Rehabilitasi Puskesmas Taman Krocok

Tender Ulang
Basic Information
Type: Public Tender
Tender Code: 10071117000
Status: Tender Ulang
Date: 12 August 2025
Year: 2025
KLPD: Kab. Bondowoso
Work Unit: Dinas Kesehatan
Procurement Type: Pekerjaan Konstruksi
Method: Tender - Pascakualifikasi Satu File - Harga Terendah Sistem Gugur
Contract Type: Gabungan Lumsum dan Harga Satuan
Financial Information
Value (Nilai Pagu): Rp 930,540,380
Estimated Value (Nilai HPS): Rp 930,540,000
Winner (Pemenang): Aura Jong Celebes
NPWP: 727561086656000
RUP Code: 59229265
Work Location: Dinas Kesehatan Kabupaten Bondowoso - Bondowoso (Kab.)
Participants: 53
Applicants
Reason
0727561086656000Rp 716,515,800-
CV Wastu Citra Kencana
00*2**2****26**0Rp 740,225,413Total harga hasil Klarifikasi lebih besar dari total harga penawaran maka harga penawaran dinyatakan tidak wajar
0416687150656000Rp 740,390,122Total harga hasil Klarifikasi lebih besar dari total harga penawaran maka harga penawaran dinyatakan tidak wajar
0023064876626000Rp 744,432,000-
CV Mega Plazma Banyuwangi
00*5**7****27**0Rp 744,432,000tidak hadir di pembuktian kualifikasi
0722984598624000Rp 744,432,000-
0754630481656000Rp 744,432,000-
0966880064656000Rp 744,432,027-
0723355863656000Rp 744,345,214-
CV Utama Karya Abadi
04*2**3****26**0Rp 744,539,692-
0708917786626000--
0667887608656000Rp 763,072,508-
0031810799626000Rp 744,432,027-
0027849926656000Rp 760,730,732-
0029332483627000Rp 745,087,138-
0018381319626000Rp 744,432,000surat perjanjian peralatan mendahului dari tanggal pengumuman paket
0811146729101000Rp 744,432,000tidak memiliki penilaian kinerja baik
0316718634656000Rp 744,432,043-
0020161063651000Rp 771,806,446-
Bumi Timur Sentosa
03*3**7****26**0Rp 758,419,220-
0016130460626000Rp 744,432,016-
0663345338657000Rp 790,000,000-
Berkah Sodara Jaya
09*1**4****26**0--
0014866008656000--
0014561724625000--
CV Gajah Mada Indoteknik
10*0**0****65**2--
Cipta Rizki Pratama
09*1**8****21**0--
0030927560627000--
0928778893626000--
0023848468624000--
Ibad Karya Pratama
07*7**6****26**0--
CV Van Indo Building
09*8**6****12**0--
0023063845626000--
0016130254626000--
CV Mekar Sari Utama
09*6**6****57**0--
CV Putra Raya
00*4**0****25**0--
CV Berburni
06*6**0****26**0--
0317882785656000--
0935041087626000--
0020161667656000--
CV Solusi Inti Pembangunan
08*2**3****06**0--
CV Indrajaya Kontraktor
09*0**3****56**0--
CV Adhikari Raya
06*0**5****26**0--
0749553210656000--
0703234765624000--
CV Gozay Production
04*7**2****56**0--
0022655716625000--
0025147141609000--
CV Anugerah Jaya
08*0**0****26**0--
CV Semeru Ladang Karya
01*8**9****43**0--
0815761911629000--
0730211869626000--
0312310766656000--
Attachment
SPESIFIKASI TEKNIS PEKERJAAN KONSTRUKSI                
                                                                         
                                                                         
KEGIATAN                : PENYEDIAAN FASILITAS PELAYANAN KESEHATAN UNTUK UKM
                          DAN UKP KEWENANGAN DAERAH KABUPATEN / KOTA     
SUB KEGIATAN            : REHABILITASI DAN PEMELIHARAAN PUSKESMAS        
PEKERJAAN               : REHABILITASI PUSKESMAS TAMAN KROCOK            
LOKASI                  : KECAMATAN TAMAN KROCOK                         
                          KABUPATEN BONDOWOSO                            
TAHUN                   : 2025                                           
SPESIFIKASI UMUM        : Rehabilitasi ruang                             
SPESIFIKASI KINERJA BANGUNAN : Rehabilitasi Ruang puskesmas              
                                                                         
URAIAN SPESIFIKASI TEKNIS :                                              
                                                                         
I. PEKERJAAN PERSIAPAN                                                   
  1. Spesifikasi Bahan Bangunan Konstruksi                               
    a. Papan Informasi Kegiatan :                                        
                                                                         
        Uk. 100 cm x 80 cm                                              
        Banner terbuat bahan flexy, dengan warna dasar putih perpaduan biru, tulisan warna hitam
        Memuat informasi paling sedikit :                               
         - Nama pengguna jasa                                            
         - Nama penyedia pelaksanaan konstruksi                          
         - Nama konsultan pengawas                                       
         - Nama paket pekerjaan                                          
         - Nilai pekerjaan                                               
         - Jangka pelaksanaan                                            
         - Sumber dana                                                   
        Menggunakan kayu camelina balok ukuran 5/7                      
        Paku                                                            
                                                                         
  2. Spesifikasi Peralatan Konstruksi dan Peralatan Bangunan untuk Pekerjaan Persiapan :
                                                                         
     Peralatan konstruksi dan peralatan bangunan yang dibutuhkan dalam pekerjaan ini adalah :
        Palu, linggis, gergaji, ganco, cangkul                          
        Pemotong dan pembengkok besi / bending sesuai peruntukan        
        Scaffolding 3 (Tiga) set                                        
        Topi pelindung, Pelindung mata, Sarung tangan, Sepatu keselamatan, dan Tali keselamatan.
                                                                         
  3. Spesifikasi Proses/Kegiatan Pekerjaan Persiapan :                   
     a) Pemasangan Papan Nama                                            
        Kayu camelina/mahoni balok 5/7 dipotong sesuai dengan ukuran papan nama kegiatan pada
         gambar kerja;                                                   
        Membuat 2 (dua) buah tiang papan nama dengan panjang minimal 3 meter;
                                                                         
        Merangkai papan dan tiang penyangga;                            
        Memasang papan nama pada lokasi yang mudah dilihat oleh masyarakat.
        Identifikasi risiko:                                            
                                                  Nilai  Tingkat         
       No       Risiko     Kemungkinan Keparahan                         
                                                 resiko  Resiko          
       1   Terluka karena palu/ 4         1        4      kecil          
           paku                                                          
       2   Tertimpa papan nama 1          1        1      kecil          
        Rencana Keselamatan Kerja:                                      
         Menggunakan sarung tangan, helm dan sepatu kerja                
    b) Serah Terima Lokasi Kerja                                         
                                                                         
        Setelah terbitnya SPMK pengguna jasa mengundang penyedia pelaksanaan konstruksi untuk
         melakukan rapat terkait serah terima lokasi kerja;              
        Penyedia memastikan lokasi kerja bebas dari permasalahan;       
        Pengguna jasa meyerahkan lokasi kerja dibuktikan dengan Berita Acara Serah Terima lokasi
         kerja.                                                          
      Identifikasi risiko:                                               
                                                  Nilai  Tingkat         
       No       Risiko      Kemungkinan Keparahan                        
                                                  resiko Resiko          
       1   Tertimpa material   1          1        1      kecil          
        Rencana Keselamatan Kerja:                                      
         Menggunakan helm dan sepatu kerja                               
    c) MC 0                                                              
        Penyedia melakukan review atas perhitungan berdasarkan dokumen perencanaan dengan
         kondisi existing saat akan dimulainya pekerjaan;                
        Penyedia melakukan pengukuran ulang seluruh pekerjaan;          
        Penyedia menghitung volume seluruh item pekerjaan berdasarkan data/ informasi hasil
         pengukuran ulang;                                               
                                                                         
        Hasil pengukuran didokumentasikan dalam dokumen Berita Acara MC 0;
        Berita Acara MC 0 diserahkan oleh penyedia kepada konsultan pengawas untuk diperiksa
         apakah sudah sesuai dengan kondisi existing di lapangan. Apabila telah sesuai konsultan
         pengawas menandatangani dokumen berita acara MC 0, apabila tidak sesuai penyedia
         melakukan perhitungan ulang sesuai dengan saran dan masukan dari konsultan pengawas;
        Berita Acara MC 0 yang telah diperiksa dan disetujui oleh konsultan pengawas untuk
         selanjutnya dimintakan persetujuan kepada pengguna jasa.        
        Identifikasi risiko:                                            
                                                  Nilai  Tingkat         
       No       Risiko      Kemungkinan Keparahan                        
                                                 resiko  Resiko          
       1   Tertimpa material   1           1       1      kecil          
       2   Terjatuh dari       1           4       4      kecil          
           ketinggian                                                    
       3   Tergores benda tajam 1          2       2      kecil          
        Rencana Keselamatan Kerja:                                      
         Menggunakan helm, sepatu kerja, sabuk pengaman.                 
    4. Spesifikasi Metode Konstruksi/ Metode Pelaksanaan/Metode Kerja untuk Pekerjaan Persiapan
     a) Pemasangan Papan Nama                                            
       Papan nama dipasang di lokasi kegiatan yang mudah dan terlihat oleh masyarakat.
     b) Serah Terima Lokasi Kerja                                        
       PPK menyerahkan lokasi kerja kepada penyedia pelaksana konstruksi setelah terbit SPMK
     c) MC 0                                                             
       Setelah dilakukan proses serah terima lokasi kerja, penyedia melakukan Mutual Check 0 untuk
       selanjutnya diajukan kepada konsutan pengawas dan disetujui oleh PPK dibutkrikan dengan Berita
       Acara MC 0.                                                       
    d) Pembersihan :                                                     
                                                                         
        Pembersihan lokasi kerja adalah membersihkan terlebih dahulu lokasi yang akan dibangun dari
         kotoran seperti rumput dan sampah yang ada pada lokasi titik rencana pembangunan gedung.
        Pembersihan lokasi juga dilaksanakan setelah pekerjaan selesai,dilaksanakan pada sisa – sisa
         material yang dipakai waktu proses pelaksanaan dan dikerjakan sebelum MC 100%
    e) Uitzet                                                            
                                                                         
        Uitzet dikerjakan setelah SPK dan SPMK diserahkan kepada penyedia
        Penyedia setelah melaksanakan uitzen, lalu dicocokkan atau dibandingkan dengan gambar
         perencanaan.                                                    
                                                                         
    5. Spesifikasi Jabatan Kerja Konstruksi                              
     Jabatan yang dibutuhkan pada pekerjaan ini adalah :                 
     a. 1 (satu) orang Pelaksana Bangunan Gedung                         
     b. 1 (satu) orang mandor Mandor Tukang Batu / Bata / Beton          
     c. 1 (satu) orang Tukang pasang scaffolding                         
     d. 1 (satu) orang Tukang Kayu/Carpenter(termasuk kayu bangunan)     
        Identifikasi risiko:                                            
                                                  Nilai  Tingkat         
       No       Risiko      Kemungkinan Keparahan                        
                                                 resiko  Resiko          
       1   Tertimpa material   1           1       1      kecil          
       2   Terjatuh dari       1           4       4      kecil          
           ketinggian                                                    
       3   Tergores benda tajam 1          2       2      kecil          
        Rencana Keselamatan Kerja:                                      
         Menggunakan helm, sepatu kerja, sabuk pengaman.                 
     d) Bongkaran                                                        
           Menentukan titik-titik yang akan dibongkar;                  
                                                                         
           Memasang scaffolding dan tangga diatur sedemikian rupa untuk memudahkan proses
            pembongkaran;                                                
           Pembongkaran dimulai dari sisi paling atas sampai sisi paling bawah.
           Hasil bongkaran dipindah ke lokasi yang tidak mengganggu proses pelaksanaan kegiatan
                                                                         
            konstruksi.                                                  
           Identifikasi risiko:                                         
                                                  Nilai  Tingkat         
       No       Risiko      Kemungkinan Keparahan                        
                                                  resiko Resiko          
       1   Tertimpa material   4           1       4      kecil          
       2   Terjatuh   dari     1           4       4      kecil          
           ketinggian                                                    
       3   Tergores benda tajam 2          2       4      kecil          
                                                                         
           Rencana Keselamatan Kerja:                                   
            Menggunakan helm, sepatu kerja, sabuk pengaman.              
                                                                         
II. RENCANA KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA KONTRAK (RK3K)               
    1. Spesifikasi Peralatan Konstruksi dan Peralatan Bangunan:          
                                                                         
      Peralatan Konstruksi dan Peralatan Bangunan yang dibutuhkan dalam pekerjaan ini adalah :
        Topi Pelindung (Safety Topi pelindunget)                        
        Pelindung Mata (Goggles,Spectacles)                             
        Pelindung Pernafasan dan Mulut (Masker)                         
        Sarung Tangan (Safety Gloves)                                   
        Sepatu Keselamatan (Safety Shoes)                               
        Rompi Keselamatan (Safety Vest)                                 
        Tali Keselamatan (Life Line)                                    
        Rambu larangan (Banner) (60 x 60 cm)                            
        Rambu peringatan (Banner) (60 x 60 cm)                          
        Rambu kewajiban (Banner) (60 x 60 cm)                           
        Rambu informasi (Banner) (60 x 60 cm)                           
        Peralatan P3K                                                   
        Alat Pemadam Api Ringan (APAR) 9 Kg                             
        Bendera K3                                                      
                                                                         
    . Spesifikasi Metode Konstruksi/ Metode Pelaksanaan/Metode Kerja     
      Terlampir di bawah ini                                             
      a. Setiap proses/kegiatan harus dilengkapi dengan prosedur kerja, sistem perlindungan
         terhadap pekerja, perlengkapan pengaman, dan rambu- rambu peringatan dan kewajiban
         pekerja menggunakan alat pelindung diri (APD) yang sesuai dengan potensi bahaya pada
         proses tersebut;                                                
      b. Setiap jenis proses/kegiatan pekerjaan yang berisiko tinggi, atau pekerjaan yang berisiko
         tinggi pada keadaan yang berbeda, harus lebih dulu dilakukan analisis keselamatan pekerjaan
         (Job Safety Analysis) dan tindakan pengendaliannya;             
      c. Setiap proses/kegiatan yang berbahaya harus melalui prosedur izin kerja lebih dulu dari
         penanggung-jawab proses;                                        
      d. Setiap proses dan kegiatan pekerjaan hanya boleh dilakukan oleh tenaga kerja dan/atau
         operator yang telah terlatih dan telah mempunyai kompetensi untuk melaksanakan jenis
         pekerjaan/tugasnya, termasuk kompetensi melaksanakan prosedur keselamatan dan
                                                                         
         kesehatan kerja yang sesuai pada jenis pekerjaan/tugasnya tersebut.
    4. Spesifikasi Jabatan Kerja Konstruksi                              
                                                                         
      Jabatan yang dibutuhkan pada pekerjaan ini adalah :                
                                                                         
III. PEKERJAAN TANAH / URUGAN                                            
    1. Spesifikasi Bahan Bangunan Konstruksi untuk Pekerjaan Tanah / Urugan :
        Pasir, dll sesuai dengan spesifikasi yang ditentukan, dibuktikan dengan nota surat jalan
        Pasir Urug                                                      
         Pasir urug yang berwarna hitam, butirannya kasar, keras dan tajam berukuran 0,075 mm
         sampai 5 mm, dan dari hasil penambangan yang sudah ada ijin dari pemerintah setempat,
         dibuktikan dengan nota surat jalan                              
                                                                         
        Air                                                             
         Air dengan syarat harus bersih, jernih dan bebas dari bahan – bahan seperti minyak, asam
         atau unsur – unsur organik lainnya                              
                                                                         
    2. Spesifikasi Peralatan Konstruksi dan Peralatan Bangunan untuk Pekerjaan Tanah /
       Urugan:                                                           
       Peralatan Konstruksi dan Peralatan Bangunan yang dibutuhkan dalam pekerjaan ini adalah :
       a. Cangkul, skop, ganco, gerobak dorong sesuai peruntukan         
       b. Topi pelindung, Pelindung mata, Sarung tangan, Sepatu keselamatan, dan Tali keselamatan.
                                                                         
    3. Spesifikasi Proses/Kegiatan untuk Pekerjaan Tanah / Urugan :      
       a. Galian Tanah                                                   
         Pekerjaan ini meliputi penggalian tanah untuk pondasi. Galian harus dibuat sedemikian rupa
         sehingga terhindar dari bahaya longsor antara lain ;            
          Menyiapkan tenaga kerja yang sesuai dengan keahliannya.       
          Menyiapkan peralatan yang akan digunakan.                     
          Membersihkan bidang kerja dari material-material.             
          Membuat patok ukuran untuk bidang yang akan dikerjakan.       
                                                                         
          Semua penggalian harus dikerjakan sesuai dengan panjang, kedalaman dan kemiringan dan
           lingkungan yang diperlukan, adapun untuk pemindahan tanah tidak dibutuhkan lagi maka
           galian tanah tersebut akan digunakan baik untuk urugan atau dibuang sesuai petunjuk dan
                                                                         
           persetujuan Direksi dan Konsultan Pengawas                    
          Galian tanah dilaksanakan untuk semua pasangan Pondasi.       
          Pada bagian-bagian galian yang dianggap mudah longsor, kontroktor harus mengadakan
           tindakan pencegahan dengan memasang papan-papan penahan atau cara lain. Kerusakan-
           kerusakan yang terjadi akibat gugurnya tanah dengan alasan apapun menjadi tangggungan
           Tim Teknis.                                                   
          Besarnya galian disesuaikan dengan gambar perencanaan yang telah ada. Bila ada
           ketidakjelasan yang berkaitan dengan pekerjaan galian maka Pelaksana wajib meminta
           penjelasan pada Konsultan Pengawas.                           
          Pelaksana Harus menyediakan mesin-mesin pompa yang siap dipakai untuk menguras
           genangan air akibat hujan, air sumber, atau sebab-sebab lain. Pekerjaan pasangan dan
           pengecoran harus dikerjakan dalam keadaan kering.             
                                                                         
