| Reason | |||
|---|---|---|---|
| 0727561086656000 | Rp 443,021,995 | Total harga hasil Klarifikasi lebih besar dari total harga penawaran maka harga penawaran dinyatakan tidak wajar | |
| 0012089611656000 | Rp 443,273,600 | - | |
| 0014866008656000 | Rp 443,273,600 | - | |
| 0754630481656000 | Rp 443,273,600 | - | |
| 0966880064656000 | Rp 443,273,600 | tidak memiliki penilaian kinerja baik | |
| 0762715373626000 | Rp 443,273,600 | tidak memiliki penilaian kinerja baik | |
CV Utama Karya Abadi | 04*2**3****26**0 | Rp 454,400,000 | tidak memiliki penilaian kinerja baik |
| 0031810252626000 | Rp 443,273,600 | tidak memiliki penilaian kinerja baik | |
| 0031810799626000 | Rp 443,273,600 | tidak memiliki penilaian kinerja baik | |
| 0667887608656000 | Rp 454,417,505 | - | |
| 0018382820651000 | Rp 470,143,780 | - | |
| 0708917786626000 | Rp 455,446,499 | - | |
| 0317882785656000 | Rp 507,000,000 | - | |
| 0018381319626000 | Rp 470,978,200 | - | |
| 0027849926656000 | Rp 455,333,815 | - | |
| 0935041087626000 | Rp 505,120,310 | - | |
CV Berburni | 06*6**0****26**0 | Rp 497,670,545 | - |
| 0020161063651000 | Rp 479,102,923 | - | |
CV Karya Agung Banyuwangi | 06*7**9****27**0 | Rp 443,273,600 | Daftar isian personil dan peralatan tidak ada di dalam penawaran teknis RKK: pada tabel B1 uraian pekerjaan dan identifikasi bahaya tidak sesuai dengan LDP |
Bumi Timur Sentosa | 03*3**7****26**0 | Rp 468,833,354 | - |
| 0023063845626000 | Rp 470,870,115 | - | |
| 0401242284625000 | Rp 434,000,000 | tidak menyampaikan penilaian kinerja baik | |
CV Putra Raya | 00*4**0****25**0 | Rp 442,717,741 | dokumen RKK yang disampaikan dari CV. PUTRA PERDANA dengan pekerjaan Pembangunan Ruang Kelas Pondok Pesantren Nurul Huda Kota Probolinggo |
| 0022655716625000 | - | - | |
CV Teguh Jaya Konstruksi | 06*3**8****26**0 | - | - |
Berkah Sodara Jaya | 09*1**4****26**0 | - | - |
| 0027551035543000 | - | - | |
| 0730211869626000 | - | - | |
| 0312310766656000 | - | - | |
CV Duta Dharma Mandiri | 04*1**3****09**0 | - | - |
| 0016130775626000 | - | - | |
CV Wijaya Abadi Teknik | 05*4**2****26**0 | - | - |
CV Gajah Mada Indoteknik | 10*0**0****65**2 | - | - |
| 0030927560627000 | - | - | |
CV Van Indo Building | 09*8**6****12**0 | - | - |
| 0416687150656000 | - | - | |
CV Mega Plazma Banyuwangi | 00*5**7****27**0 | - | - |
| 0016130254626000 | - | - | |
| 0722984598624000 | - | - | |
| 0928778893626000 | - | - | |
| 0815761911629000 | - | - | |
| 0018382838656000 | - | - | |
| 0937715761626000 | - | - | |
| 0210421087656000 | - | - | |
| 0014561724625000 | - | - | |
| 0014865083656000 | - | - | |
| 0849739263626000 | - | - | |
CV Indrajaya Kontraktor | 09*0**3****56**0 | - | - |
Ibad Karya Pratama | 07*7**6****26**0 | - | - |
CV Mekar Sari Utama | 09*6**6****57**0 | - | - |
| 0831253604626000 | - | - | |
| 0023064132626000 | - | - | |
| 0020161667656000 | - | - | |
CV Solusi Inti Pembangunan | 08*2**3****06**0 | - | - |
CV Adhikari Raya | 06*0**5****26**0 | - | - |
| 0749553210656000 | - | - | |
| 0703234765624000 | - | - |
URAIAN SPESIFIKASI TEKNIS PEKERJAAN KONSTRUKSI
REHABILITASI PUSKESMAS PUJER
TAHUN 2025
KEGIATAN : PENYEDIAAN FASILITAS PELAYANAN KESEHATAN UNTUK
UKM DAN UKP KEWENANGAN DAERAH KABUPATEN/ KOTA
SUB KEGIATAN : REHABILITASI DAN PEMELIHARAAN PUSKESMAS
PEKERJAAN : REHABILITASI PUSKESMAS PUJER
LOKASI : PUSKESMAS PUJER
KABUPATEN BONDOWOSO
TAHUN : 2025
:
SPESIFIKASI KINERJA BANGUNAN
A PEKERJAAN PENERAPAN SMKK
B PERSIAPAN LAPANGAN/SITE WORK
1 PEKERJAAN PERSIAPAN
2 PEKERJAAN TANAH
3 PEKERJAAN PASANGAN DAN PLESTERAN
4 PEKERJAAN BETON
5 PEKERJAAN RANGKA ATAP DAN PENUTUP ATAP
6 PEKERJAAN LANGIT LANGIT
7 PEKERJAAN KERAMIK
8 PEKERJAAN KUSEN DAUN PINTU DAN JENDELA
9 PEKERJAAN PENGGANTUNG, PENGUNCI DAN KACA
10 PEKERJAAN SANITASI
11 PEKERJAAN PENGECATAN
12 PEKERJAAN INSTALASI LISTRIK
A. PEKERJAAN PENERAPAN SMKK
1. Spesifikasi Penerapan SMKK Meliputi :
Penyiapan RKK
- Pembuatan dokumen Rencana Keselamatan Konstruksi
- Pembuatan prosedur dan instruksi
- Penyiapan formulir
Sosialisasi, Promosi Dan Pelatihan
- Pengarahan K3 (Safety Briefing)
- Spanduk (Banner) (90 x 120 cm)
- Papan Informasi K3 (90 x 120 cm)
Alat Pelindung Kerja Dan Alat Pelindung Diri
- Tali Keselamatan (Life Line)
- Topi Pelindung (Safety Helmet)
- Pelindung Mata (Goggles, Spectacles)
- Sarung Tangan (Safety Gloves)
- Sepatu Keselamatan (Safety Shoes)
- Rompi Keselamatan (Safety Vest)
Asuransi Dan Perizinan
- Asuransi (BPJS Ketenagakerjaan)
Personel K3 Konstruksi
- Ahli K3 Konstruksi
- Petugas K3 Konstruksi
Fasilitas, Sarana Dan Prasarana Kesehatan
- Peralatan P3K
Rambu - Rambu Yang Diperlukan
- Rambu larangan (Banner) (60 x 60 cm)
- Rambu peringatan (Banner) (60 x 60 cm)
- Rambu kewajiban (Banner) (60 x 60 cm)
- Rambu informasi (Banner) (60 x 60 cm)
2. Spesifikasi Metode Konstruksi/ Metode Pelaksanaan/Metode Kerja :
a. Setiap proses/kegiatan harus dilengkapi dengan prosedur kerja, sistem
perlindungan terhadap pekerja, perlengkapan pengaman, dan rambu- rambu
peringatan dan kewajiban pekerja menggunakan alat pelindung diri (APD) yang
sesuai dengan potensi bahaya pada proses tersebut;
b. Setiap jenis proses/kegiatan pekerjaan yang berisiko tinggi, atau pekerjaan yang
berisiko tinggi pada keadaan yang berbeda, harus lebih dulu dilakukan analisis
keselamatan pekerjaan (Job Safety Analysis) dan tindakan pengendaliannya;
c. Setiap proses/kegiatan yang berbahaya harus melalui prosedur izin kerja lebih dulu
dari penanggung-jawab proses;
d. Setiap proses dan kegiatan pekerjaan hanya boleh dilakukan oleh tenaga kerja
dan/atau operator yang telah terlatih dan telah mempunyai kompetensi untuk
melaksanakan jenis pekerjaan/tugasnya, termasuk kompetensi melaksanakan
prosedur keselamatan dan kesehatan kerja yang sesuai pada jenis pekerjaan/tugasnya
tersebut.
3. Spesifikasi Jabatan Kerja Konstruksi
Jabatan yang dibutuhkan pada pekerjaan ini adalah :
a. 1 (satu) orang petugas K3 Konstruksi
B. PERSIAPAN LAPANGAN/SITE WORK
1. PEKERJAAN PERSIAPAN
Pekerjaan Persiapan meliputi pekerjaan :
Papan Nama Proyek
Bongkar 1m2 atap genteng, manual (termasuk membersihkan)
Bongkar 1m2 Rangka Atap kayu dan reng (bongkaran tidak dipakai kembali)
Bongkar 1m2 Plafond Termasuk rangka kayu/ Hollow
Bongkar 1m3 Bata Merah Secara Manual
Bongkar 1m3 Beton mutu rendah f'c < 20Mpa
1. Spesifikasi Bahan Bangunan Konstruksi
Papan Nama Proyek Kegiatan :
Uk. 100 cm x 80 cm
Banner terbuat bahan flexy, dengan warna dasar putih perpaduan biru, tulisan warna
hitam Memuat informasi paling sedikit :
- Nama Pengguna Jasa
- Nama Penyedia pelaksanaan konstruksi
- Nama Konsultan pengawas
- Nama Paket Pekerjaan
- Nilai Pekerjaan
- Jangka Pelaksanaan
- Sumber Dana
Menggunakan kayu camelina balok ukuran 5/7
Paku
2. Spesifikasi Peralatan Konstruksi dan Peralatan Bangunan untuk Pekerjaan Persiapan :
Peralatan Konstruksi dan Peralatan Bangunan yang dibutuhkan dalam pekerjaan ini adalah:
Cangkul, Sekop, Palu, Linggis, Gergaji, Ganco
Pemotong dan pembengkok besi / bending sesuai peruntukan
Scaffolding 5 (Lima) set
3. Spesifikasi Proses/Kegiatan Pekerjaan Persiapan :
a. Pemasangan Papan Nama
Kayu camelina/mahoni balok 5/7 dipotong sesuai dengan ukuran papan nama
kegiatan pada gambar kerja.
Membuat 2 (dua) buah tiang papan nama dengan panjang minimal 3 meter.
Merangkai papan dan tiang penyangga.
Memasang papan nama pada lokasi yang mudah dilihat oleh masyarakat.
b. Serah Terima Lokasi Kerja
Setelah terbitnya SPMK pengguna jasa mengundang penyedia pelaksanaan konstruksi
untuk melakukan rapat terkait serah terima lokasi kerja.
Penyedia memastikan lokasi kerja bebas dari permasalahan.
Pengguna jasa meyerahkan lokasi kerja dibuktikan dengan Berita Acara Serah Terima
lokasi kerja.
c. MC 0
Penyedia melakukan review atas perhitungan berdasarkan dokumen perencanaan
dengan kondisi existing saat akan dimulainya pekerjaan.
Penyedia melakukan pengukuran ulang seluruh pekerjaan.
Penyedia menghitung volume seluruh item pekerjaan berdasarkan data/ informasi
hasil pengukuran ulang.
Hasil pengukuran didokumentasikan dalam dokumen Berita Acara MC 0.
Berita Acara MC 0 diserahkan oleh penyedia kepada konsultan pengawas untuk
diperiksa apakah sudah sesuai dengan kondisi existing di lapangan. Apabila telah
sesuai konsultan pengawas menandatangani dokumen berita acara MC 0, apabila
tidak sesuai penyedia melakukan perhitungan ulang sesuai dengan saran dan
masukan dari konsultan pengawas.
Berita Acara MC 0 yang telah diperiksa dan disetujui oleh konsultan pengawas untuk
selanjutnya dimintakan persetujuan kepada pengguna jasa.
d. Pembongkaran Atap (Genteng dan Rangka Atap Kayu) secara manual
Pekerjaan dilakukan pada Rencana perubahan depan.
Material Genteng lamaakan digunakan kembali.
