| Reason | |||
|---|---|---|---|
| 0945853547821000 | Rp 2,985,000,000 | - | |
| 0755700531821000 | Rp 2,985,000,165 | - | |
CV Bailo Raya | 0751006685833000 | - | - |
| 0014934285822000 | Rp 2,878,605,561 | Tidak melampirkan tabel B1. pada RKK | |
| 0855522975824000 | Rp 2,871,405,009 | Personil dan Sertifikat Kompetensi yang dilampirkan an. Busran Marasobu setelah dilakukan klarifikasi, yang bersangkutan tidak pernah mengetahui dan memberikan ijin untuk menggunakan nama dan sertifikatnya sebagai personil pada paket pekerjaan ini. Sehingga personil pelaksana dianggap tidak ada | |
| 0725367247821000 | Rp 2,903,048,095 | Tidak melampirkan sertifikat standar dan tangkapan layar laman OSS yang mencantumkan bahwa Sertifikat Standar sedang menunggu verifikasi tidak sesuai dengan yang disyaratkan dalam dokumen pemilihan BAB. V LDK Point. 1 | |
Dunia Teknik Jaya | 00*8**7****21**0 | - | - |
| 0438243826822000 | - | - | |
| 0751422700822000 | - | - | |
| 0714470291822000 | - | - | |
PT Rapha Falita Mora | 05*2**3****31**0 | - | - |
Askar Hikma Bookstore | 01*5**9****22**0 | - | - |
| 0628333171823000 | - | - | |
| 0030689061116000 | - | - | |
| 0017887605821000 | - | - | |
| 0539551788822000 | - | - | |
| 0539823419823000 | - | - | |
| 0439480138824000 | - | - | |
| 0032633364821000 | - | - | |
| 0031708480822000 | - | - | |
PT Citra Karya Tobindo | 08*4**1****61**0 | - | - |
| 0019147917823000 | - | - | |
Biru Jaya Energi | 04*1**7****29**0 | - | - |
| 0743588550822000 | - | - | |
| 0022277495822000 | - | - | |
| 0919514802822000 | - | - | |
| 0967575994821000 | - | - |
URAIAN SINGKAT PEKERJAAN
REKONSTRUKSI/PENINGKATAN KAPASITAS STRUKTUR
RUAS JALAN BOROKO TIMUR I (JALAN MENARA)
SUMBER DANA : DANA ALOKASI UMUM (DAU)
KAB. BOLAANG MONGONDOW UTARA
TAHUN 2024
A. RUANG LINGKUP
1. Lingkup Kegiatan
Pelaksanaan pekerjaan dimulai dari undangan rapat dan Berita acara Reviu
Laporan Hasil Pemilihan Penyedia, Penetapan SPPBJ, undangan rapat dan Berita
acara persiapan penandatanganan kontrak, Penandatanganan Kontrak,
Peninjauan Lapangan, Penyerahan Lapangan, SPMK, Pre Construction Meeting,
MC0, Pelaksanaan kegiatan, penyerahan pertama dan kedua kegiatan kepada
pengguna jasa, pemeliharaan dan pelaporan.
2. Keluaran
Pekerjaan Rekonstruksi/Peningkatan Jalan (AC-WC Panjang 482 m x lebar 5 m)
3. Peralatan, Material dan Personil.
Peralatan dalam pelaksanaan kegiatan ini terdiri dari :
- AMP (Memiliki sertifikat laik operasi) 60 t/Jam 1 Unit
(Melampirkan Justifikasi Teknis terkait Jarak dan Waktu
Tempuh Pengiriman Campuran Aspal Panas dari Instalasi
Asphalt Mixing Plant (AMP) ke Lokasi Pekerjaan, untuk
menjamin tercapainya suhu yang di persyaratkan dalam
Spesifikasi Teknis, mulai dari suhu kedatangan dalam
Dump Truck, dalam Finisher dan Tahapan Pemadatan,
Pemadatan antara maupun Pemadatan Akhir.
Dibuktikan dengan Justifikasi Teknis oleh
Penyedia/Instalasi Asphalt Mixing Plant (AMP).
- Asphalt Finisher 10 ton 1 Unit
- Tandem Roller 6-8 ton 1 Unit
- P. Tyre Roller 8-10 ton 1 Unit
- Motor Greder 100 HP 1 Unit
- Vibrator roller 5-8 ton 1 Unit
- Alat Bantu 2 Unit
a. Nilai TKDN untuk Peralatan
Tabel NIlai TKDN
No Nama Alat Nilai TKDN Ket.
1 AMP 43,68
2 Mini Excavator 99,98
3 Dump Truck 20,5
4 Conc. Mixer 90,78
5 Wheel Loader 25,36
6 Motor Grader 22,57
7 Tandem 33,15
8 Water Tanker 26,10
9 Motor Grader 22,57
10 Tandem 33,15
11 Vibro Roller 42,29
12 Asp. Distributor 31,82
13 Compressor 26,84
14 Power Broom 75,00
15 Genset 49,75
16 Asp. Finisher 39,76
17 P. Tyre Roller 33,15
18 Concrete Vibrator 75,00
19 Thermoplastic Road Marking Machine 75,00
20 Jack Hammer 37,49
21 Baby Vibratory Roller 75,00
22 Asphalt Cutter 75,00
Material
Material yang digunakan dalam pelaksanaan terdiri dari Aspal, Batu Kali
/Batu Belah, Pasir, Semen, Timbunan Biasa, Timbunan Pilihan, Lapis
Pondasi Agregat (LPA) Klas A, Agregat Kasar, Agregat Halus dan Aspal.
a. TKDN;
TKDN (Tingkat Komponen Dalam Negeri) merupakan besarnya
komponen dalam negeri pada barang jasa, dan gabungan barang jasa.
Dalam rangka menguatkan stuktur industri dalam negeri dan
mengurangi ketergantungan produk impor, nilai TKDN rata-rata
ditargetkan mencapai sebesar 43,3% pada tahun 2020 dan naik
menjadi 50% pada tahun 2024 seperti tertuang dalam dokumen
Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional 2020-2024
Tabel NIlai TKDN
No Nama Alat Nilai TKDN Ket.
