PEMERINTAH KABUPATEN BOYOLALI
PENJELASAN TEKNIS
PENYEMIRAN JALAN PONCOBUDOYO
KELURAHAN PULISEN
KECAMATAN BOYOLALI
KABUPATEN BOYOLALI
TAHUN ANGGARAN 2024
PENJELASAN TEKNIS
Pekerjaan Penyemiran Jalan Poncobudoyo Kelurahan Pulisen
URAIAN UMUM
Pekerjaan yang dilakukan adalah Penyemiran Jalan Poncobudoyo Kelurahan Pulisen
Kabupaten Boyolali dengan konstruksi Latasir Kelas A (SSA) (Hampar Manual) dengan
uraian pekerjaan sebagai berikut :
DIVISI 1. Umum
a. Mobilisasi
Lingkup kegiatan mobilisasi yang di lakukan dalam paket pekerjaan meliputi :
1. Sewa atau membuat brak penyimpanan barang material dan peralatan.
2. Mobilisasi dan demobilisasi semua personil penyedia jasa sesuai dengan
kebutuhan serta alat kerja pendukung kegiatan.
3. Pembuatan papan informasi kegiatan uk 1.5 m x 1.2 m bahan besi seng dan
tiang kayu kasso.
4. Uitset, pengukuran ulang dan stackout rencana.
b. Manajemen Mutu
Lingkup kegiatan manajemen mutu yang dilakukan dalam paket pekerjaan
meliputi proses pemeriksaan mutu hasil produk maupun bahan yang akan
digunakan untuk menentukan apakah hasil tersebut memenuhi standart mutu
yang dipersyaratkan di dalam spesifikasi teknis atau dokumen kontrak serta
untuk mengidentifikasi sebab - sebab produk atau kinerja jasa pelayanan yang
tidak memenuhi syarat.
Jumlah dan jenis pengujian yang di butuhkan di lapangan di tentukan oleh
direksi, pengendali teknis dan pengawas lapangan dengan prosedur standar
pengujian yang di evaluasi bersama untuk menjamin segala hasil pengujian yang
di lakukan penyedia jasa dapat diterima atau ditolak sebagai dasar persetujuan
pembayaran pekerjaan yang memenuhi syarat.
c. Administrasi dan dokumentasi
Kegiatan administrasi dan dokumentasi merupakan suatu kegiatan dimana
penyedia jasa mengambil, menyimpan, menghitung dan melaporkan segala
perubahan yang terjadi di lapangan dalam bentuk dokumen yang sesuai dengan
ketentuan, Semua harus dikumpulkan dan diserahkan secara lengkap 7 (tujuh)
hari sebelum serah terima pertama pekerjaan (PHO), berikut dokumen yang
harus diserahkan :
1. Administrasi pekerjaan sesuai dengan ketentuan, Laporan, Request mingguan,
Back up volume mingguan, Progres pekerjaan (Time Scadule) dan
perhitungan tambah kurang volume pekerjaan.
2. Dokumentasi semua tahapan kegiatan meliputi 0% 50% dan 100% yang di
kerjakan.
3. Menyusun dan Mengumpulkan Laporan harian, mingguan dan bulanan
sesuai ketentuan.
4. Surat menyurat terkait perijinan dan permohonan untuk menunjang semua
kegiatan yang akan di lakukan.
5. Pembuatan gambar acuan kerja shop drawing dan gambar hasil pekerjaan
asbuild drawing.
