URAIAN SINGKAT PEKERJAAN
KEGIATAN :
PENINGKATAN KUALITAS KAWASAN PERMUKIMAN KUMUH
DENGAN LUAS DIBAWAH 10 Ha
PEKERJAAN :
PERENCANAAN (DED) PEMBANGUNAN/REHABILITASI
DRAINASE PERMUKIMAN KUMUH
LOKASI PEKERJAAN :
1. KELURAHAN MATTIROWALIE KEC. TANETE RIATTANG BARAT
2. KELURAHAN WATAMPONE KEC. TANETE RIATTANG
3. KELURAHAN MACEGE KEC. TANETE RIATTANG BARAT
4. KELURAHAN JEPPE’E KEC. TANETE RIATTANG BARAT
5. JL. SUNGAI WALANNAE KELURAHAN MANURUNGE KEC. T. RIATTANG
6. KELURAHAN BUKAKA KEC. TANETE RIATTANG
7. KELURAHAN TORO (CILELLANG) KEC. TANETE RIATTANG TIMUR
8. JL. A. P. PETTARANI KELURAHAN MASUMPU KEC. TANETE RIATTANG
9. KELURAHAN MASUMPU KEC. TANETE RIATTANG
10. JL. BAU MASSEPE KELURAHAN MASUMPU KEC. TANETE RIATTANG
11. DESA TIRONG KEC. PALAKKA
12. KELURAHAN MACCOPE KEC. AWANGPONE
TAHUN ANGGARAN 2024
A. LATAR BELAKANG
Drainase adalah cara pengalihan aliran air secara alamiah atau buatan
dari permukaan tanah atau bawah tanah bagi suatu areal atau daerah / wilayah
untuk menghindari penggenangan air (air hujan/air limbah) di suatu tempat
atau kawasan, yaitu dengan cara menangani kelebihan air sebelum masuk ke
saluran atau sungai. Sedangkan sistem drainase di definisikan sebagai
serangkaian bangunan air yang berfungsi untuk mengurangi dan/atau
membuang kelebihan air dari suatu Kawasan /lahan, sehingga Kawasan /lahan
tersebut dapat difungsikan secara optimal. Sistem drainase merupakan bagian
dari infrastruktur wilayah yang sangat penting, sehingga sistem drainase yang
baik dapat membebaskan suatu wilayah dari genangan air hujan, sehingga
tidak boleh diabaikan dalam suatu perencanaan
Dari sudut pandang yang lain, drainase adalah salah satu unsur dari
prasarana umum yang dibutuhkan masyarakat dalam rangka menuju
kehidupan yang aman, nyaman, bersih, dan sehat. Prasarana drainase disini
berfungsi untuk mengalirkan air permukaan ke badan air (sumber air
permukaan dan bawah permukaan tanah) dan atau bangunan resapan. Selain
itu juga berfungsi sebagai pengendali kebutuhan air permukaan dengan
tindakan untuk memperbaiki daerah becek, genangan air dan banjir. Kegunaan
dengan adanya saluran drainase ini antara lain :
1. Mengeringkan daerah becek dan genangan air sehingga tidak ada
akumulasi air tanah.
2. Menurunkan permukaan air tanah pada tingkat yang ideal.
3. Mengendalikan erosi tanah, kerusakan jalan dan bangunan yang ada.
4. Mengendalikan air hujan yang berlebihan sehingga tidak terjadi bencana
banjir.
Drainase juga merupakan salah satu fasilitas dasar yang dirancang sebagai
sistem guna memenuhi kebutuhan masyarakat dan merupakan komponen
penting dalam perencanaan wilayah (perencanaan infrastruktur khususnya).
Drainase Perkotaan di Kabupaten Bone baik di perkotaan maupun perdesaan
masih banyak yang belum tertangani secara optimal. Saluran drainase yang
terbangun akan sangat penting untuk menunjang kesehatan masyarakat secara
umum karena drainase tersebut dapat mengendalikan limpasan air hujan.
Selain itu, dengan adanya saluran drainase yang lebih baik juga dapat
meningkatkan kebersihan dan keindahan kota serta meminimalisir kerusakan
jalan. Untuk mencapai hal itu, maka sangat penting segera memperbaiki
saluran yang ada maupun membangun saluran yang baru. Dalam rangka
pembangunan dan pemeliharaan sistem/saluran drainase, diperlukan adanya
catatan/data yang lengkap, akurat dan dapat dipertanggung jawabkan
mengenai saluran drainase. Untuk itu Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman
dan Pertanahan membutuhkan penyedia jasa untuk melakukan Survei
Infestigasi Desain (SID) dalam rangka penyusunan Rencana Teknis Perencanaan
Pembangunan/Rehabilitasi Drainase.