Material bongkaran Rangka atap khususnya kayu balok 8/12 dan 5/7 akan digunakan
pada pasangan langit langit.
Material bongkaran untuk segera dibersihkan dan ditempatkan pada area yang tidak
mengganggu aktifitas Puskesmas dan Pelaksanaan Pekerjaan Rehabilitasi.
Pada pekerjaan bongkaran perlu diperhatikan aktifitas Puskesmas, jangan sampai
mengganggu pelayanan.
e. Pembongkaran Dinding
Pekerjaan dilakukan pada Rencana perubahan depan.
Material bongkaran untuk segera dibersihkan dan ditempatkan pada area yang tidak
mengganggu aktifitas Puskesmas dan Pelaksanaan Pekerjaan Rehabilitasi.
Material bongkaran bisa digunakan urugan atau timbunan lantai, dengan
memperhatikan menghancurkan material dinding besar.
Pada pekerjaan bongkaran perlu diperhatikan aktifitas Puskesmas, jangan sampai
mengganggu pelayanan.
f. Pembongkaran Beton Bertulang
Bongkaran Beton bertulang khususnya kolom, balok dan Plat yang tidak sesuai
rencana rehabilitasi.
Material bongkaran Beton khususnya besi di tempatkan pada tempat yang tidak
mengganggu aktifitas puskesmas.
Pada pekerjaan bongkaran perlu diperhatikan aktifitas Puskesmas, jangan sampai
mengganggu pelayanan.
4. Spesifikasi Metode Konstruksi/ Metode Pelaksanaan/Metode Kerja untuk Pekerjaan
Persiapan :
a. Pemasangan Papan Nama
Papan nama dipasang di lokasi kegiatan yang mudah dan terlihat oleh masyarakat.
b. Serah Terima Lokasi Kerja
PPK menyerahkan lokasi kerja kepada penyedia pelaksana konstruksi setelah terbit
SPMK.
c. MC 0
Setelah dilakukan proses serah terima lokasi kerja, penyedia melakukan Mutual Check 0
untuk selanjutnya diajukan kepada konsutan pengawas dan disetujui oleh PPK
dibutkrikan dengan Berita Acara MC 0.
d. Pembongkaran
1. Rangka atap dan Penutup atap
Sebelum melakukan bongkaran penyedia wajib meminta ijin kepada Kepala
Puskesmas setempat.
Memasang scaffolding dan menggunakan alat kerja yang sesuai peruntukan untuk
mempermudah proses bongkar Rangka dan Penutup Plafond.
Material bongkaran ditempatkan pada lokasi yang tidak mengganggu aktifitas
Puskesmas dan pelaksanaan pekerjaan.
2. Dinding
Memasang scaffolding dan menggunakan alat kerja yang sesuai peruntukan untuk
mempermudah proses bongkar dinding yang tidak diperlukan terutama pada
tampak lama yang rencana akan dirubah ruangannya.
Material bongkaran ditempatkan pada lokasi yang tidak mengganggu aktifitas
perkantoran dan pelaksanaan pekerjaan.
Material Bongkaran dan memindahkan ke lokasi yang tidak menggangu
pelaksanaan kegiatan. Proses pembongkaran dan pemindahan penutup dilakukan
secara manual menggunakan tenaga manusia.
3. Beton bertulang
Sebelum melakukan bongkaran penyedia wajib meminta ijin kepada Kepala
Puskesmas setempat.
Memasang scaffolding dan menggunakan alat kerja yang sesuai peruntukan untuk
mempermudah proses bongkar beton bertulang.
Material bongkaran ditempatkan pada lokasi yang tidak mengganggu aktifitas
Puskesmas dan pelaksanaan pekerjaan.
e. Pembersihan :
Pembersihan lokasi kerja dilakukan agar material lama yang tidak ada rencana dipakai
kembali untuk ditempatkan pada tempat yang tidak mengganggu aktifitas Puskesmas.
5. Spesifikasi Jabatan Kerja Konstruksi
1 (satu) orang Pelaksana Bangunan Gedung
1 (satu) orang mandor Mandor Tukang Batu / Bata / Beton
1 (satu) orang Tukang pasang scaffolding
1 (satu) orang Tukang Kayu/Carpenter(termasuk kayu bangunan)
Identifikasi Risiko
Tingkat
No Resiko Kemungkinan Keparahan Nilai Resiko
Resiko
1 Tertimpa material 2 2 4 Kecil
2 Tergores benda tajam 1 2 2 Kecil
3 Terjatuh dari ketinggian 1 3 3 Kecil
2. PEKERJAAN TANAH
1. Spesifikasi Bahan Bangunan Konstruksi untuk Pekerjaan Tanah :
Pasir dan Sirtu/ Tanah Timbunan sesuai dengan spesifikasi yang ditentukan,
dibuktikan dengan nota surat jalan
2. Spesifikasi Peralatan Konstruksi dan Peralatan Bangunan untuk Pekerjaan Tanah dan
Urugan :
Cangkul, Pacul, sekop, Linggis, Ganco, gerobak dorong sesuai peruntukan.
3. Spesifikasi Proses/Kegiatan untuk Pekerjaan Tanah :
a. Pekerjaan ini meliputi penggalian tanah untuk Pondasi. Galian harus dibuat
sedemikian rupa sehingga terhindar dari bangunan yang tidak direncanakan
Rehabilitasi antara lain;
Menyiapkan tenaga kerja yang sesuai dengan keahliannya.
Menyiapkan peralatan yang akan digunakan.
Membersihkan bidang kerja dari material-material.
Membuat patok ukuran untuk bidang yang akan dikerjakan.
Semua penggalian harus dikerjakan sesuai dengan Panjang, Lebar, kedalaman dan
kemiringan dan lingkungan yang diperlukan, adapun untuk pemindahan tanah
tidak dibutuhkan lagi maka galian tanah tersebut akan digunakan baik untuk
urugan atau dibuang sesuai petunjuk dan persetujuan Direksi dan Konsultan
Pengawas
Galian tanah dilaksanakan untuk semua pasangan Pondasi dan Saluran Drainase.
Pada bagian-bagian galian yang dianggap mudah longsor, kontroktor harus
mengadakan tindakan pencegahan dengan memasang papan-papan penahan atau
cara lain. Kerusakan-kerusakan yang terjadi akibat gugurnya tanah dengan alasan
apapun menjadi tangggungan Tim Teknis.
Besarnya galian disesuaikan dengan gambar perencanaan yang telah ada. Bila ada
ketidak jelasan yang berkaitan dengan pekerjaan galian maka Pelaksana wajib
meminta penjelasan pada Konsultan Pengawas.
b. Hal-hal yang berkaitan dengan pekerjaan urugan antara lain :
Menyiapkan tenaga kerja yang sesuai dengan keahliannya.
Menyiapkan perlatan yang dibutuhkan.
Mendatangkan tambahan urugan sesuai spesifikasi yang ditentukan.
Menyiapkan tempat urugan yang dekat dengan pekerjaan yang sedang dikerjakan
sehingga mudah dalam melakukan pekerjaan.
Jika Direksi menganggap galian Pondasi sudah cukup / sesuai gambar maka
selanjutnya dilakukan urugan dengan pasir urug dan ditumbuk hingga padat.
Urugan samping pondasi seluruhnya dilaksanakan dengan urugan tanah dan
dipadatkan hingga padat.
Urugan Pasir Bawah pondasi batu kali dilaksanakan dengan ketebalan 5 cm,
pemadatannya dilakukan lapis demi lapis hingga mendapatkan lapisan pasir yang
padat.
Urugan pasir dibawah dasar lantai baik lantai keramik dan saluran ditentukan
setebal 5 cm tebal padat atau ditentukan lain dalam bestek, sebelum
penghamparan pasir terlebih dahulu permukaan tanah dasar dipadatkan dengan
alat penumbuk, kemudian pasir dihamparkan secara merata pada permukaan
tanah yang sudah dipadatkan lalu disiram air sampai jenuh sehingga butir-butir
pasir saling bersinggungan satu sama lain.
Pasir Urug yang dipakai untuk urugan bawah lantai dan bawah pondasi harus
bersih dari semua kotoran dan bahan organik.
Urugan tanah kembali dilakukan setelah keseluruhan pasangan pondasi terpasang
sesuai dengan gambar perencanaan yang ada. Hal-hal yang menyimpang akan
diperhitungkan sebagai pekerjaan tambah atau kurang.
4. Spesifikasi Metode Konstruksi/ Metode Pelaksanaan/Metode Kerja untuk Pekerjaan
Tanah dan Urugan :
a. Penggalian harus dilakukan untuk mencapai garis elevasi permukaan dan kedalaman
yang perlu untuk dasar pondasi yang dipersyaratkan atau diperlihatkan pada
gambar-gambar.
Penggalian meliputi pemindahan tanah serta batu-batu dan materi lain yang dijumpai
dalam pengerjaannya.
Kalau ternyata dijumpai kondisi yang tak memuaskan pada kedalaman yang
diperlihatkan dalam gambar-gambar maka penggalian harus diperdalam, diperbesar
atau diubah hingga disetujui Konsultan Pengawas, dimana pekerjaan ini akan dinilai
sebagai pekerjaan tambah.
Kalau terjadi kesalahan dalam penggalian tanah untuk dasar pondasi sehingga
dicapai kedalaman yang melebihi apa yang tertera dalam gambar atau yang sanggup
disetujui oleh Konsultan Pengawas, maka kelebihan diatas harus ditimbun kembali
dengan pasir yang dipadatkan tanpa pembebanan biaya pemanis kepada pemilik.
Pada pekerjaan penggalian untuk mencapai/ membentuk permukaan tanah rencana
maka Pemborong harus mengusahakan dan meyakini bahwa pada pekerjaan galian
tersebut tidak merusak/ mengganggu bangunan atau konstruksi yang sudah ada.
b. Penimbunan dan Penimbunan Kembali harus dilaksanakan didaerah - daerah
ataupun bagian-bagian pekerjaan, serta mengikuti ukuran-ukuran ketinggian,
kemiringan-kemiringan dan bentuk - bentuk menyerupai yang ditunjukkan dalam
gambar-gambar. Penimbunan harus dilaksanakan dalam bentuk-bentuk lapisan-
lapisan dengan ketebalan maksimum 20 cm gembur. Padatkan sesuai dengan
Instruksi Konsultan Pengawas. Penimbunan dan timbun kembali, kecuali ditentukan
lain oleh Konsultan Pengawas, harus dari materi galian pekerjaan ini.
Bahan timbunan harus bebas dari kotoran-kotoran, tumbuh-tumbuhan, batu-batuan
atau materi lain yang sanggup merusak pekerjaan.
c. Perlindungan Terhadap Air Selama pekerjaan berlangsung Pemborong harus dengan
semua cara yang disetujui Konsultan Pengawas.
5. Spesifikasi Jabatan Kerja Konstruksi
1 (satu) orang Pelaksana Bangunan Gedung
1 (satu) orang mandor Mandor Tukang Batu / Bata / Beton
1 (satu) orang Tukang Pekerjaan Tanah/Earthmoving
Identifikasi Risiko
Tingkat
No Resiko Kemungkinan Keparahan Nilai Resiko
Resiko
1 Tertimpa material 1 1 1 Kecil
2 Tergores benda tajam 1 2 2 Kecil
3 Terpukul alat kerja 1 2 2 Kecil
3. PEKERJAAN PASANGAN DAN PLESTERAN
1. Spesifikasi Bahan Bangunan Konstruksi untuk Pekerjaan Pasangan dan Plesteran :
Pasir sesuai dengan spesifikasi yang ditentukan, dibuktikan dengan nota surat jalan
Bata Merah dengan dimensi lebar 10 cm, Panjang 20 cm, tebal 5 cm.
Semen sesuai dengan SNI no. 15 7064 2004 dengan merk semen gresik
Glass block (19,5 x 19,5 x 9,5 cm) dengan merk mulia wave ; magna
2. Spesifikasi Peralatan Konstruksi dan Peralatan Bangunan untuk Pekerjaan Pasangan dan
Plesteran:
Sekop, pacul, timba sesuai peruntukan
Molen minimal 0,3 m3 1 (satu) unit
Alat Pemotong keramik, meteran siku, meteran, waterpass, palu karet sesuai
peruntukan
Scaffolding atau andang, Selang air sesuai peruntukan.