1 Batu Kali/Batu Belah 100,00
2 Semen 84,92
3 Pasir 100,00
4 Timbunan Pilihan 100,00
5 Agregat Klas A 100,00
6 Aspal Emulsi CSS-1 34,71
7 Agr Pch Mesin 5-10 & 10-15 100,00
8 Agr Pch Mesin 0 - 5 100,00
9 Aspal 27,87
10 Bahan anti pengelupasan 35,57
11 Pasir Beton 100,00
12 Agregat Kasar 100,00
13 Kayu Perancah 100,00
14 Paku 25,03
15 Air 100,00
16 Plastizier 22,95
17 Baja Tulangan Polos BjTP 280 51,47
18 Kawat Beton 54,30
19 Cat Marka Thermoplastic 41,65
20 Glass Bead 48,80
21 Lapis Resap Pengikat 35,57
Personil dari pengguna jasa dalam pelaksanaan ini terdiri dari :
- Pengguna Anggaran
- PPK
- PPTK
- Koordinator Lapangan
- Pengawas lapangan
Personil Manajerial yang diperlukan untuk melakukan kegiatan ini :
No Jabatan Pengalaman Sertifikat Keahlian
(minimal)
1 Pelaksana 2 Tahun SKT Pelaksana
Lapangan
Pekerjaan Jalan
2 Ahli K3 Konstruksi 3 Tahun SKA (Ahli Muda)
K3 Konstruksi
1. Pelaksana
Memiliki SKT Pelaksana Lapangan Pekerjaan Jalan
2. Ahli K3 Konstruksi
Tenaga ini memiliki SKA Ahli K3 konstruksi (Ahli Muda) yang diterbitkan oleh
unit kerja yang menangani keselamatan konstruksi di Kementerian Pekerjaan
Umum dan Perumahan Rakyat dan/atau yang diterbitkan oleh lembaga
instansi yang berwenang sesuai dengan Standar Kompentensi Kerja Nasional
Indonesia dan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
4.Metode Pelaksanaan
Tabel 1. Metode Pelaksanaan
NO LINGKUP PEKERJAAN METODE PEKERJAAN BAHAYA UTAMA
I DIVISI I. UMUM
1,2 Mo bilisasi Mobilisasi material ke dalam area pekerjaan - Terganggunya infrastruktur, utilitas
menggunakan alat berat atau orang dan fasilitas public
- Polusi Udara
- Tabrakan Lalu Lintas saat mobilisasi
- Kemacetan Lalu Lintas saat mobilisasi
II DI VISI 3. PEKERJAAN TANAH & GEOSINTETIK
- Tim bunan Biasa dari - Sebelum penghamparan timbunan pada setiap - Terluka akibat penggunaan meteran
sumber galian tempat,semua bahan yg tdk diperlukan harus baja tidak tepat.
dibuang sebagaimana diperintahkan oleh - Resiko kecelakaan lalulintas (Tidak
pengawas pekerjaan. dipasang rambu, kelalaian pekerja).
- Menyiapakan DMF & JMF timbunan pilihan - Gangguan pernafasan akibat debu
Penyiapan Tempat Kerja material.
- Kecuali untuk derah tanah lunak a/ tanah yg - Terjadi kecelakaan pada saat dump
tidak dapat dipadatkan a/ tanah rawa, dasar truck menurunkan timbunan, terjadi
pondasi timbunan harus dipadatkan seluruh iritasi pada kulit dan paru-paru akibat
(termasuk penggemburan dan penggeringan debu timbunan yang kering.
atau pembasahan bila diperlukan) sampai 15 cm
- Terluka oleh mesin penghampar
bagian permukaan atas dasar atas pondasi
(grader) karena pengoperasian tidak
memenuhi kepadatan yg disyaratkan
benar.
- Timbunan harus ditempatkan ke permukaan - Terjadi gangguan kesehatan karna air
yang telah disiapkan & disebar dalam lapisan yg digunakan u/penyiraman tdk sehat.
yang merata yang bila di padatkan akan
mmenuhi toleransi tebal yang di syaratkan .
- Terjadi kecelakaan dlm p'operasian
Bilamana timbunan dihampar lebih dari satu
alat penyiraman (water tanker).
lapis, lapisan-lapisan tersebut sedapat mungkin
di bagi rata sehingga sama tebal. - Terluka karna longsor yang
- Tanah timbunan umumnya diangkut langsung disebabkan timbunan tanah tidak
dari lokasi sumber bahan ke permukaan yg tlah kering.
disiapkan pd saat cuaca cerah & disebarkan.
Penumpukan tanah timbunan untuk persediaan,
terutama slama musim hujan. biasanya tdk
diperkenankan, terutama selama musim hujan.
- Segera stelah penempatan & penghamparan
timbunan, setiap lapis harus dipadatkan dgn
peralatan pemadat yg memandai & disetujui
Pengawas sampai mencapai kepadatan yang
disyaratkan.
- Timbunan Pilihan dari - Sebelum penghamparan timbunan pada setiap - Terluka akibat penggunaan meteran
sumber galian tempat,semua bahan yg tdk diperlukan harus baja tidak tepat.
dibuang sebagaimana diperintahkan oleh - Resiko kecelakaan lalulintas (Tidak
pengawas pekerjaan. dipasang rambu, kelalaian pekerja).
- Menyiapakan DMF & JMF timbunan pilihan - Gangguan pernafasan akibat debu
Penyiapan Tempat Kerja material.
- Kecuali untuk derah tanah lunak a/ tanah yg - Terjadi kecelakaan pada saat dump
tidak dapat dipadatkan a/ tanah rawa, dasar truck menurunkan timbunan, terjadi
pondasi timbunan harus dipadatkan seluruh iritasi pada kulit dan paru-paru akibat
(termasuk penggemburan dan penggeringan debu timbunan yang kering.
atau pembasahan bila diperlukan) sampai 15 cm
- Terluka oleh mesin penghampar
bagian permukaan atas dasar atas pondasi
(grader) karena pengoperasian tidak
memenuhi kepadatan yg disyaratkan
benar.
- Timbunan harus ditempatkan ke p'mukaan yang - Terjadi gangguan kesehatan karna air
telah disiapkan & disebar dalam lapisan yang yg digunakan u/penyiraman tdk sehat.
merata yang bila di padatkan akan mmenuhi
toleransi tebal yang di syaratkan . Bilamana
- Terjadi kecelakaan dlm p'operasian
timbunan dihampar lebih dari satu lapis, lapisan-
alat penyiraman (water tanker).
lapisan tersebut sedapat mungkin di bagi rata
sehingga sama tebal. - Terluka karna longsor yang
- Tanah timbunan umumnya diangkut langsung disebabkan timbunan tanah tidak
dari lokasi sumber bahan ke permukaan yg tlah kering.
disiapkan pd saat cuaca cerah & disebarkan.
Penumpukan tanah timbunan untuk persediaan,
terutama slama musim hujan. biasanya tdk
diperkenankan, terutama selama musim hujan.
- Segera stelah penempatan & penghamparan
timbunan, setiap lapis harus dipadatkan dgn
peralatan pemadat yg memandai & disetujui
Pengawas sampai mencapai kepadatan yang
disyaratkan.
- Pertama lokasi pekerjaan harus dibersihkan - Terluka akibat penggunaan meteran
- Penyiapan Badan Jalan
terlebih dahulu dari berbagai material yang bisa baja tidak tepat.
mengganggu pekerjaan seperti semak-semak,
-
Resiko kecelakaan lalulintas (Tidak
pepohonan, batu-batu besar, atau material
dipasang rambu, kelalaian pekerja).
lainnya
- Tahapan berikutnya adalah melakukan pekerjaan - Gangguan pernafasan akibat debu
galian. Pekerjaan ini bisa dilakukan dengan material.
menggunakan alat berat seperti excavator atau
- Terluka terkena alat berat
bis juga secara manual untuk membentuk tanah
dasar yang sesuai dengan gambar/sesuai
dengan petunjuk pengawas.
- Motor greder meratakan permukaan hasil galain
- Selanjutnya dilakukan pemadatan tanah.
Pemadatan tanah dasar bisa dilakukan dengan
menggunakan sebuah alat yang dinamakan
dengan vibrator roller di wilayah pelebaran yang
tidak begitu luas atau sangat tidak
memungkinkan untuk menggunakan vibrator
roller di wilayah pelebaran yang tidak begitu luas
atau sangat tidak memungkinkan untuk
menggunakan vibrator roller.
- Sekelompok pekerja akan membantu meratakan
badan jalan dengan alat bantu.