B. MAKSUD DAN TUJUAN
1. Maksud.
Pekerjaan Belanja Jasa Konsultansi Perencanaan SID
Pembangunan/Rehabilitasi Drainase di Kabupaten Bone memiliki maksud :
a. Melakukan survey, identifikasi, kemudian mengadakan analisis untuk
menentukan prioritas drainase yang sesuai yang dikembangkan untuk
permukiman Rakyat.
b. Melaksanakan peninjauan kembali (review) terhadap calon lokasi yang
telah diusulkan oleh pihak kabupaten pada tahun anggaran
sebelumnya atau calon lokasi yang baru diusulkan.
c. Menghitung dan menyiapkan Rencana Anggaran Biaya (RAB) dan
selanjutnya dibuat dalam bentuk dokumen yang berisikan perhitugan
biaya, analisa, gambar teknis (opname) yang telah disesuaikan.
2. Tujuan.
Pekerjaan Belanja Jasa Konsultansi Perencanaan SID
Pembangunan/Rehabilitasi Drainase di Kabupaten Bone bertujuan
tersedianya dokumen perencanaan lengkap yang berisikan teknis
perencanaan beserta Rencana Anggaran Biaya (RAB) dan gambar teknis pada
kegiatan Koordinasi, Sinkronisasi dan Pelaksanaan Pengelolaan Jalan
Permukiman
C. SASARAN
Pekerjaan Belanja Jasa Konsultansi Perencanaan SID
P e m b a n g u n a n / Rehabilitasi Drainase memiliki sasaran, yaitu :
1. Memperoleh data dasar (data base) Pembangunan Jalan Lingkungan.
2. Tersedianya dokumen Perencanaan Teknis.
3. Besarnya jumlah biaya pelaksanaan pekerjaan rehabilitasi jalan lingkungan.
4. Tersedianya dokumen pengadaan pekerjaan Rehabilitasi Dainasebeserta
Rencana Anggaran Biaya (RAB).
D. LINGKUP, LOKASI KEGIATAN DAN FASILITAS PENUNJANG SERTA ALIH
PENGETAHUAN
1. Lingkup Pekerjaan Survey Identifikasi Desain Rehabilitasi Drainase,
meliputi :
a. Pengukuran situasi rencana Dainaserakyat, termasuk pengukuran
lokasi dan profil memanjang dan melintang.
b. Pengumpulan data meliputi :
• Data status lahan.
• Data Geologi Permukaan Tanah.
c. Penyusunan konsep rencana pengembangan drainase :
• Menyusun rencana drainase dan menyusun skala prioritas yang
paling memungkinkan dan efisien ditinjau dari aspek teknis,
ekonomi maupun lingkungan,
• Membuat rekomendasi konsep desain.
d. Penyusunan konsep desain meliputi :
• Pengumpulan dan analisis data dan melaksanakan pengukuran
terkait dengan perencanaan drainase.
e. Melaksanakan Detail Desain Rencana Rehabilitasi drainase yang
meliputi :
• Perencanaan Teknis drainase meliputi desain dilengkapi dengan
nota perhitungan dan gambar detail.
• Analisa Ekonomi Teknis dan owner estimate (OE). f. Melaksanakan
Perhitungan Konstruksi, meliputi :
➢ Menentukan jenis struktur tanah dan material (daya dukung
tanah dan geografis)
➢ Menentukan jenis dan spesifikasi material yang akan
dipergunakan untuk konstruksi jalan lingkungan.
➢ Menentukan dimensi dan tipe kelas jalan berdasarkan
perhitungan teknis yang dapat dipertanggung jawabkan
secara teknis dan ekonomis.
2. Survey Topografi, meliputi :
a. Pengukuran situasi, memanjang dan melintang rencana d r a i n a s e
Skala disesuaikan dengan lokasi pekerjaan dengan interval kontur
0.50 m,
b. Pengukuran situasi, profil memanjang dan melintang rencana
drainase skala panjang 1 : 1.000 dan skala tinggi 1 : 100.