DIVISI 2. DRAINASE
“ Tidak ada Pekerjaan Drainase”
DIVISI 3. PEKERJAAN TANAH DAN GEOSINTETIK
a. Galian Biasa (Manual)
Pekerjaan ini mencakup penggalian, penanganan, pembuangan atau
penumpukan tanah dari lokasi kegiatan ke lokasi lain yang telah di sepakati
dengan direksi, pengendali teknis dan pengawas, penggalian menggunakan
bantuan alat mekanis exavator dengan ukuran dan kekuatan sesuai dengan
perintah direksi pengendali teknis atau pengawas, pembuangan atau
pemindahan tanah hasil galian pada lokasi tertentu harus mendapat ijin dari
direksi, pengendali teknis atau pengawas, pengangkutan dan pemindahan
tanah galian ke lokasi yang telah di tentukan dengan jarak maksimal 1 km
menggunakan alat mekanis dump truck dengan memperhatikan kondisi
dampak jalur lingkungan yang di lalui, Asumsi pekerjaan sesuai dengan
analisa 3.1.(1.b)
b. Penyiapan Badan Jalan (Manual)
Pekerjaan ini mencakup penataan, perataan dan pemadatan lahan hasil
olahan yang sebelumnya gembur agar dapat di lanjutkan dengan pekerjaan
struktur di atasnya dengan area yang tidak luas, pekerjaan ini menggunakan
alat semi mekanis (stamper) sebagai pemadat dan menggunakan tenaga
manual dalam perataan dan penataan lahan, peneyedia jasa harus membuat
permohonan setelah kegiatan ini selesai di kerjakan dan mendapat
persetujuan direksi, pengendali teknis atau pengawas untuk dapat
melanjutkan kegiatan di atasnya, perhitungan pembayaran yang dilakukan
dengan luas area kegiatan penyiapan lahan sesuai rencana, asumsi pekerjaan
sesuai dengan analisa 3.3.(1a)
DIVISI 4. PEKERJAAN PREVENTIF
a. Latasir Kelas A (SSA) (Hampar Manual)
Pekerjaan ini mencakup pengadaan, pengakutan dan penghamparan,
sebelum melakukan pengadaan penyedia jasa harus memberikan Job mix
formula dan hasil pengujian matrial yang di setujui oleh direksi, pengendali
teknis dan pengawas, campuran beraspal di produksi dengan alat mekanis di
Aspal Mixing Plant, matrial aspal panas di angkut ke lokasi pekerjaan
menggunakan dump truk yang memiliki penutup yang dapat menahan panas
dan oksidasi bahan.
Penghamparan di lakukan secara manual di tujukan untuk kegiatan yang
memiliki kuantitas tergolong kecil, lokasi yang tidak memungkinkan,
kebutuhan leveling skala kecil dan patching perkerasaan lama.
Sebelum penghamparan penyedia jasa harus memberikan Job Mix formula
dan hasil pengujian bahan penyusun campuran aspal panas dan di setujui
direksi, pengendali teknis dan pengawas. Penyedia jasa harus bersedia
memperbaiki hasil hamparan apabila terjadi kekurangan, kecacatan dan
kerapian secara langsung
Pemadatan di utamakan menggunakan alat mekanis sesuai perintah direksi,
pengendali teknis atau pengawas yang menyesuaikan kondisi lahan,
kebutuhan dan efektifitas kerja
Perhitungan pembayaran sesuai dengan hasil luasan terhampar, ketebalan
relatif , dan berat jenis relatif yang dapat dimungkinkan dengan pengambilan
sampel kepadatan di lapangan, asumsi pekerjaan ini sesuai dengan analisa
4.6.(1.a)
DIVISI 5. PERKERASAN BERBUTIR DAN PERKERASAN BETON SEMEN
a. Perkerasan Beton Semen fc’ 18 Mpa (Site Mix)
Pekerjaan ini melingkupi pengadaan matrial, pencampuran, penataan,
penghamparan dan pemeliharaan. Penyedia jasa harus membuat campuran
sesuai Job mix formula dengan rujukan hasil kuat tekan beton normal setara
18 Mpa pada usia 28 hari
Pekerjaan ini hanya digunakan untuk kegiatan pembuatan perkerasaan beton
semen dengan rencana lalu lintas rendah, beban rendah dan kuantitas
rendah tanpa menggunakan tulangan, Pencampuran dilakukan dengan alat
semi mekanis (concrete mixer portabel) langsung di lokasi kegiatan ,
Penyedia jasa di wajibkan melakukan pengujian bahan matrial penyusun
beton semen dan mendapat persetujuan dari direksi, pengendali teknis dan
pengawas sebelem melakukan pengadaan matrial.