3. Spesifikasi Proses/Kegiatan untuk Pekerjaan Pasangan dan Plesteran :
a. Pasangan Aanstampeng / Batu Kosong
Menyiapkan tenaga kerja yang sesuai dengan keahliannya.
Menyiapkan perlatan yang dibutuhkan.
Menyiapkan Bahan yaitu batu kali / batu pecah dan pasir urug
Menentukan titik – titik pasangan yang akan dikerjakan.
Menentukan elevasi dan volume yang akan dikerjakan
Membuat patok ukuran sesuai dengan gambar.
Menghubungkan patok – patok dengan benang dan paku.
b. Pasangan Pondasi Batu Kali 1Pc : 6Psr
Menyiapkan tenaga kerja yang sesuai dengan keahliannya.
Menyiapkan perlatan yang dibutuhkan.
Menyiapkan Bahan yang dibutuhkan.
Mempersiapkan bidang kerja.
Membuat patok ukuran sesuai dengan gambar.
Pasangan pondasi menggunakan batu kali berkualitas bagus dengan campuran
1Pc : 6Psr sesuai dengan gambar rencana.
c. Pasangan Batu Bata 1PC : 6Psr
Menyiapkan tenaga kerja yang sesuai dengan keahliannya.
Mendatangkan dan mempersiapkan batu bata dekat dengan lokasi pekerjaan.
Mempersiapkan peralatan yang akan digunakan seperti mempersiapkan andang
atau scafollding. Perancah (andang) tidak diperbolehkan dipasang dengan
menembus tembok.
Semua pasangan tembok batu bata, pasangan tembok campuran (adukan)
perekat 1Pc : 6Psr. Tembok harus dipasang tegak lurus siku-siku dan rata, tidak
boleh terdapat retak-retak dengan maksimum pecah dari batu bata merah 20%.
Batu bata sebelum dipasang harus direndam air terlebih dahulu hingga jenuh air.
Batu bata yang digunakan harus berkualitas baik dan hasil pembakaran yang
matang, tidak boleh pecah-pecah dan lain-lain.
Tidak diperbolehkan dipasang bata yang pernah dipakai (bekas) atau batu bata
yang pecah-pecah. Pasangan tembok dipasang luas maksimum 12,00 m2. bila
lebih harus dipasang beton kolom praktis.
d. Plesteran Dinding Batu Bata
Menyiapkan tenaga kerja yang sesuai dengan keahliannya.
Mempersiapkan peralatan yang akan digunakan.
Mempersiapkan Bahan-bahan yang akan digunakan.
Sebelum plesteran dinding dilaksanakan pekerjaan-pekerjaan yang tersebut di atas
sudah harus selesai lebih dahulu, missal pasangan Bata.
Plesteran dengan campuran untuk permukaan dinding digunakan plesteran
dengan campuran 1Pc : 6Psr.
Benangan sebagai bagian dari pekerjaan plesteran dengan ketentuan meliputi
Seluruh akhiran dinding, kolom dan balok yang tampak (siku bagian luar).
4. Spesifikasi Metode Konstruksi/ Metode Pelaksanaan/Metode Kerja untuk Pekerjaan
Pasangan dan Plesteran :
a. Pasangan Aanstampeng / Batu Kosong
Menyiapkan tenaga kerja yang sesuai dengan keahliannya
Menyiapkan peralatan yang dibutuhkan
Menyiapkan alat keselamatan kerja.
Mendatangkan bahan material untuk pasangan aanstampeng yaitu batu kali / batu
pecah dan pasir urug.
Setelah bahan material didatangkan kemudian diletakkan dilokasi dekat dengan
rencana titik yang akan ditentukan dengan syarat tidak menggangu aktifitas
pelaksanaan pekerjaan dan aktifitas lainnya.
Setelah semua siap yaitu dari kelengkapan personel, alat, bahan dan alat
keselamatan kerja
Menentukan titik aanstampeng / batu kosong apabila pekerjaan urugan pasir
sudah selesai
Membuat patok ukuran untuk aanstampeng
Setelah patok terpasang, tentuan elevasi aanstampeng dengan menghubungkan
patok –patok yang sudah terpasang, dengan cara acuan pada satu titik elevasi
Menyiapak peralatan keselamatan kerja sebelum memulai pekerjaan aanstampeng
Siram batu kali dengan air sampai bersih sebelum dipasang
Letakkan batu kali satu persatu dimulai dari pojok dengan acuan patok dan benang
yang sudah terhubung sebagai dasar elevasi yang direncanakan
Setelah batu kali terpasang semua sesuai gambar kerja dan rab, pasir urug di
masukkan ke dalam pasangan aanstampeng untuk mengisi celah – celah antara
batu kali.
Setelah semua celah terisi dan pasangan aanstampeng terisi sesuai dengan
gambar kerja dan rab, maka yang terakhir dilaksanakan adalah pengukuran
dengan meteran untuk menentukan volume sudah sesuai dengan hasil
perhitungan RAB
Dan yang terakhir adalah menentukan rata pasangan dengan menggunakan
waterpas.
b. Pasangan Pondasi Batu Kali 1Pc : 6Psr
Menyiapkan tenaga kerja yang sesuai dengan keahliannya.
Menyiapkan peralatan yang dibutuhkan.
Menyiapkan alat keselamatan kerja.
Mendatangkan bahan material untuk pasangan batu kali yaitu batu kali / batu
pecah, pasir pasang dan semen dengan merk sperti di atas.
Setelah bahan material didatangkan kemudian diletakkan dilokasi dekat dengan
rencana titik yang akan ditentukan dengan syarat tidak menggangu aktifitas
pelaksanaan pekerjaan dan aktifitas lainnya.
Setelah semua siap yaitu dari kelengkapan personel, alat, bahan dan alat
keselamatan kerja
Siapkan Molen minimal 0,3 m3 1 (satu) unit dan bak pengaduk serta alat
kelengkapan lainnya
Membuat patok ukuran untuk pasangan batu kali 1Pc : 6Psr
Setelah patok terpasang, tentuan elevasi pasangan batu kali 1Pc : 6Psr dengan
menghubungkan patok – patok yang sudah terpasang, dengan cara acuan pada
satu titik elevasi
Langkah pertama adalah bersihkan batu kali dengan air sampai bersih sebelum
dipasang
Siapkan ayakan pasir sebelum pasir dimasukkan pada bak pengaduk.
Ayak pasir pasang sampai halus kemudian letakkan dalam bak pengaduk, setelah
sesuai dengan analisa maka tuangkan pasir ke dalam molen yang sudah disiapkan
Setelah itu buka zak semen dan masukkan ke bak pengaduk sesuai dengan analisa
dan masukkan ke dalam molen dicampur dengan pasir
Kemudian tambahkan dengan air secukupnya untuk menghasilkan campuran 1Pc
: 6Psr
Setelah semua tercampur rata baru mulai pekerjaan pasangan batu kali
Masukkan campuran diatas aanstampeng secukupnya.
Letakkan batu kali yang sudah bersih diatas campuran yang sudah dituangkan
campuran diatas pasangan aanstampeng.
Landasan yang akan menerima setiap batu juga harus dibasahi dan selanjutnya
landasan dari adukan harus disebar pada sisi batu yang bersebelahan dengan
batu yang akan dipasang.
Tebal dari landasan adukan harus pada rentang antara 2 cm sampai 5 cm dan
merupakan kebutuhan minimum untuk menjamin bahwa seluruh rongga antara
batu yang dipasang terisi penuh
Banyaknya adukan untuk landasan yang ditempatkan pada suatu waktu haruslah
dibatasi sehingga batu hanya dipasang pada adukan baru yang belum mengeras.
Bilamana batu menjadi longgar atau lepas setelah adukan mencapai pengerasan
awal, maka batu tersebut harus dibongkar, dan adukannya dibersihkan dan batu
tersebut dipasang lagi dengan adukan yang baru.
Segera setelah batu ditempatkan, dan sewaktu adukan masih baru, seluruh
permukaan batu harus dibersihkan dari bekas adukan
Naikkan benang pada 25 cm berikutnya dan pasang batu kali dengan adukan,
sesuai ketinggian benang. Usahakan bidang luar pasangan tersebut rata
Batu kali disusun sedemikian rupa sehingga pasangan batu kali tidak mudah retak
/ patah dan tidak berongga besar.
Dalam proses pemasangan batu kali molen tidak boleh dimatikan agar
campuran sisa di dalam molen tidak mengering.
Setelah pasangan batu kali 1Pc : 6Psr terpasang keseluruhan maka harus di ukur
dengan meteran untuk menentukan volume pasangan batu kali sesuai dengan
gambar kerja dan RAB
Pada permukaan atas pasangan batu kali 1Pc : 6Psr dilakukan pengecekan
kerataan pasangan yaitu dengan menggunakan waterpas.dan acuan elevasi harus
mengikuti benang yang sudah dipasang antara patok.
Setelah sesuai semua dibiarkan terlebih dahulu pasangan batu kali 1Pc : 6Psr
sampai kering.
c. Pasangan Batu Bata
Pasangan bata dengan campuran (adukan) perekat 1 Pc : 6 Psr. Untuk pasangan
bata elevasi ± 0.00 sampai +0.50 serta pasangan bata pada area kamar mandi
dari ± 0.00 sampai+1.60. sedangakan pasangan bata merah dari elevasi +0.50
samapai ke atas mengunakan campuran adukan 1 Pc : 6 Psr.
Tembok harus dipasang tegak lurus siku-siku dan rata, tidak boleh terdapat
retak-retak dengan maksimum pecah dari batu bata 20 %
Bata harus berukuran sama menurut aturan normalisasi dan sebelum dipasang,
direndam air terlebih dahulu hingga kenyang
Bata yang digunakan harus berkualitas baik, berukuran sama, tidak boleh pecah-
pecah dan lain-lain menurut pemeriksaan Direksi.
Semua voeg (siar) diantara pasangan bata pada hari pemasangan harus dikeruk
sedalam
1 cm pada bagian luar dan dalam.
Tidak diperbolehkan dipasang bata yang pernah dipakai (bekas) atau batu bata
yang pecah.
Pemasangan tembok bata yang diperbolehkan maksimum tinggi 1.00 M untuk
setiap hari.
Perancah (andang) tidak diperbolehkan dipasang dengan menembus tembok.
Batu bata yang dipakai jenis lokal, keras tidak patah-patah sebelum dipasang harus
disetujui
Direksi.
Pasir yang dipergunakan harus kering, tawar dan disetujui direksi. Digunakan
pasir lokal hitam.
d. Plesteran Batu Bata 1PC : 6Psr
Sebelum plesteran dinding dilaksanakan pekerjaan-pekerjaan yang tersebut di
bawah ini sudah harus selesai lebih dahulu.
Siar-siar pasangan batu bata sudah merupakan alur hasil kerukan.
Seluruh jaringan perpipaan yang tertanam didalamnya telah terpasang sempurna.
Pasangan telah mengering.
Konstruksi yang menaunginya telah terpasang.
Plesteran dengan campuran untuk permukaan dinding Saluran Drainase atau
Permukaan dinding digunakan plesteran dengan campuran 1 PC : 6 Psr.
Benangan sebagai bagian dari pekerjaan plesteran dengan ketentuan meliputi :
1. Seluruh akhiran dinding, kolom, balok dan Plat Beton yang tampak (siku bagian
luar) harus menghasilkan akhiran yang benar-benar siku, lurus dan rapi
sehingga menghasilkan akhiran dinding, kolom, balok dan Plat Beton seperti
yang dimaksud pada gambar rancangan pelaksanaan
2. Pekerjaan benangan dilaksanakan bersamaan dengan pekerjaan acian halus
dengan menggunakan bahan dari adukan air semen (PC)
3. Pekerjaan benangan harus menghasilkan akhiran yang benar-benar siku dan
lurus.
