kombinasi keduanya. Bila
peralatan ini belum dapat membersihkan
permukaan yg benar-benar bersih. Penyapuan
tambahan harus dikerjakan manual dengan
sikat yang kaku.
- Pembersihkan harus dilaksanakan melebihi
20 cm dari tepi bidang yang akan disemprot.
Tonjolan yg disebabkan o/ benda-benda asing
-
lainnya harus disingkirkan dari permukaan
dng memakai penggaruk baja atau dgn cara
lainnya yang telah disetujui / sesuai dgn
perintah pengawas pekerjaan & bagian yang
telah digaruk tersebut harus dicuci dgn air &
sapu.
- Untuk pelaksanaan Lapis Resap pengikat di
atas Lapis Pondasi Agregat Kelas A,
permukaan akhir yang telah disapu harus
rata, bermosaik agregat kasar dan halus,
permukaan yg hanya mengandung agregat
halus tidak akan diterima.
- Pekerjaan penyemprotan aspal tidak boleh
dimulai sebelum perkerasan telah disiapkan
dapat diterima oleh Pengawas Pekerjaan.
- Permukaan harus dalam keadaan kering atau
setengah kering
2 Takaran dan Suhu Pemakaian Bahan
- Lapis Resap Pengikat : 0,4 - 1,3 Lt/m2
Lapis Perekat : permukaan baru 0,15 Lt/m2
aspal cair 0,20 Lt/m2 emulsi 0,40 Lt/m2 emulsi
diencerkan
- Suhu Penyemprotan
Jenis Aspal Rentang Suhu
Aspal cair 50 pph (MC 70) 70 +/- 10 C
Aspal cair 75
45 +/- 10 C
pph (MC 30)
Aspal emulsi diencerkan tidak dipanaskan
3 Pelaksanaan Penyemprotan
- Batasygakan disemprotharusdiukur&ditandai
- Masih dimungkinkan lalu lintas satu jalur
- Lokasi awal dan akhir penyemprotan harus
dilindungi dengan bahan yang kedap
- Ada bagian yang tumpang tindih selebar 20 cm
sepanjang sisi lajur yang bersebelahan
- Aspal yang di semprot harus benar benar
merata di seluruh permukaan
- Lokasi yg disemprot PrimeCoat menunjukan
batas aspal berlebih di tutup dgn bahan yg bisa
menyerapnya sesudah 4jam pyemprotan
- Lapisan aspal berikutnya dihampar setelah
primecoat meresap sepenuhnya,arus lalu lintas
diperbolehkan setelah 4jam phamparan
-
Penghamparan berikutnya diatas tack coat
dilakukan sebelum daya lekat tack coat hilang
- Apabila lalu lintas di ijinkan melewati Lapis
Resap Pengikat maka harus digunakan bahan
penyerap (Blotter material) dari agregat single
size 9,5 mm
- Laston Lapis AUS (AC-WC) Persiapan - Terluka akibat penggunaan meteran
baja tidak tepat.
- Pelaksanaan pekerjaan hanya boleh dilakukan
pd saat cuaca cerah. - Resiko kecelakaan lalulintas (Tidak
- Cek kesiapan lapangan pada Daftar Simak dipasang rambu, kelalaian pekerja).
Kesiapan Lapangan. - Terjadi iritasi pada kulit, mata dan paru-
Pengangkutan paru akibat debu yang kering
- Pastikan alat pengangkut (D. Truck) - Terluka oleh compresor waktu
menggunakan penutup terpal. menyapu perkerasan lama
- Menerima tiket pengiriman. - Gangguan pendengaran akibat
Cek Kesesuaian timbulnya kebisingan
- Cocokkan data no kendaraan, catat waktu - Terluka oleh percikan aspal panas.
penerimaan (amati selisih waktu) Terjadi iritasi terhadap mata, kulit dan
- Cek suhu diatas Dump Truck (suhu pasokan ke paru-paru, akibat uap dan panas dari
Finisher)130°C-150°C Aspal Pen & 135°C-155°C aspal.
bitumen asbuton murni /modifikasi. - Kerusakan pada pohon, struktur atau
- Amati visual tampilan camp. apakah rata? bangunan yang berdekatan dengan
Jika tidak memenuhi ketentuan suhu diatas, lokasi dari percikan aspal.
campuran ditolak dan buang. - Terluka oleh pipa alat - alat
Pengendalian Hasil Pekerjaan Tdk Sesuai penyemprot yang panas.
- Catat HPTS, Lakukan pencatatan setiap ada - Terluka oleh mesin pompa aspal.
kejadian yang serupa. - Terluka oleh tangki aspal.
Cek Berulang - Terluka oleh dump truck sewaktu
- menuangkan hot mix kefinisher.