III. DIVISI 5. PERKERASAN BERBUTIR DAN PERKERASAN BETON SEMEN
- Lapis Pondasi Agregat - Terluka akibat penggunaan meteran
Apabila lapis pondasi agregat kelas B sudah finish
Kelas A baja tidak tepat.
grade, maka dilanjutkan dengan agregat kelas A.
- Proses pemecahan batu menjadi fraksi yang - Resiko kecelakaan lalulintas (Tidak
diinginkan menggunakan Stone Crusher. dipasang rambu, kelalaian pekerja).
- Blending material mulai dari fraksi 1,2 dan 3 - Terluka pada saat memasang patok
sesuai komposisi JMF. Blending bisa dan luka terkena palu.
menggunakan alat blending plant. Jika tidak - Terluka karena pengoperasian alat
tersedia, blending bisa menggunakan excavtor berat tidak dilakukan dgn benar.
maupun wheel loader. - Terjadi kecelakaan pada saat dump
truck menurunkan agregat.
Proses pengangkutan dari stockpile menuju - Terjadi iritasi pada kulit & paru-paru
lokasi penghamparan menggunakan dump akibat debu agregat yang kering.
truck.
- Penghamparan agregat menggunakan Motor - Kecelakaan akibat tanah dipinggir
Grader.Tebal hamparan agregat max 20 cm. bahu jalan tidak stabil.
- Proses pemadatan menggunakan alat berat vibro - Terluka oleh alat kerja akibat jarak
roller.Saat pemadatan perlu menjaga kadar antara pekerja terlalu dekat.
air.Oleh karena itu perlu dilakukan penyiraman -
Terjadi gangguan kesehatan karena air
menggunakan truck water tank
yg digunakan u/penyiraman tdk sehat.
- Pengujian ketebalan LPA atau tes spit
- Pengujian kepadatan agregat menggunakan
metode sandcone.Tingkat kepadatan sampai
dengan 100%.
- Pengujian CBR lapangan dan CBR lab. Nilai
CBR minimal 90%.
IV DIVISI 6. PERKERASAN ASPAL
- Lapis Resap Pengingat - 1 Penyiapan Permukaan yang Akan Disemprot - Terluka akibat penggunaan meteran
Aspal Cair / Emulsi Aspal baja tidak tepat.
- Apabila pekerjaan Lapis Serap Pengikat - Resiko kecelakaan lalulintas (Tidak
dan Lapis Perekat akan dilaksanakan pada dipasang rambu, kelalaian pekerja).
permukaan perkerasan jalan yang ada atau bahu - Terjadi iritasi pada kulit, mata dan paru-
jalan yang ada, semua kerusakan paru akibat debu yang kering
perkerasan maupun bahu jalan harus
-
diperbaiki menurut Spesifikasi ini
- Apabila pekerjaan Lapis Resap pengikat
dan lapis perekat akan dilaksanakan pada - Gangguan pendengaran akibat
perkerasan jalan bam atau bahu jalan baru, timbulnya kebisingan
perkerasan atau bahu itu hams telah
selesai dikerjakan sepenuhnya, menurut
spesifikasi ini yang sesuai dengan lokasi dan
jenis permukaan yang baru tersebut.
- Lapis Perekat - Aspal Cair / - Permukaan yg akan disemprot itu harus
dipelihara menurut standart butir ( a) dan butir
Emulsi
(b ) di atas sebelum pekerjaan pelaburan
dilaksanakan.
- Sebelum penyemprotan aspal dimulai
permukaan hams dibersihkan dengan
memakai sikat mekanis atau kompresor atau
kompresor atau kombinasi keduanya. Bila
peralatan ini belum dapat membersihkan
permukaan yg benar-benar bersih. Penyapuan
tambahan harus dikerjakan manual dengan sikat
yang kaku.
- Pembersihkan harus dilaksanakan melebihi 20
cm dari tepi bidang yang akan disemprot.
- Tonjolan yg disebabkan o/ benda-benda asing
lainnya harus disingkirkan dari permukaan
dng memakai penggaruk baja atau dgn cara
lainnya yang telah disetujui / sesuai dgn
perintah pengawas pekerjaan & bagian yang
telah digaruk tersebut harus dicuci dgn air &
sapu.
- Untuk pelaksanaan Lapis Resap pengikat di
atas Lapis Pondasi Agregat Kelas A,
permukaan akhir yang telah disapu harus
rata, bermosaik agregat kasar dan halus,
permukaan yg hanya mengandung agregat
halus tidak akan diterima.
- Pekerjaan penyemprotan aspal tidak boleh
dimulai sebelum perkerasan telah disiapkan
dapat diterima oleh Pengawas Pekerjaan.
- Permukaan harus dalam keadaan kering atau
setengah kering
2 Takaran dan Suhu Pemakaian Bahan
- Lapis Resap Pengikat : 0,4 - 1,3 Lt/m2
Lapis Perekat : permukaan baru 0,15 Lt/m2 aspal
cair 0,20 Lt/m2 emulsi 0,40 Lt/m2 emulsi
diencerkan
- Suhu Penyemprotan
Jenis Aspal Rentang Suhu
Aspal cair 50 pph (MC 70) 70 +/- 10 C
Aspal cair 75
45 +/- 10 C
pph (MC 30)
Aspal emulsi diencerkan tidak dipanaskan
3 Pelaksanaan Penyemprotan
- Batasygakan disemprotharusdiukur&ditandai
- Masih dimungkinkan lalu lintas satu jalur
- Lokasi awal dan akhir penyemprotan harus
dilindungi dengan bahan yang kedap
- Ada bagian yang tumpang tindih selebar 20 cm
sepanjang sisi lajur yang bersebelahan
- Aspal yang di semprot harus benar benar merata
di seluruh permukaan
- Lokasi yg disemprot PrimeCoat menunjukan
batas aspal berlebih di tutup dgn bahan yg bisa
menyerapnya sesudah 4jam pyemprotan
- Lapisan aspal berikutnya dihampar setelah
primecoat meresap sepenuhnya,arus lalu lintas
diperbolehkan setelah 4jam phamparan
-
Penghamparan berikutnya diatas tack coat
dilakukan sebelum daya lekat tack coat hilang
-
Apabila lalu lintas di ijinkan melewati Lapis Resap
Pengikat maka harus digunakan bahan penyerap
(Blotter material) dari agregat single size 9,5 mm
- Laston Lapis AUS (AC-WC) Persiapan - Terluka akibat penggunaan meteran
- Pelaksanaan pekerjaan hanya boleh dilakukan baja tidak tepat.
pd saat cuaca cerah. - Resiko kecelakaan lalulintas (Tidak
- Cek kesiapan lapangan pada Daftar Simak dipasang rambu, kelalaian pekerja).
Kesiapan Lapangan. - Terjadi iritasi pada kulit, mata dan paru-
Pengangkutan paru akibat debu yang kering
- Pastikan alat pengangkut (D. Truck) - Terluka oleh compresor waktu
menggunakan penutup terpal. menyapu perkerasan lama
- Menerima tiket pengiriman. - Gangguan pendengaran akibat
Cek Kesesuaian timbulnya kebisingan
- Cocokkan data no kendaraan, catat waktu - Terluka oleh percikan aspal panas.
penerimaan (amati selisih waktu) Terjadi iritasi terhadap mata, kulit dan
- Cek suhu diatas Dump Truck (suhu pasokan ke paru-paru, akibat uap dan panas dari
Finisher)130°C-150°C Aspal Pen & 135°C-155°C aspal.
bitumen asbuton murni /modifikasi. - Kerusakan pada pohon, struktur atau
- Amati visual tampilan camp. apakah rata? bangunan yang berdekatan dengan
Jika tidak memenuhi ketentuan suhu diatas, lokasi dari percikan aspal.
campuran ditolak dan buang. - Terluka oleh pipa alat - alat
Pengendalian Hasil Pekerjaan Tdk Sesuai penyemprot yang panas.