5. Spesifikasi Jabatan Kerja Konstruksi
1 (satu) orang Pelaksana Bangunan Gedung
1 (satu) orang mandor Mandor Tukang Batu / Bata / Beton
1 (satu) orang Tukang Pasang Bata/Dinding/Bricklayer (Tk. Bata)
1 (satu) orang Tukang Pasang Keramik (Lantai dan Dinding)
Identifikasi Risiko
Tingkat
No Resiko Kemungkinan Keparahan Nilai Resiko
Resiko
1 Tertimpa material 1 2 2 Kecil
2 Tergores benda tajam 1 2 2 Kecil
3 Terpukul alat Kerja 1 2 2 Kecil
4. PEKERJAAN BETON
1. Spesifikasi Bahan Bangunan Konstruksi untuk Pekerjaan Beton :
a. Batu pecah 2/3
Batu pecah yang dimaksud adalah batu yang memiliki dimensi 2 cm x 3 cm yang
bersih dari lumpur dengan spesifikasi yang ditentukan, dibuktikan dengan nota
surat jalan, Kualitas agregat harus memenuhi syarat–syarat PBI 1971. Agregate
berupa batu pecah ex crushed stone yang mempunyai susunan gradasi yang baik,
cukup syarat kekerasannya dan padat (tidak poreus). Kadar lumpur dari agregat
tidak boleh melebihi dari 4 % berat, batu pecah 2/3 bisa menggunakan batu pecah
mesin.
b. Pasir Cor
Pasir cor mempunyai tekstur yang keras dan tajam, pasir cor mempunyai warna
hitam dan sangat halus, jika dikepal menggunakan tangan tidak menggumpal
dan akan buyar, butiran- butiran mineral keras dan tajam berukuran antara 0,075
– 5 mm, jika terdapat butiran berukuran lebih kecil dari 0,063 mm tidak lebih dari
5% berat, pasir tidak mengandung lumpur lebih dari 5%, pasir tidak boleh
mengandung bahan organik, pasir memiliki sifat yang kekal, bila diuji dengan
natrium, sufat memiliki bagian hancur maksimal 10%, susunan besar butir pasir
memiliki modulus kehalusan antara 1,5 hingga 3,8 dan terdiri dari butir yang
beraneka ragam.
c. Besi beton
Besi beton polos atau tulangan memiliki spesifikasi Polos U24/BJTP 280, besi
beton yang digunakan harus baru dan harus SNI tidak boleh memakai besi beton
stok lama, Memiliki kuat tekan yang relatif lebih tinggi, dengan dimensi adalah Besi
BjTP SNI Ø 10, Besi BjTP SNI Ø 12, untuk tulangan Besi BjTP SNI Ø 8, Besi BjTP
SNI Ø 6, dan Plat Lantai Besi BjTP SNI Ø 12, Besi BjTP SNI Ø 10 untuk tulangan
pengikat ( beugel ) untuk merk yang digunakan HJI.
d. Kawat beton / Bendrat
Kawat beton / bendrat terbaut dari biji besi dan campuran logam lainnya, kawat
beton / bendrat harus baru dan tidak berkarat, kawat ini berfungsi untuk mengikat
tulangan / rangka besi beton antara satu dengan lainnya, kawat beton / bendrat
harus kuat tidak mudah patah.
e. Kayu balok / kayu usuk 5/7
Kayu balok / usuk harus bagus bukan kayu bekas bongkaran, dan berfungsi
sebagai penyangga atau pengikat multiplek untuk pengecoran dengan jenis Kayu
kayu bayur ; mahoni ; manting ; gamelina
f. Multiplek 12 mm
Terbuat dari lapisan kayu yang dipress menggunakan mesin bertekanan tinggi,
teksturnya rapat, lapisan kayunya solid, dan pori – porinya kecil sehingga dapat
disebut triplek anti air dengan ketebalan 12 mm.
g. Portland cement / Semen
Portland cement ( semen ) menggunakan semen yang baru, tidak boleh dari stok
lama
Semen sesuai dengan SNI no. 15 7064 2004 dengan merk semen Gresik.
h. Air
Air dengan syarat harus bersih, jernih dan bebas dari bahan – bahan seperti
minyak, asam atau unsur – unsur organik lainnya.
i. Paku
2. Spesifikasi Peralatan Konstruksi dan Peralatan Bangunan untuk Pekerjaan Beton :
Sekop, pacul, Cetok, timba sesuai peruntukan
Molen minimal 0,3 m3 1 (satu) unit
Pemotong besi, pembengkok besi, meteran siku, meteran, waterpas, palu, catok besi,
gergaji sesuai peruntukan
Selang air sesuai peruntukan
3. Spesifikasi Proses/Kegiatan untuk Pekerjaan Beton :
a. Bekisting
Menyiapkan tenaga kerja yang sesuai dengan keahliannya.
Mempersiapkan peralatan yang akan digunakan.
Mempersiapkan Bahan-bahan yang akan digunakan.
Bahan untuk bekisting harus dari kayu dan multiplek.
Bekisting harus dipotong dan dirangkai sedemikian rupa sehingga Kokoh, tidak
rusak atau berubah bentuk akibat beban adukan beton.
Bahan bekisting yang telah dipakai tidak boleh dipakai kembali kecuali dengan ijin
Direksi secara tertulis.
Pembongkaran bekisting tidak dibenarkan bila Umur beton belum mencapai
kekuatan sesuai PBI 1983 dan PB ’89, atau umur beton belum mencapai minimal
21 hari.
Pembongkaran bekisting harus dilaksanakan secara hati-hati sedemikian rupa
sehingga Tidak menyebabkan kerusakan konstruksi baik bagi betonnya sendiri
maupun konstruksi lainnya dan tidak membahayakan pekerja dan orang lain.
Akibat-akibat dari kehilangan Kontraktor Pelaksana dalam hal ini sepenuhnya
menjadi tanggung jawabnya.
b. Tulangan
Menyiapkan tenaga kerja yang sesuai dengan keahliannya.
Mempersiapkan peralatan yang akan digunakan.
Mempersiapkan Bahan-bahan yang akan digunakan.
Baja tulangan adalah baja tulangan polos (SNI) merk HIJ dengan mutu baja U 24
yakni yang didalam gambar perencanaan ditandai dengan ∅ sebagai kode
diameternya.
Perlakuan pelaksanaan tulangan (penyambungan-pembengkokan, pemasangan
tulangan lewatan dan lain-lain) harus memenuhi SKSNI T-15-1991.
Sebelum pengecoran rangkaian tulangan harus sudah dilengkapi dengan beton
decking yang jumlah, penempatan dan mutunya harus disetujui Direksi.
Untuk kotoran berupa karat dapat dipergunakan bahan kimia penghilang karat
(Rust Remover) yang tidak mengurangi diameter dan kekuatan baja tulangan.
Untuk penggunaan bahan kima tersebut kontraktor harus memperoleh petunjuk
yang jelas dari produsen dan persetujuan dari Direksi.
c. Beton
Menyiapkan tenaga kerja yang sesuai dengan keahliannya.
Mempersiapkan peralatan yang akan digunakan.
Mempersiapkan Bahan-bahan yang akan digunakan.
Yang dimaksud dengan beton-beton Struktur adalah semua elemen konstruksi
beton yang merupakan elemen struktural. Persyaratan campuran untuk beton-
beton ini adalah beton mutu f’c = 20 MPa (K 225).
Yang dimaksud dengan beton-beton praktis adalah semua elemen konstruksi
beton yang bukan merupakan elemen struktural. Persyaratan campuran untuk
beton-beton ini adalah beton mutu f’c = 15 MPa (K 175).
Adukan beton struktur harus memenuhi mutu karakteristik beton f’c = 20
MPa dan fc’ 15 Mpa sesuai dengan rekomendasi dalam PBI 1983 dan PB 1989.
Untuk peruntukan mutu beton dapat dilihat pada RAB.
Apabila Kontraktor Pelaksana hendak memulai pekerjaan pengecoran beton, maka
Kontraktor harus memberitahukan secara tertulis kepada Direksi kapan
pengecoran dilaksanakan. Paling lambat 1 x 24 jam sebelumnya, dan selanjutnya
akan dilakukan “joint inspection”.
Dalam pengecoran beton Kontraktor pelaksana diwajibkan melindungi beton yang
baru dicor terhadap sinar matahari langsung, angin dan hujan sampai beton
mengeras secara wajar.
Meskipun di dalam gambar perencanaan tidak menyebutkan beton-beton praktis
yang tersebut di bawah ini tetap harus dilaksanakan dan dianggap sudah
diperhitungkan oleh Kontraktor Pelaksana di dalam penawaran pekerjaan ini.
Beton-beton tersebut adalah Sloof 20/25, Sloof 15/20 Balok Latei 15/25, Balok
Latei 10/12 dan Plat Lantai Tb 12 cm, Plat Atap Beton tb : 12 cm, Plat Tangga
Beton tb : 12cm yang oleh sendirinya atau bersama-sama dengan beton-beton
struktur membentuk frame pasangan dinding batu bata untuk setiap lembar
bidang datar di dinding batu bata (jadi pada setiap pertemuan dua bidang dinding
harus ada kolom ) atau pada dinding yang lebar dengan maksimum luas bidang
12 m2. Dimensi Kolom dan Ringbalk adalah :
Beton mutu f’c = 10 MPa (K 100)
- Lantai Kerja
beton mutu f’c = 15 MPa (K 175)
- Kolom 12/12 (K 175)
- Balok Latei 12/15 (K 175)
- Ringbalk 12/15 (K 175)
- Ring Gewel 12/15 (K 175)
beton mutu f’c = 20 MPa (K 225)
- Footplate 50/50 (K 225)
- Sloof 15/20 (K 225)
- Kolom Pedestal 15/20 (K 225)
- Kolom Teras 15/20 (K 225)
- Balok 15/25 (K 225)
- Meja Plat Beton tb : 8cm (K 225)
4. Spesifikasi Metode Konstruksi/ Metode Pelaksanaan/Metode Kerja untuk Pekerjaan
Beton :
a. Bekisting.
Bahan untuk bekisting harus dari kayu dan multiplek, yang terdiri atas ;
- Multiplek 9 mm.
- Usuk bekisting minimal berpenampang 5/7 cm.
- Perancah dan penyangga dipakai Stegger dari kayu 5/7 atau menggunakan
scafolding
Bekisting harus dipotong dan dirangkai sedemikian rupa sehingga :
- Kokoh, tidak rusak atau berubah bentuk akibat beban adukan beton dan atau
tekanan lateralnya pada saat pengecoran, tidak bocor, lurus dan rata.
- Tidak menyebabkan adukan beton terurai, dalam hal ini khusus untuk bekisting
kolom disyaratkan tinggi penuangan maksimum adalah 2 meter dari permukaan
dasar yang telah mengeras.
- Mudah pembongkarannya tanpa membahayakan konstruksi.
- Untuk dapat memenuhi hal ini, kontraktor pelaksana harus membuat gambar
pelaksanaannya (Shop Drawing) lebih dahulu beserta perhitungan
konstruksinya dan telah mendapatkan persetujuan Direksi sebelum bekisting
dilaksanakan.
Bahan bekisting yang telah dipakai 3x tidak boleh dipakai kembali kecuali dengan
ijin Direksi secara tertulis.
Bila memenuhi syarat konstruksi, pemakaian bahan lain selain yang disebutkan
di atas, boleh dilakukan sepanjang telah memperoleh ijin dari Direksi.
Pembongkaran bekisting tidak dibenarkan bila :
- Umur beton belum mencapai kekuatan sesuai PBI 1983 dan PB ‘89.
- Umur beton belum mencapai kekuatan yang memadai untuk mendukung beban
kerja di atasnya bila hal tersebut akan dilakukan.
- Umur beton belum mencapai minimal 21 hari
Selama melaksanakan pembongkaran, Kontraktor Pelaksana harus mengajukan
ijin pembongkaran kepada Direksi. Namun sebelum Direksi memberikan ijin
secara tertulis (baik melalui surat resmi maupun tertulis dalam buku Direksi),
Kontraktor Pelaksana tidak dibenarkan melakukan pembongkaran.
Pembongkaran bekisting harus dilaksanakan secara hati-hati sedemikian rupa
sehingga :
- Tidak menyebabkan kerusakan konstruksi baik bagi betonnya sendiri maupun
konstruksi lainnya.