Amati apakah kejadian berulang, baik saat itu
Terluka oleh mesin pemadat aspal
maupun pd pelaksanaan pek. dihari yg lain. -
(tumdem roller dan tree roller).
- Jika berulang, evaluasi penyebab dan lakukan
tindakan perbaikan. - Terkena material hot mix.
Loading & dumping ke Asphalt Finisher (AF)
- Pastikan dumping Asphalt Finisher tidak dalam
posisi mendorong DTruck.
- Dumping dilakukan tahap demi tahap, pada
kondisi Dump Truck dan Asfhalt Finisher
bergerak searah dengan kecepatan sama.
- Pastikan screed dipanaskan sebelum
menghampar.
- Vibrasi pd tamper dipastikan berjalan baik.
- Pemasangan balok kayu atau material lain yg
disetujui pada sisi hamparan.
- Lakukan penghamparan dengan
mendahulukan sisi terendah.
- Amati apakah tekstur merata, secara visual
memuaskan.
- Lakukan pengamatan pada pengukuran suhu
campuran yang dihampar (minimal 1x pada
jarak 100 meter).
- Pastikan kecepatan penghamparan konstan,
harus sesuai dengan standar yang telah
ditentukan, untuk menghindari timbulnya
koyakan pada penghamparan.
- Jika terjadi segregasi, koyakan maka hentikan
penghamparan&sampai ditemukan
penyebabnya hamparan dilanjutkan.
- Amati mekanisme kerja Asphalt Finisher
(Paver), jalan sempurna/ baik, penebaran
merata.
- Tidak diperbolehkan ada penaburan butiran
kasar pd permukaan yg telah dihampar rapi.
- Cek hamparan dengan straight edge (mistar
lurus), pada jarak 3,0 meter toleransi 4 mm utk
Laston Lapis Aus (AC-WC).
Pemadatan awal (Breakdown Rolling)
- Suhu pemadatan awal antara 125°C-145°C
(Aspal Pen), dan 130°C-150°C (Asbuton Murni
atau Modifikasi)
- Peralatan pemadatan Penggilas Roda Baja
(Steel wheel roller/Tandem Roller).
- Roda penggerak saat pemadatan berada
didepan.
- Kecepatan alat pemadat tidak lebih besar dari
4 km/jam.
- B a h a n A n t i P e n g e l u p a s a n
-
-
P
-
-
-
-
-
-
P
-
-
P
-
-
-
-
-
e
e
e
S a m b u n g a n m e l in t a n g d ik e r ja k a n t e r l e b ih
d a h u l u d e n g a n m e m b u a t s a m b u n g a n
m e m a n ja n g s e b a g a i m e d ia s e p a n ja n g ( 6 0 -
1 0 0 ) c m l e b a r g il a s a n 1 5 c m p a d a c a m p u r a n y g
b e l u m d ip a d a t k a n , l a l u p a d a t k a n .
s a m b u n g a n m e l in t a n g d e n g a n l e b a r a r e a 1 5 c m
y g d ip a d a t k a n .
J u m l a h P e m a d a t a n s e s u a i ju m l a h p a s s in g h a s il
p e r c o b a a n .
m a d a t a n a n t a r a ( I n t e r m e d ia t e R o l l in g )
S u h u p e m a d a t a n a n t a r a 9 0 ° C - 1 2 5 ° C u n t u k
A s p a l P e n d a n 9 5 ° C - 1 3 0 ° C u n t u k b it u m e n
a s b u t o n m u r n i a t a u m o d if ik a s i a t a u s e s u a i
d e n g a n in s t r u k s i d ir e k s i.
P e r a l a t a n p e m a d a t a n P e n g g il a s R o d a K a r e t
P n e u m a t ic T ir e R o l l e r ( P T R )
J u m l a h l in t a s a n ( p a s s in g ) s e s u a i s t a n d a r
p e r c o b a a n p e m a d a t a n y a n g d is e t u ju i.
S e l a m a p r o s e s p e m a d a t a n r o d a a l a t p e m a d a t
d ib a s a h i d g n a ir y g d ic a m p u r s d k it d e t e r je n ,
h in d a r i p e n y ir a m a n y g b e r l e b ih a n .
K e c e p a t a n a l a t p e m a d a t t id a k l e b ih b e s a r d a r i
1 0 k m / ja m .
P r o s e s p e m a d a t a n , h a r u s m e n e r u s t id a k b o l e h
t e r p u t u s .
m a d a t a n a k h ir
S u h u p e m a d a t a n a k h ir 9 0 ° C - 1 2 5 ° C u n t u k A s p a l
P e n d a n 9 5 ° C - 1 3 0 ° C u n t u k b it u m e n a s b u t o n
m u r n i a t a u m o d if ik a s i, P e r a l a t a n p e m a d a t a n
P e n g g il a s R o d a B a ja ( S t e e l w h e e l
r o l l e r / T a n d e m R o l l e r ) . a t a u s e s u a i d e n g a n
in s t r u k s i d ir e k s i
K e c e p a t a n a l a t p e m a d a t t id a k l e b ih b e s a r d a r i
4 k m / ja m .