- Catat HPTS, Lakukan pencatatan setiap ada - Terluka oleh mesin pompa aspal.
kejadian yang serupa. - Terluka oleh tangki aspal.
Cek Berulang - Terluka oleh dump truck sewaktu
- Amati apakah kejadian berulang, baik saat itu menuangkan hot mix kefinisher.
maupun pd pelaksanaan pek. dihari yg lain. - Terluka oleh mesin pemadat aspal
- Jika berulang, evaluasi penyebab dan lakukan (tumdem roller dan tree roller).
tindakan perbaikan. - Terkena material hot mix.
Loading & dumping ke Asphalt Finisher (AF)
- Pastikan dumping Asphalt Finisher tidak dalam
posisi mendorong DTruck.
- Dumping dilakukan tahap demi tahap, pada
kondisi Dump Truck dan Asfhalt Finisher
bergerak searah dengan kecepatan sama.
- Pastikan screed dipanaskan sebelum
menghampar.
- Vibrasi pd tamper dipastikan berjalan baik.
- Pemasangan balok kayu atau material lain yg
disetujui pada sisi hamparan.
- Lakukan penghamparan dengan mendahulukan
sisi terendah.
- Amati apakah tekstur merata, secara visual
memuaskan.
- Lakukan pengamatan pada pengukuran suhu
campuran yang dihampar (minimal 1x pada jarak
100 meter).
- Pastikan kecepatan penghamparan konstan,
harus sesuai dengan standar yang telah
ditentukan, untuk menghindari timbulnya
koyakan pada penghamparan.
- Jika terjadi segregasi, koyakan maka hentikan
penghamparan&sampai ditemukan penyebabnya
hamparan dilanjutkan.
-
Amati mekanisme kerja Asphalt Finisher (Paver),
jalan sempurna/ baik, penebaran merata.
- Tidak diperbolehkan ada penaburan butiran
kasar pd permukaan yg telah dihampar rapi.
- Cek hamparan dengan straight edge (mistar
lurus), pada jarak 3,0 meter toleransi 4 mm utk
Laston Lapis Aus (AC-WC).
Pemadatan awal (Breakdown Rolling)
- Suhu pemadatan awal antara 125°C-145°C
(Aspal Pen), dan 130°C-150°C (Asbuton Murni
atau Modifikasi)
- Peralatan pemadatan Penggilas Roda Baja
(Steel wheel roller/Tandem Roller).
- Roda penggerak saat pemadatan berada
didepan.
- Kecepatan alat pemadat tidak lebih besar dari 4
km/jam.
- Sambungan melintang dikerjakan terlebih dahulu
dengan membuat sambungan memanjang
sebagai media sepanjang (60-100)cm lebar
gilasan 15cm pada campuran yg belum
dipadatkan,lalu padatkan.
sambungan melintang dengan lebar area 15 cm
yg dipadatkan.
- Jumlah Pemadatan sesuai jumlah passing hasil
percobaan.
Pemadatan antara (Intermediate Rolling)
- Suhu pemadatan antara 90°C-125°C untuk Aspal
Pen dan 95°C-130°C untuk bitumen asbuton
murni atau modifikasi atau sesuai dengan
instruksi direksi.
- Peralatan pemadatan Penggilas Roda Karet
Pneumatic Tire Roller (PTR)
- Jumlah lintasan (passing) sesuai standar
percobaan pemadatan yang disetujui.
- Selama proses pemadatan roda alat pemadat
dibasahi dgn air yg dicampur sdkit deterjen,
hindari penyiraman yg berlebihan.
- Kecepatan alat pemadat tidak lebih besar dari 10
km/jam.
- Proses pemadatan, harus menerus tidak boleh
terputus.
Pemadatan akhir
Suhu pemadatan akhir 90°C-125°C untuk Aspal
Pen dan 95° C-130° C untuk bitumen asbuton
murni atau modifikasi, Peralatan pemadatan
Penggilas Roda Baja (Steel wheel roller/Tandem
Roller). atau sesuai dengan instruksi direksi
- Kecepatan alat pemadat tidak lebih besar dari 4
km/jam.
- Jumlah lintasan (passing) sesuai standar
percobaan pemadatan yang disetujui.
- Laston Lapis AUS (AC-BC) Persiapan - Terluka akibat penggunaan meteran
- Pelaksanaan pekerjaan hanya boleh dilakukan baja tidak tepat.
pd saat cuaca cerah. - Resiko kecelakaan lalulintas (Tidak
- Cek kesiapan lapangan pada Daftar Simak dipasang rambu, kelalaian pekerja).
Kesiapan Lapangan. - Terjadi iritasi pada kulit, mata dan paru-
Pengangkutan paru akibat debu yang kering
- Pastikan alat pengangkut (D. Truck) - Terluka oleh compresor waktu
menggunakan penutup terpal. menyapu perkerasan lama
- Menerima tiket pengiriman. - Gangguan pendengaran akibat
Cek Kesesuaian timbulnya kebisingan
- Cocokkan data no kendaraan, catat waktu - Terluka oleh percikan aspal panas.
penerimaan (amati selisih waktu) Terjadi iritasi terhadap mata, kulit dan
- Cek suhu diatas Dump Truck (suhu pasokan ke paru-paru, akibat uap dan panas dari
Finisher)130°C-150°C Aspal Pen & 135°C-155°C aspal.
bitumen asbuton murni /modifikasi. - Kerusakan pada pohon, struktur atau
- Amati visual tampilan camp. apakah rata? bangunan yang berdekatan dengan
Jika tidak memenuhi ketentuan suhu diatas, lokasi dari percikan aspal.
campuran ditolak dan buang. - Terluka oleh mesin pompa aspal.
- Terluka oleh tangki aspal.
Pengendalian Hasil Pekerjaan Tdk Sesuai - Terluka oleh dump truck sewaktu
menuangkan hot mix kefinisher.
- Catat HPTS, Lakukan pencatatan setiap ada
kejadian yang serupa. - Terluka oleh mesin pemadat aspal
Cek Berulang (tumdem roller dan tree roller).
- Amati apakah kejadian berulang, baik saat itu Terkena material hot mix.
maupun pd pelaksanaan pek. dihari yg lain.
- Jika berulang, evaluasi penyebab dan lakukan
tindakan perbaikan.
Loading & dumping ke Asphalt Finisher (AF)
- Pastikan dumping Asphalt Finisher tidak dalam
posisi mendorong DTruck.
- Dumping dilakukan tahap demi tahap, pada
kondisi Dump Truck dan Asfhalt Finisher
bergerak searah dengan kecepatan sama.
- Pastikan screed dipanaskan sebelum
menghampar.
- Vibrasi pd tamper dipastikan berjalan baik.
- Pemasangan balok kayu atau material lain yg
disetujui pada sisi hamparan.
- Lakukan penghamparan dengan mendahulukan
sisi terendah.
- Amati apakah tekstur merata, secara visual
memuaskan.