Sebelum penghamparan penyedia jasa harus melakukan permohonan kepada
pengawas untuk kesiapan lahan lokasi kesiapan ketersediaan matrial dan alat
pendukung . Penghamparan di lakukandi atas plastik sparator air semen
dengan acuan tetap dan bantuan concreat vibrator, di rapikan dengan alat
bantu penghalus manual, serta dilakukan pembuatan alur di permukaan
sesuai kebutuhan, untuk cuting joint segmen tidak di haruskan digunakan
menyesuaikan keadaan situasi kondisi dan perintah direksi, pengendali teknis
atau pengawas
Pemeliharaan di lakukan dengan menjaga suhu beton terhadap suhu
lingkungan dengan (curing compont) secara bertahap dan berkelanjutan
agar tidak terjadi retakan atau pecahan, Penyedia jasa harus bersedia
memperbaiki hasil penghamaparan yang tidak rata, tidak rapi, kecacatan,
dan tidak sesuai dengan luas serta tebal rencana
Semua campuran perkerasaan semen yang digunakan per 50 m3 harus di
buat sampel untuk uji tekan dengan minimal 3 pasang yang dilakukan
pengujian pada usia beton 7 dan 28 hari dengan acuan kekuatan tekan
setara 18 Mpa, sebagai pertimbangan parameter perhitungan pembayaran
akhir.
Perhitungan pembayaran sesuai dengan spesifikasi umum yaitu hasil luasan
terhampar sesuai rencana, ketebalan relatif, kuat tekan dan koefisien
pembagi parameter tertentu, asumsi pekerjaan ini sesuai dengan analisa
5.3.(1.c)
DIVISI 6. PERKERASAN ASPAL
a. Lapis Perekat – Aspal Cair
Pekerjaan ini harus mencakup penyediaan, pembersihan, penyiapan lahan
dan penghamparan bahan aspal pada permukaan yang akan di lakukan
pelapisan dengan campuran aspal struktur jalan di atasnya
Penyedia jasa harus memiliki ijin dari pengawas sebelum melakukan
penghamparan aspal lapis perekat, dengan di semprot pada permukaan yang
kering tanpa ada genangan air, tidak di perbolehkan di lakukan
penyemprotan pada saat angin kencang, hujan dan akan turun hujan,
dengan keadaan perkerasaan di bawahnya sudah siap sesuai elevasi rencana
ataupun leveling rencana yang di syaratkan dalam kontrak.
Bahan penyusun yang di gunakan aspal cair dengan penguapan cepat atau
sedang ataupun aspal keras pen 60-70 yang di encerkan bensin atau kerosin
sesuai dengan spesifikasi umum. Besaran kuantitas aspal perekat yang
digunakan setiap liter/m2nya sesuai dengan kontrak,
Penyedia jasa di haruskan melakukan pembersihan lahan sebelum
penyemprotan dilakukan dengan alat semi mekanis (aspal distributor) yang
dapat di atur kuantitas, pemanas dan penyebaran penyemprotannya (nossel),
Setelah di lakukan penyemprotan di usahan lahan untuk di tunggu hingga
aspal melakukan setting sesuai dengan tipe yang digunakan, dan dapat di
bantu dengan lintasan tire roller secukupnya agar permukaan aspal cair
perekat dapat merata pada permukaan dibawahnya. penyedia jasa di
wajibkan memperbaiki dan melakukan penyemprotan ulang apabila ada
kecacatan, ketidak rataan ataupun kekurangan area sesuai dengan perintah
pengawas.
Semua lahan penyemprotan harus di ambil sampel dengan asumsi per 200 m
panjang lahan terdapat 3 tiga titik penempatan sampel paper test yang tidak
boleh di tempatkan kurang 0.5m dari tepi jalur atau 10 m dari titik awal
penyemprotan serta setiap titik minimal memiliki jarak 5 x semprotan
melintang .