J u m l a h l in t a s a n ( p a s s in g ) s e s u a i s t a n d a r
p e r c o b a a n p e m a d a t a n y a n g d is e t u ju i.
r s ia p a n
C e k u l a n g P e r m in t a a n ( R e q u e s t ) P e k e r ja a n &
d a t a p e n d u k u n g n y a .
M e n y e r a h k a n c o n t o h b a h a n .
C e k d a n a m a t i u l a n g k e s ia p a n a l a t , p a s t ik a n
t id a k a d a p e r u b a h a n d a r i k e s ia p a n y a n g t e l a h
d il a k u k a n .
C e k u l a n g k e s ia p a n t e n a g a k e r ja , ju m l a h &
k u a l if ik a s in y a p a s t ik a n t d k a d a p e r u b a h a n d a r i
k e s ia p a n y a n g t e l a h d il a k u k a n .
P a s t ik a n a d a p e n a n g g u n g ja w a b d a r i p e n y e d ia
ja s a u n t u k m e n g a t a s i k o n d is i k h u s u s , a d a
p e n g e n d a l ia n K e s e l a m a t a n d a n K e c e l a k a a n
K e r ja ( K 3 ) & a d a k e s ia p a n p e m a n t a u a n d a l a m
c a m p u r a n a d d if t if
-
-
-
-
-
-
T
b
T
p
T
m
G
t
T
T
p
a
e r l u k a a k ib a t p e n g g u n a a n m e t e r a n
a ja t id a k t e p a t .
R e s ik o k e c e l a k a a n l a l u l in t a s ( T id a k
d ip a s a n g r a m b u , k e l a l a ia n p e k e r ja ) .
e r ja d i ir it a s i p a d a k u l it , m a t a d a n p a r u
a r u a k ib a t d e b u y a n g k e r in g
e r l u k a o l e h c o m p r e s o r w a k t u
e n y a p u p e r k e r a s a n l a m a
a n g g u a n p e n d e n g a r a n a k ib a t
im b u l n y a k e b is in g a n
e r l u k a o l e h p e r c ik a n a s p a l p a n a s .
e r ja d i ir it a s i t e r h a d a p m a t a , k u l it d a n
a r u - p a r u , a k ib a t u a p d a n p a n a s d a r i
s p a l .
-
Tahapan Pelaksanaan - Kerusakan pada pohon, struktur atau
- Aditif kelekatan dan anti pengelupasan (anti bangunan yang berdekatan dengan
striping agent) harus ditambahkan dalam lokasi dari percikan aspal.
bentuk cairan kedalam campuran agregat - Terluka oleh pipa alat - alat
dengan mengunakan pompa penakar (dozing penyemprot yang panas.
pump) pada saat proses pencampuran basah - Terluka oleh mesin pompa aspal.
di pugmil. Kuantitas pemakaian aditif anti - Terluka oleh tangki aspal.
striping dalam rentang 0,2% – 0,4 % terhadap - Terluka oleh dump truck sewaktu
berat aspal. menuangkan hot mix kefinisher.
- Anti striping harus digunakan untuk semua - Terluka oleh mesin pemadat aspal
jenis aspal tetapi tdk boleh tidak digunakan (tumdem roller dan tree roller).
pada aspal modifikasi yg bermuatan positif.
- Jenis aditif yang digunakan haruslah yang
disetujui Direksi Pekerjaan. Penyediaan aditif
dibayar terpisah dari pekerjaan aspal.
- Setelah selesai pekerjaan tsb kemudian
diadakan pengukuran mutualcheckbersama.
- Hasil pengukuran mutual check bersama
dituangkan form dan ditanda tangani bersama.
- Perhitungan volume dan pembayaran untuk
pelaksanaan pekerjaan tersebut diatas,
diperhitungkan dalam satuan Kilogram.
V DIVISI 7. STRUKTUR
- Beton fc'30 Mpa - Siapkan peralatan baik manual maupun mixer - Terluka akibat penggunaan meteran
beton baja tidak tepat.
- pastikan alat dalam keadaan baik - Resiko kecelakaan lalulintas (Tidak
Siapkan bahan-bahan untuk campuran beton dipasang rambu, kelalaian pekerja).
(semen, pasir, aggregat kasar dan air) - Terjadi iritasi pada kulit, mata dan paru-
- Material (pasir, semen, aggregat kasar) paru akibat debu yang kering
pencampuran dilakukan menggunakan - Terjadi bahaya akibat concrete mixer.
concerete pan mixer.