- Lakukan pengamatan pada pengukuran suhu
campuran yang dihampar (minimal 1x pada jarak
100 meter).
- Pastikan kecepatan penghamparan konstan,
harus sesuai dengan standar yang telah
ditentukan, untuk menghindari timbulnya
koyakan pada penghamparan.
- Jika terjadi segregasi, koyakan maka hentikan
penghamparan&sampai ditemukan penyebabnya
hamparan dilanjutkan.
-
Amati mekanisme kerja Asphalt Finisher (Paver),
jalan sempurna/ baik, penebaran merata.
- Tidak diperbolehkan ada penaburan butiran
kasar pd permukaan yg telah dihampar rapi.
- Cek hamparan dengan straight edge (mistar
lurus), pada jarak 3,0 meter toleransi 6 mm utk
Laston Lapis Antara (AC-BC).
Pemadatan awal (Breakdown Rolling)
- Suhu pemadatan awal antara 125°C-145°C
(Aspal Pen), dan 130°C-150°C (Asbuton Murni
atau Modifikasi)
- Peralatan pemadatan Penggilas Roda Baja
(Steel wheel roller/Tandem Roller).
- Roda penggerak saat pemadatan berada
didepan.
- Kecepatan alat pemadat tidak lebih besar dari 4
km/jam.
- Sambungan melintang dikerjakan terlebih dahulu
dengan membuat sambungan memanjang
sebagai media sepanjang (60-100)cm lebar
gilasan 15cm pada campuran yg belum
dipadatkan,lalu padatkan.
sambungan melintang dengan lebar area 15 cm
yg dipadatkan.
- Jumlah Pemadatan sesuai jumlah passing hasil
percobaan.
Pemadatan antara (Intermediate Rolling)
- Suhu pemadatan antara 90°C-125°C untuk Aspal
Pen dan 95°C-130°C untuk bitumen asbuton
murni atau modifikasi atau sesuai dengan
instruksi direksi.
- Peralatan pemadatan Penggilas Roda Karet
Pneumatic Tire Roller (PTR)
- Jumlah lintasan (passing) sesuai standar
percobaan pemadatan yang disetujui.
- Selama proses pemadatan roda alat pemadat
dibasahi dgn air yg dicampur sdkit deterjen,
hindari penyiraman yg berlebihan.
- Kecepatan alat pemadat tidak lebih besar dari 10
km/jam.
- Proses pemadatan, harus menerus tidak boleh
terputus.
Pemadatan akhir
- Suhu pemadatan akhir 90°C-125°C untuk Aspal
Pen dan 95° C-130° C untuk bitumen asbuton
murni atau modifikasi, Peralatan pemadatan
Penggilas Roda Baja (Steel wheel roller/Tandem
Roller). atau sesuai dengan instruksi direksi
- Kecepatan alat pemadat tidak lebih besar dari 4
km/jam.
- Jumlah lintasan (passing) sesuai standar
percobaan pemadatan yang disetujui.
- Bahan Anti Pengelupasan Persiapan - Terluka akibat penggunaan meteran
- Cek ulang Permintaan (Request) Pekerjaan & baja tidak tepat.
data pendukungnya. - Resiko kecelakaan lalulintas (Tidak
- Menyerahkan contoh bahan. dipasang rambu, kelalaian pekerja).
- Cek dan amati ulang kesiapan alat, pastikan - Terjadi iritasi pada kulit, mata dan paru-
tidak ada perubahan dari kesiapan yang telah paru akibat debu yang kering
dilakukan. - Terluka oleh compresor waktu
menyapu perkerasan lama
- Cek ulang kesiapan tenaga kerja, jumlah & - Gangguan pendengaran akibat
kualifikasinya pastikan tdk ada perubahan dari timbulnya kebisingan
kesiapan yang telah dilakukan.
- Pastikan ada penanggung jawab dari penyedia - Terluka oleh percikan aspal panas.
jasa untuk mengatasi kondisi khusus, ada Terjadi iritasi terhadap mata, kulit dan
pengendalian Keselamatan dan Kecelakaan paru-paru, akibat uap dan panas dari
Kerja (K3) & ada kesiapan pemantauan dalam aspal.
campuran addiftif
Tahapan Pelaksanaan - Kerusakan pada pohon, struktur atau
- Aditif kelekatan dan anti pengelupasan (anti bangunan yang berdekatan dengan
striping agent) harus ditambahkan dalam bentuk lokasi dari percikan aspal.
cairan kedalam campuran agregat dengan - Terluka oleh pipa alat - alat
mengunakan pompa penakar (dozing pump) penyemprot yang panas.
pada saat proses pencampuran basah di pugmil. - Terluka oleh mesin pompa aspal.
Kuantitas pemakaian aditif anti striping dalam - Terluka oleh tangki aspal.
rentang 0,2% – 0,4 % terhadap berat aspal. - Terluka oleh dump truck sewaktu
menuangkan hot mix kefinisher.
- Anti striping harus digunakan untuk semua jenis - Terluka oleh mesin pemadat aspal
aspal tetapi tdk boleh tidak digunakan pada (tumdem roller dan tree roller).
aspal modifikasi yg bermuatan positif.
- Jenis aditif yang digunakan haruslah yang
disetujui Direksi Pekerjaan. Penyediaan aditif
dibayar terpisah dari pekerjaan aspal.
- Setelah selesai pekerjaan tsb kemudian diadakan
pengukuran mutualcheckbersama.
-
Hasil pengukuran mutual check bersama
dituangkan form dan ditanda tangani bersama.
- Perhitungan volume dan pembayaran untuk
pelaksanaan pekerjaan tersebut diatas,
diperhitungkan dalam satuan Kilogram.
V DIVISI 7. STRUKTUR
- Beton fc'20 Mpa - Siapkan peralatan baik manual maupun mixer - Terluka akibat penggunaan meteran
beton baja tidak tepat.
- pastikan alat dalam keadaan baik - Resiko kecelakaan lalulintas (Tidak
Siapkan bahan-bahan untuk campuran beton dipasang rambu, kelalaian pekerja).
(semen, pasir, aggregat kasar dan air) - Terjadi iritasi pada kulit, mata dan paru-
- Material (pasir, semen, aggregat kasar) paru akibat debu yang kering
pencampuran dilakukan menggunakan concerete - Terjadi bahaya akibat concrete mixer.
pan mixer.
- Bersihkan lantai kerja, selanjutnya pasang - Bahaya kecelakaan pada pemasangan
pmbesian &bekisting.Pembesian,bekisting & bekisting.
benda-benda lain (pipa) yg dimasukkan kedalam - Tertimpa tanah galian, tertimbun tanah
beton harus diikat kuat sehingga tidak bergeser galian, tertimpa benda jatuh dan
pada saat pengecoran. terpeleset jatuh. Kecelakaan akibat
- Adukan beton menggunakan concerete mixer runtuhnya sisi galian akibat
dan dituang ke dalam cetakan. pembebanan.
- Padatkan adukan beton secara merata - Terjadi kecelakaan atau luka oleh
menggunakan Concerete Vibrator. karena paku-paku yang menonjol
- Permukaan beton dibentuk & diratakan keluar.
perlahan2 menggunakan Towel&dilanjutkan - Kecelakaan akibat concrete mixer
menggunakan mistar lurus sampai pmukaan (kena rantai, roda pemutar dll).
menjadi rata & halus. - Terjadi gangguan pada mata dan
- Perawatan dilakukan dengan menutupi pendengaran akibat getaran vibrator
permukaan beton dng karung basah. dan debu pada saat mencampur
semen, agregat & air
- Gangguan kesehatan oleh debu akibat
pencampuran beton.