                                                                         
          Identifikasi risiko:                                          
                                                  Nilai  Tingkat         
       No       Risiko      Kemungkinan Keparahan                        
                                                  resiko Resiko          
       1   Tertimpa material   1           1       1      kecil          
       2   Tergores benda tajam 1          2       2      kecil          
          Rencana Keselamatan Kerja:                                    
           Menggunakan helm, sepatu kerja.                               
                                                                         
       b. Urugan Pasir                                                   
         Hal-hal yang berkaitan dengan pekerjaan urugan antara lain :    
          Menyiapkan tenaga kerja yang sesuai dengan keahliannya.       
          Menyiapkan perlatan yang dibutuhkan.                          
          Mendatangkan tambahan urugan sesuai spesifikasi yang ditentukan.
          Menyiapkan tempat urugan yang dekat dengan pekerjaan yang sedang dikerjakan sehingga
           mudah dalam melakukan pekerjaan.                              
          Jika Direksi menganggap galian pondasi sudah cukup / sesuai gambar maka selanjutnya
           dilakukan urugan dengan pasir urug dan ditumbuk hingga padat. 
                                                                         
          Urugan samping pondasi seluruhnya dilaksanakan dengan urugan tanah dan dipadatkan
           hingga padat.                                                 
          Urugan Pasir Bawah pondasi batu kali dilaksanakan dengan ketebalan 5 cm, pemadatannya
           dilakukan lapis demi lapis hingga mendapatkan lapisan pasir yang padat.
          Urugan pasir dibawah dasar lantai ditentukan setebal 5 cm tebal padat atau ditentukan lain
           dalam bestek, sebelum penghamparan pasir terlebih dahulu permukaan tanah dasar
           dipadatkan dengan alat penumbuk, kemudian pasir dihamparkan secara merata pada
           permukaan tanah yang sudah dipadatkan lalu disiram air sampai jenuh sehingga butir-butir
           pasir saling bersinggungan satu sama lain.                    
          Pasir Urug yang dipakai untuk urugan bawah lantai dan bawah pondasi harus bersih dari
           semua kotoran dan bahan organik.                              
                                                                         
          Identifikasi risiko:                                          
                                                  Nilai  Tingkat         
       No       Risiko      Kemungkinan Keparahan                        
                                                  resiko Resiko          
       1   Tertimpa material   1           1       1      kecil          
       2   Tergores benda tajam 1          2       2      kecil          
          Rencana Keselamatan Kerja:                                    
           Menggunakan helm, sepatu kerja.                               
       c. Urugan Tanah Kembali                                           
          Menyiapkan tenaga kerja yang sesuai dengan keahliannya.       
          Menyiapkan perlatan yang dibutuhkan.                          
          Menentukan titik lokasi yang akan dikerjakan.                 
          Urugan tanah kembali dikerjakan pada penutup samping pondasi yang sudah terpasang
           pasangan pondaasi dengan syarat pengurugan harus padat        
          Identifikasi risiko:                                          
                                                  Nilai  Tingkat         
       No       Risiko      Kemungkinan Keparahan                        
                                                  resiko Resiko          
       1   Tertimpa material   1           1       1      kecil          
       2   Tergores benda tajam 1          1       1      kecil          
          Rencana Keselamatan Kerja:                                    
           Menggunakan helm, sepatu kerja.                               
          Urugan tanah kembali dilakukan setelah keseluruhan pasangan pondasi terpasang sesuai
           dengan gambar perencanaan yang ada. Hal-hal yang menyimpang akan diperhitungkan
           sebagai pekerjaan tambah atau kurang.                         
                                                                         
                                                                         
    4. Spesifikasi Metode Konstruksi/ Metode Pelaksanaan/Metode Kerja untuk Pekerjaan Tanah
     / Urugan :                                                          
      Terlampir di bawah ini :                                           
      a. Galian Tanah Biasa                                              
          Menyiapkan tenaga kerja yang sesuai dengan keahliannya yaitu : Sebelum memulai
           pekerjaan galian penyedia harus menyiapkan tenaga yang sesuai dengan keahliannya
          Menyiapkan peralatan yang dibutuhkan.                         
          Menentukan titik galian tanah yang akan dikerjakan            
                                                                         
          Membuat patok ukuran untuk galian tanah                       
          Setelah patok terpasang, tentuan elevasi galian dengan menghubungkan patok – patok yang
           sudah terpasang, dengan cara acuan pada satu titik elevasi    
          Kedalaman galian tanah sesuaikan dengan gambar kerja yaitu : tinggi dan lebar serta
           panjang galian sudah ditentukan oleh gambar kerja             
          Galian tanah biasa yang dimaksud adalah proses galian tanah manual yang menggunakan
           tenaga manusia dengan menggunakan alat bantu seperti yang sudah tercantum pada
           spesifikasi peralatan.                                        
          Untuk hasil galian yang telah digali untuk sementara dibuang disekitar lokasigalian dimana
           material hasil galian dapat digunakan untuk urugan tanah kembali.
          Semua tenaga galian harus memakai alat keselamatan kerja seperti tercantum pada
           identifikasi keselamatan kerja                                
                                                                         
          Penggalian harus dilakukan untuk mencapai garis elevasi permukaan dan kedalaman yang
           perlu untuk dasar pondasi yang dipersyaratkan atau diperlihatkan pada gambar-gambar.
          Penggalian meliputi pemindahan tanah serta batu-batu dan materi lain yang dijumpai dalam
           pengerjaannya.                                                
          Kalau ternyata dijumpai kondisi yang tak memuaskan pada kedalaman yang diperlihatkan
           dalam gambar-gambarmaka penggalian harus diperdalam, diperbesar atau diubah hingga
           disetujui Konsultan Pengawas, untuk manapekerjaan ini akan dinilai sebagai pekerjaan
           tambah.                                                       
          Kalau terjadi kesalahan dalam penggalian tanah untuk dasar pondasi sehingga dicapai
           kedalaman yang melebihi apa yang tertera dalam gambar atau yang sanggup disetujui oleh
           Konsultan Pengawas, maka kelebihan diatas harus ditimbun kembali dengan pasir yang
           dipadatkan tanpa pembebanan biaya pemanis kepada pemilik. Pada pekerjaan penggalian
           untuk mencapai/ membentuk permukaan tanah rencana maka Pemborong harus
                                                                         
           mengusahakan dan meyakini bahwa pada pekerjaan galian tersebut tidak merusak/
           mengganggu bangunan atau konstruksi yang sudah ada.           
                                                                         
      b. Urugan Pasir                                                    
          Menyiapkan tenaga kerja yang sesuai dengan keahliannya yaitu : Sebelum mendatangkan
           material urugan, penyedia harus menyiapkan tenaga yang sesuai dengan keahliannya
          Menyiapkan peralatan yang dibutuhkan.                         
          Menentukan titik urugan pasir yang akan dikerjakan            
          Mendatangkan material atau bahan pasir urug dengan volume sesuai perhitungan RAB
          Material pasir urug diletakkan dilokasi dimana material pasir urug tidak jauh dari titik urugan
           yang akan dikerjakan dengan syarat tidak menggangu aktifitas pekerjaan maupun aktifitas
                                                                         
           kegiatan lainnya                                              
          Setelah semua dipersiapkan mulai dari alat, bahan dan alat keselamatan kerja baru bisa
           mulai pekerjaan urugan pasir dengan tahap demi tahap.         
          Membuat patok ukuran untuk urugan pasir                       
          Setelah patok terpasang, tentuan elevasi urugan pasir dengan menghubungkan patok –
           patok yang sudah terpasang, dengan cara acuan pada satu titik elevasi
          Urugan pasir yang pertama dikerjakan pada permukaan hasil galian, yaitu dibawah pasangan
           aanstampeng dengan cara dimulai dari pojok depan ataupun belakang hasil galian
          Ketebalan urugan pasir dibawah pasangan aanstampeng atau diatas dasar galian adalah 5
           cm sesuai dengan gambar dan rab.                              
          Setelah pasir urug dimasukkan pada dasar galian kemudian pasir diratakan dengan
                                                                         
           menggunakan tarikan kayu dan selalu dikontrol ketebalan dari pasir tersebut
          Setelah semua urugan pasir pada galian terpenuhi ketebalannya, baru hasil dari urugan
           tersebut dibasahi atau disiram dengan air agar pasir benar – benar padat dan rata.
                                                                         
    5. Spesifikasi Jabatan Kerja Konstruksi                              
      Jabatan yang dibutuhkan pada pekerjaan ini adalah :                
      a. 1 (satu) orang Pelaksana Bangunan Gedung                        
      b. 1 (satu) orang mandor Mandor Tukang Batu / Bata / Beton         
      c. 1 (satu) orang Tukang Pekerjaan Tanah/Earthmoving               
                                                                         
                                                                         
IV. PEKERJAAN PASANGAN                                                   
    1. Spesifikasi Bahan Bangunan Konstruksi untuk Pekerjaan Pasangan :  
                                                                         
       a. Batu Kali / batu pecah 15/20 CM                                
         Batu kali / batu pecah yang dimaksud adalah batu yang memiliki dimensi 15 cm x 20 cm yang
         bersih dari lumpur dengan spesifikasi yang ditentukan, dibuktikan dengan nota surat jalan
       b. Bata merah                                                     
         Berasal dari hasil pembakaran (produksi) lokal padat, berukuran sama, hasil pembakaran
         yang masal, tidak boleh ada yang retak pecah-pecah, dimensi lebar 10 cm, Panjang 20 cm,
         tebal 5 cm                                                      
       c. Pasir Pasang                                                   
         Pasir pasang dengan kwalitas tajam,bersih dan bebas dari tanah liat, menggunakan pasir dari
         penambangan yang sudah diuji kelayakan pasirnya                 
         Pasir pasang memiliki elemen yang lebih padat, ketika menggenggam pasir ini dan
         mengepalkannya, pasir tidak akan ambyar atau tetap terkepal ( gumpal )
       d. Portland cement / Semen                                        
         Portland cement ( semen ) menggunakan semen yang baru, tidak boleh dari stok lama
         Semen sesuai dengan SNI no. 15 7064 2004 dengan merk semen GRESIK.
       e. Air                                                            
                                                                         
         Air dengan syarat harus bersih, jernih dan bebas dari bahan – bahan seperti minyak, asam
         atau unsur – unsur organik lainnya                              
    2. Spesifikasi Peralatan Konstruksi dan Peralatan Bangunan untuk Pekerjaan Pasangan :
                                                                         
       Peralatan Konstruksi dan Peralatan Bangunan yang dibutuhkan dalam pekerjaan ini adalah :
       a. Sekop                                                          
       b. Pacul                                                          
       c. Timba ukuran kecil                                             
       d. Molen minimal 0,3 m3 1 (satu) unit                             
       e. Meteran siku                                                   
       f. Meteran                                                        
       g. Waterpas                                                       
       h. Palu                                                           
       i. Paku                                                           
       j. Benang                                                         
       k. Selang Air kecil dan besar                                     
                                                                         
       l. Cetok semen                                                    
       m. Ayakan ukuran 4 mm x 7 mm                                      
       n. Scaffolding atau andang                                        
       o. Bak pengaduk                                                   
       p. Topi pelindung, Pelindung mata, Sarung tangan, Sepatu keselamatan, dan Tali keselamatan
                                                                         
    3. Spesifikasi Proses/Kegiatan untuk Pekerjaan Pasangan :            
       a. Pasangan Aanstampeng / Batu Kosong                             
          Menyiapkan tenaga kerja yang sesuai dengan keahliannya.       
          Menyiapkan perlatan yang dibutuhkan.                          
          Menyiapkan Bahan yaitu batu kali / batu pecah dan pasir urug  
          Menentukan titik – titik pasangan yang akan dikerjakan.       
          Menentukan elevasi dan volume yang akan dikerjakan            
          Membuat patok ukuran sesuai dengan gambar.                    
                                                                         
          Menghubungkan patok – patok dengan benang dan paku.           
          Identifikasi risiko :                                         
                                                  Nilai  Tingkat         
       No       Risiko      Kemungkinan Keparahan                        
                                                  resiko Resiko          
       1   Tertimpa Material   1           1       1      kecil          
       2   Tergores benda tajam 1          2       2      kecil          
          Rencana Keselamatan Kerja:                                    
          Menggunakan helm, sepatu kerja, sabuk pengaman, sarung tangan. 
                                                                         
       b. Pasangan Pondasi Batu Kali 1Pc : 6Ps                           
          Menyiapkan tenaga kerja yang sesuai dengan keahliannya.       
          Menyiapkan perlatan yang dibutuhkan.                          
          Menyiapkan Bahan yang dibutuhkan.                             
          Mempersiapkan bidang kerja.                                   
          Membuat patok ukuran sesuai dengan gambar.                    
                                                                         
          Pasangan pondasi menggunakan batu kali berkualitas bagus dengan campuran 1Pc : 6Ps
          sesuai dengan gambar rencana.                                  
          Identifikasi risiko :                                         
                                                  Nilai  Tingkat         
       No       Risiko      Kemungkinan Keparahan                        
                                                  resiko Resiko          
       1   Tertimpa Material   1           1       1      kecil          
       2   Tergores benda tajam 1          2       2      kecil          
       3   Terpukul palu       1           2       2      kecil          
          Rencana Keselamatan Kerja:                                    
          Menggunakan helm, sepatu kerja, sabuk pengaman, sarung tangan. 
                                                                         
       c. Pasangan Bata Merah 1 Pc : 3Psr Rollag                         
           Menyiapkan tenaga kerja yang sesuai dengan keahliannya.      
           Mendatangkan dan mempersiapkan batu bata dekat dengan lokasi pekerjaan.
           Untuk pasangan pondasi teras depan pengembangan menggunakan pasangan 1
            bata/rollag dengan campuran (adukan) 1Pc : 3Psr              
           Batu bata sebelum dipasang harus direndam air terlebih dahulu hingga jenuh air. Batu bata
            yang digunakan harus berkualitas baik dan hasil pembakaran yang matang, tidak boleh
            pecah-pecah dan lain-lain.                                   
                                                                         
           Tidak diperbolehkan dipasang bata yang pernah dipakai (bekas) atau batu bata yang
            pecah-pecah.                                                 
                                                                         
           Identifikasi risiko :                                        
                                                  Nilai  Tingkat         
       No       Risiko      Kemungkinan Keparahan                        
                                                  resiko Resiko          
       1   Tertimpa Material   4           1       4      kecil          
       2   Tergores benda tajam 1          2       2      kecil          
       3   Terpukul palu       1           2       2      kecil          
           Rencana Keselamatan Kerja:                                   
            Menggunakan helm, sepatu kerja, sabuk pengaman, sarung tangan.
       d. Pasangan Bata Merah                                            
           Menyiapkan tenaga kerja yang sesuai dengan keahliannya.      
                                                                         
           Mendatangkan dan mempersiapkan batu bata dekat dengan lokasi pekerjaan.
           Mempersiapkan peralatan yang akan digunakan seperti mempersiapkan andang atau
            scafollding. Perancah (andang) tidak diperbolehkan dipasang dengan menembus tembok.
           Semua pasangan tembok batu bata, kecuali pasangan tembok yang harus rapat air dibuat
                                                                         
            dengan campuran (adukan) perekat 1 Pc : 4 Psr. Untuk pasangan bata elevasi ± 0.00 sampai
            +0.50 serta pasangan bata pada area kamar mandi dari ± 0.00 sampai +1.60. sedangakan
            pasangan bata merah dari elevasi +0.50 samapai ke atas mengunakan campuran adukan 1
            Pc : 6 Psr. Tembok harus dipasang tegak lurus siku-siku dan rata, tidak boleh terdapat
            retak-retak dengan maksimum pecah dari batu bata merah 20%.  
                                                                         
           Batu bata sebelum dipasang harus direndam air terlebih dahulu hingga jenuh air. Batu bata
            yang digunakan harus berkualitas baik dan hasil pembakaran yang matang, tidak boleh
            pecah-pecah dan lain-lain.                                   
           Tidak diperbolehkan dipasang bata yang pernah dipakai (bekas) atau batu bata yang pecah-
                                                                         
            pecah. Pasangan tembok dipasang luas maksimum 12,00 m2. bila lebih harus dipasang
            beton kolom praktis.                                         
           Identifikasi risiko :                                        
                                                  Nilai  Tingkat         
       No       Risiko      Kemungkinan Keparahan                        
                                                  resiko Resiko          
       1   Tertimpa Material   4           1       4      kecil          
       2   Tergores benda tajam 1          2       2      kecil          
       3   Terpukul palu       1           2       2      kecil          
           Rencana Keselamatan Kerja:                                   
          Menggunakan helm, sepatu kerja, sabuk pengaman, sarung tangan. 
    4. Spesifikasi Metode Konstruksi/ Metode Pelaksanaan/Metode Kerja untuk Pekerjaan Pasangan :
      Terlampir di bawah ini :                                           
      a. Pasangan Aanstampeng / Batu Kosong                              
           Menyiapkan tenaga kerja yang sesuai dengan keahliannya       
                                                                         
           Menyiapkan peralatan yang dibutuhkan                         
           Menyiapkan alat keselamatan kerja.                           
           Mendatangkan bahan material untuk pasangan aanstampeng yaitu batu kali / batu pecah dan
           pasir urug.                                                   
           Setelah bahan material didatangkan kemudian diletakkan dilokasi dekat dengan rencana titik
           yang akan ditentukan dengan syarat tidak menggangu aktifitas pelaksanaan pekerjaan dan
           aktifitas lainnya.                                            
           Setelah semua siap yaitu dari kelengkapan personel, alat, bahan dan alat keselamatan kerja
           Menentukan titik aanstampeng / batu kosong apabila pekerjaan urugan pasir sudah selesai
           Membuat patok ukuran untuk aanstampeng                       
                                                                         