3. Menyusun Konsep Perencanaan, meliputi :
a. Tinjauan terhadap rencana rehabilitasi drainase.
b. Menyusun dan memilih beberapa alternatif pola dan konsep desain
yang paling memungkinkan baik ditinjau dari aspek teknis, serta
ketersediaan material yang ada disekitar lokasi.
4. Menyusun Rencana Teknis dan Detail Teknis Rencana Rehabilitasi
drainase, meliputi :
a. Menentukan tipe dan jenis material, meneliti penurunan tanah dan
luapan air drainase jalan.
b. Menentukan dimensi rencana drainase.
c. Menentukan jenis dan spesifikasi material tanah untuk pemadatan
serta kerikil.
d. Rencana teknis dan gambar detail konstruksi drainase sebagai
pedoman pelaksanaan fisik.
e. Membuat estimasi biaya pelaksanaan fisik berdasarkan analisa dan
standar harga yang dapat dipertanggung jawabkan sesuai dengan
peraturan yang berlaku.
5. Lokasi kegiatan Survey Identifikasi Desain (SID) Rehabilitasi drainase di
beberapa daerah kabupaten bone.
6. Data dan Fasilitas Penunjang.
Data dan Fasilitas Penunjang yang dapat disediakan oleh pengguna jasa
adalah : Petugas sebagai Pendamping dan Pengawas kegiatan minimal 1
Orang.
7. Fasilitas dan Peralatan yang harus disediakan oleh penyedia jasa
antara lain :
Fasilitas/peralatan kantor dan lapangan terkait dengan kegiatan Survey
Identifikasi Desain Dainase, meliputi furniture, komputer berikut
printernya, plotter, hand auger, dan lain sebagainya.
8. Sarana Transportasi roda dua dan roda empat untuk kelancaran
pelaksanaan kegiatan. Seluruh beban biaya yang timbul akibat adanya
pengadaan (beli/sewa) fasilitas/perlatan tersebut diatas menjadi beban
dan tanggung jawab pihak penyedia jasa.
9. Alih Pengetahuan.
Dengan maksud untuk mendapatkan kualitas Detail/rencana teknis sesuai
dengan yang telah ditetapkan dalam uraian singkat pekerjaan ini,
Penyedia Jasa wajib mengadakan diskusi, dan presentasi terkait dengan
substansi pelaksanaan kegiatan Desain Rehabilitasi Jalan lingkungan,
dimana kegiatan ini harus dilaksanakan pada saat penyerahan laporan
pendahuluan dan penyerahan draft laporan akhir.
E. KRITERIA DESAIN DAN STANDAR PERENCANAAN.
1. System Perencanaan, acuan yang dipergunakan meliputi :
a. Peta Topografi (Umum).
b. Peta Situasi hasil pengukuran dan analisis. c. Bentuk desain rencana
jalan lingkungan.
2. Konsep Desain.
Dari system perencanaan yang akan diadopsi, maka harus
dipertimbangkan : Konsep desain yang tepat sesuai kondisi
setempat (jenis tanah dasar, ketersediaan material setempat).
3. Final Desain.
a. Dokumen Perencanaan SID Rehabilitasi Dainase di Kabupaten Bone .
b. Nota desain, analisis dan gambar detail.
4. Pemetaan Topografi.
a. Titik Referensi diambil Benchmark TTG Bakosurtanal, yang terdekat (jika
ada). Dalam hal tidak ada TTG Bakosurtanal maka dapat dipakai titik
referensi bangunan tetap terdekat yang tidak berubah, selanjutnya titik
yang lain disesuaikan dengan yang dibutuhkan, dipasang pada tempat
yang aman, diberi kode/nomor, stabil dan terlihat serta tidak mudah
hilang.
b. Pengukuran Kerangka Dasar GIS.
Pemetaan azimuth ditentukan dengan pengamatan astronomi atau
metode Gyro Compass dengan memakai alat Theodolit T0 dengan Gyro
Attachment.Pengukuran sudut polygon utama BM diberi Code dibuatkan
deskripsi. Ketelitian sudut polygon 8” (second) salah penutup antara dua
control azimuth 15” (second) salah penutup ukuran polygon utama
(linier) 1 : 5.000. Sifat datar (WP) utama diukur dengan alat diukur sipat
datar otomotif ni2 atau setara, pengukuran dilakukan pergi pulang satu
seksi (a’ sampai dengan 2 Km) dengan ketelitian 10 V D mm, dimana
D jarak WP dalam KM pengukuran sudut polygon cabang diukur
dengan alat ukur theodolit dua kali, terikat pada titik polygon utama
dengan ketelitian pembacaan sudut dalam satuan menit, dengan
kesalahan penutup sudut 10 V N menit, dimana N jumlah titik polygon.