Perhitungan pembayaran sesuai dengan spesifikasi umum yaitu rata – rata
kuantitas aspal dari seluruh pengujian paper test dengan tidak adanya
simpangan hasil yang melibihi 5% rata rata keseluruhan, tidak ada
pembayaran tambahan yang dilakukan untuk pekerjaan tambahan atau
perbaikan, asumsi pekerjaan ini sesuai dengan analisa 6.1.(2a)
b. Lapis Penetrasi Macadam
Pekerjaan ini mencakup pengadaan matrial , penghamparan dan pemadatan,
sebelum melakukan pengadaan matrial penyedia jasa di haruskan melakukan
pengujian bahan material penyusun dan telah di setujui oleh direksi,
pengendali teknis dan pengawas agar dapat di gunakan
Jenis dan ukuran matrial menyesuaikan ketebalan rencana yang dimana
ketebalan nominal lapis penetrasi makadam terdiri dari 4 – 7 cm . aspal
perekat yang digunakan merupakan jenis aspal padat yang di cairkan .
Penyedia jasa di wajibkan melakukan permohonan sebelum memulai
penghamparan dengan memperhatikan ketersediaan matrial , kesesuaian
matrial , alat pemadata dan kesiapan lahan yang akan di kerjakan
Susunan dan kadar aspal perekat harus di sesuaikan dengan rencana dan
kontrak, pengawas harus selalu melakukan pengkontrolan pelaksanaan,
untuk jenis overlay pengambilan sampel dapat di ambil 2 titik di setiap 100
meter panjang dan untuk patching penambalan dapat di sesuaikan dan
mengikuti perintah dari pegawas
Pemadatan menggunakan bantuan alat mekanis setara tandem roller dengan
kapasitas yang telah di tentukan sesuai kontrak dan anjuran pengawas
Perhitungan dan pembayaran berdasarkan luas area, tebal dan
memperhatikan parameter hasil pengujian kadar aspal yang tercapai. Asumsi
pekerjaan ini sesuai dengan analisa 6.7.(1)
DIVISI 7. STRUKTUR
“ Tidak ada Pekerjaan Pekerjaan Struktur”
DIVISI 8. REHABILITASI JEMBATAN
“Tidak ada Pekerjaan Rehabilitasi Jembatan”
DIVISI 9. PEKERJAAN HARIAN & PEKERJAAN LAIN - LAIN
“Tidak ada Pekerjaan Hari”an dan Pekerjaan Lain – lain”
DIVISI 11. PEKERJAAN PEMELIHARAAN
“ Tidak ada Pekerjaan Pemeliharaan”
PEMERINTAH KABUPATEN BOYOLALI
PENJELASAN TEKNIS
PENYEMIRAN JALAN RW 16
KELURAHAN SISWODIPURAN
KECAMATAN BOYOLALI
KABUPATEN BOYOLALI
TAHUN ANGGARAN 2024
PENJELASAN TEKNIS
Pekerjaan Penyemiran Jalan RW 16 Kelurahan Siswodipuran
URAIAN UMUM
Pekerjaan yang dilakukan adalah Penyemiran Jalan RW 16 Kelurahan Siswodipuran
Kabupaten Boyolali dengan konstruksi Latasir Kelas B (SSB) (Hampar Manual) dengan
uraian pekerjaan sebagai berikut :
DIVISI 1. Umum
a. Mobilisasi
Lingkup kegiatan mobilisasi yang di lakukan dalam paket pekerjaan meliputi :
1. Sewa atau membuat brak penyimpanan barang material dan peralatan.
2. Mobilisasi dan demobilisasi semua personil penyedia jasa sesuai dengan
kebutuhan serta alat kerja pendukung kegiatan.
3. Pembuatan papan informasi kegiatan uk 1.5 m x 1.2 m bahan besi seng dan
tiang kayu kasso.
4. Uitset, pengukuran ulang dan stackout rencana.
b. Manajemen Mutu
Lingkup kegiatan manajemen mutu yang dilakukan dalam paket pekerjaan
meliputi proses pemeriksaan mutu hasil produk maupun bahan yang akan
digunakan untuk menentukan apakah hasil tersebut memenuhi standart mutu
yang dipersyaratkan di dalam spesifikasi teknis atau dokumen kontrak serta
untuk mengidentifikasi sebab - sebab produk atau kinerja jasa pelayanan yang
tidak memenuhi syarat.