- Tidak membahayakan pekerja dan orang lain.
Bahan-bahan bekisting bekas bongkaran harus dikumpulkan disatu tempat atas
petunjuk Direksi sehingga tidak menghambat jalannya pelaksanaan selanjutnya.
Akibat-akibat dari kekhilafan Kontraktor Pelaksana dalam hal ini sepenuhnya
menjadi tanggung jawabnya.
b. Tulangan
Baja tulangan adalah baja tulangan polos SNI Merk HIJ (Hanil Jaya Steel ) dengan
mutu baja U 32 & U 24 yakni yang didalam gambar perencanaan ditandai dengan
D & ∅ sebagai kode diameternya.
Baja tulangan yang didatangkan di lapangan pekerjaan tidak diperkenankan
langsung dikerjakan sebelum mendapatkan pembenaran/persetujuan dari direksi.
Perlakuan pelaksanaan tulangan (penyambungan-pembengkokan, pemasangan
tulangan lewatan dan lain-lain) harus memenuhi SKSNI T-15-1991.
Sebelum pengecoran rangkaian tulangan harus sudah dilengkapi dengan beton
decking yang jumlah, penempatan dan mutunya harus disetujui Direksi. Demikian
pula seluruh bagian yang akan terisi beton harus dibersihkan dari segala macam
kotoran.
Baja-baja tulangan yang akan dipakai sampai saat akan dilakukan pengecoran
beton harus bebas dari kotoran, lemak atau karat serta kotoran-kotoran lain yang
dapat mengurangi daya rekat antara campuran agregat beton dengan tulangan itu
sendiri.
Untuk kotoran berupa karat dapat dipergunakan bahan kimia penghilang karat
(Rust Remover) yang tidak mengurangi diameter dan kekuatan baja tulangan.
Untuk penggunaan bahan kima tersebut kontraktor harus memperoleh petunjuk
yang jelas dari produsen dan persetujuan dari Direksi.
c. Beton
Adukan Beton
I. Adukan beton harus memenuhi beton mutu f’c = 20 MPa (K 225) dan f’c
= 15 MPa (K 175), slump (12±2) cm, w/c = 0,66 sesuai dengan
rekomendasi dalam PBI 1983 dan PB 1989.
II. Untuk memenuhi persyaratan di atas, kontraktor pelaksana harus :
- Untuk pekerjaan konstruksi beton bertulang harus memakai semen
produksi dalam negeri yang disetujui direksi
- Kerikil untuk semua pekerjaan beton dapat memakai kerikil / batu pecah
lokal ukuran 2/3 cm, dan bersih dari segala kotoran.
- Khusus pekerjaan beton harus dipergunakan jenis pasir cor butiran tajam,
bersih dari segala kotoran / lumpur
- Untuk mengaduk semua campuran beton harus memakai air bersih dan
tawar dengan kadar air secukupnya pada campuran sederhana
(pengadukan dianjurkan mempergunakan mesin molen). Agar didapat
campuran yang betul-betul homogen.
- Beton bertulang memakai campuran dengan mutu karakteristik beton fc’
20 Mpa & 15 Mpa.
Pengecoran Beton
I. Apabila Kontraktor Pelaksana hendak memulai pekerjaan pengecoran beton,
maka Kontraktor harus memberitahukan secara tertulis kepada Direksi kapan
pengecoran dilaksanakan. Paling lambat 1 x 24 jam sebelumnya, dan
selanjutnya akan dilakukan “joint inspection”.
II. Pengecoran hanya boleh dilaksanakan bila :
- Kontraktor telah menyelesaikan pekerjaan penulangan dan bekisting serta
pemasangan beton decking secara sempurna dan bersih serta telah
mendapatkan persetujuan sesuai hasil “joint inspection”.
- Kontraktor telah menyediakan bahan, peralatan dan persiapan tenaga serta
dinyatakan dalam daftar bahan alat dan tenaga kerja.
III. Bila kontraktor bertindak menyimpang dari ketentuan-ketentuan diatas,
Direksi berhak menghentikan pekerjaan ini dan semua resiko sepenuhnya
menjadi tanggung jawab Kontraktor Pelaksana.
Pemeliharaan Beton
a. Kontraktor pelaksana diwajibkan melindungi beton yang baru dicor terhadap
sinar matahari langsung, angin dan hujan sampai beton mengeras secara
wajar.
b. Kontraktor Pelaksana diwajibkan menghindarkan pengeringan yang terlalu
cepat
c. Pemeliharaan dengan penyiraman air/minimal 2 x sehari harus dilakukan
setelah bekisting dibuka selama + 7 hari.
d. Tidak dibenarkan menimbun atau mengangkut barang di atas beton atau
memakai bagian beton sebagai tumpuan selama menurut Direksi bahwa
beton tersebut belum cukup mengeras.
5. Spesifikasi Jabatan Kerja Konstruksi
1 (satu) orang Pelaksana Bangunan Gedung
1 (satu) orang mandor Mandor Tukang Batu / Bata / Beton
1 (satu) orang Tukang Besi Beton (Barbender/Bar Bending)
1 (satu) orang Tukang Cor Beton (Concetor/Concrete Operation)
1 (satu) orang Tukang Kayu Bekisting
Identifikasi Risiko
Tingkat
No Resiko Kemungkinan Keparahan Nilai Resiko
Resiko
1 Tertimpa material 1 1 1 Kecil
2 Tergores benda tajam 2 2 4 Kecil
3 Terjatuh dari ketinggian 1 3 3 Kecil
4 Terpukul alat kerja 1 2 2 Kecil
5. PEKERJAAN RANGKA ATAP DAN PENUTUP ATAP
1. Spesifikasi Bahan Bangunan Konstruksi untuk Pekerjaan Rangka Atap dan Penutup
Atap :
Kanal C Galvalume C80.100 (100 mm ) dengan Seritifikasi ISO 9001:2015, ISO
14001:2015 dengan spesifikasi AS 100 tebal 1 mm dengan merk kencana ;
mulcindo ; NJM
Reng tinggi profil 41 mm dan tebal 0.45 mm.
Genteng model k. pilang bima ambulu dan Bubung Sejenis
Sekrup baja ringan
Dynabolt
Seng Zincalume 0,3mm L 90cm dengan merk kencana
Semen sesuai dengan SNI no. 15 7064 2004 dengan merk semen gresik
Pasir sesuai dengan spesifikasi yang ditentukan, dibuktikan dengan nota surat
jalan.
Kalsiplank L 20 cm dengan merk aplus ; grc ; g-net
2. Spesifikasi Peralatan Konstruksi dan Peralatan Bangunan untuk Pekerjaan Rangka Atap
dan Penutup Atap :
Scaffolding sesuai peruntukan
Sekop, pacul, timba sesuai peruntukan
Bor Listrik, Gerindra, Gunting metal, Scaffolding sesuai peruntukan
meteran siku, meteran, waterpas, cutter sesuai peruntukan
helm pelindung, sarung tangan, kacamata, Harness Tubuh, sepatu, tali Pengaman.
3. Spesifikasi Proses/Kegiatan untuk Pekerjaan Rangka Atap dan Penutup Atap :
a. Pekerjaan Rangka Atap
Menyiapkan tenaga kerja yang sesuai dengan keahliannya.
Mempersiapkan peralatan yang akan digunakan.
Mempersiapkan Bahan-bahan yang akan digunakan.
Persiapan
Geometri profil rangka atap :
1. Batang utama/Top chord dan bottom chord C80.100 (tinggi profil 80 mm
dan ketebalan 1 mm).
2. Batang pengisi C80.100 (tinggi profil 80 mm dan ketebalan 1 mm).
3. Reng U terbalik tinggi profil 41 mm dan tebal 0.45 mm.
4. Alat penyambung antar elemen adalah baut menakik sendiri dengan
spesifikasi :
Ukuran baut untuk rangka atap
a. Ukuran Baut Untuk Rangka Atap :
- Diameter Ulir : 5.5mm
- Panjang : 20mm
- Material : AISI 1022 Heat teated carbon steel
b. Ukuran Baut Untuk Reng
- Diameter Ulir : 4.87mm
- Panjang : 16mm
- Material : AISI 1022 Heat teated carbon steel
5. Ikatan angin menggunakan profil U terbalik, tinggi profil 41 mm dan tebal
0,45 mm.
6. Jarak antar kuda-kuda, jarak ikatan angin maksimum 1m.
Persyaratan tenaga pemasangan harus terlatih dan bersertifikat serta mampu
memahami gambar dan dibuktikan dengan surat ijin memasang dari pabrikan,
Dan Pemasangan rangka Baja Ringan atau Galvalum berdasarkan Perhitungan
Strukrtur (Kontraktor Pelaksana Wajib menyerahkan dokumen
perhitungan Struktur dari pabrik atau aplikator sebelum pemasangan
Rangka Baja Ringan atau Galvalum dan telah dapat ijin dari Konsultan
Pengawas atau PPK)
Pabrikan wajib memberikan jaminan produksi (Garansi) kepada
pengguna/konsumen pada pemaparan produk dan paling lambat sebelum selesai
pengerjaan konstruksi baja ringan
Jika di dalam pekerjaan ini terdapat kecacatan atau tidak kesesuain spek yang
ada, maka Konsultan Pengawas dan PPK berhak memerintahkan untuk
melakukan perbaikan bahkan sampai ke pembongkaran. (atas dasar yang falid
dan kesesuaian antara RAB, Gambar Kerja dan Spesifikasi teknis.)
b. Pekerjaan Penutup Atap
Menyiapkan tenaga kerja yang sesuai dengan keahliannya.
Mempersiapkan peralatan yang akan digunakan.
Mempersiapkan Bahan-bahan yang akan digunakan.
Genteng Model Karang Pilang Lokal
Pemasangan genteng jarak dan lipatan harus sesuai dengan ketentuan
Bubungan atap dan genteng Kompres serta pertemuan – pertemuan lain harus
khusus dari produksi yang sama dengan daun gentengnya, begitupun warnanya.
Bentuknya harus teratur menurut fungsi penempatannya
Jika di dalam pekerjaan ini terdapat kecacatan atau tidak kesesuain spek yang
ada, maka konsultan pengawas dan PPK berhak memerintahkan untuk
melakukan perbaikan bahkan sampai ke pembongkaran. (atas dasar yang falid
dan kesesuaian antara RAB, Gambar Kerja dan Spesifikasi teknis.)
c. Pekerjaan Kalsiplank
Menyiapkan tenaga kerja yang sesuai dengan keahliannya.
Mempersiapkan peralatan yang akan digunakan.
Mempersiapkan Bahan-bahan yang akan digunakan.
Pemasangan listplank digunakan Kalsiplank 0,8/20. Untuk pemasangan
Kalsiplank dilaksanakan keliling bangunan atau sesuai dengan Rencana Gambar.
Rangka penyangga kalsiplank dapat digunakan kayu ukuran 5/7 cm atau
menggunakan bahan hollow aluminium
Kalsiplank dipasang miring seperti ekor burung pada sisi depan dan belakang dan
finish cat (cat tembok)
Kalsiplank dipasang lurus dan rapi
Pemasangan genteng kompres dilaksanakan menutupi lisplank seperti
memasang genteng bubungan
4. Spesifikasi Metode Konstruksi/ Metode Pelaksanaan/Metode Kerja untuk Pekerjaan
Rangka Atap :
a. Pekerjaan Rangka Atap
Memastikan seluruh permukaan atas ring balok dalam keadaan rata dan
siku, dengan menggunakan selang air (waterpass) dan penyiku sebagai alat
bantu.
Memastikan bahwa rangkaian ring balok telah mengikat semua belahan
bangunan dan tersambung secara benar (monolith) dengan kolom yang ada di
bawahnya.
Memberi tanda posisi perletakan kuda-kuda (truss), sesuai dengan gambar
rencana atap.
Pemasangan Kuda Kuda diatas Ringbalk wajib betul betul duduk diringbalk
dengan siku penguat atau kaki kuda kuda diatas ringbalk dan disamping sisi
dalam ringbalk
Mengukur jarak antar kuda-kuda.