           Setelah patok terpasang, tentuan elevasi aanstampeng dengan menghubungkan patok – patok
           yang sudah terpasang, dengan cara acuan pada satu titik elevasi
           Menyiapak peralatan keselamatan kerja sebelum memulai pekerjaan aanstampeng
           Siram batu kali dengan air sampai bersih sebelum dipasang    
           Letakkan batu kali satu persatu dimulai dari pojok dengan acuan patok dan benang yang sudah
           terhubung sebagai dasar elevasi yang direncanakan             
           Setelah batu kali terpasang semua sesuai gambar kerja dan rab, pasir urug di masukkan ke
           dalam pasangan aanstampeng untuk mengisi celah – celah antara batu kali.
           Setelah semua celah terisi dan pasangan aanstampeng terisi sesuai dengan gambar kerja dan
           rab, maka yang terakhir dilaksanakan adalah pengukuran dengan meteran untuk menentukan
                                                                         
           volume sudah sesuai dengan hasil perhitungan RAB              
           Dan yang terakhir adalah menentukan rata pasangan dengan menggunakan waterpas.
                                                                         
      b. Pasangan Batu Kali campuran 1Pc : 6Psr                          
           Menyiapkan tenaga kerja yang sesuai dengan keahliannya.      
           Menyiapkan peralatan yang dibutuhkan.                        
           Menyiapkan alat keselamatan kerja.                           
           Mendatangkan bahan material untuk pasangan batu kali yaitu batu kali / batu pecah, pasir
           pasang dan semen dengan merk sperti di atas.                  
           Setelah bahan material didatangkan kemudian diletakkan dilokasi dekat dengan rencana titik
           yang akan ditentukan dengan syarat tidak menggangu aktifitas pelaksanaan pekerjaan dan
                                                                         
           aktifitas lainnya.                                            
          Setelah semua siap yaitu dari kelengkapan personel, alat, bahan dan alat keselamatan kerja
           Siapkan Molen minimal 0,3 m3 1 (satu) unit dan bak pengaduk serta alat kelengkapan lainnya
          Membuat patok ukuran untuk pasangan batu kali 1 : 6           
           Setelah patok terpasang, tentuan elevasi pasangan batu kali 1 : 6 dengan menghubungkan
           patok – patok yang sudah terpasang, dengan cara acuan pada satu titik elevasi
           Langkah pertama adalah bersihkan batu kali dengan air sampai bersih sebelum dipasang
           Siapkan ayakan pasir sebelum pasir dimasukkan pada bak pengaduk.
           Ayak pasir pasang sampai halus kemudian letakkan dalam bak pengaduk, setelah sesuai
           dengan analisa maka tuangkan pasir ke dalam molen yang sudah disiapkan
           Setelah itu buka zak semen dan masukkan ke bak pengaduk sesuai dengan analisa dan
           masukkan ke dalam molen dicampur dengan pasir                 
           Kemudian tambahkan dengan air secukupnya untuk menghasilkan campuran 1 : 6
           Setelah semua tercampur rata baru mulai pekerjaan pasangan batu kali
           Masukkan campuran diatas aanstampeng secukupnya.             
           Letakkan batu kali yang sudah bersih diatas campuran yang sudah dituangkan campuran
           diatas pasangan aanstampeng.                                  
                                                                         
           Landasan yang akan menerima setiap batu juga harus dibasahi dan selanjutnya landasan
           dari adukan harus disebar pada sisi batu yang bersebelahan dengan batu yang akan
           dipasang.                                                     
           Tebal dari landasan adukan harus pada rentang antara 2 cm sampai 5 cm dan merupakan
           kebutuhan minimum untuk menjamin bahwa seluruh rongga antara batu yang dipasang terisi
           penuh                                                         
           Banyaknya adukan untuk landasan yang ditempatkan pada suatu waktu haruslah dibatasi
           sehingga batu hanya dipasang pada adukan baru yang belum mengeras. Bilamana batu
           menjadi longgar atau lepas setelah adukan mencapai pengerasan awal, maka batu tersebut
           harus dibongkar, dan adukannya dibersihkan dan batu tersebut dipasang lagi dengan adukan
           yang baru.                                                    
           Segera setelah batu ditempatkan, dan sewaktu adukan masih baru, seluruh permukaan batu
           harus dibersihkan dari bekas adukan                           
                                                                         
           Naikkan benang pada 25 cm berikutnya dan pasang batu kali dengan adukan, sesuai
           ketinggian benang. Usahakan bidang luar pasangan tersebut rata
           Batu kali disusun sedemikian rupa sehingga pasangan batu kali tidak mudah retak / patah
           dan tidak berongga besar.                                     
           Dalam proses pemasangan batu kali molen tidak boleh dimatikan agar campuran sisa di
           dalam molen tidak mengering.                                  
           Setelah pasangan batu kali 1 : 6 terpasang keseluruhan maka harus di ukur dengan meteran
           untuk menentukan volume pasangan batu kali sesuai dengan gambar kerja dan RAB
           Pada permukaan atas pasangan batu kali 1 : 6 dilakukan pengecekan kerataan pasangan
           yaitu dengan menggunakan waterpas.dan acuan elevasi harus mengikuti benang yang sudah
           dipasang antara patok.                                        
                                                                         
           Setelah sesuai semua dibiarkan terlebih dahulu pasangan batu kali 1 : 6 sampai kering.
                                                                         
      c. Pasangan Batu Bata                                              
          Pasangan bata dengan campuran (adukan) perekat 1 Pc : 4 Psr. Untuk pasangan bata elevasi
           ± 0.00 sampai +0.50 serta pasangan bata pada area kamar mandi dari ± 0.00 sampai +1.60.
           sedangakan pasangan bata merah dari elevasi +0.50 samapai ke atas mengunakan campuran
           adukan 1 Pc : 6 Psr.                                          
          Tembok harus dipasang tegak lurus siku-siku dan rata, tidak boleh terdapat retak-retak dengan
           maksimum pecah dari batu bata 20 %                            
          Bata harus berukuran sama menurut aturan normalisasi dan sebelum dipasang, direndam air
           terlebih dahulu hingga kenyang                                
          Bata yang digunakan harus berkualitas baik, berukuran sama, tidak boleh pecah-pecah dan
                                                                         
           lain-lain menurut pemeriksaan Direksi.                        
          Semua voeg (siar) diantara pasangan bata pada hari pemasangan harus dikeruk sedalam
           1 cm pada bagian luar dan dalam.                              
          Tidak diperbolehkan dipasang bata yang pernah dipakai (bekas) atau batu bata yang pecah.
          Pemasangan tembok bata yang diperbolehkan maksimum tinggi 1.00 M untuk setiap hari.
          Perancah (andang) tidak diperbolehkan dipasang dengan menembus tembok.
          Batu bata yang dipakai jenis lokal, keras tidak patah-patah sebelum dipasang harus disetujui
           Direksi.                                                      
          Pasir yang dipergunakan harus kering, tawar dan disetujui direksi. Digunakan pasir lokal hitam.
                                                                         
      d. Pasangan Bata Merah 1 bata campuran 1Pc : 3Psr ( Rollag )       
           Menyiapkan tenaga kerja yang sesuai dengan keahliannya.      
           Menyiapkan peralatan yang dibutuhkan.                        
           Menyiapkan alat keselamatan kerja.                           
           Mendatangkan bahan material untuk pasangan bata merah yaitu bata merah, pasir pasang
                                                                         
           dan semen dengan merk sperti di atas.                         
           Setelah bahan material didatangkan kemudian diletakkan dilokasi dekat dengan rencana titik
           yang akan ditentukan dengan syarat tidak menggangu aktifitas pelaksanaan pekerjaan dan
           aktifitas lainnya.                                            
           Setelah semua siap yaitu dari kelengkapan personel, alat, bahan dan alat keselamatan kerja
           Siapkan Molen minimal 0,3 m3 1 (satu) unit dan bak pengaduk serta alat kelengkapan lainnya
          Membuat patok ukuran untuk pasangan bata merah 1 bata 1 : 3 ( rollag )
           Setelah patok terpasang, tentuan elevasi bata merah 1 bata 1 : 3 ( rollag ) dengan
           menghubungkan patok – patok yang sudah terpasang, dengan cara acuan pada satu titik
           elevasi                                                       
                                                                         
           Langkah pertama adalah bersihkan bata merah dengan air sampai bersih sebelum dipasang
           Setelah bersih lalu bata merah direndam dalam air selama 2 – 8 menit
           Siapkan ayakan pasir sebelum pasir dimasukkan pada bak pengaduk.
           Ayak pasir pasang sampai halus kemudian letakkan dalam bak pengaduk, setelah sesuai
           dengan analisa maka tuangkan pasir ke dalam molen yang sudah disiapkan
           Setelah itu buka zak semen dan masukkan ke bak pengaduk sesuai dengan analisa dan
           masukkan ke dalam molen dicampur dengan pasir                 
           Kemudian tambahkan dengan air secukupnya untuk menghasilkan campuran 1 : 3
           Setelah semua tercampur rata baru mulai pekerjaan pasangan bata merah 1 bata ( rollag )
           Tuangkan campuran semen dan pasir ke dalam timba dan masukkan diatas urugan pasir
                                                                         
           untuk langkah yang pertama, ratakan campuran menggunakan cetok semen sampai rata
           dengan ketebalan 2,5 cm                                       
           Pasng bata merah yang sudah direndam selama 2 – 8 menit dengan posisi 1 bata diatas
           campuran yg sudah dituangkan dengan jarak antara bata adalah 2,5 cm, lalu tekan dengan
           mengunakan gagang cetok sampai merekat pada campuran dibabahnya
           Tuangkan lagi campuran / adukan ke celah – celah pasangan bata untuk mengisi rongga –
           rongga antara bata, tekan dengan cetok arah menyamping sampai masuk semua ke dalam
           rongga – rongga bata sampai penuh                             
           Bersihkan setiap ceceran campuran yang tidak terpakai masuk ke dalam rongga.
           Tuangkan lagi campuran diatas pasangan bata lalu ratakan lagi, setelah itu letakkan bata
           diatasnya yang sudah terendam selama 2 – 8 menit begitu tahapan selanjutnya sampai
           memenuhi volume dan elevasi seperti pada gambar kerja dan RAB.
                                                                         
           Setelah semua pekerjaan pasangan bata merah 1 bata campuran 1Pc : 3 Psr terpasang,
           kemudian diukur dengan menggunakan meteran dan waterpas untuk menentukan pasangan
           bata rata sesuai acuan elevasi yang ada pada gambar kerja     
           Bersihkan sisa – sisa campuran atau adukan yang tercecer kemudian dibuang ke lokasi jauh
           dari kegiatan pelaksanaan terebut.                            
    5. Spesifikasi Jabatan Kerja Konstruksi                              
                                                                         
      Jabatan yang dibutuhkan pada pekerjaan ini adalah :                
      a. 1 (satu) orang Pelaksana Bangunan Gedung                        
      b. 1 (satu) orang mandor Mandor Tukang Batu / Bata / Beton         
                                                                         
V. PEKERJAAN BETON                                                       
1. Spesifikasi Bahan Bangunan Konstruksi untuk Pekerjaan Beton :         
      e. Batu pecah 2/3                                                  
         Batu pecah yang dimaksud adalah batu yang memiliki dimensi 2 cm x 3 cm yang bersih dari
         lumpur dengan spesifikasi yang ditentukan, dibuktikan dengan nota surat jalan, Kualitas
         agregat harus memenuhi syarat–syarat PBI 1971. Agregate berupa batu pecah ex crushed
         stone yang mempunyai susunan gradasi yang baik, cukup syarat kekerasannya dan padat
         (tidak poreus). Kadar lumpur dari agregat tidak boleh melebihi dari 4 % berat, batu pecah 2/3
         bisa menggunakan batu pecah mesin atau manual.                  
      f. Pasir Cor                                                       
                                                                         
         Pasir cor mempunyai tekstur yang keras dan tajam, pasir cor mempunyai warna hitam dan
         sangat halus, jika dikepal menggunakan tangan tidak menggumpal dan akan buyar, butiran-
         butiran mineral keras dan tajam berukuran antara 0,075 – 5 mm, jika terdapat butiran berukuran
         lebih kecil dari 0,063 mm tidak lebih dari 5% berat, pasir tidak mengandung lumpur lebih dari
         5%, pasir tidak boleh mengandung bahan organik, pasir memiliki sifat yang kekal, bila diuji
         dengan natrium, sufat memiliki bagian hancur maksimal 10%, susunan besar butir pasir
         memiliki modulus kehalusan antara 1,5 hingga 3,8 dan terdiri dari butir yang beraneka ragam.
      g. Besi beton                                                      
         Bsi beton polos atau tulangan memiliki spesifikasi Polos U24/BJTP 280, besi beton yang
         digunakan harus baru dan harus SNI tidak boleh memakai besi beton stok lama, Memiliki kuat
         tekan yang relatif lebih tinggi, dengan dimensi adalah besi beton Ø10 untuk tulangan utama
         dan Ø6 untuk tulangan pengikat ( beugel ) untuk merk yang digunakan sesuai standar SNI
         no. 2052 : 2017 HIJ.                                            
      h. Kawat beton / Bendrat                                           
         Kawat beton / bendrat terbaut dari biji besi dan campuran logam lainnya, kawat beton /
         bendrat harus baru dan tidak berkarat, kawat ini berfungsi untuk mengikat tulangan / rangka
         besi beton antara satu dengan lainnya, kawat beton / bendrat harus kuat tidak mudah patah.
                                                                         
      i. Kayu balok / kayu usuk 5/7 camelina                             
         Kayu balok / usuk harus bagus bukan kayu bekas bongkaran, dan berfungsi sebagai
         penyangga atau pengikat multiplek untuk pengecoran dengan jenis Kayu Camelina
      j. Multiplek 9 mm                                                  
         Terbuat dari lapisan kayu yang dipress menggunakan mesin bertekanan tinggi, teksturnya
         rapat, lapisan kayunya solid, dan pori – porinya kecil sehingga dapat disebut triplek anti air
         dengan ketebalan 9 mm.                                          
      k. Portland cement / Semen                                         
         Portland cement ( semen ) menggunakan semen yang baru, tidak boleh dari stok lama
         Semen sesuai dengan SNI no. 15 7064 2004 dengan merk semen GRESIK.
      l. Air                                                             
         Air dengan syarat harus bersih, jernih dan bebas dari bahan – bahan seperti minyak, asam
         atau unsur – unsur organik lainnya                              
                                                                         
    2. Spesifikasi Peralatan Konstruksi dan Peralatan Bangunan untuk Pekerjaan Beton :
       Peralatan Konstruksi dan Peralatan Bangunan yang dibutuhkan dalam pekerjaan ini adalah :
                                                                         
       a. Sekop, pacul, timba sesuai peruntukan                          
       b. Molen minimal 0,3 m3 1 (satu) unit                             
       c. Pemotong besi, pembengkok besi, meteran siku, meteran, waterpas, palu, catok besi, gergaji
         sesuai peruntukan                                               
       d. Selang air sesuai peruntukan                                   
                                                                         
       e. Topi pelindung, Pelindung mata, Sarung tangan, Sepatu keselamatan, dan Tali keselamatan
    3. Spesifikasi Proses/Kegiatan untuk Pekerjaan Beton :               
       a. Bekisting.                                                     
                                                                         
           Menyiapkan tenaga kerja yang sesuai dengan keahliannya.      
           Mempersiapkan peralatan yang akan digunakan.                 
           Mempersiapkan Bahan-bahan yang akan digunakan.               
           Bahan untuk bekisting harus dari kayu dan multiplek.         
           Bekisting harus dipotong dan dirangkai sedemikian rupa sehingga Kokoh, tidak rusak atau
            berubah bentuk akibat beban adukan beton.                    
           Bahan bekisting yang telah dipakai tidak boleh dipakai kembali kecuali dengan ijin
            Direksi secara tertulis.                                     
           Pembongkaran bekisting tidak dibenarkan bila Umur beton belum mencapai kekuatan
            sesuai PBI 1983 dan PB ’89, atau umur beton belum mencapai minimal 21 hari.
                                                                         
           Pembongkaran bekisting harus dilaksanakan secara hati-hati sedemikian rupa sehingga
            Tidak menyebabkan kerusakan konstruksi baik bagi betonnya sendiri maupun konstruksi
            lainnya dan tidak membahayakan pekerja dan orang lain.       
           Akibat-akibat dari kehilangan Kontraktor Pelaksana dalam hal ini sepenuhnya menjadi
            tanggung jawabnya.                                           
           Identifikasi risiko :                                        
                                                  Nilai  Tingkat         
       No       Risiko      Kemungkinan Keparahan                        
                                                  resiko Resiko          
       1   Tertimpa Material    3          1       3      kecil          
       2   Tergores benda tajam 2          2       4      kecil          
       3   Terpukul palu        2          2       4      kecil          
           Rencana Keselamatan Kerja:                                   
            Menggunakan helm, sepatu kerja, sarung tangan.               
       b. Tulangan                                                       
           Menyiapkan tenaga kerja yang sesuai dengan keahliannya.      
           Mempersiapkan peralatan yang akan digunakan.                 
                                                                         
           Mempersiapkan Bahan-bahan yang akan digunakan.               
           Baja tulangan adalah baja tulangan polos dan ulir (SNI) merk HIJ dengan mutu baja U 24
            yakni yang didalam gambar perencanaan ditandai dengan ∅ dan D sebagai kode
            diameternya.                                                 
           Perlakuan pelaksanaan tulangan (penyambungan-pembengkokan, pemasangan tulangan
            lewatan dan lain-lain) harus memenuhi SKSNI T-15-1991.       
           Sebelum pengecoran rangkaian tulangan harus sudah dilengkapi dengan beton decking
            yang jumlah, penempatan dan mutunya harus disetujui Direksi. 
           Untuk kotoran berupa karat dapat dipergunakan bahan kimia penghilang karat (Rust
            Remover) yang tidak mengurangi diameter dan kekuatan baja tulangan. Untuk penggunaan
            bahan kima tersebut kontraktor harus memperoleh petunjuk yang jelas dari produsen dan
            persetujuan dari Direksi.                                    
                                                                         
           Identifikasi risiko :                                        
                                                  Nilai  Tingkat         
       No       Risiko      Kemungkinan Keparahan                        
                                                  resiko Resiko          
       1   Tertimpa Material    1          1       1      kecil          
       2   Tergores benda tajam 2          2       4      kecil          
           Rencana Keselamatan Kerja:                                   
            Menggunakan helm, sepatu kerja, sarung tangan.               
       c. Beton                                                          
           Menyiapkan tenaga kerja yang sesuai dengan keahliannya.      
           Mempersiapkan peralatan yang akan digunakan.                 
           Mempersiapkan Bahan-bahan yang akan digunakan.               
           Yang dimaksud dengan beton-beton praktis adalah semua elemen konstruksi beton yang
            bukan merupakan elemen struktural. Persyaratan campuran untuk beton-beton ini adalah
            mutu rendah karakteristik 15 Mpa                             
           Adukan beton struktur harus memenuhi mutu rendah karakteristik 15 Mpa sesuai dengan
            rekomendasi dalam PBI 1983 dan PB 1989.                      
                                                                         
