| Reason | |||
|---|---|---|---|
| 0944576800822000 | Rp 485,815,208 | Harga Penawaran Tidak Wajar. | |
| 0655038768822000 | Rp 494,619,558 | TIdak menyampaikan data dukung pembentuk harga. | |
CV Zulfar Pratama Jaya | 01*9**4****16**0 | Rp 498,376,000 | - |
| 0733133797822000 | Rp 498,376,000 | - | |
| 0539551788822000 | Rp 498,376,000 | - | |
CV Mutia Karya | 07*5**0****22**0 | - | - |
| 0836972703822000 | - | - | |
| 0017962689805000 | Rp 498,376,000 | Tidak Hadir Klarifikasi | |
| 0412164733822000 | - | - | |
| 0022278386822000 | - | - | |
| 0817875206822000 | Rp 590,000,000 | - | |
Sexy Road Indo | 06*9**5****22**0 | - | - |
| 0438130494808000 | Rp 528,685,847 | - | |
| 0023038987801000 | - | - | |
| 0026801134822000 | - | - | |
| 0862657111822000 | - | - | |
| 0741445126942000 | - | - | |
| 0763420916831000 | - | - | |
| 0014933485822000 | - | - | |
Satya Hardana | 06*6**7****22**0 | - | - |
CV Amika Joint Konstruski | 00*7**1****04**0 | - | - |
| 0022281877822000 | - | - | |
CV Alam Jaya | 00*1**8****22**0 | - | - |
| 0031709454822000 | - | - | |
CV Golden Kencana | 0724474390822000 | - | - |
| 0705946937822000 | - | - | |
| 0954241774807000 | - | - | |
| 0019823517943000 | - | - | |
| 0022278501822000 | - | - | |
| 0022278964822000 | - | - | |
CV Bailo Raya | 0751006685833000 | - | - |
| 0809093222822000 | - | - | |
| 0315562736435000 | - | - | |
Permata Emas Berlian | 06*7**1****48**0 | - | - |
| 0659150197822000 | - | - | |
| 0022274534822000 | - | - |
Pekerjaan Konstruksi Pembangunan Sarana dan Prasarana
Kawasan Rumah Negara Perwakilan BPKP Provinsi
Gorontalo Tahun 2024
Uraian Singkat Pekerjaan:
A. Lingkup Pekerjaan
1. Lingkup pekerjaan yang harus dilaksanakan oleh Penyedia Jasa Konstruksi
Pembangunan Rumah Negara pada Perwakilan BPKP Provinsi Gorontalo
Tahun 2024 berpedoman pada ketentuan yang berlaku, khususnya Pekerjaan
Umum Nomor 22/PRT/M/2018 tentang Pembangunan Bangunan Gedung
Negara, meliputi:
a. Tahap pelaksanaan konstruksi sampai dengan serah terima pertama
(Provisional Hand Over) pekerjaan konstruksi; dan
b. Tahap pemeliharaan pekerjaan konstruksi sampai dengan serah terima
akhir (Final Hand Over) pekerjaan konstruksi.
2. Pelaksanaan konstruksi mendapatkan pengawasan teknis oleh penyedia jasa
manajemen konstruksi, dan pengawasan berkala oleh pemberi kerja.
3. Pelaksanaan konstruksi dilakukan oleh penyedia jasa pelaksana konstruksi
berdasarkan:
a. Surat perjanjian pelaksanaan pekerjaan konstruksi atau pemborongan dan
lampiran beserta perubahannya; dan
b. Standar Mutu Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) dan Standar
Manajemen Mutu (SMM).
4. Pelaksanaan konstruksi membuat dokumen pelaksanaan konstruksi meliputi:
a. Semua berkas perizinan yang diperoleh pada saat pelaksanaan konstruksi
fisik;
b. Gambar-gambar yang sesuai dengan pelaksanaan (as built drawing);
c. Kontrak kerja pelaksanaan konstruksi fisik, pekerjaan pengawasan atau
manajemen konstruksi beserta segala perubahan atau addendumnya;
d. Laporan pelaksanaan konstruksi yang terdiri atas laporan harian, laporan
mingguan, laporan bulanan dan laporan akhir termasuk laporan uji mutu.
e. Berita acara pelaksanaan konstruksi yang terdiri atas perubahan pekerjaan,
pekerjaan tambah kurang, serah terima pertama (PHO) dan serah terima
akhir (FHO) dilampiri dengan berita acara pelaksanaan pemeliharaan
pekerjaan konstruksi, pemeriksaan pekerjaan, dan berita acara lain yang
berkaitan dengan pelaksanaan konstruksi fisik;
f. Hasil pemeriksanaan kelaikan fungsi (commissioning test);
g. Foto dokumentasi yang diambil pada setiap tahapan kemajuan pelaksanaan
konstruksi fisik yang diambil dari sudut pandang yang tetap/sama dari awal
hingga akhir pekerjaan.
h. Dokumen kesehatan dan keselamatan kerja (K3) atau Standar Mutu
Kesahatan dan Keselamatan Kerja (SMK3);
i. Garansi atau surat jaminan peralatan dan perlengkapan mekanikal,
elektrikal dan sistem pemipaan.
j. Surat penjaminan atas kegagalan bangunan dari penyedia jasa
pelaksanaan konstruksi dan penyedia jasa pengawasan teknis.
5. Pelaksanaan pemeliharaan pekerjaan konstruksi merupakan kegiatan
menjaga keandalan konstruksi bangunan gedung melalui pemeriksaan hasil
pelaksanaan konstruksi fisik setelah serah terima pertama (PHO). Dalam
pemeliharaan pekerjaan konstruksi, penyedia jasa pelaksanaan konstruksi
berkewajiban memperbaiki segala cacat, ketidaksesuaian dan kerusakan yang
terjadi selama masa konstruksi.
6. Apabila tidak ditentukan lain dalam kontrak kerja Pekerjaan Konstruksi
Pembangunan Sarana dan Prasarana Kawasan Rumah Negara Perwakilan
BPKP Provinsi Gorontalo, masa pemeliharaan pekerjaan konstruksi paling
sedikit 6 (enam) bulan terhitung sejak serah terima pertama (PHO) pekerjaan
konstruksi.
7. Masa pemeliharaan pekerjaan konstruksi diakhiri dengan serah terima akhir
(FHO) pekerjaan konstruksi yang dilampiri dengan berita acara pelaksanaan
pemeliharaan pekerjaan konstruksi.
8. Penyedia Jasa Konstruksi harus menyediakan peralatan yang dibutuhkan oleh
tenaga kerja untuk menunjang semua pekerjaan di lapangan.