Jumlah dan jenis pengujian yang di butuhkan di lapangan di tentukan oleh
direksi, pengendali teknis dan pengawas lapangan dengan prosedur standar
pengujian yang di evaluasi bersama untuk menjamin segala hasil pengujian yang
di lakukan penyedia jasa dapat diterima atau ditolak sebagai dasar persetujuan
pembayaran pekerjaan yang memenuhi syarat.
c. Administrasi dan dokumentasi
Kegiatan administrasi dan dokumentasi merupakan suatu kegiatan dimana
penyedia jasa mengambil, menyimpan, menghitung dan melaporkan segala
perubahan yang terjadi di lapangan dalam bentuk dokumen yang sesuai dengan
ketentuan, Semua harus dikumpulkan dan diserahkan secara lengkap 7 (tujuh)
hari sebelum serah terima pertama pekerjaan (PHO), berikut dokumen yang
harus diserahkan :
1. Administrasi pekerjaan sesuai dengan ketentuan, Laporan, Request mingguan,
Back up volume mingguan, Progres pekerjaan (Time Scadule) dan
perhitungan tambah kurang volume pekerjaan.
2. Dokumentasi semua tahapan kegiatan meliputi 0% 50% dan 100% yang di
kerjakan.
3. Menyusun dan Mengumpulkan Laporan harian, mingguan dan bulanan
sesuai ketentuan.
4. Surat menyurat terkait perijinan dan permohonan untuk menunjang semua
kegiatan yang akan di lakukan.
5. Pembuatan gambar acuan kerja shop drawing dan gambar hasil pekerjaan
asbuild drawing.
DIVISI 2. DRAINASE
“ Tidak ada Pekerjaan Drainase”
DIVISI 3. PEKERJAAN TANAH DAN GEOSINTETIK
a. Galian Biasa (Manual)
Pekerjaan ini mencakup penggalian, penanganan, pembuangan atau
penumpukan tanah dari lokasi kegiatan ke lokasi lain yang telah di sepakati
dengan direksi, pengendali teknis dan pengawas, penggalian menggunakan
bantuan alat mekanis exavator dengan ukuran dan kekuatan sesuai dengan
perintah direksi pengendali teknis atau pengawas, pembuangan atau
pemindahan tanah hasil galian pada lokasi tertentu harus mendapat ijin dari
direksi, pengendali teknis atau pengawas, pengangkutan dan pemindahan
tanah galian ke lokasi yang telah di tentukan dengan jarak maksimal 1 km
menggunakan alat mekanis dump truck dengan memperhatikan kondisi
dampak jalur lingkungan yang di lalui, Asumsi pekerjaan sesuai dengan
analisa 3.1.(1.b)
b. Galian Perkerasan Beton
Pekerjaan Galian Perkerasan Beton mencakup galian pada perkerasan beton
lama dengan skala volume kecil dan pembuangan bahan perkerasan beton
yang tidak terpakai seperti yang ditunjukkan dalam Gambar atau
sebagaimana yang diperintahkan oleh direksi pekerjaan. Pelaksanaan
Pembongkaran Beton menggunakan alat Jack Hammer, concrete cutter dan
compressor. Pengangkutan dan pemindahan bekas galian dimuat ke Dump
Truck dibuang keluar Lokasi Jalan/Pekerjaan Sejauh 1 km atau sesuai
Perintah Direksi. Asumsi pekerjaan sesuai dengan analisa 3.1.(10)
c. Penyiapan Badan Jalan (Manual)
Pekerjaan ini mencakup penataan, perataan dan pemadatan lahan hasil
olahan yang sebelumnya gembur agar dapat di lanjutkan dengan pekerjaan
struktur di atasnya dengan area yang tidak luas, pekerjaan ini menggunakan
alat semi mekanis (stamper) sebagai pemadat dan menggunakan tenaga
manual dalam perataan dan penataan lahan, peneyedia jasa harus membuat
permohonan setelah kegiatan ini selesai di kerjakan dan mendapat
persetujuan direksi, pengendali teknis atau pengawas untuk dapat
melanjutkan kegiatan di atasnya, perhitungan pembayaran yang dilakukan
dengan luas area kegiatan penyiapan lahan sesuai rencana, asumsi pekerjaan
sesuai dengan analisa 3.3.(1a)
DIVISI 4. PEKERJAAN PREVENTIF
a. Latasir Kelas B (SSB) (Hampar Manual)
Pekerjaan ini mencakup pengadaan, pengakutan dan penghamparan,
sebelum melakukan pengadaan penyedia jasa harus memberikan Job mix
formula dan hasil pengujian material yang di setujui oleh direksi, pengendali
teknis dan pengawas, campuran beraspal di produksi dengan alat mekanis di
Aspal Mixing Plant, matrial aspal panas di angkut ke lokasi pekerjaan
menggunakan dump truk yang memiliki penutup yang dapat menahan panas
dan oksidasi bahan.