- Bersihkan lantai kerja, selanjutnya pasang - Bahaya kecelakaan pada pemasangan
pmbesian &bekisting.Pembesian,bekisting & bekisting.
benda-benda lain (pipa) yg dimasukkan - Tertimpa tanah galian, tertimbun tanah
kedalam beton harus diikat kuat sehingga galian, tertimpa benda jatuh dan
tidak bergeser pada saat pengecoran. terpeleset jatuh. Kecelakaan akibat
- Adukan beton menggunakan concerete mixer runtuhnya sisi galian akibat
dan dituang ke dalam cetakan. pembebanan.
- Padatkan adukan beton secara merata - Terjadi kecelakaan atau luka oleh
menggunakan Concerete Vibrator. karena paku-paku yang menonjol
- Permukaan beton dibentuk & diratakan - Kecelakaan akibat concrete mixer
perlahan2 menggunakan Towel&dilanjutkan (kena rantai, roda pemutar dll).
menggunakan mistar lurus sampai pmukaan - Terjadi gangguan pada mata dan
menjadi rata & halus. pendengaran akibat getaran vibrator
- Perawatan dilakukan dengan menutupi dan debu pada saat mencampur
permukaan beton dng karung basah. semen, agregat & air
- Gangguan kesehatan oleh debu akibat
pencampuran beton.
- Kecelakaan akibat robohnya cor beton.
- Terjadi kecelakaan akibat proses
penumpahan adukan beton, alat
penggetar dan water tanker.
- Beton fc 15 Mpa - Siapkan peralatan baik manual maupun mixer
beton
- pastikan alat dalam keadaan baik
Siapkan bahan-bahan untuk campuran beton
(semen, pasir, aggregat kasar dan air)
-
Material (pasir, semen, aggregat kasar)
pencampuran dilakukan menggunakan
concerete pan mixer.
- Bersihkan lantai kerja, selanjutnya pasang
pmbesian &bekisting.Pembesian,bekisting &
benda-benda lain (pipa) yg dimasukkan
kedalam beton harus diikat kuat sehingga
tidak bergeser pada saat pengecoran.
- Adukan beton menggunakan concerete mixer
dan dituang ke dalam cetakan.
- Padatkan adukan beton secara merata
menggunakan Concerete Vibrator.
- Permukaan beton dibentuk & diratakan
perlahan2 menggunakan Towel&dilanjutkan
menggunakan mistar lurus sampai pmukaan
menjadi rata & halus.
- Perawatan dilakukan dengan menutupi
permukaan beton dng karung basah.
- Baja Tulangan Polos BjTP Penempatan dan Pengikatan - Terluka akibat penggunaan meteran
280 - Tulangan harus dibersihkan sesaat sebelum baja tidak tepat.
pemasangan u/ menghilangkan kotoran, oli, - Resiko kecelakaan lalulintas (Tidak
lumpur,cat, karat& kerak,percikan adukan dipasang rambu, kelalaian pekerja).
atau lapisan lain yang dapat mengurangi atau - Terjepit alat pemotong besi/baja
merusak pelekatan dengan beton. tulangan
- Tulangan harus ditempatkan akurat sesuai dgn - Terluka akibat sisa-sisa besi baja
Gambar & dengan kebutuhan selimut beton tulangan.
minimum yg disyaratkan/ seperti yg - Terjepit saat mengangkat tulangan,
diperintahkan oleh Pengawas Pekerjaan. luka akibat membengkokan tulangan
- Batang tulangan harus diikat kencang dgn baja/besi
menggunakan kawat pengikat sehingga tidak - Luka ditangan akibat kawat baja pada
tergeser pada saat pengecoran. Pengelasan saat mengikat tulangan
tulangan pembagi atau - Kecelakaan akibat tanah longsor atau
pengikat (stirrup) terhadap tulangan baja tarik benda jatuh jika pemasangan tulangan
utama tidak diperkenankan. dibawah permukaan tanah.
Seluruh tulangan harus disediakan sesuai
- - Kecelakaan akibat tulangan runtuh jika
dengan panjang total yang ditunjukkan
pemasangan dilakukan pada
pada Gambar. Penyambungan (splicing)
ketinggian tertentu.
batang tulangan, terkecuali ditunjukkan
pada Gambar, tidak akan diizinkan tanpa
persetujuan tertulis dari Pengawas
Pekerjaan. Setiap penyambungan yang dapat
disetujui harus dibuat sedemikian
hingga penyambungan setiap batang tidak
tejdi pada penampang beton yang sama
dan harus diletakkan pada titik dengan
tegangan tarik minimum.