- Kecelakaan akibat robohnya cor beton.
- Terjadi kecelakaan akibat proses
penumpahan adukan beton, alat
penggetar dan water tanker.
- Beton fc 15 Mpa - Siapkan peralatan baik manual maupun mixer
beton
- pastikan alat dalam keadaan baik
Siapkan bahan-bahan untuk campuran beton
(semen, pasir, aggregat kasar dan air)
-
Material (pasir, semen, aggregat kasar)
pencampuran dilakukan menggunakan concerete
pan mixer.
- Bersihkan lantai kerja, selanjutnya pasang
pmbesian &bekisting.Pembesian,bekisting &
benda-benda lain (pipa) yg dimasukkan kedalam
beton harus diikat kuat sehingga tidak bergeser
pada saat pengecoran.
- Adukan beton menggunakan concerete mixer
dan dituang ke dalam cetakan.
- Padatkan adukan beton secara merata
menggunakan Concerete Vibrator.
- Permukaan beton dibentuk & diratakan
perlahan2 menggunakan Towel&dilanjutkan
menggunakan mistar lurus sampai pmukaan
menjadi rata & halus.
- Perawatan dilakukan dengan menutupi
permukaan beton dng karung basah.
- Beton fc'10 Mpa - Siapkan peralatan baik manual maupun mixer - Terluka akibat penggunaan meteran
beton baja tidak tepat.
- pastikan alat dalam keadaan baik - Resiko kecelakaan lalulintas (Tidak
Siapkan bahan-bahan untuk campuran beton dipasang rambu, kelalaian pekerja).
(semen, pasir, aggregat kasar dan air) - Terjadi iritasi pada kulit, mata dan paru-
- Material (pasir, semen, aggregat kasar) paru akibat debu yang kering
pencampuran dilakukan menggunakan concerete - Terjadi bahaya akibat concrete mixer.
pan mixer.
- Bersihkan lantai kerja, selanjutnya pasang - Bahaya kecelakaan pada pemasangan
pmbesian &bekisting.Pembesian,bekisting & bekisting.
benda-benda lain (pipa) yg dimasukkan kedalam - Tertimpa tanah galian, tertimbun tanah
beton harus diikat kuat sehingga tidak bergeser galian, tertimpa benda jatuh dan
pada saat pengecoran. terpeleset jatuh. Kecelakaan akibat
- Adukan beton menggunakan concerete mixer runtuhnya sisi galian akibat
dan dituang ke dalam cetakan. pembebanan.
- Padatkan adukan beton secara merata - Terjadi kecelakaan atau luka oleh
menggunakan Concerete Vibrator. karena paku-paku yang menonjol
- Permukaan beton dibentuk & diratakan keluar.
perlahan2 menggunakan Towel&dilanjutkan - Kecelakaan akibat concrete mixer
menggunakan mistar lurus sampai pmukaan (kena rantai, roda pemutar dll).
menjadi rata & halus. - Terjadi gangguan pada mata dan
- Perawatan dilakukan dengan menutupi pendengaran akibat getaran vibrator
permukaan beton dng karung basah. dan debu pada saat mencampur
semen, agregat & air
- Gangguan kesehatan oleh debu akibat
pencampuran beton.
- Kecelakaan akibat robohnya cor beton.
- Terjadi kecelakaan akibat proses
penumpahan adukan beton, alat
penggetar dan water tanker.
- Baja Tulangan Polos BjTP Penempatan dan Pengikatan - Terluka akibat penggunaan meteran
280 - Tulangan harus dibersihkan sesaat sebelum baja tidak tepat.
pemasangan u/ menghilangkan kotoran, oli, - Resiko kecelakaan lalulintas (Tidak
lumpur,cat, karat& kerak,percikan adukan atau dipasang rambu, kelalaian pekerja).
lapisan lain yang dapat mengurangi atau - Terjepit alat pemotong besi/baja
merusak pelekatan dengan beton. tulangan
- Tulangan harus ditempatkan akurat sesuai dgn - Terluka akibat sisa-sisa besi baja
Gambar & dengan kebutuhan selimut beton tulangan.
minimum yg disyaratkan/ seperti yg diperintahkan - Terjepit saat mengangkat tulangan,
oleh Pengawas Pekerjaan. luka akibat membengkokan tulangan
- Batang tulangan harus diikat kencang dgn baja/besi
menggunakan kawat pengikat sehingga tidak - Luka ditangan akibat kawat baja pada
tergeser pada saat pengecoran. Pengelasan saat mengikat tulangan
tulangan pembagi atau - Kecelakaan akibat tanah longsor atau
pengikat (stirrup) terhadap tulangan baja tarik benda jatuh jika pemasangan tulangan
utama tidak diperkenankan. dibawah permukaan tanah.
- Seluruh tulangan harus disediakan sesuai - Kecelakaan akibat tulangan runtuh jika
dengan panjang total yang ditunjukkan pemasangan dilakukan pada
pada Gambar. Penyambungan (splicing) batang ketinggian tertentu.
tulangan, terkecuali ditunjukkan
pada Gambar, tidak akan diizinkan tanpa
persetujuan tertulis dari Pengawas
Pekerjaan. Setiap penyambungan yang dapat
disetujui harus dibuat sedemikian
hingga penyambungan setiap batang tidak tejdi
pada penampang beton yang sama
dan harus diletakkan pada titik dengan tegangan
tarik minimum.
-
Bilamana penyambungan dengan tumpang
tindih disetujui, maka panjang tumpang tindih
minimum haruslah 40 diameter batang & batang
tersebut harus diberikan kait pada ujungnya.
- Pengelasan pada baja tulangan tidak
diperkenankan,terkecuali terinci dlm gmbar /
secara khusus diizinkan o/ Pengawas Pek secara
tertulis.Bilamana Pengawas Pek. menyetujui
pengelasan u/sambungan,maka
sambungan dlm hal ini adalah sambungan dgn
panjang penyaluran penuh yang sesuai
ketentuan. Pendinginan trhadap pengelasan dgn
air tdk diperkenankan.
- Simpul dari kawat pengikat harus diarahkan
membelakangi permukaan beton
sehingga tidak akan terekspos
- Anyaman baja tulangan yang dilas harus
dipasang sepanjang mungkin, dengan
bagian tumpang tindih dalam sambungan paling
sedikit satu kali jarak anyaman.
Anyaman harus dipotong untuk mengikuti bentuk
pada kerb & bukaan & harus dihentikan pada
sambungan antara pelat.
- Bilamana baja tulangan tetap dibiarkan trekspos
u/suatu waktu ygcukup lama maka seluruh baja
tulangan harus dibersihkan dan diolesi dgn pasta
semen (semen &air saja).
- Tidak boleh ada bagian baja tulangan yang telah
dipasang boleh digunakan untuk
memikul perlengkapan pemasok beton,jalan
kerja, lantai untuk kegiatan bekerja
atau beban konstruksi lainnya.
- Pasangan Batu Tahap persiapan - Terluka akibat penggunaan meteran
- Pelaksanaan pekerjaan pengukuran dan baja tidak tepat.
pemasangan bouwplank. - Resiko kecelakaan lalulintas (Tidak
- Pembersihan lokasi pekerjaan. dipasang rambu, kelalaian pekerja).