Penghamparan di lakukan secara manual di tujukan untuk kegiatan yang
memiliki kuantitas tergolong kecil, lokasi yang tidak memungkinkan,
kebutuhan leveling skala kecil dan patching perkerasaan lama.
Sebelum penghamparan penyedia jasa harus memberikan Job Mix formula
dan hasil pengujian bahan penyusun campuran aspal panas dan di setujui
direksi, pengendali teknis dan pengawas. Penyedia jasa harus bersedia
memperbaiki hasil hamparan apabila terjadi kekurangan, kecacatan dan
kerapian secara langsung
Pemadatan di utamakan menggunakan alat mekanis sesuai perintah direksi,
pengendali teknis atau pengawas yang menyesuaikan kondisi lahan,
kebutuhan dan efektifitas kerja
Perhitungan pembayaran sesuai dengan hasil luasan terhampar, ketebalan
relatif , dan berat jenis relatif yang dapat dimungkinkan dengan pengambilan
sampel kepadatan di lapangan, asumsi pekerjaan ini sesuai dengan analisa
4.6.(2.a)
DIVISI 5. PERKERASAN BERBUTIR DAN PERKERASAN BETON SEMEN
“ Tidak ada Pekerjaan Perkerasan Berbutir dan Perkerasan Beton Semen”
DIVISI 6. PERKERASAN ASPAL
a. Lapis Perekat – Aspal Cair
Pekerjaan ini harus mencakup penyediaan, pembersihan, penyiapan lahan
dan penghamparan bahan aspal pada permukaan yang akan di lakukan
pelapisan dengan campuran aspal struktur jalan di atasnya
Penyedia jasa harus memiliki ijin dari pengawas sebelum melakukan
penghamparan aspal lapis perekat, dengan di semprot pada permukaan yang
kering tanpa ada genangan air, tidak di perbolehkan di lakukan
penyemprotan pada saat angin kencang, hujan dan akan turun hujan,
dengan keadaan perkerasaan di bawahnya sudah siap sesuai elevasi rencana
ataupun leveling rencana yang di syaratkan dalam kontrak.
Bahan penyusun yang di gunakan aspal cair dengan penguapan cepat atau
sedang ataupun aspal keras pen 60-70 yang di encerkan bensin atau kerosin
sesuai dengan spesifikasi umum. Besaran kuantitas aspal perekat yang
digunakan setiap liter/m2nya sesuai dengan kontrak,
Penyedia jasa di haruskan melakukan pembersihan lahan sebelum
penyemprotan dilakukan dengan alat semi mekanis (aspal distributor) yang
dapat di atur kuantitas, pemanas dan penyebaran penyemprotannya (nossel),
Setelah di lakukan penyemprotan di usahan lahan untuk di tunggu hingga
aspal melakukan setting sesuai dengan tipe yang digunakan, dan dapat di
bantu dengan lintasan tire roller secukupnya agar permukaan aspal cair
perekat dapat merata pada permukaan dibawahnya. penyedia jasa di
wajibkan memperbaiki dan melakukan penyemprotan ulang apabila ada
kecacatan, ketidak rataan ataupun kekurangan area sesuai dengan perintah
pengawas.
