| Reason | |||
|---|---|---|---|
| 0813303336225000 | Rp 6,028,186,815 | - | |
| 0809991037225000 | Rp 6,122,639,625 | - | |
| 0965391972225000 | Rp 5,662,664,379 | Tidak menyampaikan referensi kerja dari PPK untuk personil manajerial dan personil pendukung sesuai dengan Persyaratan Dokumen Tender | |
| 0438806960205000 | Rp 5,481,488,919 | Tidak menyampaikan dukungan material (Beton Ready Mix, Aspal dan Baja Tulangan/Besi) | |
PT Gemilang Mas Mandiri | 09*8**6****44**0 | - | - |
| 0032620395101000 | - | - | |
| 0014016836008000 | - | - | |
| 0025726134215000 | - | - | |
| 0662445246215000 | - | - | |
PT Putera Ciptakreasi Pratama | 0020484660215000 | - | - |
| 0630879047215000 | - | - | |
| 0412070237225000 | - | - | |
| 0030065460215000 | - | - | |
| 0754287571225000 | - | - | |
| 0763186251214000 | - | - | |
| 0814686010225000 | - | - | |
| 0751903568215000 | - | - | |
PT Asna Jaya Lintas Asia | 06*1**7****15**0 | - | - |
| 0022766596215000 | - | - | |
| 0017621665215000 | - | - | |
| 0938945482215000 | - | - | |
PT Kurnia Konstruksi Indonesia | 09*9**1****25**0 | - | - |
| 0534900519225000 | - | - | |
PT Cahaya Geosolusi Indonesia | 09*9**1****34**0 | - | - |
| 0733787659215000 | - | - | |
| 0827038522215000 | - | - | |
| 0667782221532000 | - | - | |
| 0019534536215000 | - | - | |
| 0316970706322000 | - | - | |
| 0021572631223000 | - | - | |
| 0802525444225000 | - | - | |
PT Labana Mual Arta | 03*1**7****15**0 | - | - |
| 0750088643008000 | - | - | |
| 0016168445217000 | - | - | |
PT Patra Geoteksindo Jaya | 09*6**1****35**0 | - | - |
| 0740046834215000 | - | - | |
| 0629974205436000 | - | - | |
| 0660784208215000 | - | - | |
PT Cipta Jaya Piranti | 03*2**5****11**0 | - | - |
| 0030068027215000 | - | - |
URAIAN SINGKAT PEKERJAAN
Perbaikan/Peningkatan Jalan Tanjung Piayu (Jl. S. Parman)
A. Latar Belakang
1. Dasar Hukum Tugas Fungsi/Kebijakan
1.1 Peraturan Pemerintah RI No. 5 Tahun 2011 tentang Perubahan atas
Peraturan Pemerintah No. 46 Tahun 2007 tentang Kawasan
Perdagangan Bebas Dan Pelabuhan Bebas Batam;
1.2 Peraturan Presiden No. 12 Tahun 2021 tentang Perubahan Atas
Peraturan Presiden No. 16 Tahun 2018 Tentang Pengadaan Barang dan
Jasa Pemerintah;
1.3 Keputusan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Selaku Ketua
Dewan Nasional Nomor 59 tahun 2008 tentang Pedoman Pembentukan
Kelembagaan Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas dan
Pelabuhan Bebas;
1.4 Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Nomor 10
Tahun 2021 tentang Pedoman Sistem Manajemen Keselamatan
Konstruksi;
1.5 Peraturan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah
Nomor 12 Tahun 2021 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengadaan
Barang/Jasa Pemerintah melalui Penyedia;
1.6 Keputusan Kepala Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas
dan Pelabuhan Bebas Batam Nomor 224 Tahun 2023 tentang
Pejabat/Personil Pengelola Keuangan dan Pejabat Pembuat Komitmen
untuk Kegiatan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran Badan Pengusahaan
Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Batam.
2. Gambaran Umum
Berdasarkan PP 46/2007 kawasan Batam ditetapkan sebagai Kawasan
Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas untuk jangka waktu 70 tahun.
Kawasan Batam meliputi Pulau Batam, Pulau Tonton, Pulau Setokok, Pulau
Nipah, Pulau Rempang, Pulau Galang dan Pulau Galang Baru. Kegiatan
utama yaitu sektor perdagangan, maritim, industri, perhubungan, perbankan
dan pariwisata. Hak pengelolaan atas tanah yang menjadi kewenangan
Otorita Batam dan Pemerintah Kota Batam di Kawasan Perdagangan Bebas
dan Pelabuhan Bebas Batam beralih kepada Badan Pengusahaan Kawasan
Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Batam (BP Batam). Kelembagaan
Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas
Batam sudah harus ditetapkan paling lambat tanggal 31 Desember 2008.
Tak dapat dipungkiri bahwa perkembangan investasi di Pulau Batam dari
waktu ke waktu terus mengalami peningkatan. Demikian pula dengan rencana
diberlakukannya Pulau Batam sebagai salah satu Kawasan Ekonomi Khusus
(KEK), maka diprediksikan investasi akan mengalami akselerasi pada masa
yang akan datang. Sesuai dengan misi pembangunan daerah Kota Batam
yaitu mengembangkan industri, perdagangan, pariwisata, kelautan, alih kapal
dan pemberdayaan ekonomi rakyat yang mempunyai akses ke pasar global,
maka diperlukan juga sarana dan prasarana yang dapat menunjang kegiatan-
kegiatan tersebut. Bagi kawasan yang padat penduduk dan jalur transportasi
darat yang semakin ramai, jalan sebagai prasarana transportasi merupakan
salah satu komponen sarana yang sangat penting bagi perkembangan
kegiatan ekonomi wilayah.
Suatu jalan yang baik adalah jalan yang nyaman dan kokoh untuk dilalui, yang
mampu memfasilitasi pergerakan intermodality secara efisien dan efektif bagi
pengendara ataupun pejalan kaki. Oleh karenanya mengingat kondisi jalan
yang ada belum optimal, maka diperlukan peningkatan
Perbaikan/Peningkatan Jalan Tanjung Piayu (Jl. S. Parman).
3. Lokasi Pekerjaan
Lokasi pekerjaan terletak di sepanjang Perbaikan/Peningkatan Jalan Tanjung
Piayu (Jl. S. Parman). Untuk lebih jelas dapat dilihat pada gambar berikut ini.
Gambar 1.1 Lokasi Pekerjaan Perbaikan/Peningkatan Jalan Tanjung Piayu
(Jl. S. Parman)
4. Maksud dan Tujuan
a. Maksud Peningkatan Perbaikan/Peningkatan Jalan Tanjung Piayu (Jl. S.
Parman) ini adalah untuk meningkatkan fungsi jalan yang nyaman bagi
pengguna jalan di lokasi tersebut agar dapat mewadahi semua aktivitas
yang ada sebagaimana mestinya.
b. Tujuan kegiatan ini adalah terciptanya infrastruktur jalan yang dapat
meningkatkan kenyamanan pengguna jalan.
B. Penerima Manfaat
Penerima manfaat dari kegiatan ini adalah masyarakat Batam, pengunjung Kota
Batam dan Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan
Bebas Batam (BPKPBPB – Batam) sehingga memberikan keamanan dan
kenyamanan pengguna jalan di Kota Batam.
Pejabat Pembuat Komitmen
Pengelolaan dan Penyelenggaraan serta
Pengendalian Mutu Infrastruktur
Kawasan
M. Gazali Djajasasmita