- Bilamana penyambungan dengan tumpang
tindih disetujui, maka panjang tumpang tindih
minimum haruslah 40 diameter batang &
batang tersebut harus diberikan kait pada
- Pengelasan pada baja tulangan tidak
diperkenankan,terkecuali terinci dlm gmbar /
secara khusus diizinkan o/ Pengawas Pek
secara tertulis.Bilamana Pengawas Pek.
menyetujui pengelasan u/sambungan,maka
sambungan dlm hal ini adalah sambungan dgn
panjang penyaluran penuh yang sesuai
ketentuan. Pendinginan trhadap pengelasan
dgn air tdk diperkenankan.
- P a s a n g a n B a t u
-
-
-
-
T
-
-
-
-
-
T
-
-
-
-
-
a
a
S
m
s
A
d
b
p
A
b
p
B
t
s
d
T
t
m
k
a
h
P
p
P
P
p
k
s
B
m
J
p
m
p
h
P
d
r
m
m
D
d
m
l
B
p
p
B
m
a
m
B
s
d
im p u l d a r i k a w a t p e n g ik a t h a r u s d ia r a h k a n
e m b e l a k a n g i p e r m u k a a n b e t o n
e h in g g a t id a k a k a n t e r e k s p o s
n y a m a n b a ja t u l a n g a n y a n g d il a s h a r u s
ip a s a n g s e p a n ja n g m u n g k in , d e n g a n
a g ia n t u m p a n g t in d ih d a l a m s a m b u n g a n
a l in g s e d ik it s a t u k a l i ja r a k a n y a m a n .
n y a m a n h a r u s d ip o t o n g u n t u k m e n g ik u t i
e n t u k p a d a k e r b & b u k a a n & h a r u s d ih e n t ik a n
a d a s a m b u n g a n a n t a r a p e l a t .
il a m a n a b a ja t u l a n g a n t e t a p d ib ia r k a n
r e k s p o s u / s u a t u w a k t u y g c u k u p l a m a m a k a
e l u r u h b a ja t u l a n g a n h a r u s d ib e r s ih k a n d a n
io l e s i d g n p a s t a s e m e n ( s e m e n & a ir s a ja ) .
id a k b o l e h a d a b a g ia n b a ja t u l a n g a n y a n g
e l a h d ip a s a n g b o l e h d ig u n a k a n u n t u k
e m ik u l p e r l e n g k a p a n p e m a s o k b e t o n , ja l a n
e r ja , l a n t a i u n t u k k e g ia t a n b e k e r ja
t a u b e b a n k o n s t r u k s i l a in n y a .
a p p e r s ia p a n
e l a k s a n a a n p e k e r ja a n p e n g u k u r a n d a n
e m a s a n g a n b o u w p l a n k .
e m b e r s ih a n l o k a s i p e k e r ja a n .
e n g a d a a n b a h a n m a t e r ia l p e k e r ja a n
a s a n g a n b a t u s e p e r t i b a t u , p a s ir & s e m e n
e l o k a s i p e k e r ja a n . B a h a n y g d ig u n a k a n h a r u s
e s u a i d g n y g d is y a r a t k a n .
a h a n m a t e r ia l d it e m p a t k a n t id a k ja u h d a n
u d a h d ija n g k a u d a r i l o k a s i p e k e r ja a n .
ik a d ip e r l u k a n p e r l u d is ia p k a n t e m p a t
e n y im p a n a n k h u s u s u n t u k b a h a n t a u
a t e r ia l , t e r u t a m a u n t u k b a h a n s e m e n a g a r
e n y im p a n a n s e m e n d a p a t d il a k u k a n d e n g a n
a p p e l a k s a n a a n
e m b u a t a n g a l ia n u n t u k p a s a n g a n b a t u s e s u a i
e n g a n y a n g d it u n ju k k a n o l e h g a m b a r
e n c a n a . P e k e r ja a n d a p a t d il a k u k a n s e c a r a
a n u a l a t a u m e n g g u n a k a n a l a t b e r a t u n t u k
e n g g a l i s e p e r t i e x c a v a t o r .
a s a r g a l ia n d ib u a t r a t a d a n d ib e r i l a n d a s a n
a r i a d u k a n s e m e n d e n g a n p a s ir s e t e b a l
in im a l 3 c m s e b e l u m m e l e t a k k a n b a t u p a d a
a p is a n y a n g p e r t a m a .
a t u d e n g a n u k u r a n y a n g b e s a r d il e t a k k a n
a d a l a p is a n d a s a r a / l a p is a n y g p e r t a m a &
a d a s u d u t 2 d a r i p a s a n g a n b a t u t e r s e b u t .
a t u d ip a s a n g d e n g a n m u k a t e r p a n ja n g s e c a r a
e n d a t a r d a n u n t u k m u k a b a t u y a n g t a m p a k
t a u b e r a d a p a l in g l u a r d ip a s a n g s e ja ja r d g n
u k a d in d in g b a t u y g t e r p a s a n g .
a t u y a n g d ig u n a k a n d ib e r s ih k a n d a n d ib a s a h i
a m p a i m e r a t a s e l a m a b e b e r a p a s a a t a g a r a ir
a p a t m e r e s a p .