           Apabila Kontraktor Pelaksana hendak memulai pekerjaan pengecoran beton, maka
            Kontraktor harus memberitahukan secara tertulis kepada Direksi kapan pengecoran
            dilaksanakan. Paling lambat 1 x 24 jam sebelumnya, dan selanjutnya akan dilakukan “joint
            inspection”.                                                 
           Dalam pengecoran beton Kontraktor pelaksana diwajibkan melindungi beton yang baru dicor
            terhadap sinar matahari langsung, angin dan hujan sampai beton mengeras secara wajar.
           Meskipun di dalam gambar perencanaan tidak menyebutkan beton-beton praktis yang
            tersebut di bawah ini tetap harus dilaksanakan dan dianggap sudah diperhitungkan oleh
            Kontraktor Pelaksana di dalam penawaran pekerjaan ini. Beton-beton tersebut adalah Sloof,
            Kolom dan balok, yang oleh sendirinya atau bersama-sama dengan beton-beton struktur
            membentuk frame pasangan dinding batu bata untuk setiap lembar bidang datar di dinding
            batu bata (jadi pada setiap pertemuan dua bidang dinding harus ada kolom ) atau pada
            dinding yang lebar dengan maksimum luas bidang 12 m2. Dimensi, kolom, balok adalah :
            -  Sloof 15x20 cm f’c = 15 MPa (Site Mix )                   
                                                                         
            -  Kolom teras 20x20 cm f’c = 15 MPa (Site Mix )             
            -  Kolom praktis 12x12 cm f’c = 15 MPa (Site Mix )           
            -  Balok teras 15x25 f’c = 15 MPa (Site Mix )                
            -  Balok Latei f’c = 15 MPa (Site Mix )                      
            -  Ring Balok f’c = 15 MPa (Site Mix )                       
            -  Plat beton T 10 cm f’c = 15 MPa (Site Mix )               
                                                                         
            Identifikasi risiko :                                        
                                                  Nilai  Tingkat         
       No       Risiko      Kemungkinan Keparahan                        
                                                  resiko Resiko          
       1   Tertimpa Material    3          1       3      kecil          
       2   Tergores benda tajam 2          2       4      kecil          
           Rencana Keselamatan Kerja:                                   
            Menggunakan helm, sepatu kerja, sarung tangan.               
    4. Spesifikasi Metode Konstruksi/ Metode Pelaksanaan/Metode Kerja untuk Pekerjaan Beton
       Terlampir di bawah ini :                                          
       m. Bekisting.                                                     
           Bahan untuk bekisting harus dari kayu dan multiplek, yang terdiri atas ;
                                                                         
            -  Papan bekisting minimal tebal 2 cm.                       
            -  Multiplek 12 mm.                                          
            -  Usuk bekisting minimal berpenampang 5/7 cm.               
            -  Perancah dan penyangga dipakai Stegger dari kayu 5/7 atau menggunakan scafolding
           Bekisting harus dipotong dan dirangkai sedemikian rupa sehingga :
            -  Kokoh, tidak rusak atau berubah bentuk akibat beban adukan beton dan atau tekanan
               lateralnya pada saat pengecoran, tidak bocor, lurus dan rata.
            -  Tidak menyebabkan adukan beton terurai, dalam hal ini khusus untuk bekisting kolom
                                                                         
               disyaratkan tinggi penuangan maksimum adalah 2 meter dari permukaan dasar yang
               telah mengeras.                                           
            -  Mudah pembongkarannya tanpa membahayakan konstruksi.      
               Untuk dapat memenuhi hal ini, kontraktor pelaksana harus membuat gambar
               pelaksanaannya (Shop Drawing) lebih dahulu beserta perhitungan konstruksinya dan
               telah mendapatkan persetujuan Direksi sebelum bekisting dilaksanakan.
           Bahan bekisting yang telah dipakai tidak boleh dipakai kembali kecuali dengan ijin Direksi
            secara tertulis.                                             
           Bila memenuhi syarat konstruksi, pemakaian bahan lain selain yang disebutkan di atas,
            boleh dilakukan sepanjang telah memperoleh ijin dari Direksi.
           Pembongkaran bekisting tidak dibenarkan bila :               
            - Umur beton belum mencapai kekuatan sesuai PBI 1983 dan PB ‘89.
            - Umur beton belum mencapai kekuatan yang memadai untuk mendukung beban kerja di
                                                                         
              atasnya bila hal tersebut akan dilakukan.                  
            - Umur beton belum mencapai minimal 21 hari                  
           Selama melaksanakan pembongkaran, Kontraktor Pelaksana harus mengajukan ijin
            pembongkaran kepada Direksi. Namun sebelum Direksi memberikan ijin secara tertulis
            (baik melalui surat resmi maupun tertulis dalam buku Direksi), Kontraktor Pelaksana tidak
            dibenarkan melakukan pembongkaran.                           
           Pembongkaran bekisting harus dilaksanakan secara hati-hati sedemikian rupa sehingga;
            - Tidak menyebabkan kerusakan konstruksi baik bagi betonnya sendiri maupun konstruksi
              lainnya.                                                   
            - Tidak membahayakan pekerja dan orang lain.                 
           Bahan-bahan bekisting bekas bongkaran harus dikumpulkan disatu tempat atas petunjuk
            Direksi sehingga tidak menghambat jalannya pelaksanaan selanjutnya.
           Akibat-akibat dari kekhilafan Kontraktor Pelaksana dalam hal ini sepenuhnya menjadi
                                                                         
            tanggung jawabnya.                                           
       b. Tulangan                                                       
           Baja tulangan adalah baja tulangan polos dan ulir (SNI) merk HIJ dengan mutu baja U 24
            yakni yang didalam gambar perencanaan ditandai dengan ∅ Dan D sebagai kode
            diameternya.                                                 
           Baja tulangan yang didatangkan di lapangan pekerjaan tidak diperkenankan langsung
            dikerjakan sebelum mendapatkan pembenaran/persetujuan dari direksi.
           Perlakuan pelaksanaan tulangan (penyambungan-pembengkokan, pemasangan tulangan
            lewatan dan lain-lain) harus memenuhi SKSNI T-15-1991.       
           Sebelum pengecoran rangkaian tulangan harus sudah dilengkapi dengan beton decking
            yang jumlah, penempatan dan mutunya harus disetujui Direksi. Demikian pula seluruh bagian
            yang akan terisi beton harus dibersihkan dari segala macam kotoran.
                                                                         
           Baja-baja tulangan yang akan dipakai sampai saat akan dilakukan pengecoran beton harus
            bebas dari kotoran, lemak atau karat serta kotoran-kotoran lain yang dapat mengurangi
            daya rekat antara campuran agregat beton dengan tulangan itu sendiri.
           Untuk kotoran berupa karat dapat dipergunakan bahan kimia penghilang karat (Rust
            Remover) yang tidak mengurangi diameter dan kekuatan baja tulangan. Untuk penggunaan
            bahan kima tersebut kontraktor harus memperoleh petunjuk yang jelas dari produsen dan
            persetujuan dari Direksi.                                    
       c. Beton                                                          
           Adukan Beton                                                 
             I. Adukan beton struktur harus memenuhi mutu rendah f’c = 15 Mpa sesuai dengan
              rekomendasi dalam PBI 1983 dan PB 1989.                    
            II. Untuk memenuhi persyaratan di atas, kontraktor pelaksana harus :
              - Untuk pekerjaan konstruksi beton bertulang harus memakai semen produksi dalam
                                                                         
                negeri yang disetujui direksi                            
              - Kerikil untuk semua pekerjaan beton dapat memakai kerikil / batu pecah lokal ukuran
                2/3 cm, dan bersih dari segala kotoran.                  
              - Khusus pekerjaan beton harus dipergunakan jenis pasir cor butiran tajam, bersih dari
                segala kotoran / lumpur                                  
              - Untuk mengaduk semua campuran beton harus memakai air bersih dan tawar dengan
                kadar air secukupnya pada campuran sederhana (pengadukan dianjurkan
                mempergunakan mesin molen). Agar didapat campuran yang betul-betul homogen.
              - Beton bertulang memakai campuran dengan mutu karakteristik mutu rendahp f’c =
                15 Mpa Pengecoran Beton                                  
             I. Apabila Kontraktor Pelaksana hendak memulai pekerjaan pengecoran beton, maka
              Kontraktor harus memberitahukan secara tertulis kepada Direksi kapan pengecoran
              dilaksanakan. Paling lambat 1 x 24 jam sebelumnya, dan selanjutnya akan dilakukan “joint
              inspection”.                                               
            II. Pengecoran hanya boleh dilaksanakan bila :               
              - Kontraktor telah menyelesaikan pekerjaan penulangan dan bekisting serta
                                                                         
                pemasangan beton decking secara sempurna dan bersih serta telah mendapatkan
                persetujuan sesuai hasil “joint inspection”.             
              - Kontraktor telah menyediakan bahan, peralatan dan persiapan tenaga serta
                dinyatakan dalam daftar bahan alat dan tenaga kerja.     
           III. Bila kontraktor bertindak menyimpang dari ketentuan-ketentuan diatas, Direksi berhak
              menghentikan pekerjaan ini dan semua resiko sepenuhnya menjadi tanggung jawab
              Kontraktor Pelaksana.                                      
           Pemeliharaan Beton                                           
            I. Kontraktor pelaksana diwajibkan melindungi beton yang baru dicor terhadap sinar
              matahari langsung, angin dan hujan sampai beton mengeras secara wajar.
            II. Kontraktor Pelaksana diwajibkan menghindarkan pengeringan yang terlalu cepat
           III. Pemeliharaan dengan penyiraman air/minimal 2 x sehari harus dilakukan setelah
              bekisting dibuka selama + 7 hari.                          
           IV. Tidak dibenarkan menimbun atau mengangkut barang di atas beton atau memakai bagian
              beton sebagai tumpuan selama menurut Direksi bahwa beton tersebut belum cukup
              mengeras.                                                  
                                                                         
    5. Spesifikasi Jabatan Kerja Konstruksi                              
      Jabatan yang dibutuhkan pada pekerjaan ini adalah :                
      a. 1 (satu) orang Pelaksana Bangunan Gedung                        
      b. 1 (satu) orang mandor Mandor Tukang Batu / Bata / Beton         
      c. 1 (satu) orang Tukang Besi Beton (Barbender/Bar Bending)        
      d. 1 (satu) orang Tukang Cor Beton (Concetor/Concrete Operation)   
      e. 1 (satu) orang Tukang Kayu Bekisting                            
                                                                         
                                                                         
VI. PEKERJAAN PLESTERAN DAN ACIAN                                        
    1. Spesifikasi Bahan Bangunan Konstruksi untuk Pekerjaan Plesteran dan Acian :
        n. Pasir sesuai dengan spesifikasi yang ditentukan yaitu pasir pasang, dibuktikan dengan nota
          surat jalan                                                    
        o. Semen sesuai dengan SNI no. 15 7064 2004 dengan merk semen gresik
    2. Spesifikasi Peralatan Konstruksi dan Peralatan Bangunan untuk Pekerjaan Plesteran dan
                                                                         
      Acian                                                              
       Peralatan Konstruksi dan Peralatan Bangunan yang dibutuhkan dalam pekerjaan ini adalah :
        a. Sekop, pacul, timba sesuai peruntukan                         
        b. Molen minimal 0,3 m3 1 (satu) unit                            
        c. Scaffolding atau andang, Selang air sesuai peruntukan         
        d. Meteran dan cetok semen                                       
        e. Topi pelindung pelindung, sarung tangan, sepatu keselamatan.  
                                                                         
    3. Spesifikasi Proses/Kegiatan untuk Pekerjaan Plesteran dan Benangan :
       a. Plesteran Dinding Bata                                         
          Menyiapkan tenaga kerja yang sesuai dengan keahliannya.       
          Mempersiapkan peralatan yang akan digunakan.                  
          Mempersiapkan Bahan-bahan yang akan digunakan.                
                                                                         
          Sebelum plesteran dinding dilaksanakan pekerjaan-pekerjaan yang tersebut di atas sudah
           harus selesai lebih dahulu.                                   
          Sebelum plesteran dinding dilaksanakan pekerjaan-pekerjaan yang tersebut di atas sudah
           harus selesai lebih dahulu                                    
          Plesteran dengan campuran untuk permukaan dinding 0.00 – 0.50 digunakan plesteran
           dengan campuran 1 pc : 4 psr.                                 
          Plesteran dengan campuran untuk permukaan dinding 0.50 – ke atas digunakan plesteran
           dengan campuran 1 pc : 6 psr.                                 
          Benangan sebagai bagian dari pekerjaan plesteran dengan ketentuan meliputi Seluruh
           akhiran dinding, kolom dan balok yang tampak (siku bagian luar).
          Identifikasi risiko :                                         
                                                                         
                                                  Nilai  Tingkat         
       No       Risiko      Kemungkinan Keparahan                        
                                                  resiko Resiko          
       1   Tertimpa Material   1           1       1      kecil          
       2   Tergores benda tajam 1          2       2      kecil          
       3   Terpukul palu       1           2       2      kecil          
          Rencana Keselamatan Kerja:                                    
           Menggunakan helm, sepatu kerja, sarung tangan..               
                                                                         
    4. Spesifikasi Metode Konstruksi/ Metode Pelaksanaan/Metode Kerja untuk Pekerjaan Plesteran dan
      Benangan                                                           
      Terlampir di bawah ini :                                           
      a. Plesteran Batu Bata                                             
          Pasangan ½ bata dengan perekat 1 pc : 4 psr dan 1 pc : 6 psr dipasang dengan ketinggian
                                                                         
           sesuai gambar                                                 
          Tembok harus dipasang tegak lurus siku-siku dan rata, tidak boleh terdapat retak-retak dengan
           maksimum pecah dari batu bata 20 %                            
          Bata harus berukuran sama menurut aturan normalisasi dan sebelum dipasang, direndam air
           terlebih dahulu hingga kenyang                                
          Bata yang digunakan harus berkualitas baik, berukuran sama, tidak boleh pecah-pecah dan
           lain-lain menurut pemeriksaan Direksi.                        
          Semua voeg (siar) diantara pasangan bata pada hari pemasangan harus dikeruk sedalam
           1 cm pada bagian luar dan dalam.                              
          Tidak diperbolehkan dipasang bata yang pernah dipakai (bekas) atau batu bata yang pecah.
          Perancah (andang) tidak diperbolehkan dipasang dengan menembus tembok.
          Batu bata yang dipakai jenis lokal, keras tidak patah-patah sebelum dipasang harus disetujui
           Direksi.                                                      
          Pasir yang dipergunakan harus kering, tawar dan disetujui direksi. Digunakan pasir lokal hitam.
      b. Plesteran                                                       
         Plesteran Dinding Batu Bata                                     
          Sebelum plesteran dinding dilaksanakan pekerjaan-pekerjaan yang tersebut di bawah ini
           sudah harus selesai lebih dahulu.                             
           1. Siar-siar pasangan batu bata sudah merupakan alur hasil kerukan.
           2. Seluruh jaringan perpipaan yang tertanam didalamnya telah terpasang sempurna.
           3. Pasangan telah mengering.                                  
           4. Konstruksi yang menaunginya telah terpasang.               
          Plesteran dengan campuran untuk permukaan dinding digunakan plesteran dengan campuran
           1 pc : 4 psr dan 1 pc : 6 psr.                                
                                                                         
          Benangan sebagai bagian dari pekerjaan plesteran dengan ketentuan meliputi :
           1. Seluruh akhiran dinding, kolom dan balok yang tampak (siku bagian luar) harus
             menghasilkan akhiran yang benar-benar siku, lurus dan rapi sehingga menghasilkan
             akhiran dinding, kolom dan balok seperti yang dimaksud pada gambar rancangan
             pelaksanaan                                                 
           2. Pekerjaan benangan dilaksanakan bersamaan dengan pekerjaan acian halus
             dengan menggunakan bahan dari adukan air semen (PC)         
           3. Pekerjaan benangan harus menghasilkan akhiran yang benar-benar siku dan lurus.
           c. Acian                                                      
          Pekerjaan acian dilakukan setelah pekerjaan plesteran selesai dan kering
          Acian harus dilaksanakan dengan baik sehingga dapat menghasilkan acian tembok yang
           lurus dan benar-benar siku atau tidak bergelombang.           
          Pekerjaan acian dikerjakan pada semua bidang tembok yang baru diplester termasuk pada
                                                                         
           seluruh akhiran atau sudut – sudut tembok.                    
    5. Spesifikasi Jabatan Kerja Konstruksi                              
      Jabatan yang dibutuhkan pada pekerjaan ini adalah :                
      a. 1 (satu) orang Pelaksana Bangunan Gedung                        
      b. 1 (satu) orang mandor Mandor Tukang Batu / Bata / Beton         
      c. 1 (satu) orang Tukang Pasang Bata/Dinding/Bricklayer (Tk. Bata) 
                                                                         
                                                                         
VII. PEKERJAAN PINTU                                                     
    1. Spesifikasi Bahan Bangunan Konstruksi untuk Pekerjaan Pintu dan Jendela :
      a. Daun Pintu :                                                    
        a. Ukuran kusen Alumunium 4” dan disesuaikan dengan gambar pelaksanaan.
        b. Pekerjaan Daun Pintu Alumunium, ukuran disesuaikan dengan gambar.
        c. bila terdapat kelainan bentuk antara gambar dan gambar detail, pemborong harus melaporkan
          kepada Pengawas Lapangan/Direksi.                              
       b. Kusen, Pintu Dan Jendela Aluminium :                           
         - Profil Kusen Aluminium 4 inch (merk inkalum)                  
                                                                         
         - Profil Alluminium Tiang Engsel (merk inkalum)                 
         - Profil Alluminium Ambang Atas (merk inkalum)                  
         - Profil Alluminium Ambang Bawah (merk inkalum)                 
         - Profil Alluminium Casement (merk inkalum)                     
         - Penutup Ambang Bawah (merk inkalum)                           
         - Sponeng Aluminium (merk inkalum)                              
         - Kunci pintu Merk kodai ; vintage ; nylon ; yale ; marcena ; netz
         - Floor hinges merk Dekson                                      
         - Handle pintu Stainless                                        
         - Engsel Pintu 4 inch hpp ; paloma ; solid ; bellucci           
                                                                         