Semua lahan penyemprotan harus di ambil sampel dengan asumsi per 200 m
panjang lahan terdapat 3 tiga titik penempatan sampel paper test yang tidak
boleh di tempatkan kurang 0.5m dari tepi jalur atau 10 m dari titik awal
penyemprotan serta setiap titik minimal memiliki jarak 5 x semprotan
melintang .
Perhitungan pembayaran sesuai dengan spesifikasi umum yaitu rata – rata
kuantitas aspal dari seluruh pengujian paper test dengan tidak adanya
simpangan hasil yang melibihi 5% rata rata keseluruhan, tidak ada
pembayaran tambahan yang dilakukan untuk pekerjaan tambahan atau
perbaikan, asumsi pekerjaan ini sesuai dengan analisa 6.1.(2a)
b. Lapis Penetrasi Macadam
Pekerjaan ini mencakup pengadaan matrial , penghamparan dan pemadatan,
sebelum melakukan pengadaan matrial penyedia jasa di haruskan melakukan
pengujian bahan material penyusun dan telah di setujui oleh direksi,
pengendali teknis dan pengawas agar dapat di gunakan
Jenis dan ukuran matrial menyesuaikan ketebalan rencana yang dimana
ketebalan nominal lapis penetrasi makadam terdiri dari 4 – 7 cm . aspal
perekat yang digunakan merupakan jenis aspal padat yang di cairkan .
Penyedia jasa di wajibkan melakukan permohonan sebelum memulai
penghamparan dengan memperhatikan ketersediaan matrial , kesesuaian
matrial , alat pemadata dan kesiapan lahan yang akan di kerjakan
Susunan dan kadar aspal perekat harus di sesuaikan dengan rencana dan
kontrak, pengawas harus selalu melakukan pengkontrolan pelaksanaan,
untuk jenis overlay pengambilan sampel dapat di ambil 2 titik di setiap 100
meter panjang dan untuk patching penambalan dapat di sesuaikan dan
mengikuti perintah dari pegawas
Pemadatan menggunakan bantuan alat mekanis setara tandem roller dengan
kapasitas yang telah di tentukan sesuai kontrak dan anjuran pengawas
Perhitungan dan pembayaran berdasarkan luas area, tebal dan
memperhatikan parameter hasil pengujian kadar aspal yang tercapai. Asumsi
pekerjaan ini sesuai dengan analisa 6.7.(1)
DIVISI 7. STRUKTUR
a. Beton, Fc' 15 Mpa (Site MIx)
Pekerjaan ini meliputi pekerjaan Grill Beton Penutup Saluran dan bahu jalan.
Pekerjaan ini mencakup pengadaan matrial, pencampuran, pembuatan
acuan, pengecoran dan pemeliharaan, penyedia jasa harus melakukan
pengujian bahan material penyusun beton dan rencana job mix desain sesuai
kuat tekan dan spesifikasi umum yang di setujui oleh direksi, pengendali
teknis dan pengawas.
Pekerjaan ini hanya digunakan untuk pengecoran beton struktur mutu
rendah dengan skala volume yang sedikit atau lokasi kegiatan yang tidak
memungkinkan untuk mendatangkan trux mixer agitator dari batching
plant.
Pekerjaan ini digunakan untuk beragam struktur dinding pengaman,
bangunan pelengkap dan bangunan yang membutuhkan beton mutu rendah.
Penyedia jasa diwajibkan melakukan permohonan pengecoran kepada
direksi, pengendali teknis atau pengawas dengan asumsi , kesiapan lahan,
ketepatan dimensi, susunan penulangan, dan metode pengecoran telah di
setujui.
Pencampuran matrial penyusun beton dengan mutu yang di tentukan sesuai
kontrak menggunakan alat bantu semi manual (concrete mixer) dengan
mengacu perbandingan dan job mix desain yang telah dibuat oleh penyedia
jasa yang telah di setujui.
Acuan pada bagian yang ter expose harus rata dan kuat dengan bahan
minimal multiplek 12mm dan perkuatan yang dapat di andalkan, penyedia
jasa harus bersedia memperbaiki segala kekurangan baik ukuran ataupun
kerapian, yang mengharuskan untuk di haluskan dan di tambal apabila hasil
pengecoran ada cacat di permukaan, terutama permukaan yang terexpose
langsung.