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
T
b
R
d
P
d
g
K
a
m
p
h
R
T
T
P
m
e
B
p
B
g
B
y
L
P
s
p
T
p
ir
m
e r l u k a a k ib a t p e n g g u n a a n m e t e r a n
a ja t id a k t e p a t .
e s ik o k e c e l a k a a n l a l u l in t a s ( T id a k
ip a s a n g r a m b u , k e l a l a ia n p e k e r ja ) .
o t e n s i b a h a y a a k ib a t p ip a g a s , p ip a a ir ,
a n k o n d u k t o r l is t r ik , y a n g t e r k e n a
a l ia n .
e c e l a k a a n a k ib a t t e r k e n a c a n g k u l /
l a t p e n g g a l i a l in d a r i d ir i s e n d ir i
a u p u n d a r i r e k a n k e r ja b a ik
e n g g a l ia n s a a t s ia n g m a u p u n m a l a m
a r i.
u n t u h n y a l e r e n g g a l ia n .
e r p e l e s e t p a d a s a a t m e n g g a l i.
e r t im p a b e n d a ja t u h d a r i a t a s .
o t e n s i k e c e l a k a a n a k ib a t p e n g g a l ia n
e n g g u n a k a n m e s in p e n g g a l i a t a u
x a v a t o r .
a h a y a t e r p e r o s o k k e t e m p a t
e n g g a l ia n .
a h a y a a k ib a t g e n a n g a n a ir d it e m p a t
a l ia n .
a h a y a a k ib a t b a h a n - b a h a n d a n a l a t
a n g a k a n d ip a k a i.
u k a k a r e n a t e r t im p a b a t u
o t e n s i l u k a a k ib a t c a n g k u l / p e r a l a t a n
e je n is n y a u / p e n im b u n a n d a n
e m a d a t a n c a r a m a n u a l .
e r ja d i ir it a s i p a d a k u l it , m a t a d a n p a r u -
a r u a k ib a t d e b u y a n g k e r in g s e r t a
it a s i t e r k e n a c a m p u r a n b a h a n
a t e r ia l y a n g d ig u n a k a n .
V
V
I .
-
I I .
-
D
M
D
P
A
I
I
e
g
V I S
a r k
V I S
r b
r e
I 9 . P E
a J a l a n
I 1 0 . P
a ik a n L
g a t K l a
K E
T
E K
a p
s A
R J
e r m
E R
is P
A
J
A
o
A
o
N
p l
A N
n d
H
a s
P
a s
A R
t ik
E M
i
I A
E
N
L
-
-
-
T a
-
-
&
-
-
-
-
-
-
I H
-
-
S e t ia p r o n g g a a t a u c e l a h a n t a r b a t u d iis i
d e n g a n b a h a n a d u k a n d a r i s e m e n d a n p a s ir
s e s u a i d e n g a n k o m p o s is i c a m p u r a n y a n g
d it e n t u k a n . B a h a n a d u k a n a t a u m o r t a r d a p a t
d is ia p k a n m e n g g u n a k a n a l a t c o n c r e t e m ix e r
a t a u s e c a r a m a n u a l .
S e t ia p 2 m e t e r d a r i p a n ja n g p a s a n g a n b a t u
d ib u a t l u b a n g s u l in g a n . K e c u a l i d it e n t u k a n l a in
o l e h g a m b a r a t a u d ir e k s i p e k e r ja a n . L u b a n g
s u l in g a n d a p a t d ib u a t d e n g a n m e m a s a n g p ip a
p v c y a n g b e r d ia m e t e r 5 0 m m
S e t ia p s a m b u n g a n a n t a r b a t u p a d a p e r m u k a a n
d ik e r ja k a n h a m p ir r a t a d e n g a n p e r m u k a a n
p e k e r ja a n t e t a p i t id a k m e n u t u p p e r m u k a a n
b a t u
h a p p e k e r ja a n a k h ir / f i n i s h i n g
P e m b e r s ih a n l o k a s i p e k e r ja a n d a r i s is a s is a
m a t e r ia l p e l a k s a n a a n .
J ik a d ip e r l u k a n p e r m u k a a n p a s a n g a n b a t u
d a p a t d ib e r i l a p is a n a c ia n u n t u k m e m p e r h a l u s
p e r m u k a a n d a r i p a s a n g a n b a t u .
P E K E R J A A N L A I N - L A I N
S e b e l u m p e n a n d a a n a t a u p e n g e c a t a n
d il a k u k a n , p a s t ik a n b a h w a p e r m u k a a n
p e r k e r a s a n ja l a n b e r s ih , k e r in g , d a n b e b a s d a r i
b a h a n y a n g b e r m in y a k d a n d e b u .