         - Engsel jendela Casement                                       
         - Grendel jendela rambucis                                      
         - Kaca Polos tebal 5 mm merk asahi ; indoflot ; mulia ; tossa   
         - Kaca Tempered 12 mm merk asahi ; indoflot ; mulia ; tossa     
                                                                         
     2. Spesifikasi Peralatan Konstruksi dan Peralatan Bangunan untuk Pekerjaan Pintu dan
        Jendela :                                                        
         - Ukuran kayu kusen Alumunium 4” dan disesuaikan dengan gambar pelaksanaan.
         - Pekerjaan Daun Pintu Alumunium , ukuran disesuaikan dengan gambar.
         - bila terdapat kelainan bentuk antara gambar dan gambar detail, pemborong harus melaporkan
          kepada Pengawas Lapangan/Direksi.                              
         - Pekerjaan kusen maupun daun pintu dan jendela, harus dilaksanakan dengan halus, rapi, siku-
          siku dan baik hingga dapat dipasang secara waterpast dan tegak lurus.
         - Pekerjaan semua kusen dapat dipasang setelah mendapatkan persetujuan Direksi/ Pengawas
          Lapangan dalam keadaan sebelum dimeni, dan semua kusen tidak boleh dipaku kecuali pada
          saat pemasangan untuk diperlukan alat-alat bantu.              
                                                                         
         - Pemasangan semua kusen harus dipasang ditengah-tengah tebal tembol hingga mendapatkan
          benangan luar dan dalam.                                       
         - Untuk mendapatkan ikatan yang kuat dengan tembok beton, kusen harus dipasang baut
          sebanyak yang diperlukan.                                      
         - Pasang kunci tanam, engsel,. jumlah disesuaikan dengan RAB dan gambar kerja.
         - Semua kaca yang digunakan adalah kaca polos/bening kualitas baik dengan tebal 5 mm, di
          buowfel (dipingul) bagian tepi keliling dan pemasangan harus mendapatkan persetujuan dari
          Pengawas Lapangan/Direksi.                                     
         - Kaca dipasang dan dikukuhkan dengan memakai dempul sedemikian rupa, sehingga tidak
          bergetar. Semua kaca setelah terpasang harus dibersihkan sampai baik.
         - Semua daun pintu dipasang engsel kwalitas baik dan tiap pintu dipasang 2 engsel sedangkan
          kwalitas baik.                                                 
         - Alat-alat tersebut sebelum dipasang harus megajukan contoh terlebih dahulu untuk
          mendapatkan persetujuan pengawas Lapangan/Direksi.             
         - Topi pelindung pelindung, sarung tangan, pelindung mata, Harness Tubuh, sepatu
          keselamatan, tali Pengaman.                                    
       Peralatan Konstruksi dan Peralatan Bangunan yang dibutuhkan dalam pekerjaan ini adalah :
                                                                         
          Bor, gunting metal, Scaffolding sesuai peruntukan             
          Alat pemotong besi/baja, alat pemotong aluminium, bor, gerenda sesuai peruntukan
          Meteran siku, meteran, waterpas, cutter sesuai peruntukan     
          Identifikasi risiko :                                         
                                                  Nilai  Tingkat         
       No       Risiko      Kemungkinan Keparahan                        
                                                  resiko Resiko          
       1   Tertimpa Material    2          1       2      kecil          
       2   Tergores benda tajam 2          2       4      kecil          
       3   Terpukul palu        2          2       4      kecil          
           Rencana Keselamatan Kerja:                                   
            Menggunakan helm, sepatu kerja, sarung tangan.               
                                                                         
    3. Spesifikasi Metode Konstruksi/ Metode Pelaksanaan/Metode Kerja untuk Pekerjaan Pintu dan
      Jendela :                                                          
       Terlampir di bawah ini :                                          
       a. Pintu Dan Jendela Alumunium                                    
          Lingkup Pekerjaan pintu meliputi pengadaan bahan, alat dan tenaga untuk pekerjaan pintu
           sesuai dengan gambar dan spesifikasi teknis.                  
          Bahan untuk daun pintu dan jendela adalah kusen Alumunium 4” , ukuran sesuai kebutuhan
           yang tersebut dalam gambar.                                   
          Bahan-bahan yang diserahkan kelapangan untuk di pasang harus sesuai benar dengan
           contoh-contoh yang disetujui dan dalam keadaan terpelihara baik. Bahan-bahan ini harus
           dijaga dan dilindungi sebaik-baiknya sewaktu penyimpanan, pemasangan sampai diserahkan
           dengan baik.                                                  
          Pekerjaan daun pintu Alumunium, ukuran disesuaikan dengan gambar
          Pekerjaan Kunci - kunci dan Alat Penggantung                  
           -  Lingkup pekerjaan kunci dan alat penggantung meliputi kunci, engsel, dan kelengkapan
              pintu, jendela lainnya.                                    
           -  Pemborong harus menyerahkan/menunjukkan contohnya terlebih dahulu untuk mendapat
              persetujuan Direksi                                        
           -  Sekrup-sekrup dalam pemasangannya harus cocok atau beberapa tingkat lebih tinggi
                                                                         
              dengan barang besi yang dipasang. Tidak diperbolehkan memukul sekrup pada barang-
              barang besi, pengokohan sekrup harus dengan memutar. Sekrup yang rusak pada waktu
              dipasang, harus dicabut kembali dan diganti. Semua kunci-kunci, pegangan, engsel dan
              lain-lain harus terpasang dengan baik, persis dan tidak cacat. Semua bagian yang cacat,
              rusak harus segera diganti.                                
          Pekerjaan Kaca                                                
           -  Lingkup pekerjaan kaca meliputi pemasangan kaca-kaca jendela, pintu dan lain-lain.
           -  Bahan yang digunakan adalah Kaca Putih Polos standard dan kaca tempered 12 mm dari
              pabrik yang disetujui dan yang tebalnya 5 mm dan 12 mm seperti disebut dalam gambar
           -  Kaca harus dipasang tegak lurus dan distel dengan hati-hati sampai kerenggangan yang
              memadai.                                                   
           -  Sebelum pemasangan kaca, semua kotoran dan bekas minyak harus dibersihkan sehinga
              tidak mengganggu.                                          
           -  Setelah selesai dipasang, kaca dibersihkan. Dan yang retak, pecah atau gores-gores
              harus diganti.                                             
        b. Kusen, Pintu Dan Jendela Aluminium                            
                                                                         
           Menyiapkan tenaga kerja yang sesuai dengan keahliannya.      
           Mempersiapkan peralatan yang akan digunakan.                 
           Mempersiapkan Bahan-bahan yang akan digunakan.               
           Pekerjaan rangka kusen menggunakan Aluminium ukuran 4”       
           Pekerjaan rangka Pintu menggunakan Aluminium                 
           Pekerjaan aksesoris dengan spesifikasi yang sudah ditentukan.
           Identifikasi risiko :                                        
                                                  Nilai  Tingkat         
       No       Risiko      Kemungkinan Keparahan                        
                                                  resiko Resiko          
       1   Tertimpa Material    2          1       2      kecil          
       2   Tergores benda tajam 2          2       4      kecil          
           Rencana Keselamatan Kerja:                                   
            Menggunakan topi pelindung, sepatu keselamatan, sarung tangan.
                                                                         
    4. Spesifikasi Metode Konstruksi/ Metode Pelaksanaan/Metode Kerja untuk Pekerjaan Besi dan
      Aluminium :                                                        
       Terlampir di bawah ini :                                          
      a. Kusen, Pintu Dan Jendela Aluminium                              
           Terbuat dari bahan aluminium Framing System, dari produk dalam negeri.
           Konstruksi aluminium yang dikerjakan seperti yang ditunjukkan dalam detail gambar
            termasuk bentuk dan ukurannya.                               
          Pekerjaan rangka kusen menggunakan Aluminium ukuran 4”        
          Pekerjaan rangka Pintu menggunakan Aluminium Accessories :    
       a. Sekrup dari galvanized kepala tertanam, weather strip dari vinyl, pengikat alat penggantung yang
        dihubungkan dengan aluminium harus ditutup caulking dan sealant. 
       b. Sekeliling tepi kusen yang terlihat berbatasan dengan dinding agar diberi sealant supaya kedap air
        dan suara.                                                       
       c. Angkur-angkur untuk rangka / kusen aluminium terbuat dari steel plate tebal 2-3 mm, dengan
        lapisan zink tidak kurang dari 13 mikron sehingga tidak dapat bergerak / bergeser.
                                                                         
    5. Spesifikasi Jabatan Kerja Konstruksi                              
      Jabatan yang dibutuhkan pada pekerjaan ini adalah :                
       a. 1 (satu) orang Pelaksana Bangunan Gedung                       
       b. 1 (satu) orang mandor Mandor Tukang Batu / Bata / Beton        
       c. 1 (satu) Tukang Kusen Pintu dan Jendela Bertingkat             
                                                                         
                                                                         
VIII. PEKERJAAN RANGKA ATAP                                              
    1. Spesifikasi Bahan Bangunan Konstruksi untuk Pekerjaan Rangka Atap :
       a. Kanal C Galvalume C75 ( 1 mm ) dengan Seritifikasi ISO 9001:2015, ISO 14001:2015 dengan
         spesifikasi AS 100 tebal 1 mm merk Kencana, Mulcindo            
       b. Kanal C Galvalume C75 ( 0.75 mm ) dengan Seritifikasi ISO 9001:2015, ISO 14001:2015
         dengan spesifikasi AS 100 tebal 1 mm merk Kencana, Mulcindo     
       c. Reng tinggi profil 41 mm dan tebal 0.45 mm. merk Kencana, Mulcindo
       d. Sekrup baja ringan                                             
       e. Dynabolt                                                       
       f. Kalsiplank uk. 8 mm x 20 cm dengan merk Aplus, Grc, Gnet       
                                                                         
    2. Spesifikasi Peralatan Konstruksi dan Peralatan Bangunan untuk Pekerjaan Rangka Atap
       Peralatan Konstruksi dan Peralatan Bangunan yang dibutuhkan dalam pekerjaan ini adalah :
       a. bor, gunting metal, Scaffolding sesuai peruntukan              
                                                                         
       b. meteran siku, meteran, waterpas, cutter sesuai peruntukan      
       c. helm pelindung, sarung tangan, kacamata, Harness Tubuh, sepatu, tali Pengaman.
                                                                         
    3. Spesifikasi Proses/Kegiatan untuk Pekerjaan Rangka Atap           
       IV. Pekerjaan Rangka Atap                                         
           Menyiapkan tenaga kerja yang sesuai dengan keahliannya.      
           Mempersiapkan peralatan yang akan digunakan.                 
           Mempersiapkan Bahan-bahan yang akan digunakan.               
           Persiapan                                                    
            Sebelum dilaksankan pemasangan rangka atap Peneydia harus mampu menunjukkan hasil
            perhitungan struktur dan garansi yang diperoleh dan disetujui dari produsen bahan C75
            ( 1 mm ) . dengan spesifikasi AS 100 tebal 1 mm              
            Perhitungan struktur sebagaimana dimaksud paling sedikit memuat Design Cremona disertai
                                                                         
            dengan garansi dari produsen bahan C75 ( 1 mm ) . dengan spesifikasi AS 100 tebal 1 mm.
           Pekerjaan rangka atap baja ringan adalah pekerjaan pembuatan dan pemasangan struktur
            atap berupa rangka batang (truss) yang telah dilapisi bahan zincalume untuk ketahanan karat.
           Rangka batang harus mempunyai lapisan tahan karat seng dan alumunium dengan
            komposisi sebagai berikut : - 55% alumunium, -43,5 % seng, 1,5% silikon.
           Geometri profil rangka atap :                                
            I. Batang utama/Top chord dan bottom chord C75.(tinggi profil 75 dan ketebalan 1 mm).
            II. Batang utama/Top chord dan bottom chord C75.(tinggi profil 75 dan ketebalan 0.75
               mm).                                                      
            III. Batang pengisi C75. (tinggi profil 75 dan ketebalan 1 mm).
           IV. Batang pengisi C75. (tinggi profil 75 dan ketebalan 0.75 mm).
                                                                         
            V. Reng U terbalik tinggi profil 41 mm dan tebal 0.45 mm.    
            VI. Alat penyambung antar elemen adalah baut menakik sendiri dengan spesifikasi :
                 Ukuran baut untuk rangka atap                          
                  - Diameter ulir  : 5,5 mm                              
                  - Pajang         : 20 mm                               
                  - material       : AISI 1022 Heat teated carbon steel  
                 Ukuran baut untuk reng                                 
                  - Diameter ulir  : 4,87 mm                             
                  - Pajang         : 16 mm                               
                  - material       : AISI 1022 Heat teated carbon steel  
            V. Ikatan angin menggunakan profil U terbalik, tinggi profil 41 mm dan tebal 0,45 mm..
            VI. Jarak antar kuda-kuda, jarak ikatan angin maksimum 1m    
           Persyaratan tenaga pemasangan harus terlatih dan bersertifikat serta mampu memahami
                                                                         
            gambar dan dibuktikan dengan surat ijin memasang dari pabrikan, Dan Galvalum Di Sertai
            Hitungan Strukrtur                                           
           Pabrikan wajib memberikan jaminan produksi (Garansi) kepada pengguna/konsumen pada
            pemaparan produk dan paling lambat sebelum selesai pengerjaan konstruksi baja ringan
           Identifikasi risiko:                                         
                                                  Nilai  Tingkat         
       No       Risiko      Kemungkinan Keparahan                        
                                                  resiko Resiko          
       1   Tertimpa material    1          3       3      kecil          
       2   Terjatuh   dari      1          4       4      kecil          
           ketinggian                                                    
       3   Tergores benda tajam 2          2       4      kecil          
           Rencana Keselamatan Kerja:                                   
            Menggunakan helm, sepatu kerja, sabuk pengaman.              
       V. Pekerjaan Kalsiplank                                           
           Menyiapkan tenaga kerja yang sesuai dengan keahliannya.      
           Mempersiapkan peralatan yang akan digunakan.                 
                                                                         
           Mempersiapkan Bahan-bahan yang akan digunakan.               
           Pemasangan listplank digunakan uk. 8 mm x 20 cm. Untuk pemasangan Kalsiplank
            dilaksanakan keliling bangunan.                              
           Rangka penyangga kalsiplank dapat digunakan kayu ukuran 5/7 cm atau menggunakan
            bahan hollow aluminium                                       
           Kalsiplank dipasang miring seperti ekor burung pada sisi depan dan belakang dan finish cat
            (cat tembok)                                                 
           Kalsiplank dipasang lurus dan rapi                           
           Identifikasi risiko:                                         
                                                  Nilai  Tingkat         
       No       Risiko      Kemungkinan Keparahan                        
                                                  resiko Resiko          
       1   Tertimpa material    1          3       3      kecil          
       2   Terjatuh   dari      1          4       4      kecil          
           ketinggian                                                    
       3   Tergores benda tajam 2          2       4      kecil          
           Rencana Keselamatan Kerja:                                   
            Menggunakan helm, sepatu kerja, sabuk pengaman.              
    4. Spesifikasi Metode Konstruksi/ Metode Pelaksanaan/Metode Kerja untuk Pekerjaan Rangka Atap :
                                                                         
       Terlampir di bawah ini :                                          
       a. Pekerjaan Rangka Atap                                          
           Memastikan seluruh permukaan atas ring balok dalam keadaan rata dan siku, dengan
            menggunakan selang air (waterpass) dan penyiku sebagai alat bantu.
           Memastikan bahwa rangkaian ring balok telah mengikat semua belahan bangunan dan
            tersambung secara benar (monolith) dengan kolom yang ada di bawahnya.
           Memberi tanda posisi perletakan kuda-kuda (truss), sesuai dengan gambar rencana atap.
            Mengukur jarak antar kuda-kuda.                              
           Mengangkat kuda-kuda secara hati-hati, biar tidak mengakibatkan kerusakan pada rangkaian
            kuda-kuda yang telah selesai dirakit .                       
           Memastikan posisi kiri dan kanan (L-R) kuda-kuda tidak terbalik. Sisi kanan dan kiri kuda-
                                                                         
            kuda sanggup ditentukan dengan teladan posisi dikala pekerja melihat kuda-kuda, dengan
            lisan web sanggup dilihat oleh pekerja. Bagian di sebelah kiri pekerja disebut sisi kiri,
            sedangkan yang berada di sebelah kanannya ialah sisi kanan.  
           Mengontrol posisi berdirinya kuda-kuda biar tegak lurus dengan ringbalok menggunakan
            benang dan lot (unting-unting)                               
           Mengencangkan kuda-kuda dengan plat L (L bracket), dengan menggunakan minimal 3 buah
            screw 12 – 14 x 20 HEX.                                      
           Mengencangkan plat L dengan ring balok menggunakan dynabolt, dan menambahkan balok
            penopang sementara, biar posisi kuda-kuda tidak berubah.     
           Mengulangi langkah ke-1 hingga ke-6 untuk mendirikan semua kuda-kuda, sesuai dengan
            posisinya dalam gambar kerja.                                
           Memeriksa ulang jarak antar kuda-kuda dari as ke as (maksimum 1 meter).
                                                                         
           Memeriksa kedataran (leveling) semua puncak kuda-kuda (Apex), dan memastikan garis nok
            mempunyai ketinggian yang sama (datar)                       
           Memasang balok nok.                                          
           Memasang bracing (pengikat) sebagai perkuatan, bila bekerja beban angin. Bracing dipasang
            di atas top-chord dan di bawah reng.                         
           Bila menggunakan aluminium foil, lapisan ini dipasang terlebih dahulu di atas truss, jurai dan
            rafter.                                                      
           Memasang reng (roof battens) dengan jarak menyesuaikan jenis epilog atap yang digunakan.
            Setiap pertemuan reng dengan kuda-kuda diikat menggunakan screw ukuran 10-16×16
            sebanyak 2 (dua) buah.                                       
                                                                         