- Pengadaan bahan material pekerjaan pasangan - Potensi bahaya akibat pipa gas, pipa
batu seperti batu,pasir &s emen kelokasi air, dan konduktor listrik, yang terkena
pekerjaan.Bahan yg digunakan harus sesuai dgn galian.
yg disyaratkan. Kecelakaan akibat terkena cangkul/
- Bahan material ditempatkan tidak jauh dan alat penggali alin dari diri sendiri
mudah dijangkau dari lokasi pekerjaan. maupun dari rekan kerja baik
- Jika diperlukan perlu disiapkan tempat penggalian saat siang maupun malam
penyimpanan khusus untuk bahan tau material, hari.
terutama untuk bahan semen agar penyimpanan - Runtuhnya lereng galian.
Tahap pelaksanaan - Terpeleset pada saat menggali.
- Pembuatan galian untuk pasangan batu sesuai - Tertimpa benda jatuh dari atas.
dengan yang ditunjukkan oleh gambar rencana. - Potensi kecelakaan akibat penggalian
Pekerjaan dapat dilakukan secara manual atau menggunakan mesin penggali atau
menggunakan alat berat untuk menggali seperti exavator.
excavator. - Bahaya terperosok ketempat
penggalian.
-
Dasar galian dibuat rata dan diberi landasan dari
- Bahaya akibat genangan air ditempat
adukan semen dengan pasir setebal minimal 3
galian.
cm sebelum meletakkan batu pada lapisan yang
- Bahaya akibat bahan-bahan dan alat
pertama.
yang akan dipakai.
- Batu dengan ukuran yang besar diletakkan pada
lapisan dasar a/ lapisan yg pertama & pada - Luka karena tertimpa batu
sudut2 dari pasangan batu tersebut. - Potensi luka akibat cangkul/ peralatan
sejenisnya u/penimbunan dan
- Batu dipasang dengan muka terpanjang secara
pemadatan cara manual.
mendatar dan untuk muka batu yang tampak
atau berada paling luar dipasang sejajar dgn - Terjadi iritasi pada kulit, mata dan paru-
muka dinding batu ygterpasang. paru akibat debu yang kering serta
iritasi terkena campuran bahan
- Batu yang digunakan dibersihkan dan dibasahi
material yang digunakan.
sampai merata selama beberapa saat agar air
dapat meresap.
- Setiap rongga atau celah antar batu diisi dengan
bahan adukan dari semen dan pasir sesuai
dengan komposisi campuran yang ditentukan.
Bahan adukan atau mortar dapat disiapkan
menggunakan alat concrete mixer atau secara
manual.
- Setiap 2 meter dari panjang pasangan batu
dibuat lubang sulingan. Kecuali ditentukan lain
oleh gambar atau direksi pekerjaan. Lubang
sulingan dapat dibuat dengan memasang pipa
pvc yang berdiameter 50 mm
-
Setiap sambungan antar batu pada permukaan
dikerjakan hampir rata dengan permukaan
pekerjaan tetapi tidak menutup permukaan batu
Tahap pekerjaan akhir / finishing
- Pembersihan lokasi pekerjaan dari sisa sisa
material pelaksanaan.
- Jika diperlukan permukaan pasangan batu dapat
diberi lapisan acian untuk memperhalus
permukaan dari pasangan batu.
- Pipa Penyalur PVC Tahap persiapan :
- Bahan untuk pipa PVC harus sesuai dengan SNI Terluka akibat penggunaan meteran
-
06-0178-1987 atau sesuai dengan ASTM D2665- baja tidak tepat.
14 dengan bahan dasar (basic material) yang
terbuat dari virgin PVC compounds yang Resiko kecelakaan lalulintas (Tidak
-
memenuhi kelas 12454 menurut ASTM D1784-11. dipasang rambu, kelalaian pekerja).
Bahaya akibat bahan-bahan dan alat
Tahap Pelaksanaan -
yang akan dipakai.
- Pemasangan harus sesuai dengan garis dan
ketinggian dan lokasi yang ditunjukkan dalam
- Terjadi iritasi pada kulit, mata dan paru-
gambar. Panjang pipa draenase harus melebihi
paru akibat debu yang kering serta
200 mm dari bagian elevasi terbawah dari elemen
iritasi terkena campuran bahan
struktur utama bangunan atas.
material yang digunakan.
- Pipa penyalur harus diukur untuk pembayaran
dalam jumlah meter panjang pipa seperti yang
ditunjukkan dalam gambar. Pengukuran harus
dilaksanakan sepanjang pipa sesuai dengan
gambar dan spesifikasi yang telah ditentukan.
VI. DIVISI 8. REHABILITASI JEMBATAN
- Pengecetan dekoratif pada Tahap Persiapan
elemen struktur beton, tebal Penyedia jasa harus mengajukan jenis bahan Terluka akibat penggunaan meteran
- -
: 100 µm yang akan digunakan kepada Direksi Teknis baja tidak tepat.
dengan mengirimkan contoh bahan beserta
dengan sertifikat yang merupakan jaminan
keaslian produk sesuai dengan spesifikasi yang Resiko kecelakaan lalulintas (Tidak
-
disyaratkan. dipasang rambu, kelalaian pekerja).
Penyedia jasa memberikan penjelasan
-
mengenai metode pelaksanaan pekerjaan
beserta peralatan yang akan dipergunakan dan Terjadi gangguan kesehatan atau
-
jadwal pelaksanaannya. gangguan fisik akibat pekerja tidak
memakai perlengkapan kerja yang
Penyedia jasa juga harus mempunyai alat
-
sesuai dengan syarat.
pengukur ketebalan cat untuk mengukur
Terjadi iritasi pada kulit, mata dan paru-
ketebalan cat pada kondisi akhir pekerjaan/ -
paru akibat debu yang kering.
kering
Penyedia jasa sebelum melakukan pekerjaan
-
harus memberitahu kepada Direksi Teknis
Terluka oleh compresor waktu
secara tertulis sekurang-kurangnya 24 jam, -
menyapu perkerasan lama.
penyedia jasa baru diperkenankan melakukan
pekerjaan setelah mendapat persetujuan dari
Tahap Pelaksanaan
- Permukaan elemen beton yang akan dilakukan Gangguan pendengaran akibat
-
pengecatan, terlebih dahulu dibersihkan dari timbulnya kebisingan.
kotoran, debu, minyak dan sejenisnya untuk
mengindari perlemahan pada ikatan bahan
Iritasi kulit disebabkan terkena
-
dengan menggunakan alat berupa sikat baja,
tumpuhan cat.
amplas dan alat bertekanan tinggi untuk
membersihkan secara tuntas semua permukaan.
Pencampuran bahan lapis utama (primary coat)
-
sesuai dengan standar pencampuran yang
dikeluarkan pabrik pembuat. Dapat digunakan
penambahan bahan pengencer yang telah
ditentukan oleh pabrik pembuat. Waktu
pencampuran campuran lapisan utama antara
30 sampai 60 menit dengan temperatur udara
lingkungan sesuai ketentuan dari pabrik
pembuat.
Pelapisan utama (primary coat) dilakukan
-
diatas lapisan dasar yang berupa bahan
mortar. Lapisan ini terdiri dari dua tahap pada
seluruh permukaan beton. Lapisan ini dikerjakan
menggunakan roll, kuas maupun tangan.