U n t u k p e m b e r s ih a n p e r k e r a s a n d e n g a n m a r k a
ja l a n l a m a , d il a k u k a n d e n g a n g r it b l a s t in g
( p e n g a u s a n d e n g a n b a h a n b e r b u t ir h a l u s )
a g a r t id a k m e n g h a l a n g i k e l e k a t a n l a p is a n c a t
b a r u .
P a s t ik a n p e n a n d a a n m a r k a ja l a n p a d a
p e r m u k a a n p e r k e r a s a n d e n g a n d im e n s i d a n
p e n e m p a t a n y a n g p r e s is i.
P e n g e c a t a n d il a k u k a n d e n g a n m e s in y a n g
m a m p u m e n g h a s il k a n s u a t u l a p is a n y a n g r a t a
d a n s e r a g a m d e n g a n t e b a l m in im u m 1 , 5 m m
d a n d e n g a n s u h u 2 0 4 – 2 1 8 ° C .
T a b u r k a n s e g e r a B u t ir a n k a c a ( g l a s s b e a d )
d ia t a s p e r m u k a a n c a t , k a d a r 4 5 0 g r a m / m 2 .
L in d u n g i m a r k a y a n g m a s ih b a s a h d a r i l a l u
l in t a s s a m p a i m a r k a t e r s e b u t k e r in g d a n b is a
u n t u k d il a l u i.
A R A A N K I N E R J A
P e n g e n d a l ia n l a l u l in t a s s e s u a i k e t e n t u a n a g a r
k e g ia t a n t id a k t e r g a n g g u .
P e m b u a t a n p a t o k s e b a g a i t a n d a k e t in g g ia n
a t a u e l e v a s i s e s u a i g a m b a r r e n c a n a .
-
-
-
-
-
-
-
-
-
T
b
T
g
m
s
T
p
T
m
G
t
I
t
T
b
R
d
e r l u k a a k ib a t p e n g g u n a a n m e t e r a n
a ja t id a k t e p a t .
R e s ik o k e c e l a k a a n l a l u l in t a s ( T id a
d ip a s a n g r a m b u , k e l a l a ia n p e k e r ja
e r ja d i g a n g g u a n k e s e h a t a n a t a u
a n g g u a n f is ik a k ib a t p e k e r ja t id a k
e m a k a i p e r l e n g k a p a n k e r ja y a n g
e s u a i d e n g a n s y a r a t .
e r ja d i ir it a s i p a d a k u l it , m a t a d a n p a
a r u a k ib a t d e b u y a n g k e r in g .
e r l u k a o l e h c o m p r e s o r w a k t u
e n y a p u p e r k e r a s a n l a m a .
a n g g u a n p e n d e n g a r a n a k ib a t
im b u l n y a k e b is in g a n .
r it a s i k u l it d is e b a b k a n t e r k e n a
u m p u h a n c a t .
e r l u k a a k ib a t p e n g g u n a a n m e t e r a n
a ja t id a k t e p a t .
e s ik o k e c e l a k a a n l a l u l in t a s ( T id a k
ip a s a n g r a m b u , k e l a l a ia n p e k e r ja ) .
k
) .
r u -
- Dilakukan penggarukan atau pengaluran pada - Terjadi gangguan kesehatan atau
permukaan perkerasan aspal lama agar gangguan fisik akibat pekerja tidak
diperoleh tahanan geser yang lebih baik memakai perlengkapan kerja yang
sebelum di hampar dipermukaan perkerasan sesuai dengan syarat.
aspal lama. - Terjadi iritasi pada kulit, mata dan paru-
- Dilakukan pemeriksaan kadar air material paru akibat debu yang kering.
Agregat Base Kelas A untuk hasil maksimal. - Terluka oleh compresor waktu
- Dilakukan pemilihan waktu yang tepat sesuai menyapu perkerasan lama.
dengan kondisi cuaca saat penghamparan. - Gangguan pendengaran akibat
- Mengatur jarak bongkar material agar timbulnya kebisingan.
didapatkan ketebalan yang rata,karena akan
terjadi segregasi material bila terlalu banyak
pengaturan untuk penambahan atau
pengurangan sesuai tebal rencana.
- Lapis pondasi agregate paling atas yang
diselesaikan setiap section pemadatan harus
dibuat sedemikian rupa sehingga memiliki
kemiringan sesuai spesifikasi.
- Patok referensi elevasi lpis pondasi agregate
centreline,batas2 lapispondasi agregate&
patok kemiringan agar dibuat dgn jelas
,diupdate sesuai dgn elevasi lapis pondasi
agregate yg telah diselesaikan dan dijaga
keberadaannya untuk memudahkan
pemeriksaan dan pengontrolan pekerjaan.