           Memasang outrigger (gording embel-embel sehabis kuda-kuda terakhir yang menumpu
            ringbalk). Pada atap jenis pelana, outrigger sanggup dipasang sebagai overhang dengan
            panjang maksimal 100 cm dari kuda- kuda terluar, dan jarak antar outrigger 100 cm. outrigger
            harus diletakkan dan di-screw dengan dua buah kuda-kuda yang terdekat.
           Memasang ceilling battens dengan jarak antar masing-masing ceilling battens ialah 100 cm.
            Komponen ini dipasang pada permukaan belahan atas bottom chord kuda-kuda dan di-screw.
            Untuk pertemuan ceilling battens dengan ring balok di beri ganjal bracket yang diikat
            menggunakan 2 (dua) buah dynabolt. Fungsi ceilling battens ialah untuk memperkuat ikatan
            antar kuda-kuda. Jika diperlukan, sambungan memanjang ceilling battens sebaiknya
            sempurna diatas bottom chord. Setiap sambungan harus overlap 40 cm, dan setiap
            pertemuan dengan bottom chord harus di-screw. Ceiling battens selanjutnya sanggup
            difungsikan untuk menahan plafond dan penggantungnya.        
                                                                         
       b. Pekerjaan Kalsiplank                                           
           Kalsiplank ini dipasang memanjang sesuai dengan kebutuhan Atap dan sesuai dengan
                                                                         
            Gambar Kerja yang ada. Hal yang perlu diperhatikan yaitu Jarak antara Sekrup yang dipasang
            pada Kalsiplank sebaiknya tidak terlalu jauh. Jarak ini sanggup bervariasi, sanggup dibentuk
            antara 20cm s/d 40cm (sepanjang profil menjang Kalsiplank tersebut), semoga terkunci
                                                                         
            dengan baik dan kuat.                                        
           Setelah pemasangan Kalsiplank selesai, lakukan pendempulan pada setiap Sekrup Lisplank
            dan Sambungan antar Papan Lisplank, semoga tampak rapi sebelum melaksanakan
            pengecatan. Gunakan dempul yang berkualitas baik dan tahap terhadap Cuaca (hujan dan
            panas).                                                      
                                                                         
    5. Spesifikasi Jabatan Kerja Konstruksi                              
      Jabatan yang dibutuhkan pada pekerjaan ini adalah :                
       a. 1 (satu) orang Pelaksana Bangunan Gedung                       
       b. 1 (satu) orang Mandor Pemasangan Rangka Atap Baja Ringan       
                                                                         
IX. PEKERJAAN PENUTUP ATAP                                               
    1. Spesifikasi Bahan Bangunan Konstruksi untuk Pekerjaan Penutup Atap :
                                                                         
      a. Genteng Karang Pilang Bima Ambulu                               
      b. Bubung Sejenis Bima Ambulu                                      
      c. Zincalume / Spandek 0.3 mm Merk Kencana                         
      d. Semen sesuai dengan SNI no. 15 7064 2004 dengan merk semen gresik
      e. Pasir sesuai dengan spesifikasi yang ditentukan, dibuktikan dengan nota surat jalan.
                                                                         
      f. Pas. Talang Zincalum AZ 150 t = 0,3 mm, l = 90 cm Merk Kencana  
    2. Spesifikasi Peralatan Konstruksi dan Peralatan Bangunan untuk Pekerjaan Penutup Atap :
       Peralatan Konstruksi dan Peralatan Bangunan yang dibutuhkan dalam pekerjaan ini adalah :
       a. Scaffolding 3 (tiga) set sesuai peruntukan                     
                                                                         
       b. Sekop, pacul, timba sesuai peruntukan                          
       c. helm pelindung, sarung tangan, kacamata, Harness Tubuh, sepatu, tali Pengaman.
    3. Spesifikasi Proses/Kegiatan untuk Pekerjaan Penutup Atap :        
        a. Pekerjaan Penutup Atap                                        
           Menyiapkan tenaga kerja yang sesuai dengan keahliannya.      
                                                                         
           Mempersiapkan peralatan yang akan digunakan.                 
           Mempersiapkan Bahan-bahan yang akan digunakan.               
           Penutup atap Genteng Karang Pilang Lokal                     
                                                                         
           Penutup atap genteng lama di pasang kembali dipilh yang kondisnya baik/tidak pecah
           Pemasangan genteng jarak dan lipatan harus sesuai dengan ketentuan
           Bubungan atap serta pertemuan – pertemuan lain harus khusus dari produksi yang sama
            dengan daun gentengnya, begitupun warnanya. Bentuknya harus teratur menurut fungsi
                                                                         
            penempatannya                                                
           Menyiapkan tenaga kerja yang sesuai dengan keahliannya.      
           Mempersiapkan peralatan yang akan digunakan.                 
           Mempersiapkan Bahan-bahan yang akan digunakan.               
           Penutup atap Atap Zincalum t = 0,3 mm                        
           Pemasangan Atap Zincalum t = 0,3 mmjarak dan lipatan harus sesuai dengan ketentuan
           Identifikasi risiko:                                         
                                                                         
                                                  Nilai  Tingkat         
       No       Risiko      Kemungkinan Keparahan                        
                                                  resiko Resiko          
       1   Tertimpa material    1          3       3      kecil          
       2   Terjatuh   dari      1          4       4      kecil          
           ketinggian                                                    
       3   Tergores benda tajam 2          2       4      kecil          
           Rencana Keselamatan Kerja:                                   
            Menggunakan helm, sepatu kerja, sabuk pengaman.              
        b. Pekerjaan Penutup Atap                                        
           Menyiapkan tenaga kerja yang sesuai dengan keahliannya.      
           Mempersiapkan peralatan yang akan digunakan.                 
           Mempersiapkan Bahan-bahan yang akan digunakan.               
           Identifikasi risiko:                                         
                                                  Nilai  Tingkat         
       No       Risiko      Kemungkinan Keparahan                        
                                                  resiko Resiko          
       1   Tertimpa material    1          3       3      kecil          
       2   Terjatuh   dari      1          4       4      kecil          
           ketinggian                                                    
       3   Tergores benda tajam 2          2       4      kecil          
           Rencana Keselamatan Kerja:                                   
            Menggunakan helm, sepatu kerja, sabuk pengaman.              
                                                                         
        c. Pekeerjaan Talang Jurai                                       
           Posisi talang jurai yang akan dipasang, diidentifikasi secara cermat sesuai dengan gambar
           kerja.                                                        
           Posisi talang jurai pada kuda-kuda diukur dan diberi tanda secara cermat sesuai dengan
                                                                         
           gambar kerja.                                                 
           Talang Jurai dipotong sesuai dengan ukuran secara cermat.    
           Talang jurai dipasang secara benar sesuai dengan kemiringan rangka atap.
                                                                         
    4. Spesifikasi Metode Konstruksi/ Metode Pelaksanaan/Metode Kerja untuk Pekerjaan Penutup Atap:
       Terlampir di bawah ini :                                          
       a. Pekerjaan Penutup Atap                                         
                                                                         
           genteng baru harus di pasang sesuai gambar rencana           
           genteng baru harus di pasang pada sisi atap yang berbeda     
           Pemasangan genteng harus siku, rata, rapat dan tidak bocor.  
           Bubungan di pasang dan direkatkan dengan mortar spesi 1pc : 3ps
                                                                         
           Kontraktor harus menyerahkan genteng cadangan yang sama kepada direksi yang terdiri
            dari atap genteng sebanyak minimal 1 buah dan genteng bubungan sebanyak 25 buah.
       b. Pekerjaan Talang Jurai                                         
           Setelah kaso/reng baja ringan terpasang kemudian dilakukan pemasangan talang jurai.
                                                                         
           Melakukan pemasangan talang jurai yang telah dipersiapkan dengan cara diikat memakai
           screw pada titik yang telah ditentukan.                       
           Kemudian memeriksa apakah talang jurai sudah terpasang dengan kuat atau kokoh.
                                                                         
                                                                         
    5. Spesifikasi Jabatan Kerja Konstruksi Pekerjaan Penutup Atap :     
      Jabatan yang dibutuhkan pada pekerjaan ini adalah :                
       a. 1 (satu) orang Pelaksana Bangunan Gedung                       
       b. 1 (satu) orang Mandor Pemasangan Rangka Atap Baja Ringan       
                                                                         
       c. 1 (satu) orang Tukang Rangka Aluminium                         
       d. 1 (satu) orang Tukang Pasang Plafon (Ceiling Fixer/Ceiling Fixing)
X. PEKERJAAN PLAFOND                                                     
                                                                         
    1. Spesifikasi Bahan Bangunan Konstruksi untuk Pekerjaan Plafond :   
      a. Hollow 40/40 t 0,3 mm Kencana, Mulcindo                         
      b. Kalsiboard 3.5 mm Mrk aplus ; grc ; eka ; neo ; nusa ; g-net    
      c. Skrup fixer (rangka) Merk wilson                                
      d. Skrup fixer (gypsum) Merk wilson                                
      e. List Gypsum 10 – 15 cm                                          
                                                                         
    2. Spesifikasi Peralatan Konstruksi dan Peralatan Bangunan untuk Pekerjaan Plafond :
       Peralatan Konstruksi dan Peralatan Bangunan yang dibutuhkan dalam pekerjaan ini adalah :
       a. bor, gunting metal, Scaffolding sesuai peruntukan              
       b. Sekop, pacul, timba sesuai peruntukan                          
       c. meteran siku, meteran, waterpas, cutter sesuai peruntukan      
       d. helm pelindung, sarung tangan, kacamata, Harness Tubuh, sepatu, tali Pengaman.
    3. Spesifikasi Proses/Kegiatan untuk Pekerjaan Plafond               
                                                                         
       a. Pekerjaan Plafond                                              
           Menyiapkan tenaga kerja yang sesuai dengan keahliannya.      
           Mempersiapkan peralatan yang akan digunakan.                 
           Mempersiapkan Bahan-bahan yang akan digunakan.               
           Pekerjaan ini meliputi rangka plafond dan Kalsiboard. Penggantung plafond digunakan
            rangka dari Hollow Aluminium ukuran 4/4 cm (toleransi dimensi ± 2 mm).
           Kalsiboard digunakan tebal 3.5 mm ukuran 120 x 240 cm kualitas baik buatan dalam negeri
            dengan kualitas yang disetujui oleh PPK (Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan) dan konsultan
            pengawas dengan mengajukan contoh terlebih dahulu. Pemasangan langit – langit
            Calsiboard harus lurus ,rata sesuai dengan pola yang ada.    
                                                                         
           Pola / bentuk plafond / langit2 sesuai gambar denah dan detail plafond.
           Untuk mendapatkan bidang langit2 yang rapi dan rata maka penggantung harus disesuaikan
            dengan gambar                                                
           Jarak kalsi / nat maksimum 5 mm penggantung plafond menggunakan hollow kualitas
            baik , Tiap jarak 1.2 M arah memanjang dipasang balok plafond hollow dengan ukuran 4 x
            4 cm berkualitas baik.                                       
           Pada posisi pojok plafon dipasang List Gypsum                
           Pada setiap sisi plafond di beri List Gypsum sesui dengan gambar kerja yang telah ada.
           Identifikasi risiko:                                         
                                                  Nilai  Tingkat         
       No       Risiko      Kemungkinan Keparahan                        
                                                  resiko Resiko          
       1   Tertimpa material    1          3       3      kecil          
       2   Terjatuh   dari      1          4       4      kecil          
           ketinggian                                                    
       3   Tergores benda tajam 2          2       4      kecil          
                                                                         
           Rencana Keselamatan Kerja:                                   
            Menggunakan helm, sarung tangan, sepatu kerja, sabuk pengaman.
                                                                         
    4. Spesifikasi Metode Konstruksi/ Metode Pelaksanaan/Metode Kerja untuk Pekerjaan Plafond :
       Terlampir di bawah ini :                                          
       a. Pekerjaan Plafond                                              
                                                                         
           Tentukan elevasi plafond dan buat garis sipatan pada dinding & as sumbu ruangan
           Pasang rangka tepi (steel hollow) dan wall angle profil L/ moulding profil W sebagai list tepi
            tepat pada sipatan                                           
           Tentukan jarak penempatan kait penggantung                   
           Pasang benang untuk pedoman penentuan titik paku penggantung untuk menjamin
            kelurusan                                                    
           Pasang paku kait dan rod/penggantung                         
           Pasang rangka utama                                          
           Pasang rangka pembagi                                        
           Pasang dan kencangkan klip / rod.                            
           Pasang Kalsiboard                                            
           Cek kerapihan dan kerataan bidang plafond                    
           Tutup sambungan antara panel kalsi dengan paper tape dan compound lalu diampelas dan
                                                                         
            difinishing dengan cat                                       
           Setelah di setiap sisi diberi list Gypsum sesuai dengan gambar kerja yang telah ada
           Sebelum memmasang List Gypsum, profil Gypsum di isi dengan campuran tepung gypsum
            dan air, di isi sampai tidak ada rongga udara yang tersisa.  
           Pasang gypsum ssesuai apa yang ada di gambar.                
                                                                         
    5. Spesifikasi Jabatan Kerja Konstruksi                              
      Jabatan yang dibutuhkan pada pekerjaan ini adalah :                
       c. 1 (satu) orang Pelaksana Bangunan Gedung                       
                                                                         
       d. 1 (satu) orang Tukang Pasang Plafon (Ceiling Fixer/Ceiling Fixing)
                                                                         
XI. PEKERJAAN PENGECATAN                                                 
                                                                         
    1. Spesifikasi Bahan Bangunan Konstruksi untuk Pekerjaan Pengecatan :
       a. Cat dasar Merk avian ; nippon ; indana ; altec                 
       b. Cat dinding merk Nippon vinilex (Eksteriro)                    
       c. Cat dinding merk Nippon vinilex (Interior)                     
       d. Coating batu alam Nippon                                       
       e. Minyak cat / Afdunner                                          
       f. Cat Plafond merk Nippon vinilex (Interior)                     
       g. Cat Genteng merk nippon ; indana ; paragon                     
       h. Cat Kayu Merk cap pedang ; indana                              
       i. Kuas Merk Eterna                                               
                                                                         
    2. Spesifikasi Peralatan Konstruksi dan Peralatan Bangunan untuk Pengecatan :
       Peralatan Konstruksi dan Peralatan Bangunan yang dibutuhkan dalam pekerjaan ini adalah :
       a. Kuas cat, kuas roll dan bak cat, kape / scraper, timba sesuai peruntukan
       b. Tangga, Scaffolding sesuai peruntukan                          
                                                                         
       c. helm pelindung, sarung tangan, Harness Tubuh, sepatu, kacamata, masker
    3. Spesifikasi Proses/Kegiatan untuk Pengecatan :                    
       a. Pekerjaan Pengecatan Dinding dan Plafond                       
           Bahan yang dipergunakan dalam pekerjaan ini adalah cat produksi dalam negeri (SNI)
            dengan merk catillac                                         
           Pekerjaan pengecatan ini dilaksanakan pada seluruh permukaan dinding, beton yang
            tampak, plafond dan partisi                                  
           Warna Cat dinding sesuai permintaan/persetujuan dari Direksi. Warna Plafon adalah
            sesuai permintaan/ persetujuan dari Direksi.                 
           Identifikasi risiko:                                         
                                                  Nilai  Tingkat         
       No       Risiko      Kemungkinan Keparahan                        
                                                  resiko Resiko          
       1   Tertimpa material    1          1       1      kecil          
       2   Terjatuh   dari      1          4       4      kecil          
           ketinggian                                                    
           Rencana Keselamatan Kerja:                                   
            Menggunakan helm, sarung tangan, sepatu kerja, sabuk pengaman.
       b. Pekerjaan Pengecatan Kayu                                      
                                                                         
           Bahan yang dipergunakan dalam pekerjaan ini adalah cat kayu kualitas baik (SNI)
           Pekerjaan ini dilaksanakan pada seluruh permukaan kusen, lisplank, daun pintu, daun
            jendela                                                      
           Semua pekerjaan pengecatan pada prinsipnya harus dilaksanakan dengan hati-hati. Apabila
                                                                         
            dalam pelaksanaannya terjadi kecerobohan sehingga pengecatan mengotori pekerjaan
            yang sebenarnya tidak harus terkena cat, maka menjadi kewajiban untuk membersihkannya,
            atau bahkan menggantinya apabila ternyata tidak dapat dibersihkan.
           Identifikasi risiko:                                         
                                                                         
                                                  Nilai  Tingkat         
       No       Risiko      Kemungkinan Keparahan                        
                                                  resiko Resiko          
       1   Tertimpa material    1          1       1      kecil          
           Rencana Keselamatan Kerja:                                   
            Menggunakan helm, sarung tangan.                             
                                                                         
       c. Pekerjaan Pengecatan Genteng                                   
           Bahan yang dipergunakan dalam pekerjaan ini adalah cat genteng kualitas baik (SNI)
                                                                         
           Pekerjaan ini dilaksanakan pada seluruh permukaan genteng    
           Semua pekerjaan pengecatan pada prinsipnya harus dilaksanakan dengan hati-hati. Apabila
            dalam pelaksanaannya terjadi kecerobohan sehingga pengecatan mengotori pekerjaan yang
            sebenarnya tidak harus terkena cat, maka menjadi kewajiban untuk membersihkannya, atau
                                                                         
            bahkan menggantinya apabila ternyata tidak dapat dibersihkan.
           Identifikasi risiko:                                         
                                                  Nilai  Tingkat         
       No       Risiko      Kemungkinan Keparahan                        
                                                  resiko Resiko          
       1   Tertimpa material    1          1       1      kecil          
           Rencana Keselamatan Kerja:                                   
            Menggunakan helm, sarung tangan.                             
                                                                         
       d. Pekerjaan coating Batu alam                                    
            Bahan yang dipergunakan dalam pekerjaan ini adalah Coating produksi dalam negeri (SNI)
                                                                         
            dengan tujuan untuk mengkilapkan batu alam                   
           Pekerjaan coating ini dilaksanakan pada seluruh permukaan batu alam
           Pastikan seluruh batu alam ter coating semua agar mengkilat. 
           Identifikasi risiko:                                         
                                                  Nilai  Tingkat         
       No       Risiko      Kemungkinan Keparahan                        
                                                  resiko Resiko          
       1   Tertimpa material    1          1       1      kecil          
       2   Terjatuh   dari      1          4       4      kecil          
           ketinggian                                                    
           Rencana Keselamatan Kerja:                                   
            Menggunakan helm, sarung tangan, sepatu kerja, sabuk pengaman.
    4. Spesifikasi Metode Konstruksi/ Metode Pelaksanaan/Metode Kerja untuk Pengecatan :
      Terlampir di bawah ini :                                           
       a. Pekerjaan Pengecatan Dinding dan Plafond                       
           Sebelum melakukan pekerjaan pengecatan permukaan bidang harus rata dan dibersihkan
            terlebih dahulu.                                             
           Permukaan dinding dan plafond dihaluskan dahulu dengan menggunakan amplas kasar.
           Untuk menutupi permukaan yang berpori dilakukan pekerjaan plamir.
           Permukaan dihaluskan dengan menggunakan amplas halus.        
           Melakukan pengecatan dengan cat dasar.                       
           Pengecatan dengan cat pelapis (Emulis) 2 kali lapisan.       
                                                                         
       b. Pekerjaan Pengecatan Kayu                                      
           Sebelum melakukan pekerjaan pengecatan permukaan bidang harus rata dan dibersihkan
            terlebih dahulu.                                             
           Pastikan kayu sudah bersih, kering, dan rata.                
                                                                         