Mengangkat kuda-kuda secara hati-hati, biar tidak mengakibatkan kerusakan
pada rangkaian kuda-kuda yang telah selesai dirakit .
Memastikan posisi kiri dan kanan (L-R) kuda-kuda tidak terbalik. Sisi kanan dan
kiri kuda- kuda sanggup ditentukan dengan teladan posisi dikala pekerja melihat
kuda-kuda, dengan lisan web sanggup dilihat oleh pekerja. Bagian di sebelah
kiri pekerja disebut sisi kiri, sedangkan yang berada di sebelah kanannya ialah
sisi kanan.
Mengontrol posisi berdirinya kuda-kuda biar tegak lurus dengan ringbalok
menggunakan benang dan lot (unting-unting)
Mengencangkan kuda-kuda dengan plat L (L bracket), dengan menggunakan
minimal 3 buah screw 12 – 14 x 20 HEX.
Mengencangkan plat L dengan ring balok menggunakan dynabolt, dan
menambahkan balok penopang sementara, biar posisi kuda-kuda tidak berubah.
Mengulangi langkah ke-1 hingga ke-6 untuk mendirikan semua kuda-kuda, sesuai
dengan posisinya dalam gambar kerja.
Memeriksa ulang jarak antar kuda-kuda dari as ke as (maksimum 1 meter).
Memeriksa kedataran (leveling) semua puncak kuda-kuda (Apex), dan
memastikan garis nok mempunyai ketinggian yang sama (datar)
Memasang balok nok.
Memasang bracing (pengikat) sebagai perkuatan, bila bekerja beban angin.
Bracing dipasang di atas top-chord dan di bawah reng.
Bila menggunakan aluminium foil, lapisan ini dipasang terlebih dahulu di atas
truss, jurai dan rafter.
Memasang reng (roof battens) dengan jarak menyesuaikan jenis epilog atap yang
digunakan.
Setiap pertemuan reng dengan kuda-kuda diikat menggunakan screw ukuran
10-16×16 sebanyak 2 (dua) buah.
Memasang outrigger (gording embel-embel sehabis kuda-kuda terakhir yang
menumpu ringbalk). Pada atap jenis pelana, outrigger sanggup dipasang
sebagai overhang dengan panjang maksimal 100 cm dari kuda- kuda terluar,
dan jarak antar outrigger 100 cm. outrigger harus diletakkan dan di-screw
dengan dua buah kuda-kuda yang terdekat.
Memasang ceilling battens dengan jarak antar masing-masing ceilling battens
ialah 100 cm.
Komponen ini dipasang pada permukaan belahan atas bottom chord kuda-
kuda dan di- screw. Untuk pertemuan ceilling battens dengan ring balok di beri
ganjal bracket yang diikat menggunakan 2 (dua) buah dynabolt. Fungsi ceilling
battens ialah untuk memperkuat ikatan antar kuda-kuda. Jika diperlukan,
sambungan memanjang ceilling battens sebaiknya sempurna diatas bottom
chord. Setiap sambungan harus overlap 40 cm, dan setiap pertemuan dengan
bottom chord harus di-screw. Ceiling battens selanjutnya sanggup difungsikan
untuk menahan plafond dan penggantungnya.
b. Pekerjaan Penutup Atap
Pemasangan genteng harus siku, rata, rapat dan tidak bocor.
Jika ada genteng yang pecah wajib langsung diganti
Bubungan di pasang dan direkatkan dengan mortar spesi 1pc : 3ps
Pemasangan genteng kompres/endridge dilaksanakan menutupi lisplank
seperti memasang genteng bubungan
Kontraktor harus menyerahkan genteng cadangan yang sama kepada direksi
yang terdiri dari atap genteng sebanyak minimal 1 buah dan genteng bubungan
sebanyak 25 buah.
c. Pekerjaan Kalsiplank
Kalsiplank ini dipasang memanjang sesuai dengan kebutuhan Atap dan sesuai
dengan Gambar Kerja yang ada. Hal yang perlu diperhatikan yaitu Jarak
antara Sekrup yang dipasang pada Kalsiplank sebaiknya tidak terlalu jauh. Jarak
ini sanggup bervariasi, sanggup dibentuk antara 20cm s/d 40cm (sepanjang
profil menjang Kalsiplank tersebut), semoga terkunci dengan baik dan kuat.
Setelah pemasangan Kalsiplank selesai, lakukan pendempulan pada setiap
Sekrup Lisplank dan Sambungan antar Papan Lisplank, semoga tampak rapi
sebelum melaksanakan pengecatan. Gunakan dempul yang berkualitas baik dan
tahap terhadap Cuaca (hujan dan panas).
5. Spesifikasi Jabatan Kerja Konstruksi
1 (satu) orang Pelaksana Bangunan Gedung
1 (satu) orang Mandor Pemasangan Rangka Atap Baja Ringan
Tukang Bangunan
Identifikasi Risiko
Tingkat
No Resiko Kemungkinan Keparahan Nilai Resiko
Resiko
1 Tertimpa material 1 1 1 Kecil
2 Tergores benda tajam 2 2 4 Kecil
3 Terjatuh dari ketinggian 2 2 4 Kecil
4 Terpukul alat kerja 1 2 2 Kecil
6. PEKERJAAN LANGIT LANGIT
1. Spesifikasi Bahan Bangunan Konstruksi untuk Pekerjaan Langit langit (Plafond) :
Semen sesuai dengan SNI no. 15 7064 2004 dengan merk semen gresik
Pasir sesuai dengan spesifikasi yaitu pasir pasang, dibuktikan dengan nota surat
jalan.
Rangka aluminium hollow 40.40 dengan merk kencana ; mulcindo.
Penutup Langit langit Silicaboard 3,5 mm (120 cm x 240 cm) dengan merk aplus
; grc ; eka ; neo ; nusa ; g-net
Paku / Skrup fixer
2. Spesifikasi Peralatan Konstruksi dan Peralatan Bangunan untuk Pekerjaan Langit langit
(Plafond) :
Bor Listrik, Gerinda Listrik, Gunting metal, Scaffolding sesuai peruntukan
Gergaji, palu, Sekop, cangkul, timba sesuai peruntukan
Meteran siku, meteran, waterpas, cutter sesuai peruntukan
Scaffolding sesuai peruntukan
Topi pelindung pelindung, sarung tangan, pelindung mata, Harness Tubuh, sepatu
keselamatan, tali Pengaman.
3. Spesifikasi Proses/Kegiatan untuk Pekerjaan Langit langit (Plafond) :
Menyiapkan tenaga kerja yang sesuai dengan keahliannya.
Mempersiapkan peralatan yang akan digunakan.
Mempersiapkan Bahan-bahan yang akan digunakan.
Pekerjaan ini meliputi rangka plafond Hollow 4/4 dan Silicaboard 3,5 mm (120 cm x
240 cm). Penggantung plafond digunakan Hollow 4/4 yang terhubung pada antar
dinding.
Silicaboard digunakan tebal 3.5 mm ukuran 120 x 240 cm kualitas baik buatan dalam
negeri dengan kualitas yang disetujui oleh PPK (Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan)
dan konsultan pengawas dengan mengajukan contoh terlebih dahulu. Pemasangan
langit – langit Calsiboard harus lurus ,rata sesuai dengan pola yang ada.
Pola / bentuk plafond / langit2 sesuai gambar denah dan detail plafond.
Untuk mendapatkan bidang langit2 yang rapi dan rata maka penggantung harus
disesuaikan dengan gambar
Jarak Calsiboard / nat maksimum 5 mm, penggantung plafond menggunakan
hollow kualitas baik , Tiap jarak 1.2 m arah memanjang dipasang kayu balok plafond
berkualitas baik.
4. Spesifikasi Metode Konstruksi/ Metode Pelaksanaan/Metode Kerja untuk Pekerjaan
Langit langit :
Tentukan elevasi plafond dan buat garis sipatan pada dinding dan as sumbu ruangan
Pemasangan Rangka langit - langit alluminium hollow 40.40 dan penggantung
Plafond
Tentukan jarak penempatan kait penggantung
Pasang benang untuk pedoman penentuan titik paku penggantung untuk menjamin
kelurusan
Pasang paku kait dan rod/penggantung
Pasang rangka utama
Pasang panel Silicaboard
Cek kerapihan dan kerataan bidang plafond
Tutup sambungan antara panel Calsiboard dengan paper tape dan compound lalu
diampelas dan difinishing dengan cat.
5. Spesifikasi Jabatan Kerja Konstruksi :
1 (satu) orang Pelaksana Bangunan Gedung
1 (satu) orang Mandor
1 (satu) orang Tukang Taku
1 (satu) orang Tukang Pasang Plafond (Ceiling Fixer/Ceiling Fixing)
Identifikasi Risiko
Tingkat
No Resiko Kemungkinan Keparahan Nilai Resiko
Resiko
1 Tertimpa material 1 1 1 Kecil
2 Tergores benda tajam 2 2 4 Kecil
3 Terjatuh dari ketinggian 2 2 4 Kecil
4 Terpukul alat kerja 1 2 2 Kecil
7. PEKERJAAN KERAMIK
1. Spesifikasi Bahan Bangunan Konstruksi untuk Pekerjaan Lantai Dan Dinding Keramik :
Lantai Granit ukuran 60 x 60 cm Polos dan kwalitas baik dengan Merk ceranosa ;
rixo ; garuda dengan menggunakan spesi campuran 1 Pc : 3 Psr. Warna / motif
akan ditentukan kemudian oleh Direksi Lapangan.
Lantai Granit ukuran 60 x 60 cm Motif/warna dan kwalitas baik dengan Merk
ceranosa ; rixo ; garuda dengan menggunakan spesi campuran 1 Pc : 3 Psr.
Warna / motif akan ditentukan kemudian oleh Direksi Lapangan.
Untuk dinding mengunakan Keramik ukuran 30 x 60 cm kwalitas baik Merk asia tile
; mulia tile ; uno ; arwana ; platinum dengan menggunakan spesi campuran 1
Pc : 3 Psr. Warna / motif akan ditentukan kemudian oleh Direksi Lapangan.
2. Spesifikasi Peralatan Konstruksi dan Peralatan Bangunan untuk Pekerjaan Lantai Dan
Dinding Keramik :
Sekop, pacul, timba sesuai peruntukan
Molen minimal 0,3 m3 1 (satu) unit
Alat Pemotong keramik, meteran siku, meteran, waterpass, palu karet sesuai
peruntukan
Scaffolding atau andang, Selang air sesuai peruntukan.
3. Spesifikasi Proses/Kegiatan untuk Pekerjaan Lantai Dan Dinding Keramik :
Pekerjaan pasangan Granit/keramik dilaksanakan setelah pekerjaan atap selesai.
Semua granit/Keramik harus kwalitas baik dan diharuskan memakai satu merk / jenis
dengan membawa contoh kepada Pengawas / Direksi.
Sebelum dipasang granit/keramik harus direndam terlebih dahulu ke dalam air
hingga jenuh.
Bila terdapat cacat-cacat pada bagian granit/keramik, maka keramik tidak boleh
dipasang.
Didalam pemasangan harus menggunakan rentangan benang yang diukur dengan
water pass dan dipindahkan pada setiap granit/keramik.
Granit/Keramik yang telah terpasang harus dihindarkan dari gangguan / injakan
minimal 2 x 24 jam dan diberi tanda pembatas secukupnya.
Peil lantai yang diinginkan harus diperiksa betul-betul bila terdapat hal-hal yang
berbeda dengan rencana yang disetujui, maka pelaksanaan pekerjaan ini harus
segera dilaporkan kepada Direksi untuk dicarikan jalan keluarnya.
4. Spesifikasi Metode Konstruksi/ Metode Pelaksanaan/Metode Kerja untuk Pekerjaan
Lantai Dan Dinding Keramik :
Pelajari terlebih dahulu Gambar kerja, hal ini berkaitan dengan adanya beberapa
jenis Granite dan Keramik yang sesuai dengan peruntukan.
Tentukan elevasi Lantai baik dari luar gedung dan dalam gedung serta elevasi
keramik dinding.