Ketebalan lapisan ini sesuai dengan yang
disyaratkan dalam spesifikasi ini atau sesuai
dengan persyaratan ketebalan yang ditentukan
pabrik pembuat.
Curing pada pekerjaan pelapisan utama
-
dilakukan dengan cara mendiamkan
permukaan selama 4 – 7 jam tanpa perlu
perawatan lebih lanjut. Namun jika kondisi
dilapangan tidak mendesak, sebaiknya curing
dilakukan dalam waktu 7 hari untuk mencapai
mutu/kualitas pekerjaan secara maksimal.
Permukaan elemen beton yang telah
-
dilakukan pelapisan utama, diberikan lapisan
akhir yang terlebih dahulu sesuai dengan
spesifikasi yang diberikan oleh pabrik
pembuat. Waktu pencampuran ini antara 30
sampai 60 menit dengan temperatur udara
lingkungan sesuai ketentuan dari pabrik.
Pelapisan akhir dikerjakan pada seluruh
-
permukaan beton dengan menggunakan roll,
kuas dan spray. Ketebalan lapisan ini sesuai
dengan yang disyaratkan dalam spesifikasi ini
atau sesuai dengan persyaratan ketebalan
yang ditentukan pabrik pembuat.
VII. DIVISI 9. PEK. HARIAN DAN PEKERJAAN LAIN LAIN
- Marka Jalan Termoplastik - Sebelum penandaan atau pengecatan dilakukan, - Terluka akibat penggunaan meteran
pastikan bahwa permukaan perkerasan jalan baja tidak tepat.
bersih, kering, dan bebas dari bahan yang - Resiko kecelakaan lalulintas (Tidak
berminyak dan debu. dipasang rambu, kelalaian pekerja).
- - Terjadi gangguan kesehatan atau
Untuk pembersihan perkerasan dengan marka
gangguan fisik akibat pekerja tidak
jalan lama, dilakukan dengan grit blasting
memakai perlengkapan kerja yang
(pengausan dengan bahan berbutir halus) agar
sesuai dengan syarat.
tidak menghalangi kelekatan lapisan cat baru.
- Terjadi iritasi pada kulit, mata dan paru-
- Pastikan penandaan marka jalan pada paru akibat debu yang kering.
permukaan perkerasan dengan dimensi dan - Terluka oleh compresor waktu
penempatan yang presisi. menyapu perkerasan lama.
- Pengecatan dilakukan dengan mesin yang - Gangguan pendengaran akibat
mampu menghasilkan suatu lapisan yang rata timbulnya kebisingan.
dan seragam dengan tebal minimum 1,5 mm dan - Iritasi kulit disebabkan terkena
dengan suhu 204 – 218 °C. tumpuhan cat.
- Taburkan segera Butiran kaca (glass bead)
diatas permukaan cat, kadar 450 gram/m2.
- Lindungi marka yang masih basah dari lalu lintas
sampai marka tersebut kering dan bisa untuk
dilalui.
Kerb Pracetak Jenis 1
- Tahap Pelaksanaan
(Peninggi/Mountable)
Lokasi yang akan dipasang kerb digali dan
-
dirapikan space semen pasir diletakan diatas
tanah dan atasnya diletakan kerb. Setelah kering
sambungan antara kerb diisi dengan adukan
semen setelah selesai dan kering belakang kerb
ditimbun dengan tanah supaya tidak roboh.
Kerb harus dipasang dengan teliti sesuai dengan
-
detail, garis dan elevasi yang ditunjukan dalam
gambar atau sebagaimana yang diperintahkan
oleh direksi pekerjaan.
- Perkerasan Blok Beton Pada Trotoar dan Median
Perkerasan Blok beton harus dipasang sesuai
-
dengan petunjuk direksi dan spesifikasi yang
telah disepakati dan disetujui, pada umumnya
blok beton harus dipasang diatas landasan pasir.
Permukaan blok beton yang selesai dikerjakan
-
harus menampilkan permukaan yang rata tanpa
adanya blok beton yang menonjol atau terbenam
dari elevasi permukaan yang di tentukan direksi.
VIII. DIVISI 10. PEKERJAAN PEMELIHARAAN
- Pengecatan Kereb pada - Pekerjaan yang mencakup identifikasi, - Terluka akibat penggunaan meteran
Trotoar atau Median pembersihan dan pengecatan. baja tidak tepat.
- - Resiko kecelakaan lalulintas (Tidak
Jenis bahan cat yang akan digunakan pada
dipasang rambu, kelalaian pekerja).
permukaan harus sesuai dengan bahan dasar
kereb pada trotoar atau median.
-
Terjadi gangguan kesehatan atau
- Jenis cat harus sesuai dengan persyaratan dan gangguan fisik akibat pekerja tidak
harus dilaksanakan sesuai dengan persyaratan memakai perlengkapan kerja yang
pabrik pembuat berdasarkan spesifikasi serta sesuai dengan syarat.
sertifikat yang menjamin keaslian bahan cat yang
- Terjadi iritasi pada kulit, mata dan paru-
digunakan dan disetujui oleh pengawas
paru akibat debu yang kering.
pekerjaan.
- Untuk memastikan hasil akhir yang akan - Iritasi kulit disebabkan terkena
diterima, maka harus dilakukan pemeriksaan tumpuhan cat.
akhir terhadap semua permukaan yang telah
- Gangguan pendengaran akibat
dicat terhadap kerusakan serta dilakukan juga
timbulnya kebisingan.
pengukuran ketebalan cat dengan menggunakan
alat pengukur ketebalan cat dalam kondisi basah
- Pengecatan kereb pada trotoar atau median
termasuk pengecatan dekoratif dapat
menggunakan jenis cat : water – based portland
cement, water- based polymerlatex, single
simponent polymer dan two – component
- Spoelbyemluemr. melaksanakan persiapan permukaan,
harus dipastikan kereb padatrotoar atau median
telah bebas dari kerusakan.
- Pengecatan dilaksanakan sesuai dengan
petunjuk dan persyaratan dari pabrik pembuat.
5. Lingkup Kewenangan Penyedia Jasa
1) Menyediakan Tenaga Ahli dengan kualifikasi yang sesuai dengan yang
disyaratkan dalam KAK ini.
2) Mengorganisir dan melaksanakan pekerjaan sesuai KAK, kontrak kerja,
dokumen lelang, dan aturan pengadaan barang dan jasa yang berlaku.
6. Jangka Waktu Penyelesaian Kegiatan
Jangka Waktu Penyelesaian Kegiatan Peningkatan Jalan adalah 180 Hari
Kalender
Jadwal Tahapan Pelaksanaan Kegiatan
No Kegiatan Bulan Ke Ket
I II III IV V VI
1 2 3 4 5 6 7 8 10
Persiapan/Pemberitahuan Pelaksanaan
1 √
Pekerjaan
Survey awal lokasi pekerjaan
2 √
Pembuatan Gambar Kerja Dan
3 Perhitungan Kembali Volume Lapangan √
(MCA)
Pelaksanaan
4 √ √ √ √ √ √
Pembuatan Laporan-laporan
5 √
Monitoring dan Evaluasi Pekerjaan
6 √ √ √
Pemeriksaan Akhir Pekerjaan √
7
Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan Boroko, Mei 2024
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK)
YUNITA DAMA, ST
NIP. 19820102 200803 2 003