           Gunakan dempul dan primer sebagai dasar jika ingin warna cat kayu yang bagus dan solid.
           Pilih cat kayu terbaik yang ingin digunakan, pigmented atau wood stain
           Aplikasikan varnish atau clear coat pada tahap akhir cara mengecat kayu, lalu tunggu
            hingga kering sempurna.                                      
                                                                         
       c. Pekerjaan Pengecatan Genteng                                   
           Bahan yang dipergunakan dalam pekerjaan ini adalah cat genteng kualitas baik (SNI)
           Pekerjaan ini dilaksanakan pada seluruh permukaan genteng    
           Sebelum permukaan dicat, terlebih dahulu seluruh permukaannya digosok dengan
                                                                         
            menggunakan sikat hingga hilang seluruh kotoran yang melekat 
           Untuk memperoleh hasil yang sempurna, setiap lapis pengecatan dilaksanakan setelah
            lapisan sebelumnya benar-benar kering                        
           Semua pekerjaan pengecatan di atas pada prinsipnya harus dilaksanakan dengan hati-hati.
                                                                         
            Apabila dalam pelaksanaannya terjadi kecerobohan sehingga pengecatan mengotori
            pekerjaan yang sebenarnya tidak harus terkena cat, maka menjadi kewajiban untuk
            membersihkannya, atau bahkan menggantinya apabila ternyata tidak dapat dibersihkan.
       d. Pekerjaan coating batu alam                                    
                                                                         
           Sebelum melakukan pekerjaan coating permukaan bidang batu alam harus rata dan
            dibersihkan terlebih dahulu.                                 
           Melakukan pengecatan dengan cat coating                      
           Pengecatan dilakukan sampai batu alam mengkilat sesaui dengan persetujuan pengawas
    5. Spesifikasi Jabatan Kerja Konstruksi                              
      Jabatan yang dibutuhkan pada pekerjaan ini adalah :                
       a. 1 (satu) orang Pelaksana Bangunan Gedung                       
       b. 1 (satu) orang Tukang Cat Bangunan                             
XII. PEKERJAAN PENUTUP LANTAI DAN DINDING                                
                                                                         
    1. Spesifikasi Bahan Bangunan Konstruksi untuk Pekerjaan Penutup Lantai dan Dinding :
        a. Pasir sesuai dengan spesifikasi yang ditentukan yaitu pasir pasang, dibuktikan dengan nota
          surat jalan                                                    
        b. Semen sesuai dengan SNI no. 15 7064 2004 dengan merk semen gresik
        c. Granit Lantai 60 x 60 dengan Merk Merk Indogress ,Infiniti,granito
        d. Granit Dinding 60 x 60 dengan Merk Indogress ,Infiniti,granito
        e. Granit Dinding 60 x 60 dengan Merk Indogress ,Infiniti,granito
        f. Keramik Lantai 40 x 40 dengan merk Asia tile ; mulia tile     
        g. Keramik Lantai 25 x 25 dengan merk Asia tile ; mulia tile     
        h. Keramik Dinding 25 x 40 dengan merk Asia tile ; mulia tile    
        i. Nat dengan merk sika.                                         
        j. Batu Andesit 20 x 40 cm                                       
                                                                         
    2. Spesifikasi Peralatan Konstruksi dan Peralatan Bangunan untuk Pekerjaan Penutup Lantai
       dan Dinding:                                                      
       Peralatan Konstruksi dan Peralatan Bangunan yang dibutuhkan dalam pekerjaan ini adalah :
                                                                         
       a. Sekop, pacul, timba sesuai peruntukan                          
       b. Molen minimal 0,3 m3 1 (satu) unit                             
       c. Alat Pemotong keramik atau Granite, meteran siku, meteran, waterpas, palu karet sesuai
         peruntukan                                                      
       d. Selang air sesuai peruntukan                                   
                                                                         
    3. Spesifikasi Proses/Kegiatan untuk Pekerjaan Penutup Lantai dan Dinding :
       a. Pekerjaan granit ukuran 60 cm x 60 cm                          
          Menyiapkan tenaga kerja yang sesuai dengan keahliannya.       
          Mempersiapkan peralatan yang akan digunakan.                  
          Mempersiapkan Bahan-bahan yang akan digunakan.                
          Lantai menggunakan granit ukuran 60 cm x 60 cm kualitas baik dengan menggunakan
           sepesi campuran 1 Pc : 2 Psr. Semua Granit harus kwalitas baik dan diharuskan memakai
           satu merk / jenis sesuai dengan masing-masing fungsinya.      
                                                                         
          Kontraktor bertanggung jawab atas kerapian pemasangan dan kesamaan warna serta
           kualitas dari ubin menurut pendapat yang telah disetujui oleh Direksi dan sebelumnya harus
           disiram dengan air hingga kenyang dan padat.                  
          Bila terdapat cacat-cacat pada seluruh bagian, Keramik tidak boleh dipasang. Sesudah
           pengecoran Pc untuk lantai maupun dinding cukup kering dan nat-nat harus tertutup Pc
           secara penuh.                                                 
          Identifikasi risiko :                                         
                                                  Nilai  Tingkat         
       No       Risiko      Kemungkinan Keparahan                        
                                                  resiko Resiko          
       1   Tertimpa Material    1          1       1      kecil          
       2   Tergores benda tajam 2          2       4      kecil          
       3   Terpukul palu        2          2       4      kecil          
          Rencana Keselamatan Kerja:                                    
           Menggunakan helm, sepatu kerja, sarung tangan.                
                                                                         
     a. Pekerjaan Keramik Lantai 40x40                                   
                                                                         
          Menyiapkan tenaga kerja yang sesuai dengan keahliannya.       
          Mempersiapkan peralatan yang akan digunakan.                  
          Mempersiapkan Bahan-bahan yang akan digunakan.                
          Lantai menggunakan Keramik ukuran 40x40 kualitas baik dengan menggunakan sepesi
           campuran 1 Pc : 2 Psr. Semua Keramik harus kwalitas baik dan diharuskan memakai satu
           merk / jenis sesuai dengan masing-masing fungsinya.           
          Kontraktor bertanggung jawab atas kerapian pemasangan dan kesamaan warna serta
           kualitas dari ubin menurut pendapat yang telah disetujui oleh Direksi dan sebelumnya harus
                                                                         
           disiram dengan air hingga kenyang dan padat.                  
          Bila terdapat cacat-cacat pada seluruh bagian, Keramik tidak boleh dipasang. Sesudah
           pengecoran Pc untuk lantai maupun dinding cukup kering dan nat-nat harus tertutup Pc
           secara penuh.                                                 
                                                                         
          Identifikasi risiko :                                         
                                                  Nilai  Tingkat         
       No       Risiko      Kemungkinan Keparahan                        
                                                  resiko Resiko          
       1   Tertimpa Material    1          1       1      kecil          
       2   Tergores benda tajam 2          2       4      kecil          
       3   Terpukul palu        2          2       4      kecil          
          Rencana Keselamatan Kerja:                                    
           Menggunakan helm, sepatu kerja, sarung tangan.                
                                                                         
                                                                         
       b. Pekerjaan Keramik Lantai 25 cm x 25 cm                         
          Menyiapkan tenaga kerja yang sesuai dengan keahliannya.       
          Mempersiapkan peralatan yang akan digunakan.                  
          Mempersiapkan Bahan-bahan yang akan digunakan.                
          Lantai menggunakan Keramik ukuran 25 cm x 25 cm Motif Warna Kasar kualitas baik
           dengan menggunakan sepesi campuran 1 Pc : 2 Psr. Semua Keramik harus kwalitas baik
           dan diharuskan memakai satu merk / jenis sesuai dengan masing-masing fungsinya.
          Kontraktor bertanggung jawab atas kerapian pemasangan dan kesamaan warna serta
           kualitas dari ubin menurut pendapat yang telah disetujui oleh Direksi dan sebelumnya harus
           disiram dengan air hingga kenyang dan padat.                  
                                                                         
          Bila terdapat cacat-cacat pada seluruh bagian, Keramik tidak boleh dipasang. Sesudah
           pengecoran Pc untuk lantai maupun dinding cukup kering dan nat-nat harus tertutup Pc
           secara penuh.                                                 
          Keramik 25 cm x 25 cm menggunakan Keramik Dengan Motif Kasar. 
          Identifikasi risiko :                                         
                                                  Nilai  Tingkat         
       No       Risiko      Kemungkinan Keparahan                        
                                                  resiko Resiko          
       1   Tertimpa Material    1          1       1      kecil          
       2   Tergores benda tajam 2          2       4      kecil          
       3   Terpukul palu        2          2       4      kecil          
          Rencana Keselamatan Kerja:                                    
           Menggunakan helm, sepatu kerja, sarung tangan.                
                                                                         
       c. Pekerjaan Granit Dinding 30 cm x 60 cm                         
          Menyiapkan tenaga kerja yang sesuai dengan keahliannya.       
          Mempersiapkan peralatan yang akan digunakan.                  
          Mempersiapkan Bahan-bahan yang akan digunakan.                
          Dinding menggunakan Granit ukuran 30 cm x 60 cm kualitas baik dengan menggunakan
           sepesi campuran 1 Pc : 2 Psr. Semua Granit harus kwalitas baik dan diharuskan memakai
           satu merk / jenis sesuai dengan masing-masing fungsinya.      
          Kontraktor bertanggung jawab atas kerapian pemasangan dan kesamaan warna serta
           kualitas dari ubin menurut pendapat yang telah disetujui oleh Direksi dan sebelumnya harus
           disiram dengan air hingga kenyang dan padat.                  
          Bila terdapat cacat-cacat pada seluruh bagian, Keramik tidak boleh dipasang. Sesudah
           pengecoran Pc untuk lantai maupun dinding cukup kering dan nat-nat harus tertutup Pc
           secara penuh.                                                 
          Identifikasi risiko :                                         
                                                  Nilai  Tingkat         
       No       Risiko      Kemungkinan Keparahan                        
                                                  resiko Resiko          
       1   Tertimpa Material    1          1       1      kecil          
       2   Tergores benda tajam 2          2       4      kecil          
       3   Terpukul palu        2          2       4      kecil          
          Rencana Keselamatan Kerja:                                    
           Menggunakan helm, sepatu kerja, sarung tangan.                
                                                                         
       d. Pekerjaan Keramik Dinding 25 cm x 40 cm                        
          Menyiapkan tenaga kerja yang sesuai dengan keahliannya.       
          Mempersiapkan peralatan yang akan digunakan.                  
          Mempersiapkan Bahan-bahan yang akan digunakan.                
          Dinding Kamar Mandi menggunakan Keramik ukuran 25 cm x 40 cm Motif Warna kualitas
           baik dengan menggunakan sepesi campuran 1 Pc : 2 Psr. Semua Keramik harus kwalitas
           baik dan diharuskan memakai satu merk / jenis sesuai dengan masing-masing fungsinya.
                                                                         
          Kontraktor bertanggung jawab atas kerapian pemasangan dan kesamaan warna serta
           kualitas dari ubin menurut pendapat yang telah disetujui oleh Direksi dan sebelumnya harus
           disiram dengan air hingga kenyang dan padat.                  
          Bila terdapat cacat-cacat pada seluruh bagian, Keramik tidak boleh dipasang. Sesudah
           pengecoran Pc untuk lantai maupun dinding cukup kering dan nat-nat harus tertutup Pc
           secara penuh.                                                 
          Identifikasi risiko :                                         
                                                  Nilai  Tingkat         
       No       Risiko      Kemungkinan Keparahan                        
                                                  resiko Resiko          
       1   Tertimpa Material    1          1       1      kecil          
       2   Tergores benda tajam 2          2       4      kecil          
       3   Terpukul palu        2          2       4      kecil          
          Rencana Keselamatan Kerja:                                    
           Menggunakan helm, sepatu kerja, sarung tangan.                
                                                                         
    4. Spesifikasi Metode Konstruksi/ Metode Pelaksanaan/Metode Kerja untuk Pekerjaan Penutup Lantai
      dan Dinding :                                                      
      Terlampir di bawah ini :                                           
        a. Lantai granit 60 x 60 cm                                      
          granit lantai produk dalam negeri (SNI) ukuran Granit ukuran 60 cm x 60 cm digunakan pada
           lantai dan granit dengan merk Granito                         
          Semua bahan granit harus menggunakan granit dalam negeri dengan kualitas baik dan harus
                                                                         
           disetujui oleh direksi.                                       
          Spesi perekat menggunakan mortar campuran 1Pc : 2Ps.          
          Seluruh bagian di bawah lantai terisi penuh dengan mortar spesi sehingga tidak terdapat
           rongga udara yang terjebak di bawah lantai.                   
          Menghasilkan bidang lantai yang benar-benar datar dan rata air.
          Setelah spesi pasangan mengering, siar antara (nat) harus diisi dengan adukan PC atau
           grouting pabrikasi dan dikeruk halus hingga menghasilkan permukaan nat yang sama dengan
           garis tepian granit.                                          
          Noda adukan PC yang mengenai permukaan lantai harus segera dibersihkan dengan lap
           basah dan dikeringkan seketika dengan lap kering.             
          Direksi berhak memerintahkan pembongkaran dan pembenahan tanpa biaya tambah bila
           persyaratan di atas tidak dapat dipenuhi.                     
                                                                         
        b. Lantai keramik 40 x40 cm                                      
          Keramik lantai produk dalam negeri (SNI) ukuran 40 cm x 40 cm digunakan pada lantai,
           permukaan halus dan mengkilat.                                
          Semua bahan keramik harus menggunakan keramik dalam negeri dengan kualitas baik dan
                                                                         
           harus disetujui oleh direksi.                                 
          Spesi perekat menggunakan mortar campuran 1Pc : 2Ps.          
          Seluruh bagian di bawah keramik terisi penuh dengan mortar spesi sehingga tidak terdapat
           rongga udara yang terjebak di bawah keramik.                  
          Menghasilkan bidang lantai/dinding yang benar-benar datar dan rata air.
          Nat antar keramik adalah 3 mm dan menghasilkan garis nat yang lurus sejajar garis dinding
           yang melingkupinya.                                           
          Setelah spesi pasangan mengering, siar antara (nat) harus diisi dengan adukan PC atau
           grouting pabrikasi dan dikeruk halus hingga menghasilkan permukaan nat yang sama dengan
           garis tepian keramik.                                         
          Noda adukan PC yang mengenai permukaan keramik harus segera dibersihkan dengan lap
                                                                         
           basah dan dikeringkan seketika dengan lap kering.             
          Direksi berhak memerintahkan pembongkaran dan pembenahan tanpa biaya tambah bila
           persyaratan di atas tidak dapat dipenuhi.                     
                                                                         
        c. Lantai keramik 25 cm x 25 cm                                  
          Keramik lantai produk dalam negeri (SNI) ukuran 25 cm x 25 cm ( Motif Warna ) digunakan
           pada lantai.                                                  
          Semua bahan keramik harus menggunakan keramik dalam negeri dengan kualitas baik dan
           harus disetujui oleh direksi.                                 
          Spesi perekat menggunakan mortar campuran 1Pc : 2Ps.          
          Seluruh bagian di bawah keramik terisi penuh dengan mortar spesi sehingga tidak terdapat
                                                                         
           rongga udara yang terjebak di bawah keramik.                  
          Menghasilkan bidang lantai yang benar-benar datar dan rata air.
          Nat antar keramik adalah 3 mm dan menghasilkan garis nat yang lurus sejajar garis dinding
           yang melingkupinya.                                           
          Setelah spesi pasangan mengering, siar antara (nat) harus diisi dengan adukan PC atau
           grouting pabrikasi dan dikeruk halus hingga menghasilkan permukaan nat yang sama dengan
           garis tepian keramik.                                         
          Noda adukan PC yang mengenai permukaan keramik harus segera dibersihkan dengan lap
           basah dan dikeringkan seketika dengan lap kering.             
          Direksi berhak memerintahkan pembongkaran dan pembenahan tanpa biaya tambah bila
           persyaratan di atas tidak dapat dipenuhi.                     
                                                                         
          Keramik yang digunakan adalah keramik dengan Motif Kasar dan untuk pemasangan Keramik
           25 cm x 25 cm adalah pada posisi Kamar Mandi                  
                                                                         
        d. Dinding granit 30 cm x 60 cm                                  
          Granit dinding produk dalam negeri (SNI) ukuran 30 cm x 60 cm ( Motif Warna ) digunakan
           pada dinding                                                  
          Semua bahan granit harus menggunakan granit dalam negeri dengan kualitas baik dan harus
           disetujui oleh direksi.                                       
          Spesi perekat menggunakan mortar campuran 1Pc : 2Ps.          
          Seluruh bagian di bawah granit terisi penuh dengan mortar spesi sehingga tidak terdapat
           rongga udara yang terjebak di bawah granit.                   
          Menghasilkan bidang dinding yang benar-benar datar dan rata air.
          Setelah spesi pasangan mengering, siar antara (nat) harus diisi dengan adukan PC atau
           grouting pabrikasi dan dikeruk halus hingga menghasilkan permukaan nat yang sama dengan
           garis tepian granit.                                          
          Noda adukan PC yang mengenai permukaan keramik harus segera dibersihkan dengan lap
           basah dan dikeringkan seketika dengan lap kering.             
                                                                         
          Direksi berhak memerintahkan pembongkaran dan pembenahan tanpa biaya tambah bila
           persyaratan di atas tidak dapat dipenuhi.                     
          Untuk pemasangan granit Dinding 30 cm x 60 cm adalah pada posisi Kamar Mandi dan
           ruangan dengan ukuran atau ketinggian sesuai gambar.          
                                                                         
        e. . Dinding keramik 25 cm x 40 cm                               
          Keramik dinding Warna produk dalam negeri (SNI) ukuran 25 cm x 40 cm ( Motif Warna )
           digunakan pada Dinding.                                       
          Semua bahan keramik harus menggunakan keramik dalam negeri dengan kualitas baik dan
           harus disetujui oleh direksi.                                 
          Spesi perekat menggunakan mortar campuran 1Pc : 2Ps.          
                                                                         