Pasangan ini harus dilaksanakan dengan rata dan dikerjakan oleh tukang yang cakap
dan mampu, pemotongan harus dilakukan dengan alat potong khusus dan pada
pertemuan sudut harus dibuat dengan sambungan verstek dan campuran apesi
adukan yang dipakai 1 Pc : 3Ps.
5. Hal-hal yang berkaitan dengan pekerjaan antara lain :
Menyiapkan tenaga kerja yang sesuai dengan keahliannya.
Menyiapkan perlatan yang dibutuhkan.
Identifikasi Risiko
Tingkat
No Resiko Kemungkinan Keparahan Nilai Resiko
Resiko
1 Tertimpa material 1 1 1 Kecil
2 Tergores benda tajam 2 2 4 Kecil
3 Terpukul alat kerja 1 2 2 Kecil
8. PEKERJAAN KUSEN DAUN PINTU DAN JENDELA
Spesifikasi Bahan Bangunan Konstruksi untuk Pekerjaan Kusen Dan Daun Pintu
Jendela: Kusen WPC White (Lbr : 12cm ; Tbl : 5cm) dan Daun Pintu WPC dengan
merk Duma
Kusen/ Rangka Alumunium (white) 4" profil Casement dengan merk inkalum
Rangka Dinding Partisi Alumunium (white) 4" WPC Panel 290 x 20
Profil kaca tebal 5 mm dengan merk asahi ; indoflot ; mulia ; tossa
Kayu papan kelas III (kayu bayur ; mahoni ; manting ; gamelina)
Plywood tebal 9 mm
HPL 0,7 mm (122 cm x 244 cm) dengan merk Taco
Sekrup fixer
Lem kayu kuning dengan merk Fox
Sealant
Paku
1. Spesifikasi Peralatan Konstruksi dan Peralatan Bangunan untuk Pekerjaan Kusen Dan
Daun Pintu Jendela :
• Alat pemotong besi/baja Listrik, Bor Listrik sesuai peruntukan
• Gergaji, Gunting Metal, Obeng + -
• Palu, Stang sesuai peruntukan
2. Spesifikasi Proses/Kegiatan untuk Pekerjaan Kusen Dan Daun Pintu Jendela :
Menyiapkan tenaga kerja yang sesuai dengan keahliannya.
Mempersiapkan peralatan yang akan digunakan.
Mempersiapkan Bahan-bahan yang akan digunakan.
Pelajari gambar kerja sebelum dilakukan action pekerjaan.
Kusen dan daun pintu WPC maupun Allumunium dipotong sesuai kebutuhan yang
tertera pada gambar kerja, dengan menggunakan allumunium Casement sesuai
kebutuhan baik untuk pintu maupun jendela.
Pekerjaan kusen maupun daun pintu dan jendela, harus dilaksanakan dengan
halus, rapi, siku-siku dan baik hingga dapat dipasang secara waterpast dan tegak
lurus
Angkur – angkur untuk rangka aluminium terbuat dari steel plate setebal 2-3 mm dan
ditempatkan pada interval 600 mm.
Pembuatan Slimar Pintu sesuai dengan Gambar, yaitu Slimar Kayu Papan Penutup
Multiplek 9mm dengan finishing lapis HPL.
3. Spesifikasi Metode Konstruksi/ Metode Pelaksanaan/Metode Kerja untuk Pekerjaan
Kusen Dan Daun Pintu Jendela :
Sebelum memulai pelaksanaan kontraktor diwajibkan meneliti gambar – gambar dan
kondisi di lapangan.
Sebelum proses fabrikasi dimulai harus sudah dipersiapkan terlebih dahulu material
yang dimaksud untuk mendapat persetujuan dari Direksi / Konsultan pengawas.
Sekeliling tepi kusen yang langsung berbatasan dengan dinding diberi sealant supaya
kedap air dan suara.
Kusen dan Daun Pintu betul–betul siku sudut–sudutnya dan datar.
Konstruksi WPC dan aluminium yang dikerjakan seperti yang ditunjukkan dalam
detail gambar termasuk bentuk dan ukurannya.
Sekeliling tepi kusen yang terlihat berbatasan dengan dinding agar diberi sealant
supaya kedap air dan suara.
Permukaan–permukaan yang akan difinish harus lurus, rata dan bersih.
Setelah selesai dipasang, kaca dibersihkan. Dan yang retak, pecah atau gores-gores
harus diganti.
Tidak ada bekas–bekas mesin kotoran lainnya. Permukaan yang bersentuhan dengan
tembok harus dibersihkan.
Semua pintu dan jendela harus bisa dibuka dan ditutup dengan kunci bebas, tidak
longgar, tanpa terjadi macet atau terlambat dan semua kunci serta engsel cocok dan
dapat bekerja dengan baik
4. Spesifikasi Jabatan Kerja Konstruksi :
1 (satu) orang Pelaksana Bangunan Gedung
1 (satu) orang Mandor Pemasangan Pintu Tempered dan Kusen, frame Allumunium
1 (satu) orang Tukang Rangka Aluminium
Identifikasi Risiko
Tingkat
No Resiko Kemungkinan Keparahan Nilai Resiko
Resiko
1 Tertimpa material 1 1 1 Kecil
2 Tergores benda tajam 2 2 4 Kecil
3 Terpukul alat kerja 1 1 1 Kecil
9. PEKERJAAN PENGGANTUNG, PENGUNCI DAN KACA
1. Spesifikasi Bahan Bangunan Konstruksi untuk Pekerjaan Penggantung, Pengunci Dan
Kaca :
Kunci tanam biasa (handle kunci set) dengan merk kodai ; vintage ; nylon ; yale
; marcena ; netz
Kunci tanam kamar mandi (handle kunci set ; silinder knop putar)
Engsel pintu dengan merk hpp ; paloma ; solid ; Bellucci
Engsel jendela angin (engsel casement)
Grendel (grendel rambuncis)
Kaca polos tebal 5 mm dengan merk asahi ; indoflot ; mulia ; tossa
Rel Pintu Sliding dengan merk Dekson SR-8901D4
Silicone sealant 300 ml dengan merk propan proseal
2. Spesifikasi Peralatan Konstruksi dan Peralatan Bangunan untuk Pekerjaan Penggantung,
Pengunci Dan Kaca :
Gergaji, palu, Obeng +- , meteran sesuai peruntukan
topi pelindung pelindung, sarung tangan, Harness Tubuh, sepatu keselamatan,
pelindung mata, masker.
3. Spesifikasi Proses/Kegiatan untuk Pekerjaan Penggantung, Pengunci Dan Kaca :
Menyiapkan tenaga kerja yang sesuai dengan keahliannya.
Mempersiapkan peralatan yang akan digunakan.
Mempersiapkan Bahan-bahan yang akan digunakan.
Membersihkan lokasi pekerjaan sehingga tidak mengganggu pekerjaan yang akan
dilakasanakan.
Pekerjaan ini menggunakan bahan-bahan SNI.
4. Spesifikasi Metode Konstruksi/ Metode Pelaksanaan/Metode Kerja untuk Pekerjaan
Penggantung, Pengunci Dan Kaca :
Engsel pintu, kunci tanam dan lain sebagainya, kesemuanya dari buatan dalam negeri
berkwalitas baik.
Alat-alat tersebut sebelum dipasang harus mengajukan contoh terlebih dahulu untuk
mendapatkan persetujuan Direksi Lapangan.
semua kunci, engsel harus dilindungi dan dibungkus plastik atau tempat aslinya
setelah dicoba. Pemasangan dilakukan setelah bangunan selesai dicat.
Sekrup-sekrup harus cocok dengan barang yang dipasang, jangan memukul sekrup,
cara. pengokohan hanya diputar sampai ujung. Sekrup yang rusak waktu dipasang
harus dicabut kembali dan diganti
Engsel untuk pintu dipasang 30 cm dari tepi atas dan bawah, sedangkan engsel ketiga
dipasang di tengah-tengah.
Semua kunci tanam harus terpasang dengan kuat pada rangka daun pintu dipasang
setinggi 90 cm dari lantal atau sesuai gambar.
Kaca yang digunakan adalah kaca Bening kualitas baik, yang harus mendapat
persetujuan dari Direksi Lapangan. Seluruh kaca dilaksanakan sesuai dengan gambar
dengan ketebalan 5 mm
Kaca dipasang dan dikukuhkan dengan memakai dempul sedemikian rupa sehingga
tidak bergetar .
Bahan untuk pembersihan kaca harus disetujui oleh Direksi Lapangan
5. Spesifikasi Jabatan Kerja Konstruksi
Menyiapkan tenaga kerja yang sesuai dengan keahliannya.
Menyiapkan perlatan yang dibutuhkan.
Identifikasi Risiko
Tingkat
No Resiko Kemungkinan Keparahan Nilai Resiko
Resiko
1 Tertimpa material 1 1 1 Kecil
2 Tergores benda tajam 1 2 2 Kecil
3 Terpukul alat kerja 1 1 1 Kecil
10. PEKERJAAN SANITASI
1. Spesifikasi Bahan Bangunan Konstruksi untuk Pekerjaan Instalasi Air :
Pasir sesuai dengan spesifikasi yang ditentukan, dibuktikan dengan nota surat jalan
Bata Merah dengan dimensi lebar 10 cm, Panjang 20 cm, tebal 5 cm.
Semen sesuai dengan SNI no. 15 7064 2004 dengan merk semen gresik
Klosed duduk - siram otomatis/tabung dengan merk duty ; ina ; kia
Flexible hose
Klosed jongkok porselen dengan merk duty ; ina ; kia
Wastafel lengkap dengan merk duty ; ina ; kia
Kran air biasa dia. 1/2" dengan merk fuji barindo ; gt super ; sinlok
Sealtape
Grab bar (pegangan kamar mandi)
Floor drain stainless dengan merk alinco ; paloma
Pipa PVC AW dia. 4" dengan merk trilliun kelas AW
Pipa PVC AW dia. 3" dengan merk trilliun kelas AW
Pipa PVC AW dia. 1/2" dengan merk trilliun kelas AW
Septictank BIOTECH 2,5m3/ 2.500 Liter
2. Spesifikasi Peralatan Konstruksi dan Peralatan Bangunan untuk Pekerjaan Instalasi Air :
Cangkul, Sekop, Linggis Ganco, Cetok, Gergaji pipa, palu, Stang, Betel, meteran
sesuai peruntukan
topi pelindung pelindung, sarung tangan, Harness Tubuh, sepatu keselamatan,
pelindung mata, masker
3. Spesifikasi Proses/Kegiatan untuk Pekerjaan untuk Pekerjaan Instalasi Air :
Mempelajari gambar kerja untuk mengetahui titik sanitair dan jalur perpipaan.
Menyiapkan tenaga kerja yang sesuai dengan keahliannya.
Mempersiapkan peralatan yang akan digunakan.
Mempersiapkan Bahan-bahan yang akan digunakan.
Membersihkan lokasi pekerjaan sehingga tidak mengganggu pekerjaan yang akan
dilaksanakan.
Mencari elevasi Jalur pipa baik instalasi air bersih maupun instalasi air kotor.
Bila terdapat cacat-cacat pada seluruh bagian, Closet, Wastafel dan Perpipaan tidak
boleh dipasang.
Menggali jalur pipa dan septictank (membuat kotak bio septictank).
4. Spesifikasi Metode Konstruksi/ Metode Pelaksanaan/Metode Kerja untuk Pekerjaan
Instalasi Air :
Melakukan penggalian tanah untuk jalur pipa dan galian Septictank.
Pemasangan Perpipaan.
Penimbunan tanah kembali.
Menyalurkan Pipa limbah ke Septictank Lama
Pemasangan Closet Duduk, Closet jongkok dan Wastafel sesuai peruntukaan (umum
atau difabel).
Penyambungan pipa lem pipa dengan merata, Setelah terpasang semua cek
semuanya mulai dari sambungan pipa dan pipa – pipa agar tidak terjadi kebocoran
Setelah semua bagaian sudah terpasang, cek semua bagian, Pastikan semua bagian
dapat terpasang dengan baik, setelah itu coba digunakan
Bila dalam pengujian ditemukan adanya kebocoran, kerusakan atau penyumbatan
kontraktor harus segera mengganti / memperbaiki kerusakan tersebut kemudian
dilakukan pengujian / pemeriksaan kembali.