Diusahakan berkala pengawas melakukan pengecekan kelecakan campuran
beton dengan slump test sebagai upaya kontroling keseragaman kualitas
campuran beton dan pengkontrolan perbandingan matrial yang digunakan.
Proses pengecoran disarankan untuk tidak melakukan penuangan dengan
beda tinggi jatuh campuran beton lebih dari 1.5m, penyedia jasa diwajibkan
menggunakan vibrator dan alat bantu pemadatan yang dapat meminimalisir
terjadinya keropos dan bergelembung hasil pengecoran. Pembongkaran
acuan di lakukan setelah usia beton dirasa cukup telah menyelasikan masa
setting beton,
Penyedia jasa diwajibakan membuat sampel pengujian beton sebanyak 3
pasang dari setiap 5m3 volume pengecoran pada setiap jenis struktur.
Pengujian kuat tekan dilakukan pada usia beton 7 dan 28 hari, sebagai bahan
evaluasi agar tidak terjadi penyimpangan kualitas beton.
Perhitungan dan pembayaran berdasarkan volume nominal beton yang
terpasang dengan mempertimbangkan kuat tekan akhir sebagai parameter
pengurangan pembayaran, asumsi pekerjaan ini sesuai dengan analisa
7.8.(8a)
b. Baja Tulangan Polos-BjTP 280
Pekerjaan ini mecakup pengadaan, fabrikasi dan pemasangan sesuai dengan
spesifikasi dan gambar, sebelum melakukan pengadaan penyedia jasa harus
mengumpulkan sampel beserta sertifikat matrial yang akan digunakan dan
melakukan pengujian yang dibutuhkan sesuai dengan spesifikasi dan di
setujui oleh direksi, pengendali teknis dan pengawas.
Semua jenis baja tulangan harus masuk dalam katagori standart toleransi.
Yang meliputi berat diameter, kuat tarik dan susunan pembesian. Penyedia
jasa harus bersedia mengganti dengan yang lain apabila terjadi ketidak
sesuaian hasil pengujian atau pemasangan.
Keterbatasan matrial di pasaran yang menyebabkan Penggantian ukuran
batang yang berbeda dengan asumsi total luas batang sama dapat di lakukan
dengan persetujuan direksi, pengendali teknis atau pengawas.
Semua anyaman baja yang digunakan menggunakan ikatan kawat penuh
dan dapat di lakukan pengelasan apabila di setujui oleh direksi, pengendali
teknis atau pengawas, tumpuan alas atau selimut harus menggunakan beton
yang di cetak dengan mutu fc 20 Mpa,
Pemotongan dan pembengkokan di anjurkan menggunakan alat mekanis
untuk meningkatkan efisiensi pekerjaan, penyedia jasa di wajibkan
mematuhi gambar rencana dalam penyusunan anyaman baja tulangan yang
berkaitan dengan jarak, panjang, sambungan dan susunan tulangan baja.
Setelah dilakukan pemasangan pembesian yang sudah dipersiapkan untuk
pengecoran harus di bersihkan dari segala unsur logam sisa pemasangan dan
fabrikasi yang dapat beresiko menyebabkan beton menjadi kropos atau
tulangan terexpose di selimut beton.
Perhitungan dan pembayaran berdasarkan volume berat nomilal baja
tulangan yang terpasang dengan mempertimbangkan volume dengan berat
jenis, asumsi pekerjaan sesuai dengan analisa 7.3.(1)
DIVISI 8. REHABILITASI JEMBATAN
“Tidak ada Pekerjaan Rehabilitasi Jembatan”
DIVISI 9. PEKERJAAN HARIAN & PEKERJAAN LAIN - LAIN
“Tidak ada Pekerjaan Hari”an dan Pekerjaan Lain – lain”
DIVISI 11. PEKERJAAN PEMELIHARAAN
“ Tidak ada Pekerjaan Pemeliharaan”