          Seluruh bagian di bawah keramik terisi penuh dengan mortar spesi sehingga tidak terdapat
           rongga udara yang terjebak di bawah keramik.                  
          Menghasilkan bidang dinding yang benar-benar datar dan rata air.
          Nat antar keramik adalah 3 mm dan menghasilkan garis nat yang lurus sejajar garis dinding
           yang melingkupinya.                                           
          Setelah spesi pasangan mengering, siar antara (nat) harus diisi dengan adukan PC atau
           grouting pabrikasi dan dikeruk halus hingga menghasilkan permukaan nat yang sama dengan
           garis tepian keramik.                                         
          Noda adukan PC yang mengenai permukaan keramik harus segera dibersihkan dengan lap
           basah dan dikeringkan seketika dengan lap kering.             
          Direksi berhak memerintahkan pembongkaran dan pembenahan tanpa biaya tambah bila
                                                                         
           persyaratan di atas tidak dapat dipenuhi.                     
          Untuk pemasangan Keramik Dinding 25 cm x 40 cm adalah pada posisi Kamar Mandi dengan
           ukuran atau ketinggian sesuai gambar.                         
                                                                         
XIII. PEKERJAAN INSTALASI LISTRIK                                        
    1. Spesifikasi Bahan Bangunan Konstruksi untuk Pekerjaan Instalasi Listrik :
       a. Kabel NYM 2x 1,5 mm dengan Merk Focus,extrana                  
       b. Kabel NYM 2x 2,5 mm dengan Merk Focus,extrana                  
       c. Pipa paralon 5/8                                               
       d. Inbow dos pvc                                                  
       e. Isolator                                                       
       f. Isolasi                                                        
       g. Lampu 10 watt merk Phillips                                    
                                                                         
       h. Fiting dengan merk Broco                                       
       i. saklar tunggal dengan merk Broco                               
       j. saklar ganda dengan merk Broco                                 
       k. stop kontak dengan merk Broco                                  
    2. Spesifikasi Peralatan Konstruksi dan Peralatan Bangunan untuk Pekerjaan Instalasi Listrik
                                                                         
       Peralatan Konstruksi dan Peralatan Bangunan yang dibutuhkan dalam pekerjaan ini adalah :
       a. Obeng + dan –, Tang potong, tang kupas,tang kombinasi, cutter sesuai peruntukan
       b. meteran, cutter, tangga sesuai peruntukan                      
       c. helm pelindung, sarung tangan, Harness Tubuh, sepatu           
                                                                         
    3. Spesifikasi Proses/Kegiatan untuk Pekerjaan Instalasi Listrik :   
           Menyiapkan tenaga kerja yang sesuai dengan keahliannya.      
           Mempersiapkan peralatan yang akan digunakan.                 
                                                                         
           Mempersiapkan Bahan-bahan yang akan digunakan.               
           Pemasangan Listrik harus berpedoman pada Peraturan Umum Instalasi Listrik (PUIL) 1997
            yang diterbitkan oleh Yayasan Normalisasi Indonesia          
           Untuk menangani pekerjaan ini harus ditunjuk Instalatir yang memiliki Surat Pengesahan
            Instalasi (SPI) dan Surat Ijin Kerja (SIKA) dari PLN setempat
           Instalasi terpasang harus disesuaikan dengan tegangan yang terpasang di area pekerjaan
           Untuk semua penyambungan kabel harus menggunakan terminal Box atau ditutup dengan
            kas dop serta ditempatkan pada kedudukan yang aman           
           Pekerjaan pemasangan listrik dikerjakan sebelum plafon ditutup dan plesteran dinding
            dikerjakan.                                                  
           Pada semua stop kontak dan sekering/MCB harus diberi Arde    
                                                                         
           Identifikasi risiko:                                         
                                                                         
      No       Risiko      Kemungkinan Keparahan Nilai resiko Tingkat Resiko
                                                                         
      1  Tertimpa material     1          3        3       kecil         
      2  Terjatuh dari ketinggian 1       4        4       kecil         
                                                                         
      3  Tersengat listrik     4          1        4       kecil         
           Rencana Keselamatan Kerja:                                   
            Menggunakan helm, sepatu kerja, sabuk pengaman.              
    4. Spesifikasi Metode Konstruksi/ Metode Pelaksanaan/Metode Kerja untuk Pekerjaan Instalasi Listrik
      Terlampir di bawah ini :                                           
       a. Penarikan Kabel                                                
                                                                         
           Instalasi kabel di pasang dimana ditempat-tempat yang sukar dijangkau harus dimasukkan
            ke dalam pipa sparing galvanis minimal 3/4 inci.             
           Semua cabang (penyambungan) kabel harus di dalam kotak sambungan dan dilengkapi
            dengan penutup. Sambungan tidak dibenarkan berada di dalam dinding/ beton.
           Klam kabel dipasang pada jarak maksimum 60 cm dan tidak dibenarkan kabel tergantung
            tanpa alas.                                                  
           Kabel yang menuju ke arah pentahanan harus dilindungi/dimasukkan ke dalam pipa sparing
            dengan ketinggian minimal 3 meter dari permukaan tanah.      
                                                                         
       b. Penyambungan                                                   
           Penyambungan antar kabel dapat dipakai klem dengan sekrup diameter 10 mm. Permukaan
            kontak logam sedapat mungkin lebih dari 10 cm2. Penyambungan dengan rangka baja
            konstruksi bangunan dapat dengan cara pengelasan dan pada tempat pengelasan tersebut
            dilapisi bahan anti korosi.                                  
           Kotak sambung ukur dipasang pada tempat yang mudah dijangkau dengan tangan dan
            mudah untuk melakukan pemeriksaan/pengukuran tahanan tanah.  
                                                                         
           Penyambungan di dalam tanah paling sedikit dengan dua sekrup diameter minimum 8 mm.
            Sambungan silang paling sedikit empat sekrup diameter minimum 8 mm.
           Sebelum penyambungan dilakukan, permukaan singgung harus dibersihkan dan setelah
            penyambungan diberi lapisan anti korosi.                     
    5. Spesifikasi Jabatan Kerja Konstruksi                              
                                                                         
      Jabatan yang dibutuhkan pada pekerjaan ini adalah :                
       a. 1 (satu) orang Pelaksana Bangunan Gedung                       
       b. 1 (satu) orang Teknisi Instalasi Jaringan Tegangan Rendah (JTR)
                                                                         
XIV. PEKERJAAN SANITASI                                                  
    1. Spesifikasi Bahan Bangunan Konstruksi untuk Pekerjaan Sanitasi :  
        e. Closet jongkok Merk ina, kia                                  
        f. Wastafel Merk ina, kia                                        
        g. Bak Cuci piring merk volk                                     
        h. Afur Staeinless Merk Alinco ; paloma                          
        i. Semen sesuai dengan SNI no. 15 7064 2004 dengan merk semen gresik
        j. Pemasangan 1 buah kran diameter ½” atau 3/4” merk Onda        
        k. Pipa PVC Aw 1/2" merk Triliun                                 
        l. Pipa PVC Aw 1" merk Triliun                                   
        m. Pipa PVC AW 3” merk Triliun                                   
        n. Pipa PVC AW 4" merk Triliun                                   
        o. Buis Beton U 20 cm                                            
                                                                         
    2. Spesifikasi Peralatan Konstruksi dan Peralatan Bangunan untuk Pekerjaan Sanitasi:
       Peralatan Konstruksi dan Peralatan Bangunan yang dibutuhkan dalam pekerjaan ini adalah :
        a. Sekop, pacul, timba sesuai peruntukan                         
        b. Molen minimal 0,3 m3 1 (satu) unit                            
        c. Alat Pemotong pipa, meteran siku, meteran, waterpas, palu karet sesuai peruntukan
        d. Selang air sesuai peruntukan                                  
        e. topi pelindung pelindung, sarung tangan, Harness Tubuh, sepatu
    3. Spesifikasi Proses/Kegiatan untuk Pekerjaan Sanitasi :            
       a. Pekerjaan Sanitasi                                             
          Menyiapkan tenaga kerja yang sesuai dengan keahliannya.       
          Mempersiapkan peralatan yang akan digunakan.                  
          Mempersiapkan Bahan-bahan yang akan digunakan.                
          Closet Duduk bak air, kran diameter 1/2”, Avour stainless, dan Pipa PVC Ø1/2", dan Pipa
                                                                         
           PVC 4" kualitas baik dengan menggunakan merk yang sudah disebutkan diatas.
          Kontraktor bertanggung jawab atas kerapian pemasangan dan kualitas dari closet duduk, ,
           kran diameter 1/2”, Avour stainless, pipa pvc type 4” ,pipa pvc 1/2 dan Pipa PVC 4", menurut
           pendapat yang telah disetujui oleh Direksi dan sebelumnya harus di cek terlebih dahulu
           sebelum dipasang                                              
          Bila terdapat cacat-cacat pada seluruh bagian, wastafel dan pipa tidak boleh dipasang.
          Identifikasi risiko :                                         
                                                  Nilai  Tingkat         
       No       Risiko      Kemungkinan Keparahan                        
                                                  resiko Resiko          
       1   Tertimpa Material    1          1       1      kecil          
       2   Tergores benda tajam 2          2       4      kecil          
          Rencana Keselamatan Kerja:                                    
           Menggunakan helm, sepatu kerja, sarung tangan.                
    4. Spesifikasi Metode Konstruksi/ Metode Pelaksanaan/Metode Kerja untuk Sanitasi :
                                                                         
      Terlampir di bawah ini :                                           
       a. Wastafel                                                       
          Tentukan Lokasi Pemasangannya, kran diameter 1/2”, dan Pipa PVC Ø1/2", Pipa PVC Ø1
           untuk pembungan                                               
          Pasang Pipa air bersih dan pembuangan air kotor Pada saat memasang pipa, buatlah sebuah
           lubang. Lubang ini digunakan untuk pemasangan faucet socket.  
          Lubang ini nantinya digunakan untuk memasang sekrup, tandai lokasi yang akan dipasangi
           sekrup tersebut dengan menggunkan spidol, untuk membuat lubangnya anda dapat
           memanfaatkan mesin bor.                                       
          Setelah terpasang semua cek smuanya mulai dari sambungan pipa dan pipa – pipa agar tidak
           terjadi kebocoran                                             
                                                                         
          Setelah semu bagaian sudah terpasang, cek semu bagian. Pastikan semua bagian dapat
           terpasang dengan baik, setelah itu coba gunakan wastafel tersebut.
       b. Bak Cuci Piring                                                
          Tentukan Lokasi Pemasangannya, kran diameter 1/2”, dan Pipa PVC Ø1/2", Pipa PVC Ø3
           untuk pembungan                                               
          Pasang Pipa air bersih dan pembuangan air kotor Pada saat memasang pipa, buatlah sebuah
           lubang. Lubang ini digunakan untuk pemasangan faucet socket.  
          Lubang ini nantinya digunakan untuk memasang sekrup, tandai lokasi yang akan dipasangi
           sekrup tersebut dengan menggunkan spidol, untuk membuat lubangnya anda dapat
           memanfaatkan mesin bor.                                       
          Setelah terpasang semua cek smuanya mulai dari sambungan pipa dan pipa – pipa agar tidak
           terjadi kebocoran                                             
                                                                         
          Setelah semu bagaian sudah terpasang, cek semu bagian. Pastikan semua bagian dapat
           terpasang dengan baik, setelah itu coba gunakan wastafel tersebut.
    5. Spesifikasi Jabatan Kerja Konstruksi                              
      Jabatan yang dibutuhkan pada pekerjaan ini adalah :                
        a. 1 (satu) orang Pelaksana Bangunan Gedung                      
        b. 1 (satu) orang mandor Mandor Tukang Batu / Bata / Beton       
        c. 1 (satu) orang Tukang Pipa                                    
                                                                         
XV.  PEKERJAAN LAIIN LAIN                                                
    1. Spesifikasi Bahan Bangunan Konstruksi untuk Pekerjaan Besi :      
        a. Besi Siku 30x30x3                                             
        b. Besi Beton Polos Diameter 12 Merek Hij                        
        b. Kawat las                                                     
        c. Minyak diesel / solar                                         
                                                                         
        d. Minyak pelumas / oli                                          
    2. Spesifikasi Peralatan Konstruksi dan Peralatan Bangunan untuk Pekerjaan Besi:
                                                                         
       Peralatan Konstruksi dan Peralatan Bangunan yang dibutuhkan dalam pekerjaan ini adalah :
        a. Mesin Las                                                     
        b. Kabel Las                                                     
        c. Alat Pemotong (gerinda besi)                                  
        d. Topeng pelindung wajah                                        
        e. Tang Las                                                      
    5. Spesifikasi Proses/Kegiatan untuk Pekerjaan Besi :                
                                                                         
       a. Pekerjaan Besi                                                 
          Pekerjaan ini meliputi pekerjaan grill megunakan Rangka Siku 30x30x3 dan besi beton polos
           Dia 12                                                        
          Pengelasan dalam Proses Penyambungan Rangka Mengunakan Las listrik seperti yang telah
           Ditentukan di RAB.                                            
          Jika dalam pembuatan rangka terdapat kecacatan pengawas berhak memerintahkan
           pembetulan pagar tersebut sampai hasil sesuai dengan yang diinginkan.
          Identifikasi risiko :                                         
                                                                         
                                                   Nilai  Tingkat        
       No       Risiko      Kemungkinan  Keparahan                       
                                                   resiko Resiko         
        1  Tertimpa Material    1           1       1      kecil         
                                                                         
        2  Tergores benda tajam 2           2       4      kecil         
                                                                         
                                                                         
                                                                         
                                                                         
          Rencana Keselamatan Kerja:                                    
           Menggunakan helm, sepatu kerja, sarung tangan.                
    6. Spesifikasi Metode Konstruksi/ Metode Pelaksanaan/Metode Kerja untuk Pekerjaan Besi :
      Terlampir di bawah ini :                                           
        a. Pekerjaan besi                                                
                                                                         
          Dalam pekerjaan ini siapkan bahan dan alat yang akan di gunakan.
          Potong besi sesuai ukuran yang di butuhkan sehingga dapat terangkai sesuai dengan gambar
           yang telah terencanakan,                                      
          Rakit mengunakan las sehingga membentuk rangka sesuai dengan gambar kerja.
    5. Spesifikasi Jabatan Kerja Konstruksi                              
      Jabatan yang dibutuhkan pada pekerjaan ini adalah :                
        d. 1 (satu) orang Pelaksana Bangunan Gedung                      
        e. 1 (satu) orang mandor Mandor Tukang Batu / Bata / Beton       
        f. 1 (satu) orang Tukang besi                                    
                                                                         
                                                                         
  PENUTUP     1. Rencana keselamatan kerja pada kegiatan ini mempunyai tingkat Resiko keselamatan kerja
               konstruksi kecil;                                         
              2. Jangka Waktu Pelaksanaan 105 (Seratus Lima) Hari Kalender;
              3. Apabila dalam bestek ini untuk uraian bahan-bahan dan pekerjaan tidak disebut
                                                                         
               perkataan atau kalimat diselenggarakan oleh Rekanan maka hal ini harus dianggap
               seperti disebutkan;                                       
              4. Guna mendapatkan hasil pekerjaan yang baik, bila bagian-bagian yang nyata termasuk dalam pekerjaan
               ini tetapi tidak dimasukkan atau tidak disebut kata demi kata dalam bestek ini, maka pekerjaan tersebut
               harus dilaksanakan oleh Rekanan dan diterima sebagai hal yang tersebut di atas;
              5. Hal-hal lain yang belum tercantum dalam peraturan dan syarat-syarat ini diatur berdasarkan SE Dirjen
               Binkon No. 35 Tahun 2025 dan peraturan yang berlaku untuk pekerjaan pemborongan bangunan negara,
               sepanjang tidak bertentangan dengan rencana kerja dan syarat-syarat ini.
                                               Bondowoso, Juli 2025      
                                                                         
                                                                         
                                               Pejabat Pembuat Komitmen  
                                             Dinas Kesehatan Kab. Bondowoso
                                                                         
                                                                         
                                                                         
                                               dr. MOCH. JASIN, M.Kes.   
                                                                         
                                                                         
                                                                         
                                                                         
                                                                         
                                               NIP 197506032003121003
Tenders also won by Aura Jong Celebes
Authority
26 October 2021Pembangunan Unit Kegiatan Mahasiswa (Ukm) Fakultas Ilmu Budaya Universitas Jember Tahun Anggaran 2021Kementerian Pendidikan dan KebudayaanRp 2,900,000,000
15 June 2022Bangunan Pembawa Irigasi Lainnya (Rehabilitasi Jaringan Irigasi D.I Selolembu)Kab. BondowosoRp 1,652,615,000
25 March 2022Belanja Bahan-Bahan Bangunan Dan KonstruksiProvinsi Jawa TimurRp 964,213,494
20 July 2025Pembangunan Jamban (Toilet) Dan Rehabilitasi Sedang/Berat Ruang Kelas Uptd Spf Sdn Bataan 2 Kec. TenggarangKab. BondowosoRp 483,000,000
18 July 2025Rehabilitasi Puskesmas BinakalKab. BondowosoRp 458,810,732
4 July 2025Rehabilitasi Ruang Kelas Uptd Spf Smp Negeri 2 TenggarangKab. BondowosoRp 433,405,500
15 April 2021Rehabilitasi Ruang Kelas Uptd Spf Sd Negeri Leprak 2 Kec. KlabangKab. BondowosoRp 431,000,000
15 April 2021Rehabilitasi Ruang Kelas Uptd Spf Sd Negeri Kotakulon 1 Kec. BondowosoKab. BondowosoRp 370,950,000
15 April 2021Rehabilitasi Ruang Kelas Uptd Spf Sd Negeri Kotakulon 2 Kec. BondowosoKab. BondowosoRp 326,075,000
15 August 2024Rehabilitasi Ruang Kelas Sdn Prajekan Kidul 1 Kec. PrajekanKab. BondowosoRp 268,500,000