5. Spesifikasi Jabatan Kerja Konstruksi
1 (satu) orang Pelaksana Bangunan Gedung
1 (satu) orang Tukang Sanitary
Identifikasi Risiko
Tingkat
No Resiko Kemungkinan Keparahan Nilai Resiko
Resiko
1 Tertimpa material 1 1 1 Kecil
2 Tergores benda tajam 1 2 2 Kecil
3 Terpukul alat kerja 1 1 1 Kecil
11. PEKERJAAN PENGECATAN
1. Spesifikasi Bahan Bangunan Konstruksi untuk Pekerjaan Pengecatan :
Soda api (caustic soda)
Cat dasar/alkali dengan merk nippon alkali killer
Cat dinding interior dengan merk nippon vinilex
Cat dinding eksterior dengan merk nippon vinilex
Cat plafond dengan merk nippon vinilex
2. Spesifikasi Peralatan Konstruksi dan Peralatan Bangunan untuk Pekerjaan Pengecatan :
Kuas cat, kuas roll dan bak cat, kapi / scraper, timba sesuai peruntukan
Tangga, Scaffolding sesuai peruntukan
topi pelindung pelindung, sarung tangan, Harness Tubuh, sepatu keselamatan,
pelindung mata, masker
3. Spesifikasi Proses/Kegiatan untuk Pekerjaan Pengecatan :
Menyiapkan tenaga kerja yang sesuai dengan keahliannya.
Mempersiapkan peralatan yang akan digunakan.
Mempersiapkan Bahan-bahan yang akan digunakan.
Bahan yang dipergunakan dalam pekerjaan ini adalah cat produksi dalam negeri
(SNI).
Pekerjaan pengecatan ini dilaksanakan pada seluruh permukaan dinding, beton yang
tampak, plafond dan partisi.
Warna yang dianjurkan warna dinding putih.
Warna Cat dinding dan Plafond sesuai permintaan/persetujuan dari Direksi
4. Spesifikasi Metode Konstruksi/ Metode Pelaksanaan/Metode Kerja untuk Pekerjaan
Pengecatan :
Sebelum melakukan pekerjaan pengecatan permukaan bidang harus rata dan
dibersihkan terlebih dahulu (Pengikisan/Pengerokan Permukaan Cat Lama dengan
caustic soda)
Permukaan dinding dan plafond dihaluskan dahulu dengan menggunakan amplas
kasar.
Untuk menutupi permukaan yang berpori dilakukan pekerjaan plamir.
Permukaan dihaluskan dengan menggunakan amplas halus.
Melakukan pengecatan dengan cat dasar.
Pengecatan dengan cat pelapis (Emulis) 2 kali lapisan.
5. Spesifikasi Jabatan Kerja Konstruksi
1 (satu) orang Pelaksana Bangunan Gedung
1 (satu) orang Tukang Cat Bangunan
Identifikasi Risiko
Tingkat
No Resiko Kemungkinan Keparahan Nilai Resiko
Resiko
1 Tertimpa material 1 1 1 Kecil
2 Tergores benda tajam 1 1 1 Kecil
3 Terjatuh dari ketinggian 1 3 3 Kecil
12. PEKERJAAN INSTALASI LISTRIK
1. Spesifikasi Bahan Bangunan Konstruksi untuk Pekerjaan Instalasi Listrik :
Kabel NYM 3 x 2,5 mm2 dengan merk extrana NYM 300/500 V
Kabel NYM 2 x 2,5 mm2 dengan merk extrana NYM 300/500 V
Saklar tunggal dengan merk broco ; panasonic
Saklar ganda dengan merk broco ; panasonic
Stop kontak dengan merk broco ; panasonic
Stop kontak AC dengan merk broco ; panasonic
Lampu bohlam LED 6 watt dengan merk philips
Lampu bohlam LED 10 watt dengan merk philips
Fitting lampu E27 – persegi dengan merk broco 1210 ; panasonic
Penangkal Petir
Conduit HI 20 mm/pipa listrik PVC dia. 5/8" (p = 3 m) dengan merk vinilon ; alco
conduit
T dos ; Inbow dos dengan merk alco ; broco ; dexta
Socket conduit 20 mm
Klem 20 mm dengan merk alco
Fischer S6 + sekrup
Flexible conduit 20 mm
Elbow
Isolasi
Las dop
2. Spesifikasi Peralatan Konstruksi dan Peralatan Bangunan untuk Pekerjaan Instalasi
Listrik :
Obeng + dan –, STang potong, Stang kupas, Stang kombinasi, cutter sesuai
peruntukan
meteran, cutter, tangga sesuai peruntukan
topi pelindung pelindung, sarung tangan, Harness Tubuh, sepatu
3. Spesifikasi Proses/Kegiatan untuk Pekerjaan Instalasi Listrik :
Menyiapkan tenaga kerja yang sesuai dengan keahliannya.
Mempersiapkan peralatan yang akan digunakan.
Mempersiapkan Bahan-bahan yang akan digunakan.
Pemasangan Listrik harus berpedoman pada Peraturan Umum Instalasi Listrik (PUIL)
1997 yang diterbitkan oleh Yayasan Normalisasi Indonesia
Untuk menangani pekerjaan ini harus ditunjuk Instalatir yang memiliki Surat
Pengesahan Instalasi (SPI) dan Surat Ijin Kerja (SIKA) dari PLN setempat
Instalasi terpasang harus disesuaikan dengan tegangan yang terpasang di area
pekerjaan
Untuk semua penyambungan kabel harus menggunakan terminal Box atau ditutup
dengan kas dop serta ditempatkan pada kedudukan yang aman
Pekerjaan pemasangan listrik dikerjakan sebelum plafond ditutup dan plesteran
dinding dikerjakan.
4. Spesifikasi Metode Konstruksi/ Metode Pelaksanaan/Metode Kerja untuk Pekerjaan
Instalasi Listrik :
a. Penarikan Kabel
Instalasi kabel di pasang dimana ditempat-tempat yang sukar dijangkau harus
dimasukkan ke dalam pipa sparing galvanis minimal 3/4 inci.
Semua cabang (penyambungan) kabel harus di dalam kotak sambungan dan
dilengkapi dengan penutup. Sambungan tidak dibenarkan berada di dalam
dinding/ beton.
Klam kabel dipasang pada jarak maksimum 60 cm dan tidak dibenarkan kabel
tergantung tanpa alas.
Kabel yang menuju ke arah pentahanan harus dilindungi/dimasukkan ke dalam
pipa sparing dengan ketinggian minimal 3 meter dari permukaan tanah.
b. Penyambungan
Penyambungan antar kabel dapat dipakai klem dengan sekrup diameter 10
mm. Permukaan kontak logam sedapat mungkin lebih dari 10
cm2. Penyambungan dengan rangka baja konstruksi bangunan dapat dengan cara
pengelasan dan pada tempat pengelasan tersebut dilapisi bahan anti korosi.
Kotak sambung ukur dipasang pada tempat yang mudah dijangkau dengan tangan
dan mudah untuk melakukan pemeriksaan/pengukuran tahanan tanah.
Penyambungan di dalam tanah paling sedikit dengan dua sekrup diameter
minimum 8 mm. Sambungan silang paling sedikit empat sekrup diameter minimum
8 mm.
Sebelum penyambungan dilakukan, permukaan singgung harus dibersihkan dan
setelah penyambungan diberi lapisan anti korosi.
5. Spesifikasi Jabatan Kerja Konstruksi
Jabatan yang dibutuhkan pada pekerjaan ini adalah :
a. 1 (satu) orang Pelaksana Bangunan Gedung
b. 1 (satu) orang Teknisi Instalasi Jaringan Tegangan Rendah (JTR)
Identifikasi Risiko
Tingkat
No Resiko Kemungkinan Keparahan Nilai Resiko
Resiko
1 Tertimpa material 1 1 1 Kecil
2 Tergores benda tajam 1 1 1 Kecil
3 Tersengat Aliran Listrik 2 2 4 Kecil
4 Terjatuh dari ketinggian 1 2 2 Kecil
13. PEMBERITAHUAN PENYERAHAN PEKERJAAN YANG PERTAMA
Apabila dalam waktu pelaksanaan dalam kontrak atau tanggal baru akibat perpanjangan
waktu sesuai dengan addendum kontrak telah berakhir, kontraktor harus segera
menyerahkan hasil pekerjaannya dengan baik sesuai dengan kontrak kepada Pemimpin
Bagian Proyek secara tertulis, dan pengawas berkewajiban.
a. Membuat evaluasi tentang hasil seluruh pelaksanaan sesuai dengan kontrak.
b. Melaporkan kepada Pemimpin Bagian Proyek tentang hasil pekerjaan di lapangan
tersebut secara tertulis.
c. Pemimpin Bagian Proyek akan mengadakan rapat proyek mengenai pekerjaan
penyerahan tersebut diatas berdasarkan :
1. Kontrak Kontraktor
2. Surat penyerahan dari kontraktor
3. Surat tanggapan dari pengawas, setelah dapat menerima penyerahan pekerjaan.
Sedangkan pihak kontraktor berkewajiban.
a. Membuat laporan progress fisik lapangan, pengadaan bahan harian dan mingguan.
b. Membuat gambar asbuilt drawing realisasi fisik lapangan.
c. Mendokumentasikan pelaksanaan pekerjaan mulai dari foto 0 %, 50 % hingga 100 %.
d. Sebelum Serah Terima kontraktor Pelaksana wajib memohon dilakukan pemeriksaan
bersama : Kontraktor Pelaksana, Konsultan Pengawas, Monitoring dinas teknis dan PPK
atau Dinas terkait.
14. PENYEDIAAN BAHAN-BAHAN TAMBAHAN
Kontraktor harus menyisihkan (mengadakan ) penyediaan bahan-bahan (reserve) antara
lain :
1. Cat Tembok Sebanyak 1 Galon ( 5kg )
2. Keramik 1 Dos sesuai dengan Pekerjaannya
semua dimasukkan kedalam gudang dalam keadaan baik (tidak rusak) sesuai dengan
kewalitas bahan tersebut diatas.
15. PEMELIHARAAN BANGUNAN SEBELUM PENYERAHAN KEDUA
Terhitung mulai dari tanggal diterimanya penyerahan pekerjaan yang pertama sampai
dengan 180 (Seratus Delapan Puluh) hari kalender adalah merupakan masa
pemeliharaan yang masih menjadi tanggungjawab kontraktor sepenuhnya antara lain
1. Keamanan dan penjagaan
2. Penyempurnaan dan pemeliharaan
3. Pembersihan
Apabila kontraktor telah melaksanakan hal tersebut diatas sesuai dengan kontrak, maka
penyerahan pekerjaan yang kedua dapat dilaksanakan seperti pada tata cara (prosedur)
pada penyerahan pekerjaan yang pertama.
16. PENUTUP
1. Rencana keselamatan kerja pada kegiatan ini mempunyai tingkat Resiko keselamatan kerja
konstruksi kecil;
2. Jangka Waktu Pelaksanaan 105 (Seratus Lima) Hari Kalender;
3. Apabila dalam bestek ini untuk uraian bahan-bahan dan pekerjaan tidak disebut perkataan atau kalimat
diselenggarakan oleh Rekanan maka hal ini harus dianggap seperti disebutkan;
4. Guna mendapatkan hasil pekerjaan yang baik, bila bagian-bagian yang nyata termasuk dalam
pekerjaan ini tetapi tidak dimasukkan atau tidak disebut kata demi kata dalam bestek ini, maka pekerjaan
tersebut harus dilaksanakan oleh Rekanan dan diterima sebagai hal yang tersebut di atas;
5. Hal-hal lain yang belum tercantum dalam peraturan dan syarat-syarat ini diatur berdasarkan SE Dirjen
Binkon No. 35 Tahun 2025 dan peraturan yang berlaku untuk pekerjaan pemborongan bangunan
negara, sepanjang tidak bertentangan dengan rencana kerja dan syarat-syarat ini.
Bondowoso, Juli 2025
Pejabat Pembuat Komitmen
Dinas Kesehatan
dr. MOCH. JASIN, M.Kes.
NIP 197506032003121003