- Untuk lokasi lapis pondasi agregate yang tidak
dapat dijangkau dengan VibroRoller/
Smoothdrum, digunakan Baby Roller atau
Stamper disesuaikan dgn kondisi lapangan.
- Perbaikan Campuran Aspal Persiapan - Terluka akibat penggunaan meteran
Panas - Menentukan titik lokasi, ketebalan sesuai baja tidak tepat.
dengan gambar rencana, kesiapan alat, serta - Terluka akibat penggunaan meteran
menyiapkan rambu-rambu K3. baja tidak tepat.
- Bagian aspal yang rusak dibongkar dengan Resiko kecelakaan lalulintas (Tidak
asphalt cutter dan jack hammer. dipasang rambu, kelalaian pekerja).
- Material campuran agregat, asphalt dan bahan - Terjadi iritasi pada kulit, mata dan paru-
anti pengelupasan yang didatangkan sesuai paru akibat debu yang kering
dengan Job Mix Formula yang telah disetujui Terluka oleh compresor waktu
- bongkar perkerasan beraspal secara manual menyapu perkerasan lama
dengan menggunakan alat bantu, apabila
Gangguan pendengaran akibat
tambalan cukup luas, pembongkaran dapat
timbulnya kebisingan
dilakukan dengan menggunakan motor
- Terluka oleh percikan aspal panas.
grader. Pembongkaran perkerasan beraspal
Terjadi iritasi terhadap mata, kulit dan
tidak hanya bagian lapis permukaan saja tapi
paru-paru, akibat uap dan panas dari
harus mencakup tanah dasar dengan
aspal.
kedalaman sesuai dengan gambar rencana
atau petunjuk direksi pekerjaan
Penghamparan - Kerusakan pada pohon, struktur atau
- Setelah Dump Truck membawa material tiba di bangunan yang berdekatan dengan
lokasi, pelaksana, direksi pekerjaan dan lokasi dari percikan aspal.
konsultan pengawas - Terluka oleh mesin pompa aspal.
- Lakukan pemadatan setiap lapis agregat - Terluka oleh tangki aspal.
sampai benar-benar padat menggunakan alat - Terluka oleh dump truck sewaktu
pemadat seperti combination vibratory roller. menuangkan hot mix kefinisher.
Pada lapisan agregat yang telah dipadatkan
- Terluka oleh mesin pemadat aspal
dilakukan pengujian dengan alat sand cone.
(tumdem roller dan tree roller).
Kepadatan lapisan agregat harus sesuai
dengan spesifikasi teknis pekerjaan. - Terkena material hot mix.
- Semprotkan lapis resap pengikat (prime coat)
dengan menggunakan asphalt sprayer secara
merata pada permukaan agregat
- Hamparkan campuran aspal di atas permukaan
yang telah dilapis dengan resap pengikat
(prime coat)baik menggunakan alat
penghampar atau secara manual, campuran
aspal yang ditebarkan harus sama atau setara
dengan lapisan aspal di sekitar lokasi
penambalan (patching) kecuali diperintahkan
berbeda oleh direksi pekerjaan.
- Padatkan campuran aspal dengan combination
vibratory roller atau dengat alat lain yang
disetujui direksi pekerjaan
- Bersihkan tempat pekerjaan dari sisa-sisa
pekerjaan agar tidak mengganggu atau
membahayakan para pengguna jalan
- Demobilisasi alat-alat pekerjaan dan para
pekerja
5. Lingkup Kewenangan Penyedia Jasa
1) Menyediakan Tenaga Ahli dengan kualifikasi yang sesuai dengan yang disyaratkan
dalam KAK ini.
2) Mengorganisir dan melaksanakan pekerjaan sesuai KAK, kontrak kerja, dokumen
lelang, dan aturan pengadaan barang dan jasa yang berlaku.
6. Jangka Waktu Penyelesaian Kegiatan
Jangka Waktu Penyelesaian Kegiatan Peningkatan Jalan adalah 90 Hari Kalender
Jadwal Tahapan Pelaksanaan Kegiatan
No Kegiatan Bulan Ke Ket
I II III
1 2 3 4 5 6
1 Persiapan/Pemberitahuan Pelaksanaan Pekerjaan √
Survey awal lokasi pekerjaan
2 √
Pembuatan Gambar Kerja Dan Perhitungan
3 √
Kembali Volume Lapangan (MCA)
Pelaksanaan
4 √ √ √
Pembuatan Laporan-laporan
5 √
Monitoring dan Evaluasi Pekerjaan
6 √ √
Pemeriksaan Akhir Pekerjaan √
7
Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan Boroko, September 2025
Pejabat embuat Komitmen (PPK)
MAHRIANIY PATADJENU, S.Ars
NIP. 19831008 200902 2 001