Pengukuran jarak (sisi) polygon cabang diukur dan jarak maksimum 100
meter diukur dengan ketelitian 1 : 2.000.
c. Pengukuran Situasi.
Pengukuran situasi rincikan dilakukan dengan metode pengukuran
trigonometri/tachimetri dimana berupa systim ray polygon berikut detail
ricikan-ricikannya. Ujung jalur pangkal tersebut terikat terhadap
kerangka dasar pengukuran. Ketelitian tiap ray 10 cm tersebut diukur
beserta detailnya.
d. Penggambaran.
Ketelitian penggambaran minimal 90% dari titik posisi datar yang
mudah dikenal dilapangan digambarkan dengan posisi horizontal yang
benar dan toleransi kesalahan planimetris maximal 0,8 mm pada peta
yang sudah di skalakan dan akurat terhadap keadaan lapangan yang
diwakili.
Minimal 90% dari titik detail posisi tegak yang mudah dikenali
dilapangan digambarkan dengan posisi horizontal ketinggian yang
benar dan relativ lebih akurat dengan posisi leveling lapangan yang
diwakilinya. Toleransi maksimal kesalahan detail ketinggian tidak
melebihi setengah perbedaan garis kountur dan akurat terhadap
kondisi leveling.
Penggambaran peta dan gambar dengan skala :
• Peta situasi detail skala disesuaikan dengan lokasi pekerjaan.
• Peta ikhtisar skala 1 : 20.000
• Peta index yaitu peta induk dan peta ikhtisar yang ditampilkan
sekaligus dalam 1 gambar peta.
• Gambar penampang memanjang skala 1:1.000 dilengkapi
dengan peta jalur trace.
• Gambar penampang melintang skala 1:100 dan skala tinggi
1:100
Peta tersebut nomor 1 s.d 5 sudah di jilid, diserahkan rangkap 2 dalam
bentuk asli.
e. Laporan Hasil Pemetaan.
Laporan disusun secara sistematis dan mengikuti kaidah pengukuran
dan penyusunan laporan :
• Keadaan umum daerah perencanaan.
• Urutan Pelaksanaan Pekerjaan.
• Organisasi dan personil yang terlibat.
• Program dan proses alokasi waktu.
• Metode setiap koreksi ketelitian.
• Referensi dan dasar pemetaan.
• Peta posisi (Reference point Bench Mark).
• Hasil penggambaran.
5. Mekanika Tanah dan Geologi.
a. Pengambilan sampel untuk mengetahui soil properties antara lain daya
dukung konsolidasi, berat jenis, triaxial, stress strain, dll
b. Analisis undisturbed dan disturbed untuk mengetahui karakteristik
tanah atau soil properties.
6. Gambar Desain.
a. Sesuai dengan hasil analisis dengan metode yang telah ditentukan
dalam SNI dan peraturan dari SK-SNI, PPKI, PBI dan lain-lain, maka
gambar yang dihasilkan haruslah berupa gambar rinci, dengan dimensi
dan normalisasi yang jelas. Beberapa gambar peta ditentukan sebagai
berikut : a. Peta detail situasi skala disesuaikan dengan lokasi pekerjaan.
b. Gambar penampang memanjang, skala panjang 1:1.000, tinggi 1:100.
c. Gambar desain rencana jalan lingkungan.
• Gambar potongan melintang jalan, skala 1 : 100.
• Gambar situasi perencanaan jalan lingkungan, skala 1 : 200
Prakiraan volume dan estimasi biaya, perhitungan unit price dan
engineer cost estimate.
F. METODOLOGI
1. Pemahaman Terhadap maksud dan tujuan pekerjaan, lingkup dan
komponen utama dalam Uraian Singkat Pekerjaan,
2. Kualitas Penanganan Teknis,
3. Tanggapan Terhadap Kerangka Acuan Kerja,
4. Program Kerja,
5. Kebutuhan Orang Perbulan,
6. Fasilitas Penunjang,
7. Penyajian Usulan.
G. PENUTUP
Demikian Uraian Singkat Pekerjaan ini dibuat untuk menjadi pedoman dalam
pelaksanaan pekerjaan dimaksud agar pekerjaan dapat berjalan sesuai
dengan peraturan yang berlaku.